Saat ini, bahasa Inggris menjadi bahasa kedua yang wajib dikuasai oleh setiap stakeholder di sebagian besar perusahaan, terutama multinational company.
Maka, kamu perlu memiliki dan memahami beragam kosakata business meeting supaya terjalin komunikasi yang baik ketika rapat dengan rekan dan atasan.
Skill ini tak hanya memperkuat interaksi profesionalmu, tetapi juga bisa membantumu untuk mendukung dalam mengambil keputusan strategis dan operasional perusahaan.
Sebaliknya, tanpa skill ini, kamu akan kesulitan dalam memahami semua rencana maupun evaluasi yang dilakukan tim. Jadi, mari pahami puluhan frasa dan vocabulary business meetings and communication dari English Academy!
Opening Meeting Vocabulary (Kosakata untuk Pembukaan Rapat)
Ketika hendak memulai rapat, kamu bisa mengaplikasikan beberapa kosakata di bawah ini. Namun, tetap sesuaikan dengan konteks kalimat yang akan kamu sampaikan ya!
Meeting agenda = Jadwal acara Daftar topik atau masalah yang akan dibahas dalam suatu pertemuan. Biasanya dikirimkan kepada peserta sebelum rapat dan diulangi sekali lagi saat membuka rapat.
Chairperson/Chair = Ketua rapat Orang yang memimpin atau mengawasi jalannya rapat atau pertemuan.
Minutes = Catatan rapat Ringkasan tertulis dari pembahasan, keputusan, dan tindakan yang diambil dalam rapat.
To convene = Mengadakan rapat Memulai atau mengumpulkan orang untuk mengadakan rapat atau pertemuan.
To schedule = Menjadwalkan Menentukan waktu atau jadwal untuk rapat atau acara lainnya.
Conference = Konferensi Pertemuan formal untuk diskusi, terutama yang diadakan secara rutin oleh suatu organisasi. Konferensi sering kali mencakup kegiatan seperti presentasi, diskusi panel, dan sesi tanya jawab untuk berbagi informasi dan ide-ide tentang sebuah topik.
Video conference = Konferensi video Rapat atau pertemuan yang diadakan secara virtual dengan menggunakan video, biasanya melalui platform online.
RSVP = Mohon konfirmasi kehadiran RSVP adalah singkatan dari frasa bahasa Prancis “Répondez s’il vous plaît“, yang artinya “tolong balas”. Istilah ini digunakan untuk meminta konfirmasi kehadiran dari para undangan.
Venue = Tempat Lokasi atau tempat di mana rapat atau acara tersebut akan diadakan.
Invitee = Undangan Orang yang diundang atau peserta yang diharapkan hadir dalam rapat atau acara.
Stand-up meeting = Rapat berdiri Rapat singkat yang dilakukan dengan para peserta berdiri untuk mempercepat proses rapat.
Webinar = seminar daring Presentasi yang dilakukan secara online melalui internet dengan media zoom atau google meet.
Doodle poll = Poll Doodle Metode untuk menentukan waktu rapat atau acara dengan mengumpulkan preferensi waktu dari para peserta.
Opening remarks = Ucapan pembuka Ucapan awal atau pernyataan yang dibuat di awal rapat, dengan tujuan untuk memberikan konteks dan memperkenalkan topik utama dari rapat tersebut.
Melalui artikel ini, kamu bisa belajar dan memperkaya kosakata business meeting yang kerap digunakan di dunia kerja.
—
Saat ini, bahasa Inggris menjadi bahasa kedua yang wajib dikuasai oleh setiap stakeholder di sebagian besar perusahaan, terutama multinational company.
Maka, kamu perlu memiliki dan memahami beragam kosakata business meeting supaya terjalin komunikasi yang baik ketika rapat dengan rekan dan atasan.
Skill ini tak hanya memperkuat interaksi profesionalmu, tetapi juga bisa membantumu untuk mendukung dalam mengambil keputusan strategis dan operasional perusahaan.
Sebaliknya, tanpa skill ini, kamu akan kesulitan dalam memahami semua rencana maupun evaluasi yang dilakukan tim. Jadi, mari pahami puluhan frasa dan vocabulary business meetings and communication dari English Academy!
Opening Meeting Vocabulary (Kosakata untuk Pembukaan Rapat)
Ketika hendak memulai rapat, kamu bisa mengaplikasikan beberapa kosakata di bawah ini. Namun, tetap sesuaikan dengan konteks kalimat yang akan kamu sampaikan ya!
Meeting agenda = Jadwal acara Daftar topik atau masalah yang akan dibahas dalam suatu pertemuan. Biasanya dikirimkan kepada peserta sebelum rapat dan diulangi sekali lagi saat membuka rapat.
Chairperson/Chair = Ketua rapat Orang yang memimpin atau mengawasi jalannya rapat atau pertemuan.
Minutes = Catatan rapat Ringkasan tertulis dari pembahasan, keputusan, dan tindakan yang diambil dalam rapat.
To convene = Mengadakan rapat Memulai atau mengumpulkan orang untuk mengadakan rapat atau pertemuan.
To schedule = Menjadwalkan Menentukan waktu atau jadwal untuk rapat atau acara lainnya.
Conference = Konferensi Pertemuan formal untuk diskusi, terutama yang diadakan secara rutin oleh suatu organisasi. Konferensi sering kali mencakup kegiatan seperti presentasi, diskusi panel, dan sesi tanya jawab untuk berbagi informasi dan ide-ide tentang sebuah topik.
Video conference = Konferensi video Rapat atau pertemuan yang diadakan secara virtual dengan menggunakan video, biasanya melalui platform online.
RSVP = Mohon konfirmasi kehadiran RSVP adalah singkatan dari frasa bahasa Prancis “Répondez s’il vous plaît“, yang artinya “tolong balas”. Istilah ini digunakan untuk meminta konfirmasi kehadiran dari para undangan.
Venue = Tempat Lokasi atau tempat di mana rapat atau acara tersebut akan diadakan.
Invitee = Undangan Orang yang diundang atau peserta yang diharapkan hadir dalam rapat atau acara.
Stand-up meeting = Rapat berdiri Rapat singkat yang dilakukan dengan para peserta berdiri untuk mempercepat proses rapat.
Webinar = seminar daring Presentasi yang dilakukan secara online melalui internet dengan media zoom atau google meet.
Doodle poll = Poll Doodle Metode untuk menentukan waktu rapat atau acara dengan mengumpulkan preferensi waktu dari para peserta.
Opening remarks = Ucapan pembuka Ucapan awal atau pernyataan yang dibuat di awal rapat, dengan tujuan untuk memberikan konteks dan memperkenalkan topik utama dari rapat tersebut.
Jika kamu seorang karyawan dan ingin tim di kantor makin berkembang, yuk rekomendasikan training English Academy Corporate ke HR atau L&D di perusahaanmu. Selain bantu meningkatkan skill tim, kamu juga berkesempatan dapat voucher ratusan ribu rupiah, lho. Klik banner di bawah untuk isi form-nya, ya!
During Meeting Vocabulary (Kosakata Ketika Rapat)
Setelah pembukaan, mari masuk ke inti pembahasan. Dalam hal ini, kamu bisa menyebutnya dengan during business meeting vocabulary, contohnya seperti:
Action plan = Rencana tindakan Rencana terperinci yang menentukan apa yang perlu dilakukan. Biasanya mencakup tugas-tugas dan jadwal waktu untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Touch base = Berhubungan Berkomunikasi atau bertemu dengan seseorang untuk membahas atau menginformasikan sesuatu.
Break the ice / Ice breaking = Memecah kebekuan Ungkapan atau tindakan yang digunakan untuk mengurangi ketegangan. Di Indonesia, biasanya dilakukan dengan bermain games individu maupun kelompok.
Get the ball rolling = Memulai Memulai atau menggerakkan sesuatu, khususnya dalam konteks memulai sebuah pertemuan atau proyek.
Circle back = Kembali membahas Ketika seseorang mengatakan “Mari kita kembali membahas,” mereka ingin membicarakan sesuatu lagi, atau mereka akan membahasnya denganmu nanti.
Going forward = Ke depan Ungkapan yang digunakan untuk berpindah dari satu topik ke topik lainnya selama rapat tim.
Think outside the box = Berpikir kreatif Ungkapan populer yang berarti menghasilkan ide-ide inovatif atau solusi-solusi baru yang beda dari biasanya.
Win-win situation = Situasi saling menguntungkan Solusi atau strategi yang menguntungkan semua pihak yang terlibat.
Move the needle = Membawa perubahan Ketika seseorang berhasil “menggerakkan jarum,” artinya ia telah membuat kemajuan signifikan atau mencapai sesuatu yang berdampak positif.
Take it offline = Bahas di luar rapat Membahas sesuatu di luar rapat agar tidak melampaui waktu rapat yang telah direncanakan.
Back to the drawing board = Kembali ke awal Ketika seseorang ingin “kembali ke awal,” mereka merasa perlu untuk memulai dari awal, terutama karena sesuatu tidak berjalan sesuai rencana atau mereka ingin mengevaluasi ulang rencana.
Trim the fat = Memotong yang tidak perlu Menghilangkan elemen-elemen yang tidak perlu untuk membuat sesuatu menjadi lebih efisien atau terstruktur.
On the same page = Pada pemahaman yang sama Ketika seseorang mengatakan, “Mari pastikan kita paham sama,” ia ingin tahu apakah kita memiliki pemikiran atau pemahaman yang sama dengannya.
Deep dive = Penelusuran mendalam Eksplor sebuah topik secara mendetail.
Ducks in a row = Mengatur barisan “bebek” Ini merupakan peribahasa yang biasa disampaikan atasan ketika ingin timnya mulai terorganisir untuk menangani sebuah tugas.
On board = Setuju Istilah ini berfungsi untuk menyatakan rasa setuju terhadap suatu hal yang dibasah ketika rapat.
Move the goalposts = Pindahkan tujuan Istilah ini mengacu pada mengubah sesuatu: tujuan, cakupan, atau persyaratan proyek.
Park it = Tunda Kondisi ketika seorang karyawan menunda proyek atau timeline untuk mendapatkan persetujuan dari pihak lain yang bertanggung jawab.
Push the envelope = Mendorong batas Istilah ini mirip dengan push the limit, di mana seseorang akan didorong untuk terus berusaha sampai melampaui batas kemampuannya.
Drill down into = Menguji dalam Menguji, memeriksa, atau menganalisa sesuatu secara mendetail.
Quorum = Jumlah minimum Jumlah minimum peserta yang harus hadir untuk membuat rapat atau pertemuan sah.
Motion = Usulan Usulan resmi atau proposal yang diajukan dalam rapat untuk mendapatkan persetujuan dari peserta.
A.O.B. (Any Other Business) = Lain-lain Segala sesuatu yang ingin dibahas yang tidak termasuk dalam daftar agenda utama rapat.
Consensus = Kesepakatan Kesepakatan atau persetujuan bersama dari semua peserta rapat.
Unanimous = Bulat / Sepakat Persetujuan yang diberikan oleh semua peserta tanpa ada yang menentang.
Point of order = Ketertiban Peringatan atau pengingat terkait aturan atau prosedur rapat yang sedang dilanggar.
Seconded = Disetujui Memberikan dukungan atau setuju terhadap motion atau usulan yang diajukan oleh orang lain.
Open floor = Kesempatan bicara Bagian dari rapat di mana peserta dapat mengemukakan pendapat atau pertanyaan tanpa dibatasi.
Off the record = Tidak dicatat Informasi atau percakapan yang tidak akan dicatat atau dianggap resmi.
Roll call = Pemanggilan nama Proses memanggil nama-nama peserta rapat untuk mencatat kehadiran atau mendapatkan tanggapan resmi.
Interruptions = Gangguan Gangguan atau interupsi yang terjadi selama rapat.
Parking lot = Catatan sementara Daftar atau catatan untuk topik-topik atau masalah yang perlu dibahas di masa depan, tetapi tidak diutamakan saat ini.
AGM (Annual General Meeting) = Rapat Umum Tahunan Pertemuan tahunan di mana anggota atau pemegang saham suatu organisasi berkumpul untuk membahas masalah penting dan melakukan pemungutan suara.
Allocate = Mengalokasikan Menugaskan atau membagikan sesuatu, seperti tugas atau sumber daya, kepada orang atau kelompok tertentu.
Apologies = Permintaan maaf Pernyataan untuk meminta maaf karena tidak bisa hadir atau melakukan kesalahan dalam konteks pertemuan atau acara lainnya.
Ballot = Pemungutan suara Proses atau cara untuk memilih atau memutuskan sesuatu dengan mengumpulkan suara secara tertulis atau secara lisan.
Casting vote = Suara penentu Suara yang dipakai untuk memutuskan hasil suatu pemungutan suara ketika hasilnya seimbang atau seri.
Comment = Komentar Pernyataan pendapat atau pendapat seseorang tentang sesuatu dalam konteks pertemuan atau diskusi.
Deadline = Tenggat waktu Batas waktu seseorang atau kelompok untuk menyelesaikan suatu tugas, proyek, atau kewajiban.
Designate = Menunjuk Menunjuk atau menetapkan seseorang untuk melakukan tugas tertentu atau mengambil peran dalam suatu kegiatan.
Grievance = Keluhan Pengaduan atau perasaan tidak puas yang diungkapkan seseorang tentang sesuatu dalam organisasi atau kelompok.
Guest speaker = Pembicara tamu Orang yang diundang untuk berbicara atau memberikan presentasi dalam sebuah pertemuan atau acara.
Implement = Melaksanakan Melakukan atau menerapkan sesuatu, seperti rencana atau keputusan, agar menjadi kenyataan.
Mandatory= Wajib Harus patuh terhadap instruksi atau regulasi karena aturan atau kebijakan yang berlaku.
Objectives = Tujuan Sasaran atau hasil yang ingin dicapai dalam suatu proyek, pertemuan, atau kegiatan.
Participant = Peserta Orang yang hadir dan mengambil bagian dalam suatu pertemuan, acara, atau kegiatan.
Proxy vote = Suara perwakilan Hak atau proses di mana seseorang memberikan wewenang kepada orang lain untuk memilih atau memberikan suara atas namanya.
Punctual = Tepat waktu Berada atau tiba pada waktu yang telah ditentukan atau diharapkan.
Recommend = Merekomendasikan Memberikan saran atau saran tentang apa yang sebaiknya dilakukan atau dipilih dalam suatu situasi.
Show of hands = Pengangkatan tangan Pendapat yang diungkapkan atau keputusan yang dibuat dengan cara mengangkat tangan dalam sebuah pemungutan suara.
Strategy = Strategi Rencana atau cara yang direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu dalam jangka waktu tertentu.
Vote = Pemungutan suara Aksi atau proses memberikan suara untuk memutuskan atau menentukan sesuatu dalam sebuah pertemuan atau dalam konteks lainnya.
Post Business Meeting Vocabulary (Kosakata Saat Hendak Mengakhiri Rapat)
Jika meeting hampir atau bahkan sudah selesai, umumnya kamu akan mendengar beberapa kosakata seperti berikut ini:
Adjourn = Mengakhiri Mengakhiri atau menunda rapat secara resmi.
Minutes = Catatan rapat Catatan tertulis atau rekaman resmi dari apa yang dibahas dan diputuskan dalam suatu pertemuan.
Action item = Tugas tindakan Tugas yang diberikan selama rapat kepada seorang peserta.
To recap/Recap = Merangkum Ringkasan singkat atau ulasan tentang poin-poin utama dari rapat.
Next steps = Langkah selanjutnya Tugas-tugas yang akan dilakukan setelah rapat.
To delegate = Mendelegasikan Menugaskan tanggung jawab atau wewenang kepada orang lain.
Wrap Up = Menyelesaikan Vocab ini biasa digunakan ketika seseorang berhasil mengakhiri sesuatu, seperti rapat atau shooting.
Takeaway = Intisari Poin penting yang harus diingat atau dipelajari dari rapat.
To disseminate = Menyebarkan Mendistribusikan atau menyebarkan informasi secara luas.
Status update = Pembaruan status Laporan tentang keadaan atau perkembangan terkini dari suatu proyek atau tugas.
Closing remarks = Kata penutup Pikiran terakhir yang diucapkan dalam rapat (misalnya, pengingat, ucapan terima kasih).
Forward planning = Perencanaan ke depan Proses merencanakan kebutuhan atau acara di masa depan dan mempersiapkannya.
Silver bullet = Solusi ampuh Solusi sederhana atau cepat yang menyelesaikan masalah kompleks atau mencapai hasil yang signifikan.
Cut corners = Mengambil jalan pintas Melakukan sesuatu dengan cara yang lebih cepat dan murah, tetapi sering kali mengorbankan kualitas.
Call it a day = Mengakhiri hari Pernyataan untuk mengakhiri rapat atau aktivitas hari itu.
Follow-up questions = Pertanyaan lanjutan Pertanyaan tambahan yang mungkin muncul setelah membahas sesuatu, dengan tujuan memperjelas atau mengumpulkan lebih banyak informasi.
Business Meeting Vocabulary Lainnya
Di bawah ini merupakan istilah-istilah meeting yang bisa kamu gunakan juga untuk percakapan di luar meeting:
Stakeholder = Pemangku kepentingan Orang, kelompok, atau organisasi yang memiliki kepentingan atau perhatian terhadap suatu organisasi atau proyek.
Facilitator = Fasilitator Seseorang yang membantu memandu rapat, seringkali menjaga diskusi tetap pada jalurnya dan memastikan semua orang mendapat kesempatan untuk berbicara.
Scribe = Pencatat Orang yang bertanggung jawab untuk mencatat notulen rapat.
Round-robin = Putaran berbicara Gaya rapat di mana setiap peserta bergiliran berbicara.
Breakout session = Sesi kelompok kecil Diskusi yang lebih fokus dalam kelompok kecil di dalam rapat yang lebih besar.
Straw poll = Jajak pendapat informal Pemungutan suara informal yang dilakukan untuk melihat bagaimana perasaan anggota tentang suatu isu atau keputusan.
Moderator = Moderator Orang yang memimpin rapat dan memastikan semua anggota mengikuti aturan rapat.
Hard stop = Batas akhir yang ketat Waktu akhir yang ketat untuk rapat, tidak boleh melampaui jam yang sudah ditentukan di awal.
Hybrid meeting = Rapat hybrid Rapat di mana beberapa peserta hadir secara fisik (offline), dan yang lain bergabung secara daring (online).
Melalui artikel ini, kamu bisa belajar dan memperkaya kosakata business meeting yang kerap digunakan di dunia kerja.
—
Saat ini, bahasa Inggris menjadi bahasa kedua yang wajib dikuasai oleh setiap stakeholder di sebagian besar perusahaan, terutama multinational company.
Maka, kamu perlu memiliki dan memahami beragam kosakata business meeting supaya terjalin komunikasi yang baik ketika rapat dengan rekan dan atasan.
Skill ini tak hanya memperkuat interaksi profesionalmu, tetapi juga bisa membantumu untuk mendukung dalam mengambil keputusan strategis dan operasional perusahaan.
Sebaliknya, tanpa skill ini, kamu akan kesulitan dalam memahami semua rencana maupun evaluasi yang dilakukan tim. Jadi, mari pahami puluhan frasa dan vocabulary business meetings and communication dari English Academy!
Opening Meeting Vocabulary (Kosakata untuk Pembukaan Rapat)
Ketika hendak memulai rapat, kamu bisa mengaplikasikan beberapa kosakata di bawah ini. Namun, tetap sesuaikan dengan konteks kalimat yang akan kamu sampaikan ya!
Meeting agenda = Jadwal acara Daftar topik atau masalah yang akan dibahas dalam suatu pertemuan. Biasanya dikirimkan kepada peserta sebelum rapat dan diulangi sekali lagi saat membuka rapat.
Chairperson/Chair = Ketua rapat Orang yang memimpin atau mengawasi jalannya rapat atau pertemuan.
Minutes = Catatan rapat Ringkasan tertulis dari pembahasan, keputusan, dan tindakan yang diambil dalam rapat.
To convene = Mengadakan rapat Memulai atau mengumpulkan orang untuk mengadakan rapat atau pertemuan.
To schedule = Menjadwalkan Menentukan waktu atau jadwal untuk rapat atau acara lainnya.
Conference = Konferensi Pertemuan formal untuk diskusi, terutama yang diadakan secara rutin oleh suatu organisasi. Konferensi sering kali mencakup kegiatan seperti presentasi, diskusi panel, dan sesi tanya jawab untuk berbagi informasi dan ide-ide tentang sebuah topik.
Video conference = Konferensi video Rapat atau pertemuan yang diadakan secara virtual dengan menggunakan video, biasanya melalui platform online.
RSVP = Mohon konfirmasi kehadiran RSVP adalah singkatan dari frasa bahasa Prancis “Répondez s’il vous plaît“, yang artinya “tolong balas”. Istilah ini digunakan untuk meminta konfirmasi kehadiran dari para undangan.
Venue = Tempat Lokasi atau tempat di mana rapat atau acara tersebut akan diadakan.
Invitee = Undangan Orang yang diundang atau peserta yang diharapkan hadir dalam rapat atau acara.
Stand-up meeting = Rapat berdiri Rapat singkat yang dilakukan dengan para peserta berdiri untuk mempercepat proses rapat.
Webinar = seminar daring Presentasi yang dilakukan secara online melalui internet dengan media zoom atau google meet.
Doodle poll = Poll Doodle Metode untuk menentukan waktu rapat atau acara dengan mengumpulkan preferensi waktu dari para peserta.
Opening remarks = Ucapan pembuka Ucapan awal atau pernyataan yang dibuat di awal rapat, dengan tujuan untuk memberikan konteks dan memperkenalkan topik utama dari rapat tersebut.
Jika kamu seorang karyawan dan ingin tim di kantor makin berkembang, yuk rekomendasikan training English Academy Corporate ke HR atau L&D di perusahaanmu. Selain bantu meningkatkan skill tim, kamu juga berkesempatan dapat voucher ratusan ribu rupiah, lho. Klik banner di bawah untuk isi form-nya, ya!
During Meeting Vocabulary (Kosakata Ketika Rapat)
Setelah pembukaan, mari masuk ke inti pembahasan. Dalam hal ini, kamu bisa menyebutnya dengan during business meeting vocabulary, contohnya seperti:
Action plan = Rencana tindakan Rencana terperinci yang menentukan apa yang perlu dilakukan. Biasanya mencakup tugas-tugas dan jadwal waktu untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.
Touch base = Berhubungan Berkomunikasi atau bertemu dengan seseorang untuk membahas atau menginformasikan sesuatu.
Break the ice / Ice breaking = Memecah kebekuan Ungkapan atau tindakan yang digunakan untuk mengurangi ketegangan. Di Indonesia, biasanya dilakukan dengan bermain games individu maupun kelompok.
Get the ball rolling = Memulai Memulai atau menggerakkan sesuatu, khususnya dalam konteks memulai sebuah pertemuan atau proyek.
Circle back = Kembali membahas Ketika seseorang mengatakan “Mari kita kembali membahas,” mereka ingin membicarakan sesuatu lagi, atau mereka akan membahasnya denganmu nanti.
Going forward = Ke depan Ungkapan yang digunakan untuk berpindah dari satu topik ke topik lainnya selama rapat tim.
Think outside the box = Berpikir kreatif Ungkapan populer yang berarti menghasilkan ide-ide inovatif atau solusi-solusi baru yang beda dari biasanya.
Win-win situation = Situasi saling menguntungkan Solusi atau strategi yang menguntungkan semua pihak yang terlibat.
Move the needle = Membawa perubahan Ketika seseorang berhasil “menggerakkan jarum,” artinya ia telah membuat kemajuan signifikan atau mencapai sesuatu yang berdampak positif.
Take it offline = Bahas di luar rapat Membahas sesuatu di luar rapat agar tidak melampaui waktu rapat yang telah direncanakan.
Back to the drawing board = Kembali ke awal Ketika seseorang ingin “kembali ke awal,” mereka merasa perlu untuk memulai dari awal, terutama karena sesuatu tidak berjalan sesuai rencana atau mereka ingin mengevaluasi ulang rencana.
Trim the fat = Memotong yang tidak perlu Menghilangkan elemen-elemen yang tidak perlu untuk membuat sesuatu menjadi lebih efisien atau terstruktur.
On the same page = Pada pemahaman yang sama Ketika seseorang mengatakan, “Mari pastikan kita paham sama,” ia ingin tahu apakah kita memiliki pemikiran atau pemahaman yang sama dengannya.
Deep dive = Penelusuran mendalam Eksplor sebuah topik secara mendetail.
Ducks in a row = Mengatur barisan “bebek” Ini merupakan peribahasa yang biasa disampaikan atasan ketika ingin timnya mulai terorganisir untuk menangani sebuah tugas.
On board = Setuju Istilah ini berfungsi untuk menyatakan rasa setuju terhadap suatu hal yang dibasah ketika rapat.
Move the goalposts = Pindahkan tujuan Istilah ini mengacu pada mengubah sesuatu: tujuan, cakupan, atau persyaratan proyek.
Park it = Tunda Kondisi ketika seorang karyawan menunda proyek atau timeline untuk mendapatkan persetujuan dari pihak lain yang bertanggung jawab.
Push the envelope = Mendorong batas Istilah ini mirip dengan push the limit, di mana seseorang akan didorong untuk terus berusaha sampai melampaui batas kemampuannya.
Drill down into = Menguji dalam Menguji, memeriksa, atau menganalisa sesuatu secara mendetail.
Quorum = Jumlah minimum Jumlah minimum peserta yang harus hadir untuk membuat rapat atau pertemuan sah.
Motion = Usulan Usulan resmi atau proposal yang diajukan dalam rapat untuk mendapatkan persetujuan dari peserta.
A.O.B. (Any Other Business) = Lain-lain Segala sesuatu yang ingin dibahas yang tidak termasuk dalam daftar agenda utama rapat.
Consensus = Kesepakatan Kesepakatan atau persetujuan bersama dari semua peserta rapat.
Unanimous = Bulat / Sepakat Persetujuan yang diberikan oleh semua peserta tanpa ada yang menentang.
Point of order = Ketertiban Peringatan atau pengingat terkait aturan atau prosedur rapat yang sedang dilanggar.
Seconded = Disetujui Memberikan dukungan atau setuju terhadap motion atau usulan yang diajukan oleh orang lain.
Open floor = Kesempatan bicara Bagian dari rapat di mana peserta dapat mengemukakan pendapat atau pertanyaan tanpa dibatasi.
Off the record = Tidak dicatat Informasi atau percakapan yang tidak akan dicatat atau dianggap resmi.
Roll call = Pemanggilan nama Proses memanggil nama-nama peserta rapat untuk mencatat kehadiran atau mendapatkan tanggapan resmi.
Interruptions = Gangguan Gangguan atau interupsi yang terjadi selama rapat.
Parking lot = Catatan sementara Daftar atau catatan untuk topik-topik atau masalah yang perlu dibahas di masa depan, tetapi tidak diutamakan saat ini.
AGM (Annual General Meeting) = Rapat Umum Tahunan Pertemuan tahunan di mana anggota atau pemegang saham suatu organisasi berkumpul untuk membahas masalah penting dan melakukan pemungutan suara.
Allocate = Mengalokasikan Menugaskan atau membagikan sesuatu, seperti tugas atau sumber daya, kepada orang atau kelompok tertentu.
Apologies = Permintaan maaf Pernyataan untuk meminta maaf karena tidak bisa hadir atau melakukan kesalahan dalam konteks pertemuan atau acara lainnya.
Ballot = Pemungutan suara Proses atau cara untuk memilih atau memutuskan sesuatu dengan mengumpulkan suara secara tertulis atau secara lisan.
Casting vote = Suara penentu Suara yang dipakai untuk memutuskan hasil suatu pemungutan suara ketika hasilnya seimbang atau seri.
Comment = Komentar Pernyataan pendapat atau pendapat seseorang tentang sesuatu dalam konteks pertemuan atau diskusi.
Deadline = Tenggat waktu Batas waktu seseorang atau kelompok untuk menyelesaikan suatu tugas, proyek, atau kewajiban.
Designate = Menunjuk Menunjuk atau menetapkan seseorang untuk melakukan tugas tertentu atau mengambil peran dalam suatu kegiatan.
Grievance = Keluhan Pengaduan atau perasaan tidak puas yang diungkapkan seseorang tentang sesuatu dalam organisasi atau kelompok.
Guest speaker = Pembicara tamu Orang yang diundang untuk berbicara atau memberikan presentasi dalam sebuah pertemuan atau acara.
Implement = Melaksanakan Melakukan atau menerapkan sesuatu, seperti rencana atau keputusan, agar menjadi kenyataan.
Mandatory= Wajib Harus patuh terhadap instruksi atau regulasi karena aturan atau kebijakan yang berlaku.
Objectives = Tujuan Sasaran atau hasil yang ingin dicapai dalam suatu proyek, pertemuan, atau kegiatan.
Participant = Peserta Orang yang hadir dan mengambil bagian dalam suatu pertemuan, acara, atau kegiatan.
Proxy vote = Suara perwakilan Hak atau proses di mana seseorang memberikan wewenang kepada orang lain untuk memilih atau memberikan suara atas namanya.
Punctual = Tepat waktu Berada atau tiba pada waktu yang telah ditentukan atau diharapkan.
Recommend = Merekomendasikan Memberikan saran atau saran tentang apa yang sebaiknya dilakukan atau dipilih dalam suatu situasi.
Show of hands = Pengangkatan tangan Pendapat yang diungkapkan atau keputusan yang dibuat dengan cara mengangkat tangan dalam sebuah pemungutan suara.
Strategy = Strategi Rencana atau cara yang direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu dalam jangka waktu tertentu.
Vote = Pemungutan suara Aksi atau proses memberikan suara untuk memutuskan atau menentukan sesuatu dalam sebuah pertemuan atau dalam konteks lainnya.
Sedang mempersiapkan kemampuan bahasa Inggrismu untuk mengejar pendidikan ataupun pengembangan karir? Tentunya kamu harus belajar bahasa Inggris yang lebih advanced, ya! Kamu bisa coba program English Academy Explorer, program khusus usia di atas 18 tahun yang tujuan utamanya mempersiapkanmu ke jenjang pendidikan ataupun karir yang lebih baik. Klik banner ini untuk info lengkapnya, ya!
Post Business Meeting Vocabulary (Kosakata Saat Hendak Mengakhiri Rapat)
Jika meeting hampir atau bahkan sudah selesai, umumnya kamu akan mendengar beberapa kosakata seperti berikut ini:
Adjourn = Mengakhiri Mengakhiri atau menunda rapat secara resmi.
Minutes = Catatan rapat Catatan tertulis atau rekaman resmi dari apa yang dibahas dan diputuskan dalam suatu pertemuan.
Action item = Tugas tindakan Tugas yang diberikan selama rapat kepada seorang peserta.
To recap/Recap = Merangkum Ringkasan singkat atau ulasan tentang poin-poin utama dari rapat.
Next steps = Langkah selanjutnya Tugas-tugas yang akan dilakukan setelah rapat.
To delegate = Mendelegasikan Menugaskan tanggung jawab atau wewenang kepada orang lain.
Wrap Up = Menyelesaikan Vocab ini biasa digunakan ketika seseorang berhasil mengakhiri sesuatu, seperti rapat atau shooting.
Takeaway = Intisari Poin penting yang harus diingat atau dipelajari dari rapat.
To disseminate = Menyebarkan Mendistribusikan atau menyebarkan informasi secara luas.
Status update = Pembaruan status Laporan tentang keadaan atau perkembangan terkini dari suatu proyek atau tugas.
Closing remarks = Kata penutup Pikiran terakhir yang diucapkan dalam rapat (misalnya, pengingat, ucapan terima kasih).
Forward planning = Perencanaan ke depan Proses merencanakan kebutuhan atau acara di masa depan dan mempersiapkannya.
Silver bullet = Solusi ampuh Solusi sederhana atau cepat yang menyelesaikan masalah kompleks atau mencapai hasil yang signifikan.
Cut corners = Mengambil jalan pintas Melakukan sesuatu dengan cara yang lebih cepat dan murah, tetapi sering kali mengorbankan kualitas.
Call it a day = Mengakhiri hari Pernyataan untuk mengakhiri rapat atau aktivitas hari itu.
Follow-up questions = Pertanyaan lanjutan Pertanyaan tambahan yang mungkin muncul setelah membahas sesuatu, dengan tujuan memperjelas atau mengumpulkan lebih banyak informasi.
Di bawah ini merupakan istilah-istilah meeting yang bisa kamu gunakan juga untuk percakapan di luar meeting:
Stakeholder = Pemangku kepentingan Orang, kelompok, atau organisasi yang memiliki kepentingan atau perhatian terhadap suatu organisasi atau proyek.
Facilitator = Fasilitator Seseorang yang membantu memandu rapat, seringkali menjaga diskusi tetap pada jalurnya dan memastikan semua orang mendapat kesempatan untuk berbicara.
Scribe = Pencatat Orang yang bertanggung jawab untuk mencatat notulen rapat.
Round-robin = Putaran berbicara Gaya rapat di mana setiap peserta bergiliran berbicara.
Breakout session = Sesi kelompok kecil Diskusi yang lebih fokus dalam kelompok kecil di dalam rapat yang lebih besar.
Straw poll = Jajak pendapat informal Pemungutan suara informal yang dilakukan untuk melihat bagaimana perasaan anggota tentang suatu isu atau keputusan.
Moderator = Moderator Orang yang memimpin rapat dan memastikan semua anggota mengikuti aturan rapat.
Hard stop = Batas akhir yang ketat Waktu akhir yang ketat untuk rapat, tidak boleh melampaui jam yang sudah ditentukan di awal.
Hybrid meeting = Rapat hybrid Rapat di mana beberapa peserta hadir secara fisik (offline), dan yang lain bergabung secara daring (online).
Frasa Bahasa Inggris untuk Mempersiapkan Business Meeting
Sebelum meeting, biasanya ada beberapa hal yang perlu disiapkan supaya nantinya rapat berjalan dengan lancar. Berikut ini frasa yang bisa kamu gunakan saat prepare business meeting:
Please review the agenda before the meeting. (Mohon tinjau agenda sebelum rapat.)
Could you prepare the financial report for the meeting? (Bisakah Anda menyiapkan laporan keuangan untuk rapat?)
Ensure all necessary documents are ready and available. (Pastikan semua dokumen yang diperlukan siap dan tersedia.)
Let’s schedule a pre-meeting to align our key points. (Mari jadwalkan rapat pendahuluan untuk menyelaraskan poin-poin utama kita.)
Don’t forget to send out the meeting invitations and reminders. (Jangan lupa untuk mengirimkan undangan rapat dan pengingat.)
Contoh Frasa Bahasa Inggris untuk Membuka Business Meeting
Siap untuk memulai rapat bisnis dengan resmi? Yuk, saatnya opening menggunakan contoh frasa dan kalimat di bawah ini:
Welcome everyone, thank you for joining us today. (Selamat datang semuanya, terima kasih telah bergabung hari ini.)
Let’s get started with a quick overview of today’s agenda. (Mari kita mulai dengan gambaran singkat agenda hari ini.)
Before we dive in, does anyone have any urgent matters to address? (Sebelum kita mulai, apakah ada yang memiliki masalah mendesak untuk dibahas?)
I’d like to introduce our guest speaker for today’s meeting. (Saya ingin memperkenalkan pembicara tamu kita untuk rapat hari ini.)
Can we have a quick round of introductions for those who are new? (Bisakah kita melakukan perkenalan singkat untuk mereka yang baru?)
Frasa Bahasa Inggris yang Umum Digunakan Saat Business Meeting Berlangsung
Saat rapat berlangsung, akan ada berbagai situasi yang kamu hadapi. Mulai dari pembahasan proyek, evaluasi, mengekspresikan pendapat, dan lain sebagainya.
Berikut ini 5 contoh frasa umum yang bisa kamu gunakan:
Can we please stay on topic? (Bisakah kita tetap pada topik?)
Does anyone have any questions or comments? (Apakah ada yang memiliki pertanyaan atau komentar?)
Let’s take a five-minute break. (Mari kita istirahat selama lima menit.)
Can we get a status update on this project? (Bisakah kita mendapatkan pembaruan status tentang proyek ini?)
I think we need to delve deeper into this issue. (Saya pikir kita perlu menyelami lebih dalam masalah ini.)
Frasa Bahasa Inggris untuk Mengakhiri Business Meeting
Bila rapat harus segera kamu akhiri, coba pakai frasa bahasa Inggris di bawah ini:
Let’s wrap up the meeting with a summary of action items. (Mari kita akhiri rapat dengan ringkasan tindakan yang perlu dilakukan.)
Thank you all for your valuable input today. (Terima kasih atas kontribusi berharga dari semuanya hari ini.)
Our next meeting will be scheduled for the same time next week. (Rapat kita berikutnya akan dijadwalkan pada waktu yang sama minggu depan.)
Please ensure all action items are completed by the deadline. (Pastikan semua tindakan sudah selesai sesuai deadline.)
If there are no further questions, we can adjourn the meeting. (Jika tidak ada pertanyaan lain, kita bisa mengakhiri rapat.)
Frasa Bahasa Inggris yang untuk Follow-up Business Meeting
Selayaknya interview, follow up juga umum dilakukan setelah meeting. Tujuannya adalah meninjau progress yang sudah dibahas atau direncanakan di rapat sebelumnya.
Contoh frasa yang bisa digunakan antara lain:
Let’s schedule a follow-up meeting to discuss the implementation plan. (Mari jadwalkan rapat lanjutan untuk membahas rencana implementasi.)
Could you please send out the minutes from today’s meeting? (Bisakah Anda mengirimkan hasil notulen dari rapat hari ini?)
I will follow up with each team member individually to ensure deadlines are met. (Saya akan melakukan tindak lanjut dengan setiap anggota tim secara individual untuk memastikan deadline terpenuhi.)
We’ll circulate a detailed action plan by the end of the week. (Kami akan menyebarluaskan rencana tindakan mendetail menjelang akhir minggu.)
Please review the feedback collected and prepare a proposal for our next meeting. (Mohon tinjau feedback yang sudah dikumpulkan dan persiapkan proposal untuk rapat berikutnya.)
Nah, semua frasa dan vocabulary business meetings yang sudah dipelajari di artikel ini bisa segera kamu aplikasikan ketika rapat atau town hall di kantor ya!
Bahasa Inggris uang yaitu money, sedangkan bahasa Inggris keuangan adalah finance. Nah, finance artinya bidang yang berkaitan dengan pengelolaan uang, investasi, dan pengaturan keuangan individu, perusahaan, atau entitas lainnya.
Secara umum, finance bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan dana dan sumber daya keuangan untuk mencapai tujuan finansial yang diinginkan.
Kamu ingin mendalami atau explore dunia keuangan? Artinya, kamu membutuhkan pemahaman yang luas tentang berbagai istilah yang ada di industri ini.
Tenang, kamu bisa temukan beragam frasa dan kosakata keuangan, lengkap dengan definisinya melalui tulisan di bawah ini. Coba catat dan hafalkan ya!
1. Accountability (Akuntabilitas) Tanggung jawab yang dimiliki individu atau organisasi untuk mengelola dan melaporkan penggunaan sumber daya keuangan secara transparan, jujur, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
2. Accounts Payable (Utang Usaha) Kewajiban perusahaan untuk membayar kepada pemasok atau kreditur atas barang atau jasa yang sudah diterima tetapi belum dibayar.
3. Accounting Period (Periode Akuntansi) Rentang waktu tertentu yang digunakan perusahaan untuk menyusun laporan keuangan, seperti satu bulan, kuartal, atau tahun.
4. Accounts Receivable (Piutang Usaha) Uang yang harus diterima perusahaan dari pelanggan yang telah membeli barang atau jasa secara kredit.
5. Accrual Basis (Basis Akrual) Metode akuntansi di mana pendapatan dan beban diakui pada saat terjadi, bukan pada saat kas diterima atau dibayarkan.
6. Accrue (Mengakumulasi) Proses pencatatan pendapatan atau beban yang belum dibayar atau diterima pada periode berjalan.
7. Accumulated Depreciation (Akumulasi Penyusutan) Total penyusutan yang telah dicatat untuk aset tetap sejak aset tersebut mulai digunakan.
8. Agency Funds (Dana Agen) Dana yang dikelola oleh satu entitas atas nama entitas lain untuk tujuan tertentu.
9. Allocation (Alokasi) Proses distribusi sumber daya atau biaya ke berbagai departemen atau proyek dalam organisasi.
10. Audit (Audit) Pemeriksaan sistematis dan independen terhadap catatan keuangan, operasional, dan ketaatan terhadap regulasi suatu organisasi.
11. Automated Clearing House (ACH) (Rumah Kliring Otomatis) Jaringan yang mengelola transaksi keuangan elektronik, seperti pembayaran langsung atau setoran otomatis.
12. BAA (Budget Adjustment Act) Undang-undang yang mengatur penyesuaian anggaran tahunan untuk mengakomodasi perubahan kebutuhan atau prioritas.
13. Balanced Budget (Anggaran Berimbang) Kondisi di mana total pengeluaran tidak melebihi total pendapatan dalam satu periode anggaran.
14. BDS (Budget Development System) Sistem yang digunakan untuk merencanakan, menyusun, dan mengelola anggaran organisasi.
15. Budget (Anggaran) Budget artinya anggaran, yaitu rencana terorganisir untuk menabung dan membelanjakan berdasarkan perkiraan pendapatan dan pengeluaran seseorang.
16. Budget Year (Tahun Anggaran) Periode waktu, biasanya satu tahun, yang digunakan untuk menyusun dan mengelola anggaran.
17. Capital Asset (Aset Modal) Aset berwujud jangka panjang seperti tanah, bangunan, dan peralatan yang digunakan dalam operasi bisnis.
18. Capital Lease (Sewa Modal) Perjanjian sewa di mana lessee (penyewa) memiliki hak untuk menggunakan aset dan diharuskan mencatat aset dan kewajiban sewa dalam laporan keuangan.
19. Capital Outlay (Pengeluaran Modal) Pengeluaran yang digunakan untuk membeli, memperbaiki, atau meningkatkan aset tetap.
20. Capitalization Policy (Kebijakan Kapitalisasi) Pedoman yang menentukan kapan pengeluaran dapat dikapitalisasi sebagai aset tetap daripada dibebankan langsung sebagai biaya.
21. Carry-Forward (Saldo Awal) Sisa anggaran atau pendapatan yang tidak digunakan pada periode sebelumnya dan dibawa ke periode berikutnya.
22. Cash Basis (Basis Kas) Metode akuntansi di mana pendapatan dan beban diakui pada saat kas diterima atau dibayarkan.
23. Cash Discount (Diskon Tunai) Diskon yang diberikan kepada pelanggan jika mereka membayar tagihan lebih awal daripada tanggal jatuh tempo.
24. Cash Disbursements (Pengeluaran Kas) Pembayaran kas untuk berbagai keperluan seperti pembelian barang atau pembayaran hutang.
25. Cash Receipts (Penerimaan Kas) Penerimaan kas dari berbagai sumber seperti penjualan, investasi, atau pinjaman.
26. Clearance Pattern (Pola Pembersihan) Pola atau jadwal pembayaran kas dan penerimaan kas dalam suatu periode tertentu.
27. Clearing Account (Akun Kliring) Akun sementara yang digunakan untuk menampung transaksi yang belum selesai atau belum dialokasikan.
28. Comprehensive Annual Financial Report (Laporan Keuangan Tahunan Komprehensif) Laporan keuangan yang memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi keuangan, kinerja, dan arus kas organisasi dalam satu tahun.
29. Consensus Revenue Estimates (Estimasi Pendapatan Konsensus) Perkiraan pendapatan yang disetujui bersama oleh berbagai pihak atau departemen yang berkepentingan.
30. Construction in Progress (CIP) (Konstruksi dalam Proses) Biaya yang dikeluarkan untuk proyek konstruksi yang belum selesai pada akhir periode akuntansi.
31. Consumer Price Index (CPI) (Indeks Harga Konsumen) Indeks yang mengukur perubahan rata-rata harga barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen dari waktu ke waktu.
32. Contingent Liability (Kewajiban Kontinjensi) Kewajiban yang mungkin terjadi di masa depan tergantung pada hasil dari peristiwa yang belum pasti.
33. Control Objectives (Tujuan Pengendalian) Sasaran yang ingin dicapai oleh pengendalian internal untuk memastikan operasi yang efektif, pelaporan keuangan yang dapat diandalkan, dan kepatuhan terhadap hukum dan regulasi.
34. COLA (Cost of Living Adjustment) (Penyesuaian Biaya Hidup) Penyesuaian upah atau gaji untuk mengimbangi perubahan dalam biaya hidup, biasanya berdasarkan CPI.
35. Current Year (Tahun Berjalan) Tahun fiskal atau kalender yang sedang berlangsung saat ini.
36. Deficit (Defisit) Kondisi di mana pengeluaran melebihi pendapatan dalam suatu periode.
37. Deficit Financing (Pembiayaan Defisit) Proses mengumpulkan dana melalui pinjaman untuk menutupi defisit anggaran.
38. Depreciation (Penyusutan) Proses alokasi biaya aset tetap selama masa manfaatnya.
39. Depreciation Expense (Beban Penyusutan) Depreciation expense adalah pengeluaran yang dicatat untuk merefleksikan pengurangan nilai aset fisik dalam suatu periode tertentu.
40. DFR (Department of Financial Regulation) Departemen yang mengatur layanan keuangan untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum dan melindungi konsumen.
41. Disbursement (Pengeluaran) Pembayaran uang oleh perusahaan atau organisasi untuk berbagai keperluan operasional.
42. Donated Asset (Aset Donasi) Aset yang diterima oleh perusahaan atau organisasi sebagai hadiah atau donasi tanpa biaya.
43. DPS (Department of Public Safety) Departemen yang bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan publik.
44. Drawdown (Penarikan Dana) Proses menarik dana dari akun yang telah dialokasikan untuk tujuan tertentu.
45. Earned Interest (Bunga yang Diperoleh) Bunga yang diterima atas menyimpan uang di bank atau lembaga keuangan.
46. Electronic Benefit Transfer (EBT) (Transfer Manfaat Elektronik) Sistem yang memungkinkan penerima manfaat pemerintah menerima dan menggunakan dana secara elektronik.
47. Encumbrance (Penangguhan) Komitmen untuk pengeluaran yang dicatat dalam pembukuan tetapi belum direalisasikan.
48. Enterprise Funds (Dana Usaha) Dana yang digunakan untuk kegiatan bisnis yang dioperasikan oleh pemerintah yang berfungsi seperti perusahaan swasta.
49. Executive Budget (Anggaran Eksekutif) Anggaran yang diusulkan oleh cabang eksekutif pemerintah untuk persetujuan legislatif.
50. Expenditures (Pengeluaran) Jumlah uang yang dikeluarkan oleh organisasi untuk berbagai keperluan, termasuk operasional dan investasi.
51. Expenses (Pengeluaran) Expenses artinya pengeluaran, tetapi berbeda dengan expenditure. Sebab, expenses hanya merujuk pada jenis pengeluaran tertentu yang terkait dengan biaya operasional.
52. FICA (Federal Insurance Contribution Act) (Undang-Undang Kontribusi Asuransi Federal) Undang-undang yang mewajibkan pemotongan pajak penghasilan untuk dana Jaminan Sosial dan Medicare.
53. Financial Literacy (Literasi Keuangan) Kemampuan memahami dan menggunakan informasi keuangan secara efektif.
54. Fiscal Period (Periode Fiskal) Jangka waktu tertentu yang digunakan untuk tujuan pelaporan keuangan, biasanya satu tahun.
55. Fiscal Year (FY) (Tahun Fiskal) Tahun yang digunakan untuk tujuan akuntansi dan anggaran yang tidak selalu sama dengan tahun kalender.
56. Fixed Charges (Biaya Tetap) Biaya yang tetap dan tidak berubah seiring dengan volume atau aktivitas bisnis, seperti sewa dan gaji.
57. Full-time Equivalent (FTE) Position (Posisi Setara Penuh Waktu) Ukuran yang digunakan untuk menunjukkan jumlah karyawan penuh waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan.
58. Fund (Dana) Sumber daya keuangan yang disediakan untuk tujuan tertentu dan diakuntansikan secara terpisah.
59. Fund Balance (Saldo Dana) Selisih antara aset dan kewajiban dalam dana tertentu pada akhir periode.
60. GASB (Governmental Accounting Standards Board) (Dewan Standar Akuntansi Pemerintah) Badan yang menetapkan standar akuntansi dan pelaporan keuangan untuk entitas pemerintah.
61. Grant (Hibah) Dana yang diberikan oleh pemerintah atau organisasi lain untuk mendukung proyek atau program tertentu tanpa harus dikembalikan.
62. General Fund (GF) (Dana Umum) Dana utama yang digunakan oleh pemerintah untuk membiayai operasi sehari-hari dan program-program yang tidak ditujukan untuk dana khusus.
63. General Ledger (Buku Besar Umum) Catatan utama yang mencatat semua transaksi keuangan perusahaan atau organisasi.
64. Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) (Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum) Standar dan pedoman yang digunakan dalam pelaporan keuangan untuk memastikan konsistensi dan transparansi.
65. Gross Income (Pendapatan Kotor) Gross income adalah total pendapatan sebelum dipotong pajak atau pengurangan lainnya.
66. Internal Control System (Sistem Pengendalian Internal) Prosedur dan kebijakan yang dirancang untuk melindungi aset organisasi, memastikan keakuratan catatan keuangan, dan mematuhi peraturan.
67. Internal Service Fund (ISF) (Dana Layanan Internal) Dana yang digunakan untuk menyediakan layanan kepada departemen lain dalam organisasi, dengan biaya yang dikompensasikan oleh departemen yang menerima layanan.
68. Invoice (Faktur) Dokumen yang mencatat detail barang atau jasa yang dijual dan jumlah yang harus dibayar oleh pembeli.
69. JFO (Joint Fiscal Office) Kantor yang menyediakan analisis anggaran dan keuangan untuk legislatif.
Seseorang yang pintar mengatur keuangan biasanya hobi melakukan budgeting. Kalau kamu ingin jadi orang “pintar” tersebut, simak penjelasan dan vocabulary soal finance dan budgeting di artikel ini ya!
—
Bahasa Inggris uang yaitu money, sedangkan bahasa Inggris keuangan adalah finance. Nah, finance artinya bidang yang berkaitan dengan pengelolaan uang, investasi, dan pengaturan keuangan individu, perusahaan, atau entitas lainnya.
Secara umum, finance bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan dana dan sumber daya keuangan untuk mencapai tujuan finansial yang diinginkan.
Kamu ingin mendalami atau explore dunia keuangan? Artinya, kamu membutuhkan pemahaman yang luas tentang berbagai istilah yang ada di industri ini.
Tenang, kamu bisa temukan beragam frasa dan kosakata keuangan, lengkap dengan definisinya melalui tulisan di bawah ini. Coba catat dan hafalkan ya!
1. Accountability (Akuntabilitas) Tanggung jawab yang dimiliki individu atau organisasi untuk mengelola dan melaporkan penggunaan sumber daya keuangan secara transparan, jujur, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
2. Accounts Payable (Utang Usaha) Kewajiban perusahaan untuk membayar kepada pemasok atau kreditur atas barang atau jasa yang sudah diterima tetapi belum dibayar.
3. Accounting Period (Periode Akuntansi) Rentang waktu tertentu yang digunakan perusahaan untuk menyusun laporan keuangan, seperti satu bulan, kuartal, atau tahun.
4. Accounts Receivable (Piutang Usaha) Uang yang harus diterima perusahaan dari pelanggan yang telah membeli barang atau jasa secara kredit.
5. Accrual Basis (Basis Akrual) Metode akuntansi di mana pendapatan dan beban diakui pada saat terjadi, bukan pada saat kas diterima atau dibayarkan.
6. Accrue (Mengakumulasi) Proses pencatatan pendapatan atau beban yang belum dibayar atau diterima pada periode berjalan.
7. Accumulated Depreciation (Akumulasi Penyusutan) Total penyusutan yang telah dicatat untuk aset tetap sejak aset tersebut mulai digunakan.
8. Agency Funds (Dana Agen) Dana yang dikelola oleh satu entitas atas nama entitas lain untuk tujuan tertentu.
9. Allocation (Alokasi) Proses distribusi sumber daya atau biaya ke berbagai departemen atau proyek dalam organisasi.
10. Audit (Audit) Pemeriksaan sistematis dan independen terhadap catatan keuangan, operasional, dan ketaatan terhadap regulasi suatu organisasi.
Jika Anda seorang karyawan dan ingin tim di kantor makin berkembang, yuk rekomendasikan training English Academy Corporate ke HR atau L&D di perusahaan Anda. Selain bantu meningkatkan skill tim, Anda juga berkesempatan dapat voucher ratusan ribu rupiah, lho. Klik banner di bawah untuk isi form-nya, ya!
11. Automated Clearing House (ACH) (Rumah Kliring Otomatis) Jaringan yang mengelola transaksi keuangan elektronik, seperti pembayaran langsung atau setoran otomatis.
12. BAA (Budget Adjustment Act) Undang-undang yang mengatur penyesuaian anggaran tahunan untuk mengakomodasi perubahan kebutuhan atau prioritas.
13. Balanced Budget (Anggaran Berimbang) Kondisi di mana total pengeluaran tidak melebihi total pendapatan dalam satu periode anggaran.
14. BDS (Budget Development System) Sistem yang digunakan untuk merencanakan, menyusun, dan mengelola anggaran organisasi.
15. Budget (Anggaran) Budget artinya anggaran, yaitu rencana terorganisir untuk menabung dan membelanjakan berdasarkan perkiraan pendapatan dan pengeluaran seseorang.
16. Budget Year (Tahun Anggaran) Periode waktu, biasanya satu tahun, yang digunakan untuk menyusun dan mengelola anggaran.
17. Capital Asset (Aset Modal) Aset berwujud jangka panjang seperti tanah, bangunan, dan peralatan yang digunakan dalam operasi bisnis.
18. Capital Lease (Sewa Modal) Perjanjian sewa di mana lessee (penyewa) memiliki hak untuk menggunakan aset dan diharuskan mencatat aset dan kewajiban sewa dalam laporan keuangan.
19. Capital Outlay (Pengeluaran Modal) Pengeluaran yang digunakan untuk membeli, memperbaiki, atau meningkatkan aset tetap.
20. Capitalization Policy (Kebijakan Kapitalisasi) Pedoman yang menentukan kapan pengeluaran dapat dikapitalisasi sebagai aset tetap daripada dibebankan langsung sebagai biaya.
21. Carry-Forward (Saldo Awal) Sisa anggaran atau pendapatan yang tidak digunakan pada periode sebelumnya dan dibawa ke periode berikutnya.
22. Cash Basis (Basis Kas) Metode akuntansi di mana pendapatan dan beban diakui pada saat kas diterima atau dibayarkan.
23. Cash Discount (Diskon Tunai) Diskon yang diberikan kepada pelanggan jika mereka membayar tagihan lebih awal daripada tanggal jatuh tempo.
24. Cash Disbursements (Pengeluaran Kas) Pembayaran kas untuk berbagai keperluan seperti pembelian barang atau pembayaran hutang.
25. Cash Receipts (Penerimaan Kas) Penerimaan kas dari berbagai sumber seperti penjualan, investasi, atau pinjaman.
26. Clearance Pattern (Pola Pembersihan) Pola atau jadwal pembayaran kas dan penerimaan kas dalam suatu periode tertentu.
27. Clearing Account (Akun Kliring) Akun sementara yang digunakan untuk menampung transaksi yang belum selesai atau belum dialokasikan.
28. Comprehensive Annual Financial Report (Laporan Keuangan Tahunan Komprehensif) Laporan keuangan yang memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi keuangan, kinerja, dan arus kas organisasi dalam satu tahun.
29. Consensus Revenue Estimates (Estimasi Pendapatan Konsensus) Perkiraan pendapatan yang disetujui bersama oleh berbagai pihak atau departemen yang berkepentingan.
30. Construction in Progress (CIP) (Konstruksi dalam Proses) Biaya yang dikeluarkan untuk proyek konstruksi yang belum selesai pada akhir periode akuntansi.
31. Consumer Price Index (CPI) (Indeks Harga Konsumen) Indeks yang mengukur perubahan rata-rata harga barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen dari waktu ke waktu.
32. Contingent Liability (Kewajiban Kontinjensi) Kewajiban yang mungkin terjadi di masa depan tergantung pada hasil dari peristiwa yang belum pasti.
33. Control Objectives (Tujuan Pengendalian) Sasaran yang ingin dicapai oleh pengendalian internal untuk memastikan operasi yang efektif, pelaporan keuangan yang dapat diandalkan, dan kepatuhan terhadap hukum dan regulasi.
34. COLA (Cost of Living Adjustment) (Penyesuaian Biaya Hidup) Penyesuaian upah atau gaji untuk mengimbangi perubahan dalam biaya hidup, biasanya berdasarkan CPI.
35. Current Year (Tahun Berjalan) Tahun fiskal atau kalender yang sedang berlangsung saat ini.
36. Deficit (Defisit) Kondisi di mana pengeluaran melebihi pendapatan dalam suatu periode.
37. Deficit Financing (Pembiayaan Defisit) Proses mengumpulkan dana melalui pinjaman untuk menutupi defisit anggaran.
38. Depreciation (Penyusutan) Proses alokasi biaya aset tetap selama masa manfaatnya.
39. Depreciation Expense (Beban Penyusutan) Depreciation expense adalah pengeluaran yang dicatat untuk merefleksikan pengurangan nilai aset fisik dalam suatu periode tertentu.
40. DFR (Department of Financial Regulation) Departemen yang mengatur layanan keuangan untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum dan melindungi konsumen.
41. Disbursement (Pengeluaran) Pembayaran uang oleh perusahaan atau organisasi untuk berbagai keperluan operasional.
42. Donated Asset (Aset Donasi) Aset yang diterima oleh perusahaan atau organisasi sebagai hadiah atau donasi tanpa biaya.
43. DPS (Department of Public Safety) Departemen yang bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan publik.
44. Drawdown (Penarikan Dana) Proses menarik dana dari akun yang telah dialokasikan untuk tujuan tertentu.
45. Earned Interest (Bunga yang Diperoleh) Bunga yang diterima atas menyimpan uang di bank atau lembaga keuangan.
46. Electronic Benefit Transfer (EBT) (Transfer Manfaat Elektronik) Sistem yang memungkinkan penerima manfaat pemerintah menerima dan menggunakan dana secara elektronik.
47. Encumbrance (Penangguhan) Komitmen untuk pengeluaran yang dicatat dalam pembukuan tetapi belum direalisasikan.
48. Enterprise Funds (Dana Usaha) Dana yang digunakan untuk kegiatan bisnis yang dioperasikan oleh pemerintah yang berfungsi seperti perusahaan swasta.
49. Executive Budget (Anggaran Eksekutif) Anggaran yang diusulkan oleh cabang eksekutif pemerintah untuk persetujuan legislatif.
50. Expenditures (Pengeluaran) Jumlah uang yang dikeluarkan oleh organisasi untuk berbagai keperluan, termasuk operasional dan investasi.
Sedang mempersiapkan kemampuan bahasa Inggrismu untuk mengejar pendidikan ataupun pengembangan karir? Tentunya kamu harus belajar bahasa Inggris yang lebih advanced, ya! Kamu bisa coba program English Academy Explorer, program khusus usia di atas 18 tahun yang tujuan utamanya mempersiapkanmu ke jenjang pendidikan ataupun karir yang lebih baik. Klik banner ini untuk info lengkapnya, ya!
51. Expenses (Pengeluaran) Expenses artinya pengeluaran, tetapi berbeda dengan expenditure. Sebab, expenses hanya merujuk pada jenis pengeluaran tertentu yang terkait dengan biaya operasional.
52. FICA (Federal Insurance Contribution Act) (Undang-Undang Kontribusi Asuransi Federal) Undang-undang yang mewajibkan pemotongan pajak penghasilan untuk dana Jaminan Sosial dan Medicare.
53. Financial Literacy (Literasi Keuangan) Kemampuan memahami dan menggunakan informasi keuangan secara efektif.
54. Fiscal Period (Periode Fiskal) Jangka waktu tertentu yang digunakan untuk tujuan pelaporan keuangan, biasanya satu tahun.
55. Fiscal Year (FY) (Tahun Fiskal) Tahun yang digunakan untuk tujuan akuntansi dan anggaran yang tidak selalu sama dengan tahun kalender.
56. Fixed Charges (Biaya Tetap) Biaya yang tetap dan tidak berubah seiring dengan volume atau aktivitas bisnis, seperti sewa dan gaji.
57. Full-time Equivalent (FTE) Position (Posisi Setara Penuh Waktu) Ukuran yang digunakan untuk menunjukkan jumlah karyawan penuh waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan.
58. Fund (Dana) Sumber daya keuangan yang disediakan untuk tujuan tertentu dan diakuntansikan secara terpisah.
59. Fund Balance (Saldo Dana) Selisih antara aset dan kewajiban dalam dana tertentu pada akhir periode.
60. GASB (Governmental Accounting Standards Board) (Dewan Standar Akuntansi Pemerintah) Badan yang menetapkan standar akuntansi dan pelaporan keuangan untuk entitas pemerintah.
61. Grant (Hibah) Dana yang diberikan oleh pemerintah atau organisasi lain untuk mendukung proyek atau program tertentu tanpa harus dikembalikan.
62. General Fund (GF) (Dana Umum) Dana utama yang digunakan oleh pemerintah untuk membiayai operasi sehari-hari dan program-program yang tidak ditujukan untuk dana khusus.
63. General Ledger (Buku Besar Umum) Catatan utama yang mencatat semua transaksi keuangan perusahaan atau organisasi.
64. Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) (Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum) Standar dan pedoman yang digunakan dalam pelaporan keuangan untuk memastikan konsistensi dan transparansi.
65. Gross Income (Pendapatan Kotor) Gross income adalah total pendapatan sebelum dipotong pajak atau pengurangan lainnya.
66. Internal Control System (Sistem Pengendalian Internal) Prosedur dan kebijakan yang dirancang untuk melindungi aset organisasi, memastikan keakuratan catatan keuangan, dan mematuhi peraturan.
67. Internal Service Fund (ISF) (Dana Layanan Internal) Dana yang digunakan untuk menyediakan layanan kepada departemen lain dalam organisasi, dengan biaya yang dikompensasikan oleh departemen yang menerima layanan.
68. Invoice (Faktur) Dokumen yang mencatat detail barang atau jasa yang dijual dan jumlah yang harus dibayar oleh pembeli.
69. JFO (Joint Fiscal Office) Kantor yang menyediakan analisis anggaran dan keuangan untuk legislatif.
70. Liabilities (Kewajiban) Kewajiban finansial yang harus dibayar oleh perusahaan kepada pihak lain.
71. Line Item (Pos Anggaran) Detail spesifik dari anggaran yang menunjukkan alokasi dana untuk item tertentu.
72. Non-Depreciable Capital Assets (Aset Modal yang Tidak Dapat Disusutkan) Aset jangka panjang seperti tanah yang tidak mengalami penyusutan.
73. Operating Budget (Anggaran Operasional) Rencana keuangan yang merinci pendapatan dan pengeluaran yang diharapkan untuk operasi sehari-hari dalam satu periode.
74. Operating Expenditures (Pengeluaran Operasional) Pengeluaran untuk biaya operasional sehari-hari, seperti gaji, bahan baku, dan utilitas.
75. Outlays (Pengeluaran) Jumlah uang yang dikeluarkan untuk berbagai keperluan dalam operasi bisnis atau proyek.
76. Periodic Inventory (Inventaris Berkala) Metode pencatatan inventaris di mana persediaan dihitung dan dicatat pada interval waktu tertentu.
77. Perpetual Inventory (Inventaris Berkelanjutan) Sistem pencatatan inventaris yang diperbarui secara terus menerus setiap kali ada transaksi persediaan.
78. Personal Services (Layanan Pribadi) Biaya yang berkaitan dengan tenaga kerja, termasuk gaji dan tunjangan.
79. Petty Cash (Kas Kecil) Dana tunai kecil yang disediakan untuk pembayaran pengeluaran kecil dan mendesak.
80. PO (Purchase Order) (Surat Pesanan) Dokumen yang dikeluarkan oleh pembeli untuk memesan barang atau jasa dari pemasok.
81. Prior Year (PY) (Tahun Sebelumnya) Tahun fiskal atau kalender yang segera mendahului tahun berjalan.
82. Proprietary Funds (Dana Kepemilikan) Dana yang digunakan oleh pemerintah untuk kegiatan bisnis yang beroperasi seperti perusahaan swasta.
83. Retained Payable (Hutang yang Belum Dibayar) Jumlah uang yang masih harus dibayar kepada kreditur atau pemasok.
Seseorang yang pintar mengatur keuangan biasanya hobi melakukan budgeting. Kalau kamu ingin jadi orang “pintar” tersebut, simak penjelasan dan vocabulary soal finance dan budgeting di artikel ini ya!
—
Bahasa Inggris uang yaitu money, sedangkan bahasa Inggris keuangan adalah finance. Nah, finance artinya bidang yang berkaitan dengan pengelolaan uang, investasi, dan pengaturan keuangan individu, perusahaan, atau entitas lainnya.
Secara umum, finance bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan dana dan sumber daya keuangan untuk mencapai tujuan finansial yang diinginkan.
Kamu ingin mendalami atau explore dunia keuangan? Artinya, kamu membutuhkan pemahaman yang luas tentang berbagai istilah yang ada di industri ini.
Tenang, kamu bisa temukan beragam frasa dan kosakata keuangan, lengkap dengan definisinya melalui tulisan di bawah ini. Coba catat dan hafalkan ya!
1. Accountability (Akuntabilitas) Tanggung jawab yang dimiliki individu atau organisasi untuk mengelola dan melaporkan penggunaan sumber daya keuangan secara transparan, jujur, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
2. Accounts Payable (Utang Usaha) Kewajiban perusahaan untuk membayar kepada pemasok atau kreditur atas barang atau jasa yang sudah diterima tetapi belum dibayar.
3. Accounting Period (Periode Akuntansi) Rentang waktu tertentu yang digunakan perusahaan untuk menyusun laporan keuangan, seperti satu bulan, kuartal, atau tahun.
4. Accounts Receivable (Piutang Usaha) Uang yang harus diterima perusahaan dari pelanggan yang telah membeli barang atau jasa secara kredit.
5. Accrual Basis (Basis Akrual) Metode akuntansi di mana pendapatan dan beban diakui pada saat terjadi, bukan pada saat kas diterima atau dibayarkan.
6. Accrue (Mengakumulasi) Proses pencatatan pendapatan atau beban yang belum dibayar atau diterima pada periode berjalan.
7. Accumulated Depreciation (Akumulasi Penyusutan) Total penyusutan yang telah dicatat untuk aset tetap sejak aset tersebut mulai digunakan.
8. Agency Funds (Dana Agen) Dana yang dikelola oleh satu entitas atas nama entitas lain untuk tujuan tertentu.
9. Allocation (Alokasi) Proses distribusi sumber daya atau biaya ke berbagai departemen atau proyek dalam organisasi.
10. Audit (Audit) Pemeriksaan sistematis dan independen terhadap catatan keuangan, operasional, dan ketaatan terhadap regulasi suatu organisasi.
Jika Anda seorang karyawan dan ingin tim di kantor makin berkembang, yuk rekomendasikan training English Academy Corporate ke HR atau L&D di perusahaan Anda. Selain bantu meningkatkan skill tim, Anda juga berkesempatan dapat voucher ratusan ribu rupiah, lho. Klik banner di bawah untuk isi form-nya, ya!
11. Automated Clearing House (ACH) (Rumah Kliring Otomatis) Jaringan yang mengelola transaksi keuangan elektronik, seperti pembayaran langsung atau setoran otomatis.
12. BAA (Budget Adjustment Act) Undang-undang yang mengatur penyesuaian anggaran tahunan untuk mengakomodasi perubahan kebutuhan atau prioritas.
13. Balanced Budget (Anggaran Berimbang) Kondisi di mana total pengeluaran tidak melebihi total pendapatan dalam satu periode anggaran.
14. BDS (Budget Development System) Sistem yang digunakan untuk merencanakan, menyusun, dan mengelola anggaran organisasi.
15. Budget (Anggaran) Budget artinya anggaran, yaitu rencana terorganisir untuk menabung dan membelanjakan berdasarkan perkiraan pendapatan dan pengeluaran seseorang.
16. Budget Year (Tahun Anggaran) Periode waktu, biasanya satu tahun, yang digunakan untuk menyusun dan mengelola anggaran.
17. Capital Asset (Aset Modal) Aset berwujud jangka panjang seperti tanah, bangunan, dan peralatan yang digunakan dalam operasi bisnis.
18. Capital Lease (Sewa Modal) Perjanjian sewa di mana lessee (penyewa) memiliki hak untuk menggunakan aset dan diharuskan mencatat aset dan kewajiban sewa dalam laporan keuangan.
19. Capital Outlay (Pengeluaran Modal) Pengeluaran yang digunakan untuk membeli, memperbaiki, atau meningkatkan aset tetap.
20. Capitalization Policy (Kebijakan Kapitalisasi) Pedoman yang menentukan kapan pengeluaran dapat dikapitalisasi sebagai aset tetap daripada dibebankan langsung sebagai biaya.
21. Carry-Forward (Saldo Awal) Sisa anggaran atau pendapatan yang tidak digunakan pada periode sebelumnya dan dibawa ke periode berikutnya.
22. Cash Basis (Basis Kas) Metode akuntansi di mana pendapatan dan beban diakui pada saat kas diterima atau dibayarkan.
23. Cash Discount (Diskon Tunai) Diskon yang diberikan kepada pelanggan jika mereka membayar tagihan lebih awal daripada tanggal jatuh tempo.
24. Cash Disbursements (Pengeluaran Kas) Pembayaran kas untuk berbagai keperluan seperti pembelian barang atau pembayaran hutang.
25. Cash Receipts (Penerimaan Kas) Penerimaan kas dari berbagai sumber seperti penjualan, investasi, atau pinjaman.
26. Clearance Pattern (Pola Pembersihan) Pola atau jadwal pembayaran kas dan penerimaan kas dalam suatu periode tertentu.
27. Clearing Account (Akun Kliring) Akun sementara yang digunakan untuk menampung transaksi yang belum selesai atau belum dialokasikan.
28. Comprehensive Annual Financial Report (Laporan Keuangan Tahunan Komprehensif) Laporan keuangan yang memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi keuangan, kinerja, dan arus kas organisasi dalam satu tahun.
29. Consensus Revenue Estimates (Estimasi Pendapatan Konsensus) Perkiraan pendapatan yang disetujui bersama oleh berbagai pihak atau departemen yang berkepentingan.
30. Construction in Progress (CIP) (Konstruksi dalam Proses) Biaya yang dikeluarkan untuk proyek konstruksi yang belum selesai pada akhir periode akuntansi.
31. Consumer Price Index (CPI) (Indeks Harga Konsumen) Indeks yang mengukur perubahan rata-rata harga barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen dari waktu ke waktu.
32. Contingent Liability (Kewajiban Kontinjensi) Kewajiban yang mungkin terjadi di masa depan tergantung pada hasil dari peristiwa yang belum pasti.
33. Control Objectives (Tujuan Pengendalian) Sasaran yang ingin dicapai oleh pengendalian internal untuk memastikan operasi yang efektif, pelaporan keuangan yang dapat diandalkan, dan kepatuhan terhadap hukum dan regulasi.
34. COLA (Cost of Living Adjustment) (Penyesuaian Biaya Hidup) Penyesuaian upah atau gaji untuk mengimbangi perubahan dalam biaya hidup, biasanya berdasarkan CPI.
35. Current Year (Tahun Berjalan) Tahun fiskal atau kalender yang sedang berlangsung saat ini.
36. Deficit (Defisit) Kondisi di mana pengeluaran melebihi pendapatan dalam suatu periode.
37. Deficit Financing (Pembiayaan Defisit) Proses mengumpulkan dana melalui pinjaman untuk menutupi defisit anggaran.
38. Depreciation (Penyusutan) Proses alokasi biaya aset tetap selama masa manfaatnya.
39. Depreciation Expense (Beban Penyusutan) Depreciation expense adalah pengeluaran yang dicatat untuk merefleksikan pengurangan nilai aset fisik dalam suatu periode tertentu.
40. DFR (Department of Financial Regulation) Departemen yang mengatur layanan keuangan untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum dan melindungi konsumen.
41. Disbursement (Pengeluaran) Pembayaran uang oleh perusahaan atau organisasi untuk berbagai keperluan operasional.
42. Donated Asset (Aset Donasi) Aset yang diterima oleh perusahaan atau organisasi sebagai hadiah atau donasi tanpa biaya.
43. DPS (Department of Public Safety) Departemen yang bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan publik.
44. Drawdown (Penarikan Dana) Proses menarik dana dari akun yang telah dialokasikan untuk tujuan tertentu.
45. Earned Interest (Bunga yang Diperoleh) Bunga yang diterima atas menyimpan uang di bank atau lembaga keuangan.
46. Electronic Benefit Transfer (EBT) (Transfer Manfaat Elektronik) Sistem yang memungkinkan penerima manfaat pemerintah menerima dan menggunakan dana secara elektronik.
47. Encumbrance (Penangguhan) Komitmen untuk pengeluaran yang dicatat dalam pembukuan tetapi belum direalisasikan.
48. Enterprise Funds (Dana Usaha) Dana yang digunakan untuk kegiatan bisnis yang dioperasikan oleh pemerintah yang berfungsi seperti perusahaan swasta.
49. Executive Budget (Anggaran Eksekutif) Anggaran yang diusulkan oleh cabang eksekutif pemerintah untuk persetujuan legislatif.
50. Expenditures (Pengeluaran) Jumlah uang yang dikeluarkan oleh organisasi untuk berbagai keperluan, termasuk operasional dan investasi.
Sedang mempersiapkan kemampuan bahasa Inggrismu untuk mengejar pendidikan ataupun pengembangan karir? Tentunya kamu harus belajar bahasa Inggris yang lebih advanced, ya! Kamu bisa coba program English Academy Explorer, program khusus usia di atas 18 tahun yang tujuan utamanya mempersiapkanmu ke jenjang pendidikan ataupun karir yang lebih baik. Klik banner ini untuk info lengkapnya, ya!
51. Expenses (Pengeluaran) Expenses artinya pengeluaran, tetapi berbeda dengan expenditure. Sebab, expenses hanya merujuk pada jenis pengeluaran tertentu yang terkait dengan biaya operasional.
52. FICA (Federal Insurance Contribution Act) (Undang-Undang Kontribusi Asuransi Federal) Undang-undang yang mewajibkan pemotongan pajak penghasilan untuk dana Jaminan Sosial dan Medicare.
53. Financial Literacy (Literasi Keuangan) Kemampuan memahami dan menggunakan informasi keuangan secara efektif.
54. Fiscal Period (Periode Fiskal) Jangka waktu tertentu yang digunakan untuk tujuan pelaporan keuangan, biasanya satu tahun.
55. Fiscal Year (FY) (Tahun Fiskal) Tahun yang digunakan untuk tujuan akuntansi dan anggaran yang tidak selalu sama dengan tahun kalender.
56. Fixed Charges (Biaya Tetap) Biaya yang tetap dan tidak berubah seiring dengan volume atau aktivitas bisnis, seperti sewa dan gaji.
57. Full-time Equivalent (FTE) Position (Posisi Setara Penuh Waktu) Ukuran yang digunakan untuk menunjukkan jumlah karyawan penuh waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan.
58. Fund (Dana) Sumber daya keuangan yang disediakan untuk tujuan tertentu dan diakuntansikan secara terpisah.
59. Fund Balance (Saldo Dana) Selisih antara aset dan kewajiban dalam dana tertentu pada akhir periode.
60. GASB (Governmental Accounting Standards Board) (Dewan Standar Akuntansi Pemerintah) Badan yang menetapkan standar akuntansi dan pelaporan keuangan untuk entitas pemerintah.
61. Grant (Hibah) Dana yang diberikan oleh pemerintah atau organisasi lain untuk mendukung proyek atau program tertentu tanpa harus dikembalikan.
62. General Fund (GF) (Dana Umum) Dana utama yang digunakan oleh pemerintah untuk membiayai operasi sehari-hari dan program-program yang tidak ditujukan untuk dana khusus.
63. General Ledger (Buku Besar Umum) Catatan utama yang mencatat semua transaksi keuangan perusahaan atau organisasi.
64. Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) (Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum) Standar dan pedoman yang digunakan dalam pelaporan keuangan untuk memastikan konsistensi dan transparansi.
65. Gross Income (Pendapatan Kotor) Gross income adalah total pendapatan sebelum dipotong pajak atau pengurangan lainnya.
66. Internal Control System (Sistem Pengendalian Internal) Prosedur dan kebijakan yang dirancang untuk melindungi aset organisasi, memastikan keakuratan catatan keuangan, dan mematuhi peraturan.
67. Internal Service Fund (ISF) (Dana Layanan Internal) Dana yang digunakan untuk menyediakan layanan kepada departemen lain dalam organisasi, dengan biaya yang dikompensasikan oleh departemen yang menerima layanan.
68. Invoice (Faktur) Dokumen yang mencatat detail barang atau jasa yang dijual dan jumlah yang harus dibayar oleh pembeli.
69. JFO (Joint Fiscal Office) Kantor yang menyediakan analisis anggaran dan keuangan untuk legislatif.
70. Liabilities (Kewajiban) Kewajiban finansial yang harus dibayar oleh perusahaan kepada pihak lain.
71. Line Item (Pos Anggaran) Detail spesifik dari anggaran yang menunjukkan alokasi dana untuk item tertentu.
72. Non-Depreciable Capital Assets (Aset Modal yang Tidak Dapat Disusutkan) Aset jangka panjang seperti tanah yang tidak mengalami penyusutan.
73. Operating Budget (Anggaran Operasional) Rencana keuangan yang merinci pendapatan dan pengeluaran yang diharapkan untuk operasi sehari-hari dalam satu periode.
74. Operating Expenditures (Pengeluaran Operasional) Pengeluaran untuk biaya operasional sehari-hari, seperti gaji, bahan baku, dan utilitas.
75. Outlays (Pengeluaran) Jumlah uang yang dikeluarkan untuk berbagai keperluan dalam operasi bisnis atau proyek.
76. Periodic Inventory (Inventaris Berkala) Metode pencatatan inventaris di mana persediaan dihitung dan dicatat pada interval waktu tertentu.
77. Perpetual Inventory (Inventaris Berkelanjutan) Sistem pencatatan inventaris yang diperbarui secara terus menerus setiap kali ada transaksi persediaan.
78. Personal Services (Layanan Pribadi) Biaya yang berkaitan dengan tenaga kerja, termasuk gaji dan tunjangan.
79. Petty Cash (Kas Kecil) Dana tunai kecil yang disediakan untuk pembayaran pengeluaran kecil dan mendesak.
80. PO (Purchase Order) (Surat Pesanan) Dokumen yang dikeluarkan oleh pembeli untuk memesan barang atau jasa dari pemasok.
81. Prior Year (PY) (Tahun Sebelumnya) Tahun fiskal atau kalender yang segera mendahului tahun berjalan.
82. Proprietary Funds (Dana Kepemilikan) Dana yang digunakan oleh pemerintah untuk kegiatan bisnis yang beroperasi seperti perusahaan swasta.
83. Retained Payable (Hutang yang Belum Dibayar) Jumlah uang yang masih harus dibayar kepada kreditur atau pemasok.
84. Restricted Funds (Dana Terbatas) Dana yang memiliki pembatasan penggunaan yang ditentukan oleh donor atau hukum.
85. Revenue (Pendapatan) Uang yang diterima oleh perusahaan dari penjualan barang atau jasa atau dari sumber lain.
86. RFQ (Request for Quote) (Permintaan Penawaran Harga) Permintaan formal kepada pemasok untuk memberikan penawaran harga untuk barang atau jasa tertentu.
Seseorang yang pintar mengatur keuangan biasanya hobi melakukan budgeting. Kalau kamu ingin jadi orang “pintar” tersebut, simak penjelasan dan vocabulary soal finance dan budgeting di artikel ini ya!
—
Bahasa Inggris uang yaitu money, sedangkan bahasa Inggris keuangan adalah finance. Nah, finance artinya bidang yang berkaitan dengan pengelolaan uang, investasi, dan pengaturan keuangan individu, perusahaan, atau entitas lainnya.
Secara umum, finance bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan dana dan sumber daya keuangan untuk mencapai tujuan finansial yang diinginkan.
Kamu ingin mendalami atau explore dunia keuangan? Artinya, kamu membutuhkan pemahaman yang luas tentang berbagai istilah yang ada di industri ini.
Tenang, kamu bisa temukan beragam frasa dan kosakata keuangan, lengkap dengan definisinya melalui tulisan di bawah ini. Coba catat dan hafalkan ya!
1. Accountability (Akuntabilitas) Tanggung jawab yang dimiliki individu atau organisasi untuk mengelola dan melaporkan penggunaan sumber daya keuangan secara transparan, jujur, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
2. Accounts Payable (Utang Usaha) Kewajiban perusahaan untuk membayar kepada pemasok atau kreditur atas barang atau jasa yang sudah diterima tetapi belum dibayar.
3. Accounting Period (Periode Akuntansi) Rentang waktu tertentu yang digunakan perusahaan untuk menyusun laporan keuangan, seperti satu bulan, kuartal, atau tahun.
4. Accounts Receivable (Piutang Usaha) Uang yang harus diterima perusahaan dari pelanggan yang telah membeli barang atau jasa secara kredit.
5. Accrual Basis (Basis Akrual) Metode akuntansi di mana pendapatan dan beban diakui pada saat terjadi, bukan pada saat kas diterima atau dibayarkan.
6. Accrue (Mengakumulasi) Proses pencatatan pendapatan atau beban yang belum dibayar atau diterima pada periode berjalan.
7. Accumulated Depreciation (Akumulasi Penyusutan) Total penyusutan yang telah dicatat untuk aset tetap sejak aset tersebut mulai digunakan.
8. Agency Funds (Dana Agen) Dana yang dikelola oleh satu entitas atas nama entitas lain untuk tujuan tertentu.
9. Allocation (Alokasi) Proses distribusi sumber daya atau biaya ke berbagai departemen atau proyek dalam organisasi.
10. Audit (Audit) Pemeriksaan sistematis dan independen terhadap catatan keuangan, operasional, dan ketaatan terhadap regulasi suatu organisasi.
Jika Anda seorang karyawan dan ingin tim di kantor makin berkembang, yuk rekomendasikan training English Academy Corporate ke HR atau L&D di perusahaan Anda. Selain bantu meningkatkan skill tim, Anda juga berkesempatan dapat voucher ratusan ribu rupiah, lho. Klik banner di bawah untuk isi form-nya, ya!
11. Automated Clearing House (ACH) (Rumah Kliring Otomatis) Jaringan yang mengelola transaksi keuangan elektronik, seperti pembayaran langsung atau setoran otomatis.
12. BAA (Budget Adjustment Act) Undang-undang yang mengatur penyesuaian anggaran tahunan untuk mengakomodasi perubahan kebutuhan atau prioritas.
13. Balanced Budget (Anggaran Berimbang) Kondisi di mana total pengeluaran tidak melebihi total pendapatan dalam satu periode anggaran.
14. BDS (Budget Development System) Sistem yang digunakan untuk merencanakan, menyusun, dan mengelola anggaran organisasi.
15. Budget (Anggaran) Budget artinya anggaran, yaitu rencana terorganisir untuk menabung dan membelanjakan berdasarkan perkiraan pendapatan dan pengeluaran seseorang.
16. Budget Year (Tahun Anggaran) Periode waktu, biasanya satu tahun, yang digunakan untuk menyusun dan mengelola anggaran.
17. Capital Asset (Aset Modal) Aset berwujud jangka panjang seperti tanah, bangunan, dan peralatan yang digunakan dalam operasi bisnis.
18. Capital Lease (Sewa Modal) Perjanjian sewa di mana lessee (penyewa) memiliki hak untuk menggunakan aset dan diharuskan mencatat aset dan kewajiban sewa dalam laporan keuangan.
19. Capital Outlay (Pengeluaran Modal) Pengeluaran yang digunakan untuk membeli, memperbaiki, atau meningkatkan aset tetap.
20. Capitalization Policy (Kebijakan Kapitalisasi) Pedoman yang menentukan kapan pengeluaran dapat dikapitalisasi sebagai aset tetap daripada dibebankan langsung sebagai biaya.
21. Carry-Forward (Saldo Awal) Sisa anggaran atau pendapatan yang tidak digunakan pada periode sebelumnya dan dibawa ke periode berikutnya.
22. Cash Basis (Basis Kas) Metode akuntansi di mana pendapatan dan beban diakui pada saat kas diterima atau dibayarkan.
23. Cash Discount (Diskon Tunai) Diskon yang diberikan kepada pelanggan jika mereka membayar tagihan lebih awal daripada tanggal jatuh tempo.
24. Cash Disbursements (Pengeluaran Kas) Pembayaran kas untuk berbagai keperluan seperti pembelian barang atau pembayaran hutang.
25. Cash Receipts (Penerimaan Kas) Penerimaan kas dari berbagai sumber seperti penjualan, investasi, atau pinjaman.
26. Clearance Pattern (Pola Pembersihan) Pola atau jadwal pembayaran kas dan penerimaan kas dalam suatu periode tertentu.
27. Clearing Account (Akun Kliring) Akun sementara yang digunakan untuk menampung transaksi yang belum selesai atau belum dialokasikan.
28. Comprehensive Annual Financial Report (Laporan Keuangan Tahunan Komprehensif) Laporan keuangan yang memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi keuangan, kinerja, dan arus kas organisasi dalam satu tahun.
29. Consensus Revenue Estimates (Estimasi Pendapatan Konsensus) Perkiraan pendapatan yang disetujui bersama oleh berbagai pihak atau departemen yang berkepentingan.
30. Construction in Progress (CIP) (Konstruksi dalam Proses) Biaya yang dikeluarkan untuk proyek konstruksi yang belum selesai pada akhir periode akuntansi.
31. Consumer Price Index (CPI) (Indeks Harga Konsumen) Indeks yang mengukur perubahan rata-rata harga barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen dari waktu ke waktu.
32. Contingent Liability (Kewajiban Kontinjensi) Kewajiban yang mungkin terjadi di masa depan tergantung pada hasil dari peristiwa yang belum pasti.
33. Control Objectives (Tujuan Pengendalian) Sasaran yang ingin dicapai oleh pengendalian internal untuk memastikan operasi yang efektif, pelaporan keuangan yang dapat diandalkan, dan kepatuhan terhadap hukum dan regulasi.
34. COLA (Cost of Living Adjustment) (Penyesuaian Biaya Hidup) Penyesuaian upah atau gaji untuk mengimbangi perubahan dalam biaya hidup, biasanya berdasarkan CPI.
35. Current Year (Tahun Berjalan) Tahun fiskal atau kalender yang sedang berlangsung saat ini.
36. Deficit (Defisit) Kondisi di mana pengeluaran melebihi pendapatan dalam suatu periode.
37. Deficit Financing (Pembiayaan Defisit) Proses mengumpulkan dana melalui pinjaman untuk menutupi defisit anggaran.
38. Depreciation (Penyusutan) Proses alokasi biaya aset tetap selama masa manfaatnya.
39. Depreciation Expense (Beban Penyusutan) Depreciation expense adalah pengeluaran yang dicatat untuk merefleksikan pengurangan nilai aset fisik dalam suatu periode tertentu.
40. DFR (Department of Financial Regulation) Departemen yang mengatur layanan keuangan untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum dan melindungi konsumen.
41. Disbursement (Pengeluaran) Pembayaran uang oleh perusahaan atau organisasi untuk berbagai keperluan operasional.
42. Donated Asset (Aset Donasi) Aset yang diterima oleh perusahaan atau organisasi sebagai hadiah atau donasi tanpa biaya.
43. DPS (Department of Public Safety) Departemen yang bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan publik.
44. Drawdown (Penarikan Dana) Proses menarik dana dari akun yang telah dialokasikan untuk tujuan tertentu.
45. Earned Interest (Bunga yang Diperoleh) Bunga yang diterima atas menyimpan uang di bank atau lembaga keuangan.
46. Electronic Benefit Transfer (EBT) (Transfer Manfaat Elektronik) Sistem yang memungkinkan penerima manfaat pemerintah menerima dan menggunakan dana secara elektronik.
47. Encumbrance (Penangguhan) Komitmen untuk pengeluaran yang dicatat dalam pembukuan tetapi belum direalisasikan.
48. Enterprise Funds (Dana Usaha) Dana yang digunakan untuk kegiatan bisnis yang dioperasikan oleh pemerintah yang berfungsi seperti perusahaan swasta.
49. Executive Budget (Anggaran Eksekutif) Anggaran yang diusulkan oleh cabang eksekutif pemerintah untuk persetujuan legislatif.
50. Expenditures (Pengeluaran) Jumlah uang yang dikeluarkan oleh organisasi untuk berbagai keperluan, termasuk operasional dan investasi.
Sedang mempersiapkan kemampuan bahasa Inggrismu untuk mengejar pendidikan ataupun pengembangan karir? Tentunya kamu harus belajar bahasa Inggris yang lebih advanced, ya! Kamu bisa coba program English Academy Explorer, program khusus usia di atas 18 tahun yang tujuan utamanya mempersiapkanmu ke jenjang pendidikan ataupun karir yang lebih baik. Klik banner ini untuk info lengkapnya, ya!
51. Expenses (Pengeluaran) Expenses artinya pengeluaran, tetapi berbeda dengan expenditure. Sebab, expenses hanya merujuk pada jenis pengeluaran tertentu yang terkait dengan biaya operasional.
52. FICA (Federal Insurance Contribution Act) (Undang-Undang Kontribusi Asuransi Federal) Undang-undang yang mewajibkan pemotongan pajak penghasilan untuk dana Jaminan Sosial dan Medicare.
53. Financial Literacy (Literasi Keuangan) Kemampuan memahami dan menggunakan informasi keuangan secara efektif.
54. Fiscal Period (Periode Fiskal) Jangka waktu tertentu yang digunakan untuk tujuan pelaporan keuangan, biasanya satu tahun.
55. Fiscal Year (FY) (Tahun Fiskal) Tahun yang digunakan untuk tujuan akuntansi dan anggaran yang tidak selalu sama dengan tahun kalender.
56. Fixed Charges (Biaya Tetap) Biaya yang tetap dan tidak berubah seiring dengan volume atau aktivitas bisnis, seperti sewa dan gaji.
57. Full-time Equivalent (FTE) Position (Posisi Setara Penuh Waktu) Ukuran yang digunakan untuk menunjukkan jumlah karyawan penuh waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan.
58. Fund (Dana) Sumber daya keuangan yang disediakan untuk tujuan tertentu dan diakuntansikan secara terpisah.
59. Fund Balance (Saldo Dana) Selisih antara aset dan kewajiban dalam dana tertentu pada akhir periode.
60. GASB (Governmental Accounting Standards Board) (Dewan Standar Akuntansi Pemerintah) Badan yang menetapkan standar akuntansi dan pelaporan keuangan untuk entitas pemerintah.
61. Grant (Hibah) Dana yang diberikan oleh pemerintah atau organisasi lain untuk mendukung proyek atau program tertentu tanpa harus dikembalikan.
62. General Fund (GF) (Dana Umum) Dana utama yang digunakan oleh pemerintah untuk membiayai operasi sehari-hari dan program-program yang tidak ditujukan untuk dana khusus.
63. General Ledger (Buku Besar Umum) Catatan utama yang mencatat semua transaksi keuangan perusahaan atau organisasi.
64. Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) (Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum) Standar dan pedoman yang digunakan dalam pelaporan keuangan untuk memastikan konsistensi dan transparansi.
65. Gross Income (Pendapatan Kotor) Gross income adalah total pendapatan sebelum dipotong pajak atau pengurangan lainnya.
66. Internal Control System (Sistem Pengendalian Internal) Prosedur dan kebijakan yang dirancang untuk melindungi aset organisasi, memastikan keakuratan catatan keuangan, dan mematuhi peraturan.
67. Internal Service Fund (ISF) (Dana Layanan Internal) Dana yang digunakan untuk menyediakan layanan kepada departemen lain dalam organisasi, dengan biaya yang dikompensasikan oleh departemen yang menerima layanan.
68. Invoice (Faktur) Dokumen yang mencatat detail barang atau jasa yang dijual dan jumlah yang harus dibayar oleh pembeli.
69. JFO (Joint Fiscal Office) Kantor yang menyediakan analisis anggaran dan keuangan untuk legislatif.
70. Liabilities (Kewajiban) Kewajiban finansial yang harus dibayar oleh perusahaan kepada pihak lain.
71. Line Item (Pos Anggaran) Detail spesifik dari anggaran yang menunjukkan alokasi dana untuk item tertentu.
72. Non-Depreciable Capital Assets (Aset Modal yang Tidak Dapat Disusutkan) Aset jangka panjang seperti tanah yang tidak mengalami penyusutan.
73. Operating Budget (Anggaran Operasional) Rencana keuangan yang merinci pendapatan dan pengeluaran yang diharapkan untuk operasi sehari-hari dalam satu periode.
74. Operating Expenditures (Pengeluaran Operasional) Pengeluaran untuk biaya operasional sehari-hari, seperti gaji, bahan baku, dan utilitas.
75. Outlays (Pengeluaran) Jumlah uang yang dikeluarkan untuk berbagai keperluan dalam operasi bisnis atau proyek.
76. Periodic Inventory (Inventaris Berkala) Metode pencatatan inventaris di mana persediaan dihitung dan dicatat pada interval waktu tertentu.
77. Perpetual Inventory (Inventaris Berkelanjutan) Sistem pencatatan inventaris yang diperbarui secara terus menerus setiap kali ada transaksi persediaan.
78. Personal Services (Layanan Pribadi) Biaya yang berkaitan dengan tenaga kerja, termasuk gaji dan tunjangan.
79. Petty Cash (Kas Kecil) Dana tunai kecil yang disediakan untuk pembayaran pengeluaran kecil dan mendesak.
80. PO (Purchase Order) (Surat Pesanan) Dokumen yang dikeluarkan oleh pembeli untuk memesan barang atau jasa dari pemasok.
81. Prior Year (PY) (Tahun Sebelumnya) Tahun fiskal atau kalender yang segera mendahului tahun berjalan.
82. Proprietary Funds (Dana Kepemilikan) Dana yang digunakan oleh pemerintah untuk kegiatan bisnis yang beroperasi seperti perusahaan swasta.
83. Retained Payable (Hutang yang Belum Dibayar) Jumlah uang yang masih harus dibayar kepada kreditur atau pemasok.
84. Restricted Funds (Dana Terbatas) Dana yang memiliki pembatasan penggunaan yang ditentukan oleh donor atau hukum.
85. Revenue (Pendapatan) Uang yang diterima oleh perusahaan dari penjualan barang atau jasa atau dari sumber lain.
86. RFQ (Request for Quote) (Permintaan Penawaran Harga) Permintaan formal kepada pemasok untuk memberikan penawaran harga untuk barang atau jasa tertentu.
Seseorang yang pintar mengatur keuangan biasanya hobi melakukan budgeting. Kalau kamu ingin jadi orang “pintar” tersebut, simak penjelasan dan vocabulary soal finance dan budgeting di artikel ini ya!
—
Bahasa Inggris uang yaitu money, sedangkan bahasa Inggris keuangan adalah finance. Nah, finance artinya bidang yang berkaitan dengan pengelolaan uang, investasi, dan pengaturan keuangan individu, perusahaan, atau entitas lainnya.
Secara umum, finance bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan dana dan sumber daya keuangan untuk mencapai tujuan finansial yang diinginkan.
Kamu ingin mendalami atau explore dunia keuangan? Artinya, kamu membutuhkan pemahaman yang luas tentang berbagai istilah yang ada di industri ini.
Tenang, kamu bisa temukan beragam frasa dan kosakata keuangan, lengkap dengan definisinya melalui tulisan di bawah ini. Coba catat dan hafalkan ya!
1. Accountability (Akuntabilitas) Tanggung jawab yang dimiliki individu atau organisasi untuk mengelola dan melaporkan penggunaan sumber daya keuangan secara transparan, jujur, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
2. Accounts Payable (Utang Usaha) Kewajiban perusahaan untuk membayar kepada pemasok atau kreditur atas barang atau jasa yang sudah diterima tetapi belum dibayar.
3. Accounting Period (Periode Akuntansi) Rentang waktu tertentu yang digunakan perusahaan untuk menyusun laporan keuangan, seperti satu bulan, kuartal, atau tahun.
4. Accounts Receivable (Piutang Usaha) Uang yang harus diterima perusahaan dari pelanggan yang telah membeli barang atau jasa secara kredit.
5. Accrual Basis (Basis Akrual) Metode akuntansi di mana pendapatan dan beban diakui pada saat terjadi, bukan pada saat kas diterima atau dibayarkan.
6. Accrue (Mengakumulasi) Proses pencatatan pendapatan atau beban yang belum dibayar atau diterima pada periode berjalan.
7. Accumulated Depreciation (Akumulasi Penyusutan) Total penyusutan yang telah dicatat untuk aset tetap sejak aset tersebut mulai digunakan.
8. Agency Funds (Dana Agen) Dana yang dikelola oleh satu entitas atas nama entitas lain untuk tujuan tertentu.
9. Allocation (Alokasi) Proses distribusi sumber daya atau biaya ke berbagai departemen atau proyek dalam organisasi.
10. Audit (Audit) Pemeriksaan sistematis dan independen terhadap catatan keuangan, operasional, dan ketaatan terhadap regulasi suatu organisasi.
Jika Anda seorang karyawan dan ingin tim di kantor makin berkembang, yuk rekomendasikan training English Academy Corporate ke HR atau L&D di perusahaan Anda. Selain bantu meningkatkan skill tim, Anda juga berkesempatan dapat voucher ratusan ribu rupiah, lho. Klik banner di bawah untuk isi form-nya, ya!
11. Automated Clearing House (ACH) (Rumah Kliring Otomatis) Jaringan yang mengelola transaksi keuangan elektronik, seperti pembayaran langsung atau setoran otomatis.
12. BAA (Budget Adjustment Act) Undang-undang yang mengatur penyesuaian anggaran tahunan untuk mengakomodasi perubahan kebutuhan atau prioritas.
13. Balanced Budget (Anggaran Berimbang) Kondisi di mana total pengeluaran tidak melebihi total pendapatan dalam satu periode anggaran.
14. BDS (Budget Development System) Sistem yang digunakan untuk merencanakan, menyusun, dan mengelola anggaran organisasi.
15. Budget (Anggaran) Budget artinya anggaran, yaitu rencana terorganisir untuk menabung dan membelanjakan berdasarkan perkiraan pendapatan dan pengeluaran seseorang.
16. Budget Year (Tahun Anggaran) Periode waktu, biasanya satu tahun, yang digunakan untuk menyusun dan mengelola anggaran.
17. Capital Asset (Aset Modal) Aset berwujud jangka panjang seperti tanah, bangunan, dan peralatan yang digunakan dalam operasi bisnis.
18. Capital Lease (Sewa Modal) Perjanjian sewa di mana lessee (penyewa) memiliki hak untuk menggunakan aset dan diharuskan mencatat aset dan kewajiban sewa dalam laporan keuangan.
19. Capital Outlay (Pengeluaran Modal) Pengeluaran yang digunakan untuk membeli, memperbaiki, atau meningkatkan aset tetap.
20. Capitalization Policy (Kebijakan Kapitalisasi) Pedoman yang menentukan kapan pengeluaran dapat dikapitalisasi sebagai aset tetap daripada dibebankan langsung sebagai biaya.
21. Carry-Forward (Saldo Awal) Sisa anggaran atau pendapatan yang tidak digunakan pada periode sebelumnya dan dibawa ke periode berikutnya.
22. Cash Basis (Basis Kas) Metode akuntansi di mana pendapatan dan beban diakui pada saat kas diterima atau dibayarkan.
23. Cash Discount (Diskon Tunai) Diskon yang diberikan kepada pelanggan jika mereka membayar tagihan lebih awal daripada tanggal jatuh tempo.
24. Cash Disbursements (Pengeluaran Kas) Pembayaran kas untuk berbagai keperluan seperti pembelian barang atau pembayaran hutang.
25. Cash Receipts (Penerimaan Kas) Penerimaan kas dari berbagai sumber seperti penjualan, investasi, atau pinjaman.
26. Clearance Pattern (Pola Pembersihan) Pola atau jadwal pembayaran kas dan penerimaan kas dalam suatu periode tertentu.
27. Clearing Account (Akun Kliring) Akun sementara yang digunakan untuk menampung transaksi yang belum selesai atau belum dialokasikan.
28. Comprehensive Annual Financial Report (Laporan Keuangan Tahunan Komprehensif) Laporan keuangan yang memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi keuangan, kinerja, dan arus kas organisasi dalam satu tahun.
29. Consensus Revenue Estimates (Estimasi Pendapatan Konsensus) Perkiraan pendapatan yang disetujui bersama oleh berbagai pihak atau departemen yang berkepentingan.
30. Construction in Progress (CIP) (Konstruksi dalam Proses) Biaya yang dikeluarkan untuk proyek konstruksi yang belum selesai pada akhir periode akuntansi.
31. Consumer Price Index (CPI) (Indeks Harga Konsumen) Indeks yang mengukur perubahan rata-rata harga barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen dari waktu ke waktu.
32. Contingent Liability (Kewajiban Kontinjensi) Kewajiban yang mungkin terjadi di masa depan tergantung pada hasil dari peristiwa yang belum pasti.
33. Control Objectives (Tujuan Pengendalian) Sasaran yang ingin dicapai oleh pengendalian internal untuk memastikan operasi yang efektif, pelaporan keuangan yang dapat diandalkan, dan kepatuhan terhadap hukum dan regulasi.
34. COLA (Cost of Living Adjustment) (Penyesuaian Biaya Hidup) Penyesuaian upah atau gaji untuk mengimbangi perubahan dalam biaya hidup, biasanya berdasarkan CPI.
35. Current Year (Tahun Berjalan) Tahun fiskal atau kalender yang sedang berlangsung saat ini.
36. Deficit (Defisit) Kondisi di mana pengeluaran melebihi pendapatan dalam suatu periode.
37. Deficit Financing (Pembiayaan Defisit) Proses mengumpulkan dana melalui pinjaman untuk menutupi defisit anggaran.
38. Depreciation (Penyusutan) Proses alokasi biaya aset tetap selama masa manfaatnya.
39. Depreciation Expense (Beban Penyusutan) Depreciation expense adalah pengeluaran yang dicatat untuk merefleksikan pengurangan nilai aset fisik dalam suatu periode tertentu.
40. DFR (Department of Financial Regulation) Departemen yang mengatur layanan keuangan untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum dan melindungi konsumen.
41. Disbursement (Pengeluaran) Pembayaran uang oleh perusahaan atau organisasi untuk berbagai keperluan operasional.
42. Donated Asset (Aset Donasi) Aset yang diterima oleh perusahaan atau organisasi sebagai hadiah atau donasi tanpa biaya.
43. DPS (Department of Public Safety) Departemen yang bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan publik.
44. Drawdown (Penarikan Dana) Proses menarik dana dari akun yang telah dialokasikan untuk tujuan tertentu.
45. Earned Interest (Bunga yang Diperoleh) Bunga yang diterima atas menyimpan uang di bank atau lembaga keuangan.
46. Electronic Benefit Transfer (EBT) (Transfer Manfaat Elektronik) Sistem yang memungkinkan penerima manfaat pemerintah menerima dan menggunakan dana secara elektronik.
47. Encumbrance (Penangguhan) Komitmen untuk pengeluaran yang dicatat dalam pembukuan tetapi belum direalisasikan.
48. Enterprise Funds (Dana Usaha) Dana yang digunakan untuk kegiatan bisnis yang dioperasikan oleh pemerintah yang berfungsi seperti perusahaan swasta.
49. Executive Budget (Anggaran Eksekutif) Anggaran yang diusulkan oleh cabang eksekutif pemerintah untuk persetujuan legislatif.
50. Expenditures (Pengeluaran) Jumlah uang yang dikeluarkan oleh organisasi untuk berbagai keperluan, termasuk operasional dan investasi.
Sedang mempersiapkan kemampuan bahasa Inggrismu untuk mengejar pendidikan ataupun pengembangan karir? Tentunya kamu harus belajar bahasa Inggris yang lebih advanced, ya! Kamu bisa coba program English Academy Explorer, program khusus usia di atas 18 tahun yang tujuan utamanya mempersiapkanmu ke jenjang pendidikan ataupun karir yang lebih baik. Klik banner ini untuk info lengkapnya, ya!
51. Expenses (Pengeluaran) Expenses artinya pengeluaran, tetapi berbeda dengan expenditure. Sebab, expenses hanya merujuk pada jenis pengeluaran tertentu yang terkait dengan biaya operasional.
52. FICA (Federal Insurance Contribution Act) (Undang-Undang Kontribusi Asuransi Federal) Undang-undang yang mewajibkan pemotongan pajak penghasilan untuk dana Jaminan Sosial dan Medicare.
53. Financial Literacy (Literasi Keuangan) Kemampuan memahami dan menggunakan informasi keuangan secara efektif.
54. Fiscal Period (Periode Fiskal) Jangka waktu tertentu yang digunakan untuk tujuan pelaporan keuangan, biasanya satu tahun.
55. Fiscal Year (FY) (Tahun Fiskal) Tahun yang digunakan untuk tujuan akuntansi dan anggaran yang tidak selalu sama dengan tahun kalender.
56. Fixed Charges (Biaya Tetap) Biaya yang tetap dan tidak berubah seiring dengan volume atau aktivitas bisnis, seperti sewa dan gaji.
57. Full-time Equivalent (FTE) Position (Posisi Setara Penuh Waktu) Ukuran yang digunakan untuk menunjukkan jumlah karyawan penuh waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan.
58. Fund (Dana) Sumber daya keuangan yang disediakan untuk tujuan tertentu dan diakuntansikan secara terpisah.
59. Fund Balance (Saldo Dana) Selisih antara aset dan kewajiban dalam dana tertentu pada akhir periode.
60. GASB (Governmental Accounting Standards Board) (Dewan Standar Akuntansi Pemerintah) Badan yang menetapkan standar akuntansi dan pelaporan keuangan untuk entitas pemerintah.
61. Grant (Hibah) Dana yang diberikan oleh pemerintah atau organisasi lain untuk mendukung proyek atau program tertentu tanpa harus dikembalikan.
62. General Fund (GF) (Dana Umum) Dana utama yang digunakan oleh pemerintah untuk membiayai operasi sehari-hari dan program-program yang tidak ditujukan untuk dana khusus.
63. General Ledger (Buku Besar Umum) Catatan utama yang mencatat semua transaksi keuangan perusahaan atau organisasi.
64. Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) (Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum) Standar dan pedoman yang digunakan dalam pelaporan keuangan untuk memastikan konsistensi dan transparansi.
65. Gross Income (Pendapatan Kotor) Gross income adalah total pendapatan sebelum dipotong pajak atau pengurangan lainnya.
66. Internal Control System (Sistem Pengendalian Internal) Prosedur dan kebijakan yang dirancang untuk melindungi aset organisasi, memastikan keakuratan catatan keuangan, dan mematuhi peraturan.
67. Internal Service Fund (ISF) (Dana Layanan Internal) Dana yang digunakan untuk menyediakan layanan kepada departemen lain dalam organisasi, dengan biaya yang dikompensasikan oleh departemen yang menerima layanan.
68. Invoice (Faktur) Dokumen yang mencatat detail barang atau jasa yang dijual dan jumlah yang harus dibayar oleh pembeli.
69. JFO (Joint Fiscal Office) Kantor yang menyediakan analisis anggaran dan keuangan untuk legislatif.
70. Liabilities (Kewajiban) Kewajiban finansial yang harus dibayar oleh perusahaan kepada pihak lain.
71. Line Item (Pos Anggaran) Detail spesifik dari anggaran yang menunjukkan alokasi dana untuk item tertentu.
72. Non-Depreciable Capital Assets (Aset Modal yang Tidak Dapat Disusutkan) Aset jangka panjang seperti tanah yang tidak mengalami penyusutan.
73. Operating Budget (Anggaran Operasional) Rencana keuangan yang merinci pendapatan dan pengeluaran yang diharapkan untuk operasi sehari-hari dalam satu periode.
74. Operating Expenditures (Pengeluaran Operasional) Pengeluaran untuk biaya operasional sehari-hari, seperti gaji, bahan baku, dan utilitas.
75. Outlays (Pengeluaran) Jumlah uang yang dikeluarkan untuk berbagai keperluan dalam operasi bisnis atau proyek.
76. Periodic Inventory (Inventaris Berkala) Metode pencatatan inventaris di mana persediaan dihitung dan dicatat pada interval waktu tertentu.
77. Perpetual Inventory (Inventaris Berkelanjutan) Sistem pencatatan inventaris yang diperbarui secara terus menerus setiap kali ada transaksi persediaan.
78. Personal Services (Layanan Pribadi) Biaya yang berkaitan dengan tenaga kerja, termasuk gaji dan tunjangan.
79. Petty Cash (Kas Kecil) Dana tunai kecil yang disediakan untuk pembayaran pengeluaran kecil dan mendesak.
80. PO (Purchase Order) (Surat Pesanan) Dokumen yang dikeluarkan oleh pembeli untuk memesan barang atau jasa dari pemasok.
81. Prior Year (PY) (Tahun Sebelumnya) Tahun fiskal atau kalender yang segera mendahului tahun berjalan.
82. Proprietary Funds (Dana Kepemilikan) Dana yang digunakan oleh pemerintah untuk kegiatan bisnis yang beroperasi seperti perusahaan swasta.
83. Retained Payable (Hutang yang Belum Dibayar) Jumlah uang yang masih harus dibayar kepada kreditur atau pemasok.
84. Restricted Funds (Dana Terbatas) Dana yang memiliki pembatasan penggunaan yang ditentukan oleh donor atau hukum.
85. Revenue (Pendapatan) Uang yang diterima oleh perusahaan dari penjualan barang atau jasa atau dari sumber lain.
86. RFQ (Request for Quote) (Permintaan Penawaran Harga) Permintaan formal kepada pemasok untuk memberikan penawaran harga untuk barang atau jasa tertentu.
87. SAO (State Auditor’s Office) (Kantor Auditor Negara Bagian) Badan yang bertanggung jawab atas pemeriksaan keuangan dan ketaatan terhadap peraturan di tingkat negara bagian.
88. Single Audit (Audit Tunggal) Audit yang mencakup keuangan dan program pemerintah yang dibiayai oleh pemerintah federal.
89. Special Funds (Dana Khusus) Dana yang dialokasikan untuk tujuan khusus dan tidak dapat digunakan untuk keperluan lain tanpa persetujuan khusus.
90. Sub-recipient (Penerima Sub) Organisasi atau individu yang menerima dana dari penerima utama untuk melaksanakan program atau proyek tertentu.
91. Supplemental or Supplemental Appropriations (Anggaran Tambahan) Dana yang ditambahkan ke anggaran yang telah disetujui untuk membiayai keperluan tambahan atau mendadak.
92. Surplus (Surplus) Selisih antara pendapatan dan pengeluaran yang menghasilkan kelebihan dana dalam anggaran.
93. SWCAP (Statewide Cost Allocation Plan) (Rencana Alokasi Biaya Secara Luas) Rencana yang menetapkan metode untuk membagi biaya administratif antara berbagai program atau departemen dalam satu entitas.
94. Tax Credits (Kredit Pajak) Pengurangan jumlah pajak yang harus dibayarkan oleh individu atau perusahaan karena kegiatan tertentu.
95. Taxes (Pajak) Pungutan yang dikenakan oleh pemerintah kepada individu atau perusahaan untuk membiayai pengeluaran publik.
96. Year-End Closing (Penutupan Tahunan) Proses akhir tahun untuk menyelesaikan transaksi keuangan, membuat laporan keuangan, dan menyeimbangkan anggaran.
97. Zero-Base Budgeting (Anggaran Berbasis Nol) Pendekatan anggaran di mana setiap tahun anggaran dibuat dari awal tanpa mempertimbangkan anggaran tahun sebelumnya.
98. Impulse spending (Pengeluaran impulsif) Membeli barang tanpa membandingkan biaya atau manfaatnya terlebih dahulu.
99. Record keeping (Pencatatan transaksi) Mencatat informasi tentang suatu transaksi atau serangkaian transaksi.
100. Sharing (Berbagi) Menggunakan sebagian pendapatan untuk memberikan sumbangan amal.
101. Spending (Pengeluaran) Bedanya dengan expenses adalah, expenses lebih luas karena mencakup semua pembayaran yang terlihat dalam jumlah atau angka, sedangkan spending hanya merujuk pada tindakan pembayaran itu sendiri.
Seseorang yang pintar mengatur keuangan biasanya hobi melakukan budgeting. Kalau kamu ingin jadi orang “pintar” tersebut, simak penjelasan dan vocabulary soal finance dan budgeting di artikel ini ya!
—
Bahasa Inggris uang yaitu money, sedangkan bahasa Inggris keuangan adalah finance. Nah, finance artinya bidang yang berkaitan dengan pengelolaan uang, investasi, dan pengaturan keuangan individu, perusahaan, atau entitas lainnya.
Secara umum, finance bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan dana dan sumber daya keuangan untuk mencapai tujuan finansial yang diinginkan.
Kamu ingin mendalami atau explore dunia keuangan? Artinya, kamu membutuhkan pemahaman yang luas tentang berbagai istilah yang ada di industri ini.
Tenang, kamu bisa temukan beragam frasa dan kosakata keuangan, lengkap dengan definisinya melalui tulisan di bawah ini. Coba catat dan hafalkan ya!
1. Accountability (Akuntabilitas) Tanggung jawab yang dimiliki individu atau organisasi untuk mengelola dan melaporkan penggunaan sumber daya keuangan secara transparan, jujur, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
2. Accounts Payable (Utang Usaha) Kewajiban perusahaan untuk membayar kepada pemasok atau kreditur atas barang atau jasa yang sudah diterima tetapi belum dibayar.
3. Accounting Period (Periode Akuntansi) Rentang waktu tertentu yang digunakan perusahaan untuk menyusun laporan keuangan, seperti satu bulan, kuartal, atau tahun.
4. Accounts Receivable (Piutang Usaha) Uang yang harus diterima perusahaan dari pelanggan yang telah membeli barang atau jasa secara kredit.
5. Accrual Basis (Basis Akrual) Metode akuntansi di mana pendapatan dan beban diakui pada saat terjadi, bukan pada saat kas diterima atau dibayarkan.
6. Accrue (Mengakumulasi) Proses pencatatan pendapatan atau beban yang belum dibayar atau diterima pada periode berjalan.
7. Accumulated Depreciation (Akumulasi Penyusutan) Total penyusutan yang telah dicatat untuk aset tetap sejak aset tersebut mulai digunakan.
8. Agency Funds (Dana Agen) Dana yang dikelola oleh satu entitas atas nama entitas lain untuk tujuan tertentu.
9. Allocation (Alokasi) Proses distribusi sumber daya atau biaya ke berbagai departemen atau proyek dalam organisasi.
10. Audit (Audit) Pemeriksaan sistematis dan independen terhadap catatan keuangan, operasional, dan ketaatan terhadap regulasi suatu organisasi.
Jika Anda seorang karyawan dan ingin tim di kantor makin berkembang, yuk rekomendasikan training English Academy Corporate ke HR atau L&D di perusahaan Anda. Selain bantu meningkatkan skill tim, Anda juga berkesempatan dapat voucher ratusan ribu rupiah, lho. Klik banner di bawah untuk isi form-nya, ya!
11. Automated Clearing House (ACH) (Rumah Kliring Otomatis) Jaringan yang mengelola transaksi keuangan elektronik, seperti pembayaran langsung atau setoran otomatis.
12. BAA (Budget Adjustment Act) Undang-undang yang mengatur penyesuaian anggaran tahunan untuk mengakomodasi perubahan kebutuhan atau prioritas.
13. Balanced Budget (Anggaran Berimbang) Kondisi di mana total pengeluaran tidak melebihi total pendapatan dalam satu periode anggaran.
14. BDS (Budget Development System) Sistem yang digunakan untuk merencanakan, menyusun, dan mengelola anggaran organisasi.
15. Budget (Anggaran) Budget artinya anggaran, yaitu rencana terorganisir untuk menabung dan membelanjakan berdasarkan perkiraan pendapatan dan pengeluaran seseorang.
16. Budget Year (Tahun Anggaran) Periode waktu, biasanya satu tahun, yang digunakan untuk menyusun dan mengelola anggaran.
17. Capital Asset (Aset Modal) Aset berwujud jangka panjang seperti tanah, bangunan, dan peralatan yang digunakan dalam operasi bisnis.
18. Capital Lease (Sewa Modal) Perjanjian sewa di mana lessee (penyewa) memiliki hak untuk menggunakan aset dan diharuskan mencatat aset dan kewajiban sewa dalam laporan keuangan.
19. Capital Outlay (Pengeluaran Modal) Pengeluaran yang digunakan untuk membeli, memperbaiki, atau meningkatkan aset tetap.
20. Capitalization Policy (Kebijakan Kapitalisasi) Pedoman yang menentukan kapan pengeluaran dapat dikapitalisasi sebagai aset tetap daripada dibebankan langsung sebagai biaya.
21. Carry-Forward (Saldo Awal) Sisa anggaran atau pendapatan yang tidak digunakan pada periode sebelumnya dan dibawa ke periode berikutnya.
22. Cash Basis (Basis Kas) Metode akuntansi di mana pendapatan dan beban diakui pada saat kas diterima atau dibayarkan.
23. Cash Discount (Diskon Tunai) Diskon yang diberikan kepada pelanggan jika mereka membayar tagihan lebih awal daripada tanggal jatuh tempo.
24. Cash Disbursements (Pengeluaran Kas) Pembayaran kas untuk berbagai keperluan seperti pembelian barang atau pembayaran hutang.
25. Cash Receipts (Penerimaan Kas) Penerimaan kas dari berbagai sumber seperti penjualan, investasi, atau pinjaman.
26. Clearance Pattern (Pola Pembersihan) Pola atau jadwal pembayaran kas dan penerimaan kas dalam suatu periode tertentu.
27. Clearing Account (Akun Kliring) Akun sementara yang digunakan untuk menampung transaksi yang belum selesai atau belum dialokasikan.
28. Comprehensive Annual Financial Report (Laporan Keuangan Tahunan Komprehensif) Laporan keuangan yang memberikan gambaran menyeluruh tentang kondisi keuangan, kinerja, dan arus kas organisasi dalam satu tahun.
29. Consensus Revenue Estimates (Estimasi Pendapatan Konsensus) Perkiraan pendapatan yang disetujui bersama oleh berbagai pihak atau departemen yang berkepentingan.
30. Construction in Progress (CIP) (Konstruksi dalam Proses) Biaya yang dikeluarkan untuk proyek konstruksi yang belum selesai pada akhir periode akuntansi.
31. Consumer Price Index (CPI) (Indeks Harga Konsumen) Indeks yang mengukur perubahan rata-rata harga barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen dari waktu ke waktu.
32. Contingent Liability (Kewajiban Kontinjensi) Kewajiban yang mungkin terjadi di masa depan tergantung pada hasil dari peristiwa yang belum pasti.
33. Control Objectives (Tujuan Pengendalian) Sasaran yang ingin dicapai oleh pengendalian internal untuk memastikan operasi yang efektif, pelaporan keuangan yang dapat diandalkan, dan kepatuhan terhadap hukum dan regulasi.
34. COLA (Cost of Living Adjustment) (Penyesuaian Biaya Hidup) Penyesuaian upah atau gaji untuk mengimbangi perubahan dalam biaya hidup, biasanya berdasarkan CPI.
35. Current Year (Tahun Berjalan) Tahun fiskal atau kalender yang sedang berlangsung saat ini.
36. Deficit (Defisit) Kondisi di mana pengeluaran melebihi pendapatan dalam suatu periode.
37. Deficit Financing (Pembiayaan Defisit) Proses mengumpulkan dana melalui pinjaman untuk menutupi defisit anggaran.
38. Depreciation (Penyusutan) Proses alokasi biaya aset tetap selama masa manfaatnya.
39. Depreciation Expense (Beban Penyusutan) Depreciation expense adalah pengeluaran yang dicatat untuk merefleksikan pengurangan nilai aset fisik dalam suatu periode tertentu.
40. DFR (Department of Financial Regulation) Departemen yang mengatur layanan keuangan untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum dan melindungi konsumen.
41. Disbursement (Pengeluaran) Pembayaran uang oleh perusahaan atau organisasi untuk berbagai keperluan operasional.
42. Donated Asset (Aset Donasi) Aset yang diterima oleh perusahaan atau organisasi sebagai hadiah atau donasi tanpa biaya.
43. DPS (Department of Public Safety) Departemen yang bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan publik.
44. Drawdown (Penarikan Dana) Proses menarik dana dari akun yang telah dialokasikan untuk tujuan tertentu.
45. Earned Interest (Bunga yang Diperoleh) Bunga yang diterima atas menyimpan uang di bank atau lembaga keuangan.
46. Electronic Benefit Transfer (EBT) (Transfer Manfaat Elektronik) Sistem yang memungkinkan penerima manfaat pemerintah menerima dan menggunakan dana secara elektronik.
47. Encumbrance (Penangguhan) Komitmen untuk pengeluaran yang dicatat dalam pembukuan tetapi belum direalisasikan.
48. Enterprise Funds (Dana Usaha) Dana yang digunakan untuk kegiatan bisnis yang dioperasikan oleh pemerintah yang berfungsi seperti perusahaan swasta.
49. Executive Budget (Anggaran Eksekutif) Anggaran yang diusulkan oleh cabang eksekutif pemerintah untuk persetujuan legislatif.
50. Expenditures (Pengeluaran) Jumlah uang yang dikeluarkan oleh organisasi untuk berbagai keperluan, termasuk operasional dan investasi.
Sedang mempersiapkan kemampuan bahasa Inggrismu untuk mengejar pendidikan ataupun pengembangan karir? Tentunya kamu harus belajar bahasa Inggris yang lebih advanced, ya! Kamu bisa coba program English Academy Explorer, program khusus usia di atas 18 tahun yang tujuan utamanya mempersiapkanmu ke jenjang pendidikan ataupun karir yang lebih baik. Klik banner ini untuk info lengkapnya, ya!
51. Expenses (Pengeluaran) Expenses artinya pengeluaran, tetapi berbeda dengan expenditure. Sebab, expenses hanya merujuk pada jenis pengeluaran tertentu yang terkait dengan biaya operasional.
52. FICA (Federal Insurance Contribution Act) (Undang-Undang Kontribusi Asuransi Federal) Undang-undang yang mewajibkan pemotongan pajak penghasilan untuk dana Jaminan Sosial dan Medicare.
53. Financial Literacy (Literasi Keuangan) Kemampuan memahami dan menggunakan informasi keuangan secara efektif.
54. Fiscal Period (Periode Fiskal) Jangka waktu tertentu yang digunakan untuk tujuan pelaporan keuangan, biasanya satu tahun.
55. Fiscal Year (FY) (Tahun Fiskal) Tahun yang digunakan untuk tujuan akuntansi dan anggaran yang tidak selalu sama dengan tahun kalender.
56. Fixed Charges (Biaya Tetap) Biaya yang tetap dan tidak berubah seiring dengan volume atau aktivitas bisnis, seperti sewa dan gaji.
57. Full-time Equivalent (FTE) Position (Posisi Setara Penuh Waktu) Ukuran yang digunakan untuk menunjukkan jumlah karyawan penuh waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan yang dilakukan.
58. Fund (Dana) Sumber daya keuangan yang disediakan untuk tujuan tertentu dan diakuntansikan secara terpisah.
59. Fund Balance (Saldo Dana) Selisih antara aset dan kewajiban dalam dana tertentu pada akhir periode.
60. GASB (Governmental Accounting Standards Board) (Dewan Standar Akuntansi Pemerintah) Badan yang menetapkan standar akuntansi dan pelaporan keuangan untuk entitas pemerintah.
61. Grant (Hibah) Dana yang diberikan oleh pemerintah atau organisasi lain untuk mendukung proyek atau program tertentu tanpa harus dikembalikan.
62. General Fund (GF) (Dana Umum) Dana utama yang digunakan oleh pemerintah untuk membiayai operasi sehari-hari dan program-program yang tidak ditujukan untuk dana khusus.
63. General Ledger (Buku Besar Umum) Catatan utama yang mencatat semua transaksi keuangan perusahaan atau organisasi.
64. Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) (Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum) Standar dan pedoman yang digunakan dalam pelaporan keuangan untuk memastikan konsistensi dan transparansi.
65. Gross Income (Pendapatan Kotor) Gross income adalah total pendapatan sebelum dipotong pajak atau pengurangan lainnya.
66. Internal Control System (Sistem Pengendalian Internal) Prosedur dan kebijakan yang dirancang untuk melindungi aset organisasi, memastikan keakuratan catatan keuangan, dan mematuhi peraturan.
67. Internal Service Fund (ISF) (Dana Layanan Internal) Dana yang digunakan untuk menyediakan layanan kepada departemen lain dalam organisasi, dengan biaya yang dikompensasikan oleh departemen yang menerima layanan.
68. Invoice (Faktur) Dokumen yang mencatat detail barang atau jasa yang dijual dan jumlah yang harus dibayar oleh pembeli.
69. JFO (Joint Fiscal Office) Kantor yang menyediakan analisis anggaran dan keuangan untuk legislatif.
70. Liabilities (Kewajiban) Kewajiban finansial yang harus dibayar oleh perusahaan kepada pihak lain.
71. Line Item (Pos Anggaran) Detail spesifik dari anggaran yang menunjukkan alokasi dana untuk item tertentu.
72. Non-Depreciable Capital Assets (Aset Modal yang Tidak Dapat Disusutkan) Aset jangka panjang seperti tanah yang tidak mengalami penyusutan.
73. Operating Budget (Anggaran Operasional) Rencana keuangan yang merinci pendapatan dan pengeluaran yang diharapkan untuk operasi sehari-hari dalam satu periode.
74. Operating Expenditures (Pengeluaran Operasional) Pengeluaran untuk biaya operasional sehari-hari, seperti gaji, bahan baku, dan utilitas.
75. Outlays (Pengeluaran) Jumlah uang yang dikeluarkan untuk berbagai keperluan dalam operasi bisnis atau proyek.
76. Periodic Inventory (Inventaris Berkala) Metode pencatatan inventaris di mana persediaan dihitung dan dicatat pada interval waktu tertentu.
77. Perpetual Inventory (Inventaris Berkelanjutan) Sistem pencatatan inventaris yang diperbarui secara terus menerus setiap kali ada transaksi persediaan.
78. Personal Services (Layanan Pribadi) Biaya yang berkaitan dengan tenaga kerja, termasuk gaji dan tunjangan.
79. Petty Cash (Kas Kecil) Dana tunai kecil yang disediakan untuk pembayaran pengeluaran kecil dan mendesak.
80. PO (Purchase Order) (Surat Pesanan) Dokumen yang dikeluarkan oleh pembeli untuk memesan barang atau jasa dari pemasok.
81. Prior Year (PY) (Tahun Sebelumnya) Tahun fiskal atau kalender yang segera mendahului tahun berjalan.
82. Proprietary Funds (Dana Kepemilikan) Dana yang digunakan oleh pemerintah untuk kegiatan bisnis yang beroperasi seperti perusahaan swasta.
83. Retained Payable (Hutang yang Belum Dibayar) Jumlah uang yang masih harus dibayar kepada kreditur atau pemasok.
84. Restricted Funds (Dana Terbatas) Dana yang memiliki pembatasan penggunaan yang ditentukan oleh donor atau hukum.
85. Revenue (Pendapatan) Uang yang diterima oleh perusahaan dari penjualan barang atau jasa atau dari sumber lain.
86. RFQ (Request for Quote) (Permintaan Penawaran Harga) Permintaan formal kepada pemasok untuk memberikan penawaran harga untuk barang atau jasa tertentu.
87. SAO (State Auditor’s Office) (Kantor Auditor Negara Bagian) Badan yang bertanggung jawab atas pemeriksaan keuangan dan ketaatan terhadap peraturan di tingkat negara bagian.
88. Single Audit (Audit Tunggal) Audit yang mencakup keuangan dan program pemerintah yang dibiayai oleh pemerintah federal.
89. Special Funds (Dana Khusus) Dana yang dialokasikan untuk tujuan khusus dan tidak dapat digunakan untuk keperluan lain tanpa persetujuan khusus.
90. Sub-recipient (Penerima Sub) Organisasi atau individu yang menerima dana dari penerima utama untuk melaksanakan program atau proyek tertentu.
91. Supplemental or Supplemental Appropriations (Anggaran Tambahan) Dana yang ditambahkan ke anggaran yang telah disetujui untuk membiayai keperluan tambahan atau mendadak.
92. Surplus (Surplus) Selisih antara pendapatan dan pengeluaran yang menghasilkan kelebihan dana dalam anggaran.
93. SWCAP (Statewide Cost Allocation Plan) (Rencana Alokasi Biaya Secara Luas) Rencana yang menetapkan metode untuk membagi biaya administratif antara berbagai program atau departemen dalam satu entitas.
94. Tax Credits (Kredit Pajak) Pengurangan jumlah pajak yang harus dibayarkan oleh individu atau perusahaan karena kegiatan tertentu.
95. Taxes (Pajak) Pungutan yang dikenakan oleh pemerintah kepada individu atau perusahaan untuk membiayai pengeluaran publik.
96. Year-End Closing (Penutupan Tahunan) Proses akhir tahun untuk menyelesaikan transaksi keuangan, membuat laporan keuangan, dan menyeimbangkan anggaran.
97. Zero-Base Budgeting (Anggaran Berbasis Nol) Pendekatan anggaran di mana setiap tahun anggaran dibuat dari awal tanpa mempertimbangkan anggaran tahun sebelumnya.
98. Impulse spending (Pengeluaran impulsif) Membeli barang tanpa membandingkan biaya atau manfaatnya terlebih dahulu.
99. Record keeping (Pencatatan transaksi) Mencatat informasi tentang suatu transaksi atau serangkaian transaksi.
100. Sharing (Berbagi) Menggunakan sebagian pendapatan untuk memberikan sumbangan amal.
101. Spending (Pengeluaran) Bedanya dengan expenses adalah, expenses lebih luas karena mencakup semua pembayaran yang terlihat dalam jumlah atau angka, sedangkan spending hanya merujuk pada tindakan pembayaran itu sendiri.
102. Spending habits (Kebiasaan pengeluaran) Cara seorang individu biasanya menggunakan uang.
103. Variable expenses (Biaya variabel) Biaya yang meningkat atau menurun.
104. Cash flow (Arus kas) Biasanya digunakan untuk mengukur kesehatan bisnis, menghitung pendapatan minus pengeluaran.
106. Disposable income (Pendapatan sisa) Uang yang dimiliki untuk dihabiskan atau ditabung sesuai keinginan setelah pajak, jaminan sosial, dan potongan wajib dan opsional lainnya dipotong dari gaji kotor.
107. Fixed expenses (Pengeluaran tetap) Pengeluaran yang tetap sama setiap bulannya.
108. Flexible expenses (Pengeluaran fleksibel) Pengeluaran yang berubah setiap bulan dan dapat dikurangi atau dihapus jika diperlukan.
109. Net worth (Kekayaan bersih) Nilai total seseorang atau perusahaan, yang dapat dihitung dengan mengurangkan kewajiban dari total aset.
110. Pay Yourself First (Bayar Dirimu Sendiri Terlebih Dahulu) Konsep menabung sejumlah uang ke tabungan setiap bulan sebelum membayar tagihan lainnya.
Well done! Bahasa Inggris keuangan sudah tau, istilah-istilah yang berkaitan dengan finance dan budgeting juga sudah dipelajari. Jadi, tingkat financial literacy kamu seharusnya sudah bertambah, nih.
Berencana memulai startup? Atau sedang membangun bisnis impianmu? Apapun usaha yang sedang kamu lakukan, ide brilian saja nggak cukup untuk menggaet mitra bisnis potensial.
Kamu butuh senjata rahasia: sebuah pitch deck yang efektif yang dapat membantu mempresentasikan bisnismu dengan lebih optimal!
Penasaran apa itu pitch deck dan gimana tips menyusun pitch deck dalam bahasa Inggris yang efektif?
Yuk, kita mulai pembahasannya!
Apa sihPitch Deck untuk Bisnis dan Apa Fungsinya?
Hmm jadi sebenarnya apa itu pitch deck dan apa sajakah fungsinya? Cek di bawah ini, ya!
Pengertian Pitch Deck
Dilansir dari Slidebean, pitch deck adalah presentasi visual yang digunakan untuk menjelaskan visi dan rencana bisnismu kepada calon investor, mitra bisnis, dan klien potensial yang bersedia memberikan aliran dana.
Pitch deck, atau terkadang disebut pitch book ini, biasanya digunakan oleh founder perusahaan dalam presentasi produk bisnis. Pitch deck sendiri dapat kamu buat menggunakan tools presentasi populer seperti Google Slides, Power Point, ataupun Prezi.
Dalam dunia bisnis, tujuan utama pitch deck adalah untuk mendapatkan pendanaan bagi perusahaan atau produk yang sedang dikembangkan. Karena itulah, pitch deck harus dirancang secara strategis untuk menonjolkan keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh perusahaanmu.
Fungsi Pitch Deck
Nggak hanya untuk memikat calon investor, masih ada beberapa fungsi lain pitch deck yang nggak kalah pentingnya, yaitu:
Menjelaskan Ide Bisnis Jika kamu ingin mencari mitra bisnis yang tepat, pitch deck dapat membantumu membangun pemahaman mengenai ide dan konsep bisnis. Termasuk masalah yang ingin kamu pecahkan dan solusi yang ditawarkan oleh produkmu.
Memperkuat Branding Jika kamu baru merintis bisnis, pitch deck dapat menguatkan branding dan membedakanmu dari kompetitor. Kamu dapat menggambarkan nilai dan budaya perusahaan serta visi misi jangka panjang di dalam slide presentasimu.
Mendatangkan Klien Potensial Pitch deck membantu meyakinkan klien bahwa bisnismu adalah solusi bagi permasalahan mereka. Sertakan informasi mengenai manfaat produk, portofolio, dan testimonial kepuasan pelanggan untuk memperkuat pitching.
Pitch Deck vs Elevator Pitch
Aturan utama pitch deck startup adalah dia harus singkat, lugas, dan tidak bertele-tele. Tetapi terkadang ada situasi dimana durasi presentasi yang menggunakan pitch deck tetap terlalu lama. Di sinilah kita harus menggunakan Elevator Pitch.
Apa bedanya pitch deck dan elevator pitch?
Elevator pitch adalah penjelasan singkat mengenai perusahaan, seperti trailer film.
Durasi presentasi kurang lebih 30-60 detik.
Biasanya digunakan untuk memperkenalkan diri, menyampaikan satu atau dua poin penting, dan menjalin hubungan dengan seseorang.
Tidak memerlukan dukungan tambahan seperti slide presentasi.
Pitch deck bisnis adalah deck yang digunakan dalam presentasi yang memberikan gambaran umum mengenai rencana bisnis perusahaan.
Terdiri dari 10-15 halaman presentasi.
Biasanya digunakan dalam pertemuan tatap muka atau online dengan investor, pelanggan, atau mitra potensial.
Dapat dibuat menggunakan PowerPoint, Keynote, atau Prezi sebagai dukungan visual.
Terdiri dari beberapa bagian penting seperti pengenalan, isi, dan penutup.
Singkatnya, elevator pitch adalah proses presentasi singkat, sedangkan pitch deck adalah slide yang digunakan.
Namun, keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu untuk memperkenalkan perusahaan, memberikan gambaran umum tentang rencana bisnis yang kamu jalankan, dan menarik investor atau mitra potensial.
Hal dan Elemen Penting yang Perlu Ada dalam Pitch Deck
Hal yang perlu ada dalam Pitch Deck
Informasi penting yang dapat meyakinkan klien, calon mitra, atau investor bahwa bisnis kamu punya potensi yang bagus.
Tidak terlalu banyak teks, tetapi terbatas pada poin-poin penting.
Terdiri dari 10 elemen penting yang harus ada dalam setiap deck.
Elemen penting yang harus ada dalam Pitch Deck
– Pengenalan perusahaan atau startup. – Model bisnis yang dijalankan. – Rencana pemasaran. – Analisis terhadap kompetisi bisnis yang dijalankan. – Tim manajemen. – Proyeksi keuangan. – Apa yang telah dilakukan dan apa yang akan dilakukan jika mendapatkan pendanaan.
Pitch deck haruslah menarik dan informatif, dengan tampilan yang baik dan didukung oleh data yang baik dan visual yang menarik. Selain itu, pitch deck juga dapat digunakan untuk menjalin kerja sama dengan klien atau perusahaan lain.
Dalam membuat pitch deck, penting untuk memperhatikan isi presentasi, tetapi juga faktor lain seperti tampilan yang menarik dan penggunaan teknologi presentasi yang tepat. Pastikan juga untuk mengupdate pitch deck secara berkala sesuai dengan kebutuhan dan pengalaman dari presentasi sebelumnya.
Dengan memahami konsep dan elemen-elemen yang ada dalam pitch deck, kamu dapat membuat presentasi yang efektif dan menarik minat investor, klien, atau mitra potensial untuk mendukung rencana bisnis kamu.
Prinsip dan Komponen Slide Pitch Deck yang Baik dan Menarik
Setelah memahami pengertian pitch deck dan manfaatnya dalam bisnis, sekarang waktunya kamu mempelajari apa saja komponen untuk membuat pitch deck yang efektif.
Bersumber dari Slidebean, struktur pitch deck yang ideal terdiri dari 10-20 slide berisi ringkasan bisnis yang komprehensif.
Menariknya lagi, pakar marketing kenamaan Guy Kawasaki, bahkan merekomendasikan metode 10/20/30 untuk sebuah presentasi yang memikat. Yang berarti 10 slide untuk memuat materi, 20 menit untuk menyampaikan presentasi, dan tidak menggunakan font di bawah ukuran 30 untuk kenyamanan membaca.
Lalu, apa saja komponen penting dalam kesepuluh slide pitch deck tersebut?
Slide pembuka
Berisi judul presentasi, logo perusahaan, nama tim presentasi, dan kontak informasi perusahaan.
Pengantar
Berisi latar belakang perusahan dan visi misi secara singkat. Boleh juga mendetailkan permasalahan atau peluang pasar yang ingin kamu selesaikan.
Solusi Bisnis
Memuat penjelasan tentang produk atau layanan yang kamu tawarkan, termasuk bagaimana kamu memecahkan masalah pelanggan atau memenuhi kebutuhan pasar.
Model Bisnis
Penjelasan mengenai model bisnis yang kamu gunakan. Misalnya, bagaimana kamu menghasilkan pendapatan, memperoleh margin keuntungan, dan mencapai pertumbuhan bisnis yang optimal.
Analisis Pasar
Tinjauan mengenai segmentasi, target klien atau pelanggan, serta potensi pertumbuhan bisnis dan pasar yang ditargetkan.
Keunggulan Kompetitif
Berisi faktor-faktor yang menjadikanmu unik, beda, dan lebih menguntungkan untuk dipilih bila dibandingkan dengan produk lainnya.
Strategi Pemasaran
Berisi rencana pemasaran untuk mempromosikan produk atau layanan, media promosi yang digunakan, strategi penjualan, dan rencana komunikasi.
Pertumbuhan dan Ekspansi Bisnis
Detail rencana pengembangan bisnis jangka panjang berikut target ekspansinya.
Proyeksi Keuangan
Berisi data keuangan untuk jangka waktu tertentu termasuk pendapatan, keuntungan, dan arus kas.
Kesimpulan
Ringkasan keseluruhan presentasi, termasuk Call-To-Action berupa ajakan untuk berinvestasi atau bekerjasama.
7 Contoh Pitch Deck Produk dari Startup Besar Dunia
Setelah mengetahui komponen-komponen utama dari sebuah pitch deck, mari kita lihat beberapa contoh pitch deck dari 7 perusahaan besar di dunia yang bisa memberi inspirasi.
1. Airbnb
Pitch deck Airbnb sukses karena fokus pada cerita dan pengalaman pengguna, serta menunjukkan bagaimana Airbnb dapat mengubah cara orang bepergian.
2. Uber
Pitch deck Uber sukses karena menunjukkan bagaimana Uber dapat memecahkan masalah transportasi yang ada dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna.
3. Tesla
Pitch deck Tesla sukses karena menunjukkan bagaimana teknologi mobil listrik dapat mengubah industri otomotif dan memberikan dampak positif pada lingkungan.
4. Buffer
Pitch deck Buffer sukses karena menunjukkan bagaimana Buffer dapat membantu perusahaan dalam mengelola media sosial mereka dengan lebih efektif.
5. Facebook
Pitch deck Facebook sukses karena menunjukkan bagaimana Facebook dapat mengubah cara orang berinteraksi dan berkomunikasi secara online.
6. YouTube
Pitch deck YouTube bisa sukses karena menunjukkan bagaimana siapapun bisa menyampaikan cerita mereka lewat bentuk video.
7. Y Combinator
Pitch deck Y Combinator sukses karena menunjukkan bagaimana Y Combinator dapat membantu startup dalam mengembangkan bisnis mereka dan mencapai kesuksesan.
Apa Saja yang Harus Diperhatikan untuk Membuat Pitch Deck yang Sukses?
Dari 7 contoh di atas dan banyak contoh lainnya, perusahaan-perusahaan startup besar memiliki pitch deck yang memberikan informasi yang jelas dan rinci mengenai model bisnisnya.
Hal tersebut memudahkan investor untuk bisa memahami bisnis perusahaan bergerak di bidang apa, memberikan validasi yang mereka butuhkan, dan tidak ragu lagi untuk mendanai bisnis tersebut.
Dalam membuat slide presentasi pitch deck yang sukses, beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:
Fokus pada cerita dan pengalaman pengguna
Berikan penjelasan yang luas dan singkat mengenai perusahaan
Jabarkan bagaimana produk atau layanan dapat memecahkan masalah yang ada
Menunjukkan bagaimana produk atau layanan dapat memberikan dampak positif pada lingkungan atau masyarakat
Menjelaskan model bisnis dan strategi pemasaran dengan jelas dan singkat yang cocok diterapkan di target pasar tertentu.
Menunjukkan tim yang kuat dan berpengalaman
Desain slide dengan visualisasi yang menarik dan mudah dipahami. Gunakan elemen-elemen pendukung berupa grafis atau gambar yang relevan.
Tips Membuat Pitch Deck Bahasa Inggris yang Memikat Investor
Walaupun memiliki kesuksesan yang berbeda, semua contoh di atas sudah menjadi brand besar yang telah dikenal secara global. Maka, jika kamu ingin memperbesar peluang bisnismu dilirik klien internasional, menggunakan bahasa Inggris dalam pitch deck-mu adalah keharusan.
Nggak usah khawatir, berikut adalah tips yang bisa kamu terapkan dalam membuat pitch deck berbahasa Inggris. Simak baik-baik, ya!
Gunakan Kalimat yang Jelas dan Sederhana
Hindari penggunaan kosakata yang rumit atau teknis. Gunakan kalimat yang mudah dipahami dan sederhana sehingga pesan kamu dapat tersampaikan dengan jelas kepada audiens yang berbahasa Inggris.
Perhatikan Tenses dan Tata Bahasa
Pastikan kamu menguasai penggunaan tata bahasa yang benar, termasuk penggunaan tenses berdasarkan waktu yang tepat. Perhatikan konsistensi penggunaan tenses dalam seluruh pitching deck kamu.
Gunakan Diksi dan Ungkapan yang Relevan
Perluas kosa katamu dalam bahasa Inggris untuk mengekspresikan ide dan konsep dengan lebih akurat. Gunakan ungkapan dan idiom yang umum digunakan dalam presentasi bisnis agar pitch deck kamu terdengar lebih natural dan profesional.
Latih Pengucapan dan Intonasi
Jika kamu akan mempresentasikan pitch deck secara lisan, latihlah pengucapan, penekanan kata, dan kecepatan bicara. Berlatih dengan rekaman suara atau role play juga baik untuk mendapatkan feedback tentang kemampuanmu berbicara dengan bahasa Inggris.
Minta Feedback dari Penutur Asli (Native Speaker)
Jika kamu nggak yakin tentang kosakata dan tata bahasanya, mintalah bantuan dari penutur asli atau seseorang yang fasih berbahasa Inggris. Mereka dapat memberikan feedback dan saran praktikal untuk meningkatkan kualitas pitch deck-mu.
—
Itu dia hal-hal penting seputar pitch deck yang wajib kamu ketahui. Sederhananya, pitch deck adalah presentasi visual mengenai gambaran bisnismu secara komprehensif.
Dengan memahami apa itu pitch deck dan menerapkan tips dalam membuat pitch deck yang efektif, tentu kamu berpeluang sukses dalam mengkomunikasikan ide bisnismu.
Vocabulary bank merupakan kosakata yang cukup penting untuk kita pelajari. Why? Contoh, kamu mau belanja online? Atau mau transfer dana untuk keluarga? Yap, tentunya kedua aktivitas tersebut nggak terlepas dari transaksi menggunakan bank.
Kalau nggak hati-hati, segala sesuatu yang berhubungan dengan bank bisa saja merugikan kita, lho. Itulah mengapa, selain mengetahui kosakatanya, kita juga perlu memahami definisi atau cara kerja dari berbagai istilah tersebut. Yuk, simak artikel ini sampai akhir!
Kosakata Bank Paling Umum dalam Bahasa Inggris (Most Common Banking Words)
Sebagai permulaan, pada section ini, kita akan mengenal terlebih dahulu apa aja vocabulary bank yang kerap ditemukan dalam kehidupan sehari-hari:
1. Bank account (Akun bank)
Bank account atau akun bank adalah sebuah ruang pribadi yang dibuka bagi nasabah di bank untuk melakukan berbagai transaksi keuangan.
2. Deposit (Setoran)
Deposit artinya penempatan uang ke dalam rekening bank untuk penyimpanan aman atau untuk mendapatkan bunga.
3. Withdrawal (Penarikan)
Withdrawal artinya adalah tindakan mengambil uang dari rekening bank.
4. Savings (Tabungan)
Savings adalah uang yang disimpan untuk digunakan di masa depan, biasanya disimpan dalam rekening bank, e-wallet, atau di tabungan yang bersifat konvensional seperti celengan.
5. Checking (Cek)
Checking adalah sebuah rekening dari mana uang dapat ditarik dengan menulis cek atau menggunakan kartu debit.
6. Interest (Bunga)
Interest atau bunga adalah biaya yang dibayarkan oleh peminjam kepada pemberi pinjaman atas penggunaan uang yang dipinjam, umumnya dalam bentuk persentase dari pokok pinjaman.
7. Interest rate (Tingkat bunga)
Interest rate artinya persentase di mana bunga dihitung pada sejumlah uang, umumnya diungkapkan secara tahunan.
8. Credit (Kredit)
Kredit adalah kemampuan untuk mendapatkan barang atau jasa sebelum pembayaran, dengan sistem pembayaran akan dilakukan di masa yang akan datang.
9. Debit (Debit)
Debit adalah transaksi yang mengurangi dana dari rekening bank.
10. ATM (Automated Teller Machine)
ATM adalah outlet perbankan elektronik yang memungkinkan pengguna bank untuk melakukan transaksi dasar tanpa bantuan teller.
11. Balance (Saldo)
Balance artinya jumlah uang dalam rekening bank pada suatu waktu tertentu.
12. Statement (Laporan)
Statement merupakan ringkasan semua transaksi dalam rekening bank selama periode tertentu, biasanya diterbitkan bulanan.
13. Transaction (Transaksi)
Transaction atau transaksi merupakan aktivitas yang melibatkan pertukaran uang, misalnya pembelian, penjualan, atau pemindahan dana dari satu akun ke akun lainnya.
14. Account holder (Pemegang rekening)
Account holder adalah orang atau entitas yang memiliki dan memiliki hak hukum atas rekening bank.
15. Online/Internet banking (Perbankan daring)
Layanan perbankan yang dilakukan melalui internet alias secara online, dan memungkinkan pelanggan untuk mengelola rekening atau melakukan transaksi dari jarak jauh melalui sebuah website.
16. Bank transfer (Transfer bank)
Perpindahan dana dari satu rekening bank ke rekening bank lainnya.
17. ATM fee (Biaya ATM)
Biaya yang dibebankan untuk menggunakan ATM yang tidak dimiliki oleh bank pemegang rekening.
18. Bank branch (Cabang bank)
Lokasi fisik bank di mana pelanggan dapat melakukan banyak aktivitas perbankan seperti penarikan dan penyetoran uang tunai, pembukaan rekening baru, dan lain sebagainya.
19. Mobile banking (Perbankan seluler)
Hampir sejenis dengan online banking, mobile banking merupakan service perbankan pada aplikasi yang dapat diakses via perangkat seluler seperti ponsel pintar atau tablet.
20. Direct Deposit (Setoran Langsung)
Penyetoran dana secara elektronik ke rekening bank, bukan melalui cek fisik. Direct deposit biasanya dilakukan untuk pembayaran gaji, pengembalian pajak, pembayaran tunjangan, atau pelunasan investasi.
Financial Terms tentang Credit (Kredit)
Ketika hendak melakukan kredit, usahakan untuk memahami terlebih dahulu beragam istilah yang berkaitan dengan aktivitas bank yang satu ini. Cek daftarnya, yuk!
1. Creditor (Kreditur)
Arti dari creditor yaitu pihak yang memberikan pinjaman atau kredit kepada orang lain. Namun, saat ini kreditur tak hanya datang dari bank, loh. Artinya, pihak tersebut bisa jadi merupakan lembaga non-bank atau bahkan individu yang memberikan pinjaman dalam jumlah dan tenggat pembayaran yang telah ditentukan.
2. Debtor (Debitur)
Jangan terbalik, ya. Jika kamu melakukan kredit, maka kamu disebut debtor atau debitur, artinya seseorang yang memiliki hutang atau kewajiban untuk membayar kepada kreditur.
3. Credit History (Riwayat Kredit)
Catatan tentang penggunaan kredit dan pembayaran utang seseorang.
4. Credit Score (Skor Kredit)
Tak hanya pertandingan sepak bola, kredit pun ada skornya, loh. Credit score adalah nilai numerik yang mengukur kelayakan kredit seseorang.
5. Installment (Cicilan/Angsuran)
Dalam bahasa Inggris, cicilan disebut installment, yaitu pembayaran berkala yang harus dibayarkan oleh peminjam kepada pemberi pinjaman, baik itu secara harian, mingguan, bulanan, tahunan, atau dalam periode tertentu yang sudah disepakati kedua belah pihak.
6. Credit Limit (Batas Kredit)
Dalam dunia kredit, terdapat jumlah maksimum kredit yang dapat diberikan kepada seorang peminjam, istilahnya disebut dengan credit limit. Tujuannya yaitu mengontrol risiko dan mencegah peminjam untuk mengambil kredit yang melebihi kemampuan mereka untuk membayar.
7. Credit Card (Kartu Kredit)
Credit card adalah kartu yang memungkinkan pemegangnya meminjam uang dari bank atau lembaga keuangan. Bentuknya sama dengan kartu debit.
8. Credit Report (Laporan Kredit)
Credit report adalah dokumen yang berisi informasi tentang riwayat kredit seseorang, termasuk riwayat pembayaran, utang yang ada, dan skor kredit.
9. Credit Bureau (Biro Kredit)
Credit bureau adalah badan yang mengumpulkan informasi tentang riwayat kredit individu dan menyediakan laporan kredit kepada pemberi pinjaman.
10. Creditworthiness (Kelayakan Kredit)
Creditworthiness adalah tingkat kepercayaan pemberi pinjaman terhadap kemampuan dan niat seorang peminjam untuk membayar kembali pinjaman. Penilaian ini biasanya didasarkan pada riwayat kredit, pendapatan, aset, serta faktor keuangan lainnya.
Salah satu cara untuk meningkatkan literasi finansial kita adalah dengan menguasai vocabulary bank atau kosakata tentang bank beserta definisinya. Yuk, sama-sama belajar melalui artikel ini!
—
Vocabulary bank merupakan kosakata yang cukup penting untuk kita pelajari. Why? Contoh, kamu mau belanja online? Atau mau transfer dana untuk keluarga? Yap, tentunya kedua aktivitas tersebut nggak terlepas dari transaksi menggunakan bank.
Kalau nggak hati-hati, segala sesuatu yang berhubungan dengan bank bisa saja merugikan kita, lho. Itulah mengapa, selain mengetahui kosakatanya, kita juga perlu memahami definisi atau cara kerja dari berbagai istilah tersebut. Yuk, simak artikel ini sampai akhir!
Kosakata Bank Paling Umum dalam Bahasa Inggris (Most Common Banking Words)
Sebagai permulaan, pada section ini, kita akan mengenal terlebih dahulu apa aja vocabulary bank yang kerap ditemukan dalam kehidupan sehari-hari:
1. Bank account (Akun bank)
Bank account atau akun bank adalah sebuah ruang pribadi yang dibuka bagi nasabah di bank untuk melakukan berbagai transaksi keuangan.
2. Deposit (Setoran)
Deposit artinya penempatan uang ke dalam rekening bank untuk penyimpanan aman atau untuk mendapatkan bunga.
3. Withdrawal (Penarikan)
Withdrawal artinya adalah tindakan mengambil uang dari rekening bank.
4. Savings (Tabungan)
Savings adalah uang yang disimpan untuk digunakan di masa depan, biasanya disimpan dalam rekening bank, e-wallet, atau di tabungan yang bersifat konvensional seperti celengan.
5. Checking (Cek)
Checking adalah sebuah rekening dari mana uang dapat ditarik dengan menulis cek atau menggunakan kartu debit.
6. Interest (Bunga)
Interest atau bunga adalah biaya yang dibayarkan oleh peminjam kepada pemberi pinjaman atas penggunaan uang yang dipinjam, umumnya dalam bentuk persentase dari pokok pinjaman.
7. Interest rate (Tingkat bunga)
Interest rate artinya persentase di mana bunga dihitung pada sejumlah uang, umumnya diungkapkan secara tahunan.
8. Credit (Kredit)
Kredit adalah kemampuan untuk mendapatkan barang atau jasa sebelum pembayaran, dengan sistem pembayaran akan dilakukan di masa yang akan datang.
9. Debit (Debit)
Debit adalah transaksi yang mengurangi dana dari rekening bank.
10. ATM (Automated Teller Machine)
ATM adalah outlet perbankan elektronik yang memungkinkan pengguna bank untuk melakukan transaksi dasar tanpa bantuan teller.
Jika kamu seorang karyawan dan ingin tim di kantor makin berkembang, yuk rekomendasikan training English Academy Corporate ke HR atau L&D di perusahaanmu. Selain bantu meningkatkan skill tim, kamu juga berkesempatan dapat voucher ratusan ribu rupiah, lho. Klik banner di bawah untuk isi form-nya, ya!
11. Balance (Saldo)
Balance artinya jumlah uang dalam rekening bank pada suatu waktu tertentu.
12. Statement (Laporan)
Statement merupakan ringkasan semua transaksi dalam rekening bank selama periode tertentu, biasanya diterbitkan bulanan.
13. Transaction (Transaksi)
Transaction atau transaksi merupakan aktivitas yang melibatkan pertukaran uang, misalnya pembelian, penjualan, atau pemindahan dana dari satu akun ke akun lainnya.
14. Account holder (Pemegang rekening)
Account holder adalah orang atau entitas yang memiliki dan memiliki hak hukum atas rekening bank.
15. Online/Internet banking (Perbankan daring)
Layanan perbankan yang dilakukan melalui internet alias secara online, dan memungkinkan pelanggan untuk mengelola rekening atau melakukan transaksi dari jarak jauh melalui sebuah website.
16. Bank transfer (Transfer bank)
Perpindahan dana dari satu rekening bank ke rekening bank lainnya.
17. ATM fee (Biaya ATM)
Biaya yang dibebankan untuk menggunakan ATM yang tidak dimiliki oleh bank pemegang rekening.
18. Bank branch (Cabang bank)
Lokasi fisik bank di mana pelanggan dapat melakukan banyak aktivitas perbankan seperti penarikan dan penyetoran uang tunai, pembukaan rekening baru, dan lain sebagainya.
19. Mobile banking (Perbankan seluler)
Hampir sejenis dengan online banking, mobile banking merupakan service perbankan pada aplikasi yang dapat diakses via perangkat seluler seperti ponsel pintar atau tablet.
20. Direct Deposit (Setoran Langsung)
Penyetoran dana secara elektronik ke rekening bank, bukan melalui cek fisik. Direct deposit biasanya dilakukan untuk pembayaran gaji, pengembalian pajak, pembayaran tunjangan, atau pelunasan investasi.
Ketika hendak melakukan kredit, usahakan untuk memahami terlebih dahulu beragam istilah yang berkaitan dengan aktivitas bank yang satu ini. Cek daftarnya, yuk!
1. Creditor (Kreditur)
Arti dari creditor yaitu pihak yang memberikan pinjaman atau kredit kepada orang lain. Namun, saat ini kreditur tak hanya datang dari bank, loh. Artinya, pihak tersebut bisa jadi merupakan lembaga non-bank atau bahkan individu yang memberikan pinjaman dalam jumlah dan tenggat pembayaran yang telah ditentukan.
2. Debtor (Debitur)
Jangan terbalik, ya. Jika kamu melakukan kredit, maka kamu disebut debtor atau debitur, artinya seseorang yang memiliki hutang atau kewajiban untuk membayar kepada kreditur.
3. Credit History (Riwayat Kredit)
Catatan tentang penggunaan kredit dan pembayaran utang seseorang.
4. Credit Score (Skor Kredit)
Tak hanya pertandingan sepak bola, kredit pun ada skornya, loh. Credit score adalah nilai numerik yang mengukur kelayakan kredit seseorang.
5. Installment (Cicilan/Angsuran)
Dalam bahasa Inggris, cicilan disebut installment, yaitu pembayaran berkala yang harus dibayarkan oleh peminjam kepada pemberi pinjaman, baik itu secara harian, mingguan, bulanan, tahunan, atau dalam periode tertentu yang sudah disepakati kedua belah pihak.
6. Credit Limit (Batas Kredit)
Dalam dunia kredit, terdapat jumlah maksimum kredit yang dapat diberikan kepada seorang peminjam, istilahnya disebut dengan credit limit. Tujuannya yaitu mengontrol risiko dan mencegah peminjam untuk mengambil kredit yang melebihi kemampuan mereka untuk membayar.
7. Credit Card (Kartu Kredit)
Credit card adalah kartu yang memungkinkan pemegangnya meminjam uang dari bank atau lembaga keuangan. Bentuknya sama dengan kartu debit.
8. Credit Report (Laporan Kredit)
Credit report adalah dokumen yang berisi informasi tentang riwayat kredit seseorang, termasuk riwayat pembayaran, utang yang ada, dan skor kredit.
9. Credit Bureau (Biro Kredit)
Credit bureau adalah badan yang mengumpulkan informasi tentang riwayat kredit individu dan menyediakan laporan kredit kepada pemberi pinjaman.
10. Creditworthiness (Kelayakan Kredit)
Creditworthiness adalah tingkat kepercayaan pemberi pinjaman terhadap kemampuan dan niat seorang peminjam untuk membayar kembali pinjaman. Penilaian ini biasanya didasarkan pada riwayat kredit, pendapatan, aset, serta faktor keuangan lainnya.
Kamu dapat mengakselerasi kemampuan speaking, writing, reading, dan listening di Kelas Professional English Academy. Terdapat pilihan kelas untuk group, team, semi-private, private, sampaicustom, lho! Yuk, temukan kelas yang cocok untukmu!
Vocabulary Bank tentang Loans (Pinjaman)
Dalam dunia banking, kamu juga akan bertemu dengan beragam istilah mengenai loan atau pinjaman. Pelajari kosakatanya di bawah ini!
1. Loan (Pinjaman)
Loan adalah Jumlah uang atau dana yang dipinjamkan dari kreditur pada debitur dengan kesepakatan untuk mengembalikannya dalam jangka waktu tertentu. Dalam hal ini, ada loan yang disertai dengan bunga, ada juga yang tidak (tergantung jenis pinjamannya).
2. Secured Loan (Pinjaman Terjamin)
Secured loan artinya pinjaman yang dijamin oleh aset atau jaminan seperti mobil atau properti, untuk memberikan rasa aman pada kreditur.
3. Unsecured Loan (Pinjaman Tanpa Jaminan)
Sebaliknya, unsecured loan merupakan pinjaman yang tidak dijamin oleh aset tertentu.
4. Default (Ingkar)
Apabila seorang debitur gagal untuk membayar pinjaman atau utang tepat waktu, dalam dunia bank istilahnya disebut dengan default.
5. Loan Principal (Pokok Pinjaman)
Loan principal merupakan jumlah uang asli yang dipinjam oleh debitur. Istilah ini muncul karena pada umumnya, sebuah pinjaman akan menghasilkan bunga, yang nantinya ditambahkan ke jumlah yang asli.
6. Loan Agreement (Perjanjian Pinjaman)
Untuk menjaga trust maka dibuatlah loan agreement, yaitu dokumen yang berisi ketentuan dan persyaratan antara pemberi pinjaman dan peminjam.
7. Loan Officer (Petugas Pemberi Pinjaman)
Individu yang bekerja di bank atau lembaga keuangan dan bertanggung jawab untuk menilai aplikasi pinjaman.
8. Loan Application (Aplikasi Pinjaman)
Loan application adalah proses mengajukan permohonan untuk mendapatkan pinjaman.
9. Personal Loan (Pinjaman Pribadi)
Jika ada teman lama yang tiba-tiba mengirim chat WhatsApp padamu untuk meminjam sejumlah uang, aktivitas tersebut bisa disebut sebagai personal loan yang artinya pinjaman yang diberikan kepada individu tanpa jaminan untuk keperluan pribadi.
10. Business Loan (Pinjaman Usaha)
Business loan adalah pinjaman yang diberikan kepada perusahaan atau usaha untuk modal usaha atau pengembangan bisnis.
11. Student Loan (Pinjaman Pendidikan)
Selain untuk modal usaha, pemerintah dan beberapa lembaga keuangan di Indonesia juga memiliki program student loan, fungsinya yaitu menyediakan pinjaman pada siswa untuk membantu membayar biaya pendidikan mereka.
12. Loan Forgiveness (Penghapusan Pinjaman)
Loan forgiveness merupakan proses dimana sebagian atau seluruh pinjaman dibatalkan, biasanya sebagai bagian dari program pemerintah.
13. Refinance (Refinansiasi)
Proses mengambil pinjaman baru dengan syarat yang lebih menguntungkan untuk membayar pinjaman yang ada.
14. Loan Shark (Rentenir)
Loan shark atau rentenir adalah individu atau lembaga yang memberikan pinjaman dengan bunga yang sangat tinggi, seringkali ilegal. Umumnya, aktivitas ini sering terjadi di daerah sub urban untuk masyarakat menengah ke bawah.
15. Loan Modification (Modifikasi Pinjaman)
Ringkasnya, loan modification adalah perubahan persyaratan pinjaman dari kreditur untuk membantu peminjam yang mengalami kesulitan keuangan.
16. Repayment (Pembayaran Kembali)
Repayment merupakan proses mengembalikan uang yang dipinjam, termasuk pembayaran bunga dan pokok pinjaman.
17. Loan Term (Jangka Waktu Pinjaman)
Loan term adalah periode waktu yang ditentukan untuk pengembalian pinjaman.
18. Collateral (Jaminan)
Collateral adalah properti atau aset lain yang ditawarkan oleh peminjam sebagai jaminan untuk pinjaman.
19. Mortgage (Mortgage)
Mortgage artinya pinjaman yang diambil untuk membeli real estat, biasanya dengan syarat pembayaran dan tingkat bunga tertentu.
20. Interest Rate (Tingkat Bunga)
Interest rate adalah persentase biaya yang dikenakan oleh kreditur kepada debitur atas jumlah pinjaman yang diberikan. Bunga ini biasanya dihitung per tahun (annual percentage rate/ APR) dan menjadi keuntungan bagi pemberi pinjaman. Semakin tinggi interest rate, semakin besar pula total pembayaran yang harus dilakukan peminjam.
Salah satu cara untuk meningkatkan literasi finansial kita adalah dengan menguasai vocabulary bank atau kosakata tentang bank beserta definisinya. Yuk, sama-sama belajar melalui artikel ini!
—
Vocabulary bank merupakan kosakata yang cukup penting untuk kita pelajari. Why? Contoh, kamu mau belanja online? Atau mau transfer dana untuk keluarga? Yap, tentunya kedua aktivitas tersebut nggak terlepas dari transaksi menggunakan bank.
Kalau nggak hati-hati, segala sesuatu yang berhubungan dengan bank bisa saja merugikan kita, lho. Itulah mengapa, selain mengetahui kosakatanya, kita juga perlu memahami definisi atau cara kerja dari berbagai istilah tersebut. Yuk, simak artikel ini sampai akhir!
Kosakata Bank Paling Umum dalam Bahasa Inggris (Most Common Banking Words)
Sebagai permulaan, pada section ini, kita akan mengenal terlebih dahulu apa aja vocabulary bank yang kerap ditemukan dalam kehidupan sehari-hari:
1. Bank account (Akun bank)
Bank account atau akun bank adalah sebuah ruang pribadi yang dibuka bagi nasabah di bank untuk melakukan berbagai transaksi keuangan.
2. Deposit (Setoran)
Deposit artinya penempatan uang ke dalam rekening bank untuk penyimpanan aman atau untuk mendapatkan bunga.
3. Withdrawal (Penarikan)
Withdrawal artinya adalah tindakan mengambil uang dari rekening bank.
4. Savings (Tabungan)
Savings adalah uang yang disimpan untuk digunakan di masa depan, biasanya disimpan dalam rekening bank, e-wallet, atau di tabungan yang bersifat konvensional seperti celengan.
5. Checking (Cek)
Checking adalah sebuah rekening dari mana uang dapat ditarik dengan menulis cek atau menggunakan kartu debit.
6. Interest (Bunga)
Interest atau bunga adalah biaya yang dibayarkan oleh peminjam kepada pemberi pinjaman atas penggunaan uang yang dipinjam, umumnya dalam bentuk persentase dari pokok pinjaman.
7. Interest rate (Tingkat bunga)
Interest rate artinya persentase di mana bunga dihitung pada sejumlah uang, umumnya diungkapkan secara tahunan.
8. Credit (Kredit)
Kredit adalah kemampuan untuk mendapatkan barang atau jasa sebelum pembayaran, dengan sistem pembayaran akan dilakukan di masa yang akan datang.
9. Debit (Debit)
Debit adalah transaksi yang mengurangi dana dari rekening bank.
10. ATM (Automated Teller Machine)
ATM adalah outlet perbankan elektronik yang memungkinkan pengguna bank untuk melakukan transaksi dasar tanpa bantuan teller.
Jika kamu seorang karyawan dan ingin tim di kantor makin berkembang, yuk rekomendasikan training English Academy Corporate ke HR atau L&D di perusahaanmu. Selain bantu meningkatkan skill tim, kamu juga berkesempatan dapat voucher ratusan ribu rupiah, lho. Klik banner di bawah untuk isi form-nya, ya!
11. Balance (Saldo)
Balance artinya jumlah uang dalam rekening bank pada suatu waktu tertentu.
12. Statement (Laporan)
Statement merupakan ringkasan semua transaksi dalam rekening bank selama periode tertentu, biasanya diterbitkan bulanan.
13. Transaction (Transaksi)
Transaction atau transaksi merupakan aktivitas yang melibatkan pertukaran uang, misalnya pembelian, penjualan, atau pemindahan dana dari satu akun ke akun lainnya.
14. Account holder (Pemegang rekening)
Account holder adalah orang atau entitas yang memiliki dan memiliki hak hukum atas rekening bank.
15. Online/Internet banking (Perbankan daring)
Layanan perbankan yang dilakukan melalui internet alias secara online, dan memungkinkan pelanggan untuk mengelola rekening atau melakukan transaksi dari jarak jauh melalui sebuah website.
16. Bank transfer (Transfer bank)
Perpindahan dana dari satu rekening bank ke rekening bank lainnya.
17. ATM fee (Biaya ATM)
Biaya yang dibebankan untuk menggunakan ATM yang tidak dimiliki oleh bank pemegang rekening.
18. Bank branch (Cabang bank)
Lokasi fisik bank di mana pelanggan dapat melakukan banyak aktivitas perbankan seperti penarikan dan penyetoran uang tunai, pembukaan rekening baru, dan lain sebagainya.
19. Mobile banking (Perbankan seluler)
Hampir sejenis dengan online banking, mobile banking merupakan service perbankan pada aplikasi yang dapat diakses via perangkat seluler seperti ponsel pintar atau tablet.
20. Direct Deposit (Setoran Langsung)
Penyetoran dana secara elektronik ke rekening bank, bukan melalui cek fisik. Direct deposit biasanya dilakukan untuk pembayaran gaji, pengembalian pajak, pembayaran tunjangan, atau pelunasan investasi.
Ketika hendak melakukan kredit, usahakan untuk memahami terlebih dahulu beragam istilah yang berkaitan dengan aktivitas bank yang satu ini. Cek daftarnya, yuk!
1. Creditor (Kreditur)
Arti dari creditor yaitu pihak yang memberikan pinjaman atau kredit kepada orang lain. Namun, saat ini kreditur tak hanya datang dari bank, loh. Artinya, pihak tersebut bisa jadi merupakan lembaga non-bank atau bahkan individu yang memberikan pinjaman dalam jumlah dan tenggat pembayaran yang telah ditentukan.
2. Debtor (Debitur)
Jangan terbalik, ya. Jika kamu melakukan kredit, maka kamu disebut debtor atau debitur, artinya seseorang yang memiliki hutang atau kewajiban untuk membayar kepada kreditur.
3. Credit History (Riwayat Kredit)
Catatan tentang penggunaan kredit dan pembayaran utang seseorang.
4. Credit Score (Skor Kredit)
Tak hanya pertandingan sepak bola, kredit pun ada skornya, loh. Credit score adalah nilai numerik yang mengukur kelayakan kredit seseorang.
5. Installment (Cicilan/Angsuran)
Dalam bahasa Inggris, cicilan disebut installment, yaitu pembayaran berkala yang harus dibayarkan oleh peminjam kepada pemberi pinjaman, baik itu secara harian, mingguan, bulanan, tahunan, atau dalam periode tertentu yang sudah disepakati kedua belah pihak.
6. Credit Limit (Batas Kredit)
Dalam dunia kredit, terdapat jumlah maksimum kredit yang dapat diberikan kepada seorang peminjam, istilahnya disebut dengan credit limit. Tujuannya yaitu mengontrol risiko dan mencegah peminjam untuk mengambil kredit yang melebihi kemampuan mereka untuk membayar.
7. Credit Card (Kartu Kredit)
Credit card adalah kartu yang memungkinkan pemegangnya meminjam uang dari bank atau lembaga keuangan. Bentuknya sama dengan kartu debit.
8. Credit Report (Laporan Kredit)
Credit report adalah dokumen yang berisi informasi tentang riwayat kredit seseorang, termasuk riwayat pembayaran, utang yang ada, dan skor kredit.
9. Credit Bureau (Biro Kredit)
Credit bureau adalah badan yang mengumpulkan informasi tentang riwayat kredit individu dan menyediakan laporan kredit kepada pemberi pinjaman.
10. Creditworthiness (Kelayakan Kredit)
Creditworthiness adalah tingkat kepercayaan pemberi pinjaman terhadap kemampuan dan niat seorang peminjam untuk membayar kembali pinjaman. Penilaian ini biasanya didasarkan pada riwayat kredit, pendapatan, aset, serta faktor keuangan lainnya.
Kamu dapat mengakselerasi kemampuan speaking, writing, reading, dan listening di Kelas Professional English Academy. Terdapat pilihan kelas untuk group, team, semi-private, private, sampaicustom, lho! Yuk, temukan kelas yang cocok untukmu!
Vocabulary Bank tentang Loans (Pinjaman)
Dalam dunia banking, kamu juga akan bertemu dengan beragam istilah mengenai loan atau pinjaman. Pelajari kosakatanya di bawah ini!
1. Loan (Pinjaman)
Loan adalah Jumlah uang atau dana yang dipinjamkan dari kreditur pada debitur dengan kesepakatan untuk mengembalikannya dalam jangka waktu tertentu. Dalam hal ini, ada loan yang disertai dengan bunga, ada juga yang tidak (tergantung jenis pinjamannya).
2. Secured Loan (Pinjaman Terjamin)
Secured loan artinya pinjaman yang dijamin oleh aset atau jaminan seperti mobil atau properti, untuk memberikan rasa aman pada kreditur.
3. Unsecured Loan (Pinjaman Tanpa Jaminan)
Sebaliknya, unsecured loan merupakan pinjaman yang tidak dijamin oleh aset tertentu.
4. Default (Ingkar)
Apabila seorang debitur gagal untuk membayar pinjaman atau utang tepat waktu, dalam dunia bank istilahnya disebut dengan default.
5. Loan Principal (Pokok Pinjaman)
Loan principal merupakan jumlah uang asli yang dipinjam oleh debitur. Istilah ini muncul karena pada umumnya, sebuah pinjaman akan menghasilkan bunga, yang nantinya ditambahkan ke jumlah yang asli.
6. Loan Agreement (Perjanjian Pinjaman)
Untuk menjaga trust maka dibuatlah loan agreement, yaitu dokumen yang berisi ketentuan dan persyaratan antara pemberi pinjaman dan peminjam.
7. Loan Officer (Petugas Pemberi Pinjaman)
Individu yang bekerja di bank atau lembaga keuangan dan bertanggung jawab untuk menilai aplikasi pinjaman.
8. Loan Application (Aplikasi Pinjaman)
Loan application adalah proses mengajukan permohonan untuk mendapatkan pinjaman.
9. Personal Loan (Pinjaman Pribadi)
Jika ada teman lama yang tiba-tiba mengirim chat WhatsApp padamu untuk meminjam sejumlah uang, aktivitas tersebut bisa disebut sebagai personal loan yang artinya pinjaman yang diberikan kepada individu tanpa jaminan untuk keperluan pribadi.
10. Business Loan (Pinjaman Usaha)
Business loan adalah pinjaman yang diberikan kepada perusahaan atau usaha untuk modal usaha atau pengembangan bisnis.
11. Student Loan (Pinjaman Pendidikan)
Selain untuk modal usaha, pemerintah dan beberapa lembaga keuangan di Indonesia juga memiliki program student loan, fungsinya yaitu menyediakan pinjaman pada siswa untuk membantu membayar biaya pendidikan mereka.
12. Loan Forgiveness (Penghapusan Pinjaman)
Loan forgiveness merupakan proses dimana sebagian atau seluruh pinjaman dibatalkan, biasanya sebagai bagian dari program pemerintah.
13. Refinance (Refinansiasi)
Proses mengambil pinjaman baru dengan syarat yang lebih menguntungkan untuk membayar pinjaman yang ada.
14. Loan Shark (Rentenir)
Loan shark atau rentenir adalah individu atau lembaga yang memberikan pinjaman dengan bunga yang sangat tinggi, seringkali ilegal. Umumnya, aktivitas ini sering terjadi di daerah sub urban untuk masyarakat menengah ke bawah.
15. Loan Modification (Modifikasi Pinjaman)
Ringkasnya, loan modification adalah perubahan persyaratan pinjaman dari kreditur untuk membantu peminjam yang mengalami kesulitan keuangan.
16. Repayment (Pembayaran Kembali)
Repayment merupakan proses mengembalikan uang yang dipinjam, termasuk pembayaran bunga dan pokok pinjaman.
17. Loan Term (Jangka Waktu Pinjaman)
Loan term adalah periode waktu yang ditentukan untuk pengembalian pinjaman.
18. Collateral (Jaminan)
Collateral adalah properti atau aset lain yang ditawarkan oleh peminjam sebagai jaminan untuk pinjaman.
19. Mortgage (Mortgage)
Mortgage artinya pinjaman yang diambil untuk membeli real estat, biasanya dengan syarat pembayaran dan tingkat bunga tertentu.
20. Interest Rate (Tingkat Bunga)
Interest rate adalah persentase biaya yang dikenakan oleh kreditur kepada debitur atas jumlah pinjaman yang diberikan. Bunga ini biasanya dihitung per tahun (annual percentage rate/ APR) dan menjadi keuntungan bagi pemberi pinjaman. Semakin tinggi interest rate, semakin besar pula total pembayaran yang harus dilakukan peminjam.
Sedang mempersiapkan kemampuan bahasa Inggrismu untuk mengejar pendidikan ataupun pengembangan karir? Tentunya kamu harus belajar bahasa Inggris yang lebih advanced, ya! Kamu bisa coba program English Academy Explorer, program khusus usia di atas 18 tahun yang tujuan utamanya mempersiapkanmu ke jenjang pendidikan ataupun karir yang lebih baik. Klik banner ini untuk info lengkapnya, ya!
Kosakata tentang Fee and Charges (Biaya dan Beban)
Jika kamu siap untuk menjadi bagian dari dunia bank, artinya kamu juga perlu bersiap dengan segala biaya dan beban administrasi yang perlu dibayarkan pada bank. Apa saja, sih, fee and charges yang ada di bank?
1. Overdraft fee (Biaya overdraft)
Jika kamu melakukan pembelian atau penarikan dana yang membuat saldo rekeningmu negatif, maka nantinya akan muncul overdraft fee. Jadi, jaga agar saldo rekening kamu tetap sesuai batas yang dianjurkan oleh bank terkait ya.
2. Annual fee (Biaya tahunan)
Annual fee adalah biaya yang harus dibayarkan setiap tahun untuk pemeliharaan atau pelayanan suatu produk atau layanan.
3. Transaction fee (Biaya transaksi)
Transaction fee adalah biaya transaksi dari bank atau lembaga keuangan atas setiap transaksi yang dilakukan oleh nasabah, seperti transfer dana atau pembayaran tagihan.
4. Service charge (Biaya layanan)
Service charge merupakan biaya yang dikenakan sebagai imbalan atas pelayanan atau layanan yang diberikan oleh sebuah perusahaan atau institusi.
5. Withdrawal fee (Biaya penarikan)
Saat melakukan penarikan, tak jarang kamu akan dibebani biaya, yang dikenal sebagai withdrawal fee. Contoh sederhananya, jika kamu menarik uang tunai di mesin ATM yang berbeda dengan bank-mu, maka biasanya ada charge yang harus dibayar.
Account maintenance fee adalah biaya yang harus dibayarkan untuk menjaga agar rekening atau akun tetap aktif dan terpelihara. Biasanya ini dibayarkan pada awal bulan, besaran dan periode tepatnya tergantung apa jenis bank dan tipe yang kita pakai.
7. Late payment fee (Biaya keterlambatan pembayaran)
Late payment fee adalah biaya yang dikenakan jika pembayaran tagihan atau pinjaman dilakukan melebihi tanggal jatuh tempo. Salah satu contohnya diterapkan pada sistem pembayaran WiFi atau listrik.
8. Penalty fee (Biaya denda)
Penalty fee adalah Biaya tambahan yang harus dibayarkan sebagai sanksi atas pelanggaran ketentuan atau peraturan tertentu.
9. Commission fee (Biaya komisi)
Commission erat kaitannya dengan biaya yang dibayarkan kepada pialang atau agen atas layanan atau transaksi tertentu yang mereka lakukan.
10. Registration fee (Biaya pendaftaran)
Biaya yang dibayarkan saat mendaftar atau mendaftarkan suatu produk atau layanan, yang tentunya berlaku juga ketika kamu hendak memutuskan untuk jadi nasabah baru di sebuah bank.
Contoh Kalimat Bahasa Inggris Menggunakan Vocabulary Banking
Di bawah ini terdapat 10 contoh kalimat bahasa Inggris mengenai kosakata banking. Lengkap dengan artinya, nih.
1. She received a bonus interest for maintaining a high balance in her savings account. (Dia menerima tambahan bunga karena mempertahankan saldo tinggi di rekening tabungannya.)
2. Have you checked the current exchange rate before making an international transfer? (Apakah kamu sudah memeriksa kurs mata uang saat ini sebelum melakukan transfer internasional?)
3. He was disappointed to find out about the high service charges for using the ATM abroad. (Dia kecewa mengetahui tentang biaya layanan yang tinggi untuk menggunakan ATM di luar negeri.)
4. The bank offers a special promotion with zero annual fees for new credit card applicants. (Bank tersebut menawarkan promosi khusus dengan biaya tahunan nol untuk pemohon kartu kredit baru.)
5. Do you know if there were any overdraft fees in the last month? (Apakah kamu tahu bahwa ada biaya overdraft di bulan lalu?)
6. She was frustrated to discover that her account had been charged an overdraft fee due to insufficient funds. (Dia frustrasi menemukan bahwa rekeningnya dikenakan biaya defisit karena dana yang tidak mencukupi.)
7. They were delighted to receive a cashback reward for using their credit card for grocery shopping. (Mereka senang mendapatkan hadiah cashback karena menggunakan kartu kredit mereka untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari.)
8. Have you considered the penalty for early withdrawal before investing in this fixed deposit account? (Apakah kamu sudah mempertimbangkan denda untuk penarikan dana lebih awal sebelum berinvestasi di rekening deposito berjangka ini?)
9. My sister’s credit score is very bad. (Skor kredit kakak saya sangatlah buruk.)
10. The bank offers personalized financial advice to help customers achieve their long-term savings goals. (Bank tersebut menawarkan saran keuangan yang dipersonalisasi untuk membantu pelanggan mencapai tujuan tabungan jangka panjang mereka.)
Nah, list vocabulary banking yang ada di artikel ini bisa kamu hafal atau screenshot. Jadi, apabila nanti ada aktivitas yang berkaitan dengan bank, kamu bisa dengan mudah untuk cek melalui galeri di smartphone kesayangan.
Untuk dapat mahir menggunakan bahasa Inggris, kita tidak hanya harus memahami grammar-nya saja. Tapi kita juga harus kaya akan vocabulary, karena bahasa Inggris tidak hanya dipakai untuk menjawab soal tentang grammar saja, tapi dipakai dalam keadaan apapun.
Misalnya ketika melakukan percakapan dalam bahasa Inggris, atau menulis teks seperti teks prosedur, teks eksplanasi, atau misalnya kita lagi ada di luar negeri, mau memesan makanan. Jika kita tidak memiliki banyak kosakata, kita akan merasa kesulitan dalam melakukan berbagai aktivitas dalam bahasa Inggris.
Vocabulary yang harus kita gunakan dalam berbagai aktivitas tentunya beragam, tergantung dari tema yang akan dibicarakan atau yang akan ditulis.
Selain menguasai nama-nama hewan, nama-nama benda, kita juga perlu mempelajari tentang nama-nama makanan dalam bahasa Inggris. Yuk simak kosakata makanan di bawah ini!
Daging Merah dan Unggas
Dalam makanan tipe daging ada banyak lho macam-macam jenisnya. Mulai dari daging merah hingga ke daging unggas. Selain itu, terdapat juga jenis-jenis potongan atau bagian dari daging yang bisa dijadikan masakan.
Apa aja ya nama dagingnya?
1. Bacon: Daging babi bagian belakang yang sudah diawetkan dan diiris 2. Beef spare ribs: Iga sapi 3. Beef topside: Daging sapi bagian atas 4. Chicken: Ayam 5. Chicken breasts: Dada ayam 6. Drumsticks: Paha bawah ayam 7. Chicken wings: Sayap ayam 8. Diced goat meat: Daging kambing potong dadu 9. Duck: Bebek 10. Fillet steak: Steik fillet 11. Ham in the bone: Paha babi di tulang 12. Leg of lamb: Kaki domba 13. Liver: Hati 14. Minced pork: Daging babi cincang 15. Mutton: Daging domba 16. Oxtongue: Lidah lembu 17. Oxheart: Jantung lembu 18. Pork leg: Kaki babi 19. Rabbit: Kelinci 20. Sausages: Sosis 21. Sliced ham: Daging babi iris 22. T-bone steak: Steik tulang T 23. Tripe: Babat 24. Turkey: Kalkun
Nama-Nama Buah dalam Bahasa Inggris
Ada fakta menarik nih tentang buah yang asam, manis dan segar ini.
Jadi nama Kiwi diambil dari nama burung nasional asal Selandia Baru. Kalau dilihat-lihat, bentuknya juga mirip nggak, sih? Oval, warnanya hijau dan ada bulu-bulu halusnya.
Yuk cek nama-nama buah dalam bahasa Inggris di bawah ini:
Pecinta seafood dan yang hobinya mancing, sini yuk kumpul dulu.
Pernah ngeh nggak, kalau misalnya di bahasa Inggris ada nama-nama udang yang berbeda-beda? Pas pesan makan kita mau udang yang sejenis A, karena menganggap semua udah sama, malah datang yang jenis B, berbeda dari yang kita mau.
Daripada salah lagi nanti, coba yuk simak sama-sama daftar nama-nama makanan laut dalam bahasa Inggris berikut ini:
31. Carp: Karper (sejenis ikan Gurame) 32. Caviar/sturgeon roe: Telur ikan sturgeon 33. Cod: ikan Kod 34. Crab: Kepiting 35. Crayfish: Udang karang 36. Eel: Belut 37. Fillets of snapper: Fillet ikan Kakap 38. Lobster: Lobster 39. Mussels: Kepah 40. Octopus: Gurita 41. Oysters: Tiram 42. Periwinkles/winkles: Siput laut kecil 43. Prawn: Udang (3 pasang kaki mirip capitan) 44. Salmon roe: Telur ikan Salmon 45. Salmon fillet: Fillet ikan Salmon 46. Sardines in a can: Ikan Sarden kalengan 47. Scallop: Kerang 48. Shrimp: Udang (1 pasang kaki mirip capitan) 49. Smoked fish: Ikan asap 50. Snapper: Kakap 51. Squid: Cumi-cumi 52. Trout: Ikan Trout (ikan air tawar) 53. Tuna: Ikan Tuna
Kacang-kacangan dan Biji-bijian dalam Bahasa Inggris
Sedikit fakta unik tentang kacang-kacangan. Secara teknis, kacang adalah buah yang kering, yang terdapat kulit keras untuk melindungi bagian inti kacang (kernel)atau biji.
Apa aja ya nama-nama kacang dan biji-bijian dalam bahasa Inggris?54. Almond: Badam 55. Blacked eyed peas: Kacang polong hitam 56. Bread: Roti 57. Breakfast cereal: Sereal sarapan 58. Cashew nuts: kacang mete 59. Chestnuts: Kacang kastanye 60. Chickpeas: Buncis 61. Cocoa beans: Biji Kako 62. Coffee beans: Biji kopi 63. Corn/maize: Jagung 64. Flour: Tepung 65. Groundnut: Kacang tanah 66. Haricot beans/baked beans: Kacang haricot/kacang panggang 67. Lentils: Miju-miju 68. Lima beans: Kacang lima 79. Oatmeal: Tepung gandum 70. Peanuts: Kacang 71. Peas: Kacang polong 72. Pinto beans: Kacang pinto 73. Pistachios: Kacang pistachio 74. Rice: Beras/nasi 75. Walnuts: Semacam kenari 76. Wheat: Gandum
Nama-Nama Makanan Ringan dalam Bahasa Inggris
Kalau kamu suka makanan ringan sejuta umat ini, kita satu circle. Mau dipake di brownies, mau langsung dilahap, mau dalam bentuk es krim, cokelat nggak ada tandingannya deh!
Tapi tahu nggak, kalau cokelat putih itu sebenarnya bukan bagian dari cokelat? Kok bisa ya?
Karena cokelat putih nggak mengandung bahan kakao, yaitu bahan dasar dari cokelat sendiri. Kira-kira, selain cokelat apa sih makanan ringan favorit kamu?
Salah satu minuman yang paling sering kita temui adalah susu. Ternyata, ada banyak produk turunan dari susu, lho. Mulai dari keju, krim sampai es krim.
Nah, di bawah ini adalah nama-nama produk susu dalam bahasa Inggris:
Bawang daun itu bahasa Inggrisnya leaf onion bukan, sih? Terus bawang merah itu red onion, kan? Betulkah demikian?
Nah bawang-bawang itu sebenarnya dalam bahasa Inggris memiliki nama masing-masing. Kalau ada red onion artinya itu bawang bombay berwarna merah. Daripada bingung, berikut ini adalah nama-nama bawang dalam bahasa Inggris:
109. Garlic: Bawang putih 110. Onions: Bawang bombay 111. Chives: Lokio 112. Scallions Bawang daun 113. Shallots: Bawang merah 114. Leeks: Bawang perai
Rempah-Rempah dalam Bahasa Inggris
Temen bule ada yang nanya resep menu ayam bumbu kuning? Rendang? Bingung ngasih tau nama rempah-rempahnya? Apa aja ya? Nggak perlu bingung. Berikut nama rempah-rempah dalam bahasa Inggris di bawah ini:
Dengan daftar nama-nama makanan dalam bahasa Inggris ini kamu sudah bisa memperkaya kosakata kamu, lho. Jadinya kalau kamu berbicara dalam bahasa Inggris, atau membuat teks, atau ngasih resep makanan ke orang lain, kamu nggak perlu bingung lagi.
As we know, investment adalah istilah yang identik dengan kegiatan menanam modal untuk mendapat keuntungan di masa depan. Nah, salah satu jenis investasi yang populer adalah saham. Namun, sebelum mencobanya, kamu perlu mempelajari dulu istilah-istilah saham dalam bahasa Inggris.
Why? Melalui langkah ini, hopefully ke depannya kamu dapat meminimalisir berbagai jenis kerugian dan menghindari aktivitas investasi abal-abal.
Oh ya, di dunia investasi, istilah yang digunakan memang dominan berbahasa Inggris. Jadi, selain bisa jadi bekal untuk terjun di dunia saham, artikel ini juga akan menambah English vocabulary kamu.
English Academy akan mengawali artikel ini dengan definisi saham terlebih dahulu. Simak sampai tuntas ya!
Pengertian Saham (Stock)
Stock adalah istilah saham dalam bahasa Inggris, tetapi beberapa orang menyebutnya juga dengan share. Apa bedanya? Stock merupakan versi American English, sementarara share adalah versi British English.
Lanjut, saham adalah tanda penyertaan kepemilikan atau modal seseorang / perusahaan yang terdapat dalam suatu perusahaan atau Perseroan Terbatas (PT).
Dalam hal ini, pemegang saham memiliki hak atas bagian dari laba perusahaan serta memiliki hak suara dalam keputusan-keputusan penting dalam perusahaan tersebut.
Saham sering diperdagangkan di pasar saham, di mana harganya dapat naik atau turun berdasarkan permintaan dan penawaran dari para investor.
Ketika harga saham naik, kamu akan mendapat keuntungan berupa dividen dan capital gain. Namun, investasi saham pun cukup berisiko. Pasalnya, nilai saham bersifat fluktuatif. Hal ini bergantung pada kinerja perusahaan dan kondisi pasar secara keseluruhan.
Maka dari itu, sebelum memutuskan investment, kamu wajib research terlebih dahulu mengenai perusahaannya dan bagaimana track record kinerja mereka. Jangan sampai loss, ya!
Istilah-istilah Saham dalam Bahasa Inggris, Lengkap dengan Penjelasannya!
Untuk mempermudah belajar terkait saham, kamu bisa menyimak pengertian dari berbagai istilah saham di bawah ini!
1. Stock (Saham)
Seperti penjelasan di atas, saham adalah instrumen keuangan yang mewakili kepemilikan sebagian dari suatu perusahaan. Sebagai contoh, jika kamu membeli saham dari perusahaan ABC, artinya kamu menjadi bagian dari kepemilikan perusahaan tersebut.
2. Market Capitalization (Kapitalisasi Pasar)
Market capitalizationmerupakan nilai total semua saham suatu perusahaan yang beredar di pasar. Hal ini dihitung dengan mengalikan harga saham dengan jumlah saham yang beredar.
Misalnya, jika perusahaan ABC memiliki 1 juta saham yang beredar dan harga sahamnya Rp 1.000 per saham, maka kapitalisasi pasar perusahaan tersebut adalah Rp 1 miliar.
3. Dividends (Dividen)
Dividen merupakan hal yang selalu ditunggu-tunggu oleh para investor. Dividen adalah bagian dari laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Biasanya dibagikan secara periodik, seperti per kuartal atau per tahun.
Ringkasnya, dividen adalah salah satu keuntungan yang didapat investor sebagai pengembalian atas investasinya.
4. Initial Public Offering (IPO)
Siapa yang masih ingat ketika Gojek dan Tokopedia meluncurkan IPO mereka? Sudah tahu apa itu IPO? Jadi, IPO atauinitial public offering terjadi ketika sebuah perusahaan pertama kali menawarkan sahamnya kepada publik untuk dibeli.
Ini adalah cara bagi perusahaan untuk mendapatkan modal baru dengan menjual saham kepada investor.
5. Earnings per Share (EPS)
Earning per share yaitu istilah yang digunakan untuk mengukur profitabilitas suatu perusahaan per saham yang dihitung dengan membagi total laba bersih perusahaan dengan jumlah saham yang beredar. Semakin tinggi EPS, semakin menguntungkan perusahaan bagi pemegang saham.
6. Bear Market (Pasar Beruang)
Pasar beruang atau bear market merujuk pada kondisi pasar di mana harga saham secara umum cenderung menurun. Kondisi ini sering terjadi saat ekonomi melambat dan investor cenderung menjual saham mereka untuk menghindari kerugian lebih lanjut.
7. Bull Market (Pasar Banteng)
Kebalikan dari bear market, istilah bull marketatau pasar banteng adalah kondisi pasar di mana harga saham secara umum cenderung naik. Tentunya hal ini biasanya terjadi ketika ekonomi tumbuh dan investor optimis tentang prospek pasar.
8. Blue Chip Stocks (Saham Blue Chip)
Saham blue chip merujuk pada saham-saham dari perusahaan besar, mapan, dan stabil. Biasanya perusahaan-perusahaan ini memiliki catatan keuangan yang kuat dan dianggap sebagai investasi yang relatif aman.
Contoh di Indonesia yang termasuk blue chip stocks ada dari Bank Mandiri atau Telkom Indonesia.
9. Volatility (Volatilitas)
Volatilitas mengacu pada tingkat fluktuasi harga saham dari waktu ke waktu. Volatilitas tinggi berarti harga saham berubah secara drastis dalam jangka waktu singkat, sementara volatilitas rendah menunjukkan perubahan harga yang lebih stabil.
10. Dividend Yield (Imbal Hasil Dividen)
Dividend yield diartikan sebagaipersentase dari dividen tahunan yang dibayarkan oleh sebuah perusahaan dibandingkan dengan harga saham saat ini. Melalui imbal hasil dividen,investor dapat mengetahui berapa banyak dividen yang mereka terima relatif terhadap harga saham.
Contoh perhitungan dividend yield adalah jika sebuah saham membayar dividen tahunan sebesar Rp 500 per saham, dan harga saham saat ini adalah Rp 10.000 per saham, maka dividend yield-nya adalah (500 / 10.000) x 100% = 5%.
11. Stock Split (Pemecahan Saham)
Jika sebuah perusahaan membagi saham yang ada menjadi lebih banyak saham dengan harga yang lebih rendah, maka ini disebut dengan stock split. Pemecahan saham tidak mempengaruhi nilai total perusahaan, tetapi membuat saham lebih terjangkau bagi investor.
Contohnya, saat ini, perusahaan Telkom Indonesia melakukan stock split dengan rasio 1:2, di mana setiap saham lama diganti dengan dua saham baru dengan harga setengahnya.
12. Market Order (Perintah Pasar)
Perintah pasar atau market order adalah instruksi yang diberikan oleh seorang investor kepada broker untuk membeli atau menjual saham pada harga terbaik yang tersedia saat itu di pasar. Tujuannya adalah memastikan bahwa transaksi dapat dilakukan segera dengan harga pasar yang berlaku.
13. Limit Order (Perintah Batasan)
Beda dengan market order, limit order berfungsi sebagai instruksi dari investor pada broker untuk menunggu hingga harga saham mencapai harga spesifik atau lebih baik sebelum dublin atau dijual. Melalui limit order, para pemegang saham mampu mengontrol harga yang mereka bayarkan atau terima untuk sahamnya.
14. Broker (Makelar)
Broker merupakan perantara yang memfasilitasi perdagangan saham antara investor dan pasar saham. Mereka menerima perintah dari investor dan mengeksekusi perdagangan atas nama broker itu sendiri. Di Indonesia, ada beberapa broker saham terkemuka seperti Mandiri Sekuritas, dan Indo Premier Securities.
15. Stock Exchange Traded Funds (ETFs)
ETF adalah dana investasi yang diperdagangkan di bursa saham seperti saham biasa. ETF biasanya melacak indeks pasar saham tertentu atau kumpulan aset lainnya. Investor dapat membeli atau menjual ETF seperti saham biasa. Contoh di Indonesia adalah ETF yang melacak IHSG (Indonesia Composite Index).
16. Circuit Breaker (Penghenti Darurat)
Circuit breaker, yaitu istilah yang biasa hadir ketika ada mekanisme untuk menghentikan perdagangan saham sementara saat terjadi fluktuasi harga yang terlalu besar dalam waktu singkat.
Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penurunan harga yang ekstrem dan memberikan waktu bagi investor untuk mengevaluasi situasi. Di Indonesia, BEI memiliki aturan tentang penghentian darurat untuk menjaga stabilitas pasar saham.
17. Proxy Voting (Pemungutan Suara Pengganti)
Proxy voting adalah proses di mana pemegang saham memberikan hak suara mereka kepada pihak lain untuk memilih dalam rapat pemegang saham atau RUPS (rapat umum pemegang saham).
Proxy voting kerap digunakan ketika seorang investor tidak dapat menghadiri rapat pemegang saham secara langsung.
18. Short Selling (Penjualan Pendek)
Salah satu strategi yang digunakan investor di dunia saham adalah short selling, yaitu kondisi di mana investor meminjam saham dan menjualnya dengan harapan dapat membelinya kembali dengan harga yang lebih rendah di masa depan.
Perlu diketahui bahwa, di Indonesia, short selling diatur oleh BEI (bursa efek Indonesia) dan harus dilakukan melalui broker yang berwenang.
19. Preferred Stock (Saham Preferen)
Saham preferen adalah jenis saham yang memberikan hak istimewa kepada pemegangnya dibandingkan dengan saham biasa. Misalnya, pemegang saham preferen biasanya memiliki prioritas dalam pembayaran dividen dan likuidasi.
20. Common Stock (Saham Biasa)
Di Indonesia, common stockatau saham biasa menjadi jenis saham yang paling umum dibeli oleh investor. Jenis saham ini dapat memberikan hak kepemilikan dan partisipasi dalam keuntungan perusahaan kepada pemegangnya.
Meskipun pemegang saham biasa tidak memiliki prioritas dalam pembayaran dividen atau likuidasi seperti saham preferen, mereka tetap memiliki hak untuk memberikan suara dalam rapat pemegang saham, kok.
21. Market Maker (Pembuat Pasar)
Market makermerupakan pihak yang menyediakan likuiditas di pasar saham dengan selalu siap membeli atau menjual saham. Mereka membantu memastikan bahwa ada cukup pembeli dan penjual di pasar untuk memfasilitasi perdagangan. Di Indonesia, market maker dapat berperan dalam menjaga likuiditas saham-saham tertentu di BEI.
22. Day Trading (Perdagangan Harian)
Ketika kamu membeli dan menjual saham dalam satu hari untuk memperoleh keuntungan dari fluktuasi harga saham yang cepat, maka hal tersebut dikenal dengan istilah day trading.
Namun, day trading memerlukan pemahaman yang kuat tentang pasar dan analisis teknis. Di negara kita tercinta ini, perdagangan harian dapat dilakukan oleh investor individu atau institusional. Oh ya, aktivitas yang satu ini tampaknya tidak dianjurkan untuk pemula, ya!
23. Diversification (Diversifikasi)
Diversifikasi adalah strategiinvestmentyang melibatkan penyebaran dana ke berbagai aset atau sektor untuk mengurangi risiko. Dengan memiliki portofolio yang terdiversifikasi, investor dapat mengurangi paparan mereka terhadap risiko tertentu dan meningkatkan peluang mendapatkan pengembalian yang seimbang.
Fyi, investor di Indonesia sering disarankan untuk melakukan diversifikasi portofolio mereka dengan berinvestasi dalam saham-saham dari berbagai sektor ekonomi.
24. Dividend Reinvestment Plan (DRIP)
DRIP atau dividend reinvestment plan merujuk pada program yang memungkinkan pemegang saham untuk secara otomatis menggunakan dividen yang diterima dengan membeli lebih banyak saham dari perusahaan yang sama.
Melalui DIRP, investor dapat memperluas kepemilikan saham secara bertahap tanpa harus menambahkan dana tambahan. Namun, strategi ini masih belum banyak dilakukan di Indonesia, guys.
25. Capital Gain (Keuntungan Modal)
Capital gainsadalah keuntungan yang diperoleh dari selisih antara harga jual dengan harga beli suatu aset investasi, seperti saham atau properti. Misalnya, jika seseorang membeli saham seharga Rp 1.000 dan kemudian menjualnya seharga Rp 1.500, maka ia akan mendapatkan capital gain sebesar Rp 500.
26. Capital Loss (Kerugian Modal)
Sebaliknya, capital lossesadalah kerugian yang dialami ketika harga jual suatu aset lebih rendah daripada harga belinya. Contoh, kamu membeli saham seharga Rp 1.000 dan kemudian menjualnya seharga Rp 800, artinya kamu mengalami capital loss sebesar Rp 200.
27. Assets (Aset)
Assetsadalah segala sesuatu yang dimiliki oleh perusahaan atau individu yang memiliki nilai ekonomi. Ini bisa termasuk saham, obligasi, properti, dan uang tunai. Aset merupakan sumber daya yang dapat digunakan untuk menghasilkan pendapatan atau memberikan manfaat di masa depan.
28. Principal (Pokok)
Principal adalah jumlah uang yang diinvestasikan atau dipinjamkan, yang kemudian diharapkan akan menghasilkan pendapatan atau keuntungan di masa depan. Misalnya, dalam investasi obligasi, principal adalah jumlah uang yang dipinjamkan kepada penerbit obligasi dan akan dikembalikan kepada pemegang obligasi pada jatuh tempo.
29. Bonds (Obligasi)
Sebelumnya kita sudah banyak membahas obligasi. Jadi, obligasi ataubondsadalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan untuk mendapatkan dana pinjaman dari investor.
Nantinya, pemegang obligasi akan mendapat pembayaran bunga secara berkala dan pengembalian pokok pada jatuh tempo. Obligasi dianggap sebagai instrumen investasi yang lebih aman dibandingkan dengan saham karena memiliki tingkat risiko yang lebih rendah.
30. Rate of Return (Imbal Hasil)
Rate of returnmerupakan persentase pengembalian atau keuntungan yang diperoleh dari sebuah investasi selama periode tertentu. Imbal hasil yang satu ini memberi ukuran kinerja investasi dan dapat dihitung sebagai rasio antara keuntungan bersih dengan jumlah modal awal yang diinvestasikan. Semakin tinggi tingkat pengembalian, semakin menguntungkan investasi tersebut.
Ingat, rate of return berbeda dengan dividen yield. Berikut contoh penghitungannya:
Jika seseorang menginvestasikan Rp 10 juta dalam saham dan akhir tahun nilainya menjadi Rp 12 juta, maka rate of return-nya adalah ((12 juta – 10 juta) / 10 juta) x 100% = 20%.
31. Stock Market (Pasar Saham)
Sering dengar soal Bursa Efek Indonesia lias BEI? Yap, BEI merupakan pasar saham utama di Indonesia. Pasar saham ataustock marketadalah tempat di mana saham-saham dari berbagai perusahaan diperdagangkan.
Di sini, pada investor dapat membeli atau menjual saham mereka, dan harganya pun ditentukan oleh penawaran dan permintaan dari para investor.
32. Lot
Di dunia saham, kamu akan sering dengar pertanyaan seperti, “Saham X harga 1 Lot-nya berapa?” Hmm, jadi apa itu Lot? Lot dalam konteks pasar saham mengacu pada jumlah saham yang diperdagangkan dalam satu transaksi.
Satu lot biasanya memiliki jumlah saham yang telah ditentukan, yang dapat bervariasi tergantung pada kebijakan bursa atau broker. Misalnya, satu lot saham mungkin terdiri dari 100 saham, sehingga jika seseorang membeli satu lot saham, mereka akan membeli 100 saham perusahaan tersebut.
Lot digunakan untuk mempermudah perdagangan dan memungkinkan pengelolaan risiko yang lebih baik bagi investor.
33. Buying on Margin
Buying on marginadalah kondisi di mana seorang investor meminjam sebagian dari dana yang diperlukan untuk membeli saham dari broker mereka. Dalam hal ini, investor hanya perlu membayar sebagian kecil dari total nilai saham yang dibeli sebagai margin, sedangkan sisanya dipinjam dari broker.
Strategi ini berfungsi untuk meningkatkan daya beli investor, sekaligus meningkatkan risiko karena mereka harus membayar bunga atas pinjaman dan margin call dapat terjadi jika nilai portofolio turun di bawah batas tertentu.
34. Brokerage Account (Akun Pialang)
Brokerage accountmerujuk pada sebuah rekening yang dibuka oleh investor dengan sebuah perusahaan pialang atau broker saham. Melalui rekening tersebut, pemegang saham dapat melakukan pembelian dan penjualan saham, obligasi, atau instrumen keuangan lainnya di pasar saham.
Brokerage account juga biasanya digunakan untuk menyimpan dan melacak investasi investor serta menerima laporan transaksi dan informasi keuangan lainnya.
35. Halt
Haltadalah momen penghentian sementara perdagangan saham pada sebuah bursa atau pasar tertentu. Penghentian ini bisa terjadi karena berbagai alasan, seperti pengumuman berita penting tentang perusahaan terkait, ketidakstabilan pasar yang signifikan, atau masalah teknis yang mengganggu perdagangan.
Selama masa halt, perdagangan saham dihentikan untuk memberikan waktu bagi investor untuk mengevaluasi situasi sebelum perdagangan dilanjutkan kembali.
Kosakata Tentang Saham dalam Bahasa Inggris Lainnya
Selain 35 istilah di atas, masih banyak kosakata dan istilah saham lainnya yang perlu kamu kuasai. Contohnya seperti:
1. Ask Price (Harga Penawaran): Harga di mana seseorang dapat membeli saham dari pasar.
2. Closing Price (Harga Penutup): Harga terakhir di mana saham diperdagangkan pada hari perdagangan tertentu. Ini adalah harga penutup yang digunakan untuk menghitung kinerja saham pada hari itu.
3. Bid (Penawaran): Harga di mana pembeli bersedia membayar untuk membeli saham. Ini adalah harga terbaik yang tersedia pada saat tertentu.
4. Spread: Selisih antara harga penawaran (ask price) dan harga penawaran (bid price).
5. Volume: Jumlah saham yang diperdagangkan dalam satu periode tertentu.
6. Market Cap (Kapitalisasi Pasar): Nilai total semua saham yang beredar dari suatu perusahaan, dihitung dengan mengalikan harga saham dengan jumlah saham yang beredar.
7. Ticker Symbol (Simbol Ticker): Kode unik yang digunakan untuk mengidentifikasi saham suatu perusahaan pada pasar saham.
8. Dividend Payout Ratio (Rasio Pembayaran Dividen): Persentase dari laba bersih perusahaan yang dibayarkan sebagai dividen kepada pemegang saham.
9. Blue Sky Laws: Peraturan keuangan yang bertujuan melindungi investor dari penipuan atau praktik penjualan saham yang tidak etis.
10. Long Position (Posisi Beli Panjang): Situasi di mana seorang investor membeli saham dengan harapan harga saham tersebut akan naik sehingga dapat dijual dengan keuntungan di masa depan.
11. Short Position (Posisi Jual Pendek): Situasi di mana seorang investor menjual saham yang tidak dimilikinya dengan harapan harga saham tersebut akan turun sehingga dapat dibeli kembali dengan harga yang lebih rendah di masa depan untuk mendapatkan keuntungan.
12. Margin Call: Pemberitahuan kepada seorang investor oleh broker bahwa margin akun mereka telah turun di bawah batas minimum yang diizinkan, dan mereka harus menambahkan dana ke akun mereka atau menutup posisi untuk menghindari risiko lebih lanjut.
13. Institutional Investor (Investor Institusional): Entitas besar seperti dana pensiun, perusahaan asuransi, atau dana investasi yang melakukan investasi besar dalam saham dan aset keuangan lainnya. Biasanya memiliki pengaruh besar dalam pasar saham.
14. Market Index (Indeks Pasar): Serangkaian saham yang digunakan sebagai representasi atau pengukuran kinerja pasar saham secara keseluruhan. Contohnya adalah IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) di Indonesia.
15. Current Ratio (Rasio Lancar): Rasio keuangan yang mengukur kemampuan sebuah perusahaan untuk membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar. Formula umumnya adalah aset lancar dibagi dengan kewajiban lancar. Semakin tinggi rasio ini, semakin sehat keuangan perusahaan.
16. Allotment (Penugasan): Proses di mana saham atau obligasi baru dialokasikan atau ditawarkan kepada investor yang mengajukan permintaan selama penawaran umum perdana (IPO) atau penawaran sekunder. Jumlah saham yang dialokasikan kepada setiap investor disebut sebagai allotment.
17. Underwriter (Penjamin Emisi): Pihak atau lembaga keuangan yang bertanggung jawab untuk membeli saham atau obligasi yang tidak terjual selama penawaran umum perdana (IPO) dan menjamin bahwa semua saham atau obligasi tersebut akan terjual.
18. Portofolio: Kumpulan investasi yang dimiliki oleh seorang individu atau entitas, seperti dana pensiun atau perusahaan. Portofolio bisa terdiri dari berbagai jenis aset, termasuk saham, obligasi, dan properti.
19. Quotation (Kutipan): Informasi tentang harga terbaru dari saham yang diperdagangkan di pasar saham. Kutipan umumnya mencakup harga penawaran (bid price), harga penawaran (ask price), dan volume perdagangan.
20. Trading Volume (Volume Perdagangan): Jumlah saham yang diperdagangkan dalam suatu periode waktu tertentu di pasar saham. Ini mencerminkan aktivitas perdagangan yang terjadi di pasar, yang dapat memberikan gambaran tentang minat dan partisipasi investor dalam saham tersebut.
Setelah mengenal puluhan istilah-istilah saham dalam bahasa Inggris di artikel ini, apakah kamu sudah yakin untuk “nyebur” di dunia saham?
Sebagai reminder, akan lebih baik untuk berinvestasi saham jika kondisi financial kamu sudah dalam keadaan stabil ya!
So, pastikan kebutuhan harianmu sudah tercukupi, dana darurat aman terkendali, barulah kemudian gunakan “uang dingin”-mu untuk berinvestasi.
Oh ya, banyak orang juga mengatakan bahwa jenis investasi yang paling baik adalah investasi leher ke atas, yaitu dengan cara menghabiskan uang dan waktu untuk mengembangkan ilmu dan skill yang dimiliki seseorang.
Kamu pasti setuju bahwa kemampuan speaking atau berbicara dalam Bahasa Inggris sangat penting untuk dimiliki seseorang. Apalagi di tengah era globalisasi ini, banyak sekali kegiatan yang mengharuskan kita untuk menggunakan Bahasa Inggris ketika berinteraksi. Contohnya adalah ketika menghadapi tes TOEFL dan IELTS, mengikuti konferensi internasional, wawancara kerja, dan percakapan sehari-hari. Lalu, bagaimana kiat menguasai kemampuan speaking? Yuk, simak 5 tips mudah dan asik di bawah ini yang bisa kamu terapkan!
1. Read Aloud
Membaca dengan lantang atau read aloud diakui oleh banyak ahli voice over sebagai salah satu cara efektif dalam meningkatkan kemampuan speaking. Ketika berbicara dengan keras, kamu melatih hubungan antara pikiran dan suara sehingga menghasilkan fokus yang lebih baik.
Saat kamu melatih diri untuk membaca teks secara lantang, kamu juga bisa menemukan makna yang lebih dalam dari setiap kata. Melalui latihan yang diulang, kata-kata yang sering kamu baca menjadi tambahan kosakata baru untukmu.
Cara untuk melakukannya sangat mudah. Kamu hanya mencari artikel berita, kolom opini, atau jurnal yang bisa diakses secara gratis di internet. Kemudian, baca teks yang telah kamu pilih secara keras. Lakukan tiga sampai lima kali dalam satu hari secara konsisten. Alokasikan 5 sampai 15 menit waktu kamu di pagi hari atau malam hari khusus untuk melakukan latihan ini. Seiring berjalannya waktu, kamu bisa lebih leluasa dan percaya diri dalam berbicara menggunakan Bahasa Inggris.
2. Read and Summarize
Tips ini serupa tapi tak sama dengan tips sebelumnya. Latihan ini mengajakmu untuk membaca artikel yang sudah dipilih dengan seksama, kemudian mengambil kesimpulan dan menambahkan opini kamu tentang topik yang dibahas. Setelah mencatat poin penting yang kamu dapatkan dari artikel tersebut, kamu harus merekam kesimpulan dan opini yang sudah disiapkan dalam rentang waktu 1 sampai 3 menit.
Hasil rekaman tersebut kamu simpan dan dengarkan kembali beberapa waktu kemudian. Coba perhatikan, apa saja yang perlu diperbaiki dari rekaman tersebut? Kamu bisa meminta beberapa teman atau senior untuk mengoreksi hasil rekaman itu dari segi cara pengucapan, struktur bahasa, dan aspek lainnya.
Dengan membiasakan latihan ini, kamu bisa lebih mudah dan efektif dalam menyampaikan intisari dari teks informasi yang biasa disajikan dengan sangat padat dan mengungkapkan opini. Selain mengasah kemampuan berbicara, tentunya latihan ini bisa membantu kamu dalam meningkatkan kemampuan reading yang termasuk komponen penilaian dalam tes TOEFL maupun IELTS.
3. Watch Movies
Menonton film menjadi aktivitas penghilang penat yang digemari banyak orang. Namun, sadarkah kamu kalau menonton film juga bisa menjadi salah satu cara yang paling menyenangkan untuk belajar Bahasa Inggris? Ketika kamu belajar Bahasa Inggris dari buku teks, kata-kata yang digunakan cenderung formal dan jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Inilah sebabnya mengapa menonton film dalam Bahasa Inggris dapat membantu kamu untuk memahami dan menganalisis percakapan sehari-hari dengan budaya yang berbeda. Selain itu, percakapan tokoh film selalu diatur dalam konteks. Berbeda ketika kita mempelajari kata-kata baru dari kamus atau buku, kita cenderung mudah melupakannya karena kita tidak digunakan dalam percakapan.
Aspek lainnya dari menonton film yaitu kamu dapat mendengar dan memahami Bahasa Inggris lisan sepenuhnya. Mendengar bagaimana kata-kata tertentu diucapkan akan membantu kamu mengingat dan menghafal bunyinya. Membaca sangat membantu dalam meningkatkan bahasa Inggris kamu tetapi mendengar bagaimana berbicara bahasa Inggris juga sama pentingnya.
Kamu dapat menggabungkan keduanya dengan menonton dengan subtitle. Bacalah sambil menonton dan mendengar percakapan untuk meningkatkan kemampuan membaca, pengucapan, dan bahkan ejaan. Ketika sudah mulai terbiasa, akan lebih menantang untuk menonton tanpa menggunakan subtitle.
Perhatikan juga penggunaan idiomatik bahasa dan aksen atau pola bicara yang berbeda dalam film. Tuliskan istilah baru yang kamu dengar dan mulai gunakan dalam percakapan bahasa Inggris sehari-hari. Cara lain yang bisa dilakukan yaitu dengan mengulangi kata-kata yang disampaikan tokoh dan ikuti pola intonasi saat dia berbicara. Asik sekali, bukan?
4. Impromptu Speech
Sering kali kita harus menghadapi percakapan yang tidak terduga dengan pertanyaan yang belum terpikirkan di kepala. Namun, kita bisa lebih tenang ketika sudah melalui banyak pengalaman. Impromptu speech bisa menjadi salah satu cara latihan yang efektif untuk menguasai speaking karena kamu ditantang untuk menjawab berbagai pertanyaan terkait topik yang berbeda-beda.
Kamu bisa memulai latihan ini dengan menuliskan beberapa pertanyaan tentang berbagai topik seperti keluarga, hobi, teman-teman, sekolah, sebuah kota, negara, atau tempat yang kamu kenali. Beri waktu untuk diri kamu sekitar 20 detik untuk memikirkan hal-hal penting yang ingin disampaikan. Rekam suara kamu berbicara selama 1 menit untuk menjawab masing-masing pertanyaan yang sudah dibuat.
Selain itu, kamu juga bisa melatih dengan topik-topik sederhana seperti aktivitas yang dilakukan kemarin dan apa yang mungkin kamu lakukan di esok hari. Latihan Ini akan sangat membantu dalam penggunaan past tense dan future tense.
Kirim rekaman tersebut ke seorang teman dan tanya apakah jawabanmu bisa dipahami oleh dirinya. Dengan mendapatkan feedback dari teman, kamu bisa mengetahui hal apa yang perlu diperbaiki. Mulai dengan yang sederhana dan kamu akan merasakan manfaatnya.
5. Listen to Podcast
Siniar atau yang biasa dikenal dengan podcast semakin digemari oleh berbagai kalangan. Topik pembahasan yang beragam dan kemudahan untuk mengakses kapanpun dan dimanapun menjadi dua alasan utama untuk podcast bisa diterima oleh banyak orang. Mendengarkan podcast bisa menjadi cara praktis untuk meningkatkan kemampuan speaking kamu, lho! Bagaimana caranya?
Pertama, tentunya kamu harus mencari podcast dalam Bahasa Inggris untuk didengarkan dengan topik yang kamu minati. Ada banyak sekali podcast dari kampus top dunia yang bisa menjadi referensi kamu seperti HBR Ideacast dari Harvard University, Think Fast,Talk Smart dari Stanford University, dan With A Side of Knowledge dari Notre Dame.
Selain itu ada juga beberapa podcast show dari program-program terkenal seperti TED Talks Daily, The Daily Show with Trevor Noah, Overheard at National Geographic, dan On Purpose oleh Jay Shetty. Dengarkan sambil membaca transkrip yang tersedia untuk memperhatikan jeda, tekanan dan intonasi yang digunakan. Selain dari segi teknis speaking, tanpa disadari kamu juga meningkatkan pengetahuan tentang isu terkini.
6. Join Speaking Community
Kalau kamu mau jago speaking, jangan hanya latihan sendirian! Cari komunitas atau grup belajar Bahasa Inggris, baik online maupun offline, supaya kamu punya teman latihan bareng. Sekarang ini banyak banget kok, komunitas gratis di platform kayak Telegram, Discord, atau bahkan lewat Zoom. Ada juga event-event online yang mengadakan English Conversation Club setiap minggu.
Latihan bareng komunitas itu penting, lho. Soalnya kamu akan terbiasa mendengar berbagai aksen, gaya berbicara, dan pola kalimat dari banyak orang. Kamu juga bisa belajar keberanian untuk berbicara tanpa takut salah. Ingat, dalam proses belajar, salah itu wajar banget. Semakin sering kamu praktik dengan lawan bicara nyata, semakin natural kemampuan speaking kamu nantinya.
7. Practice Thinking in English
Mungkin terdengar aneh ya, tapi mulai sekarang kamu harus coba berpikir langsung dalam Bahasa Inggris. Maksudnya, daripada menerjemahkan dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Inggris di kepala kamu, lebih baik kamu membiasakan diri untuk langsung “berpikir” dalam Bahasa Inggris.
Contohnya, saat kamu lagi jalan ke minimarket, coba pikirkan: “I need to buy some snacks and a bottle of water.” atau pas lagi lihat hujan turun: “It’s raining heavily today. I should bring an umbrella.”
Semakin sering kamu melatih otak untuk berpikir dalam Bahasa Inggris, semakin cepat juga responmu saat berbicara. Hal ini membantu banget untuk mengurangi gap atau “pause” panjang yang biasanya terjadi kalau kita sibuk menerjemahkan kata-kata satu per satu.
Dari ketujuh tips tadi, kira-kira cara manakah yang paling menarik untuk melatih kemampuan speaking kamu? Pepatah bijak mengatakan bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Itulah mengapa, tujuh tips tadi memerlukan komitmen yang kuat untuk dilakukan. Jangan ragu untuk mengajak teman-temanmu berlatih speaking bersama.
Guys, kalau belum punya waktu atau budget buat treatment, coba gunakan metode 10 basic skincare untuk merawat dan menjaga kondisi kulit wajahmu. Terlebih, saat ini ilmu soal skincare bisa kita temukan dengan mudah, contohnya melalui beauty influencer di berbagai social media.
Namun, kamu juga harus teliti dalam pemilihan produknya. Pasalnya, skincare bersifat cocok-cocokan. Artinya, bila sebuah produk cocok di wajahmu, maka belum tentu works di wajah temanmu.
Jadi, sebaiknya jangan langsung tergiur dengan produk yang diiklankan atau di-review oleh para beauty influencer. Better untuk pelajari lebih lanjut mengenai produknya.
Maka dari itu, kamu perlu memahami berbagai istilah skincare yang sering digunakan setiap influencer tersebut. Yuk, ketahui ragam istilahnya di artikel ini!
Pengertian Skincare
Skincare adalah rangkaian perawatan kulit yang bertujuan untuk merawat kesehatan dan penampilan kulit.
Manfaat skincare cukup banyak, antara lain melindungi kebersihan dan kelembapan kulit, melindungi dari kerusakan akibat sinar matahari, serta mencegah tanda-tanda penuaan dini.
Namun, memang ada beberapa masalah kulit wajah yang tak cukup diselesaikan melalui skincare, atau perlu tindakan khusus dari dokter kulit. Contohnya seperti bopeng.
Selain itu, ‘kiblat’ dan juga preferensi soal skincare sangatlah beragam. Salah satu yang paling populer berasal dari Korea yang terkenal dengan “Korean 10 Step Basic Skincare”.
Istilah-Istilah Skincare dalam Bahasa Inggris
Sebelum membahas urutan skincare ala Korea, mari ketahui terlebih dahulu apa saja istilah yang sering muncul di dunia perawatan kulit:
Ingredients / Formula Skincare
Setiap produk skincare biasanya diracik dengan formula tertentu sesuai dengan kebutuhan kulit. Berikut macam–macam istilahnya:
1. Hyaluronic Acid: Asam Hialuronat
Bahan yang menghidrasi dan melembapkan kulit dengan menarik air ke dalam kulit.
2. Niacinamide: Niacinamide
Bentuk vitamin B3 yang membantu memperbaiki tekstur kulit dan mengurangi peradangan.
3. Retinol: Retinol
Vitamin A yang membantu mengurangi tanda-tanda penuaan dan meningkatkan regenerasi sel.
4. Salicylic Acid: Asam Salisilat
Bahan untuk mengobati jerawat dengan menembus pori-pori dan mengangkat sel kulit mati.
5. Glycolic Acid: Asam Glikolat
Bahan eksfoliasi yang membantu mengangkat sel kulit mati dan meratakan warna kulit.
6. Lactic Acid: Asam Laktat
Formula eksfoliasi yang lembut dan membantu menghidrasi kulit.
7. Peptide: Peptida
Molekul yang merangsang produksi kolagen dan elastin untuk menjaga kekencangan kulit.
8. Vitamin C: Vitamin C
Antioksidan yang mencerahkan kulit dan mengurangi hiperpigmentasi.
9. Vitamin E: Vitamin E
Antioksidan untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas.
10. Ceramide: Ceramide
Lipid dengan fungsi menjaga barrier kulit dan mengunci kelembapan.
11. Zinc Oxide: Seng oksida
Bahan aktif dalam physical sunscreen, ia bekerja dengan cara memantulkan sinar UV dari kulit.
12. Titanium Dioxide: Titanium Dioksida
Bahan aktif dalam sunscreen fisik yang melindungi kulit dari sinar UV.
13. Aloe Vera: Lidah Buaya
Bahan natural yang menenangkan dan melembapkan kulit.
14. Tea Tree Oil: Minyak Pohon Teh
Bahan antiseptik, berguna dalam mengatasi jerawat dan peradangan.
15. Alpha Hydroxy Acid (AHA): Alpha Hydroxy Acid
Bahan eksfoliasi yang membantu mengangkat sel kulit mati dan meningkatkan tekstur kulit.
16. Beta Hydroxy Acid (BHA): Beta Hydroxy Acid
Bahan yang menembus pori-pori untuk membersihkan dan mengurangi jerawat.
17. Collagen: Kolagen
Protein untuk menjaga kekencangan dan elastisitas kulit.
18. Elastin: Elastin
Protein yang membantu melindungi elastisitas dan kekuatan kulit.
19. Squalane: Squalane
Emolien untuk melembapkan dan menenangkan kulit.
20. Glycerin: Gliserin
Humektan yang menarik air ke dalam kulit untuk menjaga kelembapan.
Kemasan Skincare
Selain kandungan, ada banyak varian kemasan skincare yang bisa kamu pilih. Apa saja?
1. Jar: Wadah Krim
Wadah yang digunakan untuk produk seperti krim atau balm, mudah diambil dengan jari atau spatula.
2. Tube: Tabung
Kemasan yang dipakai untuk produk seperti gel atau lotion, biasanya dipencet untuk mengeluarkan produk.
3. Pump Bottle: Botol Pompa
Botol dengan pompa, umumnya kemasan ini dipakai serum atau cleanser.
4. Dropper Bottle: Botol Pipet
Botol dengan pipet untuk produk seperti serum atau oil, memudahkan pengambilan dosis yang tepat.
5. Stick: Stik
Bentuk kemasan yang solid seperti balm atau deodorant, mudah diaplikasikan langsung ke kulit.
6. Spray Bottle: Botol Semprot
Botol dengan mekanisme semprot untuk produk seperti toner atau sunscreen. Botol ini tidak memerlukan step pengolesan.
7. Sachet: Sachet
Kemasan kecil untuk sampel atau penggunaan sekali pakai, praktis untuk traveling.
8. Rollerball: Rollerball
Botol dengan aplikator bola untuk produk seperti deodorant.
9. Airless Pump: Pompa Tanpa Udara
Botol dengan mekanisme pompa yang mencegah udara masuk, menjaga keawetan produk.
10. Single-use Pod: Pod Sekali Pakai
Wadah kecil untuk satu kali penggunaan, menjaga produk tetap segar.
11. Glass Bottle: Botol Kaca
Botol yang terbuat dari kaca, biasanya digunakan untuk produk yang sensitif terhadap plastik.
12. Plastic Bottle: Botol Plastik
Botol yang terbuat dari plastik, ringan dan tidak mudah pecah.
13. Foil Packet: Paket Foil
Kemasan foil untuk menjaga kesegaran produk, biasanya digunakan untuk masker wajah.
14. Twist-up Tube: Tabung Putar
Kemasan yang dapat diputar untuk mengeluarkan produk seperti lip balm.
15. Flip-top Cap: Tutup Flip-top
Kemasan dengan tutup yang dapat dibuka-tutup dengan mudah, biasanya digunakan untuk cleanser atau shampoo.
16. Refillable Container: Wadah Isi Ulang
Wadah yang dapat diisi ulang untuk mengurangi limbah plastik.
17. Travel-size Bottle: Botol Ukuran Perjalanan
Botol kecil yang mudah dibawa bepergian, cocok untuk perjalanan singkat.
Tekstur Skincare
Seperti makanan, skincare pun memiliki tekstur yang beragam. Berikut contoh istilahnya:
1. Thick: Kental
Tekstur skincare yang kental, seperti krim malam atau balm.
2. Lightweight: Ringan
Produk yang terasa ringan di kulit, seperti serum atau essence.
3. Creamy: Krimi
Tekstur yang lembut dan tebal, seperti krim pelembap.
4. Gel: Gel
Tekstur yang ringan dan cepat meresap, seperti gel pelembap atau pembersih.
5. Foamy: Berbusa
Produk yang menghasilkan busa, seperti pembersih wajah atau shampoo.
6. Watery: Cair
Tekstur yang sangat cair, seperti toner atau essence.
7. Balmy: Seperti Balm
Tekstur yang padat tetapi meleleh saat diaplikasikan, seperti cleansing balm.
8. Oily: Berminyak
Produk dengan tekstur minyak, seperti face oil.
9. Emulsion: Emulsi
Tekstur yang merupakan campuran antara cair dan minyak, sering digunakan dalam pelembap.
10. Paste: Pasta
Tekstur yang kental dan padat seperti masker pasta.
Klaim / Fungsi Skincare
Salah satu hal yang perlu kamu teliti sebelum membeli skincare adalah klaim atau fungsinya. Apakah untuk mencerahkan? Atau melembapkan? Yuk, kenali berbagai istilahnya:
1. Hydrating: Menghidrasi
Memberikan kelembapan pada kulit.
2. Moisturizing: Melembapkan
Memelihara kelembapan kulit.
3. Brightening: Mencerahkan
Mencerahkan kulit dan mengurangi noda gelap.
4. Anti-aging: Anti-penuaan
Mengurangi tanda-tanda penuaan seperti keriput dan garis halus.
5. Soothing: Menenangkan
Meredakan iritasi dan kemerahan.
6. Mattifying: Mengurangi kilap
Mengurangi kilap pada kulit berminyak.
7. Exfoliating: Eksfoliasi
Mengangkat sel kulit mati untuk memperbarui kulit.
8. Firming: Mengencangkan
Mengencangkan kulit dan mengurangi kendur.
9. Protecting: Melindungi
Melindungi kulit dari faktor lingkungan seperti sinar UV dan polusi.
10. Repairing: Memperbaiki
Memperbaiki kerusakan kulit.
11. Pore-minimizing: Mengecilkan Pori-pori
Mengurangi tampilan pori-pori yang besar.
12. Anti-inflammatory: Anti-peradangan
Mengurangi peradangan dan kemerahan.
13. Smoothing: Menghaluskan
Meningkatkan tekstur kulit agar lebih halus.
14. Revitalizing: Merevitalisasi
Memberikan energi dan kesegaran pada kulit yang lelah.
15. Plumping: Mengenyalkan
Mengenyalkan kulit dan mengurangi tampilan garis halus.
16. Nourishing: Menutrisi
Memberikan nutrisi yang dibutuhkan kulit.
17. Regenerating: Meregenerasi
Memperbarui sel kulit.
18. Detoxifying: Detoksifikasi
Membersihkan kulit dari racun dan kotoran.
Kelebihan Skincare
Ketika menonton video influencer, kamu akan mendengar banyak kosakata mengenai kelebihan sebuah skincare. Contohnya seperti:
1. Gentle: Lembut
Tidak menyebabkan iritasi pada kulit sensitif.
2. Fast-absorbing: Cepat Menyerap
Menyerap ke dalam kulit dengan cepat tanpa meninggalkan residu.
3. Non-comedogenic: Tidak Menyumbat Pori-pori
Tidak menyebabkan penyumbatan pori-pori yang dapat memicu jerawat.
4. Dermatologist-tested: Diuji oleh Dermatolog
Telah diuji oleh ahli kulit untuk memastikan keamanannya.
5. Hypoallergenic: Hipoalergenik
Risiko rendah menyebabkan alergi.
6. Natural Ingredients: Bahan Alami
Menggunakan bahan-bahan alami yang aman untuk kulit.
7. Cruelty-free: Bebas dari Pengujian pada Hewan
Tidak diuji pada hewan.
8. Vegan: Vegan
Tidak mengandung produk hewani.
9. Sustainable Packaging: Kemasan Berkelanjutan
Menggunakan kemasan yang ramah lingkungan.
10. Long-lasting: Tahan Lama
Memberikan hasil yang bertahan lama.
11. Multi-functional: Multifungsi
Memiliki beberapa manfaat dalam satu produk.
12. Fragrance-free: Bebas Pewangi
Tidak mengandung pewangi buatan yang dapat menyebabkan iritasi.
13. Paraben-free: Bebas Paraben
Tidak mengandung paraben yang sering dikaitkan dengan risiko kesehatan.
14. Sulphate-free: Bebas Sulfat
Tidak mengandung sulfat yang dapat menyebabkan iritasi kulit.
15. Affordable: Terjangkau
Harga yang ramah di kantong.
Kekurangan Skincare
Pasukan pencari review jujur, merapat! Ini dia beberapa kekurangan skincare yang mungkin bisa jadi bahan pertimbangan untukmu:
1. Expensive: Mahal
Harga yang tinggi.
2. Irritating: Menyebabkan Iritasi
Dapat menyebabkan iritasi pada kulit sensitif.
3. Greasy: Berminyak
Meninggalkan rasa berminyak pada kulit.
4. Sticky: Lengket
Meninggalkan rasa lengket setelah penggunaan.
5. Fragranced: Mengandung Pewangi
Mengandung pewangi yang dapat menyebabkan iritasi.
6. Alcohol: Mengandung Alkohol
Mengandung alkohol yang dapat mengeringkan kulit.
7. Synthetic Ingredients: Bahan Sintetis
Menggunakan bahan sintetis yang mungkin tidak cocok untuk semua kulit.
8. Short Shelf-life: Umur Simpan Pendek
Produk cepat kadaluarsa.
9. Comedogenic: Menyumbat Pori-pori
Dapat menyebabkan penyumbatan pori-pori dan jerawat.
10. Heavy: Terasa Berat
Terasa berat di kulit.
11. Unpleasant Smell: Bau Tidak Sedap
Memiliki bau yang tidak disukai.
12. Allergic Reactions: Reaksi Alergi
Berisiko menyebabkan reaksi alergi.
13. Drying: Mengeringkan
Dapat membuat kulit kering.
14. Breakouts: Menyebabkan Jerawat
Memicu munculnya jerawat.
15. Stinging Sensation: Rasa Perih
Memberikan rasa perih saat diaplikasikan.
16. Time-consuming: Memakan Waktu
Membutuhkan waktu yang lama untuk melihat hasil.
17. Messy Application: Aplikasi Berantakan
Sulit digunakan tanpa membuat berantakan.
18. Not Travel-friendly: Tidak Ramah Perjalanan
Kemasan besar atau tidak praktis untuk dibawa bepergian.
19. Purging: Pembersihan
Jerawat yang muncul ketika seseorang menggunakan produk baru. Purging merupakan tanda bahwa produk sedang bekerja untuk membersihkan pori-pori dan mempercepat siklus regenerasi kulit.
Cara Penyimpanan Skincare
Jadi, ada beberapa skincare yang perlu diberi perlakuan khusus dalam hal penyimpanan. Biasanya, dalam packaging-nya tercantum istilah seperti:
Keep in Cool Place: Simpan di tempat sejuk
Avoid Direct Sunlight: Hindari sinar matahari langsung
Store Upright: Simpan botol dalam posisi tegak untuk menghindari kebocoran
Keep Lid Tightly Closed: Tutup rapat
Refrigerate: Simpan di kulkas
Use Within Expiry Date: Gunakan sebelum tanggal kadaluarsa
Keep Away from Humidity: Jauhkan dari kelembapan
Protect from Contamination: Lindungi dari kontaminasi
Store in Dark Place: Simpan di tempat gelap
Keep Out of Reach of Children: Jauhkan dari jangkauan anak-anak
Store at Room Temperature: Simpan pada suhu ruangan
Keep Dry: Simpan kering
Use Hygienic Tools: Gunakan alat yang higienis
Label with Date Opened: Tandai tanggal dibuka
Check for Changes in Color/Smell: Periksa perubahan warna/bau
Jenis Skincare
Berikut ini 10 step skincare yang happening di beauty industry Korea:
1. Makeup Remover
Sesuai namanya, makeup remover artinya pembersih makeup. Dalam hal ini, makeup remover bisa juga disebut sebagai cleanser yang fungsinya tidak hanya menghapus makeup, tapi juga mampu membersihkan wajah dari debu atau kotoran yang menempel akibat polusi.
Terdapat empat jenis cleanser atau makeup remover, yaitu oil cleanser, micellar water, cleansing lotion, dan cleansing balm.
Oil cleanser adalah produk pembersih wajah yang berbasis minyak untuk menarik kotoran dari pori-pori, menjadikannya sangat efektif untuk membersihkan wajah secara mendalam.
Selanjutnya, micellar water diartikan sebagai cairan pembersih yang terdiri dari air dan partikel kecil yang disebut micelles.
Micellar water sangat lembut dan tidak memerlukan bilasan. So, jenis pembersih ini umumnya cocok untuk semua jenis kulit, terutama kulit sensitif.
Berbeda dari dua jenis cleanser sebelumnya, cleansing lotion adalah pembersih wajah dengan tekstur lotion atau krim.
Terakhir, cleansing balm merupakan pembersih wajah berbasis minyak yang memiliki tekstur padat seperti salep atau balm. Ketika diaplikasikan pada kulit, cleansing balm berubah menjadi minyak yang efektif melarutkan makeup.
Keempat jenis pembersih ini memiliki cara kerja yang berbeda namun sama-sama efektif dalam membersihkan kulit. Memilih produk yang tepat tergantung pada jenis kulit dan preferensi pribadi.
2. Water Based Cleanser
Setelah makeup remover, water-based cleanser digunakan untuk membersihkan sisa kotoran yang berbasis air. Pembersih ini biasa disebut dengan facial wash alias sabun cuci muka.
Manfaat facial wash adalah memastikan kulit wajah benar-benar bersih dari kotoran, minyak, dan debu yang menempel sepanjang hari.
Selain itu, facial wash menjadi step kedua agar wajah lebih siap untuk mendapat rangkaian skincare selanjutnya.
Ada beberapa jenis facial wash, seperti gentle facial wash yang lembut di kulit dan cocok untuk kulit sensitif, serta exfoliating facial wash yang mengandung bahan eksfoliasi untuk mengangkat sel kulit mati (biasanya terdapat active ingredients salicylicacid).
3. Exfoliator
Exfoliator adalah produk yang digunakan untuk mengangkat sel kulit mati, meningkatkan regenerasi kulit, dan membuat kulit tampak lebih cerah.
Produk ini bisa berupa physical exfoliator seperti face scrub yang perlu dibilas, atau bisa juga berupa chemical exfoliator seperti AHA/BHA yang bisa diaplikasikan langsung pada wajah, atau diusap lembut menggunakan kapas.
4. Toner
Toner adalah skincare yang digunakan setelah membersihkan wajah dan sebelum mengaplikasikan essence atau serum.
Fungsinya adalah untuk mengembalikan pH kulit yang mungkin terganggu akibat proses pembersihan. Terdapat tiga jenis toner, yaitu:
Hydrating Toner: Dirancang untuk menghidrasi kulit, sering mengandung bahan-bahan seperti hyaluronic acid, aloe vera, dan glycerin. Cocok untuk semua jenis kulit, terutama kulit kering.
Exfoliating Toner: Mengandung bahan-bahan eksfoliasi seperti alpha hydroxy acids (AHA) atau beta hydroxy acids (BHA) yang membantu mengangkat sel kulit mati dan memperbaiki tekstur kulit. Cocok untuk kulit kusam dan berjerawat.
Astringent Toner: Dibuat dari bahan astringen seperti witch hazel atau alkohol yang membantu mengontrol minyak berlebih dan mengecilkan pori-pori. Cocok untuk kulit berminyak, namun perlu digunakan dengan hati-hati pada kulit sensitif.
5. Essence
Essence berfungsi sebagai rangkaian perawatan kulit yang dirancang untuk memberikan hidrasi, membantu regenerasi kulit, dan meningkatkan penyerapan produk perawatan kulit lainnya.
Produk ini memiliki konsistensi yang lebih ringan daripada serum, tetapi formulanya lebih kaya daripada toner.
Fun fact, banyak beauty influencer yang berpendapat bahwa essence nggak terlalu banyak memberikan efek buat kulit, guys.
6. Treatment
Dalam perawatan kulit, treatment merujuk pada produk yang mengandung bahan aktif tinggi untuk mengatasi masalah kulit spesifik.
Ada tiga jenis utama treatment yaitu serum, ampoule, dan booster. Ketiganya memiliki karakteristik dan fungsi tersendiri.
Kamu tentu sudah nggak asing dengan serum, yaitu produk dengan konsentrasi bahan aktif yang tinggi, dan teksturnya lebih ringan (cenderung cair) dibandingkan moisturizer.
Umumnya, serum berfungsi untuk menangani masalah kulit spesifik seperti penuaan, pigmentasi, hidrasi, dan jerawat.
Contoh bahan aktif dalam serum adalah vitamin C untuk mencerahkan kulit, hyaluronic acid untuk hidrasi, dan retinol untuk anti-aging.
Lalu, ampoule adalah versi lebih pekat dari serum dan sering dianggap sebagai super serum. Ampoule sering dipakai dalam situasi di mana kulit membutuhkan perawatan ekstra.
Terakhir yaitu booster yang berfungsi untuk meningkatkan efektivitas produk perawatan kulit lainnya.
Booster bisa digunakan sendiri atau dicampur dengan serum dan moisturizer. Contoh bahan aktif dalam booster ialah antioksidan untuk melindungi kulit dari kerusakan lingkungan, niacinamide untuk mencerahkan kulit, dan peptides untuk merangsang produksi kolagen.
7. Face Mask
Face mask atau masker wajah menjadi step skincare untuk menargetkan berbagai masalah kulit seperti hidrasi, pencerahan, pembersihan mendalam, dan peremajaan kulit. Terdapat berbagai jenis masker yang bisa kita jumpai di dunia skincare, yaitu:
1. Sheet mask adalah masker wajah yang terbuat dari lembaran serat tipis seperti kertas, kapas, atau bahan berbasis gel yang dipotong sesuai bentuk wajah dan direndam dalam serum yang kaya akan bahan aktif.
Setelah digunakan, masker ini dibuang dan sisa serum yang tertinggal di wajah dapat dipijat lembut ke kulit.
Sheet mask sangat populer karena mudah digunakan dan memberikan hasil yang cepat, menjadikan kulit terasa lembap dan kenyal.
2. Clay mask, yaitu masker yang teksturnya menyerupai tanah liat. Masker ini sangat cocok untuk kulit berminyak dan rentan berjerawat, karena membantu mengurangi produksi minyak dan mengencangkan pori-pori.
Setelah diaplikasikan pada wajah, clay mask akan mengering dan mengeras, dan kemudian dibilas dengan air hangat setelah beberapa menit.
3. Sleeping Mask, berarti masker yang bisa digunakan semalaman ketika tidur.
Produk ini memiliki tekstur ringan yang membantu mengunci kelembapan dan nutrisi pada kulit selama malam hari, saat kulit berada dalam fase regenerasi alami.
Masker ini biasanya digunakan sebagai langkah terakhir dalam rutinitas perawatan kulit malam.
8. Eye Cream
Guys, kulit di sekitar mata lebih tipis dan lebih rentan terhadap tanda-tanda penuaan seperti garis halus, kerutan, bengkak, dan lingkaran hitam.
Maka dari itu, eye cream hadir sebagai produk yang dirancang khusus untuk digunakan pada area di sekitar mata.
9. Moisturizer
Moisturizer adalah rangkaian skincare untuk mengunci kelembapan dan hidrasi kulit.
Kandungan moisturizer biasanya meliputi:
Humektan: Hyaluronic acid, glycerin, dan aloe vera, yang menarik air ke dalam kulit.
Emolien: Minyak alami (jojoba oil, argan oil) dan shea butter, yang menghaluskan dan melembutkan kulit.
Oklusif: Petrolatum dan dimethicone, yang membentuk lapisan pelindung di atas kulit untuk mencegah kehilangan air.
Antioksidan: Vitamin C dan E, yang melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas.
Anti-aging: Retinol dan peptides, yang membantu mengurangi tanda-tanda penuaan.
Selain mengunci kelembapan, manfaat moisturizer lainnya antara lain memberikan nutrisi pada kulit, menjaga skin barrier, dan menenangkan kulit.
Secara umum, ada dua jenis moisturizer, yaitu brightening moisturizer dan retinol moisturizer. Brightening tujuannya untuk mencerahkan.
Maka, umumnya produk ini mengandung bahan-bahan pencerah seperti vitamin C, niacinamide, dan arbutin yang membantu mengurangi hiperpigmentasi, dan meratakan warna kulit.
Sementara itu, retinol moisturizer diformulasikan dari vitamin A yang dikenal efektif dalam mengurangi tanda-tanda penuaan seperti garis halus, kerutan, dan tekstur kulit yang tidak merata.
10. Sunscreen
Sunscreen adalah rangkaian skincare terakhir di pagi hari. Fungsinya adalah melindungi kulit dari efek berbahaya sinar ultraviolet (UV) dari matahari.
Penggunaan sunscreen secara rutin dapat membantu mencegah kerusakan kulit seperti sunburn, penuaan dini, dan risiko kanker kulit.
Ada 2 jenis sunscreen. Pertama, chemical sunscreen adalah tabir surya yang mengandung bahan kimia aktif seperti avobenzone, octinoxate, oxybenzone, homosalate, octocrylene, dan octisalate.
Cara kerjanya ialah menyerap sinar UV dan mengubahnya menjadi panas, kemudian panas tersebut dilepaskan dari kulit.
Berbeda dengan chemical, jenis physical sunscreen yang juga dikenal sebagai mineral sunscreen terdiri dari bahan aktif seperti zinc oxide dan titanium dioxide yang bekerja dengan cara memantulkan dan menyebarkan sinar UV dari permukaan kulit.
Contoh Dialog atau Narasi tentang Basic Skincare
Maudy:Hey guys, I need some help. I’ve been using this facial wash, but it seems like it’s making my skin worse, not better. What am I doing wrong?
Safira:Oh no, that’s frustrating. What kind of facial wash are you using?
Maudy:It’s one of those with salicylic acid. I thought it would help with my acne, but now my skin feels dry and irritated.
Olivia:Salicylic acid can be great for acne, but it’s not for everyone. It sounds like it might be too harsh for your skin. Have you tried a gentler cleanser?
Maudy:Not really. I thought stronger was better for dealing with acne.
Safira:It’s a common misconception. Sometimes a gentle, hydrating cleanser can be more effective because it doesn’t strip your skin of its natural oils. Have you considered using a cleanser with soothing ingredients like aloe vera or chamomile?
Maudy:No, I haven’t. What do you recommend?
Olivia:I’d suggest starting with a basic, gentle cleanser. Something labeled for sensitive skin. And maybe incorporating a toner and moisturizer to help balance and hydrate your skin.
Maudy:I use a toner, but I think it might be too strong as well. It’s one of those astringent types.
Safira:Astringents can be very drying. Try switching to a hydrating toner instead. Look for something alcohol-free with ingredients like hyaluronic acid or rose water.
Maudy:That makes sense. What about moisturizers? I’ve always avoided them because I didn’t want to make my acne worse.
Olivia:Moisturizers are actually crucial, even for acne-prone skin. Just choose one that’s lightweight and non-comedogenic so it won’t clog your pores. Gel-based moisturizers are often a good choice.
Maudy:Thanks for the advice, both of you. I think I need to rethink my whole routine. So, gentle cleanser, hydrating toner, and a lightweight moisturizer, right?
Safira:Exactly. And don’t forget sunscreen during the day. It’s essential for protecting your skin from further damage.
Olivia:Yes, and be patient. It might take some time for your skin to adjust and improve, but consistency is key.
Maudy:Got it. I’ll give it a try. Thanks again for the help!
Terjemahan
Maudy: Hai, kalian! Aku butuh bantuan nih. Aku pakai facial wash ini, tapi kok kulitku malah jadi lebih parah ya, bukan lebih baik. Apa yang salah ya?
Safira: Oh tidak, itu pasti bikin kesal banget. Kamu pakai facial wash yang kayak gimana?
Maudy: Yang ada asam salisilatnya. Aku pikir bakal bantu jerawatku, tapi sekarang kulitku malah kering dan iritasi.
Olivia: Asam salisilat emang bagus buat jerawat, tapi nggak cocok buat semua orang. Kayaknya terlalu keras buat kulit kamu deh. Udah coba pembersih yang lebih lembut?
Maudy: Belum sih. Aku pikir yang lebih kuat lebih baik buat ngatasi jerawat.
Safira: Itu salah paham yang umum banget. Kadang pembersih yang lembut dan melembapkan malah lebih efektif karena nggak ngilangin minyak alami kulit. Pernah coba pembersih yang ada aloe vera atau chamomile-nya?
Maudy: Belum. Kamu rekomendasiin yang mana?
Olivia: Coba deh mulai dengan pembersih yang lembut, yang ditulis buat kulit sensitif. Trus mungkin tambahin toner sama pelembap buat bantu menyeimbangkan dan ngasih hidrasi ke kulit kamu.
Maudy: Aku pakai toner, tapi kayaknya itu juga terlalu kuat. Itu jenis astringen.
Safira: Astringen emang bisa bikin kulit kering banget. Coba ganti ke toner yang melembapkan. Cari yang bebas alkohol dengan bahan kayak asam hialuronat atau air mawar.
Maudy: Masuk akal sih. Gimana dengan pelembap? Aku selalu ngindarin karena takut makin bikin jerawat.
Olivia: Pelembap sebenernya penting banget, bahkan buat kulit yang jerawatan. Pilih yang ringan dan non-komedogenik biar nggak nyumbat pori-pori. Pelembap berbasis gel biasanya pilihan yang oke.
Maudy: Makasih banget atas sarannya, kalian berdua. Kayaknya aku harus pikir ulang rutinitas skincare-ku. Jadi, gentle cleanser, hydrating toner, dan moisturizer, ya?
Safira: Bener banget. Jangan lupa juga pakai tabir surya di siang hari. Itu penting banget buat lindungin kulit dari kerusakan.
Olivia: Iya, dan sabar ya. Mungkin butuh waktu buat kulit kamu buat menyesuaikan dan membaik, tapi yang penting konsisten.
Maudy: Oke, aku coba deh. Makasih banget atas bantuannya!
Remember, merawat kulit wajah itu nggak perlu pakai produk mahal, kok. Apalagi sekarang sudah banyak sekali brand lokal yang mengeluarkan produk skincare dengan harga terjangkau.
The most important thing is, pandai-pandailah untuk riset dan menilai produk yang akan kamu beli. Tujuannya supaya terhindar dari berbagai masalah kulit yang kemungkinan muncul.
Well, kalau kamu mau jadi skincare reviewer atau beauty influencer, sebaiknya pahami semua kosakata yang sudah dipelajari hari ini ya!
Para employee pasti pernah dong ikut meeting atau menjadi pimpinan meeting bersama client atau partner kerja?
Meeting yang efektif sangat penting untuk memastikan bahwa sebuah tim tetap harus sesuai jadwal pertemuan. Pertemuan yang lebih produktif dan terstruktur akan memberikan peluang yang sangat kecil untuk menyimpang.
Hal ini menjadi penting karena waktu pertemuan adalah pengaturan yang berharga untuk membahas sudut pandang, dan mendapatkan kesepakatan tentang hasil diskusi dalam meeting.
Setiap anggota tim memiliki kesempatan dan kewajiban untuk tekun dan memberikan saran jika ingin mencapai hasil terbaik. Pertemuan yang sukses sering kali sulit karena hanya sedikit dari anggota tim yang mengetahui aturan dan keterampilan yang diperlukan untuk pertemuan tersebut.
Cara paling efektif untuk mengadakan meeting yang baik adalah dengan mengikuti pedoman/panduan. Meeting dalam bahasa Inggris menjadi kesempatan bagi anggota tim untuk berkumpul dan memfokuskan ide mereka dalam satu arah.
Sekarang mari kita fokus pada penyampaian ide dan penggunaan keterampilan diskusi yang efektif untuk berkomunikasi pada saatmeeting.
Diskusi saat meeting diperlukan agar pertemuan yang belum efektif menjadi produktif. Setiap pertemuan tim sebaiknya merangsang anggota untuk diskusi terbuka. Ketua tim atau ketua meeting sebaiknya harus paling banyak dalam memimpin diskusi, memahami dan memastikan saran yang baik dari semua anggota tim yang terlibat.
Berikut beberapa skill meeting dalam Bahasa Inggris yang penting untuk dipelajari :
1. Meminta Klarifikasi
Jika Anda tidak jelas tentang topic, logika dan argumen yang sedang dibahas, mintalah anggota tim lain untuk menentukan tujuan dan fokus pada masalah yang sedang disajikan. Penggunaan paraphrase, atau menyatakan kembali pikiran dengan cara yang berbeda adalah diperlukan di sini.
Penggunaan kalimat yang polite akan membuat partner kerja tertarik dengan klarifikasi Anda. Contohnya, Anda bisa memakai kalimat “I think everyone would like to get a broad overview on..” atau Could you give us an update topic of..
2. Aktif Mendengarkan dan Asking a question
Teknik mendengarkan dalam meeting yaitu seluruh anggota tim harus secara aktif dalam berdiskusi dan mendengarkan tim yang berargumen sehingga akan menciptakan pertemuan yang efektif. Anggota tim perlu mengeksplorasi ide satu sama lain daripada berdebat atau membela pemikiran pribadi.
Selain mendengarkan partner meeting berbicara, maka sebagai anggota yang belum mengerti terkait topik yang dibicarakan maka boleh mengajukan pertanyaan menggunakan kalimat “If I understand you correctly, you are saying that….” atau bisa memakai kalimat “Am I right in thinking that…”
3. Memastikan Peserta Meeting
Dalam hal ini Anda harus memastikan kepada peserta meeting bahwa mereka bisa menangkap poin-poin bahasan dan kesepakatan saat meeting.
Sebagai pimpinan meeting, Anda bisa memakai kalimat “ Have I cleared that last point up?” atau bisa juga memakai kalimat “Is everyone clear with that?”
4. Making a Summary
Penting untuk sekali-sekali berhenti berbicara kemudian summarize apa yang telah dibahas. Hal tersebut berguna untuk memastikan bahwa anggota tim selaras dengan masalah yang sedang dibahas.
Metode cepat dan mudah dalam menulis summary yaitu kemudahan untuk mengingat poin-poin bahasan, melihat, mendengarkan kemudian melanjutkan menulis ringkasan.
5. Mengelola Waktu
Karena pengelolaan waktu sangat penting untuk pedoman rapat, terkadang ada baiknya untuk membuat daftar periode waktu tertentu untuk memastikan bahwa tim tetap pada topik utama meeting.
Ini sangat penting agar rapat dimulai dan diakhiri tepat waktu.
Jika Ketua Tim mengizinkan rapat untuk dimulai terlambat atau berjalan lebih lama dari yang diharapkan, efektivitasnya akan memburuk dan rasa hormat untuk proses pertemuan menjadi hilang.
6. Mendapatkan Penentuan Kesimpulan Bersama
Setelah diskusi mencapai tahap kesimpulan, ketua tim meeting merangkum kesimpulan dan mendorong tim untuk mencapai kesepakatan.
Berikut ini beberapa contoh kalimat penentuan kesimpulan dalam rapat berbahasa Inggris :
“Based on the discussion we’ve had today, it seems clear that our next step should be to implement the marketing strategy we’ve outlined.” (Berdasarkan diskusi yang telah kita lakukan hari ini, tampaknya jelas bahwa langkah berikutnya adalah menerapkan strategi pemasaran yang telah kita susun.)
“To summarize, it appears that the most viable option moving forward is to allocate additional resources to the research and development department.” (Untuk merangkum, nampaknya opsi yang paling layak untuk dilanjutkan adalah mengalokasikan sumber daya tambahan ke departemen riset dan pengembangan.)
“After considering all perspectives, it’s evident that restructuring the team would be the most effective solution to address our current challenges.” (Setelah mempertimbangkan semua sudut pandang, terlihat bahwa restrukturisasi tim akan menjadi solusi yang paling efektif untuk mengatasi tantangan saat ini.)
“In conclusion, it’s evident that we need to prioritize customer feedback and make necessary adjustments to improve overall satisfaction.” (Secara keseluruhan, jelas bahwa kita perlu memprioritaskan umpan balik pelanggan dan membuat penyesuaian yang diperlukan untuk meningkatkan kepuasan secara keseluruhan.)
7. Mengakhiri Diskusi
Diskusi tentang topik tertentu merupakan hal penting. Namun, ketua tim meeting harus memahami bahwa setiap diskusi harus diakhiri.
Posisi ini merupakan akhir dari diskusi dimana seluruh tim meeting belajar untuk menemukan titik temu atau solusi dari permasalahan dan membantu anggota untuk memutuskan suatu masalah tertentu.
Dalam mengakhiri meeting, Anda dapat menggunakan kalimat “Okay, there is the last of our discussion. Thank you for your attention today.”
8. Mengevaluasi Proses Rapat
Di akhir setiap pertemuan, ketua tim meeting harus memberikan waktu 5 menit pada setiap anggota agar dapat mengomentari evaluasi pertemuan mereka.
Hal ini menjadi penting untuk Ketua Tim dengan tujuan mengidentifikasi peluang untuk perbaikan sehingga proses pertemuan dapat terus disempurnakan untuk efektivitas yang lebih baik.
Untuk mensukseskan meeting dalam dunia bisnis, maka dibutuhkan sebuah panduan yang nantinya akan membantu tim untuk melakukan diskusi secara efektif sehingga akan menghasilkan diskusi yang lebih positif dan pertemuan interaktif.
Dalam sebuah meeting berbahasa Inggris, efektivitas tim secara langsung bergantung dengan efektivitas pemimpin untuk melakukan kontrol dan mengatur proses pertemuan.
Setiap Anda bekerja di perusahaan atau berkecimpung dalam dunia bisnis, maka Anda perlu berlatih dan belajarspeaking skills dan memperbanyak kosakata Bahasa Inggris, ya. Untuk itu Anda perlu banyak membaca kamus Bahasa Inggris, nih. Selamat belajar!
Setelah Cinderella, Hansel and Gretel, dan Snow White, ada satu lagi kisah klasik yang nggak kalah ikonik dari Grimm Brothers. Yup, betul banget—Rapunzel!
Rapunzel terkenal dengan rambutnya yang panjang, parents. Tak hanya cantik, tokoh Rapunzel pun memiliki karakter yang lembut dan baik hati.
Si Kecil bisa belajar banyak dari sifat Rapunzel. Selain dalam bahasa Indonesia, coba telling a story about Rapunzel dalam bahasa Inggris, deh. Sebab, ini bisa jadi cara ia untuk belajar bahasa dengan cara yang menyenangkan.
Nah, di artikel ini, English Academy sudah menyediakan cerita lengkapnya, lho. Eits, tak ketinggalan, ada pesan moral yang bisa disampaikan juga pada Si Kecil.
Scroll down and enjoy the story ~
Mengenal Sejarah Cerita Rapunzel
Rapunzel adalah salah satu dongeng Jerman yang terkenal. Penulis cerita Rapunzel tak lain dan tak bukan adalah Grimm Brothers. Sangat familiar, kan?
Cerita ini diterbitkan pada tahun 1812. Namun sebenarnya, versi cerita yang kita kenal dari Grimm bersaudara ini merupakan adaptasi dari dongeng Rapunzel karya Friedrich Schulz yang rilis pada tahun 1790.
Lebih jauh lagi, Schulz menerjemahkan cerita tersebut dari Persinette, sebuah dongeng yang ditulis oleh Charlotte-Rose de Caumont de La Force di tahun 1698.
Dongeng ini sendiri sudah banyak dipengaruhi oleh cerita-cerita Italia yang lebih tua, seperti Petrosinella yang ditulis pada tahun 1634 oleh Giambattista Basile.
Dalam cerita Basile, seorang putri dikurung di sebuah menara, tapi bukan oleh penyihir, melainkan oleh ayahnya sendiri. Kisah ini yang akhirnya menginspirasi Grimm Bersaudara untuk menulis cerita Rapunzel, tentang seorang putri yang dikurung oleh penyihir jahat.
Menariknya, ketika menulis cerita ini, Grimm Bersaudara sempat kebingungan menentukan nama untuk tokoh putri tersebut. Setelah melalui banyak pertimbangan, mereka akhirnya memilih nama ‘Rapunzel.’ Nama ini ternyata berasal dari tanaman rampion. Apa, tuh?
Tanaman Rampion, Asal-usul Dongeng Rapunzel
Parents, ternyata Rapunzel merupakan salah satu tanaman sayur liar yang hanya dapat tumbuh di Eropa, daratan Laut Tengah, Afrika Utara, dan Asia Barat.
Tanaman ini memiliki nama latin Campanula rapunculus, dan biasa dijadikan santapan lalap oleh orang Eropa.
Lalu, apa hubungannya dengan cerita Rapunzel? Temukan jawabannya di cerita berikut ini, parents.
Cerita Rapunzel Bahasa Inggris
Part 1: The Carpenter and His Wife
Once upon a time, there lived a carpenter and his wife. More than anything they yearned for a child of their own. At long last, their wish came true – they were going to have a baby!
From their second floor window, the wife could see the garden next door. Such fine straight rows of fresh green plants! But no one dared to see them up close, for the garden belonged to a witch.
One day the wife was staring at the garden from her window. How delicious those big green heads of lettuce looked! “I must eat one of them,” she said to her husband. “You must go and get me some.”
“I cannot!” said her husband. “You know as well as I do that the garden belongs to a witch.”
“If I cannot have that lettuce,” said the wife, “I will not eat anything at all. I will die!”
What could the carpenter do? Later that night, he climbed over the garden wall. Taking very quiet steps, he broke one green head of lettuce from the ground. Holding the lettuce close to his chest, he climbed back over the garden wall. His wife ate all the lettuce right away.
Taking very quiet steps, he broke one green head of lettuce from the ground.
But eating the lettuce only made her want more! She said if she could not have more lettuce, there was nothing she would eat! So the next night, the carpenter climbed back over the garden wall. He broke one more head of lettuce from the ground. All at once rang a high, loud, voice.
“Exactly what do you think you are doing?”
“I…uh…am getting lettuce for my wife,” said the carpenter.
“Thief!” yelled the witch. “You will pay for this!”
“Please!” said the carpenter. “My wife is going to have a baby. She saw your lettuce and wanted it so very much.”
“Why does that matter?” howled the witch.
“I will do anything to make this right!” begged the carpenter. He thought, “Surely I can build her something she would like.”
“I will do anything to make this right!” begged the carpenter.
“You say you will do anything?” said the witch.
“Yes, name it!” he said.
“Fine!” said the witch. “Here’s the deal. Go ahead – take all the lettuce you want. Your wife will have a baby girl. And when she does, the baby will be mine!”
“What?!” said the carpenter. “I will never agree to that!”
“You already did!” said the witch. And she laughed an evil laugh.
Part 2: The Tower
Indeed, the wife had a baby girl just as the witch had predicted. To keep the baby safe from the witch, the carpenter built a tall tower deep in the woods. He built a staircase that led up to a room at the very top, and he installed one long, pointed window in that top room. He and his wife took turns staying there with the baby.
But the witch had a magic ball, and the magic ball showed the baby was in the top room of this tower. When the carpenter and his wife were both inside the house, the witch cast a spell over both of them and they fell into a deep sleep. The witch went directly to the tower, and up to room at the top, where the baby slept in its cradle.
“You are mine!” hissed the witch. “I will call you Rapunzel, for that is the name of the lettuce that brought you to me.”
With her magic, the witch sent the carpenter and his wife back to their cottage.
The witch did not know how to take care of a baby. Rapunzel grew into a child, and the witch did not know how to cut her hair. The girl’s blond hair grew longer and longer.
All the witch could do was keep the little girl locked in the room at the very top of the tower. She told the child that the world was a very bad place, and that is why she must never leave the tower.
As she grew up, many times Rapunzel said to the witch, “There is nothing here for me to do! Why must I stay in this tower all the time?”
And the witch shouted back, “I told you so many times! The world is a very bad place. Now comb your hair and be quiet!”
“Why must I stay in this tower all the time?”
“Is it really so bad out there?” Rapunzel would sometimes insist. “I hear people laughing down there below the window.”
At such times the witch would yell, “How many times do I have to repeat myself? Don’t listen to anything you see or hear out there. The world is much worse than you think.”
On her 12th birthday, Rapunzel found the courage to say to the witch, “I don’t care what you say anymore. I’m so tired of staying here alone all the time! When you are gone, I will chip away at the door. I will make a hole. I will run down the stairs and go outside, and you can’t stop me!”
“You think so?” said the witch. “Think again!” With her power, she made the staircase in the tower collapse. She closed up the door at the base of the tower so there was no trace of it. Now there was no way for Rapunzel to escape!
Part 3: A Singing Voice
By then, Rapunzel’s hair had grown very, very long. Once the stairs were gone, when it was time for the witch to visit her in the tower, she would call from outside, “Rapunzel, Rapunzel! Let down your hair!”
Rapunzel would throw her long blond braid out of the window. The witch would grab hold of her hair like a rope. And that is how the witch climbed up the tower wall to the window in Rapunzel’s room.
Five more long years went by. Poor Rapunzel! She had to stay in that room, day after day. All she could do was sing sad songs from the window. Sometimes birds at the treetops would join her songs. Then she would feel a little better. But only a little.
One day, a Prince was riding through the woods. He heard the sound of beautiful singing. It seemed like it was coming from the treetops but of course that was impossible. He rode closer to the sound and at last, was standing before the tower.
“This is odd!” he said, looking around the base of the tower. “There is no door to get in. Yet someone is singing at the very top of the tower. How does anyone get in or out?” The singing enchanted him, and the Prince found himself returning to the tower each day. Who was this young woman? And why was she there every day?
One day when the Prince rode up to the tower, he saw an old woman standing at the base of the tower. He jumped behind a tree to hide. He heard the witch call out, “Rapunzel, Rapunzel! Let down your hair!” A long blond braid was thrown out from a window at the very top. The old woman grabbed onto the braid and climbed to the window at the very top of the tower.
“Ah, ha!” thought the Prince. “So that is how it’s done.”
He waited. After a bit, the braid was thrown out the window again. The witch climbed back down the tower wall. Then she left.
The Prince waited some more. He stepped up to the tower. In a voice that sounded as much like the witch as he could, he called out, “Rapunzel, Rapunzel! Let down your hair!” In a moment, the same long blond braid came out of the window. “It works!” thought the Prince. He climbed up the tower wall!
You can be sure Rapunzel was very surprised to see the Prince climb into her window. She had never seen a person up close before other than the witch, much less a man! “Who are you?” she said in fear.
“Do not worry,” said the Prince. “I am a friend.”
“I do not know you,” said Rapunzel.
“I feel as if I know you,” said the Prince. “Since I have heard you singing every day. You have a beautiful voice! I love it when the birds sing with you, too.”
“You know about that?” said Rapunzel. “It may be the only thing I like, since I have no choice but to stay here in this same old tower, day after day, my whole life long.” Rapunzel told the Prince about the witch. She told him that since the world was such a very bad place, she must always stay in the tower room.
“But the world is not as bad as all that,” said the Prince. He told Rapunzel about flowers and festivals, gardens and games, puddles and puppies, strawberries and secrets. She was fascinated.
“But the world is not as bad as all that,” said the Prince.
And so many hours went by. At last, Rapunzel said to the Prince, “You must go. The witch may come back at any time.”
“Very well,” he said. “But I will be back tomorrow.” Rapunzel threw her braid out the window, and the Prince climbed down.
The next day, the Prince climbed back up to Rapunzel’s room. He said, “I have a surprise for you.” He had brought her a basket of strawberries.
As she tasted a strawberry Rapunzel thought, “What I was told is not true! The world can be a very fine place. What else is there that I am missing?” She said to the Prince, “I must get out of this tower as soon as I can! But how?”
Part 4: Escape
The Prince said, “I can come and go by holding onto your braid. But once I am down, the problem is – how do we get you down, too?”
Then suddenly, Rapunzel had an idea. “Bring me a ball of silk each time you come. I will weave the silk into a ladder. Silk folds up so small that the Witch won’t see it. When the ladder gets long enough to reach the ground, I will follow you by climbing down the silk ladder.”
“That will work!” cried the Prince. He moved closer to Rapunzel. “You know, out in the world when two people like each other very much, they can do something very special. It’s called getting married and that means the two people can always be together. Do you think you might want to get married someday?”
“Maybe,” said Rapunzel, “there is so much I have to learn about the outside world. And we can still spend time together even if we are not married, isn’t that right?”
“Of course,” said the Prince, thinking that he can be patient. Every day after that, the Prince brought one ball of silk to Rapunzel. Over time, she weaved the silk into a long ladder.
On Rapunzel’s 18th birthday the witch spoke to her in a sharp voice. “I am sick and tired of hearing you go on and on about being alone in this tower all the time. Know this, Rapunzel. That is not going to change. You will stay in this tower – forever!”
“Who says I’m alone in the room all the time?” said Rapunzel.
“Who says I’m alone in the room all the time?” said Rapunzel.
“What?!” said the witch. “Who’s been up here with you?”
“No one!” said Rapunzel at once, in fear. “I mean, no one but you!”
The witch did not believe her. She looked everywhere in the room for something to prove that someone else had been there. She found the ladder and held it high in the air. She yelled, “What is the meaning of this?”
“My friend the Prince brought me the silk, and I made the ladder,” said Rapunzel.
“You will never see this Prince again!” yelled the witch. She took out a knife. Snip, snap, and Rapunzel’s lovely braid was cut off!
Holding the braid in one hand, the witch laughed an evil laugh.
Then, with a stroke of her magic, Rapunzel was cast off to a faraway desert. But the witch stayed in the tower room. She knew the Prince would soon return.
Part 5: The Last Climb
The witch did not have to wait long. Before long the Prince was calling at the bottom of the tower, “Rapunzel, Rapunzel, let down your hair!”
“So that is how he did it!” said the witch. Holding tightly to one end of Rapunzel’s braid, she threw the braid out the window. The prince took hold and climbed up. When he got to the window, he was very surprised to see the witch!
“Where is Rapunzel?” he called out. “What have you done with her?”
“You will never see Rapunzel again!” howled the witch.
And the old woman pushed the Prince so hard that he lost hold of the window. Down, down, he fell!
The Prince landed on some bushes. That helped with the fall, but the bushes had thorns and some went into his eyes. The Prince was blinded!
Part 6: The Desert
For two years the poor blind Prince wandered the world, looking for Rapunzel. From morning to night, he called for her. But it was no use. At last, he reached a desert. One day, he heard beautiful singing. “I would know that voice anywhere!” he exclaimed. It was his dear Rapunzel! He went closer and closer to the voice he knew so well.
“My Prince!” called Rapunzel when she saw him. The two of them hugged tight. Two tears of joy dropped from Rapunzel’s face into the eyes of the Prince. All at once, he could see again!
What happened next, well, you may have a pretty good idea. The Prince and Rapunzel went back to the kingdom where the Prince lived. During all that time apart, both of them came to realize that it was right between them, and decided to be married. A few years later, the Prince became the King of the land and Rapunzel became Queen. The two of them lived happily ever after, as may you.
Pesan Moral Cerita Rapunzel dalam Bahasa Inggris
Pesan moral Rapunzel yang dapat parents tanamkan pada Si Kecil antara lain:
1. Kesabaran itu Penting
Rapunzel dikurung di menara selama bertahun-tahun. Meski bosan, tapi ia tetap sabar dan tidak pernah menyerah, lho.
Nah, jika sudah agak besar, Si Kecil dapat mengerti untuk lebih paham bahwa dalam hidup, kadang kita harus sabar menunggu hal-hal baik yang mungkin datangnya belakangan.
Ups, jadi relate dengan lagunya Bernadya, xixi.
2. Berani Mengambil Keputusan
Rapunzel tidak hanya menunggu, tapi dia berani mengambil langkah untuk keluar dari menara.
Hal ini bisa menjadi pengingat bagi Si Kecil, bahwa ia harus berani mengambil keputusan ataupun mengambil risiko yang dapat membuat ia lebih sukses.
3. Penting untuk Saling Mendukung
Hubungan antara Rapunzel dan pangeran sangat kuat. Mereka saling mendukung dan percaya satu sama lain.
Hopefully, Si Kecil dapat belajar untuk selalu memberikan dukungan kepada teman-teman atau orang-orang terdekatnya ya, parents.