Cara Menambahkan S/ES Pada Simple Present

Dalam belajar bahasa Inggris, penggunaan simple present tense merupakan salah satu hal fundamental yang harus dikuasai. Tense ini digunakan untuk menyatakan fakta, kebiasaan, atau kejadian yang terjadi pada saat ini. Salah satu aspek penting dalam penggunaan simple present tense adalah penambahan akhiran “s” atau “es” pada kata kerja ketika subjeknya adalah orang ketiga tunggal (he, she, it). Berikut ini adalah cara menambahkan “s” atau “es” pada simple present tense untuk membantu proses belajar bahasa Inggris dan menerapkannya dengan benar.

Sebelumnya, pahami kapan kita perlu menambahkan “s” atau “es”. Dalam simple present tense, penambahan “s” atau “es” hanya terjadi ketika subjek kalimat adalah orang ketiga tunggal. Contohnya seperti “he” (dia laki-laki), “she” (dia perempuan), atau “it” (itu untuk benda atau hewan). Ketika subjeknya adalah “I”, “you”, “we”, atau “they”, kata kerja tidak mendapatkan penambahan apa pun.

Penambahan “s”

Untuk sebagian besar kata kerja, kita hanya perlu menambahkan “s” di akhir kata kerja ketika subjeknya adalah orang ketiga tunggal. Contoh:

●      “He works in a bank.” (Dia bekerja di bank.)

●      “She plays tennis.” (Dia bermain tenis.)

●      “She cooks delicious meals every day.” (Dia memasak makanan lezat setiap hari.)

●      “He watches a movie every weekend.” (Dia menonton film setiap akhir pekan.)

●      “It rains heavily in the afternoon.” (Hujan lebat pada sore hari.)

●      “She studies English at night.” (Dia belajar bahasa Inggris di malam hari.)

●      “He runs five kilometers every morning.” (Dia berlari lima kilometer setiap pagi.)

Penambahan “es”

Namun, ada beberapa aturan khusus untuk penambahan “es” yang perlu diperhatikan:

1. Kata Kerja Berakhiran “o”, “ch”, “sh”, “x”, atau “z”

Untuk kata kerja yang berakhiran dengan huruf-huruf ini, kita menambahkan “es” bukan hanya “s”.

●      “He goes to school.” (Dia pergi ke sekolah.)

●      “She watches TV.” (Dia menonton TV.)

●      “She does her homework every evening.” (Dia mengerjakan pekerjaan rumahnya setiap malam.)

●      “He catches the bus at 8 AM.” (Dia menaiki bus jam 8 pagi.)

●      “She wishes for a better future.” (Dia berharap untuk masa depan yang lebih baik.)

●      “He fixes computers for a living.” (Dia memperbaiki komputer untuk penghidupannya.)

●      “She buzzes the door open.” (Dia membunyikan bel pintu untuk membukanya.)

2. Kata Kerja Berakhiran “y”

Jika kata kerja berakhiran dengan “y” dan sebelum “y” tersebut terdapat konsonan, ubah “y” menjadi “i” kemudian tambahkan “es”.

●      “He flies a kite.” (Dia menerbangkan layang-layang.)

●      “She studies English at the university.” (Dia mempelajari bahasa Inggris di universitas.)

Namun, jika sebelum “y” adalah vokal, cukup tambahkan “s”.

●      “He plays football.” (Dia bermain sepak bola.)

●      “He says he will come tomorrow.” (Dia bilang dia akan datang besok.)

Penggunaan s/es

Menggunakan “s” atau “es” dengan benar sangat penting karena dapat mengubah arti kalimat dan mempengaruhi ketepatan aturan tata bahasa atau grammar yang kamu gunakan. Kesalahan dalam penambahan “s” atau “es” sering kali menjadi salah satu kesalahan umum yang dilakukan oleh orang yang sedang bahasa Inggris. Oleh karena itu, cobalah untuk terus melatih kemampuan dan pemahaman kamu tentang aturan ini dengan membuat banyak kalimat simple present tense sebagai latihan. Selamat mencoba!

5 Contoh Pantun Lucu dalam Bahasa Inggris beserta Artinya

Pantun dalam bahasa Inggris sering kali menjadi sarana yang menyenangkan untuk belajar bahasa Inggris dan bermain dengan kata-kata. Sama seperti dalam bahasa Indonesia, pantun dalam bahasa Inggris bisa mengandung humor, nasehat, atau sekadar menjadi cara untuk mengungkapkan perasaan dengan cara yang lucu dan menghibur. Berikut ini adalah lima contoh pantun bahasa Inggris beserta artinya, yang dijamin akan menambah keseruan dalam belajar bahasa Inggris.

The Cat and The Hat

A cat wearing a hat, sitting so cool,

Watching a fish swimming in the pool.

“Don’t be so proud with your swimming flair,

I prefer dry land, water makes me scare!”

Artinya:

Seorang kucing memakai topi, duduk begitu santai,

Melihat ikan berenang di kolam.

“Jangan terlalu bangga dengan keahlian berenangmu,

Aku lebih memilih daratan, air membuatku takut!”

The Sun and The Bun

The sun rises high, in the bright blue sky,

I look at my bun, and let out a sigh.

“Eat me now, or I’ll get cold,”

Better than silver, worth more than gold.

Artinya:

Matahari terbit tinggi, di langit biru yang cerah,

Aku melihat rotiku, dan menghela nafas.

“Makanlah aku sekarang, atau aku akan menjadi dingin,”

Lebih baik dari perak, lebih berharga dari emas.

The Book and The Nook

I found a book, in a cozy nook,

With a chef who can cook, inside this book.

“He flips and he fries, with a look so wise,

But his best dish is pies, that reaches the skies.”

Artinya:

Aku menemukan sebuah buku, di sudut yang nyaman,

Dengan seorang koki yang bisa memasak, di dalam buku ini.

“Dia membalik dan menggoreng, dengan tatapan yang bijak,

Tapi hidangan terbaiknya adalah pai, yang mencapai langit.”

Roses are red

Roses are red, violets are blue,

Sugar is sweet, and so are you.

But the roses wilted, the violets dead,

Sugar bowl’s empty, just like my head.

Artinya:

Mawar merah, violet biru,

Gula itu manis, dan begitu juga kamu.

Tapi mawar layu, violet mati,

Mangkuk gula kosong, sama seperti kepalaku.

The Star and The Car

I saw a star, from my little car,

Shining so bright, like a diamond bar.

“Don’t you wish, you could fly so high?

I’d rather drive, under this starry sky.”

Artinya:

Aku melihat bintang, dari mobil kecilku,

Bersinar begitu terang, seperti bar berlian.

“Apakah kamu tidak berharap, kamu bisa terbang begitu tinggi?

Aku lebih memilih mengemudi, di bawah langit berbintang ini.”

Cats sleep

Cats sleep anywhere,

any table, any chair,

With you in my dreams,

life is fair.

Artinya:

Kucing tidur di mana saja,

meja mana saja, kursi mana saja,

Denganmu dalam mimpiku,

hidup ini adil.

Melalui contoh pantun bahasa Inggris di atas, kita bisa melihat bagaimana pantun tidak hanya terbatas pada bahasa Indonesia tetapi juga bisa dinikmati dalam bahasa Inggris. Dengan menggabungkan unsur humor, romantis, dan keindahan alam, pantun dalam bahasa Inggris ini berhasil menyampaikan pesan dengan cara yang lucu dan menghibur.

4 Perbedaan Utama Bahasa Inggris British dan Bahasa Inggris Amerika

United Kingdom (UK) yang lebih dikenal sebagai negara Inggris dan United States (US) yang lebih dikenal sebagai negara Amerika adalah dua negara yang terletak di benua berbeda tapi menggunakan bahasa yang sama untuk berkomunikasi. Ya, kedua negara ini menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa nasionalnya. Akan tetapi, bukan berarti tidak ada perbedaan antara keduanya. Apa saja perbedaan yang mencolok dari kedua bahasa Inggris ini?

Logat atau dialek

Dari segala perbedaan antara bahasa Inggris British dan bahasa Inggris Amerika, logat US dan UK adalah satu faktor yang paling terlihat berbeda. Sebenarnya, perbedaan aksen atau logat berbicara bukan hal yang aneh. Bahkan, baik di Amerika maupun di Inggris, aksen yang digunakan pun berbeda.

Sebagai contoh, aksen Los Angeles dan aksen New York memiliki sedikit perbedaan. Sementara di negara Inggris, warga London mungkin memiliki aksen yang berbeda dengan warga Inggris yang tinggal di Manchester.

Namun, perbedaan yang sangat mencolok antar kedua bahasa Inggris ini adalah pelafalan huruf “r”. Warga Amerika masih melafalkan huruf “r” di setiap kata yang diucapkan, sedangkan warga Inggris tidak. Huruf “r” dalam bahasa Inggris British hanya dibaca jika huruf tersebut terletak di awal kata.

Kosa kata

Perbedaan bahasa US dan UK lain yang tak kalah mencolok adalah pilihan kosa kata. Ya, ada cukup banyak hal yang memiliki kosa kata berbeda dalam kedua bahasa Inggris ini.

Sebagai contoh, dalam bahasa Inggris Amerika, kotak surat disebut dengan mailbox. Padahal, dalam bahasa Inggris British, kotak surat disebut dengan post box. Tak hanya itu, dalam bahasa Inggris Amerika, apartemen disebut dengan apartments. Sementara, flat adalah kata yang digunakan dalam bahasa Inggris British untuk mendeskripsikan hal yang sama.

Penulisan

Meski hanya memiliki sedikit perbedaan, tapi penulisan dalam bahasa Inggris Amerika dan bahasa Inggris British juga berbeda. Perbedaan ini memang tidak terdapat pada setiap kata, akan tetapi kamu penting untuk mengetahuinya agar bisa menulis kata yang tepat saat menggunakan salah satu dari bahasa Inggris tersebut.

Sebagai contoh, dalam bahasa Inggris British, “color” dan “behavior” ditulis dengan “colour” dan “behaviour”. Sementara itu, kata “theater”, “meter”, dan “center” ditulis dengan “theatre”, “metre”, dan “centre”. Masih banyak kata lain yang memiliki penulisan yang berbeda dalam kedua bahasa Inggris tersebut. Cari tahu lebih lanjut untuk mengetahui semua perbedaan dalam penulisan ini.

Tata Bahasa

Grammar atau tata bahasa yang digunakan dalam kedua bahasa ini untuk berkomunikasi sehari-hari juga cukup berbeda. Tapi bukan berarti ada yang salah, karena ini hanya masalah kebiasaan saja. Misalnya, orang Amerika terbiasa untuk menggunakan past simple tense dalam menjelaskan suatu kejadian yang baru saja terjadi.

Sementara itu, orang Inggris lebih suka menjelaskan hal yang sama dalam present perfect tense. Sebagai contoh, orang Amerika akan mengatakan, “I went to the theater,” saat orang Inggris berkata, “I’ve been to the theatre.”

Meski terdapat begitu banyak perbedaan dalam kedua bahasa Inggris ini, bukan berarti salah satunya tidak tepat dan yang lain lebih benar. Ini hanya masalah penggunaan dan kebiasaan saja. Kamu sendiri bisa memilih mana bahasa Inggris yang lebih mudah kamu pelajari, atau bahkan kamu juga bisa mempelajari keduanya.

Tips Saat Meeting Dengan Klien Internasional

Pada dasarnya, berbisnisdengan orang lain memang membutuhkan manner tau sikap profesional yangharus dipraktikkan kepada satu sama lain. Begitu juga saat meeting.Tetapi, jika kamu berbisnis dengan klien internasional, ada beberapa hal, yangmungkin akan sedikit berbeda dari biasa, yang harus kamu lakukan untukmengatasi perbedaan budaya. Pasalnya, memahami dan menghargai budaya yangberbeda ini, mungkin akan menjadi cara untuk memudahkan kerjasama dengan orang tersebut. Lantas, apa saja yang harus kamu lakukan jika hendak meetingdengan klien internasional?

1. Datang tepat waktu

Hampir tidak ada yangsuka jika orang datang terlambat. Maka dari itu, datang tepat waktu bukanlahsebuah pilihan tetapi keharusan. Apalagi jika sedang meeting denganklien.

Bahkan, beberapa negaramenjadikan ketepatan waktu sebagai salah satu budaya mereka yang tidak bisadiganggu gugat. Jadi, kalau kamu hendak meeting dengan klieninternasional, jangan sampai datang terlambat.

2. Gunakan pakaian yang rapi

Perbedaan budaya jugamenentukan pakaian seperti apa yang seharusnya kamu kenakan. Hindari pakaian yang terlalu kasual seperti celana jeans, atau kaos berkerah saat sedangmeeting dengan klien internasional yang berasal dari negara tertentu.

Jika kamu tidak yakinpakaian apa yang seharusnya dikenakan, ikuti standar pakaian rapi untukkeperluan bisnis. Tunjukkan sisi profesionalitas kamu dengan mengenakan kemejaberdasi untuk pria dan blus dilengkapi blazer dan rok span bagi wanita.

3. Perhatikan gestur tubuh

Tidak semua orang sukabersalaman. Ada yang lebih memilih untuk memberi salam dengan caramembungkukkan badan atau hanya sekedar tersenyum. Bahkan, gaya bersalaman tiaporang dari berbeda negara pun bisa berbeda-beda.

Pastikan kamu telahmempelajari terlebih dahulu bagaimana cara memulai perkenalan saat meeting denganklien dari negara tertentu. Misalnya, ada yang suka disalami dengan kuat danpenuh keyakinan. Ada pula yang lebih suka tangannya dijabat dengan ringan,bahkan ada juga yang suka disalami dengan kedua tangan.

4. Perhatikan etika berbicara

Saat berdiskusi dan bernegosiasi, ada etika berbicara yang harus kamu perhatikan. Tapi, hal inijuga bisa bergantung dengan siapa kamu berbicara, karena berbeda negara,berbeda pula budayanya dalam berbicara.

Utamanya, janganmemotong pembicaraan orang lain. Selain itu, jika kamu mau menjelaskan sesuatu,ucapkan dengan jelas. Hindari menggunakan kalimat-kalimat retoris karena klientersebut belum tentu memahaminya.

Jika kamu berkomunikasidengan bahasa Inggris, hindari menggunakan bahasa Inggris untuk sehari-hari.Sebaiknya, gunakan bahasa Inggris untuk profesional demi menunjukkan manner yang baik.

5. Simpan gadget di dalam tas

Jika kamu tidak benar-benar menggunakannya, simpan gadget yang kamu miliki saat sedang meeting dengan rekan bisnis internasional. Hindari mengutak-atik ponsel untuk hal yang tidak ada hubungannya dengan meeting tersebut.

Untuk mengurangidistraksi, matikan nada dering dan getar ponsel hingga meeting berakhir.Dengan begitu, kamu tidak akan ‘penasaran’ atau tidak konsentrasi denganberjalannya diskusi karena ingin memeriksa notifikasi.

Meeting dengan klieninternasional memang terkadang tricky. Tetapi, semua akan menjadi mudahjika kamu tahu rahasianya. Oleh karena itu, praktikkan tips dan trik di atasagar meeting berhasil dan bisa juga dipraktikkan untuk meeting denganorang lokal lho, karena kita harus menjaga profesionalisme di mana pun dandengan siapapun.

5 Tips Diterima Kerja untuk Fresh Graduate

Sebagai fresh graduate, kamu pasti merasa excited sekaligus khawatir saat hendak memasuki dunia kerja. Apalagi, untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan minat dan keahlian yang kamu miliki, kamu mungkin harus bersaing ketat dengan banyak orang. Hal ini sering kali membuat pengalaman mencari kerja menjadi penuh tantangan. Akan tetapi, bukan berarti kamu tidak bisa mempersiapkan diri untuk menghadapinya, bukan? Ya, ada beberapa tips menarik yang bisa kamu terapkan jika ingin melamar kerja. Berikut adalah beberapa di antaranya:

Memperbarui dan meningkatkan resume

Resume dan juga CV adalah “kartu nama” di dunia profesional. Saat melamar pekerjaan, biasanya kedua hal itu adalah salah satu syarat yang perlu kamu submit. Dari situ, biasanya rekruter baru akan menentukan apakah kamu layak untuk melanjutkan ke tahapan selanjutnya dalam proses melamar pekerjaan.

Oleh sebab itu, kamu tidak bisa menganggap sepele isi dari resume dan CV yang kamu miliki. Pastikan bahwa resume kamu mencerminkan pendidikan, pengalaman, dan keterampilan yang relevan dengan pekerjaan yang kamu lamar. Selain itu, jelaskan pencapaian akademis dan ekstrakurikuler apa saja yang kamu sudah ikuti, khususnya saat duduk di bangku kuliah.

Tak lupa untuk menambahkan informasi tentang internship yang pernah kamu ikuti selama masa studi. Dengan resume dan CV yang berbobot, terstruktur, dan mudah dibaca, rekruter tentu akan tertarik untuk mengenal kamu lebih jauh dan melakukan interview dengan kamu di tahapan selanjutnya.

Mengembangkan jaringan atau networking

Sebagai fresh graduate yang sedang mencari pekerjaan, kamu mungkin akan membatasi diri untuk berkomunikasi dengan orang lain. Hal ini bisa disebabkan karena malu belum mendapatkan pekerjaan dan berbagai alasan lainnya. Padahal, sebenarnya, justru hal itu yang akan menutup berbagai kesempatan yang mungkin kamu dapatkan.

Oleh sebab itu, alangkah baiknya jika kamu bisa memperluas relasi atau jaringan. Mengapa? Pasalnya, jaringan bisa menjadi aset berharga, khususnya saat mencari pekerjaan. Jika kamu merasa jaringan atau relasi yang kamu miliki belum cukup, cobalah mengembangkannya dengan cara mengikuti atau bergabung dengan berbagai komunitas yang sekiranya bisa membuka lebih banyak peluang dalam mencari pekerjaan.

Contohnya, mengikuti seminar, lokakarya, atau komunitas yang relevan dengan bidang yang kamu minati. Dengan begitu, kamu bisa bertemu dan berinteraksi langsung dengan profesional di bidang-bidang tersebut. Hal ini tentu dapat membantu kamu memahami tren industri terbaru dan juga memberikan kesempatan untuk mengenal orang-orang yang dapat memberikan informasi atau peluang kerja yang baik untukmu.

Mempersiapkan diri untuk mengikuti interview kerja

Selain mempersiapkan resume dan CV, kamu juga perlu mempersiapkan diri untuk menjalani wawancara kerja. Pasalnya, tahap ini biasanya menjadi tahapan krusial dalam proses seleksi pegawai. Biasanya, ada beberapa pertanyaan umum yang akan dilontarkan oleh rekruter di berbagai perusahaan.

Salah satunya akan berkaitan dengan perusahaan atau posisi yang sedang kamu lamar. Oleh sebab itu, ada baiknya untuk selalu mencari tahu atau melakukan riset tentang perusahaan atau posisi yang kamu lamar dalam perusahaan tersebut.

Hal ini termasuk dengan memahami visi, misi, dan budaya kerja di perusahaan tersebut. Jika perlu, cobalah untuk melakukan latihan di depan cermin untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang kamu rasa akan muncul saat melakukan wawancara kerja. Kamu juga boleh melakukan mock up interview atau latihan wawancara dengan teman atau anggota keluarga supaya kamu bisa mendapatkan feedback yang dapat membantu kamu meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan berkomunikasi yang kamu miliki.

Menunjukkan minat yang kuat

Tips selanjutnya untuk melamar kerja saat belum memiliki pengalaman yang banyak adalah dengan menunjukkan minat yang kuat terhadap pekerjaan maupun perusahaan saat melakukan wawancara kerja. Sampaikan bahwa keahlian dan minat yang kamu miliki cocok dengan tugas dan tanggung jawab yang diharapkan.

Jelaskan bagaimana kamu akan berkontribusi pada pertumbuhan dan kesuksesan dari perusahaan tempat kamu melamar kerja. Ini akan menunjukkan kepada rekruter bahwa kamu telah melakukan riset yang baik dan memiliki motivasi yang kuat untuk bekerja di tempat tersebut.

Menunjukkan bukti keterampilan yang kamu miliki

Sebagai fresh graduate, kamu mungkin belum memiliki banyak pengalaman kerja. Akan tetapi, bukan berarti kamu tidak memiliki keterampilan sama sekali. Oleh sebab itu, kamu perlu menunjukkannya kepada rekruter. Hal ini bisa kamu lakukan dengan menunjukkan portfolio yang siapkan sejak awal.

Jika kamu belum memiliki portfolio, cobalah untuk membuat portfolio yang menarik dan berhasil menunjukkan keterampilan yang kamu miliki dengan baik. Pastikan kamu juga memasukkan portfolio kreatif yang sesuai atau relevan dengan posisi yang kamu lamar. Ini tentu bisa menjadi bukti nyata tentang kemampuan yang kamu miliki dan bisa membantu kamu lebih menonjol dibandingkan kandidat lainnya.

Kini, apakah kamu sudah siap melamar pekerjaan?

Perbedaan Antara Customer Consumer dan Client

Apakah kamu familiar dengan kata consumer, costumer, dan client? Ya, ketiga kosakata tersebut termasuk sebagai kata benda dalam bahasa Inggris. Ketiga kosakata ini sangat umum digunakan dalam dunia bisnis. Nah, meski ketiganya sekilas terdengar mirip dan beberapa di antara kalian ada yang mungkin mengira bahwa ketiganya merujuk pada hal yang sama, sebenarnya ketiganya justru memiliki makna yang berbeda. Consumer, costumer, dan client adalah tiga istilah dengan makna yang berbeda-beda. Berikut penjelasan mengenai makna dari ketiganya, dan letak perbedaannya.

Consumer

Consumer, atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai konsumen, adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan individu yang secara langsung mengonsumsi atau menggunakan suatu produk atau jasa.

Dalam konteks ini, consumer merupakan pengguna akhir dari suatu produk atau jasa, yang fokus utamanya terdapat pada manfaat dan kegunaan yang diperoleh. Penting untuk diketahui, consumer tidak selalu identik dengan pembeli. Pasalnya, consumer bisa saja tidak melakukan pembelian tetapi menggunakan produk atau jasa yang dibeli oleh orang lain dan kemudian diberikan kepada consumer.

Sebagai contoh, seorang anak makan sereal yang dibelikan oleh orang tuanya. Dalam hal ini, anak tersebut merupakan consumer dari produk sereal tersebut. Meskipun anak tersebut tidak terlibat dalam proses pembelian, ia adalah orang yang mengonsumsi produk tersebut dan mendapat manfaat langsung darinya. Situasi ini menunjukkan bahwa konsep consumer lebih berkaitan dengan penggunaan akhir dari produk daripada proses transaksi pembeliannya.

Customer

‘Customer’, atau pelanggan, adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang membeli produk atau jasa. Dalam hubungan jual beli ini, pelanggan adalah pihak yang melakukan transaksi pembayaran. Meskipun customeritu seringkali juga consumer yang menjadi pengguna akhir dari produk atau jasa yang telah dibelinya, situasi ini tidak selalu terjadi. Ada kemungkinan di mana seseorang membeli produk atau jasa tetapi tidak untuk dirinya melainkan untuk orang lain.

Contohnya, jika orang tua membeli sereal untuk anaknya. Jika anak adalah consumer karena mereka yang mengonsumsi sereal yang telah dibeli, dalam kasus ini, orang tuanya adalah customer atau pelanggan karena mereka yang melakukan transaksi pembayaran untuk produk sereal tersebut. Situasi ini menyoroti perbedaan yang jelas antara pembeli (customer) dan pengguna (consumer) dalam dinamika transaksi.

Client

Client, atau dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai klien, adalah seseorang atau entitas yang membangun hubungan jangka panjang dan personal dengan penyedia layanan, khususnya di bidang layanan profesional seperti konsultasi atau jasa hukum.

Karakteristik utama dari seorang client adalah adanya interaksi yang lebih mendalam dan fokus pada layanan yang diberikan. Dalam hubungn ini, client dan penyedia layanan sering terlibat dalam diskusi dan pertukaran informasi yang lebih intensif.

Hal ini menciptakan sebuah dinamika di mana layanan yang diberikan lebih disesuaikan dengan kebutuhan spesifik klien, dan ada tingkat kepercayaan serta keterlibatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan hubungan pembeli-penjual biasa.

Contohnya, dalam konteks jasa hukum atau akuntansi, client bukan hanya menerima layanan tetapi juga menjadi bagian dari proses. Seorang individu yang mempekerjakan pengacara atau akuntan berperan sebagai client. Dalam hubungan ini, client mengharapkan layanan yang tidak hanya profesional tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan secara spesifik.

Mereka berinteraksi langsung dengan penyedia layanan, memberikan masukan, dan menerima saran yang disesuaikan. Hubungan ini ditandai dengan keterlibatan yang lebih dalam dan sering kali berkelanjutan, yang membedakan dari konsep konsumen atau pelanggan.

Nah, sekarang kamu sudah paham kan perbedaan ketiganya?

Tips Saat Meeting Dengan Klien Internasional

Pada dasarnya, berbisnisdengan orang lain memang membutuhkan manner tau sikap profesional yangharus dipraktikkan kepada satu sama lain. Begitu juga saat meeting.Tetapi, jika kamu berbisnis dengan klien internasional, ada beberapa hal, yangmungkin akan sedikit berbeda dari biasa, yang harus kamu lakukan untukmengatasi perbedaan budaya. Pasalnya, memahami dan menghargai budaya yangberbeda ini, mungkin akan menjadi cara untuk memudahkan kerjasama dengan orang tersebut. Lantas, apa saja yang harus kamu lakukan jika hendak meetingdengan klien internasional?

1. Datang tepat waktu

Hampir tidak ada yangsuka jika orang datang terlambat. Maka dari itu, datang tepat waktu bukanlahsebuah pilihan tetapi keharusan. Apalagi jika sedang meeting denganklien.

Bahkan, beberapa negaramenjadikan ketepatan waktu sebagai salah satu budaya mereka yang tidak bisadiganggu gugat. Jadi, kalau kamu hendak meeting dengan klieninternasional, jangan sampai datang terlambat.

2. Gunakan pakaian yang rapi

Perbedaan budaya jugamenentukan pakaian seperti apa yang seharusnya kamu kenakan. Hindari pakaian yang terlalu kasual seperti celana jeans, atau kaos berkerah saat sedangmeeting dengan klien internasional yang berasal dari negara tertentu.

Jika kamu tidak yakinpakaian apa yang seharusnya dikenakan, ikuti standar pakaian rapi untukkeperluan bisnis. Tunjukkan sisi profesionalitas kamu dengan mengenakan kemejaberdasi untuk pria dan blus dilengkapi blazer dan rok span bagi wanita.

3. Perhatikan gestur tubuh

Tidak semua orang sukabersalaman. Ada yang lebih memilih untuk memberi salam dengan caramembungkukkan badan atau hanya sekedar tersenyum. Bahkan, gaya bersalaman tiaporang dari berbeda negara pun bisa berbeda-beda.

Pastikan kamu telahmempelajari terlebih dahulu bagaimana cara memulai perkenalan saat meeting denganklien dari negara tertentu. Misalnya, ada yang suka disalami dengan kuat danpenuh keyakinan. Ada pula yang lebih suka tangannya dijabat dengan ringan,bahkan ada juga yang suka disalami dengan kedua tangan.

4. Perhatikan etika berbicara

Saat berdiskusi dan bernegosiasi, ada etika berbicara yang harus kamu perhatikan. Tapi, hal inijuga bisa bergantung dengan siapa kamu berbicara, karena berbeda negara,berbeda pula budayanya dalam berbicara.

Utamanya, janganmemotong pembicaraan orang lain. Selain itu, jika kamu mau menjelaskan sesuatu,ucapkan dengan jelas. Hindari menggunakan kalimat-kalimat retoris karena klientersebut belum tentu memahaminya.

Jika kamu berkomunikasidengan bahasa Inggris, hindari menggunakan bahasa Inggris untuk sehari-hari.Sebaiknya, gunakan bahasa Inggris untuk profesional demi menunjukkan manner yang baik.

5. Simpan gadget di dalam tas

Jika kamu tidak benar-benar menggunakannya, simpan gadget yang kamu miliki saat sedang meeting dengan rekan bisnis internasional. Hindari mengutak-atik ponsel untuk hal yang tidak ada hubungannya dengan meeting tersebut.

Untuk mengurangidistraksi, matikan nada dering dan getar ponsel hingga meeting berakhir.Dengan begitu, kamu tidak akan ‘penasaran’ atau tidak konsentrasi denganberjalannya diskusi karena ingin memeriksa notifikasi.

Meeting dengan klieninternasional memang terkadang tricky. Tetapi, semua akan menjadi mudahjika kamu tahu rahasianya. Oleh karena itu, praktikkan tips dan trik di atasagar meeting berhasil dan bisa juga dipraktikkan untuk meeting denganorang lokal lho, karena kita harus menjaga profesionalisme di mana pun dandengan siapapun.

5 Contoh Bisnis Yang Akan Maju Di Pertengahan Tahun 2024

Di era globalisasi dan digitalisasi yang semakin maju, bahasa Inggris telah menjadi bahasa internasional yang sangat penting, terutama dalam dunia bisnis. Dalam artikel ini, kita akan membahas lima contoh bisnis yang diprediksi akan berkembang pesat di pertengahan tahun 2024, serta pentingnya kemampuan menulis bahasa Inggris untuk pebisnis.

Bidang Virtual

Bisnis di bidang virtual, seperti platform e-commerce, aplikasi pengiriman makanan, dan layanan digital lainnya, diprediksi akan terus berkembang di tahun 2024. Kemampuan untuk berkomunikasi dengan mitra bisnis dan pelanggan secara efektif dalam bahasa Inggris akan menjadi aset yang sangat berharga dalam mengembangkan bisnis ini di tingkat global.

Bidang Kreatif

Industri kreatif, termasuk desain grafis, produksi konten digital, dan animasi, juga akan terus tumbuh di tahun 2024. Bahasa Inggris menjadi bahasa utama dalam kolaborasi antara profesional kreatif dari berbagai negara. Menulis bahasa Inggris dengan baik akan membantu pebisnis di bidang ini untuk menarik klien internasional dan memperluas jangkauan bisnis mereka.

Bidang Kecantikan

Tren kecantikan tidak pernah pudar, dan di tahun 2024, bisnis di bidang ini akan terus berkembang pesat. Dengan semakin banyaknya produk kecantikan yang dijual secara online dan di pasar global, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris akan menjadi kunci untuk menjalin kerjasama dengan merek internasional dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Bidang Edukasi

Dengan semakin meningkatnya permintaan akan pendidikan daring dan pembelajaran jarak jauh, bisnis di bidang edukasi diprediksi akan terus tumbuh di tahun 2024. Kemampuan menulis bahasa Inggris yang baik akan memungkinkan para pebisnis di bidang ini untuk menjangkau siswa dari berbagai belahan dunia dan menyediakan konten pendidikan yang berkualitas dalam skala global.

Bidang Spiritual/Kejiwaan

Kesehatan mental dan kesejahteraan spiritual semakin dihargai dalam masyarakat modern. Bisnis di bidang ini, seperti konseling, pelatihan kehidupan, dan meditasi, diprediksi akan terus berkembang di tahun 2024. Dalam konteks ini, kemampuan untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris akan memungkinkan para pebisnis untuk menjangkau klien internasional dan memperluas dampak positif bisnis mereka secara global.

Alasan mengapa 5 contoh bisnis tersebut diprediksi akan berkembang pesat:

Bidang Virtual

●      Penetrasi internet yang semakin luas dan teknologi yang semakin canggih akan mendorong pertumbuhan bisnis di bidang virtual.

●      Masyarakat semakin nyaman dengan pembelian online dan layanan digital, memicu permintaan yang terus meningkat.

2. Bidang Kreatif

●      Kreativitas menjadi aset yang sangat dihargai dalam ekonomi digital.

●      Permintaan akan konten visual dan desain grafis terus meningkat seiring dengan pertumbuhan platform media sosial dan konten digital.

3. Bidang Kecantikan

●      Peningkatan kesadaran akan kesehatan dan kecantikan, terutama di kalangan kaum milenial dan Gen Z, akan terus mendorong pertumbuhan bisnis di bidang kecantikan.

●      Inovasi produk dan teknologi kecantikan baru akan terus menggugah minat konsumen dan memicu permintaan yang tinggi.

4. Bidang Edukasi

●      Pandemi COVID-19 telah mempercepat adopsi pendidikan daring dan pembelajaran jarak jauh.

●      Permintaan akan kursus online, kelas virtual, dan sumber belajar digital akan terus meningkat seiring dengan perubahan pola belajar masyarakat.

5. Bidang Spiritual/Kejiwaan

●      Meningkatnya tekanan dan stres dalam kehidupan modern mendorong peningkatan minat terhadap kesehatan mental dan kesejahteraan spiritual.

●      Bisnis di bidang ini akan terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan keseimbangan emosional dan spiritual dalam hidup mereka.

Dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, dapat diprediksi bahwa bisnis di kelima bidang tersebut akan terus berkembang di tahun 2024. Hal ini menunjukkan bahwa peluang bisnis yang besar dapat ditemukan di berbagai sektor ekonomi, terutama yang didukung oleh tren dan perubahan dalam perilaku konsumen serta teknologi yang terus berkembang.

Dalam dunia bisnis yang semakin terhubung secara global, kemampuan menulis bahasa Inggris untuk bisnis adalah sebuah keharusan. Bahasa Inggris tidak hanya digunakan dalam komunikasi dengan mitra bisnis dan pelanggan dari luar negeri, tetapi juga dalam merancang strategi pemasaran, membuat presentasi, dan menulis proposal bisnis. Kemampuan menulis bahasa Inggris yang baik akan membuka pintu kesempatan baru, memperluas jangkauan bisnis, dan meningkatkan reputasi profesional seseorang di pasar global.

Peluang Karir yang Bagus Sebagai Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC)

Dalam dunia industri, Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC) menjadi dua hal yang sangat penting untuk memastikan produk atau layanan memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Peluang karir dalam bidang ini semakin terbuka lebar, dengan banyak perusahaan yang semakin memahami pentingnya menjaga kualitas dalam setiap tahapan produksi. Berikut penjelasan yang harus kamu ketahui jika ingin mempunyai karir menjadi Quality Assurance (QA) dan Quality Control (QC) :  

1. Pengertian Profesi Quality Assurance (QA) dan Quality Control ( QC)  

Quality Assurance (QA) merujuk pada serangkaian proses dan aktivitas yang dirancang untuk memastikan bahwa produk atau layanan diproduksi sesuai dengan standar kualitas yang telah ditetapkan. Ini mencakup perencanaan, implementasi, dan pemantauan sistem manajemen kualitas. 

Sementara itu, Quality Control (QC) berfokus pada pengujian dan pengawasan produk atau layanan pada tahap akhir produksi. QC bertujuan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki ketidaksesuaian yang mungkin muncul selama proses produksi. 

2. Peran dan Tanggung Jawab  

Quality Assurance (QA): 

  • Merancang dan mengimplementasikan proses pengendalian kualitas. 
  • Membuat kebijakan dan prosedur untuk memastikan kualitas produk atau layanan. 
  • Melakukan audit internal untuk memeriksa kepatuhan terhadap standar kualitas. 
  • Mengidentifikasi dan menerapkan perbaikan yang diperlukan. 
  • Berkolaborasi dengan tim pengembangan untuk memastikan bahwa perubahan atau inovasi tidak merusak kualitas produk. 

Quality Control (QC): 

  • Melakukan pengujian produk atau layanan secara menyeluruh. 
  • Mengidentifikasi dan mencatat ketidaksesuaian yang ditemukan. 
  • Memberikan laporan hasil pengujian kepada tim QA dan manajemen. 
  • Berkolaborasi dengan tim produksi untuk meningkatkan kualitas produk. 
  • Menerapkan prosedur pengujian yang ketat untuk memastikan konsistensi produk. 

3. Pengetahuan dan Keahlian yang Dibutuhkan  

Untuk sukses dalam karir QA dan QC, sejumlah pengetahuan dan keahlian diperlukan: 

  • Pemahaman mendalam tentang standar kualitas industri terkait. 
  • Keahlian dalam menggunakan alat dan teknik pengujian kualitas. 
  • Kemampuan analitis untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah. 
  • Keterampilan komunikasi untuk berkolaborasi dengan tim produksi dan manajemen. 
  • Kemampuan berbahasa inggris, selain untuk berkomunikasi ini bisa digunakan untuk memahami  beberapa standar yang mungkin menggunakan standar dunia 

4. Jurusan Terkait Untuk Profesi Ini  

Sejumlah jurusan pendidikan tinggi dapat mempersiapkan individu untuk karir dalam QA dan QC: 

  • Teknik Industri: Memberikan pemahaman tentang proses produksi dan manajemen kualitas. 
  • Kimia atau Biologi: Penting untuk pemahaman kimia dan biologi dalam pengujian kualitas. 
  • Manajemen Bisnis: Mendukung pemahaman tentang manajemen proses dan kebijakan. 
  • Teknik Informatika : Memberikan analisis dan menguji sistem manajemen yang sudah dibuat sebelum produk dipasarkan   

Peluang Pendidikan Tambahan 

Untuk meningkatkan peluang karir, mengambil kursus belajar bahasa Inggris online dan memperoleh sertifikat bahasa Inggris dapat memberikan keunggulan tambahan. Bahasa Inggris menjadi bahasa universal dalam dunia bisnis, dan kemampuan berkomunikasi dengan baik dapat membuka pintu peluang internasional. 

Dengan pelatihan dan pendidikan yang tepat, karir dalam QA dan QC dapat menjadi pilihan yang menarik bagi mereka yang tertarik dengan aspek kualitas dalam dunia industri. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan produk dan layanan berkualitas, para profesional QA dan QC memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan kesuksesan perusahaan.  

Selanjutnya, kursus belajar bahasa Inggris online dan mendapatkan sertifikat bahasa Inggris akan memberikan keunggulan tambahan dalam berkomunikasi dengan pelanggan dan rekan kerja di dunia internasional. Terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, serta tetap mengikuti perkembangan industri, akan membantu individu mengukir karir yang sukses dalam dunia QA dan QC. 

Networking dalam Lingkungan Kerja

Pada era di mana kompetisi kerja semakin ketat, menguasai serta memahami seni networking menjadi salah satu kunci penting dalam meraih sukses berkarier. Pasalnya, networking bisa membantumu membangun jembatan profesional yang akan membawamu menuju peluang-peluang menarik yang baru. Namun, apa sih sebenarnya definisi networking, seberapa penting, dan bagaimana mempraktekkannya? Nah, simak penjelasan lengkap tentang networking berikut ini.

Definisi networking

Sebelum mempelajari bagaimana contoh dan cara membangun networking, tentu akan lebih baik jika kamu memahami terlebih dahulu definisi dari networking itu sendiri. Nah, dalam lingkungan kerja, networking merujuk pada proses membangun dan memelihara hubungan profesional yang saling menguntungkan.

Hubungan ini bisa terjadi dengan kolega, atasan, dan professional lain di berbagai industri, baik yang sama maupun berbeda. Dalam networking, sangat mungkin untuk melakukan pertukaran informasi, saran, dan dukungan yang dapat membantu pertumbuhan karir individu maupun organisasi. 

Pentingnya networking di tempat kerja

Lalu, mengapa networking itu penting, khususnya di tempat kerja? Pasalnya, networking bisa membantu saat berbagi pengetahuan, membuka peluang karir yang baru, hingga memperkuat hubungan, baik personal maupun professional, di lingkungan kerja.

Networking juga memungkinkan kamu untuk mendapatkan wawasan tentang tren industri dan keahlian yang dibutuhkan untuk bisa meraih sukses, khususnya dalam karier yang sedang dijalani.  Oleh sebab itu, networking bukan hal yang bisa disepelekan.

Manfaat networking untuk karir individual

Mungkin tidak banyak yang menyadari bahwa networking juga bisa memberikan peluang-peluang yang orang lain, yang tidak memiliki networking, belum tentu bisa mendapatkannya.

Contohnya, networking bisa memberikan kamu akses ke peluang pekerjaan yang belum tentu bisa kamu temukan di job portal, rekomendasi untuk posisi atau proyek tertentu, hingga dukungan dari kolega yang berpengalaman. Networking juga dapat membantu dalam pengembangan keahlian profesional dan meningkatkan visibilitas seseorang di tempat kerja.

Cara membangun networking

Untuk membangun jaringan profesional yang efektif, mulailah dengan menghadiri acara seperti seminar dan konferensi yang berkaitan dengan industri yang sedang atau hendak kamu geluti. Tak hanya itu, aktif di media sosial profesional seperti LinkedIn juga penting untuk memperluas jaringan.

Selain itu, jangan lupa untuk menjalin hubungan dengan kolega di tempat kerja sendiri. Hal ini penting karena nantinya saat kamu tidak bekerja untuk perusahaan yang sama, kamu akan tetap bisa menjalin hubungan profesional dengan mantan rekan kerja tersebut dan mungkin akan membuka kesempatan-kesempatan baru yang tak terpikir sebelumnya.

Menjaga networking yang sudah ada

Nyatanya, bukan hanya membangun networking saja yang penting, tetapi menjaga hubungan baik secara professional yang sudah ada juga perlu kamu perhatikan. Apalagi, jika kamu sudah susah payah membangunnya.

Hal ini tentunya termasuk terus menjaga komunikasi dengan kontak profesional yang kamu miliki. Kamu bisa melakukannya dengan berbagi informasi atau artikel yang relevan, hingga menawarkan bantuan atau saran ketika dibutuhkan.

Networking dan inovasi

Jika kamu memiliki hubungan networking yang efektif, hubungan tersebut bisa mendorong terciptanya inovasi dan kreativitas. Bagaimana bisa? Dalam hubungan tersebut, terjalin komunikasi yang menciptakan diskusi-diskusi dengan berbagai profesional.

Dalam diskusi tersebut, kamu dan rekanmu bisa mendapatkan perspektif baru yang dapat menginspirasi ide-ide inovatif di tempat kerja.

Hambatan dalam networking dan cara mengatasinya

Bukan berarti, dalam menjalin hubungan profesional atau networking tidak ada hambatannya. Salah satu hal yang mungkin menghambat kamu dalam menjalin networking adalah kecanggungan dalam berinteraksi atau kurangnya waktu untuk membangun atau menjaga networking yang sudah ada.

Untuk mengatasi hal tersebut, mulailah dengan melakukan langkah kecil. Contohnya, berbicara dengan kolega baru atau menghadiri satu acara networking yang memungkinkan kamu untuk bisa bertemu dengan banyak orang baru.

Selain itu, mengelola waktu secara efisien juga penting untuk menyediakan ruang bagi kegiatan networking yang sangat bermanfaat untuk masa depan kariermu ini.

Nah, kini kamu sudah tahu kan bagaimana cara membangun dan menjaga networking? Selamat mencoba!