4 Perbedaan TPA dan TPS yang Mesti Kamu Tahu!

Perbedaan TPA dan TPS selain dari kepanjangannya adalah fungsinya.  Keduanya banyak digunakan untuk menguji calon mahasiswa.

Fungsi Tes Potensi Akademik (TPA) yaitu melihat bagaimana kemampuan akademik atau intelektual seseorang. Sementara itu, fungsi Tes Potensi Skolastik (TPS) adalah menguji dan mencari tahu kemampuan kognitif seseorang.

Kemampuan yang dinilai pada TPA adalah pemahaman materi pelajaran di sekolah. Sementara itu TPS menguji kemampuan logika, nalar, dan pemahaman yang dibutuhkan. 

Untuk lebih jelasnya, kamu bisa menyimak beberapa hal perbedaan mendasarnya pada penjelasan ini.  

Perbedaan TPA dan TPS 

Berikut adalah beberapa perbedaan dari tes TPA dan TPS yang bisa dipelajari :

1. Bentuk Tes

Perbedaan pertama antara TPA dan TPS adalah soal-soal yang diujikan pada TPS berupa penalaran umum, pemahaman bacaan dan menulis, pengetahuan dan pemahaman umum, dan pengetahuan kuantitatif.

Sementara itu, untuk TPA adalah Matematika, Fisika, Biologi, Kimia, Sejarah, Geografi, dan Ekonomi.

2. Materi yang Harus Dikuasai

Untuk menaklukkan TPA, kamu setidaknya harus mempelajari materi pelajaran dan pengetahuan umum. Kemudian untuk TPS, materi yang berkaitan dengan penalaran dan logika.

3. Batas Waktu

Dalam pengerjaan TPA dan TPS, ada batas waktu yang mesti dipahami. Untuk masing-masing sub-TPS diberikan jatah waktu antara 25 sampai 35 menit. Lalu, sub-TPA Saintek sekitar 22,5 menit dan TPA Soshum sekitar 18 menit.

Waktu pengerjaan TPA dan TPS dibagi berdasarkan pilihan jurusan yang kamu ambil. Masing-masing pengerjaan TPS dan TPA saintek dan soshum akan diberi waktu 180 menit. Kecuali, kamu memilih kelompok ujian campuran akan mendapat waktu pengerjaan tes selama 255 menit.

Banyak Soal 

Kamu akan mengerjakan soal TPS sejumlah 80 soal, sedangkan untuk TPA terbagi menjadi dua; yaitu TPA Saintek 80 soal dan TPA Soshum 100 soal.