Era Disrupsi adalah: Cara Menghadapinya dalam Industri

Seiring perkembangan zaman, manusia harus terus beradaptasi. Termasuk mempelajari bahasa asing untuk mengembangkan diri dalam karier.

Mengapa manusia harus terus mengembangkan diri dalam menghadapi perkembangan zaman dan teknologi? Salah satu alasannya yaitu terjadinya era disrupsi.

Apa itu era disrupsi? Bagaimana cara menghadapinya? Berikut akan kamu temukan jawabannya.

Apa itu Era Disrupsi?

Era disrupsi adalah masa di mana terjadi inovasi dan perubahan secara masif. Perubahan tersebut terjadi secara fundamental, hingga mengubah berbagai sistem dan tatanan ke cara yang baru.

Apa dampak dari era disrupsi? Mereka yang tidak bisa mengikuti perkembangan dan mempertahankan cara lama tidak dapat bersaing.

Perubahan pada era disrupsi ini sering digaungkan kaum muda. Pasalnya mereka adalah yang akan menjadi pemimpin masa depan dan paling mengalami dampak dari era disrupsi ini.

Untuk menghadapinya, kaum muda harus adaptif dan inovatif di dalam persaingan. Pasalnya persaingan kerja semakin kompetitif.

Era Disrupsi 4.0 dan Era Disrupsi 5.0

Era disrupsi 4.0 dimulai pada Revolusi Industri 4.0. Industri 4.0 merupakan tren otomasi dalam teknologi pabrik.

Salah satu perubahan yang terjadi dalam industri 4.0 adalah komputerisasi pabrik. Sistem siber-fisik mampu membuat keputusan dan melakukan tugas secara mandiri. Apabila ada gangguan, tugas baru dilimpahkan ke atasan.

Setelah industri 4.0, muncul istilah era masyarakat 5.0 atau super smart society. Hal ini menjadi solusi atas industri 4.0 yang dinilai menimbulkan degradasi manusia.

Pada era super smart society ini, manusia menjadi komponen utama. Sementara itu pada industri 4.0, manusia sekadar menjadi komponen pasif.

Dalam era 5.0, manusia berelaborasi dengan sistem informasi dan teknologi. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Cara Menghadapi Era Disrupsi

Bagaimana sikap yang tepat dalam menghadapi era disrupsi bagi industri? Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan.

Tidak Berhenti Berinovasi

Selera pasar selalu berubah seiring perkembangan zaman. Hal ini tidak dapat diberhentikan.

Pemilik usaha hanya dapat mengikutinya dengan cara berinovasi sesuai selera konsumen. Jika mereka tidak mampu berinovasi, perusahaan tidak akan mampu bertahan.

Memanfaatkan Teknologi

Konsumen memiliki kesempatan untuk memilih berbagai produk dan jasa sesuai kebutuhan, kemampuan, dan kesesuaian harganya.

Untuk menghadapinya, perusahaan dapat memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas produk dan jasanya.

Tidak Pernah Merasa Puas

Suatu produk memiliki siklusnya tersendiri. Siklus tersebut adalah introduction (perkenalan), growth (pertumbuhan), maturity (pematangan), dan decline (penurunan).

Saat perusahaan berada di tingkat pertumbuhan, jangan langsung berpuas diri. Sebaliknya, terus berinovasi dan mengembangkan diri agar dapat mempertahankan posisinya di pasar.

Berorientasi pada Konsumen

Salah satu hal yang penting dikembangkan oleh perusahaan adalah sikap berorientasi pada konsumen. Caranya adalah dengan memberikan layanan yang memuaskan.

Hal ini akan membuat konsumen loyal dan enggan meninggalkan perusahaan.

Invitation Letter: General Structure dan Contohnya

Kamu tentu pernah mendapat surat yang berisi undangan menghadiri suatu acara. Baik itu acara sekolah, komunitas, ulang tahun teman, dan lain-lain.

Dalam bahasa Inggris, teks semacam ini disebut dengan invitation letter. Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Apa itu Invitation Letter?

Invitation letter adalah teks yang berisi undangan agar seseorang menghadiri sebuah acara. Tujuan dari penulisan invitation letter adalah memberikan informasi lebih mendalam daripada kartu undangan biasa.

Invitation letter juga bersifat lebih personal daripada kartu undangan, sehingga seseorang merasa tersentuh untuk menghadiri acara tersebut.

General Structure of Invitation Letter

Secara umum, struktur teks undangan adalah sebagai berikut.

StructureKeterangan
Invitee/ReceiverPenerima undangan
Body of LetterIsi undangan yang menjelaskan tentang acara yang diselenggarakan
SubjectNama acara
Day/DateHari dan tanggal acara
TimeWaktu acara
PlaceLokasi di mana acara diselenggarakan
SenderPengirim atau orang yang mengundang

Jenis-Jenis Invitation Letter

Pada dasarnya ada dua jenis invitation letter, yakni formal dan informal.

Formal

Formal invitation menggunakan bahasa yang lebih baku dan struktur yang lebih tertata rapi. Biasanya jenis surat ini digunakan untuk acara resmi, seperti undangan pernikahan, peresmian gedung, wisuda, dan lain sebagainya.

Informal

Informal invitation menggunakan bahasa yang tidak terlalu baku dan lebih santai. Biasanya jenis undangan ini dipakai untuk acara-acara kasual. Oleh karena sifatnya yang informal, undangan ini dapat disampaikan melalui pesan singkat seperti chat.

Contoh Invitation Letter

Berikut ini contoh invitation letter.

December 13th, 2021

Mary McKay

4996 Jadewood
New Brunswick, NJ 08901

Dear Mary,
It is with great pleasure that we will be hosting a dinner party. The party will be held on December 24th at 8 pm. We would like to invite you.

We will be hosting a formal dinner party at the All Seasons Hotel due to a big announcement. We would like to make it in front of all of our dear ones.

It has come to our attention that we all have not spent quality time with each other. Because of our busy schedule, we cannot give time to each other. Due to this, we are taking this opportunity to host you a special dinner.

We hope you will be able to attend.

As soon as possible, please let us know you will present. We look onward to seeing you soon.

With love,

Sarah & Tom

PJ Party
22 Yew Street, Cambridge, Ontario
Tel: 416-223-8900

November 4th 2021

Dear Valued Customer,

Our records show that you have been a customer of PJ Party Inc. since our grand opening last year. We would like to thank you by inviting you to our preferred customer Spring Extravaganza next Saturday.

Saturday’s sales event is by invitation only. All of our stock, including pajamas and bedding will be marked down from 50-80% off.* Doors open at 9:00 AM sharp. Complimentary coffee and donuts will be served. Public admission will commence at noon.

In addition, please accept the enclosed $10 gift certificate to use with your purchase of $75 or more.

We look forward to seeing you at PJ’s on Saturday. Please bring this invitation with you and present it at the door.

Sincerely,

Linda Lane
Store Manager

Kursus Bahasa English Bantu Kamu Makin Percaya Diri

Bahasa Inggris adalah bahasa internasional yang menjadi kebutuhan pokok sehari-hari di masa kini. Pastikan kamu sudah mempersiapkan diri dengan mengikuti Kursus Bahasa Inggris di CEC Kampoeng Pare Mataram.

Pelajari Seksi Data Sufficiency GMAT, Ikuti Tipsnya

GMAT merupakan salah satu syarat penting mendaftar pascasarjana di sejumlah perguruan tinggi luar negeri. Agar kamu semakin siap, ikuti Persiapan GMAT sebelumnya.

Salah satu materi yang diujikan dalam GMAT adalah Data Sufficiency. Materi ini terdapat dalam seksi Quantitative Reasoning.

Seksi tersebut menguji penalaran secara kuantitatif. Hal ini penting, mengingat GMAT biasanya menjadi standar penerimaan sekolah-sekolah bisnis di dunia.

Data Sufficiency GMAT adalah

Dalam Data Sufficiency, kamu akan disajikan sejumlah pernyataan. Kamu akan diminta memutuskan apakah pernyataan tersebut benar secara kuantitatif.

Banyak yang mengira Data Sufficiency berkaitan dengan Matematika. Namun sebenarnya soal tersebut menguji penalaran. Dengan pemahaman ini, kamu akan dapat meraih skor tinggi dalam Data Sufficiency.

Tujuan Data Sufficiency

Sekolah bisnis ingin menciptakan para pemikir kritis. Maka dari itu, GMAT diciptakan sebagai standar penerimaannya.

Mereka yang masuk diharapkan sudah memiliki tanggapan kritis, kemampuan menyelesaikan masalah, dan kemampuan membuat keputusan. Peserta tes diharapkan mampu menjawab soal-soal dalam GMAT yang unik dengan cara logis.

Secara khusus, Data Sufficiency menguji tiga hal berikut.

  • Apakah peserta memiliki pemikiran kritis dan selalu mempertanyakan informasi yang diberikan?
  • Apakah dengan informasi minimal, peserta mampu membuat keputusan terbaik?
  • Apakah peserta dapat menganalisis pertanyaan jebakan dan memilih jawaban yang tepat?

Data Sufficiency memang didesain untuk menjebak, sehingga dapat diketahui peserta yang benar-benar berpikir kritis. Soal-soal seringkali disajikan dalam konsep matematis, tetapi yang kamu butuhkan sebenarnya hanyalah penalaran logis.

Tips Mengerjakan Data Sufficiency

Kesulitan belajar seksi ini? Ikuti tips-tips berikut.

Pelajari “aturan main”.

Terdapat dua jenis pertanyaan dalam Data Sufficiency, yakni Yes / No atau What is the value. Pelajari bagaimana pernyataan memenuhi jawaban Yes / No atau nilai yang kamu jawab.

Pahami pertanyaan terlebih dahulu, lalu baca soal.

Dalam soal yang sulit, informasi penting biasanya disampaikan dalam pertanyaan, bukan pernyataan.

Selalu berpikir kritis.

Pelajari setiap pernyataan yang harus kamu analisis. Pastikan kamu mengumpulkan setiap data yang tersedia.

Namun jangan membuat asumsi terburu-buru. Temukan informasi tersembunyi yang membuat pernyataan jadi tidak terpenuhi.

Pelajari kata-kata menjebak.

Kata-kata yang sulit, konsep abstrak, dan informasi yang tidak relevan bisa jadi menjebak. Perhatikan agar kamu terhindar dari jebakan.

Jangan sampai terjebak jawaban mudah.

Apakah kamu merasa dapat menemukan jawaban terlalu mudah? Bisa jadi jebakan! Cobalah pelajari ulang dari sudut pandang berbeda untuk menemukan solusi yang cerdas.

Contoh Soal Data Sufficiency

The participants in a race consisted of 3 teams with 3 runners on each team. A team was awarded 6 – n points if one of its runners finished in nth place, where 1 ≤ n ≤ 5. If all of the runners finished the race and if there were no ties, was each team awarded at least one point?  

(1) No team was awarded more than a total of 6 points.

(2) No pair of teammates finished in consecutive places among the top five places. 

(A) Statement (1) ALONE is sufficient but statement (2) ALONE is not sufficient. 

(B) Statement (2) ALONE is sufficient but statement (1) ALONE is not sufficient. 

(C) BOTH statements TOGETHER are sufficient, but NEITHER statement ALONE is sufficient. 

(D) EACH statement ALONE is sufficient. 

Statements (1) and (2) TOGETHER are not sufficient.

Analisis pertanyaan

Berdasarkan pernyataan, dapat disimpulkan sebagai berikut.

  • 5 points go to 1st place
  • 4 points go to 2nd place
  • 3 points go to 3rd place
  • 2 points go to 4th place
  • 1 point goes to 5th place

Artinya ada 15 poin total yang dibagikan. Tujuannya adalah menentukan apakah setiap tim setidaknya mendapat 1 poin atau tidak.

Perhatikan bahwa setiap peserta lari sudah selesai. Jika terdapat pernyataan ini, biasanya penting.

Analisis pernyataan (1)

Setiap tim harus mendapat setidaknya 1 poin. Tidak mungkin mendapatkan total 15 poin tanpa setiap tim berkontribusi poin. Artinya 2 tim x 6 poin tidak mungkin memenuhi 15 poin.

Pernyataan ini terpenuhi, sehingga kemungkinan jawabannya adalah (A) atau (D). Lanjutkan ke analisis pernyataan (2).

Jika salah satu pernyataan mudah dipahami, biasanya pernyataan berikutnya cukup sulit.

Analisis pernyataan (2)

Perhatikan kasus yang memenuhi kondisi ini, sehingga kamu dapat menemukan pernyataan yang tidak terpenuhi.

Kasus #1

Tim A mendapat 5 poin untuk posisi 1 + 3 poin untuk posisi ke-3 = 8.

Tim B mendapat 4 poin untuk posisi ke-2 + 2 poin untuk posisi ke-4 = 6.

Tim C mendapat 1 poin untuk posisi ke-5 = 1.

Total poin = 15

Kasus #2

Tim A mendapat 5 poin untuk posisi 1 + 3 poin untuk posisi ke-3 + 1 poin untuk posisi ke-5 = 9.

Tim B mendapat 4 poin untuk posisi ke-2 + 2 poin untuk posisi ke-4 = 6.

Tim C tidak mendapat poin sama sekali = 0.

Total poin = 15.

Berdasarkan analisis tersebut, kamu dapat menyimpulkan pernyataan (2) tidak terpenuhi. Maka jawabannya adalah (A).

Belajar GMAT Verbal Reasoning Susah? Ini Tips + Latihannya

GMAT adalah salah satu syarat penerimaan program pascasarjana sejumlah universitas di dunia. Agar kamu meraih skor tinggi, pastikan mengikuti Kursus GMAT sebelumnya.

Seksi Verbal Reasoning dalam GMAT bisa jadi memusingkan dan melelahkan saat dikerjakan. Wajar saja, kamu perlu memahami konteks dalam masing-masing pernyataan. Tidak ada rumus pasti yang dapat diterapkan.

Selama 65 menit, kamu diharuskan menjawab 36 soal pilihan ganda yang terbagi menjadi tiga tipe soal. Di sini proses berpikir benar-benar diuji.

Lantas bagaimana tips mempersiapkan diri menghadapi seksi Verbal Reasoning?

Verbal Reasoning adalah

Verbal Reasoning adalah seksi yang menguji kemampuanmu membaca dan memahami materi tertulis, menganalisis argumen, dan mengoreksi teks. Semua soal disajikan dalam teks bahasa Inggris.

Tipe Soal dalam Verbal Reasoning

Seksi ini terbagi dalam tiga jenis pertanyaan, yakni Reading Comprehension, Critical Reasoning, dan Sentence Correction. Masing-masing menguji kemampuan verbal yang spesifik.

Reading Comprehension

Soal ini bertujuan menguji pemahaman atas makna kata, pernyataan, hubungan logis, mengambil kesimpulan, dan konsep kuantitatif. Kamu diuji untuk mencari gagasan utama, gagasan pendukung, kesimpulan, struktur logika, dan gaya penulisan.

Setiap bacaan disertai pertanyaan tentang interpretasi teks, kesimpulan, atau konteks. Bacaan yang disajikan seputar topik sains, humaniora, fisika, atau bisnis.

Critical Reasoning

Soal ini bertujuan mengukur kemampuan membuat argumen dan mengevaluasi argumen. Kamu akan diberikan pertanyaan berdasarkan bacaan singkat, biasanya kurang dari 100 kata.

Teks singkat ini disertai pertanyaan dengan 5 pilihan jawaban. Kamu dapat memilih memperkuat atau memperlemah argumen, menjelaskan mengapa argumen tidak tepat, mendukung argumen, atau menyanggah argumen.

Sentence Correction

Soal ini bertujuan mengukur kemampuan berbahasa. Pertama, Correct Expression merujuk pada kalimat yang tepat secara tata bahasa. Kedua, Effective Expression merujuk pada kalimat yang menyampaikan suatu gagasan secara jelas dan tepat.

Pada bagian ini, akan disajikan sebuah kalimat. Beberapa bagian kalimat digarisbawahi.

Perhatikan tata bahasa, pemilihan kata, dan struktur kalimat. Pilih jawaban yang membuat kalimat tersebut menjadi lebih efektif.

Tips Mengerjakan Verbal Reasoning

Kesulitan mengerjakan seksi ini? Ikuti tips-tips berikut.

Reading Comprehension

  • Buat dirimu tetap skeptis. Carilah pernyataan yang membuat pilihan jawaban menjadi salah. Jangan menganggap pilihan jawaban tersebut benar. Kamu akan menemukan pilihan jawaban yang tepat dengan mudah.
  • Fokus pada pemahaman. Jawaban yang tepat biasanya hanya memparafrase kalimat dalam bacaan. Sementara itu pilihan jawaban yang mengutip kata-kata sama persis biasanya justru salah.
  • Perhatikan klaim berlebihan. Carilah kata-kata seperti mustalwaysonly, dan lain-lain yang melebih-lebihkan pernyataan.

Critical Reasoning

  • Pegang fakta. Jawaban yang tepat dapat disimpulkan berdasarkan fakta yang tertera dalam argumen.
  • Perhatikan “dampak” jawaban. Apakah jawaban tersebut memperlemah atau memperkuat argumen? Mana “dampak” yang ingin kamu pilih?
  • Perhatikan informasi baru. Jika ada informasi baru yang muncul dalam pilihan jawaban, biasanya tidak relevan dengan argumen.

Sentence Correction

  • Carilah kesalahan. Selalu ada kesalahan tata bahasa atau struktur kalimat yang muncul. Kesalahan tersebut dapat berkaitan dengan subject-verb-agreementmodifier, struktur kalimat paralel, dan lain-lain.
  • Temukan ambiguitas. Soal-soal dalam bagian ini penuh dengan ambiguitas. Hindari jawaban yang justru menambah ambiguitas tersebut.
  • Carilah jawaban yang lebih singkat. Jika kamu kesulitan memilih satu dari dua pilihan jawaban, kemungkinan jawaban yang lebih singkat adalah yang benar.

Contoh Soal Verbal Reasoning

Reading Comprehension

Directions

The questions in this group are based on the content of a passage. After reading the passage, choose the best answer to each question. Answer all questions following the passage on the basis of what is stated or implied in the passage.

Passage

Schools expect textbooks to be a valuable source of information for students. My research suggests, however, that textbooks that address the place of Native Americans within the history of the United States distort history to suit a particular cultural value system. In some textbooks, for example, settlers are pictured as more humane, complex, skillful, and wise than Native Americans. In essence, textbooks stereotype and depreciate the numerous Native American cultures while reinforcing the attitude that the European conquest of the New World denotes the superiority of European cultures. Although textbooks evaluate Native American architecture, political systems, and homemaking, I contend that they do it from an ethnocentric, European perspective without recognizing that other perspectives are possible.

One argument against my contention asserts that, by nature, textbooks are culturally biased and that I am simply underestimating children’s ability to see through these biases. Some researchers even claim that by the time students are in high school, they know they cannot take textbooks literally. Yet substantial evidence exists to the contrary. Two researchers, for example, have conducted studies that suggest that children’s attitudes about particular cultures are strongly influenced by the textbooks used in schools. Given this, an ongoing, careful review of how school textbooks depict Native Americans is certainly warranted.

Question

Which of the following would most logically be the topic of the paragraph immediately following the passage?

Choice of Answers

(A) Specific ways to evaluate the biases of United States history textbooks

(B) The centrality of the teacher’s role in United States history courses

(C) Nontraditional methods of teaching United States history

(D) The contributions of European immigrants to the development of the United States

(E) Ways in which parents influence children’s political attitudes 

Answer: (A)

Critical Reasoning

Directions

For this question, select the best of the answer choices given.

Statement

The cost of producing radios in Country Q is ten percent less than the cost of producing radios in Country Y. Even after transportation fees and tariff charges are added, it is still cheaper for a company to import radios from Country Q to Country Y than to produce radios in Country Y.

Question

The statements above, if true, best support which of the following assertions?

Choice of Answers

(A) Labor costs in Country Q are ten percent below those in Country Y.

(B) Importing radios from Country Q to Country Y will eliminate ten percent of the manufacturing jobs in Country Y.

(C) The tariff on a radio imported from Country Q to Country Y is less than ten percent of the cost of manufacturing the radio in Country Y.

(D) The fee for transporting a radio from Country Q to Country Y is more than ten percent of the cost of manufacturing the radio in Country Q.

(E) It takes ten percent less time to manufacture a radio in Country Q than it does in Country Y.

Answer: (C)

Sentence Correction

Directions

This question presents a sentence, part of which or all of which is underlined. Beneath the sentence you will find five ways of phrasing the underlined part. The first of these repeats the original; the other four are different. If you think the original is best, choose the first answer; otherwise choose one of the others.

This question tests correctness and effectiveness of expression. In choosing your answer, follow the requirements of standard written English; that is, pay attention to grammar, choice of words, and sentence construction. Choose the answer that produces the most effective sentence; this answer should be clear and exact, without awkwardness, ambiguity, redundancy, or grammatical error.

Question

While larger banks can afford to maintain their own data-processing operations, many smaller regional and community banks are finding that the cost associated with upgrading data-processing equipment and with the development and maintenance of new products and technical staff are prohibitive.

Choice of Answers

(A) cost associated with

(B) costs associated with

(C) costs arising from

(D) cost of

(E) costs of

Answer: (B)

Begini Meriahnya Oktoberfest, Bir hingga Hiburan Berlimpah

Hendak pelesir ke Jerman? Bulan September dan Oktober adalah waktu yang tepat untuk mengunjungi Jerman. Pasalnya kamu tidak akan melewatkan Oktoberfest, acara terbesar yang paling dinantikan di seluruh Jerman.

Oktoberfest adalah

Oktoberfest merupakan festival tahunan yang diselenggarakan di Munich, Jerman. Acara berlangsung mulai dari akhir September sampai Minggu pertama Oktober, yakni kurang lebih selama 16 hari.

Festival tersebut sudah diselenggarakan sejak 200 tahun lalu. Selama Oktoberfest, pengunjung menikmati berbagai wahana hiburan, penampilan musik folk, sajian makanan, dan tentu saja bir yang berlimpah.

Pengunjung dari seluruh Jerman dan seluruh dunia berbondong-bondong menghadiri Oktoberfest setiap tahunnya.

Sejarah Oktoberfest

Oktoberfest pertama diadakan pada 12 Oktober 1810. Acara tersebut awalnya merupakan resepsi pernikahan Pangeran Bavaria, yang kemudian menjadi Raja Louis I, dengan Putri Therese von Sachsen-Hildburghausen.

Acara berlangsung selama lima hari. Salah satu agendanya adalah pacuan kuda di area terbuka yang disebut dengan Theresienwiese, artinya Padang Rumput Therese.

Pada tahun berikutnya, ditambahkan agenda pameran agrikultur. Pada 1818, penjaja makanan dan minuman mulai dilibatkan, termasuk para pembuat bir.

Setahun setelahnya, pemerintah Munich mengambil alih penyelenggaraan festival. Patung Bavaria didirikan. Ayam panggang dengan resep tradisional disajikan di berbagai stan.

Pada 1950, dimulai tradisi Wali Kota Munich membuka festival dengan cara memukul tong bir menggunakan palu sambil berseru, “O’zapft is!” Lalu ia meneguk gelas bir pertama sebagai tanda pembukaan.

Area pintu masuk Oktoberfest pernah dibom pada 26 September 1980. Sebanyak 13 orang terbunuh dan 200 orang terluka.

Namun peristiwa itu tidak menyurutkan semangat perayaan orang Munich. Pada 1985, Oktoberfest ke-175 memecahkan rekor dengan menerima 7,1 juta pengunjung.

Pada 2010, diadakan pacuan kuda untuk memperingati 200 tahun terselenggaranya Oktoberfest. Pada 2020, festival tersebut ditiadakan akibat pandemi virus Corona. Oktoberfest rencananya kembali diselenggarakan pada 2022.

Selama 200 tahun sejarahnya, Oktoberfest pernah ditiadakan sebanyak 25 kali akibat wabah, perang, dan inflasi.

Fakta Unik Oktoberfest Kini

  • Oktoberfest adalah festival tahunan terbesar di dunia yang menarik minat jutaan pengunjung.
  • Menurut tradisi, hanya bir asli Munich yang dapat disajikan selama Oktoberfest. Terdapat enam pembuat bir yang berpartisipasi, yakni Augustiner, Hacker-Pschorr, Hofbräu-München, Löwenbräu, Paulaner, dan Spaten.
  • Festival dimajukan pada akhir September terkait alasan cuaca. Saat ini festival berakhir pada Minggu pertama Oktober.
  • Banyak pengunjung festival yang mengenakan pakaian tradisional Bavaria, yakni lederhosen untuk pria dan dirndls untuk wanita.
  • Setiap tahunnya festival memecahkan rekor baru, seperti jumlah bir dan ayam yang dikonsumsi selama acara.
  • Sejumlah kota di berbagai belahan dunia mengadakan festival serupa Oktoberfest. Salah satunya adalah Kitchener-Waterloo di Kanada.
  • Setiap Oktoberfest rata-rata menghabiskan 6 juta liter bir.

Tips Menulis dan Contoh Essay Academic Writing, Wajib Tahu!

Menulis Esai Academic Writing adalah sebuah tuntutan yang banyak ditemui para akademisi.

Namun, penulisan esai memiliki cara tersendiri dan tidak bisa asal begitu saja. Tujuan menulis academic writing adalah agar gagasan dalam esai yang ditulis dapat tersampaikan dengan baik. Ingin tahu bagaimana caranya menulis esai yang baik dalam bahasa Inggris?

Simak tips menulis dan contoh essay academic writing di bawah ini!

Pengertian Essay Academic Writing

Singkatnya, esai akademik adalah bentuk terstruktur dari tulisan wajah siswa di sekolah, perguruan tinggi, dan universitas sebagai bagian dari kurikulum mereka. Tujuan paling umum dari penulisan semacam itu adalah untuk menyajikan beberapa informasi baru atau menggunakan fakta dan pengetahuan yang ada untuk menyampaikan ide-ide tertentu. Jenis tugas ini memungkinkan siswa untuk menunjukkan pengetahuan dan kreativitas mereka dan mendorong mereka untuk mengembangkan ide-ide mereka untuk mengkomunikasikan pesan.

Contoh Essay Academic Writing

Simak contoh essay academic writing di bawah ini!

Education means considerably more than just teaching a student to read, write, and manipulate numbers. Computers, the Internet, and advanced electronic devices are becoming essential in everyday life and have changed the way information is gathered. How this new technology is utilized in the curriculum and managed by teachers will have an important role to play in widening the resource and knowledge base for all students. Technology affects the way teachers teach and students learn. To make the best use of information technology (IT), schools need a workable plan to fully integrate it into all aspects of the curriculum so students are taught how, why, and when to use technology to further enhance their learning.

If a school does not have a clear plan of how and why it wishes to implement IT, then it runs the risk of wasting money. In schools today, nearly all classrooms have access to a computer. However, many schools mistake this as incorporating information technology into the
curriculum. School staff need to research what IT is available and what would best serve the school’s purpose, not simply purchase the latest equipment. There should be a policy stating how IT is going to assist pupils’ development and what teachers want pupils to achieve
(Reksten, 2000).

Staff members need to be clear about what they want IT to do for them before they can start incorporating it into their lessons. The only way information technology is going to be useful to schools is if all staff members are well-informed and fully supported. It is the principal’s responsibility, and should be part of the school’s plan, to ensure that all staff are consulted about the changes, and that the change is carefully organized. Some teachers may be resistant, especially if they have not had much experience with computers, so training teachers is essential in implementing IT into the school curriculum.

Staff members must feel involved in the process of acquiring technology, and in learning how to operate it, in order for them to increase their confidence in using IT as a curriculum tool. Teachers are only going to be able to incorporate IT into their lessons if
they are competent users themselves (Reksten, 2000). In addition, teachers need to be aware that IT within the classroom is extremely flexible, but that they need to plan what purpose IT serves in each lesson. The skills a child learns are the important part of any lesson, and it is the same with technology. IT needs to be used and understood in all subjects in the same way as the ability to read is necessary for all subjects, and “must be used across the curriculum, in the same way that a pen and pencil are used in most subject areas” (Ager, 2000, p. 15).

The best way to plan the use of IT in the classroom is to approach it as simply a learning tool that is more advanced (and more exciting) than the traditional pen and paper. It is vitally important for students to be taught the strategies for using IT. Children also need to be fully informed about the capabilities of IT before being asked to use it. Pupils should be aware that the contexts in which they use IT will change, and they need to know what the appropriate use of IT is and what is not. Whilst it is important that children learn to use IT effectively, teachers must emphasize that IT is not always suitable. According to Apter (1968), the danger is that the “computer dehumanizes people and inevitably leads them to act like machines themselves” (p. 58).

Teachers must make sure they plan to use variety in their lessons. Too much IT instruction may be just as harmful to a child as not enough.
The usefulness of IT in the classroom, as with any learning tool, depends on the innovation and imagination of the teacher. It is imperative, though, that the implementation of IT into school is carefully planned. The current information explosion makes it essential that IT be
used extensively within the classroom so children know how to use IT appropriately and effectively. Teachers must, therefore, be fully informed about what kinds of IT are available and whether or not they are appropriate for classroom use. School boards and teachers must
therefore ensure that all staff have a clear plan about what they want their students to achieve through IT. The appropriate incorporation of IT into the classroom will broaden the minds and skills of students, allowing them to be better prepared for further technological
advances.

References:
Ager, R. (2000). The art of information and communications technology for teachers. London, England: David Fulton.
Apter, A. J. (1968). The new technology of education. London, England: Macmillan.
Reksten, L. E. (2000). Using technology to increase student learning. Thousand Oaks, CA: Corwin Press.

Tips Menulis Essay Academic Writing

  • Tentukan topik esai yang akan ditulis

Mencari topik yang akan dikembangkan menjadi essay. Jadi, untuk membuat essay, kamu perlu menjawab pertanyaan essay dengan argumentatif, bukan sekedar deskriptif. Sehingga kita harus meyakinkan pemberi essay (dosen/IELTS tester) mengenai jawaban kita dengan diikuti bukti (evidences) berupa data, statistik, pendapat ahli, hasil riset, media, dan sebagainya.

  • Menentukan contention

Setelah mendapatkan isu/topik yang harus dibahas, selanjutnya kita harus menentukan posisi. Contention ini adalah jawaban dari pertanyaan esay/ topik esai yang diminta.

  • Menentukan Supporting Arguments

Setelah menulis contention, atau thesis statement, selanjutnya tentukan supporting arguments, atau argumen-argumen yang mendukung contention kita. Perlu diingat bahwa dalam mencari supporting arguments, kita sebaiknya melihat dari berbagai sudut pandang. 

  • Menentukan supporting evidences (Data Pendukung)

Riset ini bisa kamu lakukan dengan membaca buku, jurnal akademik, berita di koran, dan lainnya. Hal ini diperlukan supaya argumen yang kamu tulis menjadi lebih kuat. 

Setiap argumen (opini) yang dibuat harus didukung dengan bukti untuk memperkuat yang bisa berupa penjelasan lebih lanjut, alasan, contoh, hasil riset, data statistik atau data lain, pendapat ahli, dan sebagainya.

Itulah ulasan mengenai academic writing yang bisa dijadikan referensi belajar kamu untuk menulis academic writing, ya. Kamu juga bisa gabung di Kelas Bahasa Inggris ala Pare untuk mendapat materi dan latihan yang spesifik bersama tutor ahli lho. Yuk daftar sekarang!

Strategi dan Tips Kuasai Academic Reading and Writing

Tahukah kamu?

Membaca materi akademik tentu sangat berbeda dengan membaca untuk kesenangan/hobi. Membaca akademik adalah proses aktif yang lebih dari sekadar membaca dan menyoroti teks saja. Kamu perlu berinteraksi dengan teks dengan membuat catatan, membuat hubungan antara teks dan apa yang sudah kamu ketahui atau alami, dan mengajukan pertanyaan kritis tentang materi yang kamu baca.

Penulisan akademis membutuhkan waktu – termasuk menyisihkan waktu untuk menulis draf pertama yang kamu cek kembali untuk dibaca dengan otak yang lebih fresh. Hal ini akan meningkatkan kejelasan, organisasi ide, pilihan kata, tata bahasa, dan elemen lainnya.

Daripada bingung, yuk simak tips menguasai academic reading dan academic writing di bawah ini!

Strategi dan Tips Kuasai Academic Reading

  • Sebelum membaca, periksa struktur keseluruhan buku atau artikel untuk melihat bagaimana buku atau artikel itu disatukan. Kemudian baca pendahuluan dan kesimpulan dengan cermat sehingga kamu mengetahui tesis dan kesimpulan utama sebelum membenamkan diri ke dalam detail. Persiapan ini akan membantu kamu menempatkan bagian-bagian yang sulit ke dalam konteks keseluruhan.
  • Untuk memahami kalimat yang sangat kompleks, mulailah dengan mencari subjek utama dan kata kerja utama. Kedua komponen ini akan memberi kamu gambaran dasar tentang apa kalimat itu.
  • Ketika kamu menemukan konsep atau kata yang tidak dikenal, analisis konteksnya untuk menentukan artinya.
  • Pisahkan kalimat atau paragraf menjadi komponen-komponennya untuk melihat ide-ide apa yang dihubungkan dan bagaimana caranya.
  • Ingatlah bahwa tidak perlu memahami setiap nuansa setiap kalimat sebelum melanjutkan ke yang berikutnya. Jika kalimat atau konsepnya tetap tidak jelas, buat tebakan yang cerdas dan lanjutkan membaca. Uji pemahaman kamu untuk melihat apakah itu cocok dengan sisa diskusi. Jika tidak, revisi.
  • Jika kamu masih mengalami masalah dengan kata-kata atau konsep-konsep dan itu adalah inti dari bacaan kamu, carilah di kamus khusus.

Strategi dan Tips Kuasai Academic Writing

  • Jika kamu khawatir tentang tata bahasa atau keterampilan mengedit dan merevisi kamu, hadiri CTL’s English Language Development Support (ELDS) workshop yang menargetkan keterampilan khusus ini.
  • Ringkaslah konsep-konsep penting dari kuliah dan buku teks kamu sehingga terbiasa dengan terminologi kunci dan dapat menggunakan istilah-istilah ini dalam tulisan kamu.
  • Berpartisipasilah dalam program Reading and Writing Excellence (RWE), yang memungkinkan kamu membaca dan menulis tentang teks dari kursus kamu.
  • Rencanakan dengan hati-hati ketika kamu mungkin memerlukan janji CTL Writing Support. Janji temu dibuka untuk pemesanan satu minggu sebelumnya.

Demikian penjelasan lengkap mengenai “Strategi dan Tips Kuasai Academic Reading and Writing”, semoga membantu kamu membuat teks academic writing maupun menghadapi academic reading ya! Kamu juga bisa gabung di Kelas Bahasa Inggris ala Pare untuk belajar bersama tutor yang sudah berpengalaman di bidangnya. Daftar sekarang!

Emotional Intelligence adalah: Tingkat dan Manfaatnya

Menguasai bahasa asing penting untuk meningkatkan karier di kancah internasional. Untuk itu, kamu dapat mengikuti pelatihan bahasa Inggris di CEC Kampoeng Pare Mataram.

Selain kemampuan bahasa asing, salah satu kemampuan yang penting kamu kembangkan dalam hidup adalah emotional intelligence atau kecerdasan emosional. Bentuk kecerdasan yang satu ini seringkali diabaikan, dibandingkan bentuk kecerdasan lainnya.

Mengembangkan kecerdasan emosional sangatlah penting, karena akan membantu dalam interaksi dengan orang lain di kehidupan sehari-hari.

Emotional Intelligence adalah

Emotional intelligence (EI) atau kecerdasan emosional merujuk pada kemampuan mempersepsikan, mengontrol, dan mengevaluasi emosi.

Sejumlah peneliti menilai kecerdasan emosional bisa dipelajari dan diperkuat, sedangkan sejumlah peneliti lainnya mengklaim hal itu sudah menjadi karakteristik yang dibawa sejak lahir.

Kemampuan mengekspresikan dan mengontrol emosi adalah hal yang penting. Begitu pula kemampuan memahami, menafsirkan, dan merespons emosi orang lain.

Sejumlah psikolog menyebut kecerdasan emosional bisa jadi lebih penting daripada IQ dalam mendukung kesuksesan dalam hidup.

Salah satu tokoh yang membahas emotional intelligence adalah Daniel Goleman. Hal itu ia tuangkan dalam buku berjudul Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ (1995).

Goleman menyebut bahwa kecerdasan emosional sama pentingnya dengan IQ dalam hal meraih kesuksesan di bidang akademik, profesional, sosial, dan interpersonal.

Goleman menjelaskan kecerdasan emosional adalah kemampuan yang bisa diajarkan dan dilatih, salah satunya melalui kurikulum sekolah.

Emotional Intelligence Test

Jika kamu ingin mengikuti emotional intelligence test yang diselenggarakan kalangan profesional dalam kesehatan mental, ada dua pengukuran yang dapat digunakan.

a. Mayer-Salovey-Caruso Emotional Intelligence Test (MSCEIT)

MSCEIT adalah tes kemampuan yang mengukur empat cabang dari model kecerdasan emosional oleh Mayer dan Salovey.

Peserta tes mengerjakan tugas yang didesain untuk menilai kemampuan mereka mengetahui, mengidentifikasi, memahami, dan memanajemen emosi mereka.

b. Emotional and Social Competence Inventory (ESCI)

ESCI merupakan instrumen yang didasarkan pada Kuesioner Penilaian Diri dengan melibatkan orang lain dalam menilai kompetensi emosional seseorang. Tes ini didesain untuk mengevaluasi kemampuan sosial dan emosional dengan tujuan menunjukkan keistimewaan seseorang sebagai pemimpin.

Tingkat Kecerdasan Emosional

Ada empat tingkatan kecerdasan emosional. Apa saja?

a. Merasakan Emosi

Langkah pertama adalah merasakan emosi secara akurat. Dalam berbagai situasi, kemampuan ini termasuk pemahaman akan tanda nonverbal seperti bahasa tubuh dan ekspresi wajah.

b. Bernalar dengan Emosi

Langkah berikutnya adalah menggunakan emosi untuk mengembangkan pemikiran dan aktivitas kognitif. Emosi membantu kita memprioritaskan apa yang harus kita perhatikan dan bagaimana harus bereaksi.

c. Memahami Emosi

Emosi yang kita rasakan dapat mengandung berbagai makna. Jika seseorang menunjukkan emosi marah, orang lain harus menafsirkan sebab kemarahan dan makna dari emosinya.

d. Memanajemen Emosi

Kemampuan memanajemen emosi dengan efektif adalah bagian krusial dari kecerdasan emosional dan merupakan tingkatan tertinggi. Mengatur emosi dan merespons emosi orang lain secara tepat adalah hal yang penting dalam manajemen emosi.

Manfaat Memiliki Kecerdasan Emosional

Ada banyak contoh bagaimana kecerdasan emosional dapat berpengaruh besar dalam kehidupan sehari-hari.

Berpikir Sebelum Bertindak

Orang yang cerdas secara emosional memahami bahwa emosi adalah sesuatu yang kuat, tetapi juga bersifat temporer. Orang yang cerdas secara emosional akan berpikir terlebih dahulu sebelum merespons suatu kejadian.

Kesadaran Diri

Orang yang cerdas secara emosional dapat memahami perasaan mereka sendiri dengan baik. Mereka dapat memahami banyak faktor yang memengaruhi emosi mereka.

Empati Terhadap Orang Lain

Manfaat terbesar dari memiliki kecerdasan emosional adalah kemampuan berempati terhadap apa yang dirasakan seseorang.

4 Gaya Academic Writing yang Bervariasi, Kamu Sudah Tahu Belum?

Ada empat jenis utama tulisan academic writing diantaranya adalah deskriptif, analitis, persuasif, dan kritis. Masing-masing jenis tulisan ini memiliki ciri dan tujuan kebahasaan yang spesifik. Simak 4 gaya academic writing yang bervariasi di sini!

4 Gaya Academic Writing

Descriptive

Jenis tulisan akademis yang paling sederhana adalah deskriptif. Tujuannya adalah untuk memberikan fakta atau informasi. Contohnya adalah ringkasan artikel atau laporan hasil eksperimen.

Jenis instruksi untuk tugas deskriptif murni meliputi: ‘identify’, ‘report’, ‘record‘, ‘summarise‘ dan ‘define’.

Analytical

Penulisan analitik mencakup penulisan deskriptif, tetapi juga mengharuskan kamu untuk mengatur kembali fakta dan informasi yang kamu gambarkan ke dalam kategori, kelompok, bagian, jenis, atau hubungan.

Persuasive

Menulis makalah persuasif membutuhkan seseorang untuk merangkul peran seorang salesman (atau pramuniaga). Kamu dapat menyatakan pendapat, proyek, atau ide yang kemudian harus kamu jual kepada pembaca kamu. Logika di balik bagaimana kamu memberikan informasi kepada pembaca seharusnya tidak dapat ditembus, membuat mereka tidak ragu bahwa apa yang kamu ungkapkan adalah satu-satunya kebenaran yang perlu mereka ketahui.

Catat poin kamu dengan hati-hati agar tidak memaksa, dan sembunyikan taktik penjualan kamu di balik kalimat yang dipikirkan dengan matang. Dalam hal mempertahankan argumen, kamu dapat menggunakan taktik logis, taktik emosional, atau campuran keduanya; ini tergantung pada apa yang kamu coba perdebatkan.

Critical

Menulis kritis adalah umum untuk penelitian, pascasarjana dan penulisan sarjana lanjutan. Ini memiliki semua fitur tulisan persuasif, dengan fitur tambahan setidaknya satu sudut pandang lainnya. Sementara menulis persuasif mengharuskan kamu untuk memiliki sudut pandang kamu sendiri tentang suatu masalah atau topik, menulis kritis mengharuskan kamu untuk mempertimbangkan setidaknya dua sudut pandang, termasuk kamu sendiri.

Karakteristik Academic Writing yang Baik

Ringkas (Conciseness): aturan, esai pendek; panjang makalah tersebut berkisar antara 200 hingga 500 kata.
Topik (Topic): topik yang sempurna untuk esai harus dipersempit dan tidak terlalu luas.
Teks yang terstruktur dengan baik (Well-structured text): teks esai yang baik tetap harus memiliki struktur yang solid dan mengikuti format makalah akademis yang tepat.
Ide sentral yang jelas (Clear central idea): setiap esai akademik harus menyampaikan poin spesifik yang harus jelas dan kuat.
Motivasi pribadi (Personal motivation): esai sering kali menyiratkan bahwa penulisnya secara pribadi tertarik pada subjek yang mereka diskusikan.
Fakta pendukung, bukti, dan contoh (Supporting facts, evidence, and examples): esai juga harus memberikan argumen yang mendukung ide tersebut seperti bukti pendukung.

Itulah ulasan mengenai academic writing yang bisa dijadikan referensi belajar kamu untuk menulis academic writing, ya. Kamu juga bisa gabung di Kelas Kursus Bahasa Inggris di CEC untuk mendapat materi dan latihan yang spesifik bersama tutor ahli lho. Yuk daftar sekarang!

Cara Menulis Referensi Pada Academic Writing yang Benar

Dalam menulis academic writing, referensi dapat diberikan dengan cara yang berbeda. Di beberapa bidang akademik, catatan digunakan untuk menunjukkan sumber yang digunakan, sedangkan disiplin ilmu lain menyukai gaya di mana referensi diintegrasikan dalam teks berjalan.

Dalam ilmu humaniora dan sosial, misalnya, referensi sering diintegrasikan ke dalam running text, sedangkan dalam sains, lebih umum untuk menunjukkan informasi sumber dalam catatan. Seperti yang kami jelaskan lebih lanjut di bawah, istilah kutipan integral dan kutipan non-integral digunakan untuk menggambarkan sejauh mana referensi terintegrasi dalam teks.

Kutipan integral/Integral Citations

Jika kamu mengutip atau memparafrase, kamu harus mengintegrasikan teks sumber yang kamu gunakan dari segi bahasa dan konten ke dalam teks kamu dengan mempertimbangkan hal berikut:

  • Kamu perlu mengontekstualisasikan referensi kamu
  • Kamu perlu memperkenalkan referensi
  • Kamu perlu memberikan referensi ke sumbernya

Metode bervariasi antar disiplin ilmu, dan dibutuhkan latihan untuk menguasai seni menggunakan referensi dengan cara yang relevan dan benar. Dua cara umum untuk memperkenalkan apa yang dikatakan atau ditulis orang lain adalah dengan mengatakan According to...  atau menggunakan apa yang disebut kata kerja pelaporan.

Kedua teknik berfungsi untuk memperkenalkan sumber:

According to + author’s name: According to Johansson, ….
Author’s name + reporting verb: Johansson argues that… / Johansson shows how…

A reporting verb (or reporting phrase) digunakan untuk mengidentifikasi penulis sumber dalam teks atau kata kerja semacam itu melaporkan apa yang dinyatakan oleh sumbernya.

Hal ini tergantung pada bagaimana kamu ingin menyajikan sumber dan bagaimana kamu ingin memposisikan penelitian/argumen kamu dalam kaitannya dengan sumber, kamu perlu memilih kata kerja yang sesuai.

 Common reporting verbs adalah seperti: show, present, argue, suggest, report, address, identify, describe, analyse, note, demonstrate, criticise, compare, observe..

Non-Integral Citations

Dalam kutipan non-integral, penulis sumber yang dirujuk hanya diakui melalui referensi. Ini berarti bahwa semua informasi tentang sumber disediakan dalam catatan atau referensi kurung, tergantung pada gaya referensi.