Mengenal Onomatopoeia, Kata yang Terbentuk dari Bunyi

Bagaimana bunyi anjing menggonggong? Dalam bahasa Indonesia, kamu mungkin akan menyebutnya ‘guk-guk’. Namun dalam bahasa Inggris disebut ‘woof-woof’, bahasa Rusia ‘gav-gav’, dan bahasa Prancis ‘ouaf-ouaf’. Fenomena ini disebut dengan onomatopoeia.

Bagaimana contoh onomatopoeia dalam berbagai bahasa?

Apa itu onomatopoeia?

Dalam Merriam-Webster disebutkan onomatopoeia memiliki pengertian:

(1) the naming of a thing or action by a vocal imitation of the sound associated with it (such as buzz, hiss);

(2) the use of words whose sound suggests the sense.

Dalam bahasa Indonesia, istilah ini dapat diartikan sebagai kata yang mengekspresikan atau mengimitasi bunyi tertentu, misalnya bunyi yang ditimbulkan hewan, mesin, manusia, benda, atau alam.

Onomatopoeia berasal dari kata bahasa Yunani onoma (nama) dan poiein (membuat).

Kamu akan sering menemukan onomatopoeia digunakan dalam komik. Misalnya bunyi letusan pistol ditulis ‘bang!’, bunyi benturan ditulis ‘bam!’, atau bunyi tawa ditulis ‘ha-ha!’.

Penggunaan Onomatopoeia

Mengapa penulis sering menggunakan kata-kata yang mengimitasi bunyi? Dikutip dari Writers, berikut alasannya.

Menyerupai bunyi sesungguhnya

Banyak sekali bunyi yang didengar dalam kehidupan sehari-hari, tetapi penyampaiannya terbatas dalam bentuk kata-kata. Dengan adanya kata-kata tiruan bunyi, pembaca akan dapat memahami nuansa dalam tulisan dengan lebih baik.

Bermain dengan kata-kata

Penulis dapat menggunakan tiruan bunyi sebagai sarana permainan kata dan bahasa.

Menarik minat pembaca

Adanya kata tiruan bunyi dapat menarik minat pembaca dan membantu menambah suasana dalam narasi.

Gaya bahasa

Penggunaan kata-kata tiruan bunyi dalam teks dapat menjadi gaya bahasa khas penulis.

Menimbulkan imajinasi dalam benak pembaca

Adanya kata-kata yang menyerupai bunyi dalam kehidupan sehari-hari dapat membuat pembaca semakin mudah membayangkan narasi.

Onomatopoeia dalam Berbagai Bahasa

Peniruan bunyi dalam kata-kata dapat berbeda dalam berbagai bahasa, meskipun objek yang ditiru sama. Seperti apa contohnya?

Anjing

  • Indonesia – guk-guk
  • Inggris – woof-woof
  • Rusia – gav-gavtyav-tyav
  • Prancis – ouaf-ouaf
  • Jepang – wan-wan

Berbicara tentang bunyi gonggongan anjing dalam bahasa Jepang, pasti kamu pernah mendengar lagu yang dipopulerkan balita Nonoka Murakata dalam suatu reality show. Sepotong liriknya berbunyi ‘wan-wan-wan-wanwan-wan-wan-wan’.

Contoh Penggunaan Onomatopoeia

Banyak penyair dan penulis yang menggunakan kata-kata tiruan bunyi untuk memperindah tulisannya. Berikut contohnya.

Once upon a midnight dreary, while I pondered, weak and weary,
Over many a quaint and curious volume of forgotten lore—
While I nodded, nearly napping, suddenly there came a tapping,
As of some one gently rapping, rapping at my chamber door—
“‘Tis some visitor,” I muttered, “tapping at my chamber door—
Only this and nothing more.”The Raven, Edgar Allan Poe

It’s a jazz affair, drum crashes and cornet razzes.
The trombone pony neighs and the tuba jackass snorts.
The banjo tickles and titters too awful.
The chippies talk about the funnies in the papers.
The cartoonists weep in their beer.Honky Tonk in Cleveland, Ohio, Carl Sandburg

It SHUSHES.
It hushes
The loudness in the road.
It flitter-twitters,
And laughs away from me.
It laughs a lovely whiteness,
And whitely whirs away,
To be
Some otherwhere,
Still white as milk or shirts.
So beautiful it hurts.Cynthia In The Snow, Gwendolyn Brooks