12 Jenis Visa dan Kegunaannya: dari Wisata, Haji, hingga Suaka

Setiap bepergian ke negara asing, kamu pasti membutuhkan visa. Namun apakah kamu masing-masing jenis visa yang digunakan untuk tujuan berbeda? Berikut penjelasan lengkapnya!

Apa itu visa?

Kata visa berasal dari bahasa Latin modern charta visa, yang diartikan menjadi kertas yang telah diperiksa, seperti yang dikutip dari Etymology Dictionary.

Di masa lampau, visa merupakan dokumen terpisah yang berbeda dengan paspor untuk perjalanan internasional. Seiring perkembangan zaman, sebagian besar bukti persetujuan visa ditandai dengan stiker atau stempel pada paspor.

Jenis-Jenis Visa

Berikut adalah jenis-jenis visa yang perlu kamu tahu.

Visa turis

Visa ini dikeluarkan hanya untuk tujuan rekreasi dan biasanya hanya berlaku tiga bulan. Visa ini tidak dapat digunakan untuk keperluan pekerjaan. Umumnya tidak ada batasan pengajuan visa turis.

Visa transit

Visa jenis ini memungkinkan seseorang untuk singgah atau transit di negara lain saat bepergian ke negara tujuan. Proses pengajuan visa ini rata-rata membutuhkan waktu 24 hingga 96 jam, tergantung negara transit yang dituju.

Visa medis

Jika kamu sedang menjalani perawatan medis di luar negeri, maka kamu perlu mengajukan permohonan visa jenis ini. Visa medis disesuaikan dengan waktu pemulihan pasien dan prosedur medis.

Visa liburan kerja

Visa liburan kerja dianggap sebagai gabungan dari visa turis dan visa kerja. Dengan visa ini, kamu dapat berlibur ke negara lain sambil bekerja.

Sebagian negara memiliki ketentuan tertentu pada jenis pekerjaan dan jam kerja yang diizinkan.

Visa pelajar

Visa ini dikeluarkan untuk tujuan pendidikan dan hanya berlaku saat kegiatan studi masih berlangsung. Visa belajar rata-rata berlaku selama satu hingga empat tahun, tergantung pada program studi yang diambil.

Visa kerja

Masa berlaku visa kerja biasanya untuk satu hingga empat tahun, tetapi hal ini dapat berubah sesuai dengan kontrak kerja.

Visa reunifikasi keluarga

Visa ini dapat digunakan jika memiliki pasangan yang tinggal dan bekerja di negara lain. Sebagai pemegang visa ini, seseorang dianggap sebagai penduduk sementara atau tetap di negara tersebut.

Visa investasi

Jika seseorang melakukan investasi keuangan yang signifikan dan berdampak positif, maka dapat memperoleh visa ini. Contoh bidang investasi seperti dalam startup, obligasi, atau dana pemerintah.

Visa resmi

Visa jenis ini adalah jenis visa yang paling sering dikeluarkan beberapa negara untuk perwakilannya agar dapat melakukan pekerjaan diplomatik atau menjadi perwakilan negara di luar negeri.

Visa pengungsi atau suaka

Korban penganiayaan atau kerugian akibat isu agama, ras, atau politik di negara asalnya dapat mengajukan visa pengungsi di negara suaka. Setiap negara memfasilitasi pengadaan visa yang satu ini.

Visa pensiun

Visa ini ditujukan untuk orang asing yang ingin pensiun di luar negeri. Sebelum memberi izin tinggal, biasanya pihak berwenang meminta bukti dana yang cukup untuk biaya hidup di negara tujuan.

Visa haji

Visa ini dikeluarkan oleh Arab Saudi untuk umat Islam yang ingin menjalankan ibadah haji di Mekkah. Visa haji hanya berlaku selama masa ibadah haji di Arab Saudi.