9 Jenis Advanced Writing dan Teknik Penulisannya

Istilah Advanced Writing sejenis dengan Academic Writing, yaitu sebutan untuk segala karya tulis yang dibuat berdasarkan kepentingan akademis. Hasil yang diharapkan dari penulisan Advanced Writing ini berupa penemuan atau argumentasi yang berkontribusi bagi ilmu pengetahuan.

Susunan penulisannya yaitu formal, sistematis, dan bahasa ilmiah. Format detail penulisannya berbeda-beda tergantung disiplin ilmu dan standar yang digunakan institusi penerbitnya.

Jenis Advanced Writing 

Jenis Advanced Writing dibedakan menjadi beberapa macam. 

  • Buku kuliah, buku bisnis, dan buku-buku pelajaran adalah buku yang menambah ilmu pengetahuan, sehingga penulisannya tidak boleh sembarangan. Dibutuhkan data yang aktual untuk mendukung setiap bahan materinya. Sehingga termasuk dalam kategori advanced writing.
  • Esai ilmiah dan populer. Esai ilmiah yang biasa dikompetisikan oleh himpunan mahasiswa atau esai populer yang nantinya dipublikasikan di media tertentu juga salah satu bentuk advanced writing
  • Buku pelajaran hasil terjemahan. Ketika kamu kuliah, pernahkah mendapatkan buku mata kuliah tertentu yang merupakan hasil terjemahan asing? Biasanya perkuliahan membutuhkan banyak referensi buku sebagai bahan belajar, salah satunya bersumber dari bahasa asing. Sebab, menjadi salah satu buku ilmu pengetahuan maka disebut tulisan advanced writing.
  • Artikel penelitian. Masih ingat saat kamu akan mengumpulkan tesis atau skripsi? Biasanya kamu akan diminta membuat sebuah artikel penelitian, bukan? Oleh karena itu, artikel penelitian termasuk advanced writing.
  • Conference Paper. Jika kamu termasuk ilmuwan atau mahasiswa yang suka berkecimpung dunia konferensi ilmiah baik lokal atau internasional, maka tidak asing dengan istilah conference paperConference paper adalah karya tulis ilmiah yang dipublikasikan dalam forum ilmiah yang kemudian dijadikan proceeding
  • Jurnal akademik. Istilah jurnal akademik pasti tidak asing di telinga para akademisi yang dituntut untuk menulis jurnal yang berkaitan dengan bidang studi yang ditekuni. Atau seorang praktisi yang aktif membuat penelitian mengenai bidang pekerjaan yang dilakukan.
  • Abstrak (ringkasan). Dalam setiap tulisan ilmiah, abstrak disertakan untuk meringkas penelitian yang dibuat. Terdiri dari judul, kata kunci, penulis, dan hasil penelitian.
  • Skripsi, Tesis, Disertasi. Ketiga jenis tulisan ilmiah ini adalah tugas akhir dari jenjang S-1, S-2, dan S-3. Masing-masing termasuk kategori advanced writing, karena membutuhkan data aktual dan struktur penulisan akademis. 
  • Eksplikasi (uraian teori secara singkat). Eksplikasi juga termasuk advanced writing, karena digunakan saat presentasi ilmiah untuk menguraikan teori yang sulit agar mudah dipahami.

Teknik Penulisan Advanced Writing 

  • Mengembangkan atau mempersempit topik bahasan yang akan dibuat. Untuk menulis sebuah advanced writing, penulis dapat menggunakan teknik mengembangkan atau mempersempit sebuah topik. Hal ini tergantung dari goal yang hendak dicapai. 
  • Mengintegrasikan hasil penelitian yang relevan dan menggunakan gaya penulisan akademik. Dalam penulisan advanced writing, membutuhkan data yang aktual bukan? Data yang aktual biasanya tercantum pada hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan topik yang kita bahas.
  • Menanggapi sudut pandang yang berlawanan. Dalam advanced writing, tak selamanya menyetujui argumen itu dibenarkan. Sebagai peneliti yang sedang menguji sebuah dugaan atau melakukan eksperimen, peneliti diperbolehkan untuk menanggapi sudut pandang lawan. 
  • Menganalisis daripada meringkas argumen. Teknik analisis untuk membuat advanced writing lebih dihargai daripada sekadar meringkas argumen yang sudah ada. Sehingga akan terdapat pembaharuan. 
  • Jelas, ringkas, dan menggunakan gaya penulisan langsung (direct speech). Membuat kutipan dalam advanced writing juga diperbolehkan menggunakan gaya direct speech. Umumnya, peneliti harus mengikuti aturan penulisan APA.
  • Buat alur menulis sesuai jenis advanced writing yang ingin disusun. Setiap jenis advanced writing memiliki struktur penulisannya masing-masing. Sebagai peneliti harus mampu membedakan setiap jenisnya.