SAT Preparation – Tiket Kuliah Di Paman Sam

Kali ini, sekali lagi, kita akan membahas sebuah tema preparation yaitu ‘SAT Preparation’, dimana artikel ini juga akan bersifat sebagai pelengkap dari kedua artikel test preparation sebelumnya. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas artikel yang berjudul: SAT, Tiket Kuliah di Negeri Paman Sam.

Hingga saat ini kita sudah membahas lima artikel test preparation yang terbagi menjadi dua jenis: tes kompetensi berbahasa (IELTS, TOEFL, dan TOEIC), serta tes pencapaian akademis (GRE dan GMAT).

Karena itulah pada artikel kali ini akan dimuat mengenai guna menggenapkan tes pencapaian akademis, sebuah materi yang dianggap cukup ringan untuk dibahas, yaitu SAT, tiket kuliah di Negeri Paman Sam.

Mengenal Lebih Jauh Tentang SAT

Sama halnya dengan kedua tes yang sudah dibahas pada artikel sebelumnya, tes yang satu ini juga tidak begitu umum di ranah nasional.

Bisa terbilang masih sedikit di Indonesia sendiri, orang-orang yang berminat dan tertarik dengan tes yang satu ini – hanya mereka-mereka yang berencana untuk melanjutkan studi diluar negeri saja yang mungkin akan mempertimbangkannya.

Maka itulah, tes ini berhubungan erat dengan urusan-urusan akademis dan tentu saja, dirancang untuk memenuhi kebutuhan para penutur asli (native speaker).

Sebelum berbicara lebih lanjut, bagi mereka yang merasa tertarik untuk mengambil tes yang satu ini, pastikanlah Bahasa Inggris kalian sudah cukup mumpuni ya!

Seperti yang disebutkan diatas, kedua artikel yang telah dibahas pada artikel sebelumnya adalah GRE dan GMAT. Bahasan kita kali ini-pun tidak akan “keluar jalur” terlalu jauh dari jenis pembahasan pada kedua artikel tersebut.

Pasalnya, diartikel kita kali ini, pembahasan mengenai SAT juga memiliki karakter yang sama dengan pembahasan tes-tes sebelumnya. Perbedaannya-pun hanya akan terletak pada jenjang-jenjang dituju, yang mana akan dibahas lebih lanjut nantinya. Dan berikut ini, beberapa spesifikasi dan karakteristik sekaligus beberapa fakta mengenai SAT.

Jika kita ingin memulai pembahasan mengenai SAT, akan lebih baik diawali dengan pendefinisian SAT itu sendiri terlebih dahulu. Berbeda dengan tes-tes yang telah dibahas sebelumnya, kepanjangan dari SAT sendiri sudah mengalami perubahan berkali-kali.

Pada awalnya, tes ini bernama Scholastic Aptitude Test, yang pertama kali membuatnya memiliki julukan SAT. Dalam jangka waktu tertentu lantas nama inipun diubah menjadi Scholastic Assessment Test. Tidak berhenti disana, revisi nama-nama lain juga ikut muncul seperti SAT I: Reasoning TestSAT Reasoning Test, hingga akhirnya sekarang cukup disebut dengan SAT saja.

SAT dikembangkan dan dimiliki secara penuh oleh organisasi nirlaba asal Amerika bernama College Board, namun pada tahap pengembangannya, mereka juga dibantu oleh lembaga ETS atau Educational Testing Service (organisasi swasta nirlaba yang bergerak pada pengembangan pengujian dan penilaian akademis, terbesar di dunia) yang sekaligus ikut mengelola SAT hingga sekarang.

College Board sendiri didirikan pada bulan Desember pada tahun 1899, atau kurang lebih 121 tahun yang lalu. Pada awalnya College Board memiliki nama College Entrance Examination Board atau juga disingkat dengan CEEB.

SAT Preparation

Tujuan awal organisasi ini didirikan agar keberadaan akses masuk berbagai universitas dan perguruan-perguruan tinggi bagi masyarakat dapat menjadi lebih luas lagi.

Hingga akhirnya, mereka-pun merancang SAT – sebuah standar tes dan penilaian yang dapat berlakukan secara nasional pada berbagai bentuk kurikulum.

SAT biasa digunakan oleh para siswa yang ingin melanjutkan studi mereka ke jenjang perguruan tinggi ataupun universitas.

Berbeda dengan GRE dan GMAC, yang mana dipergunakan sebagai sertifikasi ataupun syarat memasuki jenjang pascasarjana (graduate) baik magister (master) maupun doktoral (doctor), SAT sendiri hanya diperuntukkan untuk proses penerimaan jenjang sarjana (undergraduate) saja.

Dalam satu periodenya, SAT dapat diikuti oleh lebih dari 2,22 juta kandidat dimana untuk satu kali percobaan, biaya yang perlu dikeluarkan berkisar antara US$52.50-101.50.

Selain itu, sertifikasi SAT-pun dapat diterima oleh hampir seluruh program dan jurusan sarjana di berbagai universitas serta perguruan-perguruan tinggi di Amerika.

Lebih Dalam Mengenai SAT

SAT biasa dilakukan dengan menggunakan media kertas atau yang juga disebut dengan paper-based test (PBT). Jika dilihat dari programnya, terdapat dua jenis SAT yang ada.

Masing-masing dari program memiliki spesifikasi dan kegunaannya tersendiri. Namun keduanya sangat berhubungan erat dengan persyaratan penerimaan perguruan tinggi ataupun universitas. Dua program tersebut adalah sebagai berikut:

  • SAT Test

Program SAT yang ini bertujuan untuk menguji pencapaian akademis siswa serta kesiapan mereka dalam menghadapi kehidupan studi di perguruan tinggi atau universitas nantinya. Tes ini terdiri dari tiga jenis mata uji wajib dan satu mata uji pilihan, diantaranya:

  1. Mata Uji Wajib: Reading; Writing and Language, serta; Math
  2. Mata Uji Opsional (Essay): Reading, Analysis, and Writing

Untuk lebih rincinya dapat dilihat pada tabel berikut:

No.Mata UjiAlokasi WaktuJumlah PertanyaanFormat Score
Evidence BasedTest Score
1.Reading6552200-800 (akan digabung dengan Math)10-40
2.Writing and Language354410-40
3.Math8058200-800 (akan digabung dengan Reading & Writing)10-40
4.Essay5012-8
  • SAT Subject Test

Merupakan jenis program SAT yang berfokus pada suatu bidang (subject) tertentu saja. Tes ini biasa digunakan untuk pemenuhan syarat-syarat penerimaan pada fakultas-fakultas yang membutuhkan persyaratan khusus atas kompetensi-kompetensi pada bidang tertentu.

Mata uji tes inipun bisa dikatakan beraneka ragam, sesuai dengan berbagai kebutuhan admisi bermacam-macam fakultas yang ada pada berbagai perguruan tinggi dan universitas.

Karena itu, antara satu dan mata uji yang lain memiliki spesifikasi dan karakteristik yang berbeda-beda.

Yang bisa disamaratakan adalah, secara umum, nilai program tes SAT ini terbentang antara skor 200-800, selain itu, jumlah soalnya pun berkisar diangka 20-an soal. Meski begitu, ada beberapa tes yang tidak mengikuti kedua standar tersebut guna mengimbangi spesifikasi jurusannya masing-masing.

Bahasa Inggris SAT

Tentu saja seperti apa yang sudah dibahas pada materi diatas, bahwasanya SAT sendiri dimaksudkan untunk memenuhi kebutuhan para pelajar yang ingin melanjutkan studi mereka di berbagai universitas serta perguruan-perguruan tinggi di Amerika.

Karena itulah, sebagian besar kandidat yang mengikuti SAT adalah para pelajar yang berasal dari sekolah-sekolah dan warga asli Negara Paman Sam tersebut. Sudah barang tentu kemampuan kebahasaan mereka, khususnya Bahasa Inggris, sudah tidak diragukan lagi – mengingat mereka adalah para penutur asli (native speaker).

Maka kemampuan Bahasa Inggris yang diperlukan oleh SAT, baik untuk program SAT Test maupun SAT Subject Test, sendiri sangatlah luas – bahkan tidak kalah dengan kemampuan Bahasa Inggris yang diperlukan baik oleh GRE ataupun GMAT.

Hal ini dikarenakan SAT memerlukan kemampuan Bahasa Inggris yang sudah mampu menunjang kemampuan seseorang dalam menganalisa komponen-komponen akademis.

Tingkat kemampuan Bahasa Inggris yang diperlukan SAT bahkan bisa terbilang lebih tinggi jika dibandingan GMAT yang mana hanya terfokus pada jenis-jenis Bahasa Inggris spesifik saja.

Dan itulah beberapa hal mengenenai SAT. Jika memang tertarik untuk mencoba mengikuti SAT, pastikan terlebih dahulu bahwa kemampuan Bahasa Inggris yang dimiliki dapat menunjang proses akademis yang akan dijalani, baik dalam sistem admisi ataupun dalam masa studi kelak.

Ekspresi Percakapan Untuk Anak-Anak

Yap, selamat datang pada artikel English Program, para pembelajar Bahasa Inggris! Kali ini kita akan membahas tema ‘Conversation For Kids’ yang cukup simpel untuk dibahas berkenaan dengan kemampuan komunikasi untuk si kecil, yaitu: Ekspresi Percakapan Untuk Anak-anak.

Dalam mempelajari bahasa, khususnya Bahasa Inggris, jenis pendekatan yang digunakan amat bergantung dari pribadi sang pembelajar sendiri: apakah sang pembelajar masih berada pada jenjang anak-anak, remaja ataupun dewasa.

Pendekatan yang ada akan sangat berbeda sekali untuk masing-masing jenjang, dimana itu sangatlah menentukan keberhasilan dari proses pembelajaran.

Maka jika sebelumnya telah dibahas mengenai perbincangan untuk orang dewasa, pada artikel kali ini, materi yang ada akan menekankan pada perbincangan untuk anak-anak guna memudahkan para pembelajar di jenjang tersebut.

Beda Pembelajaran Bahasa Inggris Dewasa dan Anak-Anak

Dalam mempelajari kemampuan berkomunikasi, khususnya bagi anak-anak, ranah yang ada tentu saja akan sangat berbeda bagi para pembelajar yang sudah lebih dewasa.

Pelajaran Bahasa Inggris untuk anak-anak merupakan ‘ranting’ keilmuan tersendiri yang dinamakan sebagai Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Anak-anak atau yang juga dikenal dengan nama English for Young Learners (EYL).

EYL sendiri merupakan bagian dari cabang ilmu yang lebih besar, dinamakan dengan Pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Kedua/Asing atau dikenal sebagai English as Second / Foreign Language (ESL/EFL).

Amat sangat masuk akal jika ranah ini memiliki bidang keilmuannya sendiri, dikarenakan spesifikasi yang diperlukannya juga memiliki tuntutan-tuntutan yang dianggap sangat krusial.

Dikarenakan kemampuan berpikir anak-anak yang khas, materi-materi yang ada tidak bisa diberikan secara sembarangan. Perlu sebuah perencanaan yang matang mengenai bagaimana upaya-upaya yang diberikan dapat terserap secara maksimal oleh mereka.

Salah satu teknik yang bisa digunakan adalah dengan menghindari adanya penumpukan materi. Pembelajar anak-anak memiliki batasan kejenuhan yang lebih rendah ketimbang pembelajar lain yang sudah lebih dewasa.

Karena itu materi bahasa inggris untuk anak anak yang ada perlu untuk dikemas seringkas mungkin agar para pembelajar muda itu dapat mengikuti proses pembelajaran dengan lebih mudah.

Selain itu materi-materi tersebut juga perlu untuk dikemas semenarik mungkin. Itu disebabkan karena pembelajar anak-anak umumnya merupakan pembelajar pemula – mereka cenderung melibatkan unsur afeksi pada diri agar proses akuisisi kognisi dapat terjadi.

Conversation For Kids

Materi Perbincangan (Conversation) untuk Anak-Anak

Jika membicarakan materi perbincangan untuk anak-anak, kita tidak hanya akan membicarakan teknik berbincang dalam Bahasa Inggris semata, melainkan juga turut membahas mengenai cara berkomunikasi.

Materi perbincangan atau conversation untuk para pembelajar yang lebih dewasa mungkin sudah dapat dispesifikkan hanya pada teknik-teknik atau ekpresi-ekspresi saja.

Hal ini didasarkan pada anggapan bahwa para pembelajar dewasa memiliki kemampuan berkomunikasi secara umum – sangat berbeda dengan pembelajar anak-anak yang belum secara maksimal memiliki kemampuan tersebut.

Karena itu materi-materi yang perlu diberikan pada pembelajar muda tersebut cukup sebatas bagaimana mereka dipaparkan pada ungkapan-ungkapan dasar terlebih dahulu tanpa memberi tahu teori keilmuannya secara eksplisit.

Pendekatan ini disebut dengan pembelajaran implisit (implicit learning) dimana pemaparan mengenai teori-teori dirasa belum diperlukan untuk menghindari penumpukan materi. Anak-anak akan lebih mudah menyerap ilmu-ilmu yang dipaparkan kepada mereka jika kondisi optimal yang mereka perlukan terpenuhi.

Karena itu tujuan awal dari pembelajaran ini hanya bersifat sebagai perkenalan dan pembiasaan, dengan harapan materi-materi ini akan melekat pada benak mereka dan secara alam bawah sadar menjadi bagian tingkah laku yang spontan.

Conversation for Kids – Expressions

Atas dasar itulah, disisa artikel ini hanya akan diisi dengan pemaparan ekpresi-ekpresi percakapan umum dan mendasar sebagai bahan latihan dan pembiasaan bagi para pembelajar muda tersebut. Berikut ini adalah beberapa diantaranya:

  • Pertanyaan dan jawaban mengenai seseorang (Questions and answers about one’s self)
Pertanyaan (Questions)Jawaban (Answers)
Bahasa InggrisBahasa IndonesiaBahasa InggrisBahasa Indonesia
Hello, how are you?Hai, apa kabar?I’m fine, thank you.Aku baik-baik saja, terima kasih.
What is your name?Siapakah nama-mu?My name is…Namaku…
How do you do?Bagaimana kabarmu?I’m alright, and you?Aku baik, dan kamu?
Where do you live?Dimanakah alamatmu?I live in/on/at…Aku tinggal di…
Where do you come from?Darimanakah asalmu?I come from…Saya berasal dari…
Which school do you attend?Dimanakah kamu bersekolah?I go to…Saya bersekolah di…
Do you have any hobbies?Apakah kamu memiliki hobi?Yes, I have. I like to…Ya, saya punya. Saya menyukai…
What color do you like most?Apakah warna favoritmu?The color I loved most is…Warna favorit saya adalah…
Do you have any best friends?Apakah kamu punya sahabat?Yes, I have.Ya, saya punya.
Will you be my friend?Mau kah kamu menjadi temanku?Yes, I’d love to!Ya, dengan senang hati!
Do you have any pets?Apakah kamu memiliki binatang peliharaan?No, I don’t have any.Saya tidak punya binatang peliharaan.
  • Pertanyaan dan jawaban sehari-hari (Questions and answers about daily live)
Pertanyaan (Questions)Jawaban (Answers)
Bahasa InggrisBahasa IndonesiaBahasa InggrisBahasa Indonesia
How is your day?Bagaimana harimu?I have a nice day.Aku mendapati hari yang baik.
How is your week?Bagaimana dengan minggu ini?I have a great week!Minggu ini sangatlah mengesankan!
Are you having fun?Apakah kamu senang?Yes, indeed!Ya, tentu saja!
What do you have for breakfast?Apa yang kau makan untuk sarapan?I ate…(Tadi) saya sarapan…
Do you have lunch?Sudahkah kamu makan siang?Yes, I have.Iya, saya sudah.
Do you often spend your time outside?Apakah kamu sering keluar rumah?No, I prefer to stay inside.Tidak, saya lebih memilih untuk berada di dalam ruangan.
What will you do for this weekend?Apa yang akan kamu lakukan untuk akhir pekan ini?I will…Saya akan.
What will you do after the school?Apa yang akan kamu lakukan setelah pulang sekolah?After school, I will…Setelah sekolah, saya akan…
Do you have any plans after this?Apakah kamu punya rencana setelah ini?No, I don’t have any plans after this.Tidak, saya tidak memiliki rencana apapun setelah ini.
What do you think about it?Bagaimana menurutmu tentang itu?I think…Menurut saya…
What will you choose?Apa yang akan kamu pilih?I choose…Saya memilih yang…

Dan itulah beberapa ekpresi mengenai percakapan yang dapat diajarkan kepada anak-anak.

Dengan pemaparan materi-materi seperti itu secara berkala, diharapkan anak-anak akan memiliki sebuah kebiasaan yang baik mengenai cara berkomunikasi, terutama dalam konteks pembicaraan menggunakan Bahasa Inggris.

Akan lebih mudah membiasakan sesuatu jika dimulai sejak dini. Karena itulah pendidikan masa kecil tidak dapat disepelekan begitu saja.

5 Tahapan Dalam Suatu Perbincangan

Yak, selamat datang pada artikel English Program, para pembelajar Bahasa Inggris! Kali ini kita akan membahas tema ‘Conversation for Adults’ yang dirasa cukup ringan dan mendasar untuk keperluan-keperluan komunikasi menggunakan Bahasa Inggris, yaitu: Tahapan Dalam Suatu Perbincangan.

Bisa dikatakan bahwa unsur paling mendasar dari fungsi suatu bahasa adalah kemampuannya untuk digunakan sebagai alat komunikasi. Tidak mengherankan jika standar kebisaan seseorang dalam penguasaan bahasa terkadang dilihat dari kemampuannya menggunakan bahasa tersebut secara praktis.

Dan salah satu kemampuan komunikasi tersebut adalah kompetensi dalam melangsungkan perbincangan. Karena itulah pada artikel kali ini akan dibahas mengenai materi yang dianggap paling mendasar untuk dipelajari, yaitu tahapan-tahapan perbincangan dalam Bahasa Inggris, guna memudahkan para pembelajar tersebut.

Apa yang spesial dari sebuah perbincangan?

Perbincangan, atau yang dalam Bahasa Inggris disebut conversation, merupakan salah satu bentuk komunikasi interaktif yang terjadi diantara dua individu/pihak ataupun lebih.

Pengembangan kemampuan berbincang-bincang (conversational skill) amat besar pengaruhnya terhadap cara manusia bergaul dan melakukan kegiatan sosial lainnya.

Cabang studi ini, khususnya pada pemaparan bahasa asing, termasuk ke dalam ranah pengajaran dan pembelajaran bahasa (language learning and teaching).

Jika bersandar kepada para pendapat ahli, akan sangat banyak sekali inklusi mengenai bagaimana tingkat keakuratan istilah perbincangan atau conversation dapat terjadi pada suatu aktivitas.

Karena itulah definisi dari aktivitas perbincangan juga sekaligus berfungsi sebagai parameternya: Perbincangan bisa dikategorikan sebagai aktivitas berujar yang terjadi secara informal, simetris, dan bertujuan untuk mempertahankan hubungan sosial.

Hal ini menjadi penting dikarenakan perbincangan sendiri merupakan bentuk komunikasi yang paling ideal dalam mempertahankan serta menjalin skema pergaulan terhadap para pelaku sosial di lingkungan sekitar.

Atas dasar itulah, di beberapa titik, ‘skema’ suatu perbincangan mengikuti peraturan dalam etiket (etiquette): peraturan bagaimana cara untuk berlaku sopan.

Fakta Mengenai Perbincangan

Sebagai tambahan informasi, terdapat lima aspek penting yang terdapat pada lingkup bahasan suatu perbincangan. Diantaranya adalah:

  • Perbedaan perbincangan yang terjadi antara masing-masing kalangan pria dan wanita.

Berlawanan dengan apa yang diyakini secara umum, hasil dari penelitian menyatakan bahwa baik pria maupun wanita sama-sama memiliki jumlah rata-rata pengucapan kata yang tidak terlalu berbeda pada perbincangan setiap harinya: terdapat kurang lebih 16.000 kata yang dapat diproduksi oleh kedua jenis gender tersebut.

  • Narsisime.

Pada beberapa sistem sosial di negara-negara yang sudah maju, salah satunya seperti di Amerika, keberadaan dukungan moril sudah bisa dikatakan langka – menjadikan orang-orang yang terlibat di dalamnya memiliki kecenderungan untuk menjadi narsis ketika melakukan suatu perbincangan.

Hal ini disebabkan karena kebutuhan akan adanya perhatian dan pengakuan sosial orang-orang tersebut sudah tidak tercukupi secara normal.

  • Terhadap orang asing.

Fakta ilmiah mengatakan bahwa sebagian orang akan menjadi lebih terbuka dan berani untuk menceritakan persoalan intim mereka kepada orang-orang asing yang baru saja mereka temui di tempat-tempat umum seperti taman, transportasi masal, dan akses-akses publik lainnya. Fenomena ini juga lantas menjadi latarbelakang salah satu film kenamaan asal Hollywood: Forrest Gump (1994).

  • Diri sendiri.

Bermonolog: aktivitas perbincangan yang dilakukan terhadap diri sendiri, atau juga bisa disebut sebagai komunikasi intrapersonal (intrapersonal communication), dianggap sebagai suatu hal yang lumrah dan bahkan terbukti memiliki khasiat-khasiat positif seperti menguraikan masalah hingga tujuan-tujuan terapis.

  • Intelegensia buatan.

Dengan semakin majunya teknologi, perbincangan-pun tidak lagi terjadi hanya sebatas sesama manusia saja, namun juga terhadap mesin. Hal ini bisa terjadi atas prakarsa seorang ilmuan computer bernama Alan Turing yang melandaskan standar pengujian miliknya (Turing Test) pada aktivitas komunikasi manusia dengan intelegensia buatan (disebut juga dengan artificial intelligence).

Tahapan Perbincangan di Dalam Bahasa Inggris

Dalam melatih kemampuan perbincangan pada Bahasa Inggris, proses yang diperlukan tidaklah cukup jika hanya melandaskannya pada pembelajaran yang diberikan di dalam dinding kelas, seperti saat sekolah ataupun melalui kursus/les/privat saja.

Hal yang bahkan paling mempengaruhi keberhasilan pelatihan tersebut adalah pembiasaan yang terjadi pada berbagai aktivitas sehari-hari. Seperti halnya bahasa-bahasa yang lain, Bahasa Inggris perlu untuk dilatih secara rutin dalam aspek-aspek keseharian agar ilmu kebahasaan yang didapatkan bukanlah hanya sebatas teori belaka, melainkan dapat digunakan secara praktis untuk keperluan berkomunikasi.

Secara fundamental, mempelajari bahasa sebagai sebuah alat komunikasi tidaklah sesulit apa yang dibayangkan. Khususnya dalam melatih kemampuan berbincang-bincang, terdapat pola-pola tertentu yang dapat dilihat dan diterapkan secara universal.

Beberapa pola-pola tersebut amat sangat umum ditemukan pada aktivitas interaksi dan komunikasi sehari-hari, diantaranya: menyapa (greeting), membuka perbincangan (introduction), menjawab dan bertanya (answering and asking), menutup perbincangan (closing), dan mengakhirinya (ending). Kelima aspek inilah yang akan dibahas lebih lanjut pada artikel ini.

  • Menyapa (Greeting)

Greeting, yang mana juga memiliki arti menyapa atau bertegur sapa, adalah jenis ekpresi pembuka percakapan atau perbincangan. Hal ini biasa terjadi diawal sebuah perjumpaan atau pertemuan. Didalam Bahasa Inggris, greeting biasa diujarkan dengan kalimat-kalimat seperti:

Bahasa Inggris   Hey, what’s up?   ‘Ello, gov’na!   Greetings, sire!   Good to see you, man!   Yo, ‘ma man!   Woah, it’s been a while, isn’t it?Bahasa Indonesia   Hai, apa kabar?   Oi, bosque!   Permisi, pak!   Senang melihatmu, kawan!   Oi, bos!   Wah, sudah lama tidak berjumpa nih?  
  • Membuka Perbincangan (Introduction)

Membuka perbincangan/percakapan, atau yang dalam Bahasa Inggris memiliki arti introduction, biasa digunakan setelah salam/menyapa/bertegur sapa (greeting).

Ekspresi ini digunakan untuk memulai bahasan topik dalam perbincangan. Di beberapa kasus, introduction juga bisa diartikan sebagai perkenalan atau memperkenalkan. Ini dilakukan apabila lawan bicara adalah orang yang belum dikenal. Beberapa conoth kalimat yang umum diantaranya:

Bahasa Inggris   Right, how’s your day?   What’s the news?   Just ‘lemme introduce…   ‘Kay, the name’s…   I’d like you to see…   Shall I introduce you to my colleague…?Bahasa Indonesia   Baik, bagaimana harimu?   Ada berita apa?   Izinkan saya memperkenalkan diri…   Nama saya…   Saya ingin anda berkenalan dengan…   Apakah boleh saya memperkenalkan kawan saya kepada anda?
  • Menjawab dan Bertanya (Answering and Asking)

Menjawab dan bertanya juga merupakan sesuatu yang vital dalam suatu percakapan. Bahkan bisa dikatakan bahwa ‘nyawa’ atau esensi dari suatu pembicaraan berada pada bagaimana seseorang mampu bertanya dan menjawab.

Melalui hal inilah keberlangsungan suatu perbincangan dapat dipertahankan. Beberapa kalimat dan ekpresi Bahasa Inggris yang dapat digunakan untuk menjawab dan bertanya diantaranya:

Bahasa Inggris   Yeah, and you?   Hmm, what’s about it?   Yes, that’s right. Thank you.   Glad you know it!Bahasa Indonesia   Ya, lantas bagaimana dengan anda?   Hmm, memangnya kenapa?   Ya, seperti itu. Terima kasih.   Senang bahwa kau mengetahuinya!
  • Menutup Perbincangan (Closing)

Menutup perbincangan atau closing terjadi sebagai ‘aba-aba’ untuk mengakhiri pembicaraan. Pada umumnya ekspresi ini digunakan tepat sebelum mengakhiri/salam penutup. Beberapa kalimat yang biasa digunakan dalam Bahasa Inggris adalah:

Bahasa Inggris   Okay, whatta nice conversation!   Hmm, just talk about it later, can I?   Call it a day?   Sorry, but I must go now.   Nope, I’m in a hurry. Thanks.Bahasa Indonesia   Oke, perbincangan yang mengasyikkan!   Membicarakannya nanti saja ya?   Bisa kita selesai sekarang?   Maaf, tapi aku harus pergi sekarang.   Tidak, aku sedang buru-buru. Trims.
  • Mengakhiri (Ending)

Didalam suatu perbincangan/percakapan, mengakhiri atau yang juga disebut ending dalam Bahasa Inggris digunakan masing-masing pihak untuk menciptakan sebuah kesan (impression) yang baik saat pertemuan/perjumpaan berakhir dengan harapan dapat mengulangi rangkaian proses ini kembali ketika nanti ada kesempatan kedepan. Beberapa ekspresi yang bisa digunakan seperti:

Bahasa Inggris   May I see you again?   Okay, see you then.   ‘Kay, bye…   Have a good day!   ‘Till we meet again…   See yaBahasa Indonesia   Bolehkah kita berjumpa lagi?   Baik, sampai bertemu lagi.   Oke, dadah!   Semoga harimu menyenangkan!   Sampai berjumpa kembali…   ‘Dah

Dan itulah beberapa aspek penting dalam suatu perbincangan. Meski begitu, dengan semakin berkembangnya teknologi komunikasi dewasa ini, serta wabah COVID-19 yang terjadi, menjadikan interaksi manusia menjadi semakin minim. Namun jangan jadikan itu sebagai penghambat untuk terus berkomunikasi dengan sesama ya!

Mengenal Cara Menulis Artikel Jurnal Ilmiah Berbahasa Inggris

Yap, selamat datang pada artikel English Program, para pembelajar Bahasa Inggris! Kali ini kita akan membahas tema ‘Academic Writing’ yang mana dirasa cukup spesifik dan rumit, khususnya bagi para pelaku ilmiah, yaitu: Menulis artikel jurnal ilmiah Berbahasa Inggris.

Akan sangat sering dijumpai oleh para akademisi dewasa ini, kebutuhan-kebutuhan publikasi ilmiah yang bersifat kontemporer.

Mereka sudah tidak lagi hanya dituntut untuk mampu menulis karya tulis ilmiah seperti skripsi, tesis ataupun disertasi sebagai tugas akhir, namun juga mampu untuk menyajikannya pada berbagai publikasi internasional.

Tuntutan inilah yang menjadikan para akademisi di bidang keilmuan apapun, perlu untuk mampu menguasai Bahasa Inggris khususnya teknik penulisan artikel publikasi jurnal ilmiah.

Karena itulah pada artikel kali ini akan dibahas secara singkat mengenai materi yang dianggap penting dan spesifik tersebut guna memudahkan siapa saja yang tertarik untuk mendalami penulisan artikel ilmiah.

Mengenal Writing English Artikel Ilmiah

Tidak dapat dipungkiri, keperluan akademis saat ini sudah mengalami perubahan yang cukup signifikan seiring dengan perkembangan zaman. Perubahan ini dilandasi dengan semakin mudahnya akses internet serta didukung teknologi informasi yang lebih canggih tiap harinya.

Manusia dapat berkomunikasi dengan semakin mudah dari belahan dunia manapun; arus informasi serta berita tidak lagi terkendala jarak dan waktu; pembelajar juga tidak perlu repot-repot ke perpustakaan hanya untuk mencari definisi di ensiklopedia.

Akan sangat dimaklumkan jika ‘trend’lingkungan sekuler-pun menjadi cenderung semakin menuntut. Maka dari itulah para intelektual perlu mensiasati perubahan tersebut serta mampu beradaptasi.

Perubahan yang begitu kentara dapat terlihat dari semakin maraknya publikasi ilmiah di kalangan para akademisi. Para intelektual dituntut untuk selalu memperbaharui keilmuannya melalui penelitian-penelitian yang berkelanjutan.

Tidak hanya berhenti di situ saja, mereka-pun diharuskan untuk ‘membagi’-nya dengan komunitas global.

Media publisitas yang sekarang ini paling umum digunakan adalah melalui artikel ilmiah. Tidak mengherankan jika di beberapa perguruan tinggi dan berbagai lembaga keilmuan, kemampuan untuk bisa membuat artikel ilmiah menjadi sebuah persyaratan tersendiri guna menapaki jenjang-jenjang tertentu.

Artikel ilmiah merupakan salah satu jenis dari karya tulis ilmiah, yang berfungsi untuk melaporkan temuan-temuan keilmuan teranyar – biasa digunakan untuk memberikan laporan secara singkat dan padat mengenai hasil suatu penelitian.

Dikarenakan sifatnya yang lebih simpel dan ringkas, karya tulis ini semakin populer digunakan sebagai acuan ilmiah bagi para akademisi sekaligus media penyampai esensi temuan-temuan saintifik. Atas sifatnya itu jugalah, konten-konten ilmiah yang terkandung di dalam artikel dapat diterapkan secara praktis baik aplikatif maupun implikatif.

Dalam menulis artikel ilmiah, terdapat struktur-struktur redaksi tertentu yang perlu diperhatikan agar laporan yang kita susun dapat sesuai dengan permintaan komunitas keilmuan yang berlaku. Atas dasar itu, format penyusunan artikel ilmiah akan dibahas secara singkat nantinya, stay tune terus!

Lantas, Bagaimana dengan Jurnal Ilmiah?

Sebelum kita membicarakan mengenai format penulisan artikel, akan lebih baik jika kita terlebih dahulu membahas mengenai jurnal ilmiah. Apa sih jurnal ilmiah itu?

Jurnal ilmiah adalah ‘wadah’ yang bisa ditujukan oleh para akademisi, guna membantu upaya publikasi keilmuan mereka menjadi lebih luas lagi. Selayaknya judul-judul majalah ataupun redaksi-redaksi koran jurnalisme terkenal yang banyak diyakini oleh khalayak luas, keberadaan jurnal-jurnal ilmiah kenamaan-pun tentu akan sangat mudah dikenal oleh para penggiat keilmuan.

Karena itulah, keberadaan jurnal ilmiah akan sangat penting bagi para akademisi agar tulisan, karya dan artikel ilmiah mereka dapat diketahui dan diakui secara luas pada lingkungan keilmiahan.

Ada banyak sekali jurnal ilmiah yang ada sekarang ini. Mereka biasa berafiliasi dengan berbagai lembaga keilmuan seperti perguruan tinggi, universitas, institusi ilmiah, forum intelektual, dsb. Terdapat sebuah basis data (database) terstandar yang berfungsi untuk meng-indeks jurnal-jurnal tersebut.

Database inilah yang biasanya dijadikan rujukan dalam menentukan standar suatu jurnal dan keabsahan keilmuannya. Para akademisi-pun lantas dituntut untuk bisa semakin kritis dalam menyikapi jurnal-jurnal yang mereka tuju guna menjaga kualitas keilmiahan yang ada.

Yuk, Sekarang Kita Bahas Format Penulisan Bahasa Inggris !

Pada dasarnya, jika seseorang ingin menulis suatu artikel ilmiah, langkah pertama yang perlu disikapi adalah tujuan praktis dari penulisan itu sendiri. Beberapa pertanyaan-pertanyaan seperti: Untuk tujuan apa artikel itu dibuat?

Publikasi seperti apakah yang diinginkan? Kemanakah tujuan publikasinya? Jika ke jurnal, jurnal manakah yang akan dituju?, sekiranya perlu untuk dijawab terlebih dahulu.

Hal ini penting dikarenakan beberapa jurnal ilmiah memiliki persyaratan format penulisan yang unik serta spesifik – penulis perlu untuk mengimbuhkan berbagai persyaratan ini pada artikel ilmiah mereka.

Karakter penulisan artikel ini tidak terlepas dari sifat-sifat penulisan karya tulis ilmiah pada umumnya.

Meski begitu, seyogianya, terdapat sebuah ‘kerangka’ tersendiri yang perlu dikuasai oleh seorang penulis artikel ilmiah agar tulisan mereka dapat dikonsumsi secara saintifik. Berikut adalah kerangka umum suatu artikel ilmiah:

  • Abstrak (Abstract)

Sewajarnya jenis-jenis karya tulis yang lain, artikel ilmiah-pun pada umumnya perlu memiliki sebuah abstrak: yaitu ringkasan singkat dari karya tulis ilmiah yang ditulis (dalam hal ini artikel) atau juga bisa dalam bentuk sebuah analisis terperinci mengenai pembahasan dari konten ilmiah tertentu.

Fungsi dari abstrak adalah untuk membantu para pembaca agar mampu dengan cepat memastikan intisari dari artikel tersebut.

Dilihat dari fungsinya di atas, maka wajar jika keberadaan abstrak pada suatu karya tulis ilmiah akan selalu muncul di awal naskah – bertindak sebagai ‘ringkasan’ dari karya tulis bersangkutan. Pada abstrak-pun umum disematkan kata kunci (keyword) yang memudahkan para pembaca dan dalam pengkategorian dan pengindeksan.

  • Latar Belakang/Pendahuluan (Introduction)

Pada bagian latar belakang atau pendahuluan, penulis biasa memaparkan selayang pandang mengenai studi dan penelitian mereka.

Pada bagian ini perlu dimasukan beberapa hal seperti dasar pemikiran (background knowledge), konstruksi ide (construct ideas), lingkup masalah (problem formulation), fokus dan celah penelitian (focus and research gap), serta implikasi (implication) dari studi yang akan dilaporkan.

Beberapa latar belakang/pendahuluan biasanya terpaut tidak terlalu jauh dari apa yang ditulis pada abstrak, hanya saja pada bagian ini beberapa sumber literatur dan referensi sekiranya sudah perlu untuk disematkan oleh penulis artikel agar isu-isu plagiarisme bisa dihindarkan dan dipertanggungjawabkan.

  • Tinjauan Pustaka (Literature Review)

Di bagian ini tentu saja, seperti pada umumnya karya tulis ilmiah yang lain, perlu diimbuhkan landasan-landasan literatur.

Basis-basis teori (theorem), kerangka ilmiah (scientific structure), serta terkadang, desain dan metode penelitian (research design and methodology)-pun juga perlu disematkan disini. Bagian inilah yang juga terkadang membedakan artikel ilmiah dengan artikel kabar atau informasi lainnya.

Perlu diingat bahwa teori serta berbagai landasan literatur yang ditampilkan pada tinjauan pustaka ini merupakan hal-hal yang sekiranya bersifat paling krusial dan berpengaruh pada pelaksanaan penelitian saja. Hal-hal yang bersifat ‘sepele dan pendukung’ tidak perlu untuk diikutsertakan.

Hal ini dikarenakan sifat dari artikel yang memang perlu dijaga untuk ‘seringan mungkin’ sehingga ruang penulisan-pun menjadi terbatas – berbeda dengan karya tulis semacam skripsi, tesis atau bahkan disertasi yang memang perlu ditulis serinci mungkin.

  • Diskusi Penelitian (Research Discussion)

Maka esensi dan intisari dari artikel pun terdapat pada bagian ini. Melalui diskusi inilah, hasil-hasil temuan dari penelitian yang sudah dilakukan dapat ditampilkan.

Berbagai tabel (table), bagan dan diagram (charts), statistik (statistics), hasil wawancara (interview transcript) maupun kuesioner (questionnaire) perlu dikemas secara apik dan ringkas pada bagian ini agar pembaca mampu memahaminya tanpa mengalami kesulitan.

Selain itu, cara menampilkan berbagai ‘kemasan’ data penelitian tersebut juga perlu dilihat tingkat urgensinya, kemampuan menjawab pokok permasalahan, dan pengaruhnya baik secara teoritis maupun praktis.

  • Kesimpulan Laporan (Report Conclusion)

Bagian ini sekiranya sangat berakaitan erat dengan pembahasan penelitian yang sudah dipaparkan pada bagian diskusi.

Dari ringkasan data-data yang ditampilkan, peneliti perlu menarik sebuah kesimpulan yang dapat dimengerti secara lebih aplikatif dan implikatif oleh para pembacanya. Di bagian inilah hal itu perlu untuk ditekankan.

Selain itu juga sangat umum ditemukan pada bagian ini, keberadaan saran-saran (suggestion), bias, serta kekurangan-kekurangan studi (research liability) lainnya yang dialami pada penelitian, agar sekiranya para pembaca khususnya akademisi yang tertarik untuk meniliti topik tersebut secara lebih lanjut dapat menghindarinya.

Dan itulah kiat-kiat singkat academic writing yang dapat dijadikan sebagai pedoman awal dalam mendalami penulisan artikel ilmiah. Tentu saja dalam pelaksanaannya, format ini berlaku disemua jenis artikel ilmiah, baik yang lokal maupun internasional (Berbahasa Inggris).

Karena itu, pengusaan Bahasa Inggris yang baik-pun sudah bukan lagi hanya sekedar menjadi syarat melainkan sebuah kebutuhan yang tidak perlu lagi dibahas secara mendalam.

Feeling Lonely Artinya dan Cara Ekspresinya dalam Bahasa Inggris

Feeling lonely artinya adalah perasaan kesepian yang dialami ketika seseorang merasa sendirian, meskipun mungkin dikelilingi oleh orang lain.

Kamu mungkin pernah merasa seperti ini saat merasa tidak terhubung dengan orang di sekitarmu, dan hal ini bisa terjadi di berbagai situasi, baik di rumah, pekerjaan, atau lingkungan sosial lainnya.

Lister mengetahui kalau feeling lonely artinya bukan hanya soal fisik sendirian, tetapi lebih tentang emosi yang membuat kamu merasa terisolasi atau tidak dipahami oleh orang lain.

Feeling lonely artinya

Apa itu feeling lonely? Secara sederhana, feeling lonely adalah perasaan kesepian yang bisa datang ketika kamu merasa terputus dari orang lain, bahkan saat kamu sedang bersama mereka.

Kesepian adalah kondisi emosional yang muncul saat kebutuhan sosial seseorang tidak terpenuhi.

Loneliness atau lonely artinya adalah rasa hampa dan terisolasi meskipun kamu mungkin tidak secara fisik sendirian.

Feeling Lonely dalam Hubungan, Kondisi yang sedang populer

Feeling lonely dalam hubungan artinya kamu merasa terasing atau tidak terhubung secara emosional dengan pasanganmu, meskipun kalian mungkin sering bersama.

Ini bisa terjadi karena kurangnya komunikasi, ketidakhadiran emosional, atau harapan yang tidak terpenuhi dalam hubungan.

Lister menekankan pentingnya memahami arti feeling lonely dalam hubungan untuk mengatasi rasa kesepian ini dan memperbaiki komunikasi bersama.

Ini berlaku bukan hanya untuk pasangan saja, melainkan dengan hubungan pertemanan, persahabatan, kakak beradik dan lainya.

Contoh Kalimat dengan Frasa Feeling Lonely

Lister memahami bahwa feeling lonely sering kali menjadi emosi yang sulit dijelaskan.

Melalui artikel ini, Lister akan memberikan beberapa contoh kalimat dengan frasa “feeling lonely” untuk membantu kamu lebih memahami dan mengekspresikan perasaan tersebut dalam berbagai situasi.

  1. “I’ve been feeling lonely ever since my best friend moved away.”
    (Aku merasa kesepian sejak sahabatku pindah.)
  2. “After the breakup, I couldn’t shake off the feeling lonely sensation.”
    (Setelah putus, aku tidak bisa menghilangkan perasaan kesepian itu.)
  3. “Even in a crowd, sometimes I find myself feeling lonely.”
    (Bahkan di tengah keramaian, kadang aku merasa kesepian.)
  4. “She admitted to feeling lonely despite having a busy social life.”
    (Dia mengakui merasa kesepian meskipun memiliki kehidupan sosial yang sibuk.)
  5. “During the holidays, many people start feeling lonely, especially if they’re away from family.”
    (Selama liburan, banyak orang mulai merasa kesepian, terutama jika mereka jauh dari keluarga.)
  6. “John said he was feeling lonely after his children moved out of the house.”
    (John mengatakan dia merasa kesepian setelah anak-anaknya pindah dari rumah.)
  7. “I’ve been feeling lonely since I started working from home.”
    (Aku merasa kesepian sejak mulai bekerja dari rumah.)
  8. “Feeling lonely is a common experience when you’re adjusting to a new environment.”
    (Merasa kesepian adalah pengalaman yang umum ketika kamu sedang menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.)
  9. “Despite having many friends, she often talks about feeling lonely inside.”
    (Meskipun memiliki banyak teman, dia sering berbicara tentang merasa kesepian di dalam hati.)
  10. “I didn’t expect to be feeling lonely after such a fun weekend.”
    (Aku tidak menyangka akan merasa kesepian setelah akhir pekan yang menyenangkan.)

Kata-Kata dan Quotes tentang Feeling Lonely

Kamu bisa menemukan banyak kata-kata atau quotes yang menggambarkan perasaan lonely atau kesepian. Berikut beberapa di antaranya yang mungkin bisa menggambarkan perasaan kamu:

“Sometimes you need to be alone. Not to be lonely, but to enjoy your free time being yourself.”
“The worst feeling isn’t being lonely, it’s being forgotten by someone you’d never forget.”
“Loneliness is not being alone, it’s the feeling that no one cares.”
“It’s sad when someone you know becomes someone you knew.”
“Being surrounded by people doesn’t guarantee that you won’t feel lonely.”

Feeling lonely artinya

Ada juga beberapa lagu yang menyatakan feeling lonely dalam hubungan yang bisa dipelajari struktur kalimat dalam bahasa asing.

Lagu-lagu seperti “Lonely” dari Justin Bieber dan “Hello” dari Adele menggambarkan perasaan kesepian dengan cara yang dalam dan menggugah.

beberapa kutipan lagu yang menggambarkan perasaan feeling lonely beserta terjemahannya:

  1. Justin Bieber – “Lonely”
    • “What if you had it all, but nobody to call? Maybe then you’d know me.”
    • Terjemahan: “Apa gunanya punya segalanya, tapi tidak ada yang bisa dihubungi? Mungkin saat itu kamu akan mengerti aku.”
  2. Adele – “Hello”
    • “Hello from the other side, I must have called a thousand times to tell you I’m sorry for everything that I’ve done.”
    • Terjemahan: “Halo dari seberang, aku pasti sudah menelepon ribuan kali untuk mengatakan aku minta maaf atas semua yang telah kulakukan.”
  3. Billie Eilish – “When the Party’s Over”
    • “I could lie, say I like it like that, like it like that.”
    • Terjemahan: “Aku bisa berbohong, mengatakan aku menyukainya seperti itu.”
  4. Alone – Alan Walker
    • “If this night is not forever, at least we are together. I know I’m not alone.”
    • Terjemahan: “Jika malam ini tidak selamanya, setidaknya kita bersama. Aku tahu aku tidak sendirian.”

Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan di Bahasa Indonesia

Perbedaan pertumbuhan dan perkembangan seringkali menjadi rancu. Keduanya memang berjalan beriringan dan saling terkait, namun memiliki esensi yang berbeda.

Memahami perbedaan ini krusial, terutama bagi orang tua dan pendidik, agar dapat memberikan stimulasi yang tepat bagi anak sesuai tahapan usianya. 

Apa Perbedaan Antara Pertumbuhan dan Perkembangan?

Banyak yang masih bingung dengan istilah pertumbuhan dan perkembangan dalam bahasa Indonesia.

a. Arti pertumbuhan dalam bahasa Indonesia

Pertumbuhan adalah proses perubahan fisik yang dapat diukur secara kuantitatif. Pertumbuhan melibatkan pertambahan ukuran, volume, dan massa.

Contohnya adalah bertambahnya tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, dan jumlah gigi.

Pertumbuhan bersifat kuantitatif karena dapat diukur dengan angka dan satuan, misalnya sentimeter, kilogram, dan jumlah.

b. Arti perkembangan dalam bahasa Indonesia

Perkembangan mencakup perubahan kualitatif yang terjadi pada fungsi organ, kematangan fisik, emosi, pikiran, dan kemampuan individu.

Perkembangan lebih sulit diukur karena bersifat kualitatif dan tidak selalu tampak secara fisik.

Contohnya adalah kemampuan berbicara, berjalan, berpikir logis, memecahkan masalah, dan mengendalikan emosi.

Mari kita lihat Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan dengan membayangkan sebuah pohon yang baru saja tumbuh dari biji kecil. Awalnya, ia hanyalah sebuah tunas mungil dengan beberapa helai daun.

Seiring berjalannya waktu,  pohon tersebut mulai mengalami pertumbuhan. Batangnya bertambah tinggi menjulang, cabang-cabangnya memanjang dan bercabang lagi, daun-daunnya bertambah lebar dan lebat, menyerap sinar matahari untuk menghasilkan energi. 

Akar-akarnya pun  menjalar  jauh  ke  dalam  tanah,  mencari  nutrisi  dan  menopang  batang  yang  semakin  besar.

Semua  perubahan  fisik  ini,  yang  dapat  diukur  dan  diamati  secara  langsung,  merupakan  contoh  pertumbuhan.

Namun,  perubahan  pada  pohon  tidak  hanya  terbatas  pada  aspek  fisik  saja.  Setelah  mencapai  usia  tertentu,  pohon  tersebut  mulai  menunjukkan  perkembangan. 

Kuncup-kuncup  bunga  bermunculan,  mekar  dengan  indah,  dan  menebarkan  aroma  harum.  Bunga-bunga  itu  kemudian  berubah  menjadi  buah  yang  ranum  dan  berisi  biji. 

Biji-biji  itu  nantinya  akan  jatuh  ke  tanah,  tumbuh  menjadi  pohon  baru,  dan  melanjutkan  siklus  kehidupan. 

Kemampuan  pohon  untuk  berbunga,  berbuah,  dan  menghasilkan  biji  merupakan  contoh  perkembangan,  yaitu  perubahan  kualitatif  pada  fungsi  dan  kemampuan  pohon.

Jadi,  Apa Perbedaan Antara Pertumbuhan dan Perkembangan? itu  merupakan  dua  proses  yang  berbeda  namun  saling  melengkapi. 

Pertumbuhan  berfokus  pada  perubahan  fisik  yang  dapat  diukur,  sedangkan  perkembangan  mencakup  perubahan  kualitatif  dalam  fungsi  dan  kemampuan. 

Keduanya  sama-sama  penting  bagi  kelangsungan  hidup  sebuah  pohon,  dan  juga  bagi  manusia.

Tabel Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan

Untuk memudahkan kamu memahami perbedaan pertumbuhan dan perkembangan, maka bisa cek tabel di bawah ini.

Faktor PembedaPertumbuhanPerkembangan
DefinisiPerubahan fisik yang dapat diukurPerubahan kualitatif pada fungsi dan kemampuan
SifatKuantitatifKualitatif
PengukuranDapat diukur (angka, satuan)Sulit diukur
ContohTinggi badan, berat badan, lingkar kepalaKemampuan motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional
WaktuTerjadi pesat di masa anak-anak dan remajaBerlangsung sepanjang hayat
Faktor yang MempengaruhiNutrisi, genetik, hormonStimulasi, lingkungan, pengalaman, interaksi sosial

Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan

Apa Saja Contoh Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan?

Untuk lebih memahami perbedaan pertumbuhan dan perkembangan, mari kita lihat beberapa contoh konkret dalam berbagai tahapan usia:

Contoh Pertumbuhan:

  • Bayi (0-1 tahun):
    • Pertambahan berat badan: Bayi yang sehat akan mengalami peningkatan berat badan secara signifikan setiap bulannya. Dokter akan memantau berat badan bayi secara berkala untuk memastikan pertumbuhannya sesuai dengan kurva pertumbuhan.
    • Pertambahan panjang badan: Panjang badan bayi juga diukur secara rutin. Peningkatan panjang badan menunjukkan pertumbuhan tulang dan otot yang sehat.
    • Lingkar kepala: Lingkar kepala bayi diukur untuk memantau pertumbuhan otak. Perkembangan lingkar kepala yang normal menunjukkan perkembangan otak yang sehat.
    • Tumbuh gigi: Munculnya gigi susu pertama merupakan salah satu tanda pertumbuhan fisik pada bayi.
  • Anak-anak (1-6 tahun):
    • Peningkatan tinggi badan: Tinggi badan anak diukur secara berkala, biasanya setiap tahun. Peningkatan tinggi badan yang signifikan terjadi pada masa anak-anak.
    • Perkembangan fisik: Proporsi tubuh anak juga berubah, misalnya kaki dan tangan menjadi lebih panjang.
  • Remaja (12-18 tahun):
    • Perubahan fisik saat pubertas: Remaja mengalami perubahan fisik yang signifikan akibat hormonal. Pada perempuan, terjadi pertumbuhan payudara, pinggul melebar, dan menstruasi. Pada laki-laki, terjadi pertumbuhan jakun, suara memberat, dan tumbuh rambut di wajah.

Contoh Perkembangan:

  • Bayi (0-1 tahun):
    • Motorik kasar: Bayi belajar mengangkat kepala, tengkurap, merangkak, duduk, berdiri, dan berjalan.
    • Motorik halus: Bayi belajar menggenggam benda, memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain, dan menunjuk.
    • Bahasa: Bayi mulai mengoceh, menirukan suara, dan mengucapkan kata-kata sederhana.
    • Kognitif: Bayi belajar mengenali wajah, membedakan suara, dan memahami konsep objek permanen (benda tetap ada meskipun tidak terlihat).
    • Sosial-emosional: Bayi belajar tersenyum, menangis untuk mengekspresikan kebutuhan, dan membangun ikatan dengan pengasuh.
  • Anak-anak (1-6 tahun):
    • Bahasa: Kosakata anak bertambah pesat, mereka mulai berbicara dalam kalimat sederhana dan berkomunikasi dengan orang lain.
    • Kognitif: Anak belajar mengenal warna, bentuk, huruf, dan angka. Mereka juga mulai mengembangkan imajinasi dan kreativitas melalui bermain.
    • Sosial-emosional: Anak belajar berbagi, bekerja sama, dan mengikuti aturan. Mereka juga mulai mengembangkan kemandirian dan rasa percaya diri.
  • Remaja (12-18 tahun):
    • Kognitif: Remaja mampu berpikir abstrak, memecahkan masalah kompleks, dan membuat keputusan secara mandiri.
    • Sosial-emosional: Remaja mulai mencari jati diri, membangun hubungan dengan teman sebaya, dan mengembangkan nilai-nilai moral.
  • Dewasa (18 tahun ke atas):
    • Kognitif: Kemampuan berpikir kritis, analitis, dan memecahkan masalah terus berkembang.
    • Sosial-emosional: Individu dewasa membangun hubungan yang lebih mendalam, mengembangkan karir, dan berkontribusi pada masyarakat.

Penting untuk diingat bahwa setiap individu memiliki kecepatan pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda.

Faktor genetik, lingkungan, dan stimulasi berperan penting dalam menentukan perkembangan setiap individu.

Healing Artinya dalam Bahasa Inggris vs Bahasa Gaul

Healing artinya penyembuhan, istilah ini mulai banyak digunakan di era sekarang sebagai bentuk untuk mengekspresikan penyembuhan diri.

Namun healing mulai bergeser artinya ketika digunakan untuk konteks pergaulan sehari-hari. Mari kita belajar bahasa Inggris berikut ini.

Healing artinya dari Bahasa Inggris

Kata healing artinya dalam bahasa Inggris yang berarti “penyembuhan”. Namun, dalam konteks modern, healing artinya tidak hanya merujuk pada pemulihan dari sakit fisik, tetapi juga mencakup penyembuhan mental dan emosional.

Healing adalah proses untuk memulihkan diri dari luka batin, stres, trauma, atau kelelahan, sehingga kita dapat kembali merasa utuh, bahagia, dan bersemangat menjalani hidup.

Contoh Kalimat Menggunakan Kata Healing 

Sudah memahami Healing artinya dalam bahasa Inggris, bagaimana dengan penerapannya? cek contoh berikut ini.

  1. Nature has a healing power.” (Alam memiliki kekuatan penyembuhan.)
  2. I’m taking a break from work to focus on my healing.” (Saya mengambil cuti dari pekerjaan untuk fokus pada penyembuhan diri.)
  3. Music is my therapy and my healing.” (Musik adalah terapi dan penyembuhan saya.)
  4. Spending time with loved ones is a great way to promote healing.” (Menghabiskan waktu dengan orang-orang tercinta adalah cara yang bagus untuk mendorong penyembuhan.)
  5. Yoga and meditation are powerful tools for healing.” (Yoga dan meditasi adalah alat yang ampuh untuk penyembuhan.)
  6. She’s on a journey of self-discovery and healing.” (Dia sedang dalam perjalanan penemuan diri dan penyembuhan.)
  7. Healing takes time and patience.” (Penyembuhan membutuhkan waktu dan kesabaran.)
  8. He found healing in helping others.” (Dia menemukan penyembuhan dalam membantu orang lain.)
  9. Forgiveness is an essential part of the healing process.” (Pengampunan adalah bagian penting dari proses penyembuhan.)
  10. The healing process can be painful, but it’s worth it.” (Proses penyembuhan bisa menyakitkan, tapi itu sepadan.)
  11. She’s seeking healing from past traumas.” (Dia mencari penyembuhan dari trauma masa lalu.)
  12. He used art as a form of healing.” (Dia menggunakan seni sebagai bentuk penyembuhan.)
  13. Writing in a journal can be a therapeutic and healing experience.” (Menulis di jurnal bisa menjadi pengalaman terapeutik dan menyembuhkan.)
  14. She found solace and healing in nature.” (Dia menemukan penghiburan dan penyembuhan di alam.)
  15. He’s focusing on his mental and emotional healing.” (Dia fokus pada penyembuhan mental dan emosionalnya.)
  16. The power of positive thinking can aid in the healing process.” (Kekuatan berpikir positif dapat membantu dalam proses penyembuhan.)
  17. She’s learning to cope with her grief and find healing.” (Dia belajar untuk mengatasi kesedihannya dan menemukan penyembuhan.)
  18. He’s using exercise as a way to promote physical and mental healing.” (Dia menggunakan olahraga sebagai cara untuk meningkatkan penyembuhan fisik dan mental.)
  19. She’s surrounding herself with positive people to support her healing.” (Dia mengelilingi dirinya dengan orang-orang positif untuk mendukung penyembuhannya.)
  20. He’s taking a holistic approach to his healing.” (Dia mengambil pendekatan holistik untuk penyembuhannya.)
  21. The first step to healing is acknowledging the pain.” (Langkah pertama untuk penyembuhan adalah mengakui rasa sakit.)
  22. Healing is not about forgetting, it’s about learning to live with the pain.” (Penyembuhan bukan tentang melupakan, ini tentang belajar hidup dengan rasa sakit.)
  23. She’s finding healing through self-care and self-love.” (Dia menemukan penyembuhan melalui perawatan diri dan cinta diri.)
  24. He’s committed to his healing journey.” (Dia berkomitmen untuk perjalanan penyembuhannya.)
  25. Healing is a lifelong process.” (Penyembuhan adalah proses seumur hidup.)
  26. She’s embracing her vulnerability as part of her healing.” (Dia merangkul kerentanannya sebagai bagian dari penyembuhannya.)
  27. He’s finding strength and resilience through his healing journey.” (Dia menemukan kekuatan dan ketahanan melalui perjalanan penyembuhannya.)
  28. She’s learning to trust herself again as she heals.” (Dia belajar untuk mempercayai dirinya lagi saat dia sembuh.)
  29. He’s grateful for the support he’s received on his healing journey.” (Dia bersyukur atas dukungan yang dia terima dalam perjalanan penyembuhannya.)
  30. She’s celebrating her progress on her healing journey.” (Dia merayakan kemajuannya dalam perjalanan penyembuhannya.)

Arti healing dalam Bahasa Gaul  

Apa itu healing dalam bahasa gaul? healing artinya seringkali dipahami sebagai kegiatan jalan-jalan atau liburan untuk menyegarkan pikiran dan melepaskan penat dari rutinitas sehari-hari.

Contoh:

  • “Akhir pekan ini aku mau healing ke pantai.” (Akhir pekan ini aku mau liburan ke pantai.)
  • “Butuh healing nih, rasanya penat banget sama kerjaan.” (Butuh liburan nih, rasanya penat banget sama kerjaan.)

Beberapa kegiatan healing yang populer:

  • Staycation: Menginap di hotel atau villa untuk bersantai dan menikmati fasilitas yang ada.
  • Berkemah: Menikmati keindahan alam dan suasana yang tenang di alam terbuka.
  • Mendaki gunung: Menantang diri dan menikmati pemandangan alam dari ketinggian.
  • Jalan-jalan kuliner: Menjelajahi tempat makan baru dan mencoba berbagai hidangan lezat.

Contoh Surat Resmi Bahasa Inggris (Formal Letter) dan Cara Membuatnya

“Ah, buat apa nyari tau tentang cara menulis dan contoh surat resmi bahasa Inggris (formal letter), emang sekarang masih zaman ya nulis surat?”

Hmm semoga kamu bukan salah satu orang yang punya pemikiran di atas ya, guys. Formal letter adalah salah satu dokumen yang penting untuk diketahui bagaimana cara pembuatannya.  

Meskipun saat ini kita sudah hidup di era digital, tetapi kegiatan surat menyurat masih terus berlanjut, bukan? Bedanya, sekarang kamu bisa mengirim surat dari berbagai online platform, alias nggak hanya secara manual melalui jasa pengiriman.

Nah, seperti yang kita tahu, jenis surat itu ada dua, yaitu surat resmi (formal letter) dan surat tidak resmi atau informal letter. Di artikel ini, kita hanya akan membahas langkah-langkah menulis surat resmi bahasa Inggris saja.

Okay, sekarang ayo sama-sama belajar tentang apa itu surat resmi bahasa Inggris (formal letter) dan strukturnya ya! 

Apa yang Dimaksud dengan Formal Letter dan Ciri-Cirinya

Formal letter adalah surat resmi bahasa Inggris yang ditulis secara profesional untuk tujuan tertentu. Surat resmi sifatnya penting dan biasa ditulis oleh perwakilan suatu lembaga atau instansi, dan ditujukan pada perorangan atau instansi lainnya. Tujuan dari penulisan surat formal bisa bermacam-macam, seperti mengajukan permohonan, memberikan informasi resmi, menyampaikan keluhan, atau menjalin komunikasi bisnis.

Beberapa ciri khas dari formal letter adalah:

1. Bahasa yang resmi dan sopan

Penggunaan bahasa yang formal dan sopan sangat penting dalam surat formal. Frasa seperti “Dear Sir/Madam“, “Yours faithfully“, dan “Sincerely” sering digunakan sebagai salam pembuka dan penutup.

2. Struktur yang jelas

Surat formal biasanya memiliki struktur yang terorganisir dengan baik, dimulai dari salam pembuka, pengenalan topik, isi pesan, penutup, dan tanda tangan.

3. Informasi yang lengkap

Surat formal harus menyediakan informasi yang lengkap dan jelas tentang siapa yang menulis surat, kepada siapa surat ditujukan, serta detail topik atau permasalahan yang dibahas.

4. Penggunaan format standar

Surat formal umumnya mengikuti format standar yang telah ditetapkan, seperti format surat bisnis atau surat resmi pemerintah.

Contoh surat formal termasuk surat lamaran pekerjaan, surat permohonan izin, surat pengunduran diri, surat pernyataan resmi, dan surat pemberitahuan.

Apa Perbedaan Surat Resmi dan Tidak Resmi?

Perbedaan surat resmi dan tidak resmi bisa dilihat dari beberapa hal, berikut penjelasannya:

1. Bahasa dan Pemilihan Kata

Dari definisi dan tujuannya saja sudah berbeda. So, gaya bahasanya pun nggak mungkin sama. Kosakata yang digunakan dalam formal letter tentu akan lebih strict dan resmi.

Sementara itu, penulisan surat tidak resmi dapat ditulis dengan berbagai vocabulary yang santai. Misal, saat kamu ingin mengirim surat pada teman dekat, nggak ada salahnya untuk menyisipkan slang bahasa Inggrisidiom, atau proverb agar isi surat jadi semakin berwarna.

2. Kop Surat (Letterhead)

Umumnya surat resmi harus ditulis dengan ‘kop surat’. Hmm, kalau kamu pernah belajar bahasa Indonesia di sekolah, sepertinya istilah tersebut bukan suatu hal yang asing, bukan? Pada bagian kop ini, lembaga tertentu bisa juga menuliskan nomor surat dan keterangan lampiran.

Kop surat (letterhead) bisa jadi ciri paling utama untuk membedakan formal letter dan informal letter. Soalnya kalau dalam informal letter, penulis bisa langsung menjelaskan isi surat, guys.

Oh ya, tapi ‘kop surat’ dalam formal letter memiliki visual yang berbeda-beda ya, tergantung lembaga mana yang mengeluarkan suratnya.

3. Isi Surat pada Formal Letter

Isi surat dalam formal letter tentu bersangkutan dengan hal-hal yang penting atau bahkan confidential. Maka dari itu, jika kamu menulis formal letter, pastikan agar isinya sudah sesuai dengan konteks yang dituju. 

4. Fungsi Surat

Tak hanya berfungsi sebagai media pengiriman informasi, formal letter pun dapat berperan sebagai ‘bukti’ atau ‘tanda’ bahwa kamu telah menerima sesuatu secara ‘sah’. Contoh seperti surat perjanjian kerja, surat penawaran kerja, etc.

Berbeda dengan informal letter yang fungsinya hanya sebagai media komunikasi antara satu individu dengan individu lainnya.

5. Stempel atau Cap

Apakah formal letter (surat resmi) harus memakai tanda tangan? Jawabannya adalah iya. Terlebih jika surat tersebut dikeluarkan oleh lembaga-lembaga resmi seperti sekolah, pemerintahan, perusahaan, bank, etc

Nah, biasanya pada kolom tanda tangan akan dibubuhkan juga dengan cap/stempel basah, atau bahkan materai untuk sesuatu yang bersifat perjanjian. Tapi, ada juga surat-surat yang hanya diakhiri dengan nama terang (nama lengkap) dan jabatan sang pengirim. Jadi, lagi-lagi ini tergantung dengan konteks suratnya.

Kalau dalam surat resmi, hanya dengan menuliskan nama depan saja sudah cukup, kan?

Ciri-Ciri Bahasa Surat Resmi/Kaidah Kebahasaan Formal Letter (Language Features of Formal Letter)

Sekarang, kamu sudah mengetahui perbedaan antara formal letter dan informal letter. Selanjutnya, mari kita pahami ciri-ciri atau ketentuan kebahasaan pada surat resmi (formal letter), yuk!

1. Avoid contraction (Hindari menyambungkan satu kata dengan kata lain)

Kamu masih ingat pembahasan soal contraction di artikel simple future tenseYapcontraction adalah menggabungkan satu kata dengan kata lain, dalam bahasa Inggris, umumnya ini digunakan untuk menyatukan antara subjek dengan to be.

Contohnya seperti is not yang menjadi isn’t atau we would menjadi we’dDalam formal letter, hindari contraction agar kesan profesional kamu tidak berkurang.

2. Do not use abbreviations (Jangan menyingkat kata)

Abbreviations adalah suatu kata yang diringkas, biasanya ini digunakan pada chat atau caption di media sosial. Misal yang harusnya information kamu singkat menjadi infoDuh, jangan sampai ya!

3. Limit the use of active verbs with the first person singular pronoun (Batasi penggunaan kata kerja aktif dengan kata ganti orang pertama tunggal)

Pada formal letter, usahakan untuk tidak memakai first singular pronoun yang diikuti dengan kata kerja aktif. Pasalnya, hal ini bisa membuat surat terkesan personal. Contohnya begini:

Inappropriate (Kurang tepat): I will send you all the relevant information asap.
(Saya akan mengirimkan semua informasi yang relevan secepatnya.)
Appropriate (Lebih tepat): All the relevant information will be forwarded to you as soon as possible.
(Semua informasi yang relevan akan diteruskan kepada Anda sesegera mungkin.)

4. Avoid the use of informal degree modifiers (Jangan gunakan degree modifiers dalam bentuk informal)

Jadi, adverb of degree adalah kata keterangan yang dapat kita gunakan untuk memberitahu seseorang mengenai sebuah tingkatan atau intensitas sesuatu yang terjadi. 

Dalam konteks informal, dua contoh yang sering digunakan adalah really dan so (sangat). Nah, tapi kedua degree modifiers tersebut sifatnya informal. Jadi, pandai-pandailah untuk memilah yang formal. Contohnya kamu bisa ganti dengan highly atau extremely.

5. Avoid informal discourse markers (Hindari penanda wacana informal)

Bayangkan saja, misalnya kita ingin menulis surat resign untuk atasan, lalu di dalamnya kamu mencantumkan wacana informal seperti by the way atau anywaykesannya tentu tidak sopan, bukan?

Maka dari itu, jangan sampai kamu menulis discourse markers pada formal letter ya!

6. Avoid using set phrases and idioms (Hindari penggunaan frasa dan idiom yang ditetapkan)

Sama seperti bahasa gaul Jaksel dan slang bahasa Inggris, penggunaan idiom juga kurang pantas untuk dituliskan pada surat resmi bahasa Inggris, dan ini sudah kita bahas sebelumnya di bagian poin bahasa dan pemilihan kata.

Selain memberi kesan tidak formal, penggunaan idiom dapat memicu kesalahpahaman makna yang ditafsirkan oleh penerima surat.


7. Do not leave out words (Tulis kalimat dengan lengkap)

Again, segala tulisan bahasa Inggris yang bersifat formal, setiap kalimatnya harus dilengkapi dengan subjek dan predikat yang jelas. Contoh seperti ini:

Inappropriate (Kurang tepat): Look forward to hearing from you.
(Berharap mendapat kabar dari Anda)

Appropriate (Lebih tepat): I look forward to hearing from you.
(Saya berharap mendapat kabar dari Anda)

Pada kalimat pertama tidak ada kata sebagai subjek, dan ini membuat kalimat menjadi tidak utuh.

Apa Saja Struktur Formal Letter/Surat Resmi Bahasa Inggris?

Bagaimana langkah-langkah menulis formal letter? Kamu bisa memulainya dari addresser, date, addressee, salutation, body, closing, complimentary close, dan signatureSekarang mari kita bahas tiap bagiannya satu per satu di bawah ini!

1. Addresser (Nama dan alamat pengirim surat)

Addresser adalah struktur paling awal pada formal letter yang berupa nama dan alamat lengkap pengirim. Dalam hal ini, pengirim bisa dari perseorangan atau organisasi. 

Selain itu, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, beberapa perusahaan/lembaga/instansi dapat menuliskan addresser dalam format kop surat (letterhead) yang disertai juga dengan logo.

2. Date (Tanggal surat dibuat/dikeluarkan)

Exactly, ini merupakan struktur formal letter yang berisi tanggal dibuat atau dikeluarkannya surat resmi untuk kemudian dikirimkan pada penerima. Umumnya penulisan akan diawali dengan nama kota, kemudian diikuti oleh tanggal, bulan, dan tahun surat.

3. Addressee (Nama dan alamat penerima)

Sebelum masuk pada isi surat, kamu harus cantumkan dulu dong, siapa, sih, orang atau lembaga yang dituju? Oh ya, hati-hati! Jangan sampai ada salah penulisan atau typo ya, terlebih untuk penulisan nama perusahaan atau gelar individu yang dituju.

4. Salutation (Sapaan) dan Name (Nama penerima)

Pada bagian ini, kamu dapat memberikan sapaan terlebih dahulu untuk si penerima surat secara formal. Sapaan umum dalam formal letter adalah ‘Dear‘ yang diikuti dengan last name penerima surat.

Tapi, jika yang akan kamu kirimkan surat adalah perempuan, maka perlu dilihat terlebih dahulu, apakah beliau sudah menikah atau masih berstatus lajang.

Kamu tahu dong, dalam bahasa Inggris ada perbedaan antara Ms. dengan Mrs.? Yap, kalau Ms. (lalu diikuti nama) hanya ditujukan untuk perempuan dewasa yang belum menikah. Contohnya ‘Dear Ms. Intan’.

Sementara itu, Mrs. (lalu diikuti nama) berlaku untuk wanita dewasa yang sudah menikah, misal ‘Dear Mrs. Shanty’. 

Kalau untuk laki-laki, sih, baik lajang maupun sudah menikah sapaannya tetap sama, yaitu Mr. Misalnya ‘Dear Mr. Budi’.

WaitFor your information guys, jadi sebetulnya Mr.,  Ms. atau Mrs. itu seharusnya diikuti oleh family name (nama keluarga).

Misal nama lengkapmu adalah Livy Shabrina Wibowo, maka seharusnya ditulis sebagai Ms. Wibowo, atau bahkan ditulis secara lengkap dengan Ms. Livy Shabrina Wibowo.

Tapi, di Indonesia, biasanya kata sapaan akan diikuti oleh given name (bukan nama keluarga). Soalnya, di Indonesia nggak semua orang memiliki nama keluarga.

Misalnya nama kamu adalah Mr. Tedy Rizka, maka dalam surat resmi bahasa Inggris, sapaan Mr./Ms./Mrs. akan tetap diikuti oleh nama pertama → Mr. Tedy, yang mana seharusnya adalah Mr. Rizka.

Selain itu, jika kondisinya kamu tidak mengetahui nama penerima, cukup untuk menuliskan kata ‘Dear, Sir’, ‘Dear, Madam’, atau ‘Dear, Sir or Madam. Atau, kamu bisa juga menuliskan nama posisi/jabatan mereka. Misal ‘Dear Hiring Manager ya, guys.

5. Body/Content (Isi atau inti dari surat)

Pada bagian ini, saatnya kamu mengutarakan inti dari penulisan formal letter itu sendiri. Makanya bagian ini disebut dengan body alias badan, yakni isi paling penting dari keseluruhan surat.

Sampaikan apa maksud dari suratmu secara gamblang. Apakah ingin mengundang penerima untuk menghadiri acara kantormu? Ingin mengajukan resign? Atau hal-hal lainnya.

Isi surat inilah yang akan menentukan suratmu termasuk ke dalam formal letter jenis apa.

Selain itu, pada bagian paragraf pembuka, kamu dapat mengawalinya dengan maksud dan tujuan surat. Ini beberapa contohnya:

a. Referring to previous letter

Bermaksud untuk menulis surat berdasarkan formal letter yang telah diterima sebelumnya? Jika iya, kamu bisa menggunakan beberapa pengantar seperti di bawah ini:

  • As you stated in your letter, …
  • Regarding …
  • Concerning …
  • With reference to your letter …

b. Request letter

Formal letter tak jarang menjadi sarana untuk meminta sesuatu atau meminta bantuan pada pihak yang bersangkutan. Kalau kamu hendak menulis tipe surat resmi yang satu ini, jangan lupa sisipkan kalimat berikut ini ya:

  • I would appreciate it if you could …
  • I would be most grateful if you would …

c. Apology letter

Kamu pernah baca kayak surat klarifikasi atau surat permohonan maaf dari sebuah brand atas kegaduhan yang terjadi di media sosial, nggak? Kalau pernah, itu merupakan salah satu contoh dari surat resmi dengan tipe apology letter. Berikut kalimat yang biasa digunakan:

  • We apologize for any inconvenience caused …
  • Please accept our sincere apology …

d. Complaint letter

Nah, kalau tipe surat resmi bahasa Inggris yang satu ini bisa jadi andalan saat kamu ingin mengajukan sebuah aduan. Entah itu komplain pada perusahaan maupun lembaga pemerintahan. Contoh pengantar yang bisa ditulis antara lain:

  • I am writing to complain about …
  • I am writing to express my dissatisfaction with …
  • I find it most unsatisfactory that …
  • I’d like to complain about …

6. Closing sentence (Kalimat penutup)

Sebelum mengakhiri surat, jangan lupa untuk menuliskan paragraf penutup terlebih dahulu. In general, pada bagian ini pengirim surat akan menuangkan harapan mereka terhadap penerima surat, kemudian disusul dengan ucapan terima kasih.

Part penutup tentu harus disesuaikan dengan konteks surat ya. Misal kalau dalam cover letter, yang sering kita temukan adalah kalimat seperti ini, Thank you and I look forward to hearing from you soon’.

7. Complimentary close (Salam penutup)

Kamu pasti nggak asing dengan penutup seperti ini, ‘Sincerely’, ‘Best Regards’, ‘Warm Regards’, kan? Itulah yang dinamakan salam penutup untuk mengakhiri penulisan surat resmi bahasa Inggris yang kamu tulis.

8. Signature (Tanda tangan)

Di atas, kita sudah membahas kalau pada formal letter perlu dilengkapi dengan signature. Formatnya bisa hanya berupa nama lengkap dan jabatan, bisa disertai juga dengan tanda tangan pengirim, dibubuhkan cap/stempel, atau bahkan materai.

Ingat, ini disesuaikan dengan seberapa penting formal letter yang kamu tulis.

Contoh Surat Resmi Bahasa Inggris (Formal Letter)

Di bawah ini merupakan beberapa contoh formal letter dan artinya:

1. Contoh Surat Resmi Bahasa Inggris Tipe Complaint Letter

Ijen Street, Boulevard, Malang
The Manager Modern Restaurant Easy Sushi

6 July 2022

Dear Sir/Madam,

I am writing to complain about a meal we had in your restaurant yesterday. We had booked a table for six but when we arrived there were no free tables and we had to wait for more than 45 minutes to sit down. From a menu of 12 dishes, only four were available and their quality was poor. The fish in particular, tasted awful and the waiter was rude when we told him about this.

We have eaten in your restaurant several times in the past but this is the first time we have received such bad treatment. I am not asking for a refund but I would like you to improve the quality of your dishes and service.

Yours faithfully,
Azka Reyhan

2. Contoh Surat Resmi Bahasa Inggris untuk Resign dari Tempat kerja (Contoh Resignation Letter)

Nanda Aulia
423 Kemang Raya
South Jakarta
0822 5146 7756

January 3rd, 2021

Mrs. Sasha Ammariah
Principal
Jaksel High School
Sudirman, 2345

Dear Ms. Ammariah,

Please accept this letter as my formal notice of resignation from the position teaching Grade 11/12 Physics Teacher. My last day of work will be April 30th.

I assure you that I will be working closely with my replacement during this transitionary period to ensure that the students’ learning is not negatively affected. My lesson plan for the rest of the year is complete, and all the necessary course materials and teaching aids are ready to be implemented. All of my student files have been updated to further prepare the incoming teacher.

Being a teacher at Jaksel High School this past year and half has been a great privilege, as well as an invaluable learning experience. I am grateful for the opportunity. I can be reached at my personal phone number or email address should you have any further questions. Thank you for your kind attention.

Sincere Regards,
Nanda Aulia

3. Contoh Formal Letter (Surat Resmi) Berbentuk Order Letter 

Ready Kitchen
Sudirman Street, No. 31
South Jakarta, 4465

Bandung, September 22, 2022

Dear Sir/Madam,

Through this letter, we are happy to set a purchase for 55 indoor grill machines (Code Item #4356), all in silver color. Please charge this purchase to our pre-existing account that we have with you. We hope to receive this order no later than Thursday, October 12th, 2022. Please confirm that you received this order by calling us at 0814 6735 8900 anytime during business hours. Thank you for your assistance.

Regards,
Tuffer Kitchen 

Selesai, deh! Terima kasih sudah belajar sampai akhir ya. Semoga setelah mempelajari contoh surat resmi bahasa Inggris (formal letter) di atas, nantinya kamu bisa menulis surat resmi dengan baik dan benar.

Tapi, terkadang kita juga butuh seseorang yang lebih ahli untuk bantu mengoreksi tulisan kita, kayak mentor gitu.

Kalau kamu dan tim ingin berlatih writing dalam bahasa Inggris, di CEC Kampoeng Pare Mataram ada Master Teacher yang akan membantu dengan senang hati! 

Asking and Giving Suggestion (Advice) dan Contoh Kalimatnya

“Kayaknya kamu harus pergi traveling supaya pikiran jadi lebih fresh, deh..”

Siapa yang pernah dapat suggestion seperti kalimat di atas? Kalau dalam bahasa Inggris, itu contoh dari expression of suggestion.

FYImaking suggestion juga masih berkaitan erat dengan expressing advice atau nasihat.

Sayangnya, di Indonesia, banyak suggestion and advice yang terkesan template. Jadi, orang yang mendengarnya akan cenderung bosan.

Nah, bagaimana kalau coba untuk asking and giving suggestion atau advice pakai bahasa Inggris? Selain bisa mengasah skill bahasa Inggris kamu, tentunya ini bisa jadi salah satu trik untuk membuat komunikasi jadi lebih berwarna, loh.

Bagaimana contohnya? Yuk, cari tahu di artikel ini!

Apa Itu Asking and Giving Suggestion (Advice)?

Suggestion artinya saran, rekomendasi, atau usulan. Berarti, asking suggestion adalah ungkapan meminta saran pada seseorang untuk dipertimbangkan.

Sementara itu, giving suggestion merupakan ekspresi untuk memberi saran atau usulan pada orang lain tentang suatu hal.

Contoh kalimat suggestion, “I have a suggestion for our holiday plan. Why don’t we visit the Grand Canyon this year?

Lalu, apa perbedaan suggestion dan advice?

Suggestion adalah saran, sedangkan advice artinya nasihat. Perbedaan keduanya yaitu, suggestion biasanya digunakan dalam konteks santai atau informal yang berhubungan dengan pilihan atau keputusan sehari-hari. Berbeda dengan advice yang cenderung lebih serius dan formal.

Pasalnya, nasihat seringkali berkaitan dengan orang yang memiliki pengetahuan atau pengalaman lebih dalam suatu bidang, seperti guru, dokter, atau penasihat.

Apa Tujuan dari Asking and Giving Suggestion (Advice)?

Jika tidak yakin dengan diri sendiri mengenai suatu hal, cobalah untuk asking suggestion or advice.

Tujuan dari asking suggestion adalah untuk membantu proses pengambilan keputusan atau memecahkan masalah.

Dengan saran dari orang lain, kamu bisa mengumpulkan berbagai pendapat dan pertimbangan yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya.

Sebaliknya, giving suggestion or advice umumnya bertujuan memberi ide atau perspektif yang berbeda pada orang lain untuk membuat keputusan dan solusi yang lebih baik.

Tapi ingat, saat memberi saran atau nasihat pada siapapun itu, sampaikan dengan bahasa yang baik dan hindari sikap yang menimbulkan kesan menghakimi lawan bicaramu.

Jadi, selalu berikan saran dan nasihat yang membangun ya! Plus, kalau bisa, tidak perlu memberikan saran atau nasihat jika yang bersangkutan memang tidak meminta hal tersebut.

Apa Perbedaan Antara Suggestion dan Opinion?

Meskipun “suggestion” dan “opinion” tampak serupa, tapi ada sedikit perbedaan mendasar di dalamnya, guys.

Suggestion biasanya ditujukan untuk masa depan dan berisi tindakan yang harus diambil. Sementara, opinion adalah pandangan atau keyakinan seseorang terhadap sesuatu, yang mana ini tidak selalu mencakup saran tentang tindakan apa yang harus diambil.

Coba lihat contoh kalimatnya di bawah ini:

Kalimat suggestion: “You should consider visiting Rome on your trip to Italy. The architecture is amazing.”
Kalimat opinion: “I believe that healthy eating and regular exercise are the keys to a long and healthy life.”

Apa Saja Ungkapan Asking for Suggestion or Advice?

English Academy membagi contoh ekspresi untuk meminta saran atau nasihat ke dalam dua jenis, yaitu formal dan informal.

Untuk ungkapan formal bisa kamu gunakan antara lain di lingkungan kerja, sekolah, dan bisnis. Tentu saja, ekspresi informal berlaku ketika kamu ingin meminta saran pada teman, keluarga, atau kerabat dekatmu.

Berikut contoh asking suggestion dalam bahasa Inggris:

Formal

  • Could you provide your advice on this matter?
  • I’d appreciate your perspective on this situation.
  • Can you suggest any possible solutions?
  • What do you believe is the best course of action?
  • I would value your opinion on this issue.
  • Could you share your thoughts on this matter?
  • Do you have any recommendations for this situation?
  • Can you guide me on what should be done next?
  • What would you propose we do in this situation?
  • Considering your expertise, what would you advise?

Informal

  • What do you think I should do?
  • Any ideas on this?
  • Can you help me out here?
  • What would you do in my shoes?
  • Got any suggestions?
  • What’s your take on this?
  • What should I do about this?
  • Any advice on this?
  • How would you handle this?
  • Can you give me a tip on this?

Contoh Kalimat Asking Suggestion or Advice

Lihat beberapa contoh asking for suggestions or advice berikut ini:

  • Can you give me some advice on how to deal with a difficult colleague at work? (Bisakah kamu memberi saya beberapa saran tentang bagaimana menghadapi rekan kerja yang sulit?)
  • What recommendations do you have for a good budgeting app? (Apa rekomendasi yang kamu miliki untuk aplikasi anggaran yang baik?)
  • Should we hire a professional cleaner to help us with the housekeeping? (Apakah seharusnya kita menyewa tukang bersih-bersih profesional untuk membantu kami dengan tugas rumah tangga?)
  • What do you suggest as a solution to the problem of traffic congestion in the city? (Apa yang kamu sarankan sebagai solusi untuk masalah kemacetan lalu lintas di kota?)
  • Can you recommend a good moisturizer for dry skin? (Bisakah kamu merekomendasikan pelembap yang bagus untuk kulit kering?)
  • What advice would you give to someone who wants to start their own business? (Apa saran yang akan kamu berikan kepada seseorang yang ingin memulai bisnisnya sendiri?)
  • Do you have any suggestions on how to make a presentation more engaging? (Apakah kamu memiliki saran tentang bagaimana membuat presentasi lebih menarik?)
  • What should I do to prepare for a long hike? (Apa yang harus saya lakukan untuk mempersiapkan diri untuk pendakian jauh?)
  • Can you give me some recommendations for a good online language learning program? (Bisakah kamu memberi saya beberapa rekomendasi untuk program pembelajaran bahasa online yang bagus?)
  • What suggestions do you have for creating a healthier work environment? (Apa saran yang kamu miliki untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat?)

Apa Rumus Suggestion or Advice?

Cara penyusunan kalimat suggestion umumnya menggunakan verb (kata kerja) seperti “suggest”, “recommend”, “advise”, “propose”, atau “offer”.

Sebetulnya, tidak ada rumus khusus untuk membentuk kalimat suggestion. Tapi, berikut beberapa rumus expression suggestion dalam bahasa Inggris yang bisa kamu jadikan sebagai acuan:

1. Conditional Sentence

Masih ingat dengan materi di artikel Conditional Sentences (If Clause), Rumus, dan Contoh Kalimatnya? Nah, kamu bisa gunakan kalimat kondisional untuk memberikan saran atau nasihat. Contoh: “If I were you, I would…

2. Modal Auxiliary Verbs

Kata kerja bantu seperti “should”, “must”, dan “ought to” juga bisa kamu pakai untuk membentuk kalimat expression of suggestion. Contoh: “You should consider…

3. Suggestive Verbs

Vocabulary atau kosakata seperti “propose”, “recommend”, “advise” atau “suggest” adalah contoh dari suggestive verb yang paling umum muncul dalam kalimat giving suggestion. Contoh: “I suggest that we…”

4. Questions

Selain dengan kalimat pernyataan, kamu juga bisa mencoba kalimat pertanyaan (interrogative sentence untuk menyampaikan saran atau nasihat. Contohnya seperti, “Have you considered…?” atau “What if you try…?”

5. Softening Language

Sadar, nggak? Terkadang memberikan nasihat itu bukanlah hal yang mudah karena dapat berpotensi membuat orang lain tersinggung.

So, gunakan bahasa yang lembut dan sopan untuk mengurangi rasa tidak nyaman atau keberatan dalam memberikan saran atau nasihat ya, gengs. Contoh: “Perhaps it might be helpful if you…

Apa Contoh Kalimat Giving Suggestion (Suggestion Example)?

Contoh giving suggestion dan artinya:

  • You should try the new restaurant down the street, the food is delicious.
    (Anda sebaiknya mencoba restoran baru di jalan ini, makanannya enak.)
  • Why don’t we try to finish this project by Friday?
    (Kenapa kita tidak mencoba menyelesaikan proyek ini hingga Jumat?)
  • Have you considered taking a break from work? It might help you recharge.
    (Sudahkah kamu mempertimbangkan untuk beristirahat dari pekerjaan? Ini mungkin bisa membantu kamu mengisi ulang energi.)
  • How about we go to the beach this weekend?
    (Bagaimana jika kita pergi ke pantai akhir pekan ini?)
  • I suggest we start the meeting with a quick recap of our previous discussion.
    (Saya menyarankan kita memulai pertemuan dengan ringkasan singkat dari diskusi sebelumnya.)
  • You might want to try meditating to reduce your stress levels.
    (Anda mungkin ingin mencoba meditasi untuk mengurangi tingkat stres Anda.)
  • Perhaps we could schedule a meeting with the team to discuss this issue.
    (Mungkin kita bisa menjadwalkan pertemuan dengan tim untuk membahas masalah ini.)
  • How about we split the workload equally among team members?
    (Bagaimana jika kita membagi beban kerja secara merata di antara anggota tim?)
  • Have you thought about taking a course to improve your skills?
    (Sudahkah kamu memikirkan untuk mengambil kursus untuk meningkatkan keterampilanmu?)
  • I suggest we wait for the results of the market research before making any decisions.
    (Saya menyarankan kita menunggu hasil penelitian pasar sebelum membuat keputusan apapun.)

Accepting and Refusing Suggestion or Advice (Menolak dan Menerima Saran atau Nasihat)

Ketika mendapat saran atau nasihat dari orang lain, kamu berhak untuk menerima atau menolak apa yang mereka sampaikan. Berikut contoh ungkapannya:

Accepting Suggestion (Menerima Saran)

Jika kamu setuju dengan saran dari orang lain, berikan apresiasi dan rasa terima kasih pada mereka melalui beberapa contoh ekspresi seperti di bawah ini:

Formal

  • Your suggestion is appreciated and I will take it into consideration.
  • Thank you for recommending a solution. I plan to act on it.
  • I appreciate your advice and will use it to improve my performance.
  • Your idea is valuable and I will give it serious thought.
  • Thank you for your insight. I will use it to make informed decisions.
  • I am open to your suggestions and look forward to hearing more.
  • Your recommendation is well-received, and I plan to follow through with it.
  • Thank you for advising me on this matter. I will take it into account.
  • Your input is highly valued, and I will use it to enhance my work.
  • I appreciate your guidance and will use it to achieve my goals.

Informal

  • Great idea!
  • I like your thinking.
  • That’s a cool suggestion.
  • Sounds good to me.
  • I’m on board with that idea.
  • You make a solid point.
  • I’m up for trying your suggestion.
  • I think you’re onto something.
  • That’s an interesting idea.
  • Thanks for the tip.

Refusing Suggestion (Menolak Saran)

Merasa kurang cocok dengan saran dan nasihat yang kamu terima? Jangan ragu untuk menolak atau mengatakan “tidak” ya, bestie.

Sampaikan saja dengan halus kalau memang kamu belum bisa menerima suggestion or advice yang orang lain berikan. Contoh ekspresinya:

Formal

  • Not possible, sorry.
  • Respectfully decline, not the best fit.
  • Appreciate it, but we have to decline.
  • Thank you, but we must pass.
  • Regretfully decline, doesn’t align with our needs.
  • Can’t proceed, sorry.
  • While we appreciate your input, we have to decline.
  • Unfortunately, we have to pass.
  • Regret to decline, doesn’t meet our requirements.
  • Thanks for your suggestion, but it’s not feasible.

Informal

  • Sorry, not feeling it.
  • No thanks, not for me.
  • Thanks, but no.
  • Not my thing, sorry.
  • Not gonna work, thanks.
  • Appreciate it, but gonna have to pass.
  • Nah, not interested.
  • Thanks, but I’m gonna have to decline.
  • Sorry, not what I’m looking for.
  • Not gonna happen, thanks though.

Wah, ternyata pembahasan materi asking and giving suggestion kali ini cukup panjang ya! Harapannya, kamu bisa memahami artikel ini dengan baik, supaya bisa dipraktikkan dalam percakapan sehari-hari!

Tak hanya untuk orang sekitarmu, berbagai ungkapan expression suggestion di atas tentu bisa kamu sampaikan juga pada teman, kerabat, atau bahkan gebetan *uhuy yang berkomunikasi denganmu dalam bahasa Inggris.

Contoh Expression of Greeting dan Tips Mengungkapkannya

Ingat ketika guru bahasa Inggrismu masuk kelas dan menyapa murid dengan kalimat “How are you today?

Yup! Kalimat yang memorable tersebut adalah expression of greeting.

Dalam bahasa Inggris, expression of greeting atau greeting expression adalah ungkapan yang digunakan untuk menyapa dan memberi salam kepada seseorang.

Ungkapan ini digunakan sebagai tanda penghormatan, sopan santun, atau untuk memulai percakapan dengan orang lain.

Contoh greeting expression yang umum diajarkan di sekolah adalah “How are you?” dengan respon “I am fine, thank you.”

Namun, tahukah kamu jika ada banyak variasi kalimat greeting lainnya dalam bahasa Inggris?

Penggunaan kalimatnya juga bisa kamu sesuaikan dengan berbagai waktu, situasi, dan kondisi, lho.

Dalam artikel ini, kamu akan mempelajari contoh dan cara mengungkapkan expression of greeting dalam bahasa Inggris yang bisa kamu terapkan di berbagai situasi.

Penasaran apa aja? Yuk, kita belajar bareng!

Cara Melakukan Greeting dengan Baik dan Sopan

Menyapa seseorang sebelum memulai percakapan tentu menunjukkan sikap yang ramah dan sopan.

Oh yagreeting expression juga berlaku ketika kamu hendak memperkenalkan diri pada orang lain.

Tapi, jika sapaannya menggunakan bahasa Inggris, ada beberapa etika yang harus kamu perhatikan. Beberapa etika tersebut adalah:

1. Pilih Kalimat Sapaan yang Sesuai

Gunakan kalimat dalam bahasa Inggris yang sesuai dengan waktu, situasi, dan lawan bicara. Jangan sampai kamu menyapa seseorang yang lebih tua dengan kalimat sapaan yang terlalu santai.

2. Tatap Mata Lawan Bicara dan Tersenyum

Tunjukkan kesan ramah dan tulus ketika menyapa seseorang dengan senyum dan tatapan hangat kepada lawan bicara.

3. Perhatikan Intonasi dan Vokal

Ucapkan kalimat sapaan dengan nada yang ramah, namun tetap jelas pengucapannya. Hindari menggunakan intonasi yang terlalu keras atau terlalu ramah sehingga lawan bicara dapat mengerti maksud sapaan kamu.

4. Gunakan Nama Jika Memungkinkan

Jika kamu tahu nama orang yang kamu sapa, jangan ragu untuk menyebut namanya. Menggunakan nama orang dapat memberikan sentuhan personal dalam sapaanmu yang berarti kamu menghargai dan mengingat mereka.

5. Sopan dan Hormati Lawan Bicara

Ingatlah untuk selalu bersikap sopan dan menghormati orang yang kamu sapa. Gunakan bahasa tubuh yang ramah, jaga kontak mata, dan dengarkan respon mereka dengan penuh perhatian.

Contoh-Contoh Greeting dalam Bahasa Inggris

Setelah memahami cara memberikan greeting menggunakan bahasa Inggris, sekarang waktunya kamu latihan mengungkapkannya.

Biar nggak salah sebut, contoh greeting expression di bawah ini akan memandu kamu berdasarkan waktu, situasi, dan kondisi penggunaannya.

Penasaran apa aja? Simak contohnya satu per satu, ya!

Greeting Expression untuk Situasi Formal

Greeting expression dalam situasi formal merujuk pada cara menyapa dan memberi salam dalam konteks formal. Misalnya di lingkungan sekolah, acara resmi, lingkungan bisnis, atau ketika berinteraksi dengan orang yang lebih tua.

Greeting expression dalam situasi formal penting diperhatikan untuk menunjukkan rasa hormat dan sopan santun. Berikut adalah beberapa contoh greeting dalam situasi formal:

Hello, Sir/Madam.”
(Halo, Tuan/Nyonya.)

Good morning/Good afternoon/Good night.”
(Selamat pagi/Selamat siang/Selamat malam.)

How do you do, Mr. Nadiem?”
(Apa kabar, Bapak Nadiem?)

Nice to meet you, Mrs. Nina!”
(Senang bertemu denganmu, Bu Nina!)

It’s a pleasure to meet you, Miss Lina!”
(Senang berkenalan denganmu, Miss Lina!”

May I introduce myself? I am Mary.”
(Bolehkah saya memperkenalkan diri? Saya Mary.)

Thank you for having me!”
(Terima kasih atas kesempatannya!)

I appreciate your time, Mr. Rama.”
(Saya menghargai waktu Anda, Bapak Rama.)

Menggunakan kalimat sapaan yang tepat dalam situasi formal sangat penting untuk membangun hubungan baik dengan orang lain, terutama dengan orang yang lebih tua atau di lingkungan profesional.

Dengan menggunakan greeting expression yang sopan, kita menunjukkan rasa hormat, tulus, dan menghargai pada lawan bicara yang kita sapa.

Greeting Expression untuk Situasi Informal

Greeting expression dalam situasi informal digunakan ketika kita ingin menyapa atau memberi salam kepada orang yang kita kenal, misalnya teman dan keluarga.

Di lingkungan informal, penggunaan greeting expression yang lebih santai mencerminkan hubungan yang lebih dekat dan akrab.

Berikut beberapa contoh greeting dalam situasi informal yang seru untuk dipelajari:

Hi, long time no see!
(Hai, lama tidak bertemu, ya!)

Morning, guys!”
(Pagi, teman-teman!)

What’s going on?”
(Ada apa?)

How is it going, sis?”
(Apa kabarmu kak?)

How’s life, Theresa?”
(Gimana kabarmu, Theresa?)

Greeting expression dalam situasi informal mencerminkan keakraban dan kegembiraan dalam berinteraksi dengan teman dan keluarga.

Kita dapat menyapa teman dengan lebih santai untuk menunjukkan rasa kebersamaan dan persahabatan.

Namun, penting untuk tetap menghormati batasan dan situasi tertentu untuk menghindari greeting yang tidak pantas dalam situasi yang memerlukan kesopanan dan formalitas.

Slang Greeting untuk Sapaan Sehari-hari

Slang merupakan bahasa informal yang populer di kalangan remaja dan sering digunakan untuk menciptakan keakraban dengan gaya komunikasi yang khas.

Sebelumnya, English Academy juga sudah pernah membahas slang bahasa Inggris di artikel 200 Slang Bahasa Inggris (Slang Words) yang Bikin Ngobrol Makin Asik!

Nah, dalam expression of greeting, penggunaan slang memberikan nuansa keakraban dan gaya yang santai dalam berinteraksi dengan teman sepergaulan.

Namun, penting untuk menggunakannya dengan bijak dan sesuai dengan konteks yang tepat, ya! Berikut contoh slang greeting yang dapat kamu pelajari:

Sup, dude!”
(Apa kabar, sobat?)

Yo, wazzup?”
(Ada apa, nih?)

What’s crackin, homie?”
(Ada apa, sobat?)

Hi, sister from another mister!”
(Hai, kak!)

Hi, my partner in crime!”
(Hai, sahabat sejatiku!)

Slang dalam expression of greeting memberikan sentuhan kreatif dan keceriaan dalam berkomunikasi dengan teman sebaya.

Eitss.. tapi, perlu diingat bahwa penggunaan slang harus disesuaikan dengan konteks dan lingkungan yang tepat.

Penting juga untuk memahami bahwa slang merupakan bahasa informal yang tidak cocok untuk semua situasi, khususnya di hadapan orang dewasa yang tidak mengerti bahasa gaul tersebut. Jadi, pilih konteks yang tepat untuk menggunakannya, ya!

Greeting Wishes untuk Momen Spesial

Momen spesial, ucapannya juga harus spesial! Greeting wishes dalam expression of greeting merupakan ungkapan harapan atau ucapan selamat yang digunakan untuk memberikan semangat, kebahagiaan, dan kebaikan kepada orang yang kita sapa.

Berikut adalah kalimat-kalimat greeting yang menarik untuk kamu pelajari:

Have a fantastic day!
(Semoga harimu menyenangkan!)

May all your dreams come true!
(Semoga semua impianmu menjadi kenyataan!)

Wishing you success in everything you do.”
(Semoga sukses dalam segala hal yang kamu lakukan.)

May your day be filled with joy and laughter!”
(Semoga harimu penuh tawa dan kebahagiaan!)

Good luck on your endeavours!”
(Semoga sukses dalam usahamu!)

Wishing you a bright and beautiful future!”
(Semoga masa depanmu cerah dan sukses!)

Sending you positive vibes for a wonderful day ahead!”
(Mengirimkan energi positif untuk hari yang indah)

Gimana? Memberikan ucapan selamat jadi lebih keren, kan, jika menggunakan greeting wishes berbahasa Inggris?

Greeting Expression dalam Surat dan Email

Selain memperhatikan untuk menyapa berdasarkan konteks situasi, penting juga untuk mengetahui salam yang tepat dalam penulisan surat dan email.

Berikut adalah contoh penggunaannya:

Dear, Mr. Adam.”
(Yang terhormat, Bapak Adam)

To whom it may concern,”
(Kepada yang terhormat)

Dear Sir/Madam
(Yang terhormat, Tuan/Nyonya)

Dear, Anna
(Untuk Anna)

Hello, marketing team!”
(Halo, tim marketing)

Greeting expression dalam surat dan email membantu membentuk kesan pertama yang baik dan memperlihatkan kesopanan dalam berkomunikasi secara tertulis.

Penting untuk memilih greeting yang sesuai dengan tingkat keformalan dan hubungan dengan penerima.

Misalnya, untuk surat bisnis formal, greeting expression yang sopan dan menghormati seperti “Dear Mr./Ms./Mrs. [Nama]” akan lebih tepat, sedangkan untuk email kepada teman sebaya, greeting yang lebih santai seperti “Hey [Nama]” dapat digunakan.

Gimana, sudah cukup paham, kan, mengenai expression of greeting dan etika untuk mengungkapkannya?

Mengucapkan sapaan yang tepat bukan hanya menunjukkan sikap yang sopan, tetapi juga dapat menciptakan hubungan yang baik dengan orang lain.

Ingatlah, setiap kita berkomunikasi dengan orang baru, greeting expression dapat menjadi jendela pertama yang membuka kesempatan untuk saling mengenal dengan baik.

Jadi, pastikan untuk mengucapkan greeting dengan kalimat yang tepat, ya!