5 Tips Tentukan Kampus di Luar Negeri Paling Sesuai dengan Kebutuhan Kamu

Banyak anak muda yang saat ini memiliki mimpi untuk melanjutkan studi di luar negeri. Berbagai alasan yang mereka miliki seolah-olah kuliah di luar negeri adalah tujuan utama yang senantiasa diagung-agungkan. Entah mereka belum mengerti realita yang akan dihadapi seperti apa, tapi bisa kuliah apalagi di luar negeri saja sudah sangat prestise!

Namun, tak jarang mimpi hanyalah berhenti menjadi angan-angan saja, tanpa ada langkah nyata yang diambil. Atau merasa bingung bagaimana mempersiapkan diri untuk menjemput mimpi itu sendiri.

Selain perkara memilih universitas, banyaknya peminat yang ingin berkuliah di luar negeri, semakin banyak juga yang bingung untuk memilih jurusan yang tepat. Pada dasarnya, memilih jurusan yang tepat untuk kuliah di luar negeri bukanlah hal yang mudah karena akan menentukan jalan hidup kita di masa depan. Christie Tobing dari Education for New Zealend menyampaikan 5 hal utama yang perlu dipertimbangkan dalam membuat keputusan penting sebelum memilih dan masuk ke universitas di luar negeri. Simak 5 tips pentingnya di sini!


1. Kejar yang diminati

Setiap orang memiliki minat masing-masing tapi banyak juga pelajar yang kehilangan kesempatan mengikuti minatnya karena lebih memilih program yang dapat menjamin karir. Program bisnis dan sains lebih banyak diminati, sedangkan program lain seperti musik dan kuliner kurang dilirik para pelajar. Namun hal yang terpenting adalah kamu harus memilih program sesuai dengan minat, daripada memaksakan diri memilih program tidak sesuai dengan minat dan menjadi beban selama belajar di universitas.

2. Menentukan negara tujuan

Negara tujuan adalah salah satu hal terpenting yang harus kamu persiapkan dari jauh-jauh hari. Alasannya, karena setiap negara memiliki sistem dan keunikan masing-masing. Beberapa contohnya seperti biaya kuliah rata-rata universitas di negara tersebut, biaya hidup untuk mahasiswa, sistem pendidikan (beberapa negara mengharuskan calon mahasiswa internasional mengambil program penyetaraan agar ijazah mereka setara dengan sistem pendidikan di negara tujuan), pengantar bahasa (apakah memakai bahasa Inggris? atau bahasa asing lainnya seperti Jerman atau Korea), dan iklim yang ada di negara itu.

3. Belajar melampaui kurikulum

Belajar tidak harus selalu di dalam ruangan dan kamu tidak perlu membatasi pemikiran dengan peraturan-peraturan kuliah. Carilah program universitas yang memiliki fokus untuk membekali para pelajarnya dengan keterampilan dan pengetahuan berbasis industri praktis, pastinya ini akan menjadi sesuatu yang dapat dipertimbangkan. Banyak negara, salah satunya New Zealand, memiliki sistem pendidikan dengan pendekatan pengajaran yang inovatif dengan mengolaborasi teori dan praktik. Cobalah mencari program mata kuliah yang memperkenalkan kamu ke situasi kehidupan nyata sehingga memberi awal yang baik untuk terjun ke dalam sebuah industri.

4. Galilah lebih dalam dan lakukan penelitian

Untuk kamu yang baru menyelesaikan sekolah SMA, nantinya setelah lulus dan menjadi mahasiswa akan menjumpai mata kuliah yang masih asing. Cara terbaik yang perlu dilakukan adalah perlu riset mendalam dan mengenal lebih dalam program yang akan kamu ambil di luar negeri. Cari tahu lebih lanjut tentang durasi pembelajaran untuk mendapatkan gelar tersebut, lihat modul tercakup dalam setiap program yang akan kita ambil, dan identifikasi program yang paling diminati.

5. Sesuaikan kemampuan

Memilih kampus dan jurusan pun harus dilihat dari kemampuan dan minat bakat masing-masing. Kamu tidak bisa mengikuti orang lain atau paksaan dari orang lain untuk hal memilih kampus dan jurusan di luar negeri, agar kamu nantinya berkuliah dengan maksimal dan bisa menyelesaikan kuliah dengan tepat waktu. Kampus seperti Oxford, Harvard, dan Cambridge memiliki standar penilaian dan seleksi yang jauh lebih ketat. Apalagi kampus-kampus tersebut sudah dinobatkan sebagai salah satu kampus terbaik dunia. Untuk itulah, kamu juga perlu tahu seperti apa proses seleksi serta persyaratan yang perlu kamu penuhi, sebelum akhirnya memilih kampus yang kamu minati.

Selamat mencoba tips ini! Semoga membantu..

Dari Idealis Hingga Oportunis, 5 Karakter Ini Tentukan Pilihan Jurusan Kuliah

Sudah beberapa bulan lulus kuliah S1, kamu masih kepikiran mimpi kuliah ke luar negeri tapi belum terlaksana?

Sebelum membuat keputusan, penting lho untuk riset mendalam terkait negara dan kampus yang mau kamu tuju. Iman Usman, dalam bukunya berjudul Masih Belajar pernah berkata, “Melanjutkan sekolah adalah keputusan yang besar. Ada banyak pertanyaan yang harus dijawab untuk melakukan pemetaan diri sendiri dan membantu memvisualisasikan jawaban.”

Salah satunya adalah…

Jurusan, suatu hal yang penting namun sering kali dilupakan. Banyak dari kita yang kurang detil dalam pemilihan jurusan. Padahal jika itu terjadi bisa saja mengakibatkan hal-hal lain yang dapat mengganggu proses perkuliahan.

Jadi jangan asal memilih jurusan yang sedang booming. Jika kamu mengambil jurusan yang sedang booming, pikirkan kembali jika nantinya kamu justru akan tertatih dan depresi ketika mengerjakan disertasi. Dan kemungkinan terburuknya adalah kamu akan meminta tambahan waktu untuk mengerjakan disertasi dan akan menjadi terlambat lulus kuliah. Waduh! Terus, solusinya gimana?

Tips: Memilih jurusan kuliah di luar negeri bisa dilakukan dengan melakukan pemetaan terhadap tujuan, peminatan, kemampuan finansial, dan kesesuaian jurusan kuliah dengan latar belakang ilmu sebelumnya. Sudah siap?

Tipe Oportunis

Jika kamu seorang oportunis, kamu dapat menjalankan tips kuliah di luar negeri dengan memilih jurusan yang memiliki sedikit mata kuliah. Hal ini dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan lainnya. Kamu bisa menggunakan waktu kuliah tidak hanya di bidang akademis saja, misalnya 70% akademis dan 30% di keterampilan lain.

Memilih jurusan dengan mata kuliah sedikit akan relatif lebih mudah dipelajari dan memiliki waktu luang untuk mencari uang, pengalaman, relasi, dan lainnya.

Tipe Strategis

Memilih jurusan sesuai prospek masa depan merupakan karakter seorang strategis. Apakah kamu termasuk tipe ini?

Ketika memilih jurusan sesuai dengan prospek masa depan, kamu akan melihat jurusan tersebut sesuai kebutuhan di masa sekarang dan yang akan datang. Selain itu jika memilih jurusan tersebut para mahasiswa juga akan berani mengambil risiko lintar jurusan karena akan mempelajari sesuatu yang sangat baru.

Tipe Idealis

Jika kamu merupakan seseorang yang idealis maka tips yang cocok adalah memilih jurusan berdasarkan minat dan cita-cita. Memilih jurusan yang diinginkan di kampus yang populer tentu tidak menjadi suatu halangan asalkan di jurusan tersebut diajar oleh pengajar yang ahli /terbaik di bidangnya.

Selain itu, lokasi yang nyaman untuk belajar juga menjadi faktor penentu pilihan.

Tipe Ambisius

Bagi seseorang dengan tipe ambisius, tips yang paling sesuai adalah berkuliah sembari berjejaring yang berguna untuk meningkatkan karier. Oleh karena itu seseorang dengan tipe ini biasanya mencari jurusan dan kampus terbaik ternama.

Tipe Realistis

Sedangkan yang terakhir adalah tipe realistis. Bagi kamu yang berkarakter realistis, pilihlah jurusan sesuai dengan kemampuan diri. Orang-orang yang berkarakter realistis biasanya cenderung memilih jurusan sesuai dengan kemampuan dengan melihat jurusan yang sesuai dengan kemampuannya, sehingga mereka dapat melakukan kegiatan di luar akademis.

Jadi, setelah membaca ulasan di atas, kira-kira tipe manakah kamu? Ternyata setiap tipe karakter dapat menentukan keputusan seseorang saat memilih jurusan bukan? Selamat mencoba!

Kisah Banyak Rumah di Swedia Dicat Merah, Simak Penjelasannya di Sini

Kalau membayangkan negara Swedia, apa yang terbesit di benak kamu saat ini, fellas? 

Mungkin kamu akan ingat negara dengan pemandangan indah dengan hamparan rumput yang luas dan pegunungan es!

Tak lupa, mungkin kamu juga akan ingat rumah-rumah berwarna merah yang ada di Swedia. Yap, di Swedia ada banyak sekali rumah yang berwarna merah lho. 

Wah, unik sekali ya antara rumah satu dan rumah lainnya berwarna sama.

Kira-kira ada kisah apa di balik rumah warna merah di Swedia?

Rumah Bercat Merah Falun di Swedia

Rumah merah yang ada di Swedia disebut juga rumah merah falu, fellas.

Warna merah itu juga bukan warna merah biasa, lho. Warna merah ini namanya adalah warna merah falu atau Falu Rödfärg,fellas.

Rumah dengan warna merah falu ini kemudian tersebar di seluruh penjuru negeri, lo.

Awal Mula Dibalik Warna Merah Falun Swedia

Kisahnya berawal dari sebuah desa kecil bernama Falun, fellas!

Wilayah Falun ini terkenal sebagai tempat olahraga ski jumping.

Konon, bermulanya warna merah falu ini datang dari sana ratusan tahun lalu. 

Pewarnaan dengan warna merah falu ini sudah ada sejak abad ke-18, lho.

Di tahun 1400 an raja Swedia menginginkan semua atap kastilnya sama cantiknya layaknya bangunan terkenal lainnya di Eropa.

Pada awalnya, warna ini digunakan untuk mengecat atap rumah.

Warna merah falu pertama kali muncul sebagai produk pertambangan tembaga, fellas. Karena di Falun juga ada pertambngan tembaga. 

Penemuan warna merah falu ini juga tidak disengaja, lho. Dulu, pertambangan masih dilakukan dengan cara yang lebih sederhana.

Pekerja tambang harus membuat celah di batu untuk menambah tembaga. Caranya adalah dengan memanaskan batu dan kemudian memercikkan air dingin ke atasnya.

Setelah proses penambangan terjadi, terciptalah arang oker besi yang disebut tanah merah atau rödmull. Rödmull inii merupakan  limbah yang ditumpuk di luar pertambangan.

Suatu hari seorang pekerja memperhatikan bahwa tiang kayu yang ada di gundukan rödmull tidak membusuk. Wah, ide bagus untuk melapisi dinding kayu!

Lalu,  saat akan membuat cat dalam jumlah banyak, rödmull dipanaskan dan dicampur dengan air, tepung gandum, dan minyak biji rami untuk menciptakan sebuah cat dinding kayu yang awet.

Warna merah falu pun pernah sangat terkenal karena membuat bangunan mirip dengan rumah-rumah Eropa yang terbuat dari batu bata merah.

Saat itu rumah berdinding batu bata merah hanya dimiliki oleh orang kaya saja, fellas. 

Itulah kisah di balik rumah merah falu di Swedia yang membuat banyak rumah menggunakan cat merah.

Semoga info ini bermanfaat ya fellas. 

Dunia Itu Luas! Simak Tips Karir Untuk Fresh Graduate Ala HR

Dunia itu luas? Tapi kenapa susah cari kerjaan??*Ucap seseorang yang baru saja lulus dan sudah 5 bulan menganggur

Sebenarnya dunia kerja itu luas sekali, tapi terkadang kita sendiri yang menutup kesempatan itu. Buktinya, kalau dicermati, di grup-grup loker pasti banyak rekan-rekan HR yang memberikan informasi lowongan kerja puluhan posisi setiap harinya bukanTapi kok masih ada kasus seperti itu, lalu apa yang salah?

Daripada galau, lebih baik simak tips karir untuk fresh graduate dari HR di bawah ini yuk! Sudah MinLis rangkumin!

dunia itu luas, tips karir ala HR

Jangan Terlalu Idealis

Hidup memang mengajari manusia untuk realistis, fellas! Mereka yang baru saja keluar dari zona perkuliahan yang aman dan dipenuhi jiwa-jiwa muda idealis terkadang susah untuk diajak realistis. Tapi, mau sampai kapan? waktu terus berjalan dan diri terus dihantam kenyataan. Bermimpi yang tinggi, boleh! Tapi jangan terlalu idealis sehingga menyusahkan diri sendiri ataupun orang lain.

Soft Skill Kurang Mendukung

Kendala lain adalah merasa soft skill yang masih kurang sesuai dengan permintaan perusahaan idaman. Solusinya? Coba daftar program-program short course online untuk mengembangkan soft skill yang relevan dan menunjang karir nantinya.

  • Effective Communication skill
  • Assessment Test (Psikotest)
  • Crticial Thinking
  • Leadership
  • Foreign Language
  • Excel/Libre

Buat Resume yang Menganggumkan dan Sesuai

Bahkan sebelum kelulusan, membuat resume adalah satu hal pertama yang perlu kamu lakukan untuk mempersiapkan dunia nyata. Tingkatkan peluang di dunia kerja dengan menyoroti pengalaman magang, volunteer, karya, prestasi di resume yang kamu punya. Siapkan juga akun LinkedIn, sehingga perekrut dapat dengan mudah menemukan.

Luangkan waktu juga untuk mempersiapkan dokumen akademik dan pribadi yang akan diminta setelah mendapatkan pekerjaan baru. Dapatkan ijazah, transkrip catatan, akta kelahiran, dan dokumen penting lainnya.

Comfort Zone? Leave it!

Usaha tanpa doa itu seperti berjalan di kegelapan, namun berdoa tanpa berusaha berakhir sia-sia.

Saat lulus, kamu akan merasakan efek kehidupan setelah kuliah. Pertama, tak ada lagi tunjangan bulanan dari orang tua atau beasiswa seperti biasanya. Kamu pun dituntut segera menghasilkan uang dari jerih payah sendiri.

Perjalanan Setelah Memulai Karir

Belajar Menata Anggaran Pribadi

Keterampilan menata anggaran pribadi menjadi keterampilan yang harus kamu kembangkan segera setelah menerima gaji pertama. Kamu perlu tahu persis ke mana uang pergi. Tuliskan berapa banyak yang akan disisihkan untuk tabungan, tagihan, sewa, bahan makanan, dan kebutuhan penting lainnya. Tetap berpegang pada anggaran sehingga tidak perlu hidup dari gaji ke gaji dan membuat diri berhutang.

Menuju Kebebasan Finansial

Bagaimana menjadi orang dewasa yang baik? Ambil langkah pertama menuju kebebasan finansial di awal usia 20-an: buka rekening tabungan, buat dana darurat, dapatkan asuransi jiwa, dan mulailah berinvestasi. Fiuh! Apakah mereka tampak terlalu banyak? Jangan khawatir—kamu dapat mengambil satu langkah pada satu waktu. Tetapi pastikan kamu memiliki tujuan yang jelas kapan Anda ingin mencapainya.

Keindahan mengatur keuangan saat masih muda adalah saat kita punya lebih banyak waktu untuk menumbuhkan uang melalui berbagai sumber pendapatan. Kamu dapat mencapai tujuan keuangan secara lebih cepat, seperti membeli rumah atau pensiun dini.

Temukan Mentor Pertama Kamu

Sebagai pemula yang baru terjun di dunia kerja, kamu akan mendapat banyak manfaat dari memiliki seorang mentor. Jalin hubungan dekat dengan seseorang yang kamu percayai. Mentor yang baik bisa menjadi bos, rekan kerja yang berpengalaman, pemimpin spiritual, profesor, atau yang lainnya. Pengetahuan, pengalaman, dan kebijaksanaan mereka dapat membantu kita tumbuh menjadi orang yang lebih baik.

Jadilah pahlawan dari cerita kita sendiri. Hanya diri sendiri-lah yang bisa menyelamatkan diri dari keterpurukan. Tetapkan batasan yang jelas untuk kehidupan pribadi dan pekerjaan —belajarlah untuk berhenti menyenangkan orang lain. Tetap semangat dan selamat mencoba!

Perbedaan Ospek di Kampus Indonesia Dibandingkan Kampus Eropa

Apa yang muncul di benak kamu jika mendengar istilah ospek?

Image OSPEK di kampus dalam negeri memang belum se-positif yang ada di luar negeri. Kalau di Indonesia, OSPEK identik dengan kegiatan perploncoan dan aksi balas dendam dari senior ke juniornya. Padahal, sejatinya OSPEK adalah kegiatan yang digunakan sebagai masa pengenalan mahasiswa baru dengan lingkungan kampusnya baik dari segi fasilitas kampus, organisasi, ektrakurikuler, dan lain-lain. Kegiatan OSPEK yang diharapkan menyenangkan dan mendidik.

Kamu bisa melihat perbedaan contoh OSPEK bernuansa positif dari negara Perancis berikut ini. Apakah kita akan menemui hal yang sama di Perancis?

ospek di kampus indonesia dan luar negeri

Kegiatan akrab dengan senior

OSPEK di Perancis adalah kegiatan yang benar-benar membuat mahasiswa akrab dengan senior, teman-teman, dan lingkungan kampus barunya.

Di sana, OSPEK bertujuan untuk memberikan informasi sebanyak mungkin kepada mahasiswa agar mereka mengetahui kehidupan kampus sebenarnya.

Tidak ada senioritas antara mahasiswa baru dan lama

Tidak ada budaya hormat yang berlebihan kepada senior di Perancis. Ospek di luar negeri ditujukan untuk memberi informasi sebanyak mungkin yang dibutuhkan oleh mahasiswa baru agar dapat mengetahui pola kehidupan kampus yang sebenarnya.

ospek kampus luar

Sehingga mayoritas senior di sana tidak memedulikan apakah kita datang sebagai mahasiswa junior atau bukan, karena jika kita membutuhkan informasi baru atau tambahan mengenai fasilitas kampus, program studi, acara jurusan, program ektrakurikuler yang ingin diketahui maka para senior akan sangat terbuka membantu. Kondisi ini menjadi sangat berbanding terbalik dengan Indonesia bukan?

Acara opsek dilaksanakan di sebuah kebun raya

Contoh alur acara ospek di kampus Perancis:

Mahasiswa baru datang di sore hari dan disambut oleh kakak kelas menggunakan kostum superhero yang membawa sayur-sayuran. Namun di masa pandemi ini, ospek dilakukan secara sederhana. Agenda ospek yang dilakukan seperti bincang-bincang, mendengarkan pengalaman dan anekdot kakak kelas dan makan minum bersama. Alkohol dilarang di area kampus jadi mahasiswa hanya berhak soda dan jus buah.

Di Perancis, para senior akan memilih 1-2 mahasiswa baru untuk dijadikan adik asuh. Para senior itu bertugas membantu adik asuh secara fisik dan moril saat berada di perkuliahan.

Namun tradisi ini hanya berlaku di sekolah yang menyiapkan mahasiswa untuk seleksi universitas elit. Sedangkan, di Prancis terdapat dua sistem paralel yaitu universitas biasa dan universitas elit.

Ajang untuk hiburan dan berbagi inspirasi

Fakta lain tentang ospek di Prancis adalah ospek sebagai ajang untuk berbagi informasi dan hiburan. Berbagai yayasan dan organisasi mahasiswa akan membuat berbagai stand. Tidak hanya untuk menggaet mahasiswa baru untuk masuk organisasi, banyak informasi penting disediakan, seperti beasiswa, lowongan training ke luar negeri, orientasi kerja, undangan untuk menjadi sukarelawan di organisasi kemanusiaan, dan lain sebagainya. Beberapa kampus menggelar pertunjukan musik, teater, bahkan kompetisi olahraga.

Datang di acara ospek jika berminat

Apakah kamu merasa tidak membutuhkan informasi yang ada di acara ospek? Jika memang tidak membutuhkan dan tidak berminat, maka kamu diperbolehkan untuk tidak mengikuti ospek. Kampus perancis Untuk menjalin keakraban dengan mereka, kamu bisa menjadi anggota klub tertentu, menjadi atlit kampus, menjadi anggota BEM dan lain-lain.

main qimg 257ec334e81c5e73ec1fd22fb5379e76 lq
Etienne glass

5 Kampus Luar Negeri Ini Ada Kuliah Bahasa Indonesia Lho

Keberadaan bahasa Indonesia di luar negeri cukup populer terutama di beberapa kampus ini. Mereka menetapkan bahasa Indonesia menjadi mata kuliah di universitas mereka lho. Kampus mana saja? Simak artikel berikut ini!

Hankuk University – Korea Selatan

hufs kampus

Universitas Hankuk di Korea Selatan ini menerapkan mata kuliah bahasa Indonesia sebagai mata kuliah wajib. Bahkan universitas ini memiliki departemen khusus bahasa Indonesia dan bahasa Melayu.

Vietnam National University – Vietnam

image 6

Negara Vietnam dan Indonesia masih satu rumpun bukan? Mereka tidak menganggap bahasa Indonesia sebagai bahasa asing lho. Buktinya banyak universitas di Vietnam yang membuka kelas Bahasa Indonesia, di antaranya Hong Bang University dan Vietnam National University.

University Southern Queensland – Australia

Hal yang menarik dari Australia selain jaraknya dekat dengan negara kita, di sana, pelajaran Bahasa Indonesia juga dianggap mata pelajaran wajib lho. Mulai dari sekolah menengah sampai kuliah, Bahasa Indonesia selalu ada. Salah satunya University Southern Queensland yang menerapkan program Bachelor of Arts (program Bahasa Indonesia). Di jurusan ini, mahasiswa pun akan belajar Bahasa Indonesia dengan baik.

Tokyo University of Foreign Studies – Jepang

Sama – sama sebagai negara di kawasan Asia. Jepang memiliki beberapa universitas yang fokus memberikan pembelajaran bahasa asing. Bahkan universitas di Jepang ada 26 bahasa asing yang diajarkan dan Bahasa Indonesia menjadi salah satu yang diajarkan. Kampus di Jepang yang mengajarkan bahasa Indonesia adalah Setsunan University, Tenri University, Tokyo University of Foreign Studies dan masih ada 20 kampus lainnya.

University of Mohammed V – Maroko

Universitas terakhir yang menerapkan mata kuliah bahasa Indonesia adalah di Universitas Mohammed V, Maroko. Namun di sana, Bahasa Indonesia menjadi mata kuliah pilihan sejak bulan Oktober 2012 lalu.

Kabarnya, universitas ini bekerja sama dengan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) untuk membuka kelas Bahasa Indonesia. Bahkan, pengajarnya saja didatangkan langsung dari UNJ lhoWah, totalitas banget ya!

Tips Memperluas Relasi di Luar Negeri

Mendapatkan kesempatan sebagai mahasiswa internasional di sebuah universitas adalah hal yang berharga dan tidak semua orang mendapatkannya. Kesempatan emas yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Namun, bagaimana jika tak semua orang pandai bersosialisasi apalagi dengan orang asing?

grup mahasiswa

Alternatif Kegiatan Menjalin Relasi Baru

Kegiatan standar untuk menjalin relasi adalah dengan memanfaatkan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan tempat kerja. Namun,

Mengikuti berbagai acara kumpul-kumpul komunitas ataupun organisasi sesuai hobi (Indonesia Meetup Groups, sebuah platfom untuk menjalin relasi dengan berbagai orang sesuai dengan ketetarikan kamu). Platform itu bisa membantu kamu mencari teman-teman

Mengikuti kegiatan volunteering. Tidak perlu muluk-muluk, kerja bakti di kampung saja dan siskamling saja sudah bisa lumayan mendapatkan koneksi mengenal siapa saja orang di lingkungan kamu yang mungkin bisa membantu mendapatkan pekerjaan misalnya.

Mengikuti kursus/kelas yang belajarnya dalam grup di luar lingkaran pertemanan kamu (kursus bahasa dan kelas-kelas seni/program sosial waktu kuliah).

Menjadi Volunteer Pembicara

Dengan menjadi pembicara di sebuah event maka kesempatan untuk mengakses informasi tentang industri, para peserta yang datang dan potensial yang bermanfaat untuk perkembangan karir atau bisnis nantinya.

relasi

Kegiatan sebagai volunteer dan pembicara menunjukkan sinyal bahwa kamu sangat passionate di bidang tersebut dan punya kompetensi dan ini membuat kamu lebih menarik untuk diajak bicara.

Memperlakukan relasi dengan baik sebagai bentuk investasi di masa depan. Jika kamu menginginkan relasi yang berkualitas, jadilah partner yang berbobot. Bicarakan hal-hal yang mendorong kemajuan satu sama lain.

Memiliki relasi yang luas namun tidak saling membantu mewujudkan tujuan dan cita-cita, apa gunanya? Relasi yang luas sekaligus bisa berkontribusi untuk tumbuh bersama adalah fokus yang harus dipertimbangkan. Hal ini agar relasi yang dijalin semakin berkualitas.

Selamat mencoba!

Mau Jago Bahasa Asing? Ada yang Lebih Penting dari IQ Tinggi

Orang dengan IQ 145++ Lebih Mudah Jago Bahasa Asing, Masa Sih?

Pernahkah kamu merasa rendah diri dan pasrah ketika belajar bahasa asing karena IQ yang ngga tinggi-tinggi amat? Lalu, kamu pun bertanya-tanya sebenarnya jago bahasa asing harus punya IQ tinggi ngga ya?

Nah, sebelum melangkah lebih jauh, coba tanyakan pada diri kamu sendiri apa tujuan atau goal yang ingin kamu raih dengan belajar bahasa baru itu? Apakah belajar bahasa untuk mengambil sertifikat? Atau belajar untuk dapat berbicara dengan lancar? Tentukan apa yang menjadi tujuan besar kamu.

Loh, emangnya penting?

Eits! jangan salah, untuk dapat berbicara menggunakan suatu bahasa dengan lancar, kita membutuhkan integrasi. Kita akan kesulitan jika ingin bisa benar-benar lancar dan menguasai seluk beluk bajasa tersebut, tapi lingkungan atau partner bicara tidak ada yang menggunakan target bahasa itu. Kalau begitu, kira-kira kita mau latihan sama siapa?

Dalam uji kemampuan bahasa biasanya terdapat sertifikasi C1, dimana untuk lolos tes tersebut bukan sesuatu hal yang mudah. Tapi, mungkin kamu memiliki tujuan tak hanya sekadar lulus sertifikasi saja, tapi punya tujuan mampu berbicara lancar, rapi, dan penuh percaya diri. Nah, hal inilah yang kemudian membedakan perkara studying dan learning. Terkadang ada orang yang lebih mudah learning daripada studying.

Perbedaannya lebih kepada orang yang cenderung learning bisa jadi punya tujuan untuk mahir berbicara bahasa asing dengan orang asing. Sedangkan orang yang fokus studying, bisa jadi menitikberatkan pada teori dan strategi untuk lolos sertifikasi uji bahasa tertentu.

Jadi, apa yang lebih penting daripada IQ tinggi?

Untuk mencapai tujuan kita dalam belajar bahasa tertentu, ternyata kita lebih membutuhkan beberapa sikap seperti ketekunan, keberanian memakainya, tidak takut dan malu untuk gagal, kemampuan menghafal, pemahaman, pendengaran, dan pengucapan yang baik. Tak lupa, tambahkan sisi seni dan sensitifitas dalam berbudaya serta berbahasa, karena mahir berbahasa asing tak melulu tentang IQ yang tinggi ataupun biasa saja.

Bagaimana pandangan kamu soal ini, fellas? Yuk diskusi!

Sst! Begini Cara Unik Belajar Bahasa Asing, Intip Yuk!

Taylor Swift taught me English. I can’t thank her good enough! More than songs, she gave me life!

Kisah ini dialami oleh Dev, ia bercerita tentang perjalanan hidupnya yang berubah setelah mengenal Taylor Swift dan karya-karyanya yang luar biasa, bagaimana ceritanya? Yuk disimak!

15 Lagu Taylor Swift Paling Fenomenal - Revertune

Terlambat Belajar Bahasa Inggris

Dev merasa dirinya sangat terlambat mendalami mata pelajaran bahasa asing terutama bahasa Inggris semasa sekolah menengah atas. Menjelang lulus dan persiapan tes SNMPTN, ia baru memutuskan untuk bersungguh-sungguh belajar bahasa Inggris.

Namun, sebenarnya ia sudah tertarik dengan bahasa Inggris sejak kecil ketika mendengarkan album MLTR dan kompilasi album slow rock dari sang ayah. Ia bahkan mengaku hafal lirik hingga tarian dari Britney Spears, Blue, ‘N Sync, dan deretan chart MTV US. Sayangnya, kebiasaan tersebut ternyata belum membuka mata hatinya untuk semangat belajar bahasa Inggris.

Sampai akhirnya, di suatu momen sekolah, Dev dan ketiga temannya diminta membawakan dua lagu berbahasa asing yaitu You Belong with Me dari Taylor Swift dan lagu Gee dari SNSD. Sejak saat itulah, mau tidak mau ia pun banyak mendengarkan lagu-lagu Taylor Swift meski tak paham artinya sama sekali. Tak hanya itu, banyak momen dalam kehidupannya yang membawa Dev lebih dekat dengan musik dan karya-karya Taylor. Mengunduh lagu-lagu, mencari lirik bahasa Inggrisnya, menulis ulang di buku catatan, lalu mengartikannya kata per kata menggunakan kamus tebal tak disangka menjadi aktivitas paling epic yang ia cintai.

Percaya Proses: Belajar dari Dasar

Dev memulai dari hal yang paling dasar dalam belajar bahasa asing, yaitu mengenal dan memahami kosakata dari lirik-lirik lagu Tay-Tay. Ia menulis ulang semua kosakata mulai dari lagu-lagu dari album pertama self-titled Taylor Swift, Fearless, dan Speak now. Ia pun semakin jatuh cinta dengan semua lagu Taylor yang membuat dirinya merasa semangat dalam hidup.

Selanjutnya, Dev pun belajar cara merangkai kata dalam Bahasa Inggris. Ia mencari tau kenapa Taylor menulis “I love you” dan “I loved you”. Apa bedanya love dan loved?

Bagaimana menulis subjek, objek, penggunaan kata kerja, kata sifat, 16 tenses, kalimat tanya, dan aturan serta rumus Bahasa Inggris lainnya. Ia pelajari semuanya dari Taylor.

Termasuk belajar speaking dan listening. Ia mulai membaca lirik tersebut tanpa mendengarkan musiknya terlebih dahulu. Ia juga menggunakan metode sebaliknya, mendengarkan lirik kemudian mencoba menuliskan apa yang didengar untuk mengukur seberapa mahir ia memahami kata-katanya. Latihan otodidak tersebut Dev lakukan sepanjang hari, setiap malam, antara dirinya dan Taylor Swift setiap saat.

Kuliah di jurusan Sastra Inggris

Sampai tiba waktunya, akhirnya Dev mengambil kuliah di jurusan Sastra Inggris. Ia bercita-cita menjadi penulis sejak remaja. Ia pun semakin semangat mengejar cita-citanya karena sudah memiliki bekal.

Ia pun melewati hari-hari kuliah dengan perasaan yang luar biasa, semangat, dan penuh gairah!

Dev belajar Bahasa Inggris lebih gila lagi, ia bangun dini hari jam 2–3 pagi untuk belajar grammar dan sebagainya. Dev juga belajar menulis dalam Bahasa Inggris, mengikuti cara Taylor menulis lirik.

main qimg fe311a2ca3ff9e07932c3db75b114f29 lq
Dev – quora

Setiap kali ada tugas menulis, ia menjadi mahasiswa paling bersemangat di kelas. Dirinya mulai membaca karya-karya dalam bahasa Inggris sejak semester awal seperti William Wordsworth, Sara Teasdale, Carl Jung, Sigmund Freud, dan sebagainya. Hingga ia berhasil menelurkan sebuah buku kumpulan puisi berbahasa Inggris yang ia tulis berjudul Unfinished Boyfriend. Setelah lulus kuliah, Dev pun berhasil mendapatkan pekerjaan impiannya yaitu menjadi penulis profesional sungguhan!

Jika saya melihat ke belakang, betapa serunya perjalanan saya. Bayangkan bila saat itu saya tidak jatuh cinta dengan Taylor Swift, saya mungkin tidak akan berminat belajar Bahasa Inggris, tidak akan semangat menulis, dan mungkin saya tidak akan memiliki semua pengalaman hebat ini.Dev

I wanna thank Taylor Swift for everything. She brought me life in so many magical ways. I remember the days when I cry, I smile, I beg, I sing, I dreams, I love, I dance, and I do everything with Taylor Swift’s songs as the theme songs. I mean, she motivated me to be the best version of myself. I know this is crazy, but if I get the chance to meet her even only for 30 seconds, I’d let her know how much she meant the world to me. Thanks Taylor, you will be remembered.

Setelah membaca cerita Dev yang sangat menginspirasi ini, kamu jadi semangat belajar bahasa asing, kan? Tidak ada hasil yang menghianati usaha, jika mau bersungguh-sungguh apa yang kita impikan pasti dapat!

Bagaimana cerita kamu belajar bahasa asing? Share yuk!

*sumber konten ini terinspirasi dari kisah Dev yang ditulis di quora.

Tak Ada Teknologi, Bagaimana Orang Zaman Dulu Kuasai Bahasa Asing?

Tak secanggih saat ini, dulu berlajar bahasa asing dilalui dengan perjuangan yang pilu. Teknologi yang ada masih belum secanggih sekarang, seperti internet dan perangkat elektronik yang sekali klik dan tanpa keluar rumah pun bisa langsung belajar. Namun, tahukah kamu banyak tokoh di zaman dahulu pandai berbahasa asing? Lalu bagaimana mereka belajar??

Salah satu hal paling efektif yang dilakukan orang zaman dahulu dan orang zaman sekarang untuk belajar bahasa asing adalah dengan cara seperti yang diungkapkan oleh seorang Linguis, Nida. Menurut Eugene A. Nida, cara terbaik untuk belajar bahasa asing adalah dengan mendiami daerah asal bahasa asing tersebut dalam beberapa waktu.

Dijelaskan dalam buku Henry Guntur Tarigan, “Keterampilan menyimak”, bahwa Nida telah mewawancari seseorang yang menguasai banyak bahasa, lalu dia bertanya apa rahasianya? Ternyata dia mendiami wilayah bahasa asing itu dalam jangka waktu yang cukup lama. Cara ini memang terbukti efektif, tapi tidak semua orang pintar berbahasa asing dengan cara itu karena tidak semua orang memiliki kesempatan untuk ke luar negeri. Pendapat Nida pun tak sepenuhnya benar karena tak semua orang yang tinggal atau menetap di suatu negara/daerah asing berhasil menguasai bahasa tersebut, tergantung masing-masing individunya.

Berkenalan dengan Sosok Wanita Intelektual

RA Ayu, Wanita pejuang intelektual

Jika berbicara mengenai kemampuan bahasa asing dan tokoh wanita dulu, ada sosok perempuan poliglot di Indonesia yang tak boleh ketinggalan. Sosok wanita intelektual dan pejuang pendidikan bernama R.A. Ayu Lasminingrat. Meski jarang terdengar jika dibandingkan RA. Kartini dan Dewi Sartika, namun kiprahnya di dunia pendidikan tak bisa dianggap remeh. Bahkan wanita Sunda ini merupakan tokoh bagi kemajuan wanita Sunda jauh sebelum muncul Dewi Sartika dan RA Kartini.

Kiprah RA Ayu Lasminingrat

Raden Ayu Lasmi Ningrat lahir di Garut, Jawa Barat pada tahun 1843. Ayahnya bernama Raden Haji Musa, sedangkan sang ibu bernama Raden Ayu Ria. Raden Ayu Lasmi Ningrat berjuang keras melakukan beberapa upaya agar masyarakat Sunda bisa mempelajari ilmu pengetahuan dengan mudah.

Salah satu upaya yang dilakukannya dengan menerjemahkan beberapa buku ilmu pengetahuan berbahasa Belanda ke bahasa Sunda. Buku-buku tersebut meliputi pendidikan moral, sosial, matematika dan psikologi.

Tak hanya itu, Lasmi Ningrat juga berhasil mendirikan Sekolah Keutamaan Istri di pendopo Garut pada tahun 1907. Di tahun 1911, sekolah tersebut pindah ke Jalan Ranggalawe dengan total murid sebanyak 200 orang. Akhirnya pada tahun 1913 sekolah yang didirikan Lasmi Ningrat itu disahkan pemerintah Hindia Belanda.

Menguasai Banyak Bahasa Asing

Menurut Dedy Effendi, Lasminingrat telah menguasai 7 bahasa yaitu bahasa Sunda, Melayu, Indonesia, Arab, Prancis, Belanda, dan Inggris. Beliau belajar bahasa asing dengan gurunya yang bernama Henry David Levysson Norman. Meski begitu, beliau juga gigih belajar melalui buku dan majalah bahasa asing.

bahasa Asing di Lister, KH Agus Salim

Kemampuan Bahasa Asing KH Agus Salim

Bagaimana dengan K.H. Agus Salim? Kemampuan berbahasanya tidak diragukan lagi, beliau menguasai 9 bahasa asing, belum lagi bahasa daerah. Menurut beberapa literatur, ada sekitar 4 bahasa daerah yang K.H. Agus Salim yang berhasil dikuasai. Kemampuan berbahasa ini menjadikan K.H. Agus Salim sebagai orang yang berwawasan luas, hingga Bung Hatta pernah berkata, hanya ada 1 dalam 100 tahun orang yang terlahir seperti K.H. Agus Salim.

Beliau orang yang sangat suka belajar, saat kecil beliau tidak akan tenang pergi bermain sebelum belajar. Tidak hanya buku berbahasa Indonesia yang dibacanya, tetapi juga buku bahasa asing, kegemarannya dalam membaca inilah yang membawa beliau menjadi seorang poliglot.

Tak hanya melalui aktivitas pasif seperti membaca, namun belajar secara aktif dengan mempraktikkannya. Itulah yang membuat KH Agus Salim dapat berpidato dalam bahasa Arab, Prancis, dan Inggris hingga membuat dunia terpana. Terlepas dari kegigihannya belajar bahasa asing itu.

Pribadi K.H. Agus Salim juga memiliki kecerdasan bawaan yang luar biasa dan multiple intelligence. Beliau menonjol dengan kecerdasan linguistik yang mengantarkannya pada kecerdasan-kecerdasan lain.