Tes IELTS Sebagai Tes Untuk Kuliah di Australia

Australia adalah salah satu alternatif destinasi studi bagi mahasiswa Indonesia yang ingin kuliah atau bekerja di luar negeri. Tidak hanya menyediakan universitas-universitas terbaik di dunia, Australia juga memiliki kondisi lingkungan yang cukup berbeda dari Indonesia namun masih memiliki banyak warga Indonesia yang tinggal di sana.

Lain daripada itu bagi mahasiswa yang ingin kuliah di negeri para kanguru tersebut, banyak beasiswa yang dapat dilamar. Beasiswa beasiswa tersebut tidak hanya menjadikan IPK sebagai prasyarat, tetapi juga tes kemampuan bahasa Inggris. Bahkan untuk beasiswa Australia Awards, penyelenggara beasiswa menjadikan skor IELTS 5.5 dan 5.0 (untuk daerah Indonesia Timur) sebagai prasyarat.

Namun demikian meskipun anda telah memenuhi prasyarat kemahiran berbahasa Inggris yang dimiliki oleh beasiswa tersebut, pastikan anda juga memiliki prasyarat kemampuan bahasa Inggris yng dipatok oleh kampus impian anda.

Nah, artikel kali ini akan merangkum skor IELTS yang menjadi persyaratan beberapa universitas terkemuka di Australia. Universitas universitas tersebut antara lain The University of Melbourne, Monash University, Australian National University, The University of New South Wales dan The University of Adelaide.

The University of Melbourne

Apabila anda adalah calon mahasiswa S1, maka secara umum skor IELTS yang anda butuhkan untuk mendaftar di universitas peringkat ke 41 dunia ini adalah 6.5 atau tidak dibawah 6. Akan tetapi jika anda mahasiswa pascasarjana baik itu mahasiswa magister atau mahasiswa doktoral, maka skor IELTS yang anda perlukan adalah rata rata 6.5 atau 7.

Jumlah skor ini berbeda beda antar jurusan jadi pastikan anda melihat dengan pasti berapa skor yang diminta oleh jurusan impian anda. Daftar skor prasyarat tersebut dapat anda lihat pada link yang penulis lampirkan dibagian note[1].

Monash University

Sama seperti halnya The University of Melbourne, Monash University juga mematok skor 6.5 sebagai skor IELTS minimum untuk masuk ke universitas tersebut untuk mahasiswa S1. Namun jika skor yang anda miliki masih dibawah jumlah tersebut, anda bisa mengambil studi diploma (D3 dan D4) di universitas ini. Apabila anda ingin melanjutkan sekolah pascasarjana disini anda bisa memilih pascasarjana research atau master degree dan professional degree.

Skor IELTS minimum yang harus anda penuhi berbeda di masing masing program dan jurusan. Akan tetapi rata rata untuk master degree skor minimum yang diminta adalah 6.5 dengan skor pada masing masing bagian tidak lebih rendah dari 6.0.

Jika anda mengambil S2 hukum misalnya, anda akan diminta untuk bisa mencapai skor 7.0 dengan rata rata perbagian 6.5.  Bilamana anda tertarik untuk memeriksa lebih lanjut, anda bisa mengopi link yang tertera dibagian note[2] untuk kemudian anda tempel di browser anda.

Australian National University

ANU memiliki empat kualifikasi skor IELTS yang dapat diterima sebagai prasyarat masuk ke universitas tersebut. Kualifikasi pertama adalah untuk skor rata rata IELTS sama dengan 6.0 dan skor perbagian minimal 5.5, anda bisa mengambil program diploma (D1, D3, D4). Kualifikasi kedua adalah untuk skor IELTS 6.5 dengan skor minimum 6.0 pada setiap bagian tes, anda bisa mengikuti program sarjana baik itu program reguler maupun pertukaran pelajar.

Kualifikasi selanjutnya adalah jika anda ingin mengambil program magang di ANU atau program master untuk dokter bedah, maka skor minimum yang harus anda miliki adalah 7.0 sebagai rata rata skor dan minimal 6.5 untuk  skor dimasing masing bagian tes IELTS.

Kualifikasi terakhir adalah jika anda ingin melanjutkan studi pascasarjana dibidang psikologi klinis dan profesi psikologi. Untuk kedua bidang studi tersebut, skor IELTS minimum yang harus anda miliki adalah 7.0 bahkan untuk masing masing bagian tes IELTS.

Untuk jurusan lain nampaknya ANU belum menyediakan informasi yang lebih jelas sehingga apabila anda berkenan untuk melanjutkan sekolah pascasarjana anda di universitas ini alangkah lebih baiknya jika anda menemukan mentor terlebih dahulu.

The University of New South Wales

The University of New South Wales adallah salah satu universitas bergengsi di Australia yang terletak di kota Sydney. Untuk mendaftar studi di universitas peringkat ke 44 dunia ini anda harus memenuhi standar kemampuan bahasa Inggris yang ditetapkan oleh pihak universitas sesuai dengan fakultas dan degree yang anda pilih.

Apabila fakultas yang anda pilih adalah fakultas seni dan desain (Arts and Design),  maka skor IELTS yang harus anda capai adalah 6.5 secara rata rata dan minimal 6.0 pada setiap bagian tes tersebut.

Namun jika fakultas yang anda inginkan adalah fakultas seni dan Ilmu sosial (Arts and Social Sciences) anda harus melihat ke masing masing jurusan dan degree yang terdapat di fakultas tersebut. Untuk info lebih lengkapnya anda bisa mengakses link dibawah[3].

The University of Adelaide

Mungkin bagi sebagian orang nama The University of Adelaide tidak seterkenal The Melbourne University, Monash University atau Australian National University. Namun The University of Adelaide adalah salah satu dari 10 besar universitas di Australia dan merupakan universitas peringkat ke 106 di dunia menurut Qs world ranking. Selain itu salah satu influencer besar Indonesia yaitu Raditya Dika juga merupakan alumni kampus ini.

Sama seperti halnya universitas universitas lain diatas, The University of Adelaide juga mematok skor minimum IELTS rata rata 6.5 hingga 7.0 tergantung pada setiap jurusan dan degree yang diambil.Baik itu untuk degree S1, D3 (undergraduate, diploma) atau pascasarjana (Master Degree, Research Degree).

Khusus untuk S1 Ilmu hukum, rata rata skor yang diminta adalah 7.0. Nilai tersebut juga berlaku untuk subtest Speaking dan Listening. Namun unuk subtest Reading dan Writing tidak masalah jika skor anda 6.5.  Anda dapat mengakses informasi mengenai English Proficiency Requirements universitas ini untuk tingkat sarjana[4] dan pascasarjana[5] pada link yang terdapat pada footnote dibawah.

Secara umum inormasi mengenai standar kemampuan berbahasa Inggris untuk universitas universitas di Australia relatif lebih mudah diakses.  Selain itu dibanding universitas universitas bergengsi di Amerika Serikat standar yang ditetapkan oleh universitas ini juga lebih longgar (tergantung jurusan dan fakultas).

Beberapa dari universitas tersebut sepeerti The University of New South Wales dan The University of Adelaide juga menerima IELTS indicator sebagai tes bahasa Inggris alternatif selama pandemi Covid19 sehingga anda tidak perlu khawatir jika anda ingin mendaftar sebagai mahasiswa baru di universitas tersebut untuk tahun ajaran 2021 namun sertifikat IELTS anda hampir habis atau telah habis masa berlakunya.

Untuk melihat informasi lebih lanjut anda bisa mengunjungi website dari masing masing universitas atau meng-klik link yang tersedia dibagian bawah masing masing halaman. Selamat mencoba!


[1] https://study.unimelb.edu.au/how-to-apply/english-language-requirements/graduate-english-language-requirements/course-specific-requirements

[2] https://www.monash.edu/study/courses/find-a-course?f.InterestAreas%7CcourseInterestAreas=&f.Course%20Level%20Grad%7CcourseGradLevel=Research%20degrees&f.Tabs%7CcourseTab=Graduate&f.Course+Level+Grad%7CcourseGradLevel=Graduate+coursework

[3] https://www.international.unsw.edu.au/english-language-requirements?field_english_language_tid=4018

[4] https://international.adelaide.edu.au/system/files/media/documents/2020-07/2020JULYupdatemin-english-lang-requirements-ug-pg.pdf

[5] https://www.adelaide.edu.au/graduatecentre/system/files/media/documents/2020-05/minimum-english-language-proficiency-entry-criteria-for-postgraduate-research-students_0.pdf

7 Tips Minta Restu Belajar ke Luar Negeri Tanpa Takut Ditolak Orang Tua

Jika kuliah ke luar negeri adalah salah satu goal jangka pendekmu, maka akan lebih baik jika dipersiapkan sedini mungkin. Banyak hal yang mungkin sudah dipersiapkan entah dari jurusan kuliah, negara, biaya kuliah, biaya hidup, belajar bahasa, atau bahkan mencari info beasiswa. Eits, tapi jangan sampai dari banyak hal tersebut, justru kamu melupakan satu hal yang sangat penting yaitu mendapatkan restu orang tua.

Bagaimanapun, restu orang tua adalah restu Tuhan. Semua orang yang sukses tak luput dari orang-orang yang mendoakannya. Sudahkah kamu mendapatkannya? Jika belum dan masih bingung bagaimana cara meyakinkan kedua orang tua agar mengijinkan kita kuliah di luar negeri, baca artikel ini sampai selesai ya!

Susun Rencana Hidup Secara Jelas

Meraih impian berkuliah di luar negeri tentu membutuhkan effort yang tidak mudah, sehingga memiliki tujuan yang jelas menjadi hal yang sangat krusial. Jangan sampai tujuannya tidak jelas seperti karena gengsi, ikut-ikutan saja, atau cuma pengen aja. Hmmm, hampir dipastikan SIM (Surat Ijin Merantau) dari orang tua nggak bakalan keluar.

Tips pertama yang bisa kamu lakukan adalah coba susun secara rinci alasan dan tujuan kuliah di luar negeri itu apa saja. Seberapa besar urgensinya sehingga tujuan kuliah di luar negeri menjadi sebuah mimpi yang kuat.

Sampaikan Secara Perlahan Kepada Orang Tua

Setelah motivasi dan tujuan sudah jelas, coba dekati mereka dan bicarakan hal tersebut secara berkala. Maksudnya, jangan dadakan atau egois, misalnya, “Pokoknya maunya lanjut studi di luar negeri. Titik.” Hindari bersikap seperti itu, saat menyampaikan, lebih baik posisikan diri kamu dari sudut pandang mereka. Agar orang tuamu pun bisa berpikiran yang sama dengan apa yang kamu ungkapkan.

Memberi Gambaran Prospek Kerja yang Bagus

Jika ingin kuliah di luar negeri, kamu tidak cukup mengatakan bahwa, misalnya “Aku ingin jadi ahli matematika saja”. Kamu juga harus jelaskan bagaimana potensi profesi yang kamu inginkan tersebut di masa depan, seberapa luas lapangan pekerjaan yang tersedia nantinya jika kamu menjadi lulusan di bidang tersebut, dan jelaskan pula keunggulan kampus yang kamu inginkan dibandingkan kampus yang ada di dalam negeri.

Misalnya, meskipun Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam sudah memiliki tempat tersendiri di Indonesia, tapi karena kamu ingin beberapa langkah berada di depan, kamu ingin kuliah di Amerika Serikat. Alasannya, karena Amerika punya kurikulum STEM (Science, Technology, Engineering, and Math) yang bisa jadi acuan standar pembelajaran MIPA terkeren sedunia.

Lalu, coba pikirkan lagi, apa sih tujuan kamu kuliah sampai ke luar negeri? Apakah karena prospek kerja yang cemerlang? Kalau iya, inilah saatnya menyampaikannya kepada orang tua. Tidak hanya prospek kerja namun kesempatan mengembangkan karier yang lebih luas, bukan tidak mungkin kamu akan mendapatkan tawaran pekerjaan bergengsi di luar negeri bukan? Tapi tetap saja, memberi janji yang muluk-muluk juga diikuti dengan usaha keras agar tidak mengecewakan mereka.

Menunjukkan Sikap Bahwa Kamu Bertanggung Jawab

Tips meyakinkan orang tua selanjutnya adalah menunjukkan bahwa kamu bisa dipercaya dan bertanggung jawab atas diri sendiri. Tunjukkan bahwa kamu tidak akan mudah terpengaruh dengan pergaulan bebas yang ada di luar negeri. Yakinkan pada orang tua bahwa kamu pergi merantau hanya ingin fokus mengenyam pendidikan. Jika kamu bisa menunjukkan sikap demikian, maka orang tua akan berusaha yakin dan menyetujui kemauanmu.

Tak hanya itu saja, kamu juga harus tunjukkan bahwa kamu bisa bertanggung jawab mengurus dirimu sendiri selama di sana. Yakinkan orang tua bahwa kamu memang bisa dipercaya dalam segala hal. Mengubah image buruk yang dimiliki selama ini juga penting seperti sikap bergantung pada orang lain yang terlalu berlebihan, plin-plan, dan manja.

Meminta Bantuan Teman yang Dipercaya Orang Tua untuk Membantu Meyakinkan

Bisanya dengan adanya second opinion, maka orang tua akan lebih bisa mempertimbangkan keinginanmu. Hal ini sebenarnya tak hanya mencakup urusan keinginan untuk kuliah di luar negeri saja tetapi juga mencakup hal-hal lainnya.

Jika kamu memiliki teman atau kerabat yang opininya selalu dipercaya oleh orang tua, maka tak ada salahnya meminta bantuan kepada mereka untuk membujuk orang tuamu.

Jika pilihan untuk kuliah di luar negeri dinilai tidak masuk akal oleh orang tuamu, opini dari kerabat atau temanmu akan membuat mereka berpikir bahwa pilihanmu sebenarnya tidak seburuk itu.

Mulai Tunjukkan Persiapan yang Sudah Kamu Lakukan

Sejauh ini apa saja yang sudah kamu persiapkan, apakah kamu sudah begitu gigih mencari info beasiswa, mencari tau estimasi biaya hidup, dan giat belajar? Kalau belum, segera lakukan

Pastikan dulu kemampuan bahasa Inggris kamu sudah mumpuni, kalau belum, jangan khawatir karena kamu bisa belajar bahasa Inggris secara online di Program Kursus Bahasa Lister.co.id Mulailah dengan meningkatkan kemampuan percakapan bahasa Inggris di Kursus Speaking Lalu, perdalam lagi persiapan kamu untuk tes IELTS secara online di sini: Kursus Ielts Online.

Semakin baik persiapan yang kamu lakukan, semakin besar peluang restu orang tua kamu dapatkan. Apalagi setelah kamu mengikuti kursus persiapan kuliah di luar negeri di University Preparation English Course.

Beri Waktu untuk Orang Tua Berpikir

Setelah kamu menyampaikan keinginanmu untuk kuliah di luar negeri, kamu tidak bisa langsung meminta jawaban secara terburu-buru. Jangan pernah memaksa mereka buat langsung atau segera kasih jawaban karena jika demikian kamu malah tidak akan pernah diberikan izin.

Kamu harus memberikan waktu kepada orang tua untuk berpikir, misalnya menunggu beberapa jam atau beberapa hari supaya mereka bisa berpikir dengan tenang dan akhirnya memberikan keputusan. Sampaikan juga bahwa kamu siap jika mereka masih punya pertanyaan atau hal-hal lain yang ingin disampaikan di lain hari supaya bisa menambah pertimbangan mereka.

Jika kamu terlalu memaksa orang tua dalam memutuskan hal penting seperti ini secara tergesa-gesa, kemungkinan kecil kamu akan diberikan izin untuk kuliah di luar negeri. Namun, jika kamu bisa belajar bersabar dan menunggu tak menuntut kemungkinan bahwa kamu akan diperbolehkan untuk kuliah di luar negeri.

Oleh karena itu, berikanlah waktu untuk orang tuamu berpikir. Meskipun jangka waktunya mungkin cukup lama, namun optimislah bahwa kamu akan mendapatkan jawaban seperti apa yang kamu inginkan selama ini. Semangat!

Tips dan Kiat Berpidato Bahasa Inggris

Terdapat gugus artikel yang membicarakan mengenai bisnis diantaranya: kursus business conversationkursus business presentation, serta kursus business writing; juga ada gugus lain yang membahas tentang hal-hal yang lebih teknis seperti kursus pronunciation, dan kursus persiapan kuliah luar negeri.

Di artikel kali ini, tema yang diangkat akan lebih mengutamakan hal-hal praktis lain, yang mana dirasa akan dapat dipergunakan oleh berbagai kalangan tanpa terkecuali, yaitu: Kursus English for Public Speaking. Jika dilihat dari berbagai bahasan yang sudah-sudah, baik pada batch sekarang maupun batch sebelumnya, tema kali ini belum memiliki padanan yang serupa dikarenakan keunikan yang dimilikinya. Membicarakan suatu keterampilan berbahasa yang lebih tematis, artikel kali ini akan membahas mengenai kemampuan berbicara di muka publik. Maka tepat jika sekiranya artikel ini diberi judul: Tips dan Kiat Berpidato Bahasa Inggris.

Berbicara di muka publik atau public speaking tentu saja merupakan sebuah kemampuan yang tidaklah sederhana. Bahkan apabila seseorang sudah memiliki kemampuan kebahasaan yang baik sekalipun, kemampuan ini tetap perlu diasah secara tersendiri. Atas dasar itulah, seni berbicara di muka publik sendiri sudah dipelajari oleh umat manusia sejak berabad-abad yang lalu.

Ini didasarkan pada signifikansi yang dimilikinya, di mana berkaitan erat dengan berbagai hal yang berhubungan dengan tata cara menyampaikan opini, mengemasnya dalam bentuk yang ringkas, serta keterampilan memenetrasikan opini tersebut ke benak para audiensi. Tidak hanya memerlukan nyali yang tinggi, berbicara di depan publik perlu untuk dilatih sehingga upaya yang dilakukan dapat optimal.

Kemampuan public speaking yang baik sering dikaitkan sebagai suatu karakteristik yang dimiliki oleh insan-insan hebat dengan jiwa kepemimpinan mumpuni. Banyak pemimpin dunia, penemu, hingga berbagai CEO perusahaan-perusahaan yang memiliki kemampuan ini secara baik. Karena itulah akan sangat wajar jika materi kali ini terbilang menarik bagi siapa saja.

Seni Berbicara di Depan Publik (Public Speaking)

Kajian mengenai public speaking sendiri dinamakan sebagai oratory atau oration, yang dalam Bahasa Indonesia berarti oratori atau orasi. Dilihat dari sejarah serta perkembangannya, kajian mengenai orasi sendiri pertama kali muncul di era Yunani serta Romawi kuno. Seperti yang sudah disebutkan di atas, seni berbicara di depan publik atau yang juga dikenal dengan istilah public speaking, sudah dipelajari manusia jauh sejak jaman para pemikir dan filsuf-filsuf klasik sekelas Plato dan Aristoteles.

Para pemikir di era itu sendiri memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap perkembangan dan evolusi sejarah cabang keilmuan orasi. Praktek ini dianggap sebagai suatu hal yang amat berkaitan dengan kajian keilmuan dan akademis serta lekat dengan kebiasaan-kebiasaan para intelektual. Dengan semakin berkembangnya teknologi kearah yang lebih canggih, seni berorasi pun berubah menjadi bentuk yang lebih beragam seperti konferensi video (video conferencing), presentasi multimedia (multimedia presentation), dan metode-metode non-konvensional lainnya.

Pada awalnya, ilmu orasi sendiri merupakan sebuah bentuk perkembangan dari ilmu kuno yang dinamakan retorika atau rhetoric. Menurut sumber literatur yang ada, retorika sendiri merupakan suatu seni persuasif. Kembali di era zaman kuno, kajian ini, bersama dengan ilmu tata bahasa (grammar) serta logika (logic), membentuk suatu set keilmuan yang dinamakan sebagai trivium.

Menurut Aristoteles sang filsuf kawakkan, retorika sendiri merupakan kemampuan memersepsikan segala sesuatu yang dapat memproduksi hal-hal bersifat persuasi. Sedangkan jika dilihat dari definisinya, retorika sendiri merupakan suatu bentuk aplikasi kebahasaan yang bertujuan untuk menginstruksikan atau mengajak sekumpulan pendengar atau pembaca. Kajian ilmu ini juga sering diidentikkan sebagai ilmu kebijaksanaan (wisdom) – yang mana berkolaborasi dengan tata bahasa pada aspek pengetahuan serta logika sebagai dasar pemahaman.

Tujuan dari suatu kegiatan orasi sendiri biasanya adalah untuk mentransmisi informasi, menceritakan suatu kisah, serta memotivasi atau menyemangati orang banyak. Jenis pidato seperti ini memiliki tiga unsur wajib, di antaranya: informatif, mampu meyakinkan, serta menghibur.

Kunci dari keefektifan berorasi sendiri terletak pada pengetahuan mengenai kapan waktu dan cara yang tepat untuk berbicara di muka publik. Seiring dengan berkembangnya zaman, public speaking sendiri memainkan peranan yang besar dalam dunia okupasi.

Menurut survei, kurang lebih 70% dari seluruh pekerjaan yang ada di dunia melibatkan keterampilan berbicara di depan publik. Dengan semakin maraknya permintaan di bidang ini, pangsa pasar pada bisnis yang ada pun ikut berkembang, di mana bisnis public speaking mulai banyak dilakukan oleh para profesional. Para profesional ini pun dapat bekerja secara mandiri perseorangan hingga dipekerjakan di bawah naungan biro-biro orator.

Kiat Serta Tips Dalam Melakukan Pidato

Diantara berbagai macam bentuk aktivitas public speaking,yang paling umum dijumpai adalah berpidato atau speech. Ada banyak kemampuan yang perlu dikuasai agar bisa dikatakan menguasai kemampuan berpidato, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

  • Orasi (oratory)
  • Penggunaan bahasa tubuh (the use of gestures)
  • Pengendalian suara (control of the voice/inflection)
  • Pemilihan kosakata, penekanan nada bicara, dan gaya bahasa (vocabulary, register and word choice)
  • Penggunaan catatan dan tinggi-rendah suara (speaking notes and pitches)
  • Keberadaan humor (using humor)
  • Membangun interaksi dengan audiensi (developing a relationship with the audience)
  • Pembawaan (extemporaneous and anthusiastic delivery)
  • Pembukaan yang efektif (effective introduction)
  • Cara mengambil perhatian (efforts to reach hearts)
  • Penggunaan berbagai pertanyaan retoris (effective use of questions).

Dan berikut ini adalah beberapa kiat-kiat serta tips dalam menyampaikan sebuah pidato.

  • Awali dengan pembukaan yang mantap

Kunci dari suatu pidato yang sukses adalah melalui pembukaan yang berkesan dan dramatis. Berikan sebuah impresi yang baik dari awal pidato dimulai. Usahakan memberikan sebuah pembawaan dengan nuansa yang ramah, hangat dan antusias.

  • Rengkuh perhatian penonton

Pembukaan yang berkesan dan dramatis berfungsi untuk memenangkan perhatian audiensi. Dengan mampu mendapatkan perhatian mereka, persentase keberhasilan dari suatu aktivitas berpidato pun telah dikantongi yaitu sebesar 25%.

  • Menangkan hati mereka

Setelah berhasil mendapatkan perhatian yang dibutuhkan serta mampu mempertahankannya, langkah penting selanjutnya adalah untuk memenangkan hati audiensi. Berikan suatu simfoni gerak tubuh yang membius, perbanyak frekuensi senyuman, gunakan pembawaan yang penuh rasa percaya diri, serta yang paling krusial: pertahankan kontak mata dengan para audiensi yang ada.

  • Gunakan alat bantu serta sajikan fakta-fakta

Secara garis besar, pidato sendiri adalah upaya dalam menyampaikan suatu ide ataupun opini. Agar para audiensi dapat diyakinkan, pastikan untuk berargumen dengan berbasis pada fakta-fakta ilmiah ataupun lapangan. Gunakan alat bantu atau media yang dapat mengamplifikasi pengaruh keefektifan data-data tersebut terhadap audiensi, baik secara audio maupun visual.

  • Akhiri itu semua dengan penutup serta kesimpulan yang logis

Esensi dari berpidato sendiri adalah tentang bagaimana seorang pembicara (speaker) mampu mengonstruksi sebuah struktur argumen yang rapi. Karena itu pastikan bagian penutup dari suatu pidato berisi suatu kesimpulan yang mampu meringkas ide serta gagasan utama secara keseluruhan.

  • Kuasai pidato sefasih mungkin dan hindari penggunaan catatan

Pada beberapa kesempatan, penggunaan catatan sendiri memberi kesan bahwa seorang pembicara tidak mampu menguasai pidato yang ingin disampaikan secara maksimal. Ini dapat mengurangi keefektifan suatu pidato hingga derajat tertentu.

Dan itulah pembahasan mengenai Bahasa Inggris untuk public speaking. Seni berorasi perlu dilatih selayaknya kemampuan-kemampuan kebahasaan yang lain. Karena itu kunci yang paling utama adalah perbanyak melakukan aktivitas-aktivitas berbicara di depan publik, lakukan monolog, serta menghafal teks-teks pidatonya ya!

Pentingnya English for Hospitality

English for hospitality atau Bahasa Inggris yang digunakan dalam dunia perhotelan merupakan hal yang wajib dikuasai oleh para karyawan hotel, terutama mereka yang sering kali berkomunikasi dengan tamu hotel. Mulai dari door man, resepsionis, room service, chef, marketing staff, customer service, dan beberapa level manajer.

Melamar pekerjaan di hotel, artinya anda harus siap dengan kemampuan Bahasa Inggris anda. Karena kemampuan berbahasa Inggris menjadi faktor utama dalam kualifikasi penerimaan calon karyawan hotel. Apalagi bila latar belakang pendidikan anda bukan dari sekolah perhotelan. Percayalah, ini akan semakin mempersulit cita-cita anda untuk bekerja di hotel.

Kursus English for Hospitality

Cara terbaik untuk meningkatkan kemampuan berbahasa inggris anda dalam dunia perhotelan adalah dengan mengikuti kursus Bahasa Inggris khusus perhotelan atau English for hospitality. Karena bahasa inggris yang anda gunakan akan berbeda dengan Bahasa Inggris sehari-hari. Ada banyak istilah perhotelan yang harus anda pahami dalam pekerjaan anda.

Bekerja di hotel bukan hanya berkomunikasi dengan tamu dalam bahasa inggris saja, tetapi juga berkomunikasi dengan sesama rekan kerja, dengan rekan kerja antar divisi, dengan vendor, dan pihak lainnya.

Daripada anda belajar setengah-setengah, langsung saja mengikuti kelas English for hospitality pada lembaga kursus yang terpercaya. Cara memilih lembaga kursus English for hospitality yang terbaik adalah sebagai berikut:

  • Memang memiliki kelas khusus English for hospitality

Beberapa lembaga kursus bahasa inggris biasanya menerima kelas privat yang materinya disesuaikan dengan kebutuhan anda. Ini memang bagus, tapi akan lebih bagus bila mereka memang memiliki kelas English for hospitality, baik secara regular maupun secara privat. Artinya, mereka telah berpengalaman dalam English for hospitality.

  • Staf pengajarnya memiliki pengalaman dalam dunia perhotelan

Hal paling utama dalam mengikuti kursus apapun adalah siapa staf pengajarnya atau mentornya? Karena anda sedang dalam upaya menguasai English for hospitality, maka carilah staf pengajar yang memang pernah bekerja di perhotelan atau memang menjadi pengajar di sekolah perhotelan. Selain mampu memberikan metode pelajaran sesuai dengan yang dibutuhkan pesertanya, mentor yang berpengalaman di dunia perhotelan akan memiliki banyak metode pengajaran yang bisa membuat anda menguasai ribuan kosa kata dalam dunia perhotelan.

Kosa kata merupakan hal dasar yang kita gunakan dalam berkomunikasi. Tanpa pemahaman kosa kata yang tepat, kita bisa saja menggunakan kalimat dengan grammar yang kurang tepat. Atau memilih kosa kata yang tidak sesuai dan tidak cocok dengan situasi dan kondisi pada saat itu.

  • Memiliki modul materi pengajaran English for hospitality yang lengkap dan sesuai dengan yang anda butuhkan

Ini juga sangat penting. Biasanya anda akan diberikan tes di awal pendaftaran. Gunanya, agar lembaga kursus tersebut bisa menempatkan anda pada kelas dan level kelas yang tepat. Sehingga anda tidak perlu mempelajarinya dari kelas dasar. Hanya membuang waktu.

Mengetahui materi yang akan anda dapatkan dari lembaga kursus English for hospitality pun sangatlah penting. Agar anda benar –  benar mempelajari apa yang seharusnya anda pelajari, mempelajari materi yang bisa menunjang karier dan pekerjaan anda di hotel, sehingga anda tidak membuang waktu untuk mempelajari hal yang tidak perlu dipelajari.

Materi Kursus English for Hospitality

Memang apa saja materi English for hospitality itu? Secara umum, anda akan mendapatkan materi sebagai berikut:

  • Greeting and Self Introduction/Introducing someone else

Ini adalah materi paling dasar, tentang bagaimana cara anda memperkenalkan diri, memberikan salam kepada tamu yang baru datang, memperkenalkan program promo yang sedang berlangsung, memproses booking kamar tamu, dan lain sebagainya.

  • Telephone Courtesy

Tentu saja anda akan mendapatkan materi bagaimana cara menjawab panggilan telepon, melakukan panggilan telepon, menyambungkan telepon, dan memahami pesan dengan meresponnya secara formal dan tepat.

  • General Services at Hotel

Materi ini akan mengajarkan anda bagaimana cara menjelaskan berbagai layanan yang disediakan oleh hotel anda. Di mana letak fasilitas yang ditanyakan tamu, menjelaskan kepada tamu berbagai kelebihan fasilitas hotel, melayani permintaan dan kebutuhan tamu hotel, meminta izin untuk membawakan barang, mengantar ke kamar, dan lain sebagainya.

  • Direction and General Enquiries at Hotel

Ini lebih menjelaskan letak berbagai ruangan, dan fasilitas hotel kepada tamu hotel.

  • Problems and Complaints

Materi ini mengajarkan kepada anda, bagaimana cara meng-handle komplain dan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh tamu hotel.

  • Making Comparisons

Yaitu memberikan berbagai pilihan servis dan fasilitas yang bisa dipilih oleh tamu hotel.

  • Giving and Receiving Compliments

Materi ini mengajarkan bagaimana cara anda merespon pujian dari tamu, dan sekaligus memberikan pujian balasan kepada tamu.

  • Offering Help and Advice

Kebanyakan yang menggunakan materi ini adalah marketing hotel. Mereka menawarkan diri untuk membantu memenuhi semua kebutuhan tamu hotel nantinya, dan memberikan saran terbaik yang bisa menjadi pertimbangan tamu hotel.

  • Asking for Repeats

Tamu hotel bisa datang dari beragam latar belakang etnis dan Negara, yang tentunya memiliki dialek bahasa inggris yang berbeda – beda. Seringkali kita merasa asing dan kurang jelas dengan apa yang mereka katakan. Tentu, kita perlu meminta mereka mengulang kembali apa yang mereka katakan, agar tidak terjadi kesalah – pahaman antara anda dan tamu hotel anda.

  • Other programs

Pilihlah lembaga kursus yang menyediakan program lain yang sesuai dengan kebutuhan anda. Bila anda bekerja di bagian purchasing, tentu anda memerlukan materi English for hospitality yang berbeda dengan mereka yang bekerja pada divisi marketing atau divisi lainnya.

Bila lembaga kursus English for hospitality tersebut mampu memberikan materi English for hospitality sesuai dengan kebutuan pekerjaan  anda, maka bisa dikatakan itu merupakan lembaga kursus English for hospitality yang memang berpengalaman dalam bidang hospitality atau perhotelan.

Banyak bukan materi yang akan anda dapatkan dengan mengikuti kursus English for hospitality? Dan bisa terbayang betapa efektif dan efisiennya bila anda mengikuti kursus English for hospitality ini, terlepas dari latar belakang pendidikan anda yang dari sekolah perhotelan atau bukan. Apapun latar belakang pendidikan anda, semua bisa dipelajari pada tempat dan waktu yang tepat. Bukan begitu?

SAT Preparation – Tiket Kuliah Di Paman Sam

Kali ini, sekali lagi, kita akan membahas sebuah tema preparation yaitu ‘SAT Preparation’, dimana artikel ini juga akan bersifat sebagai pelengkap dari kedua artikel test preparation sebelumnya. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas artikel yang berjudul: SAT, Tiket Kuliah di Negeri Paman Sam.

Hingga saat ini kita sudah membahas lima artikel test preparation yang terbagi menjadi dua jenis: tes kompetensi berbahasa (IELTS, TOEFL, dan TOEIC), serta tes pencapaian akademis (GRE dan GMAT).

Karena itulah pada artikel kali ini akan dimuat mengenai guna menggenapkan tes pencapaian akademis, sebuah materi yang dianggap cukup ringan untuk dibahas, yaitu SAT, tiket kuliah di Negeri Paman Sam.

Mengenal Lebih Jauh Tentang SAT

Sama halnya dengan kedua tes yang sudah dibahas pada artikel sebelumnya, tes yang satu ini juga tidak begitu umum di ranah nasional.

Bisa terbilang masih sedikit di Indonesia sendiri, orang-orang yang berminat dan tertarik dengan tes yang satu ini – hanya mereka-mereka yang berencana untuk melanjutkan studi diluar negeri saja yang mungkin akan mempertimbangkannya.

Maka itulah, tes ini berhubungan erat dengan urusan-urusan akademis dan tentu saja, dirancang untuk memenuhi kebutuhan para penutur asli (native speaker).

Sebelum berbicara lebih lanjut, bagi mereka yang merasa tertarik untuk mengambil tes yang satu ini, pastikanlah Bahasa Inggris kalian sudah cukup mumpuni ya!

Seperti yang disebutkan diatas, kedua artikel yang telah dibahas pada artikel sebelumnya adalah GRE dan GMAT. Bahasan kita kali ini-pun tidak akan “keluar jalur” terlalu jauh dari jenis pembahasan pada kedua artikel tersebut.

Pasalnya, diartikel kita kali ini, pembahasan mengenai SAT juga memiliki karakter yang sama dengan pembahasan tes-tes sebelumnya. Perbedaannya-pun hanya akan terletak pada jenjang-jenjang dituju, yang mana akan dibahas lebih lanjut nantinya. Dan berikut ini, beberapa spesifikasi dan karakteristik sekaligus beberapa fakta mengenai SAT.

Jika kita ingin memulai pembahasan mengenai SAT, akan lebih baik diawali dengan pendefinisian SAT itu sendiri terlebih dahulu. Berbeda dengan tes-tes yang telah dibahas sebelumnya, kepanjangan dari SAT sendiri sudah mengalami perubahan berkali-kali.

Pada awalnya, tes ini bernama Scholastic Aptitude Test, yang pertama kali membuatnya memiliki julukan SAT. Dalam jangka waktu tertentu lantas nama inipun diubah menjadi Scholastic Assessment Test. Tidak berhenti disana, revisi nama-nama lain juga ikut muncul seperti SAT I: Reasoning TestSAT Reasoning Test, hingga akhirnya sekarang cukup disebut dengan SAT saja.

SAT dikembangkan dan dimiliki secara penuh oleh organisasi nirlaba asal Amerika bernama College Board, namun pada tahap pengembangannya, mereka juga dibantu oleh lembaga ETS atau Educational Testing Service (organisasi swasta nirlaba yang bergerak pada pengembangan pengujian dan penilaian akademis, terbesar di dunia) yang sekaligus ikut mengelola SAT hingga sekarang.

College Board sendiri didirikan pada bulan Desember pada tahun 1899, atau kurang lebih 121 tahun yang lalu. Pada awalnya College Board memiliki nama College Entrance Examination Board atau juga disingkat dengan CEEB.

SAT Preparation

Tujuan awal organisasi ini didirikan agar keberadaan akses masuk berbagai universitas dan perguruan-perguruan tinggi bagi masyarakat dapat menjadi lebih luas lagi.

Hingga akhirnya, mereka-pun merancang SAT – sebuah standar tes dan penilaian yang dapat berlakukan secara nasional pada berbagai bentuk kurikulum.

SAT biasa digunakan oleh para siswa yang ingin melanjutkan studi mereka ke jenjang perguruan tinggi ataupun universitas.

Berbeda dengan GRE dan GMAC, yang mana dipergunakan sebagai sertifikasi ataupun syarat memasuki jenjang pascasarjana (graduate) baik magister (master) maupun doktoral (doctor), SAT sendiri hanya diperuntukkan untuk proses penerimaan jenjang sarjana (undergraduate) saja.

Dalam satu periodenya, SAT dapat diikuti oleh lebih dari 2,22 juta kandidat dimana untuk satu kali percobaan, biaya yang perlu dikeluarkan berkisar antara US$52.50-101.50.

Selain itu, sertifikasi SAT-pun dapat diterima oleh hampir seluruh program dan jurusan sarjana di berbagai universitas serta perguruan-perguruan tinggi di Amerika.

Lebih Dalam Mengenai SAT

SAT biasa dilakukan dengan menggunakan media kertas atau yang juga disebut dengan paper-based test (PBT). Jika dilihat dari programnya, terdapat dua jenis SAT yang ada.

Masing-masing dari program memiliki spesifikasi dan kegunaannya tersendiri. Namun keduanya sangat berhubungan erat dengan persyaratan penerimaan perguruan tinggi ataupun universitas. Dua program tersebut adalah sebagai berikut:

  • SAT Test

Program SAT yang ini bertujuan untuk menguji pencapaian akademis siswa serta kesiapan mereka dalam menghadapi kehidupan studi di perguruan tinggi atau universitas nantinya. Tes ini terdiri dari tiga jenis mata uji wajib dan satu mata uji pilihan, diantaranya:

  1. Mata Uji Wajib: Reading; Writing and Language, serta; Math
  2. Mata Uji Opsional (Essay): Reading, Analysis, and Writing

Untuk lebih rincinya dapat dilihat pada tabel berikut:

No.Mata UjiAlokasi WaktuJumlah PertanyaanFormat Score
Evidence BasedTest Score
1.Reading6552200-800 (akan digabung dengan Math)10-40
2.Writing and Language354410-40
3.Math8058200-800 (akan digabung dengan Reading & Writing)10-40
4.Essay5012-8
  • SAT Subject Test

Merupakan jenis program SAT yang berfokus pada suatu bidang (subject) tertentu saja. Tes ini biasa digunakan untuk pemenuhan syarat-syarat penerimaan pada fakultas-fakultas yang membutuhkan persyaratan khusus atas kompetensi-kompetensi pada bidang tertentu.

Mata uji tes inipun bisa dikatakan beraneka ragam, sesuai dengan berbagai kebutuhan admisi bermacam-macam fakultas yang ada pada berbagai perguruan tinggi dan universitas.

Karena itu, antara satu dan mata uji yang lain memiliki spesifikasi dan karakteristik yang berbeda-beda.

Yang bisa disamaratakan adalah, secara umum, nilai program tes SAT ini terbentang antara skor 200-800, selain itu, jumlah soalnya pun berkisar diangka 20-an soal. Meski begitu, ada beberapa tes yang tidak mengikuti kedua standar tersebut guna mengimbangi spesifikasi jurusannya masing-masing.

Bahasa Inggris SAT

Tentu saja seperti apa yang sudah dibahas pada materi diatas, bahwasanya SAT sendiri dimaksudkan untunk memenuhi kebutuhan para pelajar yang ingin melanjutkan studi mereka di berbagai universitas serta perguruan-perguruan tinggi di Amerika.

Karena itulah, sebagian besar kandidat yang mengikuti SAT adalah para pelajar yang berasal dari sekolah-sekolah dan warga asli Negara Paman Sam tersebut. Sudah barang tentu kemampuan kebahasaan mereka, khususnya Bahasa Inggris, sudah tidak diragukan lagi – mengingat mereka adalah para penutur asli (native speaker).

Maka kemampuan Bahasa Inggris yang diperlukan oleh SAT, baik untuk program SAT Test maupun SAT Subject Test, sendiri sangatlah luas – bahkan tidak kalah dengan kemampuan Bahasa Inggris yang diperlukan baik oleh GRE ataupun GMAT.

Hal ini dikarenakan SAT memerlukan kemampuan Bahasa Inggris yang sudah mampu menunjang kemampuan seseorang dalam menganalisa komponen-komponen akademis.

Tingkat kemampuan Bahasa Inggris yang diperlukan SAT bahkan bisa terbilang lebih tinggi jika dibandingan GMAT yang mana hanya terfokus pada jenis-jenis Bahasa Inggris spesifik saja.

Dan itulah beberapa hal mengenenai SAT. Jika memang tertarik untuk mencoba mengikuti SAT, pastikan terlebih dahulu bahwa kemampuan Bahasa Inggris yang dimiliki dapat menunjang proses akademis yang akan dijalani, baik dalam sistem admisi ataupun dalam masa studi kelak.

Ekspresi Percakapan Untuk Anak-Anak

Yap, selamat datang pada artikel English Program, para pembelajar Bahasa Inggris! Kali ini kita akan membahas tema ‘Conversation For Kids’ yang cukup simpel untuk dibahas berkenaan dengan kemampuan komunikasi untuk si kecil, yaitu: Ekspresi Percakapan Untuk Anak-anak.

Dalam mempelajari bahasa, khususnya Bahasa Inggris, jenis pendekatan yang digunakan amat bergantung dari pribadi sang pembelajar sendiri: apakah sang pembelajar masih berada pada jenjang anak-anak, remaja ataupun dewasa.

Pendekatan yang ada akan sangat berbeda sekali untuk masing-masing jenjang, dimana itu sangatlah menentukan keberhasilan dari proses pembelajaran.

Maka jika sebelumnya telah dibahas mengenai perbincangan untuk orang dewasa, pada artikel kali ini, materi yang ada akan menekankan pada perbincangan untuk anak-anak guna memudahkan para pembelajar di jenjang tersebut.

Beda Pembelajaran Bahasa Inggris Dewasa dan Anak-Anak

Dalam mempelajari kemampuan berkomunikasi, khususnya bagi anak-anak, ranah yang ada tentu saja akan sangat berbeda bagi para pembelajar yang sudah lebih dewasa.

Pelajaran Bahasa Inggris untuk anak-anak merupakan ‘ranting’ keilmuan tersendiri yang dinamakan sebagai Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Anak-anak atau yang juga dikenal dengan nama English for Young Learners (EYL).

EYL sendiri merupakan bagian dari cabang ilmu yang lebih besar, dinamakan dengan Pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Kedua/Asing atau dikenal sebagai English as Second / Foreign Language (ESL/EFL).

Amat sangat masuk akal jika ranah ini memiliki bidang keilmuannya sendiri, dikarenakan spesifikasi yang diperlukannya juga memiliki tuntutan-tuntutan yang dianggap sangat krusial.

Dikarenakan kemampuan berpikir anak-anak yang khas, materi-materi yang ada tidak bisa diberikan secara sembarangan. Perlu sebuah perencanaan yang matang mengenai bagaimana upaya-upaya yang diberikan dapat terserap secara maksimal oleh mereka.

Salah satu teknik yang bisa digunakan adalah dengan menghindari adanya penumpukan materi. Pembelajar anak-anak memiliki batasan kejenuhan yang lebih rendah ketimbang pembelajar lain yang sudah lebih dewasa.

Karena itu materi bahasa inggris untuk anak anak yang ada perlu untuk dikemas seringkas mungkin agar para pembelajar muda itu dapat mengikuti proses pembelajaran dengan lebih mudah.

Selain itu materi-materi tersebut juga perlu untuk dikemas semenarik mungkin. Itu disebabkan karena pembelajar anak-anak umumnya merupakan pembelajar pemula – mereka cenderung melibatkan unsur afeksi pada diri agar proses akuisisi kognisi dapat terjadi.

Conversation For Kids

Materi Perbincangan (Conversation) untuk Anak-Anak

Jika membicarakan materi perbincangan untuk anak-anak, kita tidak hanya akan membicarakan teknik berbincang dalam Bahasa Inggris semata, melainkan juga turut membahas mengenai cara berkomunikasi.

Materi perbincangan atau conversation untuk para pembelajar yang lebih dewasa mungkin sudah dapat dispesifikkan hanya pada teknik-teknik atau ekpresi-ekspresi saja.

Hal ini didasarkan pada anggapan bahwa para pembelajar dewasa memiliki kemampuan berkomunikasi secara umum – sangat berbeda dengan pembelajar anak-anak yang belum secara maksimal memiliki kemampuan tersebut.

Karena itu materi-materi yang perlu diberikan pada pembelajar muda tersebut cukup sebatas bagaimana mereka dipaparkan pada ungkapan-ungkapan dasar terlebih dahulu tanpa memberi tahu teori keilmuannya secara eksplisit.

Pendekatan ini disebut dengan pembelajaran implisit (implicit learning) dimana pemaparan mengenai teori-teori dirasa belum diperlukan untuk menghindari penumpukan materi. Anak-anak akan lebih mudah menyerap ilmu-ilmu yang dipaparkan kepada mereka jika kondisi optimal yang mereka perlukan terpenuhi.

Karena itu tujuan awal dari pembelajaran ini hanya bersifat sebagai perkenalan dan pembiasaan, dengan harapan materi-materi ini akan melekat pada benak mereka dan secara alam bawah sadar menjadi bagian tingkah laku yang spontan.

Conversation for Kids – Expressions

Atas dasar itulah, disisa artikel ini hanya akan diisi dengan pemaparan ekpresi-ekpresi percakapan umum dan mendasar sebagai bahan latihan dan pembiasaan bagi para pembelajar muda tersebut. Berikut ini adalah beberapa diantaranya:

  • Pertanyaan dan jawaban mengenai seseorang (Questions and answers about one’s self)
Pertanyaan (Questions)Jawaban (Answers)
Bahasa InggrisBahasa IndonesiaBahasa InggrisBahasa Indonesia
Hello, how are you?Hai, apa kabar?I’m fine, thank you.Aku baik-baik saja, terima kasih.
What is your name?Siapakah nama-mu?My name is…Namaku…
How do you do?Bagaimana kabarmu?I’m alright, and you?Aku baik, dan kamu?
Where do you live?Dimanakah alamatmu?I live in/on/at…Aku tinggal di…
Where do you come from?Darimanakah asalmu?I come from…Saya berasal dari…
Which school do you attend?Dimanakah kamu bersekolah?I go to…Saya bersekolah di…
Do you have any hobbies?Apakah kamu memiliki hobi?Yes, I have. I like to…Ya, saya punya. Saya menyukai…
What color do you like most?Apakah warna favoritmu?The color I loved most is…Warna favorit saya adalah…
Do you have any best friends?Apakah kamu punya sahabat?Yes, I have.Ya, saya punya.
Will you be my friend?Mau kah kamu menjadi temanku?Yes, I’d love to!Ya, dengan senang hati!
Do you have any pets?Apakah kamu memiliki binatang peliharaan?No, I don’t have any.Saya tidak punya binatang peliharaan.
  • Pertanyaan dan jawaban sehari-hari (Questions and answers about daily live)
Pertanyaan (Questions)Jawaban (Answers)
Bahasa InggrisBahasa IndonesiaBahasa InggrisBahasa Indonesia
How is your day?Bagaimana harimu?I have a nice day.Aku mendapati hari yang baik.
How is your week?Bagaimana dengan minggu ini?I have a great week!Minggu ini sangatlah mengesankan!
Are you having fun?Apakah kamu senang?Yes, indeed!Ya, tentu saja!
What do you have for breakfast?Apa yang kau makan untuk sarapan?I ate…(Tadi) saya sarapan…
Do you have lunch?Sudahkah kamu makan siang?Yes, I have.Iya, saya sudah.
Do you often spend your time outside?Apakah kamu sering keluar rumah?No, I prefer to stay inside.Tidak, saya lebih memilih untuk berada di dalam ruangan.
What will you do for this weekend?Apa yang akan kamu lakukan untuk akhir pekan ini?I will…Saya akan.
What will you do after the school?Apa yang akan kamu lakukan setelah pulang sekolah?After school, I will…Setelah sekolah, saya akan…
Do you have any plans after this?Apakah kamu punya rencana setelah ini?No, I don’t have any plans after this.Tidak, saya tidak memiliki rencana apapun setelah ini.
What do you think about it?Bagaimana menurutmu tentang itu?I think…Menurut saya…
What will you choose?Apa yang akan kamu pilih?I choose…Saya memilih yang…

Dan itulah beberapa ekpresi mengenai percakapan yang dapat diajarkan kepada anak-anak.

Dengan pemaparan materi-materi seperti itu secara berkala, diharapkan anak-anak akan memiliki sebuah kebiasaan yang baik mengenai cara berkomunikasi, terutama dalam konteks pembicaraan menggunakan Bahasa Inggris.

Akan lebih mudah membiasakan sesuatu jika dimulai sejak dini. Karena itulah pendidikan masa kecil tidak dapat disepelekan begitu saja.

5 Tahapan Dalam Suatu Perbincangan

Yak, selamat datang pada artikel English Program, para pembelajar Bahasa Inggris! Kali ini kita akan membahas tema ‘Conversation for Adults’ yang dirasa cukup ringan dan mendasar untuk keperluan-keperluan komunikasi menggunakan Bahasa Inggris, yaitu: Tahapan Dalam Suatu Perbincangan.

Bisa dikatakan bahwa unsur paling mendasar dari fungsi suatu bahasa adalah kemampuannya untuk digunakan sebagai alat komunikasi. Tidak mengherankan jika standar kebisaan seseorang dalam penguasaan bahasa terkadang dilihat dari kemampuannya menggunakan bahasa tersebut secara praktis.

Dan salah satu kemampuan komunikasi tersebut adalah kompetensi dalam melangsungkan perbincangan. Karena itulah pada artikel kali ini akan dibahas mengenai materi yang dianggap paling mendasar untuk dipelajari, yaitu tahapan-tahapan perbincangan dalam Bahasa Inggris, guna memudahkan para pembelajar tersebut.

Apa yang spesial dari sebuah perbincangan?

Perbincangan, atau yang dalam Bahasa Inggris disebut conversation, merupakan salah satu bentuk komunikasi interaktif yang terjadi diantara dua individu/pihak ataupun lebih.

Pengembangan kemampuan berbincang-bincang (conversational skill) amat besar pengaruhnya terhadap cara manusia bergaul dan melakukan kegiatan sosial lainnya.

Cabang studi ini, khususnya pada pemaparan bahasa asing, termasuk ke dalam ranah pengajaran dan pembelajaran bahasa (language learning and teaching).

Jika bersandar kepada para pendapat ahli, akan sangat banyak sekali inklusi mengenai bagaimana tingkat keakuratan istilah perbincangan atau conversation dapat terjadi pada suatu aktivitas.

Karena itulah definisi dari aktivitas perbincangan juga sekaligus berfungsi sebagai parameternya: Perbincangan bisa dikategorikan sebagai aktivitas berujar yang terjadi secara informal, simetris, dan bertujuan untuk mempertahankan hubungan sosial.

Hal ini menjadi penting dikarenakan perbincangan sendiri merupakan bentuk komunikasi yang paling ideal dalam mempertahankan serta menjalin skema pergaulan terhadap para pelaku sosial di lingkungan sekitar.

Atas dasar itulah, di beberapa titik, ‘skema’ suatu perbincangan mengikuti peraturan dalam etiket (etiquette): peraturan bagaimana cara untuk berlaku sopan.

Fakta Mengenai Perbincangan

Sebagai tambahan informasi, terdapat lima aspek penting yang terdapat pada lingkup bahasan suatu perbincangan. Diantaranya adalah:

  • Perbedaan perbincangan yang terjadi antara masing-masing kalangan pria dan wanita.

Berlawanan dengan apa yang diyakini secara umum, hasil dari penelitian menyatakan bahwa baik pria maupun wanita sama-sama memiliki jumlah rata-rata pengucapan kata yang tidak terlalu berbeda pada perbincangan setiap harinya: terdapat kurang lebih 16.000 kata yang dapat diproduksi oleh kedua jenis gender tersebut.

  • Narsisime.

Pada beberapa sistem sosial di negara-negara yang sudah maju, salah satunya seperti di Amerika, keberadaan dukungan moril sudah bisa dikatakan langka – menjadikan orang-orang yang terlibat di dalamnya memiliki kecenderungan untuk menjadi narsis ketika melakukan suatu perbincangan.

Hal ini disebabkan karena kebutuhan akan adanya perhatian dan pengakuan sosial orang-orang tersebut sudah tidak tercukupi secara normal.

  • Terhadap orang asing.

Fakta ilmiah mengatakan bahwa sebagian orang akan menjadi lebih terbuka dan berani untuk menceritakan persoalan intim mereka kepada orang-orang asing yang baru saja mereka temui di tempat-tempat umum seperti taman, transportasi masal, dan akses-akses publik lainnya. Fenomena ini juga lantas menjadi latarbelakang salah satu film kenamaan asal Hollywood: Forrest Gump (1994).

  • Diri sendiri.

Bermonolog: aktivitas perbincangan yang dilakukan terhadap diri sendiri, atau juga bisa disebut sebagai komunikasi intrapersonal (intrapersonal communication), dianggap sebagai suatu hal yang lumrah dan bahkan terbukti memiliki khasiat-khasiat positif seperti menguraikan masalah hingga tujuan-tujuan terapis.

  • Intelegensia buatan.

Dengan semakin majunya teknologi, perbincangan-pun tidak lagi terjadi hanya sebatas sesama manusia saja, namun juga terhadap mesin. Hal ini bisa terjadi atas prakarsa seorang ilmuan computer bernama Alan Turing yang melandaskan standar pengujian miliknya (Turing Test) pada aktivitas komunikasi manusia dengan intelegensia buatan (disebut juga dengan artificial intelligence).

Tahapan Perbincangan di Dalam Bahasa Inggris

Dalam melatih kemampuan perbincangan pada Bahasa Inggris, proses yang diperlukan tidaklah cukup jika hanya melandaskannya pada pembelajaran yang diberikan di dalam dinding kelas, seperti saat sekolah ataupun melalui kursus/les/privat saja.

Hal yang bahkan paling mempengaruhi keberhasilan pelatihan tersebut adalah pembiasaan yang terjadi pada berbagai aktivitas sehari-hari. Seperti halnya bahasa-bahasa yang lain, Bahasa Inggris perlu untuk dilatih secara rutin dalam aspek-aspek keseharian agar ilmu kebahasaan yang didapatkan bukanlah hanya sebatas teori belaka, melainkan dapat digunakan secara praktis untuk keperluan berkomunikasi.

Secara fundamental, mempelajari bahasa sebagai sebuah alat komunikasi tidaklah sesulit apa yang dibayangkan. Khususnya dalam melatih kemampuan berbincang-bincang, terdapat pola-pola tertentu yang dapat dilihat dan diterapkan secara universal.

Beberapa pola-pola tersebut amat sangat umum ditemukan pada aktivitas interaksi dan komunikasi sehari-hari, diantaranya: menyapa (greeting), membuka perbincangan (introduction), menjawab dan bertanya (answering and asking), menutup perbincangan (closing), dan mengakhirinya (ending). Kelima aspek inilah yang akan dibahas lebih lanjut pada artikel ini.

  • Menyapa (Greeting)

Greeting, yang mana juga memiliki arti menyapa atau bertegur sapa, adalah jenis ekpresi pembuka percakapan atau perbincangan. Hal ini biasa terjadi diawal sebuah perjumpaan atau pertemuan. Didalam Bahasa Inggris, greeting biasa diujarkan dengan kalimat-kalimat seperti:

Bahasa Inggris   Hey, what’s up?   ‘Ello, gov’na!   Greetings, sire!   Good to see you, man!   Yo, ‘ma man!   Woah, it’s been a while, isn’t it?Bahasa Indonesia   Hai, apa kabar?   Oi, bosque!   Permisi, pak!   Senang melihatmu, kawan!   Oi, bos!   Wah, sudah lama tidak berjumpa nih?  
  • Membuka Perbincangan (Introduction)

Membuka perbincangan/percakapan, atau yang dalam Bahasa Inggris memiliki arti introduction, biasa digunakan setelah salam/menyapa/bertegur sapa (greeting).

Ekspresi ini digunakan untuk memulai bahasan topik dalam perbincangan. Di beberapa kasus, introduction juga bisa diartikan sebagai perkenalan atau memperkenalkan. Ini dilakukan apabila lawan bicara adalah orang yang belum dikenal. Beberapa conoth kalimat yang umum diantaranya:

Bahasa Inggris   Right, how’s your day?   What’s the news?   Just ‘lemme introduce…   ‘Kay, the name’s…   I’d like you to see…   Shall I introduce you to my colleague…?Bahasa Indonesia   Baik, bagaimana harimu?   Ada berita apa?   Izinkan saya memperkenalkan diri…   Nama saya…   Saya ingin anda berkenalan dengan…   Apakah boleh saya memperkenalkan kawan saya kepada anda?
  • Menjawab dan Bertanya (Answering and Asking)

Menjawab dan bertanya juga merupakan sesuatu yang vital dalam suatu percakapan. Bahkan bisa dikatakan bahwa ‘nyawa’ atau esensi dari suatu pembicaraan berada pada bagaimana seseorang mampu bertanya dan menjawab.

Melalui hal inilah keberlangsungan suatu perbincangan dapat dipertahankan. Beberapa kalimat dan ekpresi Bahasa Inggris yang dapat digunakan untuk menjawab dan bertanya diantaranya:

Bahasa Inggris   Yeah, and you?   Hmm, what’s about it?   Yes, that’s right. Thank you.   Glad you know it!Bahasa Indonesia   Ya, lantas bagaimana dengan anda?   Hmm, memangnya kenapa?   Ya, seperti itu. Terima kasih.   Senang bahwa kau mengetahuinya!
  • Menutup Perbincangan (Closing)

Menutup perbincangan atau closing terjadi sebagai ‘aba-aba’ untuk mengakhiri pembicaraan. Pada umumnya ekspresi ini digunakan tepat sebelum mengakhiri/salam penutup. Beberapa kalimat yang biasa digunakan dalam Bahasa Inggris adalah:

Bahasa Inggris   Okay, whatta nice conversation!   Hmm, just talk about it later, can I?   Call it a day?   Sorry, but I must go now.   Nope, I’m in a hurry. Thanks.Bahasa Indonesia   Oke, perbincangan yang mengasyikkan!   Membicarakannya nanti saja ya?   Bisa kita selesai sekarang?   Maaf, tapi aku harus pergi sekarang.   Tidak, aku sedang buru-buru. Trims.
  • Mengakhiri (Ending)

Didalam suatu perbincangan/percakapan, mengakhiri atau yang juga disebut ending dalam Bahasa Inggris digunakan masing-masing pihak untuk menciptakan sebuah kesan (impression) yang baik saat pertemuan/perjumpaan berakhir dengan harapan dapat mengulangi rangkaian proses ini kembali ketika nanti ada kesempatan kedepan. Beberapa ekspresi yang bisa digunakan seperti:

Bahasa Inggris   May I see you again?   Okay, see you then.   ‘Kay, bye…   Have a good day!   ‘Till we meet again…   See yaBahasa Indonesia   Bolehkah kita berjumpa lagi?   Baik, sampai bertemu lagi.   Oke, dadah!   Semoga harimu menyenangkan!   Sampai berjumpa kembali…   ‘Dah

Dan itulah beberapa aspek penting dalam suatu perbincangan. Meski begitu, dengan semakin berkembangnya teknologi komunikasi dewasa ini, serta wabah COVID-19 yang terjadi, menjadikan interaksi manusia menjadi semakin minim. Namun jangan jadikan itu sebagai penghambat untuk terus berkomunikasi dengan sesama ya!

Mengenal Cara Menulis Artikel Jurnal Ilmiah Berbahasa Inggris

Yap, selamat datang pada artikel English Program, para pembelajar Bahasa Inggris! Kali ini kita akan membahas tema ‘Academic Writing’ yang mana dirasa cukup spesifik dan rumit, khususnya bagi para pelaku ilmiah, yaitu: Menulis artikel jurnal ilmiah Berbahasa Inggris.

Akan sangat sering dijumpai oleh para akademisi dewasa ini, kebutuhan-kebutuhan publikasi ilmiah yang bersifat kontemporer.

Mereka sudah tidak lagi hanya dituntut untuk mampu menulis karya tulis ilmiah seperti skripsi, tesis ataupun disertasi sebagai tugas akhir, namun juga mampu untuk menyajikannya pada berbagai publikasi internasional.

Tuntutan inilah yang menjadikan para akademisi di bidang keilmuan apapun, perlu untuk mampu menguasai Bahasa Inggris khususnya teknik penulisan artikel publikasi jurnal ilmiah.

Karena itulah pada artikel kali ini akan dibahas secara singkat mengenai materi yang dianggap penting dan spesifik tersebut guna memudahkan siapa saja yang tertarik untuk mendalami penulisan artikel ilmiah.

Mengenal Writing English Artikel Ilmiah

Tidak dapat dipungkiri, keperluan akademis saat ini sudah mengalami perubahan yang cukup signifikan seiring dengan perkembangan zaman. Perubahan ini dilandasi dengan semakin mudahnya akses internet serta didukung teknologi informasi yang lebih canggih tiap harinya.

Manusia dapat berkomunikasi dengan semakin mudah dari belahan dunia manapun; arus informasi serta berita tidak lagi terkendala jarak dan waktu; pembelajar juga tidak perlu repot-repot ke perpustakaan hanya untuk mencari definisi di ensiklopedia.

Akan sangat dimaklumkan jika ‘trend’lingkungan sekuler-pun menjadi cenderung semakin menuntut. Maka dari itulah para intelektual perlu mensiasati perubahan tersebut serta mampu beradaptasi.

Perubahan yang begitu kentara dapat terlihat dari semakin maraknya publikasi ilmiah di kalangan para akademisi. Para intelektual dituntut untuk selalu memperbaharui keilmuannya melalui penelitian-penelitian yang berkelanjutan.

Tidak hanya berhenti di situ saja, mereka-pun diharuskan untuk ‘membagi’-nya dengan komunitas global.

Media publisitas yang sekarang ini paling umum digunakan adalah melalui artikel ilmiah. Tidak mengherankan jika di beberapa perguruan tinggi dan berbagai lembaga keilmuan, kemampuan untuk bisa membuat artikel ilmiah menjadi sebuah persyaratan tersendiri guna menapaki jenjang-jenjang tertentu.

Artikel ilmiah merupakan salah satu jenis dari karya tulis ilmiah, yang berfungsi untuk melaporkan temuan-temuan keilmuan teranyar – biasa digunakan untuk memberikan laporan secara singkat dan padat mengenai hasil suatu penelitian.

Dikarenakan sifatnya yang lebih simpel dan ringkas, karya tulis ini semakin populer digunakan sebagai acuan ilmiah bagi para akademisi sekaligus media penyampai esensi temuan-temuan saintifik. Atas sifatnya itu jugalah, konten-konten ilmiah yang terkandung di dalam artikel dapat diterapkan secara praktis baik aplikatif maupun implikatif.

Dalam menulis artikel ilmiah, terdapat struktur-struktur redaksi tertentu yang perlu diperhatikan agar laporan yang kita susun dapat sesuai dengan permintaan komunitas keilmuan yang berlaku. Atas dasar itu, format penyusunan artikel ilmiah akan dibahas secara singkat nantinya, stay tune terus!

Lantas, Bagaimana dengan Jurnal Ilmiah?

Sebelum kita membicarakan mengenai format penulisan artikel, akan lebih baik jika kita terlebih dahulu membahas mengenai jurnal ilmiah. Apa sih jurnal ilmiah itu?

Jurnal ilmiah adalah ‘wadah’ yang bisa ditujukan oleh para akademisi, guna membantu upaya publikasi keilmuan mereka menjadi lebih luas lagi. Selayaknya judul-judul majalah ataupun redaksi-redaksi koran jurnalisme terkenal yang banyak diyakini oleh khalayak luas, keberadaan jurnal-jurnal ilmiah kenamaan-pun tentu akan sangat mudah dikenal oleh para penggiat keilmuan.

Karena itulah, keberadaan jurnal ilmiah akan sangat penting bagi para akademisi agar tulisan, karya dan artikel ilmiah mereka dapat diketahui dan diakui secara luas pada lingkungan keilmiahan.

Ada banyak sekali jurnal ilmiah yang ada sekarang ini. Mereka biasa berafiliasi dengan berbagai lembaga keilmuan seperti perguruan tinggi, universitas, institusi ilmiah, forum intelektual, dsb. Terdapat sebuah basis data (database) terstandar yang berfungsi untuk meng-indeks jurnal-jurnal tersebut.

Database inilah yang biasanya dijadikan rujukan dalam menentukan standar suatu jurnal dan keabsahan keilmuannya. Para akademisi-pun lantas dituntut untuk bisa semakin kritis dalam menyikapi jurnal-jurnal yang mereka tuju guna menjaga kualitas keilmiahan yang ada.

Yuk, Sekarang Kita Bahas Format Penulisan Bahasa Inggris !

Pada dasarnya, jika seseorang ingin menulis suatu artikel ilmiah, langkah pertama yang perlu disikapi adalah tujuan praktis dari penulisan itu sendiri. Beberapa pertanyaan-pertanyaan seperti: Untuk tujuan apa artikel itu dibuat?

Publikasi seperti apakah yang diinginkan? Kemanakah tujuan publikasinya? Jika ke jurnal, jurnal manakah yang akan dituju?, sekiranya perlu untuk dijawab terlebih dahulu.

Hal ini penting dikarenakan beberapa jurnal ilmiah memiliki persyaratan format penulisan yang unik serta spesifik – penulis perlu untuk mengimbuhkan berbagai persyaratan ini pada artikel ilmiah mereka.

Karakter penulisan artikel ini tidak terlepas dari sifat-sifat penulisan karya tulis ilmiah pada umumnya.

Meski begitu, seyogianya, terdapat sebuah ‘kerangka’ tersendiri yang perlu dikuasai oleh seorang penulis artikel ilmiah agar tulisan mereka dapat dikonsumsi secara saintifik. Berikut adalah kerangka umum suatu artikel ilmiah:

  • Abstrak (Abstract)

Sewajarnya jenis-jenis karya tulis yang lain, artikel ilmiah-pun pada umumnya perlu memiliki sebuah abstrak: yaitu ringkasan singkat dari karya tulis ilmiah yang ditulis (dalam hal ini artikel) atau juga bisa dalam bentuk sebuah analisis terperinci mengenai pembahasan dari konten ilmiah tertentu.

Fungsi dari abstrak adalah untuk membantu para pembaca agar mampu dengan cepat memastikan intisari dari artikel tersebut.

Dilihat dari fungsinya di atas, maka wajar jika keberadaan abstrak pada suatu karya tulis ilmiah akan selalu muncul di awal naskah – bertindak sebagai ‘ringkasan’ dari karya tulis bersangkutan. Pada abstrak-pun umum disematkan kata kunci (keyword) yang memudahkan para pembaca dan dalam pengkategorian dan pengindeksan.

  • Latar Belakang/Pendahuluan (Introduction)

Pada bagian latar belakang atau pendahuluan, penulis biasa memaparkan selayang pandang mengenai studi dan penelitian mereka.

Pada bagian ini perlu dimasukan beberapa hal seperti dasar pemikiran (background knowledge), konstruksi ide (construct ideas), lingkup masalah (problem formulation), fokus dan celah penelitian (focus and research gap), serta implikasi (implication) dari studi yang akan dilaporkan.

Beberapa latar belakang/pendahuluan biasanya terpaut tidak terlalu jauh dari apa yang ditulis pada abstrak, hanya saja pada bagian ini beberapa sumber literatur dan referensi sekiranya sudah perlu untuk disematkan oleh penulis artikel agar isu-isu plagiarisme bisa dihindarkan dan dipertanggungjawabkan.

  • Tinjauan Pustaka (Literature Review)

Di bagian ini tentu saja, seperti pada umumnya karya tulis ilmiah yang lain, perlu diimbuhkan landasan-landasan literatur.

Basis-basis teori (theorem), kerangka ilmiah (scientific structure), serta terkadang, desain dan metode penelitian (research design and methodology)-pun juga perlu disematkan disini. Bagian inilah yang juga terkadang membedakan artikel ilmiah dengan artikel kabar atau informasi lainnya.

Perlu diingat bahwa teori serta berbagai landasan literatur yang ditampilkan pada tinjauan pustaka ini merupakan hal-hal yang sekiranya bersifat paling krusial dan berpengaruh pada pelaksanaan penelitian saja. Hal-hal yang bersifat ‘sepele dan pendukung’ tidak perlu untuk diikutsertakan.

Hal ini dikarenakan sifat dari artikel yang memang perlu dijaga untuk ‘seringan mungkin’ sehingga ruang penulisan-pun menjadi terbatas – berbeda dengan karya tulis semacam skripsi, tesis atau bahkan disertasi yang memang perlu ditulis serinci mungkin.

  • Diskusi Penelitian (Research Discussion)

Maka esensi dan intisari dari artikel pun terdapat pada bagian ini. Melalui diskusi inilah, hasil-hasil temuan dari penelitian yang sudah dilakukan dapat ditampilkan.

Berbagai tabel (table), bagan dan diagram (charts), statistik (statistics), hasil wawancara (interview transcript) maupun kuesioner (questionnaire) perlu dikemas secara apik dan ringkas pada bagian ini agar pembaca mampu memahaminya tanpa mengalami kesulitan.

Selain itu, cara menampilkan berbagai ‘kemasan’ data penelitian tersebut juga perlu dilihat tingkat urgensinya, kemampuan menjawab pokok permasalahan, dan pengaruhnya baik secara teoritis maupun praktis.

  • Kesimpulan Laporan (Report Conclusion)

Bagian ini sekiranya sangat berakaitan erat dengan pembahasan penelitian yang sudah dipaparkan pada bagian diskusi.

Dari ringkasan data-data yang ditampilkan, peneliti perlu menarik sebuah kesimpulan yang dapat dimengerti secara lebih aplikatif dan implikatif oleh para pembacanya. Di bagian inilah hal itu perlu untuk ditekankan.

Selain itu juga sangat umum ditemukan pada bagian ini, keberadaan saran-saran (suggestion), bias, serta kekurangan-kekurangan studi (research liability) lainnya yang dialami pada penelitian, agar sekiranya para pembaca khususnya akademisi yang tertarik untuk meniliti topik tersebut secara lebih lanjut dapat menghindarinya.

Dan itulah kiat-kiat singkat academic writing yang dapat dijadikan sebagai pedoman awal dalam mendalami penulisan artikel ilmiah. Tentu saja dalam pelaksanaannya, format ini berlaku disemua jenis artikel ilmiah, baik yang lokal maupun internasional (Berbahasa Inggris).

Karena itu, pengusaan Bahasa Inggris yang baik-pun sudah bukan lagi hanya sekedar menjadi syarat melainkan sebuah kebutuhan yang tidak perlu lagi dibahas secara mendalam.

Feeling Lonely Artinya dan Cara Ekspresinya dalam Bahasa Inggris

Feeling lonely artinya adalah perasaan kesepian yang dialami ketika seseorang merasa sendirian, meskipun mungkin dikelilingi oleh orang lain.

Kamu mungkin pernah merasa seperti ini saat merasa tidak terhubung dengan orang di sekitarmu, dan hal ini bisa terjadi di berbagai situasi, baik di rumah, pekerjaan, atau lingkungan sosial lainnya.

Lister mengetahui kalau feeling lonely artinya bukan hanya soal fisik sendirian, tetapi lebih tentang emosi yang membuat kamu merasa terisolasi atau tidak dipahami oleh orang lain.

Feeling lonely artinya

Apa itu feeling lonely? Secara sederhana, feeling lonely adalah perasaan kesepian yang bisa datang ketika kamu merasa terputus dari orang lain, bahkan saat kamu sedang bersama mereka.

Kesepian adalah kondisi emosional yang muncul saat kebutuhan sosial seseorang tidak terpenuhi.

Loneliness atau lonely artinya adalah rasa hampa dan terisolasi meskipun kamu mungkin tidak secara fisik sendirian.

Feeling Lonely dalam Hubungan, Kondisi yang sedang populer

Feeling lonely dalam hubungan artinya kamu merasa terasing atau tidak terhubung secara emosional dengan pasanganmu, meskipun kalian mungkin sering bersama.

Ini bisa terjadi karena kurangnya komunikasi, ketidakhadiran emosional, atau harapan yang tidak terpenuhi dalam hubungan.

Lister menekankan pentingnya memahami arti feeling lonely dalam hubungan untuk mengatasi rasa kesepian ini dan memperbaiki komunikasi bersama.

Ini berlaku bukan hanya untuk pasangan saja, melainkan dengan hubungan pertemanan, persahabatan, kakak beradik dan lainya.

Contoh Kalimat dengan Frasa Feeling Lonely

Lister memahami bahwa feeling lonely sering kali menjadi emosi yang sulit dijelaskan.

Melalui artikel ini, Lister akan memberikan beberapa contoh kalimat dengan frasa “feeling lonely” untuk membantu kamu lebih memahami dan mengekspresikan perasaan tersebut dalam berbagai situasi.

  1. “I’ve been feeling lonely ever since my best friend moved away.”
    (Aku merasa kesepian sejak sahabatku pindah.)
  2. “After the breakup, I couldn’t shake off the feeling lonely sensation.”
    (Setelah putus, aku tidak bisa menghilangkan perasaan kesepian itu.)
  3. “Even in a crowd, sometimes I find myself feeling lonely.”
    (Bahkan di tengah keramaian, kadang aku merasa kesepian.)
  4. “She admitted to feeling lonely despite having a busy social life.”
    (Dia mengakui merasa kesepian meskipun memiliki kehidupan sosial yang sibuk.)
  5. “During the holidays, many people start feeling lonely, especially if they’re away from family.”
    (Selama liburan, banyak orang mulai merasa kesepian, terutama jika mereka jauh dari keluarga.)
  6. “John said he was feeling lonely after his children moved out of the house.”
    (John mengatakan dia merasa kesepian setelah anak-anaknya pindah dari rumah.)
  7. “I’ve been feeling lonely since I started working from home.”
    (Aku merasa kesepian sejak mulai bekerja dari rumah.)
  8. “Feeling lonely is a common experience when you’re adjusting to a new environment.”
    (Merasa kesepian adalah pengalaman yang umum ketika kamu sedang menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.)
  9. “Despite having many friends, she often talks about feeling lonely inside.”
    (Meskipun memiliki banyak teman, dia sering berbicara tentang merasa kesepian di dalam hati.)
  10. “I didn’t expect to be feeling lonely after such a fun weekend.”
    (Aku tidak menyangka akan merasa kesepian setelah akhir pekan yang menyenangkan.)

Kata-Kata dan Quotes tentang Feeling Lonely

Kamu bisa menemukan banyak kata-kata atau quotes yang menggambarkan perasaan lonely atau kesepian. Berikut beberapa di antaranya yang mungkin bisa menggambarkan perasaan kamu:

“Sometimes you need to be alone. Not to be lonely, but to enjoy your free time being yourself.”
“The worst feeling isn’t being lonely, it’s being forgotten by someone you’d never forget.”
“Loneliness is not being alone, it’s the feeling that no one cares.”
“It’s sad when someone you know becomes someone you knew.”
“Being surrounded by people doesn’t guarantee that you won’t feel lonely.”

Feeling lonely artinya

Ada juga beberapa lagu yang menyatakan feeling lonely dalam hubungan yang bisa dipelajari struktur kalimat dalam bahasa asing.

Lagu-lagu seperti “Lonely” dari Justin Bieber dan “Hello” dari Adele menggambarkan perasaan kesepian dengan cara yang dalam dan menggugah.

beberapa kutipan lagu yang menggambarkan perasaan feeling lonely beserta terjemahannya:

  1. Justin Bieber – “Lonely”
    • “What if you had it all, but nobody to call? Maybe then you’d know me.”
    • Terjemahan: “Apa gunanya punya segalanya, tapi tidak ada yang bisa dihubungi? Mungkin saat itu kamu akan mengerti aku.”
  2. Adele – “Hello”
    • “Hello from the other side, I must have called a thousand times to tell you I’m sorry for everything that I’ve done.”
    • Terjemahan: “Halo dari seberang, aku pasti sudah menelepon ribuan kali untuk mengatakan aku minta maaf atas semua yang telah kulakukan.”
  3. Billie Eilish – “When the Party’s Over”
    • “I could lie, say I like it like that, like it like that.”
    • Terjemahan: “Aku bisa berbohong, mengatakan aku menyukainya seperti itu.”
  4. Alone – Alan Walker
    • “If this night is not forever, at least we are together. I know I’m not alone.”
    • Terjemahan: “Jika malam ini tidak selamanya, setidaknya kita bersama. Aku tahu aku tidak sendirian.”

Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan di Bahasa Indonesia

Perbedaan pertumbuhan dan perkembangan seringkali menjadi rancu. Keduanya memang berjalan beriringan dan saling terkait, namun memiliki esensi yang berbeda.

Memahami perbedaan ini krusial, terutama bagi orang tua dan pendidik, agar dapat memberikan stimulasi yang tepat bagi anak sesuai tahapan usianya. 

Apa Perbedaan Antara Pertumbuhan dan Perkembangan?

Banyak yang masih bingung dengan istilah pertumbuhan dan perkembangan dalam bahasa Indonesia.

a. Arti pertumbuhan dalam bahasa Indonesia

Pertumbuhan adalah proses perubahan fisik yang dapat diukur secara kuantitatif. Pertumbuhan melibatkan pertambahan ukuran, volume, dan massa.

Contohnya adalah bertambahnya tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, dan jumlah gigi.

Pertumbuhan bersifat kuantitatif karena dapat diukur dengan angka dan satuan, misalnya sentimeter, kilogram, dan jumlah.

b. Arti perkembangan dalam bahasa Indonesia

Perkembangan mencakup perubahan kualitatif yang terjadi pada fungsi organ, kematangan fisik, emosi, pikiran, dan kemampuan individu.

Perkembangan lebih sulit diukur karena bersifat kualitatif dan tidak selalu tampak secara fisik.

Contohnya adalah kemampuan berbicara, berjalan, berpikir logis, memecahkan masalah, dan mengendalikan emosi.

Mari kita lihat Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan dengan membayangkan sebuah pohon yang baru saja tumbuh dari biji kecil. Awalnya, ia hanyalah sebuah tunas mungil dengan beberapa helai daun.

Seiring berjalannya waktu,  pohon tersebut mulai mengalami pertumbuhan. Batangnya bertambah tinggi menjulang, cabang-cabangnya memanjang dan bercabang lagi, daun-daunnya bertambah lebar dan lebat, menyerap sinar matahari untuk menghasilkan energi. 

Akar-akarnya pun  menjalar  jauh  ke  dalam  tanah,  mencari  nutrisi  dan  menopang  batang  yang  semakin  besar.

Semua  perubahan  fisik  ini,  yang  dapat  diukur  dan  diamati  secara  langsung,  merupakan  contoh  pertumbuhan.

Namun,  perubahan  pada  pohon  tidak  hanya  terbatas  pada  aspek  fisik  saja.  Setelah  mencapai  usia  tertentu,  pohon  tersebut  mulai  menunjukkan  perkembangan. 

Kuncup-kuncup  bunga  bermunculan,  mekar  dengan  indah,  dan  menebarkan  aroma  harum.  Bunga-bunga  itu  kemudian  berubah  menjadi  buah  yang  ranum  dan  berisi  biji. 

Biji-biji  itu  nantinya  akan  jatuh  ke  tanah,  tumbuh  menjadi  pohon  baru,  dan  melanjutkan  siklus  kehidupan. 

Kemampuan  pohon  untuk  berbunga,  berbuah,  dan  menghasilkan  biji  merupakan  contoh  perkembangan,  yaitu  perubahan  kualitatif  pada  fungsi  dan  kemampuan  pohon.

Jadi,  Apa Perbedaan Antara Pertumbuhan dan Perkembangan? itu  merupakan  dua  proses  yang  berbeda  namun  saling  melengkapi. 

Pertumbuhan  berfokus  pada  perubahan  fisik  yang  dapat  diukur,  sedangkan  perkembangan  mencakup  perubahan  kualitatif  dalam  fungsi  dan  kemampuan. 

Keduanya  sama-sama  penting  bagi  kelangsungan  hidup  sebuah  pohon,  dan  juga  bagi  manusia.

Tabel Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan

Untuk memudahkan kamu memahami perbedaan pertumbuhan dan perkembangan, maka bisa cek tabel di bawah ini.

Faktor PembedaPertumbuhanPerkembangan
DefinisiPerubahan fisik yang dapat diukurPerubahan kualitatif pada fungsi dan kemampuan
SifatKuantitatifKualitatif
PengukuranDapat diukur (angka, satuan)Sulit diukur
ContohTinggi badan, berat badan, lingkar kepalaKemampuan motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional
WaktuTerjadi pesat di masa anak-anak dan remajaBerlangsung sepanjang hayat
Faktor yang MempengaruhiNutrisi, genetik, hormonStimulasi, lingkungan, pengalaman, interaksi sosial

Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan

Apa Saja Contoh Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan?

Untuk lebih memahami perbedaan pertumbuhan dan perkembangan, mari kita lihat beberapa contoh konkret dalam berbagai tahapan usia:

Contoh Pertumbuhan:

  • Bayi (0-1 tahun):
    • Pertambahan berat badan: Bayi yang sehat akan mengalami peningkatan berat badan secara signifikan setiap bulannya. Dokter akan memantau berat badan bayi secara berkala untuk memastikan pertumbuhannya sesuai dengan kurva pertumbuhan.
    • Pertambahan panjang badan: Panjang badan bayi juga diukur secara rutin. Peningkatan panjang badan menunjukkan pertumbuhan tulang dan otot yang sehat.
    • Lingkar kepala: Lingkar kepala bayi diukur untuk memantau pertumbuhan otak. Perkembangan lingkar kepala yang normal menunjukkan perkembangan otak yang sehat.
    • Tumbuh gigi: Munculnya gigi susu pertama merupakan salah satu tanda pertumbuhan fisik pada bayi.
  • Anak-anak (1-6 tahun):
    • Peningkatan tinggi badan: Tinggi badan anak diukur secara berkala, biasanya setiap tahun. Peningkatan tinggi badan yang signifikan terjadi pada masa anak-anak.
    • Perkembangan fisik: Proporsi tubuh anak juga berubah, misalnya kaki dan tangan menjadi lebih panjang.
  • Remaja (12-18 tahun):
    • Perubahan fisik saat pubertas: Remaja mengalami perubahan fisik yang signifikan akibat hormonal. Pada perempuan, terjadi pertumbuhan payudara, pinggul melebar, dan menstruasi. Pada laki-laki, terjadi pertumbuhan jakun, suara memberat, dan tumbuh rambut di wajah.

Contoh Perkembangan:

  • Bayi (0-1 tahun):
    • Motorik kasar: Bayi belajar mengangkat kepala, tengkurap, merangkak, duduk, berdiri, dan berjalan.
    • Motorik halus: Bayi belajar menggenggam benda, memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain, dan menunjuk.
    • Bahasa: Bayi mulai mengoceh, menirukan suara, dan mengucapkan kata-kata sederhana.
    • Kognitif: Bayi belajar mengenali wajah, membedakan suara, dan memahami konsep objek permanen (benda tetap ada meskipun tidak terlihat).
    • Sosial-emosional: Bayi belajar tersenyum, menangis untuk mengekspresikan kebutuhan, dan membangun ikatan dengan pengasuh.
  • Anak-anak (1-6 tahun):
    • Bahasa: Kosakata anak bertambah pesat, mereka mulai berbicara dalam kalimat sederhana dan berkomunikasi dengan orang lain.
    • Kognitif: Anak belajar mengenal warna, bentuk, huruf, dan angka. Mereka juga mulai mengembangkan imajinasi dan kreativitas melalui bermain.
    • Sosial-emosional: Anak belajar berbagi, bekerja sama, dan mengikuti aturan. Mereka juga mulai mengembangkan kemandirian dan rasa percaya diri.
  • Remaja (12-18 tahun):
    • Kognitif: Remaja mampu berpikir abstrak, memecahkan masalah kompleks, dan membuat keputusan secara mandiri.
    • Sosial-emosional: Remaja mulai mencari jati diri, membangun hubungan dengan teman sebaya, dan mengembangkan nilai-nilai moral.
  • Dewasa (18 tahun ke atas):
    • Kognitif: Kemampuan berpikir kritis, analitis, dan memecahkan masalah terus berkembang.
    • Sosial-emosional: Individu dewasa membangun hubungan yang lebih mendalam, mengembangkan karir, dan berkontribusi pada masyarakat.

Penting untuk diingat bahwa setiap individu memiliki kecepatan pertumbuhan dan perkembangan yang berbeda.

Faktor genetik, lingkungan, dan stimulasi berperan penting dalam menentukan perkembangan setiap individu.