Di Indonesia, sering terdengar tutur bahasa yang berbeda dari daerah tertentu meskipun menggunakan bahasa yang sama. Penggunaan bahasa yang berbeda ini disebut dengan dialek. Dialek adalah salah satu keunikan yang dapat ditemukan dalam berbagai budaya daerah dan kelompok.
Apa itu Dialek?
Dialek adalah percabangan dari bahasa yang umumnya terbentuk di wilayah, daerah, atau kelompok tertentu.
Dialek dapat dibedakan dari segi fonologi, ejaan, kosakata, peribahasa, pelafalan, morfologi, sintaksis, dan penggunaan bahasa. Beberapa dialek yang dapat ditemukan di Indonesia antara lain dialek bahasa Jawa Yogyakarta, dialek bahasa Jawa Surabaya, dialek bahasa Batak Karo, dialek bahasa Batak Toba, dan masih banyak lagi.
Faktor Penyebab Munculnya Dialek
Munculnya dialek pada seseorang atau kelompok di wilayah tertentu dapat terjadi karena beberapa faktor.
Perkembangan penggunaan bahasa daerah
Dalam suatu wilayah, sering muncul kelompok atau penutur berbeda yang tinggal hingga menetap di suatu wilayah. Hal ini mendorong timbulnya perbedaan jenis bahasa sehingga membentuk dialek.
Perbedaan geografis, kelas sosial, hingga lingkungan sosial
Dalam setiap daerah atau wilayah terdapat bahasa ibu yang telah dikuasai dari lahir. Walaupun begitu, penerapannya dapat dipengaruhi oleh lingkungan, baik dalam situasi formal maupun informal.
Dialek vs Aksen
Walaupun sering disamakan, ternyata dialek dan aksen adalah dua hal yang berbeda. Persamaannya adalah keduanya muncul dalam pemakaian bahasa.
Dialek terlihat dalam variasi kosakata yang digunakan dan metode berkomunikasi secara langsung. Sementara itu aksen adalah perbedaan pelafalan bahasa pada wilayah tertentu. Dalam penggunaan bahasa, perbedaan dialek lebih signifikan daripada aksen.
Contoh Penggunaan Dialek vs Aksen
Untuk dapat membedakan dialek dan aksen dapat dilihat dari penggunaannya.
- Dialek
Bagi orang Amerika bagian utara, sapaan halo diucapkan dengan “Hello.” Sementara itu, orang Amerika bagian selatan menggunakan kata “Howdy.”
- Aksen
Bagi orang Amerika, kata “hello” diucapkan dengan membunyikan huruf “h”. Sementara itu bagi orang Inggris, kata “hello” diucapkan tanpa membunyikan huruf “h”.
Kesimpulannya, dialek mempunyai cakupan lebih luas dibandingkan aksen. Sebagian besar dialek umumnya meliputi aksen tertentu, akan tetapi perbedaannya tidak hanya terkait pelafalan.