Bagaimana Sih Cara Menggunakan Un- Dan Dis- Dalam Bahasa Inggris?

Apakah kalian pernah mendengar atau menggunakan kata “unbelievable” dan “disappointed”? Dua kata tersebut menggunakan prefix atau imbuhan yang terletak pada awal kata dalam bahasa Inggris Lalu, bagaimana cara menggunakan “un-“ dan “dis-“ dengan tepat?

Seperti dalam bahasa Indonesia, bahasa Inggris juga menggunakan kata imbuhan. Jika dalam bahasa Indonesia kita mengenal imbuhan awalan, dalam bahasa Inggris, disebut dengan istilah prefix. Tahukah kamu, imbuhan un- dan dis- dapat mempengaruhi makna dari suatu kata, seperti mengubah kata kerja (verb) menjadi kata sifat (adjective).

Perbedaan Dis- dan Un-

  • Awalan “Dis”
    Pertama-tama, awalan “dis-“ yang berarti “tidak” atau “kebalikan dari.” Digunakan untuk mengubah makna kata dasar menjadi “bukan sesuatu” atau “melakukan kebalikan dari suatu tindakan.” Misalnya, “disappear” bermakna “tidak muncul”.
  • Awalan “Un”
    Sementara, awalan “un-“ dapat berarti “tidak”, tergantung pada root word-nya, dan dapat berarti “kehilangan” atau “melepaskan dari”. Penggunaannya dapat membuat kata dasar menjadi kata sifat (adjective), seperti pada kata “unstabilized” yang berarti “tidak stabil”.

Awalan Dis-

Awalan “dis-“ jika ditambahkan ke kata dasar akan berarti “tidak” atau “kebalikan dari.” Contohnya, kata “disappear” yang terdiri dari dis- dan appear, jadi seara harfiah memiliki arti “tidak muncul”.

Kata-kata dengan imbuhan “dis-“ seringkali dikenal sebagai kata-kata negatif, yang menunjukkan bahwa sesuatu itu tidak benar atau tidak terjadi. Berikut contohnya:

  • The magician’s trick was so impressive that it seemed to make the rabbit disappear.
    Trik pesulap itu sangat mengesankan sehingga kelihatannya membuat kelinci menghilang.
  • Despite the chaos, her disassembled art supplies inspired a unique masterpiece.
    Terlepas dari kekacauan yang terjadi, perlengkapan seni yang dibongkar pasang tersebut menginspirasi sebuah karya yang unik.
  • The detective worked to discredit the false rumors circulating about the case.
    Detektif bekerja untuk mencoretkan rumor palsu yang beredar tentang kasus itu.

Awalan Un-

Awalan “un-“ apabila ditambahkan ke kata dasar dapat mengubah maknanya menjadi “tidak”, “kehilangan”, atau “melepaskan”. Sama seperti imbuhan “dis-“, kata-kata dengan imbuhan “un-“ juga disebut kata-kata negatif.

Jangan lupa, imbuhan “un-“ juga bisa digunakan dengan kata-kata yang memiliki akhiran seperti “-ed” atau “-able”, dan ketika digabungkan hasilnya adalah kata sifat. Contohnya, “unstabilized” berarti “tidak stabil.”

  • The mystery novel kept the readers unimpressed with its predictable plot.
    Novel misteri membuat pembaca tidak terkesan dengan alur cerita yang dapat ditebak.
  • The magician performed an incredible trick, leaving the audience in unbridled amazement.
    Pesulap melakukan trik luar biasa, membuat penonton terkesan.
  • The unexpected rain made the outdoor event quite uncomfortable for the attendees.
    Hujan yang tidak terduga membuat acara di luar ruangan sangat tidak nyaman bagi para peserta.
Kata-Kata dengan Awalan Dis-
  • Disable = Menonaktifkan
  • Disagree = Tidak setuju
  • Disappoint = Mengecewakan
  • Disappear = Menghilang
  • Disparity = Ketidaksetaraan
  • Disassemble = Membongkar
  • Disavow = Menyangkal
  • Discard = Membuang
  • Discomfort = Ketidaknyamanan
  • Discourage = Kehilangan semangat
  • Discover = Menemukan
  • Discredit = Mencoreng reputasi
  • Disregard = Mengabaikan
  • Disguise = Menyamar
  • Dishonest = Tidak jujur
  • Disinfect = Membersihkan dari kuman
  • Disinterest = Ketiadaan minat
  • Dislike = Tidak suka
  • Disobey = Tidak mematuhi aturan
  • Disorder = Kekacauan
Kata-Kata dengan Awalan Un-
  • Unable = Tidak bisa
  • Unafraid = Tidak takut
  • Unappealing = Tidak menarik
  • Unaware = Tidak sadar
  • Uncomfortable = Tidak nyaman
  • Uncommon = Tidak umum
  • Unconvinced = Tidak yakin
  • Undo = Membatalkan
  • Unemployed = Tidak bekerja
  • Unfair = Tidak adil
  • Unfollow = Berhenti mengikuti
  • Unfortunately = Sayangnya
  • Unhurt = Tidak terluka
  • Unimpressed = Tidak terkesan
  • Uninterested = Tidak tertarik
  • Unknown = Tidak diketahui
  • Unlawful = Melanggar hukum
  • Unlikely = Tidak mungkin
  • Unlimited = Tanpa batas
  • Unpack = Membuka kemasan

EFriends! Imbuhan “un-” dan “dis-“ terasa seperti bisa digunakan bergantian, tapi sebenarnya ada perbedaan pada artinya. Misalnya, “uninterested” berarti tidak tertarik, sementara “disinterested” berarti tidak memihak.

Dengan memahami perbedaan antara awalan “dis-“ dan “un-“, kamu dapat lebih tepat dalam menyampaikan makna dalam percakapan sehari-hari. Serta, berlatih dalam kalimat dapat membantu memperkuat penggunaan keduanya. Selamat mencoba!

Bagaimana Cara Menyatakan Jam Dalam Bahasa Inggris?

Ada banyak aspek dalam kehidupan yang termasuk ke dalam hal yang Anda pelajari saat belajar bahasa Inggris. Salah satunya adalah saat ada yang bertanya mengenai pukul atau waktu.

Pertanyaan “Pukul berapa sekarang?” akan langsung Anda jawab dengan mudah, tapi bagaimana jika pertanyaannya “What time is it?” alias pertanyaan dalam bahasa Inggris. Sebagian dari Anda mungkin akan dengan mudah menjawabnya. Namun, pasti masih ada yang bingung, bukan?

Karena itu, pada artikel ini, akan dibahas mengenai bagaimana Anda bisa menjelaskan dan menyebutkan keterangan waktu atau pukul dalam bahasa Inggris. Ada beberapa hal yang harus Anda ingat dan perhatikan dalam menjelaskan keterangan waktu.

Pertama, Anda dapat menyebutkan pukul dengan cara mengucapkan jamnya terlebih dahulu kemudian menitnya. Perhatikanlah contoh berikut:

06.10 : Six ten

07.30 : Seven thirty

09.45 : Nine Forty five

10.09 : Ten o nine

Untuk lebih jelasnya, mari kita coba memasukkannya kedalam sebuah kalimat. Misalnya seseorang bertanya “What time is it” pada Anda dan saat itu jam menunjukkan pukul 12.10, Anda bisa menjawab pertanyaan tersebut seperti ini:

It’s twelve ten.”

Atau Anda juga bisa meminta seseorang untuk meningatkan Anda jika jam sudah menunjukkan waktu tertentu, misalnya:

“Ani, can you remind me to go to the meeting at nine twenty five? I’m afraid I’ll be late.”

Penggunaan A.M. dan P.M.

Kedua, Anda bisa melakukan kebalikan dari hal pertama. Anda juga bisa menyebutkan menitnya terlebih dahulu dan kemudian mengucapkan jamnya. Jangan lupa untuk menyebutkan kata “past” di dalam kalimatnya untuk menunjukkan bahwa menit tersebut telah “go past” atau melewati jamnya. Seperti misalnya dalam bahasa Indonesia, kita biasa menyebut sembilan lewat 2 menit. Dalam bahasa Inggris, Anda bisa menyebutnya dengan two past nine. Contoh lain bisa dilihat seperti dibawah ini:

05.10 : Ten past five

07.20 : Twenty past seven

09.25 : Twenty five past nine

Mari kita coba dalam bentuk kalimat. Misalnya Anda sedang menuju sebuah pusat perbelanjaan untuk bertemu teman Anda. Namun bus yang Anda naiki terjebak macet dan Anda ingin memberi tahu teman Anda bahwa Anda mungkin akan datang terlambat. Anda bisa mengatakan hal ini:

Sierra, I’m so sorry, it’s twenty past five already but I’m still far from your place, I’m so sorry I’m late.”

Ketiga, untuk menit 31 sampai dengan 59 memiliki sebutan yang berbeda lagi, yaitu dengan menggunakan to. Dalam bahasa Indonesia, Anda biasa menyebutkan pukul 5.35 sebagai pukul 6 kurang 25 menit. Dalam bahasa Inggris, Anda bisa menjelaskannya seperti berikut:

05.35 : Twenty five to six (Pukul 6 kurang 25 menit)

08.50 : Ten to nine (Pukul 9 kurang 10)

10.45 : Fifteen to eleven (Pukul 11 kurang 15)

Jika dimasukkan ke dalam sebuah kalimat, kamu bisa mengucapkannya sebagai berikut:

“You can get there in 15 minutes, so you must go at fifteen to eleven to get there on time.”

Cara keempat, adalah untuk menjelaskan 30 menit atau lewat setengah jam. Sebutan yang digunakan dalam bahasa Inggris adalah half past dan bila jam menunjukkan kurang seperempat atau 15 menit disebut a quarter to, dan untuk menyebutkan lewat seperempat, Anda bisa menggunakan a quarter past. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut ini :

02.15 : A quarter past two (Pukul 2 lewat 15 menit)

05.30 : half past five (Pukul 5 lewat 30 menit)

03.45 : A quarter to four (Pukul 4 kurang 15 menit)

06.30 : Half past six (Pukul 6 lewat 30 menit)

08.45 : A quarter to nine (Pukul 9 kurang 15 menit)

Kelima, adalah untuk menunjukkan pukul yang tepat. Dalam bahasa Inggris, Anda bisa menggunakan sharp atau exactly, seperti berikut ini:

09.00 : It’s exactly nine o’clock.

04.00 : It’s 4 o’clock sharp.

O’clock merupakan kependekan dari of the clock. Mari kita mencoba memasukkannya ke dalam sebuah kalimat!

“The test starts at 4 o’clock sharp, and you must arrive 15 minutes before the test begin or else you won’t be allowed to join the test. Understood?”

Kalimat di atas digunakan untuk memberi tahu informasi bahwa sebuah ujian dimulai tepat pukul 4 dan peserta harus datang 15 menit sebelum ujian dimulai.

Keenam, adalah mengenai penggunaan AM PM pada bahasa Inggris, Anda sering melihat pemakaian a.m. dan p.m. ketika membaca waktu. Kedua penunjuk waktu tersebut memiliki singkatan sendiri. A.m. atau ante merediem digunakan untuk menunjukkan waktu antara pukul 00.00 sampai pukul 12.00 (tengah malam) dan p.m. atau post merediem digunakan untuk menjelaskan waktu antara 12.00 (siang) sampai 00.00.

Penggunaan kedua penunjuk waktu tersebut dibarengi oleh waktu yang telah dijelaskan di atas. Misalnya : “It’s 01.35 a.m.” menunjukkan pukul 1 pagi lewat 35 menit.

Jika Anda tidak ingin menggunakan penunjuk waktu tersebut, Anda dapat menggunakan keterangan waktu seperti in the morningin the afternoonin the evening, atau at night.

Contoh :

8.15 (A quarter past eight in the morning)

Untuk memperjelas kedua contoh tersebut, mari memasukkannya dalam sebuah kalimat:

“The Smith family house get robbed at 02.15 a.m. said the local police.” Atau

“The Smith family house get robbed at a quarter past two in the morning said the local police.”

Baca juga : AM PM

Bagaimana? Apakah kamu kini sudah bisa menyebutkan jam dalam bahasa Inggris?

Oleh-Oleh Yang Wajib Kamu Beli Di Singapura

Jika bepergian ke luar negeri, salah satunya Singapura, hal yang tidak boleh terlewat adalah membeli oleh-oleh. Ya, meski bukan aturan baku yang wajib kamu lakukan, tetapi terkadang kamu tentu memiliki perasaan ingin membawakan buah tangan atau oleh-oleh saat bepergian ke Singapura. Meski begitu, kamu juga sering kali tidak luput dari perasaan bingung memilih oleh-oleh terkenal dari Singapura apa sajakah yang bisa kamu bawakan untuk orang-orang tersayang? Nah, simak beberapa daftarnya berikut ini!

Gantungan kunci

Jika kamu pergi ke tempat jual oleh-oleh khas Singapura, salah satu benda yang paling kamu sering temui pasti gantungan kunci. Ini adalah salah satu oleh-oleh terkenal Singapura yang bisa kamu beli dalam jumlah banyak. Gantungan kunci bisa menjadi pilihan tepat mengingat harganya yang terjangkau.

Jadi, jika kamu tidak memiliki budget yang begitu besar tetapi tetap ingin membeli oleh-oleh untuk banyak orang, salah satu pilihan yang menarik adalah gantungan kunci khas Singapura. Bahkan, uniknya, tidak sedikit gantungan kunci dari Singapura yang berupa alat potong kuku. Alhasil, barang yang kamu belikan sebagai oleh-oleh juga tetap bermanfaat dan bisa digunakan, bukan?

Cokelat

Oleh-oleh khas Singapura berikutnya adalah cokelat. Ada banyak jenis dan merk cokelat yang bisa kamu beli di Singapura. Namun, cokelat-cokelat yang unik seperti cokelat rasa durian, rasa teh tarik, atau cokelat pandan tentu akan menjadi pilihan yang menarik sebagai oleh-oleh.

Nah, tentu cokelat bisa menjadi salah satu pilihan menarik jika kamu ingin membawa oleh-oleh berupa makanan yang bisa dibagi-bagikan kepada orang banyak. Kamu juga bisa membelikan cokelat dan meletakkannya di pantry kantor untuk oleh-oleh teman-teman di kantor sehingga siapa saja yang ke pantry bisa mencicipinya. Tentu, akan banyak orang yang merasa senang karena sudah dioleh-olehi makanan enak yang satu ini.

Kaos Singapura

Oleh-oleh berikutnya yang wajib dibeli untuk orang tersayang jika berlibur ke Singapura adalah kaos. Oleh sebab itu, jangan lupa untuk mampur ke toko-toko souvenir untuk mencari kaos khas Singapura yang keren.

Biasanya, kaos yang dijual sebagai oleh-oleh dari Singapura akan memiliki desain yang lucu dan unik, sehingga kamu bisa memilih mana yang kira-kira akan disukai oleh orang yang hendak kamu belikan oleh-oleh tersebut. Selain desainnya yang beraneka ragam, kaos termasuk salah satu jenis oleh-oleh yang akan sangat mudah kamu temukan. Dengan begitu, jika kamu tidak sempat untuk mencari oleh-oleh, kaos bisa menjadi salah satu alternatif yang menarik.

Garrett Popcorn

Meski tergolong baru, salah satu jenis oleh-oleh yang sudah pasti akan disukai khususnya oleh teman-teman atau anggota keluarga yang masih kecil adalah Garrett Popcorn. Oleh-oleh yang satu ini sebenarnya sudah cukup terkenal di banyak negara lain, tetapi mengingat Popcorn ini belum masuk ke Indonesia, tentu ia menjadi salah satu oleh-oleh yang tepat dari Singapura.

Selain memiliki banyak rasa, Garrett Popcorn juga memiliki varian rasa edisi khusus Singapura, sehingga kamu tidak akan menemukannya di tempat-tempat lainnya. Sama halnya seperti cokelat, kamu bisa membawa popcorn ini ke kantor atau saat nongkrong bersama teman-teman sehingga bisa dinikmati oleh banyak orang.

Parfum

Jika sudah bosan membawakan gantungan kunci, kaos, atau makanan sebagai oleh-oleh, kamu bisa membeli parfum sebagai salah satu oleh-oleh terkenal dari Singapura. Jangan salah, parfum yang dimaksud bukanlah parfum-parfum dari high-end brand ternama yang mungkin sulit dicari di Indonesia. Parfum yang dimaksud adalah parfum khas yang memang berasal dari Singapura.

Ya, ternyata, Singapura juga terkenal dengan parfumnya yang spesial karena memiliki wewangian khas yang mungkin tidak mudah kamu cari di tempat lain. Tak hanya itu, jenis oleh-oleh yang satu ini tentu akan sangat cocok jika kamu ingin memberikan oleh-oleh yang lebih personal dan tentu saja berkelas. Parfum juga merupakan benda yang praktis dibawa kemana-mana, sehingga yang menerimanya pun juga pasti akan senang.

Tiger Balm

Sedikit unik, meski berbeda dari parfum, Tiger Balm juga menjadi salah satu oleh-oleh yang terkenal dan favorit dari Singapura untuk kalangan tertentu. Pasalnya, olesan herbal yang legendaris dari Singapura ini bisa mengatasi berbagai masalah kesehatan ringan seperti sakit kepala, nyeri otot, sampai bentol-bentol akibat gigitan nyamuk.

Tiger Balm memiliki ukuran yang kecil, sehingga akan sangat mudah dibawa ke mana-mana saat pergi. Tak hanya itu, Tiger Balm memiliki wangi yang khas dan menenangkan, sehingga cocok untuk oleh-oleh khususnya bagi orang terdekat yang sering merasakan pegal linu nyeri otot. Kamu juga tidak perlu kesulitan mencari Tiger Balm karena benda ini sangat mudah ditemukan di Singapura. Kamu bisa mendapatkannya di toko souvenir hingga apotek. Menarik, kan?

Pasta Laksa

Jika kamu memiliki kerabat atau teman dekat yang hobi masak, Pasta Laksa tentu bisa menjadi pilihan oleh-oleh yang menarik. Pasalnya, bukan hanya sekadar pasta biasa, pasta yang satu ini membawa cita rasa khas laksa Singapura yang gurih dan pedas, tetapi dikemas dalam bentuk praktis yang sangat mudah dibawa pulang.

Bayangkan, dengan membawa pulang Pasta Laksa, kamu bisa memasak laksa autentik SIngapura di rumah hanya dengan menambahkan pasta ini ke dalam bumbu masakan. Oleh sebab itu, oleh ini tentu akan menjadi sangat cocok bagi kerabat yang suka melakukan eksperimen dalam memasak.

Apa Sih Pentingnya Self-Reward?

Di era yang serba cepat dan penuh tekanan ini, penting bagi kita untuk memahami dan menerapkan konsep self-reward dalam kehidupan sehari-hari. Konsep self-reward atau penghargaan diri merupakan cara efektif untuk meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan kita. Apa itu self reward, dan apa pentingnya bagi kesehatan mental? Simak penjelasannya berikut in!

Apa itu self-reward?

Self-reward adalah tindakan memberikan penghargaan kepada diri sendiri atas pencapaian atau kemajuan yang telah dibuat. Ini bisa berupa perbuatan, waktu istirahat, atau hadiah fisik yang diberikan kepada diri sendiri sebagai bentuk pengakuan atas kerja keras dan upaya yang telah dilakukan. Tujuannya adalah untuk memotivasi, meningkatkan rasa percaya diri, dan mendukung kesehatan mental yang positif.

Pentingnya self-reward

Ada beberapa hal yang menjadi alasan mengapa melakukan self-reward itu penting.

Meningkatkan motivasi

Dengan memberikan reward kepada diri sendiri, reward itu bisa menjadi motivasi yang kuat untuk terus berusaha dan berhasil mencapai tujuan. Pasalnya, saat kita tahu ada sesuatu hal yang menyenangkan di akhir usaha dan pencapaian kita, kita lebih termotivasi untuk menyelesaikan tugas atau mencapai target yang sudah kita susun.

Pengakuan atas usaha sendiri

Dalam dunia yang sering tidak mengakui usaha kamu saat menjadi seorang individu, memberi penghargaan kepada diri sendiri membantu mengakui usaha dan pencapaian pribadi. Artinya, saat kamu memberikan self-reward, kamu sebenarnya sedang mengakui usaha yang telah kamu lakukan hingga berhak mendapatkan penghargaan tersebut. Hal Ini meningkatkan rasa harga diri dan kepuasan diri.

Mencegah burnout

Dengan rutin memberikan reward kepada diri sendiri, kita mengizinkan diri untuk beristirahat sejenak dan merayakan keberhasilan. Berusaha keras memang penting, tetapi kamu perlu juga menyisipkan sedikit waktu untuk mengapresiasi atas usaha dan jerih payah serta kerja kerasmu selama ini. Hal ini membantu mencegah kelelahan atau burnout.

Meningkatkan kesehatan mental

Self-reward berkontribusi pada kesehatan mental yang lebih baik. Hal ini dapat mengurangi stres dan meningkatkan perasaan bahagian dan puas. Nah, kedua hal tersebut penting untuk keseimbangan emosional seseorang.

Membangun kebiasaan positif

Self-reward memang berkaitan erat dengan pencapaian atau kebiasaan positif. Pasalnya, self-reward biasanya baru akan dilakukan jika kamu baru saja berhasil mencapai sesuatu secara positif. Nah, oleh sebab itu, kebiasaan self-reward itu akan memperkuat kebiasaan kamu melakukan atau mengusahakan untuk melakukan hal positif. Ini juga bisa menjadi alat yang ampuh dalam membangun rutinitas sehat dan produktif.

Contoh self-reward

Pada prinsipnya, self-reward bisa berupa apa saja yang dapat menyenangkan hatimu. Justru, kamu yang paling tahu apa yang kamu inginkan, bukan? Nah, berikut ini adalah beberapa contoh self-reward yang paling umum dilakukan oleh banyak orang:

●      Mendedikasikan waktu untuk bersantai

Biasanya, saat berkegiatan, kamu sama sekali tidak memiliki waktu untuk bersantai. Oleh sebab itu, saat berhasil melakukan atau mencapai suatu hal, kamu mendedikasikan waktu yang kamu miliki untuk bersantai. Waktu santai itu bisa kamu isi dengan hal yang kamu sukai. Contohnya, mendengarkan musik, bermain game, membaca buku, atau sekadar mandi dengan air hangat.

●      Melakukan perjalanan

Hal berikutnya yang bisa kamu lakukan sebagai self-reward adalah berlibur dan melakukan perjalanan singkat ke tempat yang ingin kamu kunjungi. Perjalanan ini tidak harus selalu ke lokasi wisata tertentu, tetapi cenderung mengarah pada kegiatan perjalanan yang kamu lakukan untuk bersenang-senang.

●      Melakukan hobi dan kegiatan favorit

Sebagian besar tentu memiliki hobi. Oleh sebab itu, salah satu self-reward yang bisa kamu lakukan adalah meluangkan waktu untuk melakukan hobi yang kamu sukai atau kegiatan favoritmu.

●      Mengonsumsi makanan favorit

Contoh berikutnya adalah mengonsumsi makanan favorit. Hal ini akan sangat cocok jika pencapaian yang kamu berhasil lakukan adalah berkaitan dengan berat badan atau kebiasaan baru dalam mengatur pola makan. Dengan mengonsumsi makanan favorit sebagai self-reward, kamu bisa jadi lebih menghargai makanan yang kamu makan.

●      Membeli barang yang sudah diincar sejak lama

Ini adalah salah satu self-reward yang paling sering dilakukan oleh khalayak ramai, yaitu membeli barang yang kamu inginkan. Kamu bisa membeli benda apa saja yang kamu ingin beli sejak lama sebagai bentuk menghargai diri sendiri. Dengan begitu, kamu bisa lebih semangat lagi mencapai sesuatu agar merasa berhak membeli barang-barang tertentu.

Nah, menarik bukan melakukan self-reward?

Perbedaan Self Worth, Self Esteem, dan Self Confidence yang Harus Kamu Ketahui

Perkembangan zaman yang semakin cepat membuat kita harus selalu up to date dengan trend kata-kata baru yang sebenarnya sudah ada tetapi baru kita dengar akhir-akhir ini. Contohnya seperti kata-kata self worth, self esteem, dan self confidence. Ketiganya terkait dengan konsep diri, namun masing-masing memiliki makna dan peran yang berbeda. Berikut penjelasan lengkap tentang self worth, self esteem, dan self confidence yang harus kamu ketahui agar selalu up to date.

Apa itu Self Worth, Self Esteem, dan Self Confidence?

  • Self Worth

Self-worth merujuk pada keyakinan dalam nilai diri seseorang tanpa melibatkan perbandingan dengan orang lain. Ini mencakup pemahaman bahwa setiap individu memiliki hak untuk dihargai dan diakui tanpa memandang prestasi atau kegagalan.

  • Self Esteem

Self-esteem adalah penilaian atau evaluasi terhadap diri sendiri. Ini melibatkan perasaan positif atau negatif terhadap kemampuan, karakter, dan penampilan diri. Self-esteem sering kali terkait dengan kepercayaan diri dan rasa bangga terhadap diri sendiri.

  • Self Confidence

Self-confidence adalah keyakinan dalam kemampuan untuk melakukan tugas atau mencapai tujuan. Ini berkaitan dengan kepercayaan pada diri sendiri dalam menghadapi tantangan dan mengatasi hambatan. Self-confidence mendorong seseorang untuk mengambil risiko dan tumbuh secara pribadi.

Lalu Apa Perbedaan Dari Ketiganya?

  • Fokus

Self Worth: Berkaitan dengan nilai intrinsik setiap individu, terlepas dari pencapaian atau penilaian eksternal.

Self Esteem: Melibatkan penilaian terhadap diri sendiri berdasarkan kualitas, keberhasilan, atau aspek tertentu dalam kehidupan.

Self Confidence: Menekankan pada keyakinan dalam kemampuan untuk melakukan tugas atau mencapai tujuan.

  • Sumber

Self Worth: Berasal dari pengakuan dan penerimaan diri sendiri tanpa bergantung pada faktor eksternal.

Self Esteem: Dapat dipengaruhi oleh pengakuan dari orang lain, prestasi, dan penilaian eksternal.

Self Confidence: Bisa berfluktuasi tetapi dapat ditingkatkan melalui pengalaman positif.

  • Stabilitas

Self Worth: Lebih stabil karena tidak tergantung pada faktor luar.

Self Esteem: Cenderung lebih fluktuatif karena terkait dengan penilaian dan pengakuan eksternal.

Self Confidence: Bisa berfluktuasi tetapi dapat ditingkatkan melalui pengalaman positif.

Mengapa Semua Hal Itu Penting?

Kesejahteraan Emosional

●      Self Worth: Membantu dalam membentuk fondasi kesejahteraan emosional, karena individu merasa bernilai tanpa melibatkan perbandingan dengan orang lain.

●      Self Esteem: Memberikan kepuasan pribadi dan dukungan emosional, membentuk dasar untuk mengatasi tantangan.

Hubungan Interpersonal

●      Self Worth: Membentuk dasar untuk hubungan yang sehat dan saling menghargai dengan orang lain.

●      Self Esteem: Penghargaan terhadap diri sendiri dapat mempengaruhi cara individu berinteraksi dengan orang lain.

Keberhasilan Pribadi dan Profesional

●      Self Confidence: Memberikan keberanian untuk mengambil risiko dan mencapai tujuan, baik dalam kehidupan pribadi maupun karir.

Ketiga konsep ini juga relevan dalam konteksbiaya kursus bahasa Inggris karyawan dan kelas percakapan bahasa Inggris tatap muka. Sebagai contoh, memiliki self-confidence dapat meningkatkan partisipasi karyawan dalam kelas percakapan, sementara pemahaman self-worth dapat menginspirasi mereka untuk berinvestasi dalam pengembangan diri seperti kursus bahasa Inggris

Dengan memahami perbedaan antara self-worth, self-esteem, dan self-confidence, individu dapat lebih terarah dalam membangun dan memperkuat fondasi positif untuk pertumbuhan pribadi dan profesional. Ini dapat membawa dampak positif dalam lingkungan kerja dan kehidupan sehari-hari, menciptakan individu yang lebih percaya diri dan berdaya. Tetaplah mengembangkan ketiganya secara seimbang untuk mencapai keseimbangan optimal dalam pengembangan diri yang lebih baik.

Apa Sih Arti Mutualan Yang Sering Ditemui Di Twitter?

Dalam jagat media sosial, terutama di Twitter, kita sering menemui berbagai istilah atau kata-kata baru yang menjadi tren dan viral. Salah satu kata yang sedang populer adalah “mutualan.” Apa arti bahasa gaul “mutualan,” asal-usul istilah ini, dan tips gimana kita bisa mendapatkan mutual di Twitter. 

Arti Kata Mutualan

Mutualan berasal dari kata “mutual,” yang dalam bahasa Inggris berarti saling. Dalam konteks media sosial, terutama Twitter, mutualan merujuk pada hubungan saling mengikuti antara dua akun pengguna. Jadi, ketika seseorang meminta “mutualan” atau mengatakan bahwa mereka “mutual,” itu berarti mereka ingin saling mengikuti dengan akun pengguna lain. 

Dalam dunia media sosial, khususnya Twitter, jumlah pengikut (followers) dan diikuti (following) seringkali dianggap sebagai tolok ukur popularitas dan interaksi. Mutualan menjadi istilah yang umum atau bisa juga menjadi bahasa slang yang paling sering digunakan untuk menyatakan kesediaan untuk menjalin hubungan saling mengikuti di platform tersebut. 

Asal-Usul Istilah Mutualan

Asal-usul istilah “mutualan” tidak memiliki latar belakang sejarah khusus. Istilah ini muncul secara organik di dunia media sosial, terutama di kalangan pengguna Twitter. Dalam lingkungan yang cepat berubah dan kreatif seperti internet, kata-kata baru dapat muncul dengan cepat melalui interaksi pengguna dan mendapatkan popularitas dengan cara yang seringkali sulit dilacak. 

Kemungkinan besar, “mutualan” muncul sebagai singkatan atau perubahan kata dari “mutual following,” yang mencerminkan konsep saling mengikuti di platform media sosial. Seiring dengan perubahan dan evolusi bahasa gaul di dunia maya, istilah ini menjadi semakin dikenal dan digunakan. 

Tips Mencari Mutual di Media Sosial

Jika Anda ingin mencari lebih banyak “mutualan” di media sosial, khususnya di Twitter, berikut beberapa tips yang dapat membantu: 

a. Ikuti Akun dengan Minat yang Sama 

Pilih akun-akun yang memiliki minat atau topik yang sama dengan Anda. Ini akan meningkatkan kemungkinan mereka bersedia menjadi mutualan karena adanya kesamaan minat. 

b. Terlibat dalam Percakapan 

Seringkali, orang lebih cenderung menjadi mutualan jika Anda terlibat dalam percakapan atau berpartisipasi dalam trending topic di platform tersebut. Aktivitas yang aktif dan berinteraksi dapat membuat akun Anda lebih menarik untuk diikuti. 

c. Gunakan Hashtag Relevan 

Menggunakan hashtag yang relevan dengan minat atau topik tertentu dapat membantu orang menemukan akun Anda. Sebagai contoh, jika Anda tertarik dengan bahasa anak Jaksel, gunakan hashtag seperti #BahasaJaksel atau #Jaksel. 

d. Jaga Profil Menarik 

Pastikan profil Anda informatif dan menarik. Foto profil yang jelas, bio yang singkat namun informatif, dan keterlibatan dalam berbagai topik dapat membuat orang lebih tertarik untuk menjadi mutualan. 

“Mutualan” adalah salah satu contoh bahasa slang yang sering digunakan di media sosial, khususnya di Twitter. Bahasa slang sendiri menjadi bagian tak terpisahkan dari dunia maya, dan setiap platform memiliki istilah-istilah uniknya. Bahasa slang ini mencerminkan kekreatifan dan dinamika komunikasi di antara pengguna media sosial. 

Terkait dengan “Bahasa Anak Jaksel,” hal ini merujuk pada dialek atau gaya bahasa khas anak-anak Jakarta Selatan. Dengan menggunakan kata-kata atau frasa yang umum digunakan dalam komunitas tertentu, mereka menciptakan identitas linguistik yang unik dan seringkali menjadi ciri khas atau identifikasi kelompok. 

Dalam keseluruhan, bahasa gaul seperti “mutualan” mencerminkan bagaimana bahasa dan komunikasi terus berkembang di era digital. Sementara beberapa istilah mungkin bersifat sementara, mereka menjadi bagian dari kosakata internet dan menciptakan budaya berkomunikasi yang unik di kalangan pengguna media sosial. Selamat mencari lebih banyak “mutualan” dan mengeksplorasi bahasa gaul di dunia maya! 

6 Series Netflix Untuk Membantu Kamu Belajar Bahasa Inggris

Kamu mungkin salah satu pengguna setia Netflix yang menghabiskan waktunya untuk menonton di layanan streaming tersebut. Nah, supaya kamu bisa mendapatkan manfaat lebih daripada sekedar menonton, gunakan Netflix juga untuk belajar bahasa Inggris. Ada banyak pilihan serial televisi yang bisa kamu tonton untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris di Netflix. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

The Crown

Bagi kamu yang penasaran dengan sejarah Kerajaan Inggris, khususnya mengenai Queen Elizabeth sejak dirinya dinobatkan sebagai ratu di usianya yang masih belia hingga saat ini, The Crown adalah serial televisi yang tepat untukmu.  Dari serial Netflix yang satu ini, kamu bisa belajar bahasa Inggris dengan dialek British yang sangat kental. Tidak hanya dialeknya, kamu juga bisa mempelajari beberapa kosa kata Bahasa Inggris British yang memiliki cukup banyak perbedaan dengan Bahasa Inggris Amerika.

Friends

Cara nonton serial televisi Netflix sambil belajar bahasa Inggris agar tidak mudah bosan adalah memilih serial yang tepat, misalnya Friends. Serial komedi situasi yang satu ini sangat jenaka dengan berbagai joke yang akan membuat kamu betah untuk menonton. Selain itu, dari serial ini kamu akan mempelajari banyak bahasa slang atau bahasa gaul Amerika yang bisa kamu gunakan jika hendak melakukan percakapan sehari-hari dalam bahasa Inggris.

Belum lagi, bahasanya yang ringan membuat kamu lebih mudah memahami jalan cerita, bahkan bagi kamu yang kemampuan bahasa Inggrisnya masih terhitung pemula. Justru, dengan menonton serial televisi ini, kosa kata kamu akan semakin bertambah.

Explained

Sedikit berbeda dengan serial televisi yang lain, Explained adalah serial informasi yang mengangkat berbagai isu atau topik yang berbeda-beda tiap episode-nya. Jadi, saat menonton serial Netflix untuk belajar bahasa Inggris ini, kamu seolah sedang menonton kumpulan film pendek dengan tema yang beragam. Jika kamu ingin mempelajari berbagai kosa kata dari topik berbeda-beda, Explained bisa menjadi pilihan yang menarik sekaligus menantang untukmu. Namun, jangan khawatir, karena tiap episode memberikan penjelasan yang cukup sederhana sehingga bisa dimengerti oleh kamu yang masih dalam tahap awal belajar.

Stranger Things

Serial televisi berikutnya yang juga tak kalah menarik untuk dijadikan medium belajar adalah Stranger Things. Meski memiliki genre science-fiction, bukan berarti bahasa Inggris yang digunakan dalam serial ini akan sulit dimengerti. Justru, dengan topik untuk anak-anak remaja ini, Stranger Things banyak menggunakan bahasa Inggris versi Amerika yang informal dan kasual. Sama halnya dengan menonton Friends, kamu akan mendapatkan banyak kosa kata slang atau bahasa gaul dari serial yang satu ini.

Criminal Minds

Jika kamu penggemar serial crime, Criminal Minds bisa menjadi pilihan yang tepat untuk kamu belajar bahasa Inggris. Dari serial ini, kamu akan memperkaya kosa kata yang berkaitan dengan kriminalitas, detektif, hingga kepolisian. Tak hanya itu, serial ini juga membahas tentang kehidupan, hubungan dengan rekan kerja, hubungan dengan pasangan, dan masih banyak lagi. Jadi, kamu tidak perlu takut merasa bosan dengan serial yang memiliki belasan season ini.

Peaky Blinders

Nah, serial Netflix yang satu ini lebih cocok untuk kamu yang sudah tergolong mahir dan fasih berbahasa Inggris, tapi ingin terus mengasah kemampuan dan memperkaya kosa kata.

Selain itu, drama ini menggunakan bahasa Inggris British sehingga akan jauh lebih menantang saat ditonton sambil belajar bahasa Inggris.

Sekarang, sudah tahu kan, mau nonton apa di Netflix?

Rekomendasi Film Untuk Belajar Aksen British

Aksen British adalah salah satu akses bahasa Inggris yang banyak digunakan dan populer, selain akses Amerika. 

Di ujian IELTS juga British accent yang digunakan. Kamu bisa lho belajar aksen British mulai dari sekarang. Ada banyak film yang menggunakan aksen ini untuk membantu kamu belajar dengan lebih mudah. 

Aksen British adalah…

British accent atau aksen British adalah dialek/aksen bahasa Inggris yang digunakan di daerah Britania Raya atau United Kingdom (UK) seperti Skotlandia, Irlandia utara dan wales. 

Di Indonesia sendiri, banyak orang yang lebih familiar dengan bahasa Inggris Amerika (American English) daripada British English

Banyak orang yang menganggap bahwa aksen British lebih sulit diucapkan daripada aksen Amerika. 

Padahal jika kita sudah terbiasa mendengar percakapan British, setiap kata yang diucapkan terdengar lebih jelas daripada aksen Amerika. 

Ciri dari British accent adalah dialeknya yang kental dan jelas. 

Aksen British ini masih dibagi lagi berdasarkan daerahnya, misalnya Scottish, Geordie, Scouse, Yorkshire, Welsh, Brummie dan lainnya. 

Rekomendasi 5 film untuk belajar aksen British 

Ada banyak film berbahasa Inggris yang menggunakan British accent secara kental. 

Kabar baiknya, film-film ini cukup populer dan juga memiliki cerita yang menarik. Belajar bahasa Inggris British jadi lebih mudah dan menyenangkan! 

1. Harry Potter

Siapa yang tidak tahu film fantasi Harry Potter? Film yang diangkat dari 7 novel best seller JK Rowling ini menceritakan tentang petualang Harry Potter dan teman-temannya di sekolah sihir. 

Jika kamu mendengarkan dengan saksama, aksen yang digunakan dalam bahasa Inggris aktris dan aktor di film ini adalah British accent

Namun masing-masing aktor menggunakan dialek British yang berbeda. Misalnya Emma Watson yang memerankan Hermione menggunakan aksen RP. 

Sedangkan Rupert Grint sebagai Ron Weasley menggunakan British accent Estuary. 

Diketahui bahwa aksen RP adalah aksen standar yang banyak digunakan dan dikenali. Sedangkan aksen Estuary adalah aksen bagian tenggara Inggris. 

Kepopuleran film Harry Potter membuat British accent banyak dikenali dan juga menjadi pusat pembelajaran english British. 

Contoh penggunaan British accent  di film ini misalnya pengucapan kata Harry Potter menjadi Ha’i Potah

Sesuai dengan pengucapan khas aksen British dimana huruf di akhir kata tidak dibaca dengan jelas melainkan diucapkan dengan akhiran  ah. 

2. The Crown 

Jika kamu ingin belajar British accent dan juga lebih mengenal tentang sejarah Inggris terutama tentang pemerintahan Inggris maka film The Crown cocok untuk kamu. 

Film ini menceritakan tentang Ratu Elizabeth II secara pribadi dan perjalanan politiknya dalam pemerintahan Inggris. 

Film ini menggunakan aksen RP yang sangat kental. Tentunya selain belajar aksen dan pemerintahan Inggris, kamu juga dapat belajar penggunaan aksen RP di kalangan bangsawan. 

Tentu saja akan banyak membantu untuk memperluas kosakata British English kamu. 

3. Peaky Blinder Series

Salah satu series yang cukup populer yang menceritakan tentang kriminal berlatar di Inggris adalah Peaky Blinder. 

Film yang menceritakan tentang kehidupan kehidupan di Inggris ini tentunya banyak menggunakan British English yang kental. 

Drama ini mengisahkan tentang organisasi kriminal keluarga Shelby dengan tokoh utama Thomas Shelby yang diperankan dari Cillian Murphy. 

British accent  yang digunakan dalam series ini adalah aksen Brummie menyesuaikan dari tempat tempat yang digunakan yaitu Birmingham. 

Selain itu aksen yang digunakan juga aksen Cockney oleh tokoh Alfie Solomons. 

Aksen Brummie ini terkenal sebagai aksen yang sulit untuk ditiru. Namun dari film ini banyak pemeran yang bukan dari Birmingham namun sangat berhasil untuk menggunakan aksen ini dengan baik. 

4. Game Of Throne 

Film populer selanjutnya yang digunakan untuk belajar British accent adalah Game of Throne. British accent yang digunakan di film ini cukup beragam. Mulai dari aksen Yorkshire, RP dan Cockney. 

Di serial ini memang ada beberapa episode yang menggunakan aksen British yang sulit untuk diikuti. 

Namun ada juga beberapa episode yang menggunakan bahasa Inggris sederhana sehingga cocok sebagai bahan belajar. 

Seperti halnya film Harry Potter, film Game of Throne ini menjadi rekomendasi film untuk belajar aksen British. 

5. Fantastic Beast 

Fantastic Beast adalah film yang masih ada hubungannya dengan film Harry Potter. Dimana film ini menceritakan tentang masa remaja Dumbledore. 

Dan tentu saja masih berhubungan dengan dunia sihir dan juga Hogwart School. 

Bahasa Inggris yang digunakan di film Fantastic Beast ini adalah bahasa Inggris British yang kental. 

Jadi itu beberapa film populer yang banyak digunakan sebagai belajar bahasa Inggris aksen British. 

Kamu bisa mempelajari British accent lewat film-film di atas ya! 

Mempelajari aksen British secara sederhana

Ada hal-hal yang membedakan British dengan aksen bahasa Inggris lainya. Kamu dapat mempelajari ke khas an aksen ini dengan cara berikut ini 

1. Pengucapan huruf r  yang samar 

Jika kamu sudah mendengarkan bagaimana pemeran di film Harry Potter mengucapkan huruf maka terlihat bagaimana huruf cukup disamarkan. 

Contoh aksen British yang menggunakan huruf sebagai berikut : 

Bahasa Inggris Aksen Inggris 
Here Heuh 
More Moeuh 
Water Wateuh 

Belajar aksen British | Contoh aksen British

2. Huruf t yang samar 

Nah selain huruf r, dalam aksen British ada huruf lain yang pengucapannya perlu disamarkan, yaitu huruf T. 

Hal ini cukup menjadi ciri khas British accent , beberapa contoh aksen British untuk huruf yang disamarkan ini contohnya : 

Bahasa Inggris Aksen Inggris 
Bottle Bo’el 
Potter Po’euh 
Better Be’euh 

Belajar aksen British | Contoh aksen British

3. Huruf dibaca jelas 

Selanjutnya adalah penggunaan huruf yang harus dibaca dengan jelas. Berbeda dengan aksen Amerika dimana huruf biasa diucapkan ai. 

Maka English British ini huruf tetap dibaca a. Contohnya penggunaan huruf a di aksen British ini sebagai berikut 

Bahasa Inggris British English American English 
Way Way Wey 
Than Than Then 
Fast Fast Fast 
Fashion Fashion Feishon 

Belajar aksen British | Contoh aksen British

Itulah beberapa contoh pengucapan British accent yang unik dan menjadi ciri khas. Cukup berbeda dengan American English, bukan? 

Kenapa Mahasiswa Wajib Ikut Magang?

Magang menjadi sebuah wadah bagi mahasiswa untuk merasakan langsung seperti apa dunia kerja. Berbagai pengalaman bisa didapatkan melalui magang, kegiatan ini menjadi langkah awal sebelum berkecimpung dalam dunia karier profesional.
Program magang diatur dalam Undang-Undang No.13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, khususnya pasal 21-30. Sementara itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), mengatur kegiatan magang melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

Pada Permendikbud tersebut dijelaskan bahwa magang dapat diklaim menjadi angka kredit dalam sistem perkuliahan. Umumnya, magang menjadi syarat kelulusan dalam beberapa perguruan tinggi.

Dengan mengikuti magang, mahasiswa dapat memahami sistem kerja di perusahaan. Oleh sebab itu, magang dinilai penting bagi mahasiswa karena terdapat deretan manfaat yang akan diperoleh ketika mengikuti kegiatan tersebut.

Melansir dari laman Kemendikbudristek pada Selasa (15/11/2022), berikut alasan pentingnya kegiatan magang bagi mahasiswa.

8 Alasan Pentingnya Magang bagi Mahasiswa

1. Menambah Relasi

Ketika magang, mahasiswa akan menambah dan memperluas relasi di lingkungan profesional. Dengan begitu, mereka berpeluang untuk belajar keahlian dalam suatu bidang, mendapat mentor yang berpengalaman, mendapat rekan bisnis, hingga dipilih sebagai karyawan tetap.

2. Mengembangkan Keterampilan

Biasanya mahasiswa akan diberikan tugas-tugas semasa magang. Nah, tugas tersebut membutuhkan keterampilan praktis. Dengan begitu, mahasiswa akan mempelajari hal-hal baru dari tugas tersebut.

3. Meningkatkan Kepercayaan Diri

Meningkatkan kepercayaan diri menjadi manfaat lainnya dalam melakukan kegiatan magang. Sebab, ketika mahasiswa mendapat berbagai macam ilmu dari magang, tentunya mereka telah siap menempuh jenjang karier selanjutnya. Di dunia kerja, mereka bisa menerapkan apa saja yang telah dipelajari semasa magang.

4. Pengalaman Pekerjaan

Pengalaman magang menjadi salah satu persiapan dalam menghadapi dunia kerja yang sesungguhnya. Walau perusahaan mencari pelamar fresh graduate, ada kalanya mereka mendahulukan yang berpengalaman di dunia pekerjaan.

Oleh sebab itu, kegiatan magang akan bermanfaat bagi mahasiswa untuk memperkaya pengalaman di dunia kerja dan menambah kualitas diri.

5. Meningkatkan Kualitas Diri

Saat mahasiswa melaksanakan magang, maka kemampuan berkomunikasi dan lainnya akan meningkat. Sebab, mahasiswa diwajibkan berkoordinasi dengan kolega lainnya.

6. Menambah Pengalaman Kerja pada CV

Curriculum Vitae (CV) atau resume jadi salah satu hal penting dalam dunia kerja. Pasalnya, sebelum melamar pekerjaan, perusahaan akan meminta CV.

Dengan menambahkan pengalaman magang dalam CV bisa menjadi nilai tambah. Apalagi jika mahasiswa memperoleh nilai yang memuaskan dalam kegiatan magang, hal ini tentu jadi peluang besar untuk diterima di perusahaan.

Apa Itu Lost In Translation?

Setiap orang pasti pernah mengalami momen lost in translation. Jangankan ketika berada di negara asing dan dalam bahasa asing, di dalam negeri dengan bahasa yang sama pun terkadang kita masih saling mempertukarkan makna yang berbeda-beda. Secara tata bahasa, lost in translation diartikan sebagai proses hilangnya sebagian dan/atau keseluruhan makna akibat proses translasi. Kalimat yang bisa dicontohkan misal kalimat dalam bahasa Jawa ‘Alon-alon waton kelakon’ yang kerap diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi “Slowly but Sure.” Terjemahan ini memang  dirasa benar, tapi tetap tidak bisa mewakili keseluruhan makna yang ada dalam kalimat sebelumnya. Ada makna yang kemudian hilang karena kata-kata seringkali merupakan representasi budaya, sehingga unik dan tidak bisa diterjemahkan mentah-mentah.

Contoh yang lain adalah kata dalam bahasa Swedia ‘Lagom’, yang sering diterjemahkan sebagai moderate atau cukup. Beberapa yang lain menerjemahkannya menjadi “not too much, not too little” (saya bayangkan kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia akan jadi “yang sedang-sedang saja”). Namun, menurut pengakuan penutur lokal, tidak ada satupun dari terjemahan tersebut yang benar-benar bisa menggambarkan makna asli dari lagom karena dia terikat dengan budaya dan makna yang dibagikan secara kolektif di Swedia. Beberapa kata barangkali memang diciptakan untuk tidak bisa diterjemahkan, dan kalau dipaksa justru akan membuat maknanya melenceng kemana-mana. Begitulah yang disebut dengan lost in translation menurut para ahli. 

Namun, bukan lost translation dalam artian yang sebenarnya yang ingin saya bahas dalam tulisan kali ini. Yang saya maksud dengan lost in translation di sini adalah momen ketika saya bersinggungan dengan bahasa-bahasa baru yang tidak saya pahami, yang kerap membuat saya tersesat, sekaligus menemukan pengalaman dan pengetahuan baru.

Momen lost in translation pertama saya terjadi ketika saya tinggal di Australia. Saya, yang baru belajar bahasa Inggris di sekolah menengah pertama dan terbiasa dengan aksen Amerika di film dan lagu, dihadapkan dengan aksen Australia yang cepat, diseret, dan cenderung disingkat-singkat. University of Western Australia disebut “Yudab” (merujuk ke huruf U dan W). Afternoon jadi Arvo. Fremantle disebut Freo. Dan seterusnya. Terang saja saya bingung. Di minggu-minggu pertama, entah berapa kali saya bilang “I beg your pardon” atau “I’m sorry” ke lawan bicara saya karena saya tak paham apa yang mereka bilang. Belakangan saya menyadari, momen ini justru membuat saya mengembangkan apa yang disebut dengan a will to listen. Untuk menangkap aksen Australia, saya harus benar-benar memperhatikan apa yang disampaikan lawan bicara saya. Saya tidak bisa berkomunikasi dengan sambil lalu. Saya harus benar-benar mendengarkan. Satu hal yang menurut saya adalah kebiasaan baik. Karena seringnya, kita hanya mau mendengar apa yang ingin kita dengar. Maka setelah beberapa waktu, telinga saya mulai terbiasa dan satu fase lost in translation pun terlalui.

Kemudian ketika saya mengunjungi Jepang di akhir 2015, saya mengalami momen lost in translation yang kedua. Pengetahuan bahasa Jepang saya sangatlah minim, untuk tidak menyebutnya parah. Yang saya tahu hanya sebatas arigato dan sayonara (plus beberapa nama makanan enak seperti sushi, takoyaki, dorayaki dan lain-lain  ). Padahal, hampir semua hal di Jepang menggunakan bahasa Jepang (ya iyalah!). Sangat sedikit yang disampaikan dalam dwi bahasa, Inggris-Jepang misalnya. Masyarakatnya pun, setidaknya yang saya temui, tidak terlalu lancar berbahasa Inggris, tidak petugas jaga di loket tiket kereta, tidak juga mas-mas yang saya temui di stasiun. Maka saya pun menghabiskan waktu setengah jam untuk mencari hotel tempat saya menginap karena papan nama hotelnya dalam Bahasa Jepang. Beruntung ada seorang ibu-ibu yang sepertinya heran melihat saya mondar-mandir melewati tokonya berkali-kali. Dia menanyakan sesuatu ke saya dalam bahasa Jepang yang saya asumsikan sebagai “Kamu lagi nyari apa?. Lalu saya pun menjawab dalam bahasa Inggris nama hotel yang saya cari. Dia jawab “Ohhh” lalu dia pun menerangkan, tetap dalam bahasa Jepang, ditambah dengan gerakan tangan, lokasi hotel yang saya cari. Anehnya, saya paham apa yang disampaikan si Ibu tersebut, bahwa hotel tersebut terletak sebelum jembatan penyeberangan. Dan benar, tak lama setelah diterangkan si Ibu, saya berhasil menemukan hotel yang saya cari. Dari situ saya kemudian menyimpulkan, bahasa itu semata-mata alat. Pemaknaan manusia jauh melampaui bahasa. Buktinya, saya dan Ibu tersebut bisa berbicara dengan bahasa masing-masing dan tetap paham (atau setidaknya merasa paham) apa yang saling dimaksud.

Kejadian dengan ibu tersebut mungkin akan saya anggap sekadar sebagai kebetulan kalau saja beberapa hari setelahnya saya tidak bertemu seorang bapak tua yang pernah bekerja di Indonesia semasa perang. Saya yang tersesat waktu itu, karena salah memilih pintu keluar stasiun bawah tanah di Osaka, tiba-tiba disapa oleh Bapak tua ini. “Indonesia? Malaysia?” tanyanya. Saya pun menjawab “Indonesia.” Lalu dia pun bertanya dengan bahasa campur-campur: Inggris, Jepang, Indonesia, dan lebih banyak bahasa isyarat, tentang apa yang saya lakukan di Jepang, apakah saya tersesat, di mana saya menginap dan akhirnya menunjukkan lokasi hotel saya. Dan sekali lagi, saya berhasil menemukan lokasi hotel saya. Saya pun semakin yakin, asal mau mendengarkan, kita bisa membangun makna yang sama meski dalam bahasa yang berbeda.

Momen lost in translation yang terbaru dan masih saya jalani hingga saat ini adalah ketika kami pindah ke Swedia. Awalnya saya mengira bahwa di sini, bahasanya akan lebih mudah daripada di Jepang. Minimal akan lebih banyak bahasa Inggris yang saya temui dan hurufnya tetap menggunakan huruf latin. Saya pun sudah mengunduh aplikasi belajar bahasa Swedia jauh-jauh hari sebelumnya. Sudah mengetahui beberapa kata meski belum bisa mengucapkannya secara benar.

Tapi tentu saja saya salah. Begitu menginjakkan kaki di Swedia, saya tarpapar oleh bahasa yang benar-benar asing di telinga saya. “Kemampuan” berbahasa Swedia saya yang katanya 10% itu (menurut aplikasi) menguap entah ke mana. Saya bahkan tak bisa melafalkan “Ursäkta” (permisi) dengan baik. Tidak hanya soal kata, aksen dan intonasinya pun lain. Sementara mayoritas informasi disampaikan dalam Bahasa Swedia. Papan penunjuk arah, label kemasan, pengumuman di bus, dan lain sebagainya.

Uniknya, ada beberapa kata dalam Bahasa Swedia yang sama tulisan dan artinya dengan Bahasa Indonesia. Misal “apotek” yang sama-sama berarti toko obat, lalu “Juni” yang sama-sama bulan keenam dalam kalender Gregorian, “rabat” yang berarti potongan harga dan kata favorit orang Indonesia “gratis” yang berarti bisa dimiliki secara cuma-cuma tanpa membayar. Maka saya memilih fokus pada persamaan yang ada. Saya tak ingin dihalangi oleh batasan bahasa yang seringkali mengaburkan kemampuan manusia dalam mencari makna. Bahasa tidak selamanya menjadi kendala. Terutama jika kita mau mendengarkan. Seperti siang lalu, saya berpapasan dengan salah satu tetangga saya yang bahasa Inggrisnya tidak terlalu lancar. Kami saling menyapa dan mengobrol dalam bahasa yang campur aduk. Tapi komunikasi tetap terjalin. Saya menyimak kata-katanya. Memastikan apa yang dia maksud. Begitu juga sebaliknya. Sehingga tercipta kesepahaman tanpa perlu dipaksakan.

Indonesia sebenarnya beruntung, karena menyerap berbagai bahasa sehingga kaya akan kosakata sekaligus memiliki kemiripan dengan bahasa lain. Kata “aroma” misalnya, bisa ditemukan juga di Italia dengan makna yang sama. Indonesia sepertinya memang sudah ditakdirkan untuk beragam. Termasuk beragam sumber bahasanya. Sayangnya, tak semua orang mau menerima dan merayakan keberagaman itu.

Jika saja dalam keseharian kita mau lebih banyak mendengarkan serta fokus pada persamaan, barangkali waktu kita tidak akan banyak dihabiskan untuk saling membenci. Perbedaan “bahasa” memang bisa menyesatkan, tapi tidak harus selalu menjadi penghalang, karena saya percaya, seperti jargon sebuah buku psikologi populer yang kemudian dipakai oleh radio di Yogyakarta bertahun-tahun lalu: “Orang Mars kalau ngomong ya pakai bahasa Mars. Orang Venus kalau ngomong ya pakai bahasa Venus. Tapi sebenarnya ada satu lagi bahasa di dunia ini. Namanya: understanding.”

Source: Hayu Hamemayu