Rhetorical questions adalah salah satu teknik yang sering digunakan dalam komunikasi tulisan maupun lisan. Tujuan dari jenis pertanyaan ini yaitu untuk membuat pernyataan atau menegaskan sesuatu.
Apa itu Rhetorical Questions?
Rhetorical questions adalah pertanyaan yang tidak mengharapkan jawaban. Alih-alih mencari jawaban atau meminta informasi, pertanyaan tersebut diajukan untuk membuat pernyataan.
Dalam bahasa Inggris, pertanyaan retoris digunakan dalam pidato, percakapan sehari-hari, iklan, dan tulisan informal. Namun tidak digunakan di ranah akademik.
Fungsi Rhetorical Questions
Pertanyaan retoris digunakan penulis atau pembicara untuk membuat audiens setuju terhadap pertanyaan tersebut.
Selain itu, pertanyaan retoris menimbulkan efek dramatis bagi penulis atau pembaca.
Jenis pertanyaan ini sering digunakan dalam persuasive speech atau persuasive writing.
Pertanyaan retoris membuat audiens berhenti sejenak dan berpikir. Maka dari itu, pertanyaan ini cocok untuk memancing perhatian audiens.
Contoh Rhetorical Questions
Berikut beberapa contoh pertanyaan retoris, seperti yang dijelaskan dalam BBC Bitesize.
- Who wouldn’t want to be a millionaire?
- Do we really want our planet to survive?
- Wouldn’t you feel happier if you could wear what you wanted to school?
Pertanyaan retoris juga sering digunakan penulis dalam karyanya. Berikut contoh dan penjelasannya.
“What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet.”— Romeo and Juliet (William Shakespeare)
Drama Romeo and Juliet mengisahkan pasangan yang harus berpisah karena perseteruan keluarga mereka: Montague dan Capulet.
Juliet mengajukan pertanyaan, “What’s in a name?” Ia tidak benar-benar mengharapkan jawaban.
Ia ingin menegaskan bahwa nama, dalam hal ini nama keluarga, tidak ada artinya. Sama seperti rose (mawar) yang akan sama wanginya jika disebut dengan nama yang lain. Seseorang tidak bisa didefinisikan hanya berdasarkan nama atau asal-usul keluarga mereka.
“Hath not a Jew eyes?
Hath not a Jew hands, organs, dimensions, senses, affections, passions?
If you prick us, do we not bleed, if you tickle us, do we not laugh?
If you poison us, do we not die?”— Merchant of Venice (William Shakespeare)
Melalui pertanyaan tersebut, Shylock ingin menegaskan bahwa setiap manusia sama, tidak memandang kepercayaannya. Seseorang akan berdarah ketika terluka dan tertawa ketika digelitik.
Contoh Rhetorical Questions Sehari-Hari
Tanpa disadari, sebenarnya kamu sudah menggunakan pertanyaan retoris dalam percakapan sehari-hari, seperti yang dijelaskan dalam Your Dictionary. Pertanyaan-pertanyaan berikut tidak benar-benar diajukan untuk meminta jawaban. Namun, untuk memulai percakapan, menyatakan argumen, atau mengutarakan pikiran.
- Who knows?
- Why not?
- Are you kidding?
- Who’s to say?
- How should I know?
- Why bother?