Penjelasan Mudah Simple Past Tense, Rumus, dan Contohnya

Dalam bahasa Inggris, terdapat 12 tenses yang perlu dikuasai. Salah satu tenses dasar yang mesti kamu tahu adalah simple past tense. Simak penjelasan, rumus, beserta contohnya dalam artikel ini!

Pengertian Simple Past Tense

Simple past tense adalah pola kalimat dalam bahasa Inggris yang digunakan untuk menceritakan sesuatu yang telah terjadi atau kejadian di  masa lampau.

Rumus dan Contoh Kalimat Simple Past Tense

Kalimat simple past tense dibagi menjadi tiga jenis, yaitu positivenegative, dan interrogative. Berikut rumus dan contoh dari masing-masing jenis kalimat.

Positive

Untuk menyusun sebuah kalimat simple past tense berbentuk positif, gunakan rumus berikut.

S + Verb 2 + Object

Kalimat simple past tense menggunakan kata kerja jenis kedua yang dibagi menjadi dua jenis, yaitu regular verb dan irregular verb. Untuk regular verb, kamu cukup menambahkan -d/-ed di akhir kata.

Contoh bentuk past pada regular verb:

PresentPast
inviteinvited
staystayed
loveloved

Sementara itu irregular verb menggunakan bentuk Verb 2 yang berbeda atau bisa jadi sama dengan Verb 1.

Contoh bentuk past pada irregular verb:

PresentPast
drinkdrank
eatate
beginbegan
putput
spreadspread
splitsplit

Contoh kalimat:

  • Alisa went to school with her new bike this morning. – Alisa pergi ke sekolah dengan sepeda barunya pagi ini.
  • I was born in Jakarta. – Aku lahir di Jakarta.
  • Rian held his birthday party last night. – Rian mengadakan pesta ulang tahunnya semalam.

Negative

Kalimat negatif pada simple past tense menggunakan to do atau to be bentuk lampau, kemudian diikuti kata not untuk menunjukkan bentuk negasinya.

S + did not + Verb 1 

atau

S + to be (was/were) + not

Contoh kalimat:

  • He did not finish his assignment. – Dia tidak menyelesaikan tugasnya.
  • John was not the only boy in this class. John bukan satu-satunya laki-laki di kelas ini.
  • I gave her my sandwich and she gave me an apple. – Aku memberinya roti lapis milikku dan dia memberiku sebuah apel.

Interrogative

Kalimat tanya dengan simple past tense diawali dengan kata tanya did atau was/were. Kalimat ini menggunakan bentuk Verb 1.

Did + S + Verb 1 + ?

atau

Was/Were + S + ?

Contoh kalimat:

  • Did you enjoy your flight? – Apakah kamu menikmati penerbanganmu?
  • Was Marsha happy to work here? – Apakah Marsha bahagia bekerja di sini?
  • Did they allow us to go to Bali? – Apakah mereka mengizinkan kita pergi ke Bali?

Contoh Percakapan

DialogueType
Anna:What did you do on your long holiday? – Apa yang kamu lakukan di hari libur panjangmu?Interrogative simple past tense
Frank:Oh, I visited my grandparents in Yogyakarta. It was fun! – Oh, aku berkunjung ke rumah kakekku di Yogyakarta. Sangat menyenangkan!Positive simple past tense
Anna:Wow, what did you do there? – Wow, apa yang kamu lakukan di sana?Interrogative simple past tense
Frank:helped him in his farm and fed the animals there. – Aku membantunya di peternakan dan memberi makan hewan-hewan di sana.Positive simple past tense
Anna:Really? I did not know your grandparents had a farm. It sounds great! – Benarkah? Aku tidak tahu kalau kakekmu memiliki peternakan. Terdengar keren!Negative simple past tense
Frank:Yeah, I can take you there if you want. – Ya, aku bisa membawamu ke sana jika kamu ingin.Simple present tense
Anna:Thank you, Frank. I’m happy to hear it! – Terima kasih, Frank. Aku senang mendengarnya.Simple present tense

5 Manfaat Menulis Jurnal Ilmiah, Tak Hanya Kembangkan Karier Semata

Menulis karya ilmiah, esai, jurnal, hingga artikel bereputasi internasional tidak hanya bermanfaat dalam proses mengembangkan karier atau studi. Ada beragam manfaat menulis jurnal ilmiah yang bisa kamu dapatkan!

Apa manfaat menulis jurnal?

Menulis jurnal ilmiah biasanya dikaitkan dengan tugas mahasiswa, dosen, peneliti, hingga profesional akademis. Umumnya, menerbitkan publikasi ilmiah berbahasa Inggris dapat meningkatkan potensi pengembangan karier, reputasi, dan prestasi akademik.

Akan tetapi, menulis jurnal internasional dapat pula bermanfaat untuk hal lain. Apa saja?

1. Mengasah kemampuan menulis dalam bahasa Inggris

Rutin menulis dalam bahasa Inggris akan membuat keterampilan kamu semakin terasah. Hal ini akan membentuk kebiasaan menulis bahasa Inggris secara profesional dan akademis.

2. Mendorong pemikiran kritis

Menulis jurnal ilmiah memerlukan pola pikir kritis dan analitis. Dengan belajar hal ini, kamu dapat memperkuat kemampuan pemikiran kritis.

3. Berbagi ilmu pengetahuan

Hasil proses penelitian dan pengolahan data dapat memperkaya khazanah ilmu pengetahuan yang berguna untuk kehidupan masyarakat.

4. Mendapatkan umpan balik dan saran

Menulis jurnal ilmiah memungkinkan seseorang mendapatkan umpan balik dan saran dari para ahli di bidang yang sama, sehingga akan meningkatkan kualitas karya yang dihasilkan.

5. Mempertajam hasil penelitian

Dengan mempublikasikan jurnal ilmiah, materi penelitian dapat dikembangkan ke arah yang lebih baik. Komunitas masyarakat, peneliti, dan ahli di bidang tersebut dapat membaca dan melakukan review hasil dan proses penelitian.

Hal ini dapat berkaitan dengan evaluasi ide, hipotesis, dan metode penelitian yang baru. 

Rumus Past Perfect Tense dan Cara Menggunakannya dalam Percakapan

Bahasa Inggris memiliki berbagai macam tenses dalam tata bahasanya, salah satunya past perfect tenseTense ini disebut juga dengan pluperfect.

Dalam percakapan, past perfect tense berfungsi membicarakan tindakan yang sudah selesai dilakukan pada masa lalu.

Sudahkah kamu tahu rumus past perfect tense? Di artikel ini, akan dibahas dengan lengkap rumus dan contoh kalimatnya. Simak sampai tuntas, ya!

Apa itu past perfect tense?

Past perfect tense berfungsi membicarakan peristiwa yang sudah terjadi sebelum peristiwa lain. Begini contohnya dalam sebuah runtutan peristiwa.

Tim softball berlatih di gelanggang sekolah. Setelah selesai berlatih, turun hujan. Untuk menceritakan urutan kejadian tersebut kepada orang lain, kamu dapat menggunakan kalimat berikut.

  • They had played softball in the field before it started to rain. – Mereka sudah (selesai) bermain softball di gelanggang tersebut sebelum hujan turun.

Contoh lainnya adalah kamu mengadakan jamuan makan malam dan mengundang keluarga Dickinson. Sebelum mereka datang, kamu sudah menyiapkan makanan yang akan disajikan. Berikut kalimat yang dapat kamu gunakan untuk mendeskripsikannya.

  • I had prepared dinner before the Dickinsons came. – Aku sudah menyiapkan makan malam sebelum keluarga Dickinson datang.

Dengan menggunakan past perfect tense, orang yang mendengar kalimat tersebut akan lebih mudah memahami urutan peristiwa yang terjadi.

Rumus Past Perfect Tense

Rumus untuk past perfect tense adalah:

had + [past participle]

Meskipun subjeknya singular atau plural, kata kerja yang digunakan selalu berbentuk had.

Penggunaan Past Perfect Tense

Lantas apa perbedaan past perfect tense dengan simple past tense? Past perfect tense dapat membantu penulis atau pembicara menjelaskan rangkaian peristiwa.

Past perfect tense juga lebih jelas dan spesifik dibandingkan simple past tense. Perhatikan contoh berikut.

  1. We were relieved that the softball team finished early.
  2. We were relieved that the softball team had finished early.

Perbedaannya mungkin tidak terlalu terlihat, tetapi dapat memengaruhi makna kalimat. Di kalimat pertama, pembaca dapat menginterpretasikan bahwa tim softball memang memiliki kebiasaan selesai berlatih cukup awal.

Namun di kalimat kedua, tampak jelas bahwa peristiwa tersebut bukan kebiasaan sehari-hari, tetapi suatu peristiwa yang spesifik, yakni kebetulan tim softball selesai berlatih lebih awal.

Past perfect tense juga digunakan untuk menunjukkan sebuah situasi dan kondisi. Berikut contohnya.

  • If the softball team had finished later, they would have been drenched in the rain. – Jika tim softball selesai berlatih lebih lama, mereka akan basah kuyup karena hujan.

Past perfect tense digunakan untuk kalimat yang menjelaskan situasi (if-clause). Biasanya past perfect tense digunakan untuk menunjukkan suatu peristiwa terjadi sebelum peristiwa lainnya dalam satu kalimat yang sama.

Peristiwa yang terjadi belakangan menggunakan simple past tense.

Cara Menggunakan Have, Has, Had yang Benar

Kalian pasti sudah sering mendengar dan menggunakan have, has, atau had saat berbicara dalam bahasa Inggris. Jadi, apa artinya? Berikut grammar rules yang tepat untuk havehas, dan had.

Pengertian Have, Has, Had

Have, has, dan had adalah bagian dari perfect tense. Kata-kata ini mempunyai dua fungsi, yaitu sebagai kata kerja utama dan auxiliary verb.

Kata Kerja Utama

Sebagai kata kerja utama, have/has/had memiliki arti punya, memiliki, atau mempunyai. Berikut contoh kalimatnya.

  • I have cats– Aku punya kucing.
  • She has red bandana.– Dia punya bando merah.
  • He had the items before.– Dia dulu punya benda itu.

Auxiliary Verb

Sementara itu have/has/had sebagai auxiliary verb berfungsi seperti is, are, do, does, dan lain-lain. Dalam hal ini, have/has/had digunakan dalam perfect tenseHave, has atau had membutuhkan kata kerja utama agar kalimatnya lengkap.

Kemudian, perfect tense dibagi menjadi dua lagi yakni present perfect tense dan past perfect tense.

Pada present perfect tense, penggunaan have dan has yang menandakan aksi yang sudah terjadi di masa lampau tetapi tanpa penanda waktu yang jelas atau masih berlangsung sampai sekarang.

Sedangkan pada past perfect tense, penggunaan had menandakan aksi yang sudah selesai terjadi sebelum aksi lainnya terjadi.

Rumus Dasar

Havehas, dan had selalu diikuti oleh past participle dari kata kerja utama.

have/has/had + Verb 3

Have dipakai jika subjek dari kalimatnya adalah Iyoutheydan we.

Has dipakai jika subjek dari kalimatnya adalah shehe, dan it.

Berikut contoh kalimatnya.

  • I have done my homework.- Aku telah mengerjakan pekerjaan rumahku.
  • She has walked that road before.- Dia sudah pernah melewati jalan itu.

Had adalah versi lampau have/has, sehingga subjeknya bisa Iyoutheyweshehe, atau it.

Berikut contoh kalimatnya.

  • I walked back home and saw that he had thrown out my clothes.- Aku kembali ke rumah dan melihat dia sudah membuang baju-bajuku.

Penggunaan Have, Has, Had

Perlu diingat bahwa have dan has digunakan jika membicarakan aksi yang sudah terjadi tanpa penanda waktu yang jelas atau aksi terjadi di masa lampau tetapi masih berlangsung sampai sekarang.

Berikut contoh kalimatnya.

  • I have learned about it years ago. ✓– Aku sudah mempelajari hal itu bertahun-tahun lalu.
  • I have learned about it last night– Aku sudah mempelajari hal itu semalam.

Last night adalah penanda waktu yang jelas, sehingga penggunaan present perfect tense tidak tepat di sini.

Lalu yang benar seperti apa? Kalau ada penanda waktu yang jelas, tense yang dipakai adalah past tense.

Sementara itu, had digunakan kalau membicarakan aksi yang sudah selesai terjadi mendahului aksi lainnya.

Berikut contoh kalimatnya.

  • We realized that he had eaten half the cake. ✓– Kami baru sadar kalau dia sudah memakan setengah kuenya.

Nah, kalimat di atas artinya ‘dia’ sudah makan setengah kuenya terlebih dahulu baru ‘kita’ sadar.

  • He had consumed the poison– Dia sudah meminum racunnya.

Ini adalah contoh kalimat yang salah di atas. Hal ini dikarenakan tidak ada aksi lain yang mengikuti.

Kembali lagi ke contoh sebelumnya, kalau aksinya hanya diselesaikan, tense yang dipakai adalah past tense.

Belajar Alfabet Bahasa Inggris dari Nol, dengan Pengucapannya

Belajar bahasa Inggris dari dasar dimulai dari menguasai alfabet atau abjad. Bagaimana mengucapkan tiap-tiap abjad dari alfabet bahasa Inggris yang benar?

Dalam pengucapan abjad bisa berbeda dengan saat ditempatkan di dalam kata.

Contohnya adalah huruf h. Dalam kata seperti house atau hammer, huruf h diucapkan. Namun dalam kata hour atau honest, huruf h hilang atau tidak diucapkan. Contoh lainnya adalah kata knock. Meskipun dituliskan di awal, huruf k melebur alias tidak diucapkan.

Kemudian huruf y yang dieja [waɪ]. Namun saat menjadi bagian dari suatu kata, terkadang terdengar seperti /iː/. Contohnya saat menjadi huruf terakhir dari suatu kata, seperti dalam kata family.

Bagaimana mengetahui cara membedakan pelafalan huruf dalam masing-masing kata? Tentu kamu harus membiasakan diri dengan memperkaya kosakata dan berlatih speaking.

Daftar Alfabet Bahasa Inggris dan Cara Pengucapannya

Alfabet bahasa Inggris terdiri dari 26 huruf, yakni 5 huruf vokal dan 21 huruf konsonan. Jumlahnya mirip dengan bahasa Indonesia, bukan? Yang membedakan antara alfabet bahasa Inggris dan bahasa Indonesia hanya cara pengucapannya saja.

Mengapa kamu perlu belajar alfabet bahasa Inggris? Mengetahui deretan abjad dalam bahasa Inggris akan membantu kamu dalam mengeja (spelling) dan pelafalan (pronunciation) kata dengan tepat.

Berikut tips yang akan membantu mengingat alfabet bahasa Inggris dengan mudah. Hal ini akan sangat berguna saat mempelajari materi bahasa Inggris lebih dalam, yakni dimulai dari membaca, mendengarkan, menulis, hingga berbicara.

Huruf KapitalHuruf KecilCara Pengucapan
Aa[eɪ]
Bb[biː]
Cc[siː]
Dd[diː]
Ee[iː]
Ff[ɛf]
Gg[dʒiː]
Hh[eɪtʃ]
Ii[aɪ]
Jj[dʒeɪ]
Kk[keɪ]
Ll[ɛl]
Mm[ɛm]
Nn[ɛn]
Oo[oʊ]
Pp[piː]
Qq[kjuː]
Rr[ɑr]
Ss[ɛs]
Tt[tiː]
Uu[juː]
Vv[viː]
Ww[ˈdʌbəl juː]
Xx[ɛks]
Yy[waɪ]
Zz[ziː]

Perbedaan antara American English dengan British English

Saat mengucapkan alfabet bahasa Inggris, ada perbedaan antara American English dengan British English.

Sebagai contoh, huruf dibedakan pengucapannya. Dalam bahasa British English, huruf tersebut dieja /zɛd/. Sementara itu dalam American English dieja /ziː/.

Contoh lainnya adalah pada huruf r. Huruf ini diucapkan /ɑː/ dalam bahasa British English dan diucapkan /ɑr/ dalam bahasa American English.

Jangan Sampai Salah, ini Arti etc, ie, dan eg dan Contohnya

Dalam bahasa Latin, etc. adalah singkatan dari et cetera yang memiliki arti “dan lain-lain”. Walaupun sudah umum ditemui di berbagai tulisan, ada beberapa aturan penggunaan yang perlu kamu ketahui.

Penggunaan etc. dalam kalimat

Dikutip dari Grammar Book, berikut beberapa aturan yang perlu diperhatikan saat menggunakan etc. dalam sebuah kalimat.

Penulisan Koma

Menurut The Element of Style oleh Strunk dan White pada 1979, penggunaan etc. harus diikuti koma setelahnya.

  • We could use butter, milk, cheese, etc., – Kita bisa menggunakan mentega, susu, keju, dan lain sebagainya,

Namun menurut Bryan A. Garner dalam A Dictionary of Modern American Usage, sebaiknya tanda koma setelah etc. dihilangkan. Perhatikan contoh berikut.

  • Bring me some paper, glue, scissors, etc. – Bawakan aku beberapa kertas, lem, gunting, dan lain sebagainya.

Gunakan untuk konteks informal

Meskipun penggunaan etc. dalam bahasa Inggris sudah diakui, tetapi hal ini harus dihindari saat menulis tulisan formal, misalnya dalam esai akademik atau laporan bisnis.

Jangan gunakan frasa berikut secara bersamaan

Kata etc. tidak dapat digunakan secara bersamaan dengan beberapa frasa, seperti such as dan for example.

Berikut contoh penggunaan etc. yang kurang tepat.

  • I learn many subjects in school such as mathematics, biology, chemistry, etc. – Aku belajar banyak mata pelajaran di sekolah seperti matematika, biologi, kimia, dan lain sebagainya. ✖

Berikut contoh penggunaan etc. yang tepat.

  • I learn many subjects in school such as mathematics, biology, and chemistry. – Aku belajar banyak mata pelajaran di sekolah seperti matematika, biologi, dan kimia. ✔

Tidak perlu menambahkan and sebelum etc.

Menambahkan and sebelum etc. menjadikan kalimat tersebut tidak efektif.

Contoh:

  • I have to pack my things, make a passport, and etc. before I go to Italy. – Aku harus mengemas barang-barangku, membuat paspor, dan dan lain-lain sebelum pergi ke Italia. ✖

Agar lebih tepat, kamu dapat menulis kalimat tersebut seperti ini.

  • I have to pack my things, make a passport, etc. before I go to Italy. – Aku harus mengemas barang-barangku, membuat paspor, dan lain-lain sebelum pergi ke Italia. ✔

Jangan gunakan untuk menyebut nama orang

Jika ingin menulis beberapa nama orang dalam satu kalimat, hindari menggunakan etc. Sebagai gantinya, kamu dapat menggunakan et al. yang artinya “dan kawan-kawan” atau biasa disingkat dkk dalam bahasa Indonesia.

Sama seperti etc., di akhir kata et al. harus diakhiri dengan tanda baca titik.

Contoh:

  • I met Joe, Agnes, Jessie, et al last night. – Aku bertemu Joe, Agnes, Jessie, dan kawan-kawan tadi malam.

Perbedaan dengan i.e dan e.g

Selain etc., singkatan i.e dan e.g juga sering digunakan dalam sebuah kalimat. Berikut perbedaannya, dilansir dari Merriam Webster Dictionary.

Apa itu i.e?

Diambil dari bahasa Latin, i.e (id est) memiliki arti “yaitu” dalam bahasa Indonesia, atau it is dalam bahasa Inggris. Singkatan ini biasa digunakan untuk menjelaskan sesuatu agar lebih spesifik.

Contoh penggunaan i.e:

  • There are three best-seller desserts at this cafe, i.e blueberry cheesecake, american pie, and mochi ice cream.– Terdapat tiga hidangan penutup yang paling laris di kafe ini, yaitu blueberry cheesecakeamerican pie, dan es krim mochi.

Apa itu e.g?

Sama halnya dengan i.e, e.g (exempli gratia) juga diambil dari bahasa Latin. Singkatan ini memiliki arti “contohnya adalah”.

Singkatan tersebut biasanya digunakan untuk menyebutkan contoh yang berjumlah lebih dari satu.

Contoh penggunaan e.g:

  • I love to watch many movie genres, e.g thriller, drama, and action. – Aku suka menonton berbagai genre film, contohnya thriller, drama, dan aksi.

Contoh Penggunaan etc. dalam Kalimat

  • She got some vitamins, drugs, etc. from the hospital. – Dia mendapat sejumlah vitamin, obat-obatan, dan lain-lain dari rumah sakit.
  • Don’t forget to add salt, pepper, sugar, etc. to the soup. – Jangan lupa menambahkan garam, lada, gula, dan lain sebagainya ke dalam sup.
  • Before someone applies for a job, they should prepare the resume, portfolio, etc. – Sebelum seseorang melamar pekerjaan, mereka harus mempersiapkan resume, portofolio, dan lain-lain.

Ciri-Ciri Adjectives Bahasa Inggris: Bentuk dan Contoh

Kata sifat dalam bahasa Inggris disebut dengan adjective. Kelas kata ini berfungsi menjelaskan kata benda.

Kata adjective diserap dari bahasa Latin adjectivum.

Adjectives dapat menerangkan jumlah, urutan, kualitas, ukuran, jarak, atau sifat lain yang hendak ditekankan. Bagaimana mengenali ciri-ciri adjectives dalam kalimat?

1. Modify Nouns

Adjectives berfungsi menerangkan atau mengubah kata nouns atau pronouns. Maka dari itu, adjectives diletakkan berdekatan dengan kata yang dijelaskannya.

  • Please hand me that golden bracelet, will you?
  • Gretchen is taller than Martha.
  • If you don’t have anything nice to say, don’t say anything at all.

2. Stackable

Beberapa adjectives dapat digunakan bersamaan untuk menerangkan kata benda yang sama. Hal ini disebut dengan stacking.

Umumnya native speaker hanya menggunakan maksimal tiga kata sifat. Selain itu, penggunaan kata sifat secara bertumpuk harus sesuai urutan.

  • An ugly, old, yellow tin bucket stood beside the stove.
  • He married a beautiful attractive young lady.
  • The Samantha’s decided to buy a nice, fancy, old house.

3. Gradable

Kata sifat dapat memiliki bentuk bertaraf, atau dalam bahasa Inggris disebut dengan comparative and superlative. Artinya kata tersebut dapat digunakan untuk membandingkan satu benda dengan benda lain.

Kata sifat bertaraf juga dapat dalam bentuk negatif, yang ditunjukkan dengan kata less dan least.

  • She is the loveliest little girl I’ve ever met.
  • His third campaign was the least successful of all his attempts.
  • He became even more disturbed.

Ada beberapa kata sifat yang tidak dapat ditarafkan. Kata sifat ini disebut dengan absolute adjectives. Contohnya adalah absolutecompletecorrectessentialimpossibleperfectpregnantultimate, dan unique.

Kualitas yang dijelaskan kata-kata sifat tersebut tidak dapat dikurangi atau ditambahkan.

  • That painting is unique.
  • After the first four months they found it impossible to control the outbreaks of sporadic violence.
  • It’s the perfect copier ever invented.

4. Modified from Verb

Beberapa kata sifat dibentuk dari kata kerja, yakni imbuhan –ing untuk present verbs dan –ed untuk past verbs. Kata sifat ini disebut dengan participial adjectives.

Jenis kata sifat tersebut dapat diubah menjadi bentuk bertaraf dengan more/most atau less/least.

  • I couldn’t be less concerned.
  • That was really an interesting lecture.
  • He was wearing a bored expression on his face.

5. Modifiable

Ciri kata sifat yang terakhir adalah dapat diubah menggunakan adverbs. Kata keterangan diletakkan sebelumnya.

  • These shrimps are unusually [adv] large [adj].
  • They appear to be remarkably [adv] happy [adj].
  • The new menu in the Italian restaurant is unexpectedly [adv] delicious [adj].

Mengenal Pronoun Bahasa Inggris: Jenis dan Contoh Kalimat

Belajar bahasa Inggris, tentu tidak terlepas dari mempelajari pronoun. Secara sederhana, pronoun merupakan kata ganti yang berfungsi menggantikan noun.

Pronoun dalam bahasa Inggris memiliki berbagai jenis. Berikut penjelasan disertai contohnya.

Apa itu Pronoun?

Pronoun adalah kata atau frasa yang digunakan sebagai pengganti noun (kata benda) atau noun phrase (frasa kata benda). Pronoun biasanya berbentuk kata yang singkat.

Pronoun dapat menggantikan fungsi noun dalam kalimat, bahkan membentuk kalimat.

Pronoun yang sering kita dengar adalah hesheyoumeIweusthisthemthatPronoun dapat menempati fungsi subjectdirect objectindirect objectobject of preposition, dan lain-lain.

Pronoun dapat menggantikan objek berupa orang, tempat, hewan, atau benda. Contohnya coffee berubah menjadi it, Barbara berubah menjadi she, dan Jeremy berubah menjadi he, tim berubah menjadi they, dan lain-lain.

Contoh penggunaan pronoun dalam kalimat:

  • Barbara drinks a cup of coffee every afternoon.

Kalimat tersebut dapat berubah dengan menggunakan pronoun, sehingga menjadi:

  • She drinks a cup of it every afternoon.

Kata ganti she merujuk pada Barbara pada kalimat sebelumnya.

Atau bahkan berubah menjadi:

  • She drinks it every afternoon.

Kata ganti it merujuk pada a cup of coffee.

Mengapa Perlu Menggunakan Pronoun?

Tanpa pronouns, kita akan terus-menerus mengulang nouns. Hal ini membuat tulisan atau ucapan kita menjadi repetitif, bahkan sulit dipahami.

Perhatikan dua kalimat berikut antara yang menggunakan pronoun dengan tidak.

  • Barbara drinks a cup of coffee every afternoon, she likes to have it before dinner.
  • Barbara drinks a cup of coffee every afternoon, Barbara likes to have the cup of coffee before dinner.

Dapat terasa perbedaannya, bukan? Menggunakan pronouns membuat kalimat lebih mengalir dan menarik untuk didengar atau dibaca.

Jenis-Jenis Pronouns

Pronouns dibedakan menjadi beberapa kategori.

Indefinite Pronouns

Pronoun ini merujuk kepada objek yang tidak spesifik. Yang termasuk pronouns ini adalah:

anyone, somebody, whichever, whoever, other, somethingnobody

Berikut contohnya dalam kalimat.

  • Would anyone like a coffee?
  • Take whatever you like. Jamie took one cookie and Ben took the other.
  • Such is life.

Personal Pronouns

Pronoun ini merujuk kepada orang, benda, atau kelompok yang spesifik. Yang termasuk dalam personal pronouns adalah:

I, you, he, she, it, we, youthey

Berikut contohnya dalam kalimat.

  • Jack and David are friends. They play basketball together.
  • We will be late if you don’t hurry up.
  • She packed them tightly in the suitcase.

Reflexive Pronouns

Reflexive pronouns merujuk kepada kata keterangan, kata sifat, kata ganti, atau kata benda yang diakhiri –self atau –selves. Yang termasuk dalam pronoun ini adalah:

myself, yourself, himself, herself, itself, ourselves, yourselvesthemselves

Berikut contohnya dalam kalimat.

  • Count yourselves.
  • Annie only had herself to blame.
  • Peter and Paul had baked themselves cakes.

Demonstrative Pronouns

Pronouns ini digunakan untuk merujuk sesuatu yang spesifik di dalam kalimat. Hanya ada empat jenis demonstrative pronouns, yakni:

this, that, these, those

Berikut contohnya di dalam kalimat.

  • I prefer this.
  • These are beautiful, but those belong to Danny.
  • Did you see that?

Possessive Pronouns

Possessive pronouns merujuk pada kepemilikan suatu hal. Yang termasuk dalam pronouns ini adalah:

mine, its, hers, his, yours, ours, theirs, whose

Berikut contohnya.

  • Are these bananas yours?
  • This money is ours.
  • Is the fault theirs or yours?

Relative Pronouns

Pronouns ini merujuk kepada nouns yang sebelumnya sudah disinggung untuk memberikan informasi tambahan terkait sifat nouns tersebut. Yang termasuk dalam relative pronouns adalah:

who, which, that, whom, whose

Berikut contohnya dalam kalimat.

The table, which sits in the hallway, is used for correspondence.
The car that crashed into the wall was blue.
This is the woman whose key you found.

Interrogative Pronouns

Pronoun ini digunakan untuk memulai sebuah pertanyaan. Yang termasuk dalam interrogative pronouns adalah:

who, whom, whose, what, which

Berikut contohnya dalam kalimat.

  • Who will come to the party?
  • Which do you prefer?
  • What do you need?
  • Whose clothes are on the floor?
  • Whom did you tell?

Reciprocal Pronouns

Reciprocal pronouns menunjukkan tindakan yang saling dilakukan atau berhubungan. Contohnya:

one another

Berikut contoh penggunaannya dalam kalimat.

  • The boxers punched each other.
  • The couple love one another deeply.

Present Continuous Tense: Rumus dan Contohnya

Present continuous tense sering digunakan dalam bahasa Inggris. Ada perbedaan mendasar antara simple present tense dengan present continuous tense.

Perbedaannya terletak pada rumus dan penggunaannya. Berikut ini rangkuman segala hal yang perlu kamu ketahui tentang present continuous tense.

Apa itu Present Continuous Tense?

Present continuous tense adalah tense yang digunakan untuk menunjukkan tindakan yang berlangsung saat ini. Present continuous disebut juga dengan present progressive.

Present continuous juga digunakan untuk menunjukkan tindakan yang akan berlangsung di masa depan. Dengan kata lain, verb tense ini menunjukkan tindakan atau kondisi dengan ciri-ciri:

  • terjadi saat ini
  • sering terjadi
  • ada kemungkinan berlangsung sampai masa depan

Tenses sendiri adalah kalawaktu yang digunakan dalam bahasa Inggris sebagai penanda waktu kejadian. 

Rumus Present Continuous Tense

Rumus untuk present continuous tense adalah:

to be [am, is, are] + verb-ing [present participle]

Perhatikan contoh berikut.

  • Uncle Ted is cooking dinner while Linda looks for his new knife. – Paman Ted sedang memasak makan malam sementara Linda mencari pisau barunya.
  • They are playing at John’s favorite park today, Greenview Park. – Mereka sedang bermain di taman favorit John hari ini, Greenview Park.

Dari contoh ini bisa dilihat bahwa present continuous tense memengaruhi pemahaman pembaca terkait waktu tindakan dilakukan.

Penggunaan Present Continuous Tense

Present continuous tense harus menggunakan kata kerja to be dan kata kerja dinamis yang sesuai. Kata kerja dinamis menandakan tindakan dan/atau proses.

Perhatikan contoh berikut.

  • Raj’s younger brother is arriving at the restaurants one hour late because his football team, Amigos, won the national championships early today. As he is walking into Salt Restaurant, he is yelling goodbye to his teammates outside, and Raj hopes he doesn’t cause a scene since he is always embarrassing him in public.
    • Adik laki-laki Raj baru tiba di restoran terlambat satu jam karena tim sepak bolanya, Amigos, memenangkan kejuaraan nasional pada hari itu. Sementara dia masuk ke Salt Restaurant, ia meneriakkan selamat tinggal kepada rekan-rekan timnya yang ada di luar, dan Raj berharap dirinya tidak menimbulkan keributan mengingat ia selalu bertingkah memalukan di depan umum.

Tips Menggunakan Present Continuous Tense

Ingatlah present continuous tense tidak dapat digunakan pada kata kerja statis. Kata kerja statis menandakan situasi yang sifatnya tetap atau tidak berubah.

Kata kerja semacam ini menggunakan simple present tense. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut.

  • Uncle Ted is preferring the strawberry pastries over the chocolate ones that Linda loves. – Paman Ted sedang lebih menyukai pastry stroberi daripada coklat yang disukai Linda. ✖
  • Uncle Ted prefers the strawberry pastries over the chocolate ones that Linda loves. – Paman Ted lebih menyukai pastry stroberi daripada coklat yang disukai Linda. ✔

Pada contoh di atas, kata kerja statis to prefer menunjukkan opini, sehingga tidak dapat menggunakan present continuous tense.

Kategori kata kerja statis meliputi:

  • emosi (to love)
  • kepemilikan (to belong)
  • pemikiran (to recognize)

Kata-kata kerja ini tidak dapat digunakan dalam bentuk present continuous.

Mengenal 4 Catur Brata Penyepian, Kiat Wawas Diri Umat Hindu

Hari raya Nyepi berlangsung dalam rangka menyambut tahun baru Saka. Ternyata dalam pelaksanaan Nyepi, erat kaitannya dengan Catur Brata Penyepian, yakni langkah pengendalian diri umat Hindu.

Mengenal Nyepi, Hari Raya Istimewa Umat Hindu

Nyepi adalah hari pergantian tahun Saka yang menjadi momen bagi umat Hindu untuk mendekatkan diri dengan Tuhan (Hyang Widhi Wasa) melalui doa. Umat Hindu juga melakukan introspeksi diri dalam berbagai nilai, seperti kemanusiaan, cinta, kesabaran, dan kebaikan.

Nyepi dalam bahasa lokal memiliki arti diam yang menjadikan hari raya ini diliputi keheningan.

Apa itu Catur Brata Penyepian?

Dalam rangkaian ritual dalam hari raya Nyepi, terdapat meditasi dan refleksi diri. Selain itu, ada pula pantangan yang dicantumkan dalam empat sila yang disebut dengan Catur Brata Penyepian.

Dikutip dari Simdos Unud, Catur Brata Penyepian adalah empat pantangan saat Nyepi untuk membentuk konsentrasi dan ketenangan, agar umat Hindu kembali kepada jati dirinya.

4 Pantangan saat Nyepi

Catur Brata Penyepian merupakan upaya  pengendalian diri selama 24 jam dengan melaksanakan empat pantangan ini.

1. Amati Geni

Larangan menyalakan api, menggunakan penerangan, hingga mengobarkan hawa nafsu.

2. Amati Karya

Larangan segala bentuk pekerjaan fisik selain yang didedikasikan untuk pembersihan dan pembaharuan spiritual.

3. Amati Lelungan

Larangan melakukan perjalanan atau pergerakan, artinya umat Hindu diwajibkan tinggal di dalam rumah.

4. Amati Lelangunan

Larangan segala bentuk hiburan, rekreasi, atau pekerjaan umum.