5 Karakteristik Penentu Memilih Jurusan Kuliah

Salah satu hal penting yang tidak kalah membuat bingung saat ingin melanjutkan studi adalah jurusan.

Pasalnya, perkara jurusan ini sangat berpengaruh dalam kehidupan seseorang yang mempelajarinya sekaligus tidak mudah untuk memilihnya.

Jurusan kuliah artinya kajian bidang ilmu pengetahuan yang ingin kamu pelajari secara akademis.

Tujuannya adalah menyiapkan diri agar siap di dunia kerja dengan bekal ilmu tersebut.

Jadi, ini akan sangat mempengaruhi kehidupan kamu di masa depan. Pikirkan dengan matang jurusan apa yang benar-benar kamu inginkan. Jika bimbang, kamu boleh berkonsultasi pada orang-orang yang kamu percaya ataupun menyewa jasa konsultan pendidikan.

Untuk menambah pengetahuan terkait hal ini, Lister sudah merangkum 5 jenis karakteristik seseorang dalam menentukan jurusan kuliahnya. Lima karakteristik ini adalah apakah seseorang memiliki sifat idealis, realistis, ambisius, oportunis, strategis.

Tipe Idealis

Jika seseorang memiliki sifat idealis, maka pemilihan jurusan biasanya ditentukan berdasarkan minat bidang yang akan dipelajari dan yang bisa memberikan ilmu sesuai dengan cita-citanya. Memilih jurusan di kampus yang tidak terlalu populer tidaklah mengapa, yang penting jurusan tersebut diajar oleh para pengajar yang ahli dalam bidangnya. Orang idealis juga ingin belajar di lingkungan yang mendukung. Maka lokasi yang benar-benar nyaman untuk belajar, menjadi salah satu faktor penentu pilihan.

Tipe Realistis

Sementara bagi mereka yang realistis, pemilihan jurusan dan kampus didasarkan pada kemampuan dirinya. Mereka tidak akan mengejar jurusan atau kampus dengan peringkat yang tinggi, sangat populer, namun punya persyaratan berat untuk bisa masuk. Yang paling penting jurusannya sesuai dengan apa yang dia butuhkan, kampusnya tidak terlalu menuntut mahasiwanya untuk sangat cemerlang, sehingga dia bisa membagi waktu yang cukup antara belajar dengan mencari pengalaman di luar akademis.

Tipe Oportunis

Tipe berikutnya adalah mereka yang oportunis. Yang masuk kategori ini adalah orang-orang yang menempatkan kuliah ke luar negeri lebih sebagai sarana untuk mencapai tujuan lain yang lebih besar. Biasanya mereka akan memilih jurusan dan kampus dengan jumlah mata kuliah yang sedikit atau dengan mata kuliah yang relatif mudah mereka pelajari. Waktu luang yang mereka punya akan dimanfaatkan untuk mencari uang, pengalaman, relasi, dan bersenang-senang.

Tipe Ambisius

Ambisius Lain lagi dengan tipe ambisius. Tipe ini tau bahwa kuliah di luar negeri adalah kesempatan besar bukan cuma untuk menimba ilmu, tetapi juga berjejaring, dan meningkatkan karir. Oleh karena itu biasanya tipe ini akan mengincar jurusan dan kampus terbaik dan ternama di sebuah negara. Mereka siap akan konsekuensi bekerja keras untuk bisa masuk ke jurusan tersebut dan lulus dengan nilai yang baik.

Tipe Strategis

Tipe lainnya adalah orang-orang yang strategis. Mereka memilih jurusan bukan karena mereka suka atau sesuai dengan latar belakang mereka, tetapi melihat yang dibutuhkan di masa sekarang dan yang akan datang. Mereka berani mengambil resiko lintas jurusan, atau belajar sesuatu yang sangat baru bagi mereka. Mereka juga akan mempertimbangkan faktor keterkenalan kampus, untuk bisa masuk ke jaringan di dalamnya, Nah, kamu termasuk tipe yang mana? Kenali diri kamu dan jangan sampai kamu salah mengambil jurusan karena tidak menyesuaikan dengan karakteristik diri sendiri.

Pastikan semua faktor ini telah terjawab agar kamu tidak salah jurusan. Percayalah, salah jurusan itu berat karena bisa jadi sumber kegagalan akademis dan menjadi pendorong masalah mental ketika sudah berada di luar negeri.

Sudah Kuliah ke Luar Negeri, Tapi Salah Jurusan?

Maraknya desas-desus tren kuliah ke luar negeri membuat banyak anak muda jadi latah mau kuliah di luar negeri pula.

Sebenarnya tidak salah, malah sangat bagus.

Tapi, apakah tujuannya sudah tepat atau sekadar ikut-ikutan? Artikel kali ini akan membahas fenomena kuliah ke luar negeri dan salah jurusan, pas buat yang lagi galau nih!

Kuliah ke Luar Negeri itu Bukan Piknik

Menempuh studi di luar negeri, apalagi diterima di universitas bergengsi katakanlah Universitas Sorbonne, Perancis tentu sangat membanggakan. Apalagi membayangkan bahwa kita adalah anak muda pertama dari kampung halaman yang bisa mengenyam pendidikan kualitas nomor wahid di dunia itu. Terlebih kita kuliah tanpa mengeluarkan biaya alias menggunakan beasiswa. Wah! Bangga sekali tentunya.

Namun, kebanggaan itu seharusnya bukan merupakan tujuan apalagi akhir dari perjalanan.

Jangan dibayangkan ketika sepulang dari luar negeri itu langsung berubah hidupnya, jadi kaya mendadak dan hidup nyaman.

Dosen saya pernah berkata hidup adalah perjuangan, jadi selepas mendapatkan gelar master ya tetap berjuang namanya juga hidup.

Punya Tujuan Hidup

Seseorang yang sudah memutuskan untuk menempuh kuliah di luar negeri, sedari awal sudah harus merumuskan apa tujuannya setelah selesai nanti kuliah dan apa yang akan dicapai.

Hal itu penting karena akan mempengaruhi persiapan dan perjalanan studi kita. Sebab harus diingat, sekolah (di LN) itu bukan piknik, yang hanya dijalani satu minggu. Lalu setelah kita merasa fresh, bisa kembali ke kehidupan nyata kita. Sekolah itu bagian dari hidup kamu. Dia adalah kehidupan itu sendiri.

Bila sudah menemukan tujuan, barulah persiapan untuk kuliah di luar negeri dilakukan. Pilihan mengenai jurusan dan universitas, ditentukan berdasarkan tujuan tersebut. Dalam hal ini, passion sangat penting.

Punya Tujuan Hidup

Seseorang yang sudah memutuskan untuk menempuh kuliah di luar negeri, sedari awal sudah harus merumuskan apa tujuannya setelah selesai nanti kuliah dan apa yang akan dicapai.

Hal itu penting karena akan mempengaruhi persiapan dan perjalanan studi kita. Sebab harus diingat, sekolah (di LN) itu bukan piknik, yang hanya dijalani satu minggu. Lalu setelah kita merasa fresh, bisa kembali ke kehidupan nyata kita. Sekolah itu bagian dari hidup kamu. Dia adalah kehidupan itu sendiri.

Bila sudah menemukan tujuan, barulah persiapan untuk kuliah di luar negeri dilakukan. Pilihan mengenai jurusan dan universitas, ditentukan berdasarkan tujuan tersebut. Dalam hal ini, passion sangat penting.

Cara Menghindari Salah Jurusan

Lalu bagaimana cara menghindari salah jurusan? Tentu melakukan analisa beberapa faktor seperti negara tujuan, peminatan, kemampuan finansial, dan kesesuaian jurusan kuliah dengan latar belakang ilmu sebelumnya.

Mengapa negara tujuan penting? Karena kuliah di Amerika tentu berbeda dengan di Inggris, Singapura, Australia, atau negara lainnya. Kenali bagaimana sistem pendidikan di sana melalui website kampus, webinar perkuliahan di luar negeri, bertanya pada alumni, atau mengikuti mentoring kuliah di luar negeri.

Selanjutnya tanyakan kepada diri sendiri, apakah jurusan tersebut sesuai dengan minat atau tidak. Karena kalau kita menyukai jurusannya, kuliah akan lebih bersemangat.

Selain itu, kemampuan finansial juga harus diperhitungkan. Kampus populer biasanya mematok biaya lebih tinggi dari kampus yang biasa saja. Dan kalau memang dananya tidak ada, kamu harus mencari beasiswa. Kesesuaian jurusan dengan latar belakang pendidikan sebelumnya atau pekerjaan saat ini juga menjadi penting.

Jika kita sudah pernah belajar jurusan itu sebelumnya atau bekerja di bidang tersebut, maka akan menjadi modal besar untuk menakklukan pembelajaran di luar negeri.

5 Mitos Belajar Bahasa Asing yang Harus Dibasmi Para Pemula!

Saat belajar bahasa baru kita dihadapkan pada banyak pilihan, mau otodidak atau ikut kursus dimana keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Setelah itu, berbagai mitos pun terkadang menjadi penghambat kita sebagai pembelajar pemula untuk terus melakukan progress. Padahal beberapa hal itu tak perlu dipercaya! Simak 5 mitos belajar bahasa asing yang sudah Lister rangkum sampai akhir ini ya!

“Jika kamu sudah memutuskan suatu pilihan, maka bertanggung-jawablah dengan pilihan itu.”

Belajar Langsung ke Negaranya

Mitos yang pertama adalah kamu harus pergi ke negara itu untuk belajar bahasa. Jika kamu memiliki kesempatan dan kemauan untuk mengunjungi negara yang bersangkutan, itu adalah ide yang sangat bagus fellas. Pasalnya, memang benar, cara cepat menguasai bahasa asing adalah kamu datang dan berinteraksi secara langsung dengan orang-orang yang menggunakan bahasa itu.

Tapi, itu bukan satu-satunya cara!

Kamu tidak diharuskan untuk pergi ke negara tertentu dan tinggal di sana hanya untuk belajar bahasa. Karena hal ini akan sangat menguras biaya dan ongkos yang harus kamu tanggung. Bayangkan saja, berapa biaya yang harus kamu keluarkan jika berencana ke Belanda atau Jerman hanya untuk belajar bahasanya saja?

Solusi alternatif terbaik untuk mengatasi masalah itu adalah dengan berkomunikasi secara langsung dengan teman yang telah menguasai keterampilan bahasa atau langsung berkomunikasi dengan seorang guru yang akan membimbing kamu.

Jadi Ekstrovert Supaya Lebih Cepat Lancar Berbahasa

Apakah memang harus menjadi ekstrovert dulu untuk lancar berbahasa asing? Jawabannya tidak. Ini adalah mitos tentang belajar bahasa asing yang tidak perlu kamu percayai.

Dulu ketika masih mencoba belajar bahasa Inggris, saya juga berpikir dan sedikit terpengaruh mitos itu sehingga malah menyurutkan semangat untuk menguasainya. Pelan namun pasti, saya mencoba menata hati dan mencari gaya belajar yang cocok sampai akhirnya bahasa Inggris bisa dikuasai.

Mungkin memang benar, orang dengan kepribadian introvert lebih mudah merasa canggung dan gelisah saat bertemu dengan orang-orang asing. Sedangkan orang-orang dengan kepribadian ekstrovert cenderung lebih banyak berbicara dengan semua orang.

Disitulah muncul gap yang membuat berpikir apakah harus menjadi ekstrovert dulu baru lancar berbahasa asing karena mungkin kita melihat teman-teman esktrovert yang terlihat lebih cepat lancar. Kenyataanya tidak mesti harus begitu.

Poin pentingnya adalah kelebihan sifat banyak bicara yang dimiliki ekstrovert sangat memudahkan mereka untuk melatih kemampuan bahasa asing yang sedang dipelajari. Namun, tekad kuat dan komitmen lah yang lebih penting. Jangan pernah membiarkan kekurangan yang dimiliki menjadi halangan untuk belajar bahasa baru ya!

Tidak Belajar Bahasa Baru Karena Sudah Terlalu Tua

Usia memang selalu menjadi masalah krusial yang sering membuat orang merasa ragu-ragu untuk mempelajari sesuatu yang baru. Padahal usia hanyalah salah satu faktor yang mempengaruhi kecepatan belajar seseorang.

Adapun faktor lain yang mempengaruhi kemampuan belajar yaitu lingkungan belajar dan motivasi internal dari dalam diri.

Cukup Belajar Satu Jenis Bahasa Asing Saja

Saat ini bahasa asing yang banyak digunakan oleh banyak orang di dunia adalah bahasa Inggris. Sekitar 25% populasi di dunia menggunakan bahasa Inggris untuk melakukan percakapan dengan orang lain.

Tapi, jangan hanya fokus untuk mempelajari bahasa Inggris saja ya. Di dunia dengan keberagaman budaya, bisnis, serta hiburan akan sangat membutuhkan keahlian berbahasa asing yang lain.

Tak Punya Cukup Waktu Untuk Memulai

Mitos yang satu ini sangat tidak boleh kamu percaya. Masalah tidak punya cukup waktu adalah alasan klasik orang-orang yang tidak memiliki skala prioritas dalam hidupnya. Apakah kamu juga?

Sebab, jika belajar bahasa asing termasuk dalam daftar yang penting untuk dikerjakan, maka kamu pasti akan memiliki waktu untuk mempelajari hal tersebut. Setuju?

Belajar Apa Saja Jadi Mudah, Kalau Kamu Paham Cara Ini

Sebagai manusia yang hidup di dunia, kita dituntut untuk belajar terus menerus tiada henti. Ya, mempelajari apapun itu mengikuti perkembangan dunia yang semakin maju.

Hal ini dikarenakan memiliki bekal ilmu yang cukup, akan membuat seseorang lebih bijak dalam bersikap maupun bertindak. Tak hanya itu, dengan berilmu, kita juga akan lebih hati-hati dalam menjalani kehidupan.

Ilmu tidak harus kita dapatkan di bangku sekolah atau perkuliahan lho, namun kita bisa mendapatkan ilmu darimana saja, bahkan dari sebuah obrolan dengan seseorang di tempat yang tidak kita duga.

Itulah mengapa, penting bagi seseorang mencari ilmu dengan baik, tekun, dan sepanjang hayat. Selain itu, dalam mencari ilmu juga harus penuh semangat dan tidak mudah menyerah.

Sebagai makhluk sosial memiliki ilmu pengetahuan adalah sebuah keharusan. Dengannya, kita dapat menjalani kehidupan dengan baik dan benar serta menggapai segala impian yang dimilki.

Henry Ford pernah berkata, “siapa saja yang berhenti untuk terus belajar, maka ia bisa dikatakan sudah tua.”

Begitu pula, Harvard Health Publications mengungkapkan bahwa, tingkat pendidikan formal yang lebih tinggi berkaitan dengan fungsi mental yang lebih baik di masa tua nanti.

Seperti itulah pentingnya belajar dan terus meningkatkan keilmuan yang dimiliki karena membuat otak dan mental lebih sehat di masa senja.

Teknik Sederhana Untuk Belajar Apapun Lebih Baik

Setelah memahami pentingnya belajar, pasti kita jadi merasa semangat untuk terus mencoba hal baru, bukan?

Tapi, terkadang sulit juga untuk memahami ilmu atau keahlian baru yang sedang dipelajari, bukannya makin bisa eh malah makin desperate!

Pernah begitu?

Seorang fisikawan dari Amerika, Richard Feynman yang memenangkan penghargaan Nobel di bidang fisika pada tahun 1965 telah mengembangkan teori seni belajar atau dikenal dengan The Feynman Learning Technique.

Formula The Feynman Learning Technique diyakini dapat membantu memahami sebuah informasi sulit , ilmu pengetahuan baru, dan ide kompleks ke dalam hal-hal yang mudah diterapkan.

Formula seperti ini dapat kamu terapkan tatkala berproses mempelajari sebuah keahlian baru lebih mudah dan cepat. Lalu, bagaimana caranya? Simak pembahasan di bawah sampai akhir ya!

7 Cara Belajar Apapun lebih Cepat Dengan Mengajar

“I hate this topic! I don’t understand it and I’m never going to! And even if I did, how am I supposed to remember this anyway, huh?”

Proses belajar memang tidak mudah terlebih jika kamu harus mempelajari materi yang tidak kamu sukai. Pernah merasakan hal itu?

Lalu bagaimana cara mensiasatinya? Pada bagian ini Lister sudah merangkum teknik mengatasi masalah tersebut dari fisikawan Amerika, Richard Feynman.

Pernah mendengar ungkapan seperti “when we teach, we learn?”

Beberapa hal yang akan kamu dapatkan ketika belajar dengan mengajar:

  • Terdorong untuk meninjau kembali hal yang dipelajari
  • Terdorong untuk mengorganisir pengetahuan yang dimiliki
  • Membantu menemukan gap/celah untuk melakukan perbaikan pada materi yang belum dipahami
  • Tercipta proses belajar yang lebih practicalrewarding, dan meaningful.

Ambil Satu Topik dan Buat List Pertanyaan Kamu Tentang Topik Itu

Langkah utama menerapkan formula ini adalah menentukan satu topik yang hendak kamu pelajari dan buatlah pertanyaan sebanyak-banyaknya. Untuk apa? Untuk men-trigger otak agar berpikir lebih jauh dan mencari pemahaman tentang ilmu baru tersebut.

Pilih satu tema dari daftar tersebut dan tulis di atas kertas kosong

Pada langkah ini, tulis segala sesuatu yang kamu pahami dari tema itu. Coba biarkan hal itu mengalir tanpa membuka buku catatan atau mencari di halaman pencarian terlebih dahulu.

Nah, ketika sudah benar-benar tidak tahu, kamu boleh melengkapi kekosongan dengan membuka buku catatan.

Membayangkan sedang mengajarkan konsep tersebut pada orang lain

Kemudian, lakukan langkah selanjutnya yaitu menciptakan ruangan atau kamar yang terdapat whiteboard untuk memulai mengajar konsep itu. Bagaimana jika tidak ada orang lain yang mau mendengarkan kita?

Lakukan saja sendiri tidak masalah. Lalu, bayangkan pertanyaan seperti apa yang akan muncul dalam benak mereka serta bagaimana konsep ini akan relate kepada kehidupan mereka.

Identifikasi hal – hal yang masih belum bisa kamu jelaskan dengan baik

Tahap ini adalah tahap dimana kita mengevaluasi diri pada bagian apa kita sulit menjelaskan sehingga harus dipelajari lagi.

Pelajari lagi konsep itu dan explore cara lain untuk menjelaskannya

Buka kembali catatan bukunya, browsing, bertanya pada guru atau mentor untuk menjelaskan secara lebih simpel.

Lalu ulangi step 2 dan 3.

Menyederhanakan penjelasan menggunakan kata simpel dan analogi

Sampai di tahap 6 ini seharusnya kamu sudah mampu menjelaskan konsep tersebut dengan baik. Selamat!

Saatnya tantang diri kamu sendiri untuk kembali menjelaskan dengan cara yang lebih simpel dari sebelumnya. Gunakan kata-kata yang lebih mudah dipahami, disertai analogi yang visual.

Proses ini akan membantu menanamkan konsep pada otak dan mengubah pemahaman kamu dari baik menjadi sangat baik!

Ajarkan konsep yang telah kamu pelajari pada orang lain

Jadilah mentor atau guru. Tulislah buku atau artikel yang membahas konsep tersebut. Mulailah bersenang-senang dengan membagi informasi itu pada orang-orang yang membutuhkan.

“If you can’t explain something simply, you dont understand it well enough.”Albert Einsten

Itulah beberapa formula The Freynman Technique yang bisa kamu coba, fellas. Selamat mencoba!

Cara Mudah Belajar Bahasa Asing Paling Efektif dan Cepat

Apakah kamu sedang mencari cara yang tepat untuk belajar bahasa asing? Apakah selama ini telah menggunakan metode yang tidak efektif dan progres yang tidak terarah?

Jangan buang waktu lagi! Kami sudah merangkum formula yang paling efektif dan cepat untuk belajar bahasa asing sekaligus, terbukti berhasil. Penasaran? Simak artikel pembahasan ini sampai akhir ya fellas.

Lagi-lagi perkara motivasi ini bukan hal yang baru untuk terus ditingkatkan para pembelajar bahasa. Kenapa?

Daya juang vs passion

The power of preseverence vs the power of passion

Mungkin alasan kamu mempelajari bahasa asing adalah karena kegemaran, passion, atau hobi. Sehingga di awal-awal semangat kamu sangat tinggi, seperti setiap hari kamu mengalokasikan dua jam untuk meng-upgrade kemampuan. Lalu, berjalan beberapa bulan, kesulitan demi kesulitan menerpa akhirnya kamu tergoda. Semangat juang mulai luntur dan akhirnya kamu menyerah, perjuangan pun selesai.

Perjalanan seorang pembelajar bahasa itu sangat kompleks, bisa jadi lebih sulit dari lika-liku seseorang yang sedang mencari pasangan sejati lho. Artinya semangat yang disertai ketekunan atau daya juang sangat diperlukan untuk berhasil melewati proses ini.

“Hidup bukanlah seperti lomba lari sprint, tapi seperti marathon”. Artinya, hidup ini bukanlah tentang siapa yang paling cepat, tapi siapa yang mampu bertahan hingga akhir.

Tujuan Belajar Bahasa Asing

  • Travellers

“I may travel to Japan often, so I want to at least learn the basics before doing so.” — Vinny

”I want to learn so that I’m more eligible to go for an exchange program.” — Nick

“To never expand your horizons to other places is like being a bird but never opening your wings.” — Trinity

  • Cultural explorers

“I love Japan a lot, both the history of it, and even anything and everything there now, therefore I’d like to learn Japanese to be able to understand it more, and better.” — Ziggy

“I’ll be able to access to a whole new array of film, music and literature, and a greater understanding of the history and culture of Japan.” — Eman

“The pleasant feeling of being able to communicate your ideas further and explore different mindsets.” — Scylla

  • Fun seekers

I thought learning a new, completely abstract, language from English would be fun.” — William

“I don’t really have an actual motive. It seems like a fun language to learn in general.” — Waf

  • Brain trainers

“Learning a foreign language is important because you exercise your brain and train it to think differently.” — Kelly

Belajar bahasa asing sangat baik untuk melatih otak agar mampu berpikir dengan cara yang berbeda.

  • Career seekers

Jika kamu sedang mencari pekerjaan di negara yang menggunakan bahasa asing yang telah kamu pelajari, tampaknya hal tersebut akan menjadi keuntungan tersendiri bukan? Kemampuan berbicara menggunakan bahasa asing dapat menjadi bukti bahawa kamu memiliki kesadaran akan budaya, terbuka, dan komunikasi yang baik dimana hal tersebut sangat penting di era ekonimi modern seperti saat ini.

Manfaat Belajar Bahasa Asing

Setelah membahas tujuan dari kenapa sih kamu harus susah payah belajar bahasa asing? Setelah membaca tulisan diatas, kamu sudah memiliki gambaran tujuan dari kamu belajar fellas?

Kalau belum dan masih membutuhkan motivasi, kamu bisa mulai memahami manfaat-manfaat yang didapat saat memiliki keahlian ini! Karena ternyata belajar bahasa asing juga memiliki banyak sekali manfaat lho. Seperti penjelasan di bawah ini!

Manfaat Belajar Bahasa Asing bagi Otak

Memang ada banyak sekali manfaat belajar bahasa asing untuk otak yang tidak terbantahkan. Melansir dari leadwithlanguages.org, seseorang yang mampu berbicara lebih dari satu bahasa telah terbukti memiliki memori yang lebih baik, kemampuan problem-solving dan critical-thinking skills, memperkuat konsentrasi, kemampuan multitasking, dan pendengaran yang jauh lebih baik. Jadi makin nggak sabar belajar ya fellas?

Usia Terbaik Anak Belajar Bahasa Asing

Lalu, pada usia berapakah masa terbaik seseorang untuk mulai belajar bahasa asing? Mungkin kamu berpikir apakah tingkatan usia penting untuk dipertimbangkan dalam hal ini?

Sebuah studi dari MIT Amerika Serikat mengindikasikan bahwa memang ada masa-masa kritis seseorang yang belajar bahasa baru akan merasa lebih sulit. Seperti melansir dari laman techtimes.com, masa terbaik untuk anak yang ingin belajar adalah usia 10 tahun. Anak-anak yang berusia kurang dari 10 tahun akan lebih mudah dan cepat dalam menyerap informasi bahasa baru. Meski begitu, remaja yang berusia kurang dari 18 tahun juga cepat dalam menyerap informasi dan grammar dalam bahasa baru.

Cara Belajar Bahasa Asing yang Efektif & Cepat

Selanjutnya, poin pokok dari pembahasan artikel kali ini adalah tentang bagaimana cara belajar bahasa asing yang tepat dan cepat. Lister sudah merangkum beberapa cara yang bisa kamu adopsi berikut ini!

  • Cari teman baru yang sefrekuensi
  • Menonton film dan catatlah kosa kata menarik yang kamu ingin pelajari
  • Bepura-pura sedang berada di restoran dan cobalah ubah kosa kata makanan tersebut dalam target bahasa
  • Mendengarkan radio atau podcast
  • Lakukan banyak kesalahan dan belajar dari kesalahan itu!

Tahapan Belajar Bahasa Asing

Setelah cara-cara di atas sudah kamu coba, yang terakhir beberapa tahapan ini juga penting untuk dilakukan. Karena akan menentukan seberapa berhasil dalam memperjuangkan misi ini. Apa saja?

  • Be patient with your self.
  • Commit to speaking in the target language.
  • Make friends with native speakers

Jika Ingin Kuliah di US, 5 Hal Penting Wajib Kamu Persiapkan

Kuliah di US bisa menjadi kesempatan besar dalam kehidupan kamu. Jika sebuah kesempatan ini datang menghampiri, jangan pernah untuk menyia-nyiakannya. Ada banyak orang yang mungkin merasa pesimis dan takut untuk kuliah ke negeri Paman Sam ini. Namun, hal ini tidak perlu menjadi sebuah hambatan karena ada banyak hal menarik yang bisa kamu temukan ketika mengambil pendidikan di Amerika Serikat.

Langkah-langkah Kuliah di US

Dilansir dari kumparan.com, Ada beberapa langkah yang harus dipersiapkan ketika kamu akan mendaftar kuliah di Amerika, diantaranya seperti ini:

Tentukan Tujuan

Hal penting yang perlu ditentukan adalah tujuan universitas. Carilah perguruan tinggi yang tepat bukan hanya dari segi ranking tapi kamu suka seperti lokasi lingkungan, pengajaran dan prospek karir setelah lulus dari universitas tersebut. Perlu diingat, ranking universitas yang tinggi tidak menjamin seseorang sukses di masa depan.

Ikuti Tes Bahasa Inggris

Langkah berikutnya ketika akan mengambil kuliah di Amerika Serikat adalah mengambil tes English atau lainnya. Semua universitas di Amerika mewajibkan calon mahasiswa untuk mengambil IELTS/TOEFL dan sebagian besar juga mensyaratkan untuk ambil SAT bagi studi S1 serta GMAT/GRE untuk studi S2.

Skor yang diminta akan tergantung dari masing-masing universitas. Oleh karena itu, penting persiapan dari awal agar bisa mencapai skor yang dibutuhkan.

Pendaftaran

Setelah semua persyaratan dilengkapi, proses selanjutnya adalah pendaftaran. Beragamnya metode pendaftaran kadang membuat kita pusing untuk melengkapi informasi yang akurat dan unggul untuk bisa diterima di universitas yang dituju. Dengan memakai layanan konsultan pendidikan akan mengurangi beban keribetan Anda dalam proses pendaftaran.

Persiapkan anggaran

Tidak perlu dipungkiri lagi, anggaran memang merupakan hal penting dan harus dipersiapkan ketika akan kuliah di luar negeri termasuk Amerika. Jika kamu menginginkan keringanan biaya, kamu bisa memilih universitas yang menyediakan beasiswa bagi pelajar internasional.

Persiapkan visa pelajar

Setelah memutuskan pilihan universitas tujuan, selanjutnya kamu dapat mempersiapkan visa pelajar sebelum berangkat ke Amerika. Permohonan visa bisa diajukan online dan interview di Kedutaan Amerika.

Baca juga: DAFTAR KELAS BAHASA INGGRIS ONLINE DI INDONESIA

Alasan Untuk Kuliah di Amerika Serikat

Ada banyak hal menarik yang membuat banyak siswa Indonesia ingin belajar di Amerika. Mari disimak kenapa memilih Amerika sebagai tujuan untuk studi.

1. Layanan Untuk Siswa Internasional

Sebagian besar universitas di Amerika sudah terbiasa untuk menerima pelajar internasional. Oleh karenanya, universitas menyediakan layanan tambahan baik di akademis maupun non akademis agar siswa dapat melakukan transisi dengan baik dan lancar di lingkungan belajar yang baru. Masa orientasi siswa baru disiapkan sedemikian rupa agar pelajar bisa mengenal lebih baik lingkungan belajar.

2. Dukungan Fasilitas yang Baik

Jangan pernah khawatir untuk mengambil kuliah di Amerika Serikat. Universitas memberikan fasilitas dukungan sangat baik untuk siswa-siswa internasionalnya seperti perpustakaan yang nyaman, fasilitas gym atau olahraga yang lengkap, lokakarya ke lokasi yang berkaitan dengan mata kuliah yang diambil dan lainnya. Semua hal ini bisa didapatkan gratis oleh pelajar internasional yang studi di Amerika. Selain itu, siswa-siswa juga bisa mengambil kelas bahasa selain dari Inggris agar menjadi tambahan ilmu ketika siswa sudah lulus kuliah.

3. Lingkungan Akademik Fleksibel

Mengambil pendidikan di Amerika memberikan kenyamanan kepada semua mahasiswa internasional karena metode pendidikan yang sangat fleksibel. Pelajar dibebaskan untuk mengambil mata kuliah apapun di 2 tahun pertama studi S1 lalu di tahun ke 3 dan 4 baru mengambil spesifikasi mau fokus di jurusan apa. Selain itu, siswa juga bisa mengambil mata kuliah tambahan di saat musim panas sehingga ada kesempatan untuk tamat kurang dari 4 tahun.

4. Universitas di USA Merupakan Benteng Keragaman Budaya

Seperti yang kamu tahu, mahasiswa yang belajar di Amerika Serikat berasal dari berbagai macam suku, bangsa, negara, bahkan benua. Oleh karena itu, kamu bisa mengenal berbagai macam budaya ketika mengenyam pendidikan disana, mengambil nilai positif dan mengubah cara berpikir serta pandangan yang lebih baik lagi.

5. Ada Beragam Tempat Wisata Menarik

Hal yang paling membuat banyak orang tertarik untuk kuliah pada USA adalah ada banyak tempat wisata. Sembari mengenyam pendidikan, kamu bisa melakukan traveling untuk mengenal berbagai macam kebudayaan di Amerika Serikat serta jangan lupa kamu akan bisa merasakan 4 musim ketika kuliah di sini.

Mau Belajar Bahasa Asing Sekaligus? Simak Dulu 5 Trik Ini!

Di era sekarang, untuk belajar bahasa asing sekaligus, kita tidak perlu repot-repot ke negara tujuan atau keliling dunia bukan? Ada banyaak alat pembelajaran bahasa yang bisa kamu pilih, seperti apps, kelas online lister, penerjemah, flashcards online, dan ebooks.

Simak 5 trik mudah untuk belajar bahasa asing yang bisa kamu coba di bawah ini!

Pelajari kosa kata yang tepat dengan cara yang benar

Bahasa dan kosa kata adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Namun, kosakata merupakan rintangan yang paling umum dalam mempelajari sebuah bahasa (bahasa Indonesia sekalipun), dan yang paling sering membuat orang menyerah bahkan sebelum benar-benar memulai.

Kunci utama untuk mahir berbahasa asing adalah mendekatkan diri dengan kata-kata yang familiar dan sering digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Cari tahu kosakata dan frase apa saja yang paling umum digunakan oleh masyarakat saat berbicara pada bahasa asing itu— pindahkan ke dalam catatan pribadi, ikuti kelas online Lister bersama tutor ahli, dan pelajari secara rutin dengan strategi repetisi berjangka yang meningkat bertahap (satu hari sekali, dua hari sekali, empat, delapan, dst).

Pentingnya variasi kegiatan

Anti bosan dan mager kalau kamu sudah punya banyak kegiatan yang bervariasi. Coba deh variasikan materi, kegiatan, dan posisi saat belajar. Memiliki beragam kegiatan belajar sangat penting untuk menghindari kebosanan.

Jadi, jangan cuma duduk diam! Coba dengarkan podcast kursus Jerman atau radio bahasa Mandarin saat jogging sore, atau membaca koran online bahasa Italia sambil tiduran?

Selain itu, yang biasanya pakai buku teori, ganti menggunakan games bahasa interaktif. Pasti seru!

Jangan takut bicara!

Ambil setidaknya 30-60 menit untuk berbicara hanya dalam bahasa asing — Jerman, misalnya — dan sesuaikan waktu belajarnya untuk satu jenis keterampilan, misal percakapan.

Jangan cuma modal hafalin kosa kata yang bahkan tidak pernah kamu gunakan dalam percakapan lho. Wajib Praktek!

Buatlah daftar topik yang ingin kamu diskusikan dan sampaikan (hobi, film terbaru, cita-cita, rencana liburan, dst) dan pastikan bahwa percakapan tersebut terus mengalir.

Perluas daftar kosakata dengan mnemonik

Hafalan dan pengulangan memang akan mengukir ingatan yang tajam akan kosakata baru yang penting untuk kamu pelajari. Namun, bukannya tidak mungkin kamu lupa sesekali.

Metode mnemonik atau penggambaran narasi unik yang bisa dikaitkan dengan kata yang ingin diingat. Misalnya, kamu sedang belajar bahasa Spanyol dan kesulitan untuk mengingat kata kerja “caber” berarti “untuk memuat sesuatu (to fit)”. Contoh, berarti kamu bisa mengarang satu narasi visual seekor beruang besar (bear) terhimpit di jendela taksi (cab).

Komitmen dan Kosisten

Trik yang selanjutnya adalah bersikap komitmen dan konsisten dengan bahasa yang menjadi target untuk dipelajari. Tidak peduli apapun alasannya, begitu kamu sudah menetapkan niat belajar satu bahasa, berkomitmenlah dan konsisten dalam menjalaninya.

Selamat mencoba, semoga sukses!

Kamu Hobi Nulis? Selamat, Kamu Bisa Mendapatkan Penghasilan Dengan Cara Ini

Apakah selama ini kamu hobi menulis? Tahukah kamu dengan memanfaatkan hobi menulis, kamu bisa mendapatkan banyak manfaat salah satunya mendapatkan penghasilan. Pada artikel kali ini, kamu dapat menyimak cara-caranya.

Tentu banyak dari kamu yang hobi menulis kan?

Menulis merupakan salah satu hobi yang menyenangkan karena kita bisa menumpahkan pikiran kita dalam bentuk tulisan. Yuk simak 3 cara yang bisa kamu pilih.

Aktif Mengikuti lomba Menulis

Cobalah asah kemampuan menulis yang kamu miliki dengan mengikuti lomba. Ada banyak keuntungan dari mengikuti lomba loh. Dari sini, kamu bisa mengukur kemampuan kamu sudah sejauh mana sih, dan juga mengasah jiwa kompetitif yang kamu punya.

Aktif Menulis di Portal Berita Online

Apakah kamu termasuk tipe orang yang suka mengulik sebuah informasi? Mungkin kegiatan menulis di portal online bisa jadi pilihan. Beberapa situs kini sudah menyediakan ruang untuk itu, jika tulisan kamu sudah berhasil di muat, maka kamu akan mendapatkan bayaran atau honor yang lumayan! Terlebih lagi jika kamu sudah memiliki pengalaman lebih.

Menulis di Portal Novel Online

Menulis di portal novel online bisa menjadi pilihan kamu, fellas. Banyak situs yang sudah tersedia yang mau membayar tulisan kamu.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, segera menulis dan dapatkan penghasilan yang kamu mau!

Daftar Wanita Inspiratif yang Membuat Kamu Bersemangat Kuliah ke Luar Negeri

Pada tanggal 8 Maret 2021 lalu, dunia sedang memperingati hari perempuan internasional. Selamat Hari Perempuan Internasional! Hari Perempuan Internasional ditetapkan sebagai hari untuk menghargai dan merayakan semua perjuangan dan keberhasilan wanita dalam setiap bidang. Apapun bentuk usaha wanita, hari ini adalah hari untuk mengapresiasinya. Tidak sedikit wanita yang berhasil dalam karirnya. Kali ini Lister merangkum sederet wanita inspiratif yang berhasil meraih kesuksesan setelah berkuliah di luar negeri. Siapa saja?

Crystal Widjaja, Former VP of Business Intelligence & Fraud at Gojek

crystal widjaja pic
Gambar Crystal Widjaja

Wanita ini merupakan lulusan dari Universitas California at Berkeley dengan jurusan big data. Sebelumnya pernah berkarier di beberapa ekosistem startup di Silicon Valley, keinginannya untuk memberikan dampak sosial yang lebih besarlah yang mendorongnya pulang ke Indonesia, meski sudah memiliki karir cemerlang di Texas. Saat ini berstatus sebagai Founder di GenerationGirl.id. Selain itu, Crystal pernah masuk tercatat di Forbes Indonesia 30 Under 30 kategori teknologi, lho.

Dewi Nur Aisyah, SKM, MSc, PhD, DIC (Ahli Epidemiologi & Informatika)

dewi nur aisyah
Gambar Dewi Nur Aisyah

Berbekal beasiswa, Dewi melanjutkan studi S2 dengan jurusan Moderen Epidmology di Imperial College London, Inggris pada tahun 2012. Lanjut di S3 dengan jurusan Infectious Disease Epidemology and Informatics di University College London. Perempuan yang kini menjadi Pakar Informatika Penyakit Menular dan tergabung dalam Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 di tingkat nasional.

Dwi Sasetyaningtyas, CEO Sustaination

dewi
Gambar Dwi Sasetyaningtyas

Wanita inspiratif yang satu ini adalah lulusan S2 di Delft University of Technology (TU Delft) Belanda Jurusan Sustainable Energy Technology. Ia pun kini menjadi CEO Sustaination, lewat usahanya, ia menjual sejumlah kebutuhan sehari-hari yang ramah lingkungan. Sambil menyelipkan informasi seputar isu-isu terkini soal lingkungan, dan apa  yang bisa dilakukan untuk ambil bagian memperpanjang umur bumi.

Maurilla Sophianti Imron, Founder dan CEO dari Zerowaste.id

founder zerowasteee
Gambar Maurilla Sophianti Imron

Selanjutnya ada Maurilla Sophianti Imron sebagai lulusan Inholland University of Applied Sciences untuk jurusan administrasi bisnis di Belanda yang kini menjadi pendiri sekaligus ceo di Zerowaste.id, komunitas dengan fokus mengkampanyekan cara meminimalisir sampah.

Denica Flesch, Founder Sukkha Citta

denica flesch
Gambar Denica Flesch

Wanita yang terakhir adalah Denica, setelah dirinya menyelesaikan kuliah selama tiga tahun di Universitas Erasmus Rotterdam, Belanda, Denica kembali ke Indonesia. Lulus dengan predikat Cum Laude, wanita berumur 29 tahun ini bekerja sebagai pengembang program sosial Bank Dunia di Indonesia. Hingga akhirnya Denica menjadi founder dari Sukkacitta – sebuah brand clothing yang berangkat dari permasalahan masyarakat di Indonesia.

Sifat Negatif dan Mental yang Harus Dihindari Agar Lolos Beasiswa

Bisa kuliah ke luar negeri mungkin masih menjadi impian bagi sebagian besar orang Indonesia, termasuk kamu. Kabar baiknya, saat ini mendapatkan beasiswa ke luar negeri bukanlah hal sulit lagi seperti dulu. Pasalnya, ada banyak beasiswa ke luar negeri yang bisa kamu coba, fellas.

Meski begitu, beberapa sifat negatif dan mental berikut harus kamu buang jauh-jauh karena bisa menghalangimu untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Apa saja?

Bersikap Malas

Saat ini, berbagai informasi mengenai universitas dan beasiswa di luar negeri bisa kamu dapatkan dengan mudah. Sayangnya, kamu bisa saja kehilangan berbagai kesempatan tersebut kalau kamu punya sifat malas. Karenanya, yuk sebisa mungkin proaktif mencari informasi sendiri mengenai berbagai peluang beasiswa ke luar negeri. Selain itu, kamu juga sebaiknya rajin mencari berbagai tips dan trik untuk lolos ke luar negeri.

Takut Gagal dan Pesimis

Mungkin, kamu enggan mendaftar beasiswa ke luar negeri karena terlihat sulit dan rumit. Hal itu gak sepenuhnya salah, tapi bukankah orang sukses adalah orang yang berani mengambil resiko? Mendapatkan beasiswa memang gak mudah, tapi jangan sampai pikiran pesimis menurunkan nyali dan semangatmu.

Bagaimana kamu mau dapat beasiswa ke luar negeri kalau kamu saja sudah takut mendaftar? Tanamkan sikap berani mencoba dan kamu hanya perlu menjalani prosesnya. Yang terpenting, tetap berpikir positif ya!

Mudah Menyerah

Kamu mungkin akan bersaing dengan ratusan bahkan ribuan orang lainnya dalam mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Karenanya, gak heran kalau banyak orang yang gagal di percobaan pertamanya mendapatkan beasiswa dan baru berhasil setelah sekian kali menerima penolakan.

Semakin banyak kegagalan yang kamu terima, kamu akan semakin tahu hal mana yang bisa kamu perbaiki di surat motivasimu. Seiring berjalannya waktu, kamu pun bisa membuat surat motivasi lebih baik lagi sehingga peluangmu mendapatkan beasiswa pun lebih besar. Jadi, jangan mudah menyerah ya! Sekali gagal, kamu bisa mencoba lagi mendaftar beasiswa lainnya. Ketika satu pintu tertutup, bukankah pintu lain akan terbuka?

Suka Menunda dan Tidak Teliti

Mendapatkan beasiswa ke luar negeri bukanlah proses instan. Kamu biasanya akan melewati proses yang cukup panjang, mulai dari mencari informasi seputar beasiswa atau universitas yang akan kamu tuju, persiapan berbagai berkas atau dokumen sebagai syarat administratif, wawancara, hingga pengumuman akhir dan persiapan keberangkatan.

Kebiasaan suka menunda-nunda bisa membuatmu keteteran. Proses mengumpulkan dokumen, misalnya, bisa sangat menyita waktumu. Jangan sampai kamu belum mendapatkan sertifikat IELTS atau surat rekomendasi dosen ketika deadline sudah datang. Karena itulah, sebaiknya kamu mulai mempersiapkan segala sesuatunya jauh-jauh hari sebelumnya. Buat time management yang jelas ya, fellas!

Kalau kamu termasuk orang yang gak teliti, kamu harus berjuang mengurangi sifat tersebut demi mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Setiap beasiswa memiliki aturan yang bisa jadi berbeda-beda dalam aplikasinya.

Ketika mengisi formulir pendaftaran beasiswa, pastikan kamu membaca petunjuknya dengan cermat. Baca apa yang diminta oleh pihak pemberi beasiswa, supaya aplikasi kamu memenuhi kriteria sehingga bisa lolos ke tahapan seleksi selanjutnya. Sifat teliti juga kamu perlukan untuk mengecek konten, grammar error, dan penulisan sesuai kaidah bahasa di dalam surat motivasimu.

Beberapa Tipe Mental Orang Mau Kuliah ke Luar Negeri

Mental lemah
Orang yang harus di motivasi, banyak keluhan misalnya , sekolah dari daerah terpencil, tidak pintar, tidak punya fasilitas dll. Yang sebenarnya tidak masalah kamu lahir dimana, berasal darimana asal kamu punya punya niat pasti ada jalannya. Karna sudah banyak contoh yang bisa kita lihat orang yang kurang mampu, atau sekolah yang tidak elit bisa kuliah diluar negeri.

Mental Instan
orang-orang yang malas mencari informasi, sedkit-dikit bertanya hal yang sebenarnya bisa di google di website kampusnya. Tidak punya usaha sendiri, pengennya di suapin terus.

Mental Ningrat
orang yang sudah nyaman dari kecil apa yang dibutuhkan semua tersedia, padahal kalau kuliah di luar negeri kamu dituntut untuk mandiri, Mau pergi kemana harus naik public transport, dan mengurus diri sendiri.

Mental Pejuang

Orang yang mempunyai mental pejuang pasti sudah mempersiapkan segala sesuatu sedini mungkin, mulai dari nulis essay , ketemu kakak alumni dan mencari informasi sebanyak mungkin. Dapat dipastikan kamu sudah siap kuliah diluar negeri.

Dari sekian mental yang ada, kamu menempati level mana nih fellas? Oya, jangan lupa ada beberapa sifat negatif yang harus kamu hindari juga agar kamu lolos beasiswa, fellas. Semoga bermanfaat ya!