Hari raya Nyepi berlangsung dalam rangka menyambut tahun baru Saka. Ternyata dalam pelaksanaan Nyepi, erat kaitannya dengan Catur Brata Penyepian, yakni langkah pengendalian diri umat Hindu.
Mengenal Nyepi, Hari Raya Istimewa Umat Hindu
Nyepi adalah hari pergantian tahun Saka yang menjadi momen bagi umat Hindu untuk mendekatkan diri dengan Tuhan (Hyang Widhi Wasa) melalui doa. Umat Hindu juga melakukan introspeksi diri dalam berbagai nilai, seperti kemanusiaan, cinta, kesabaran, dan kebaikan.
Nyepi dalam bahasa lokal memiliki arti diam yang menjadikan hari raya ini diliputi keheningan.
Apa itu Catur Brata Penyepian?
Dalam rangkaian ritual dalam hari raya Nyepi, terdapat meditasi dan refleksi diri. Selain itu, ada pula pantangan yang dicantumkan dalam empat sila yang disebut dengan Catur Brata Penyepian.
Dikutip dari Simdos Unud, Catur Brata Penyepian adalah empat pantangan saat Nyepi untuk membentuk konsentrasi dan ketenangan, agar umat Hindu kembali kepada jati dirinya.
4 Pantangan saat Nyepi
Catur Brata Penyepian merupakan upaya pengendalian diri selama 24 jam dengan melaksanakan empat pantangan ini.
1. Amati Geni
Larangan menyalakan api, menggunakan penerangan, hingga mengobarkan hawa nafsu.
2. Amati Karya
Larangan segala bentuk pekerjaan fisik selain yang didedikasikan untuk pembersihan dan pembaharuan spiritual.
3. Amati Lelungan
Larangan melakukan perjalanan atau pergerakan, artinya umat Hindu diwajibkan tinggal di dalam rumah.
4. Amati Lelangunan
Larangan segala bentuk hiburan, rekreasi, atau pekerjaan umum.