Penggemar seni rupa klasik tentu tak asing dengan nama Vincent van Gogh, seorang pelukis asal Belanda yang karya-karyanya masih dapat dinikmati sampai sekarang di museum.
Walaupun kini karya-karyanya dihormati di seluruh dunia, kisah hidupnya dapat dikatakan merana. Apa yang membuat Van Gogh terkenal saat ini?
Siapa Vincent van Gogh?
Vincent Willem van Gogh adalah seniman Belanda yang lahir pada 30 Maret 1853. Ia termasuk dalam generasi seniman post-impressionist.
Karya-karya Van Gogh memiliki ciri khas goresan kuas yang dramatis, palet warna yang mencolok, dan caranya menangkap kesan waktu dan pergerakan dalam lukisan.
Fakta menarik yang perlu kamu ketahui adalah Van Gogh baru diakui sebagai seniman hebat setelah ia meninggal dunia. Semasa hidup, sang pelukis sangat miskin, menderita depresi, hingga mengakhiri hidupnya sendiri. Hal ini diketahui melalui surat-suratnya kepada sang adik, Theo van Gogh.

Sien Hoornik
Van Gogh bertemu dengan Sien Hoornik pada 1882. Wanita tersebut adalah model sekaligus kekasih Van Gogh.
Keluarga dan teman-teman Van Gogh syok dengan kabar ini, mengingat Sien Hoornik adalah mantan pelacur. Sien sudah memiliki anak perempuan berusia 5 tahun dan saat itu tengah mengandung.
Van Gogh merasa kasihan dengan Sien, sehingga memutuskan untuk mengurusnya. Mereka menyewa tempat untuk tinggal bersama dengan putri Sien dan bayinya yang akan segera lahir.
Theo tak setuju dengan keputusan kakaknya, tetapi tetap mengirimkan sejumlah uang untuk biaya hidupnya.
Menghadapi pertentangan, Van Gogh tetap keras kepala. Namun pada akhirnya ia menyadari hubungan dengan Sien tidak akan berhasil. Ia pun memutuskan hubungan dengan Sien.
Selepas hubungannya berakhir, Van Gogh berkelana ke kawasan pedesaan Drenthe. Ia banyak melukis bentang alam seperti padang rumput dan ladang.
Namun kehidupan di Drenthe terlalu membuatnya kesepian. Setelah tiga bulan, Van Gogh kembali ke rumah orang tuanya yang kini pindah di Nuenen, Brabant. Ia menyewa sebuah tempat sebagai studionya.
The Potato Eaters
Nuenen adalah kawasan pertanian dan pedesaan yang menjadi sumber inspirasi Van Gogh. Ia selalu melukis di setiap kesempatan.
Pada awal 1884, Van Gogh mengusulkan agar ia mengirim lukisannya kepada Theo sebagai ganti uang saku yang selalu dikirimkan kepadanya. Rencananya, lukisan-lukisan tersebut dapat dijual Theo.
Namun lukisan Van Gogh dirasa terlalu gelap dan kurang berwarna, sehingga tak diminati penikmat seni di Paris.
Kedua orang tua Van Gogh merasa perilaku putra sulungnya tak dapat diterima. Tak lama setelah sang ayah meninggal pada Maret 1885, Van Gogh meninggalkan rumah dan pindah ke studionya. Di sana ia mulai mengerjakan lukisan The Potato Eaters.
Pada akhir tahun yang sama, Van Gogh memutuskan mendaftarkan diri di akademi seni Antwerp. Ia memutuskan akan meninggalkan Belanda dan tidak akan kembali lagi.
Walaupun Antwerp menawarkan fasilitas dan lingkungan seni, Van Gogh merasa pelajaran melukis yang didapatkan terlalu kuno baginya. Ia merasa karya lukisannya adalah sesuatu yang berbeda.
Van Gogh kemudian pindah ke Paris untuk menemui Theo. Ia ingin belajar di studio Fernand Cormon, seorang seniman yang sering melatih murid asing.
Sebelum Theo sempat menyiapkan tempat tinggal, sang kakak muncul secara mendadak.
Paris
Theo adalah manajer Goupil di Montmartre, Paris. Ia memperkenalkan sang kakak dengan karya-karya seniman modern, seperti Claude Monet. Van Gogh juga berkenalan dengan generasi seniman muda seperti Henri de Toulouse-Lautrec dan Emile Bernard.
Almond Blossom.
Auvers-sur-Oise
Van Gogh keluar dari rumah sakit pada Mei 1890. Ia kini tinggal di Auvers-sur-Oise yang menjadi tempat tinggal beberapa seniman.
Auvers adalah kawasan yang tenang, cocok dengan proses penyembuhan Van Gogh. Ada seorang dokter di sana yang mengawasi Van Gogh, yakni Paul Gachet.
Van Gogh berteman erat dengan Gachet, yang menyarankan agar ia mendedikasikan kesehariannya untuk berkesenian. Gachet sendiri adalah pelukis amatir.
Van Gogh menghabiskan hari-harinya melukis taman dan ladang gandum di desa. Kesehatannya pun membaik.
Pada Juli 1890, Van Gogh mengunjungi Theo di Paris. Theo menyebutkan dirinya akan berhenti menjadi penjual karya seni yang telah ditekuninya selama bertahun-tahun.
Theo ingin mendirikan bisnis sendiri, sehingga ia tidak dapat lagi menanggung biaya hidup sang kakak. Van Gogh kembali ke Auvers dengan perasaan gamang.
Theo dan Jo menulis surat untuk meyakinkan sang kakak. Namun kecemasan membuat kondisi Van Gogh semakin memburuk. Ia tak dapat berpikir jernih tentang masa depannya.
Meninggal Dunia
Kehidupan pedesaan yang tenang tak lagi membuat perasaan Van Gogh tetap damai. Ia tak dapat mengatasi rasa cemas dan tidak pasti di dalam dirinya.
Pada 27 Juli 1890, Van Gogh berjalan di ladang gandum. Ia menembak dadanya sendiri dengan pistol.
Dengan kondisi terluka parah, Van Gogh sempat dibawa masuk kembali ke kamarnya di Auberge Ravoux. Theo segera menuju Auvers.
Pada 29 Juli 1890, Theo menyaksikan kakaknya meninggal dunia dalam usia 37 tahun.
Vincent van Gogh dikuburkan di Auvers pada 30 Juli 1890. Seumur hidupnya, ia mewariskan 850 lukisan, 1.300 sketsa di kertas, dan surat-surat yang dikirimkannya kepada Theo.
Theo
Enam minggu setelah Van Gogh meninggal dunia, Theo mengadakan pameran untuk mengenang karya-karya sang kakak. Namun kesehatannya sendiri memburuk.
Tak lama setelah pameran berlangsung, Theo mengundurkan diri. Segera setelahnya ia mengalami gangguan saraf yang parah.
Ia sempat dirawat di sebuah klinik di Utrecht. Ia menderita gejala penyakit terkait sifilis. Theo meninggal dunia saat dirawat pada Januari 1891, enam bulan setelah kakaknya meninggal dunia.
Jo
Lukisan-lukisan Vincent van Gogh pun diurus Jo van Gogh-Bonger. Setelah suaminya meninggal dunia, Jo pindah ke Bussum, Belanda, bersama putranya, Vincent Willem.
Pada 1901, Jo menikahi seorang pelukis, Johan Cohen Gosschalk. Mereka pindah ke Amsterdam dua tahun kemudian.
Melalui pameran di berbagai museum, Jo menarik perhatian publik terhadap karya-karya Van Gogh. Lukisannya diminati dan dibeli banyak orang.
Pada 1914, Jo menerbitkan edisi pertama surat-surat kakak-beradik Van Gogh. Pada tahun yang sama, ia memindahkan makam Theo ke Auvers-sur-Oise, di samping makam sang kakak.
Museum Van Gogh
Setelah Jo meninggal dunia pada 1925, putranya, Vincent Willem, mewarisi karya lukisan pamannya. Ia meminjamkan beberapa lukisan kepada Museum Stedelijk di Amsterdam pada 1930.
Nama Van Gogh semakin mencuat. Muncul desakan untuk membuat museum khusus yang didedikasikan terhadap karya-karya Van Gogh.
Pada 1962, pemerintah berjanji akan membangun Museum Van Gogh yang dapat dinikmati semua orang.
Museum tersebut secara resmi dibuka pada 2 Juni 1973, yang menarik perhatian dua juta pengunjung dari seluruh dunia setiap tahunnya.
Quotes Vincent van Gogh
I can do nothing about it if my paintings don’t sell. The day will come, though, when people will see that they’re worth more than the cost of the paint and my subsistence, very meagre in fact, that we put into them.– 1888
. . knowing clearly what I wanted, I’ve painted another three large canvases since then. They’re immense stretches of wheatfields under turbulent skies, and I made a point of trying to express sadness, extreme loneliness. You’ll see this soon, I hope – for I hope to bring them to you in Paris as soon as possible, since I’d almost believe that these canvases will tell you what I can’t say in words, what I consider healthy and fortifying about the countryside.– 1890
You know I’ve always thought it ridiculous for painters to live alone etc. You always lose when you’re isolated.– 1888
I knew from the outset that her character is a ruined character, but I had hopes of her finding her feet and now, precisely when I don’t see her any more and think about the things I saw in her, I increasingly come to realize that she was already too far gone to find her feet.– 1883
I actually find all the drawings I see there hopelessly bad — and fundamentally wrong. And I know that mine are totally different — time will just have to tell who’s right. Damn it, not one of them has any feeling for what a classical statue is.– 1886