Istilah Basic Skincare yang Sering Digunakan Influencer

Guys, kalau belum punya waktu atau budget buat treatment, coba gunakan metode 10 basic skincare untuk merawat dan menjaga kondisi kulit wajahmu. Terlebih, saat ini ilmu soal skincare bisa kita temukan dengan mudah, contohnya melalui beauty influencer di berbagai social media.

Namun, kamu juga harus teliti dalam pemilihan produknya. Pasalnya, skincare bersifat cocok-cocokan. Artinya, bila sebuah produk cocok di wajahmu, maka belum tentu works di wajah temanmu.

Jadi, sebaiknya jangan langsung tergiur dengan produk yang diiklankan atau di-review oleh para beauty influencer. Better untuk pelajari lebih lanjut mengenai produknya.

Maka dari itu, kamu perlu memahami berbagai istilah skincare yang sering digunakan setiap influencer tersebut. Yuk, ketahui ragam istilahnya di artikel ini!

Pengertian Skincare 

Skincare adalah rangkaian perawatan kulit yang bertujuan untuk merawat kesehatan dan penampilan kulit.

Manfaat skincare cukup banyak, antara lain melindungi kebersihan dan kelembapan kulit, melindungi dari kerusakan akibat sinar matahari, serta mencegah tanda-tanda penuaan dini.

Namun, memang ada beberapa masalah kulit wajah yang tak cukup diselesaikan melalui skincare, atau perlu tindakan khusus dari dokter kulit. Contohnya seperti bopeng.

Selain itu, ‘kiblat’ dan juga preferensi soal skincare sangatlah beragam. Salah satu yang paling populer berasal dari Korea yang terkenal dengan “Korean 10 Step Basic Skincare”.

Istilah-Istilah Skincare dalam Bahasa Inggris

Sebelum membahas urutan skincare ala Korea, mari ketahui terlebih dahulu apa saja istilah yang sering muncul di dunia perawatan kulit:

Ingredients / Formula Skincare

Setiap produk skincare biasanya diracik dengan formula tertentu sesuai dengan kebutuhan kulit. Berikut macam–macam istilahnya:

1. Hyaluronic Acid: Asam Hialuronat

Bahan yang menghidrasi dan melembapkan kulit dengan menarik air ke dalam kulit.

2. Niacinamide: Niacinamide

Bentuk vitamin B3 yang membantu memperbaiki tekstur kulit dan mengurangi peradangan.

3. Retinol: Retinol

Vitamin A yang membantu mengurangi tanda-tanda penuaan dan meningkatkan regenerasi sel.

4. Salicylic Acid: Asam Salisilat

Bahan untuk mengobati jerawat dengan menembus pori-pori dan mengangkat sel kulit mati.

5. Glycolic Acid: Asam Glikolat

Bahan eksfoliasi yang membantu mengangkat sel kulit mati dan meratakan warna kulit.

6. Lactic Acid: Asam Laktat

Formula eksfoliasi yang lembut dan membantu menghidrasi kulit.

7. Peptide: Peptida

Molekul yang merangsang produksi kolagen dan elastin untuk menjaga kekencangan kulit.

8. Vitamin C: Vitamin C

Antioksidan yang mencerahkan kulit dan mengurangi hiperpigmentasi.

9. Vitamin E: Vitamin E

Antioksidan untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas.

10. Ceramide: Ceramide

Lipid dengan fungsi menjaga barrier kulit dan mengunci kelembapan.

11. Zinc Oxide: Seng oksida

Bahan aktif dalam physical sunscreen, ia bekerja dengan cara memantulkan sinar UV dari kulit.

12. Titanium Dioxide: Titanium Dioksida

Bahan aktif dalam sunscreen fisik yang melindungi kulit dari sinar UV.

13. Aloe Vera: Lidah Buaya

Bahan natural yang menenangkan dan melembapkan kulit.

14. Tea Tree Oil: Minyak Pohon Teh

Bahan antiseptik, berguna dalam mengatasi jerawat dan peradangan.

15. Alpha Hydroxy Acid (AHA): Alpha Hydroxy Acid

Bahan eksfoliasi yang membantu mengangkat sel kulit mati dan meningkatkan tekstur kulit.

16. Beta Hydroxy Acid (BHA): Beta Hydroxy Acid

Bahan yang menembus pori-pori untuk membersihkan dan mengurangi jerawat.

17. Collagen: Kolagen

Protein untuk menjaga kekencangan dan elastisitas kulit.

18. Elastin: Elastin

Protein yang membantu melindungi elastisitas dan kekuatan kulit.

19. Squalane: Squalane

Emolien untuk melembapkan dan menenangkan kulit.

20. Glycerin: Gliserin

Humektan yang menarik air ke dalam kulit untuk menjaga kelembapan.

Kemasan Skincare

Selain kandungan, ada banyak varian kemasan skincare yang bisa kamu pilih. Apa saja?

1. Jar: Wadah Krim

Wadah yang digunakan untuk produk seperti krim atau balm, mudah diambil dengan jari atau spatula.

2. Tube: Tabung

Kemasan yang dipakai untuk produk seperti gel atau lotion, biasanya dipencet untuk mengeluarkan produk.

3. Pump Bottle: Botol Pompa

Botol dengan pompa, umumnya kemasan ini dipakai serum atau cleanser.

4. Dropper Bottle: Botol Pipet

Botol dengan pipet untuk produk seperti serum atau oil, memudahkan pengambilan dosis yang tepat.

5. Stick: Stik

Bentuk kemasan yang solid seperti balm atau deodorant, mudah diaplikasikan langsung ke kulit.

6. Spray Bottle: Botol Semprot

Botol dengan mekanisme semprot untuk produk seperti toner atau sunscreen. Botol ini tidak memerlukan step pengolesan.

7. Sachet: Sachet

Kemasan kecil untuk sampel atau penggunaan sekali pakai, praktis untuk traveling.

8. Rollerball: Rollerball

Botol dengan aplikator bola untuk produk seperti deodorant.

9. Airless Pump: Pompa Tanpa Udara

Botol dengan mekanisme pompa yang mencegah udara masuk, menjaga keawetan produk.

10. Single-use Pod: Pod Sekali Pakai

Wadah kecil untuk satu kali penggunaan, menjaga produk tetap segar.

11. Glass Bottle: Botol Kaca

Botol yang terbuat dari kaca, biasanya digunakan untuk produk yang sensitif terhadap plastik.

12. Plastic Bottle: Botol Plastik

Botol yang terbuat dari plastik, ringan dan tidak mudah pecah.

13. Foil Packet: Paket Foil

Kemasan foil untuk menjaga kesegaran produk, biasanya digunakan untuk masker wajah.

14. Twist-up Tube: Tabung Putar

Kemasan yang dapat diputar untuk mengeluarkan produk seperti lip balm.

15. Flip-top Cap: Tutup Flip-top

Kemasan dengan tutup yang dapat dibuka-tutup dengan mudah, biasanya digunakan untuk cleanser atau shampoo.

16. Refillable Container: Wadah Isi Ulang

Wadah yang dapat diisi ulang untuk mengurangi limbah plastik.

17. Travel-size Bottle: Botol Ukuran Perjalanan

Botol kecil yang mudah dibawa bepergian, cocok untuk perjalanan singkat.

Tekstur Skincare

Seperti makanan, skincare pun memiliki tekstur yang beragam. Berikut contoh istilahnya:

1. Thick: Kental

Tekstur skincare yang kental, seperti krim malam atau balm.

2. Lightweight: Ringan

Produk yang terasa ringan di kulit, seperti serum atau essence.

3. Creamy: Krimi

Tekstur yang lembut dan tebal, seperti krim pelembap.

4. Gel: Gel

Tekstur yang ringan dan cepat meresap, seperti gel pelembap atau pembersih.

5. Foamy: Berbusa

Produk yang menghasilkan busa, seperti pembersih wajah atau shampoo.

6. Watery: Cair

Tekstur yang sangat cair, seperti toner atau essence.

7. Balmy: Seperti Balm

Tekstur yang padat tetapi meleleh saat diaplikasikan, seperti cleansing balm.

8. Oily: Berminyak

Produk dengan tekstur minyak, seperti face oil.

9. Emulsion: Emulsi

Tekstur yang merupakan campuran antara cair dan minyak, sering digunakan dalam pelembap.

10. Paste: Pasta

Tekstur yang kental dan padat seperti masker pasta.

Klaim / Fungsi Skincare

Salah satu hal yang perlu kamu teliti sebelum membeli skincare adalah klaim atau fungsinya. Apakah untuk mencerahkan? Atau melembapkan? Yuk, kenali berbagai istilahnya:

1. Hydrating: Menghidrasi

Memberikan kelembapan pada kulit.

2. Moisturizing: Melembapkan

Memelihara kelembapan kulit.

3. Brightening: Mencerahkan

Mencerahkan kulit dan mengurangi noda gelap.

4. Anti-aging: Anti-penuaan

Mengurangi tanda-tanda penuaan seperti keriput dan garis halus.

5. Soothing: Menenangkan

Meredakan iritasi dan kemerahan.

6. Mattifying: Mengurangi kilap

Mengurangi kilap pada kulit berminyak.

7. Exfoliating: Eksfoliasi

Mengangkat sel kulit mati untuk memperbarui kulit.

8. Firming: Mengencangkan

Mengencangkan kulit dan mengurangi kendur.

9. Protecting: Melindungi

Melindungi kulit dari faktor lingkungan seperti sinar UV dan polusi.

10. Repairing: Memperbaiki

Memperbaiki kerusakan kulit.

11. Pore-minimizing: Mengecilkan Pori-pori

Mengurangi tampilan pori-pori yang besar.

12. Anti-inflammatory: Anti-peradangan

Mengurangi peradangan dan kemerahan.

13. Smoothing: Menghaluskan

Meningkatkan tekstur kulit agar lebih halus.

14. Revitalizing: Merevitalisasi

Memberikan energi dan kesegaran pada kulit yang lelah.

15. Plumping: Mengenyalkan

Mengenyalkan kulit dan mengurangi tampilan garis halus.

16. Nourishing: Menutrisi

Memberikan nutrisi yang dibutuhkan kulit.

17. Regenerating: Meregenerasi

Memperbarui sel kulit.

18. Detoxifying: Detoksifikasi

Membersihkan kulit dari racun dan kotoran.

Kelebihan Skincare

Ketika menonton video influencer, kamu akan mendengar banyak kosakata mengenai kelebihan sebuah skincare. Contohnya seperti:

1. Gentle: Lembut

Tidak menyebabkan iritasi pada kulit sensitif.

2. Fast-absorbing: Cepat Menyerap

Menyerap ke dalam kulit dengan cepat tanpa meninggalkan residu.

3. Non-comedogenic: Tidak Menyumbat Pori-pori

Tidak menyebabkan penyumbatan pori-pori yang dapat memicu jerawat.

4. Dermatologist-tested: Diuji oleh Dermatolog

Telah diuji oleh ahli kulit untuk memastikan keamanannya.

5. Hypoallergenic: Hipoalergenik

Risiko rendah menyebabkan alergi.

6. Natural Ingredients: Bahan Alami

Menggunakan bahan-bahan alami yang aman untuk kulit.

7. Cruelty-free: Bebas dari Pengujian pada Hewan

Tidak diuji pada hewan.

8. Vegan: Vegan

Tidak mengandung produk hewani.

9. Sustainable Packaging: Kemasan Berkelanjutan

Menggunakan kemasan yang ramah lingkungan.

10. Long-lasting: Tahan Lama

Memberikan hasil yang bertahan lama.

11. Multi-functional: Multifungsi

Memiliki beberapa manfaat dalam satu produk.

12. Fragrance-free: Bebas Pewangi

Tidak mengandung pewangi buatan yang dapat menyebabkan iritasi.

13. Paraben-free: Bebas Paraben

Tidak mengandung paraben yang sering dikaitkan dengan risiko kesehatan.

14. Sulphate-free: Bebas Sulfat

Tidak mengandung sulfat yang dapat menyebabkan iritasi kulit.

15. Affordable: Terjangkau

Harga yang ramah di kantong.

Kekurangan Skincare

Pasukan pencari review jujur, merapat! Ini dia beberapa kekurangan skincare yang mungkin bisa jadi bahan pertimbangan untukmu:

1. Expensive: Mahal

Harga yang tinggi.

2. Irritating: Menyebabkan Iritasi

Dapat menyebabkan iritasi pada kulit sensitif.

3. Greasy: Berminyak

Meninggalkan rasa berminyak pada kulit.

4. Sticky: Lengket

Meninggalkan rasa lengket setelah penggunaan.

5. Fragranced: Mengandung Pewangi

Mengandung pewangi yang dapat menyebabkan iritasi.

6. Alcohol: Mengandung Alkohol

Mengandung alkohol yang dapat mengeringkan kulit.

7. Synthetic Ingredients: Bahan Sintetis

Menggunakan bahan sintetis yang mungkin tidak cocok untuk semua kulit.

8. Short Shelf-life: Umur Simpan Pendek

Produk cepat kadaluarsa.

9. Comedogenic: Menyumbat Pori-pori

Dapat menyebabkan penyumbatan pori-pori dan jerawat.

10. Heavy: Terasa Berat

Terasa berat di kulit.

11. Unpleasant Smell: Bau Tidak Sedap

Memiliki bau yang tidak disukai.

12. Allergic Reactions: Reaksi Alergi

Berisiko menyebabkan reaksi alergi.

13. Drying: Mengeringkan

Dapat membuat kulit kering.

14. Breakouts: Menyebabkan Jerawat

Memicu munculnya jerawat.

15. Stinging Sensation: Rasa Perih

Memberikan rasa perih saat diaplikasikan.

16. Time-consuming: Memakan Waktu

Membutuhkan waktu yang lama untuk melihat hasil.

17. Messy Application: Aplikasi Berantakan

Sulit digunakan tanpa membuat berantakan.

18. Not Travel-friendly: Tidak Ramah Perjalanan

Kemasan besar atau tidak praktis untuk dibawa bepergian.

19. Purging: Pembersihan

Jerawat yang muncul ketika seseorang menggunakan produk baru. Purging merupakan tanda bahwa produk sedang bekerja untuk membersihkan pori-pori dan mempercepat siklus regenerasi kulit.

Cara Penyimpanan Skincare

Jadi, ada beberapa skincare yang perlu diberi perlakuan khusus dalam hal penyimpanan. Biasanya, dalam packaging-nya tercantum istilah seperti:

  1. Keep in Cool Place: Simpan di tempat sejuk
  2. Avoid Direct Sunlight: Hindari sinar matahari langsung
  3. Store Upright: Simpan botol dalam posisi tegak untuk menghindari kebocoran
  4. Keep Lid Tightly Closed: Tutup rapat
  5. Refrigerate: Simpan di kulkas
  6. Use Within Expiry Date: Gunakan sebelum tanggal kadaluarsa
  7. Keep Away from Humidity: Jauhkan dari kelembapan
  8. Protect from Contamination: Lindungi dari kontaminasi
  9. Store in Dark Place: Simpan di tempat gelap
  10. Keep Out of Reach of Children: Jauhkan dari jangkauan anak-anak
  11. Store at Room Temperature: Simpan pada suhu ruangan
  12. Keep Dry: Simpan kering
  13. Use Hygienic Tools: Gunakan alat yang higienis
  14. Label with Date Opened: Tandai tanggal dibuka
  15. Check for Changes in Color/Smell: Periksa perubahan warna/bau

Jenis Skincare

Berikut ini 10 step skincare yang happening di beauty industry Korea:

1. Makeup Remover

Sesuai namanya, makeup remover artinya pembersih makeup. Dalam hal ini, makeup remover bisa juga disebut sebagai cleanser yang fungsinya tidak hanya menghapus makeup, tapi juga mampu membersihkan wajah dari debu atau kotoran yang menempel akibat polusi.

Terdapat empat jenis cleanser atau makeup remover, yaitu oil cleanser, micellar water, cleansing lotion, dan cleansing balm.

Oil cleanser adalah produk pembersih wajah yang berbasis minyak untuk menarik kotoran dari pori-pori, menjadikannya sangat efektif untuk membersihkan wajah secara mendalam.

Selanjutnya, micellar water diartikan sebagai  cairan pembersih yang terdiri dari air dan partikel kecil yang disebut micelles.

Micellar water sangat lembut dan tidak memerlukan bilasan. So, jenis pembersih ini umumnya cocok untuk semua jenis kulit, terutama kulit sensitif.

Berbeda dari dua jenis cleanser sebelumnya, cleansing lotion adalah pembersih wajah dengan tekstur lotion atau krim.

Terakhir, cleansing balm merupakan pembersih wajah berbasis minyak yang memiliki tekstur padat seperti salep atau balm. Ketika diaplikasikan pada kulit, cleansing balm berubah menjadi minyak yang efektif melarutkan makeup.

Keempat jenis pembersih ini memiliki cara kerja yang berbeda namun sama-sama efektif dalam membersihkan kulit. Memilih produk yang tepat tergantung pada jenis kulit dan preferensi pribadi.

2. Water Based Cleanser

Setelah makeup remover, water-based cleanser digunakan untuk membersihkan sisa kotoran yang berbasis air. Pembersih ini biasa disebut dengan facial wash alias sabun cuci muka.

Manfaat facial wash adalah memastikan kulit wajah benar-benar bersih dari kotoran, minyak, dan debu yang menempel sepanjang hari.

Selain itu, facial wash menjadi step kedua agar wajah lebih siap untuk mendapat rangkaian skincare selanjutnya.

Ada beberapa jenis facial wash, seperti gentle facial wash yang lembut di kulit dan cocok untuk kulit sensitif, serta exfoliating facial wash yang mengandung bahan eksfoliasi untuk mengangkat sel kulit mati (biasanya terdapat active ingredients salicylic acid).

3. Exfoliator

Exfoliator adalah produk yang digunakan untuk mengangkat sel kulit mati, meningkatkan regenerasi kulit, dan membuat kulit tampak lebih cerah.

Produk ini bisa berupa physical exfoliator seperti face scrub yang perlu dibilas, atau bisa juga berupa chemical exfoliator seperti AHA/BHA yang bisa diaplikasikan langsung pada wajah, atau diusap lembut menggunakan kapas.

4. Toner

Toner adalah skincare yang digunakan setelah membersihkan wajah dan sebelum mengaplikasikan essence atau serum.

Fungsinya adalah untuk mengembalikan pH kulit yang mungkin terganggu akibat proses pembersihan. Terdapat tiga jenis toner, yaitu:

  • Hydrating Toner: Dirancang untuk menghidrasi kulit, sering mengandung bahan-bahan seperti hyaluronic acid, aloe vera, dan glycerin. Cocok untuk semua jenis kulit, terutama kulit kering.
  • Exfoliating Toner: Mengandung bahan-bahan eksfoliasi seperti alpha hydroxy acids (AHA) atau beta hydroxy acids (BHA) yang membantu mengangkat sel kulit mati dan memperbaiki tekstur kulit. Cocok untuk kulit kusam dan berjerawat.
  • Astringent Toner: Dibuat dari bahan astringen seperti witch hazel atau alkohol yang membantu mengontrol minyak berlebih dan mengecilkan pori-pori. Cocok untuk kulit berminyak, namun perlu digunakan dengan hati-hati pada kulit sensitif.

5. Essence

Essence berfungsi sebagai rangkaian perawatan kulit yang dirancang untuk memberikan hidrasi, membantu regenerasi kulit, dan meningkatkan penyerapan produk perawatan kulit lainnya.

Produk ini memiliki konsistensi yang lebih ringan daripada serum, tetapi formulanya lebih kaya daripada toner.

Fun fact, banyak beauty influencer yang berpendapat bahwa essence nggak terlalu banyak memberikan efek buat kulit, guys.

6. Treatment

Dalam perawatan kulit, treatment merujuk pada produk yang mengandung bahan aktif tinggi untuk mengatasi masalah kulit spesifik.

Ada tiga jenis utama treatment yaitu serum, ampoule, dan booster. Ketiganya memiliki karakteristik dan fungsi tersendiri.

Kamu tentu sudah nggak asing dengan serum, yaitu produk dengan konsentrasi bahan aktif yang tinggi, dan teksturnya lebih ringan (cenderung cair) dibandingkan moisturizer.

Umumnya, serum berfungsi untuk menangani masalah kulit spesifik seperti penuaan, pigmentasi, hidrasi, dan jerawat.

Contoh bahan aktif dalam serum adalah vitamin C untuk mencerahkan kulit, hyaluronic acid untuk hidrasi, dan retinol untuk anti-aging.

Lalu, ampoule adalah versi lebih pekat dari serum dan sering dianggap sebagai super serum. Ampoule sering dipakai dalam situasi di mana kulit membutuhkan perawatan ekstra.

Terakhir yaitu booster yang berfungsi untuk meningkatkan efektivitas produk perawatan kulit lainnya.

Booster bisa digunakan sendiri atau dicampur dengan serum dan moisturizer. Contoh bahan aktif dalam booster ialah antioksidan untuk melindungi kulit dari kerusakan lingkungan, niacinamide untuk mencerahkan kulit, dan peptides untuk merangsang produksi kolagen.

7. Face Mask

Face mask atau masker wajah menjadi step skincare untuk menargetkan berbagai masalah kulit seperti hidrasi, pencerahan, pembersihan mendalam, dan peremajaan kulit. Terdapat berbagai jenis masker yang bisa kita jumpai di dunia skincare, yaitu:

1. Sheet mask adalah masker wajah yang terbuat dari lembaran serat tipis seperti kertas, kapas, atau bahan berbasis gel yang dipotong sesuai bentuk wajah dan direndam dalam serum yang kaya akan bahan aktif.

Setelah digunakan, masker ini dibuang dan sisa serum yang tertinggal di wajah dapat dipijat lembut ke kulit.

Sheet mask sangat populer karena mudah digunakan dan memberikan hasil yang cepat, menjadikan kulit terasa lembap dan kenyal.

2. Clay mask, yaitu masker yang teksturnya menyerupai tanah liat. Masker ini sangat cocok untuk kulit berminyak dan rentan berjerawat, karena membantu mengurangi produksi minyak dan mengencangkan pori-pori.

Setelah diaplikasikan pada wajah, clay mask akan mengering dan mengeras, dan kemudian dibilas dengan air hangat setelah beberapa menit.

3. Sleeping Mask, berarti masker yang bisa digunakan semalaman ketika tidur.

Produk ini memiliki tekstur ringan yang membantu mengunci kelembapan dan nutrisi pada kulit selama malam hari, saat kulit berada dalam fase regenerasi alami.

Masker ini biasanya digunakan sebagai langkah terakhir dalam rutinitas perawatan kulit malam.

8. Eye Cream

Guys, kulit di sekitar mata lebih tipis dan lebih rentan terhadap tanda-tanda penuaan seperti garis halus, kerutan, bengkak, dan lingkaran hitam.

Maka dari itu, eye cream hadir sebagai produk yang dirancang khusus untuk digunakan pada area di sekitar mata.

9. Moisturizer

Moisturizer adalah rangkaian skincare untuk mengunci kelembapan dan hidrasi kulit.

Kandungan moisturizer biasanya meliputi:

  • Humektan: Hyaluronic acid, glycerin, dan aloe vera, yang menarik air ke dalam kulit.
  • Emolien: Minyak alami (jojoba oil, argan oil) dan shea butter, yang menghaluskan dan melembutkan kulit.
  • Oklusif: Petrolatum dan dimethicone, yang membentuk lapisan pelindung di atas kulit untuk mencegah kehilangan air.
  • Antioksidan: Vitamin C dan E, yang melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas.
  • Anti-aging: Retinol dan peptides, yang membantu mengurangi tanda-tanda penuaan.

Selain mengunci kelembapan, manfaat moisturizer lainnya antara lain memberikan nutrisi pada kulit, menjaga skin barrier, dan menenangkan kulit.

Secara umum, ada dua jenis moisturizer, yaitu brightening moisturizer dan retinol moisturizer. Brightening tujuannya untuk mencerahkan.

Maka, umumnya produk ini mengandung bahan-bahan pencerah seperti vitamin C, niacinamide, dan arbutin yang membantu mengurangi hiperpigmentasi, dan meratakan warna kulit.

Sementara itu, retinol moisturizer diformulasikan dari vitamin A yang dikenal efektif dalam mengurangi tanda-tanda penuaan seperti garis halus, kerutan, dan tekstur kulit yang tidak merata.

10. Sunscreen

Sunscreen adalah rangkaian skincare terakhir di pagi hari. Fungsinya adalah melindungi kulit dari efek berbahaya sinar ultraviolet (UV) dari matahari.

Penggunaan sunscreen secara rutin dapat membantu mencegah kerusakan kulit seperti sunburn, penuaan dini, dan risiko kanker kulit.

Ada 2 jenis sunscreen. Pertama, chemical sunscreen adalah tabir surya yang mengandung bahan kimia aktif seperti avobenzone, octinoxate, oxybenzone, homosalate, octocrylene, dan octisalate.

Cara kerjanya ialah menyerap sinar UV dan mengubahnya menjadi panas, kemudian panas tersebut dilepaskan dari kulit.

Berbeda dengan chemical, jenis physical sunscreen yang juga dikenal sebagai mineral sunscreen terdiri dari bahan aktif seperti zinc oxide dan titanium dioxide yang bekerja dengan cara memantulkan dan menyebarkan sinar UV dari permukaan kulit.

Contoh Dialog atau Narasi tentang Basic Skincare

Maudy: Hey guys, I need some help. I’ve been using this facial wash, but it seems like it’s making my skin worse, not better. What am I doing wrong?

Safira: Oh no, that’s frustrating. What kind of facial wash are you using?

Maudy: It’s one of those with salicylic acid. I thought it would help with my acne, but now my skin feels dry and irritated.

Olivia: Salicylic acid can be great for acne, but it’s not for everyone. It sounds like it might be too harsh for your skin. Have you tried a gentler cleanser?

Maudy: Not really. I thought stronger was better for dealing with acne.

Safira: It’s a common misconception. Sometimes a gentle, hydrating cleanser can be more effective because it doesn’t strip your skin of its natural oils. Have you considered using a cleanser with soothing ingredients like aloe vera or chamomile?

Maudy: No, I haven’t. What do you recommend?

Olivia: I’d suggest starting with a basic, gentle cleanser. Something labeled for sensitive skin. And maybe incorporating a toner and moisturizer to help balance and hydrate your skin.

Maudy: I use a toner, but I think it might be too strong as well. It’s one of those astringent types.

Safira: Astringents can be very drying. Try switching to a hydrating toner instead. Look for something alcohol-free with ingredients like hyaluronic acid or rose water.

Maudy: That makes sense. What about moisturizers? I’ve always avoided them because I didn’t want to make my acne worse.

Olivia: Moisturizers are actually crucial, even for acne-prone skin. Just choose one that’s lightweight and non-comedogenic so it won’t clog your pores. Gel-based moisturizers are often a good choice.

Maudy: Thanks for the advice, both of you. I think I need to rethink my whole routine. So, gentle cleanser, hydrating toner, and a lightweight moisturizer, right?

Safira: Exactly. And don’t forget sunscreen during the day. It’s essential for protecting your skin from further damage.

Olivia: Yes, and be patient. It might take some time for your skin to adjust and improve, but consistency is key.

Maudy: Got it. I’ll give it a try. Thanks again for the help!

Terjemahan

Maudy: Hai, kalian! Aku butuh bantuan nih. Aku pakai facial wash ini, tapi kok kulitku malah jadi lebih parah ya, bukan lebih baik. Apa yang salah ya?

Safira: Oh tidak, itu pasti bikin kesal banget. Kamu pakai facial wash yang kayak gimana?

Maudy: Yang ada asam salisilatnya. Aku pikir bakal bantu jerawatku, tapi sekarang kulitku malah kering dan iritasi.

Olivia: Asam salisilat emang bagus buat jerawat, tapi nggak cocok buat semua orang. Kayaknya terlalu keras buat kulit kamu deh. Udah coba pembersih yang lebih lembut?

Maudy: Belum sih. Aku pikir yang lebih kuat lebih baik buat ngatasi jerawat.

Safira: Itu salah paham yang umum banget. Kadang pembersih yang lembut dan melembapkan malah lebih efektif karena nggak ngilangin minyak alami kulit. Pernah coba pembersih yang ada aloe vera atau chamomile-nya?

Maudy: Belum. Kamu rekomendasiin yang mana?

Olivia: Coba deh mulai dengan pembersih yang lembut, yang ditulis buat kulit sensitif. Trus mungkin tambahin toner sama pelembap buat bantu menyeimbangkan dan ngasih hidrasi ke kulit kamu.

Maudy: Aku pakai toner, tapi kayaknya itu juga terlalu kuat. Itu jenis astringen.

Safira: Astringen emang bisa bikin kulit kering banget. Coba ganti ke toner yang melembapkan. Cari yang bebas alkohol dengan bahan kayak asam hialuronat atau air mawar.

Maudy: Masuk akal sih. Gimana dengan pelembap? Aku selalu ngindarin karena takut makin bikin jerawat.

Olivia: Pelembap sebenernya penting banget, bahkan buat kulit yang jerawatan. Pilih yang ringan dan non-komedogenik biar nggak nyumbat pori-pori. Pelembap berbasis gel biasanya pilihan yang oke.

Maudy: Makasih banget atas sarannya, kalian berdua. Kayaknya aku harus pikir ulang rutinitas skincare-ku. Jadi, gentle cleanser, hydrating toner, dan moisturizer, ya?

Safira: Bener banget. Jangan lupa juga pakai tabir surya di siang hari. Itu penting banget buat lindungin kulit dari kerusakan.

Olivia: Iya, dan sabar ya. Mungkin butuh waktu buat kulit kamu buat menyesuaikan dan membaik, tapi yang penting konsisten.

Maudy: Oke, aku coba deh. Makasih banget atas bantuannya!

Remember, merawat kulit wajah itu nggak perlu pakai produk mahal, kok. Apalagi sekarang sudah banyak sekali brand lokal yang mengeluarkan produk skincare dengan harga terjangkau.

The most important thing is, pandai-pandailah untuk riset dan menilai produk yang akan kamu beli. Tujuannya supaya terhindar dari berbagai masalah kulit yang kemungkinan muncul.

Well, kalau kamu mau jadi skincare reviewer atau beauty influencer, sebaiknya pahami semua kosakata yang sudah dipelajari hari ini ya!

Skill yang Perlu Dikuasai Saat Meeting dalam Bahasa Inggris

Para employee pasti pernah dong ikut meeting atau menjadi pimpinan meeting bersama client atau partner kerja?

Meeting yang efektif sangat penting untuk memastikan bahwa sebuah tim tetap harus sesuai jadwal pertemuan. Pertemuan yang lebih produktif dan terstruktur akan memberikan peluang yang sangat kecil untuk menyimpang.

Hal ini menjadi penting karena waktu pertemuan adalah pengaturan yang berharga untuk membahas sudut pandang, dan mendapatkan kesepakatan tentang hasil diskusi dalam meeting.

Setiap anggota tim memiliki kesempatan dan kewajiban untuk tekun dan memberikan saran jika ingin mencapai hasil terbaik. Pertemuan yang sukses sering kali sulit karena hanya sedikit dari anggota tim yang mengetahui aturan dan keterampilan yang diperlukan untuk pertemuan tersebut.

Cara paling efektif untuk mengadakan meeting yang baik adalah dengan mengikuti pedoman/panduan. Meeting dalam bahasa Inggris menjadi kesempatan bagi anggota tim untuk berkumpul dan memfokuskan ide mereka dalam satu arah.

Sekarang mari kita fokus pada penyampaian ide dan penggunaan keterampilan diskusi yang efektif untuk berkomunikasi pada saat meeting.

Diskusi saat meeting diperlukan agar pertemuan yang belum efektif menjadi produktif. Setiap pertemuan tim sebaiknya merangsang anggota untuk diskusi terbuka. Ketua tim atau ketua meeting sebaiknya harus paling banyak dalam memimpin diskusi, memahami dan memastikan saran yang baik dari semua anggota tim yang terlibat.

Berikut beberapa skill meeting dalam Bahasa Inggris yang penting untuk dipelajari :

1. Meminta Klarifikasi

Jika Anda tidak jelas tentang topic, logika dan argumen yang sedang dibahas, mintalah anggota tim lain untuk menentukan tujuan dan fokus pada masalah yang sedang disajikan. Penggunaan paraphrase, atau menyatakan kembali pikiran dengan cara yang berbeda adalah diperlukan di sini.

Penggunaan kalimat yang polite akan membuat partner kerja tertarik dengan klarifikasi Anda. Contohnya, Anda bisa memakai kalimat “I think everyone would like to get a broad overview on..” atau Could you give us an update topic of..

2. Aktif Mendengarkan dan Asking a question

Teknik mendengarkan dalam meeting yaitu seluruh anggota tim harus secara aktif dalam berdiskusi dan mendengarkan tim yang berargumen sehingga akan menciptakan pertemuan yang efektif. Anggota tim perlu mengeksplorasi ide satu sama lain daripada berdebat atau membela pemikiran pribadi.

Selain mendengarkan partner meeting berbicara, maka sebagai anggota yang belum mengerti terkait topik yang dibicarakan maka boleh mengajukan pertanyaan menggunakan kalimat “If I understand you correctly, you are saying that….” atau bisa memakai kalimat “Am I right in thinking that…”

3. Memastikan Peserta Meeting

Dalam hal ini Anda harus memastikan kepada peserta meeting bahwa mereka bisa menangkap poin-poin bahasan dan kesepakatan saat meeting.

Sebagai pimpinan meeting, Anda bisa memakai kalimat “ Have I cleared that last point up?” atau bisa juga memakai kalimat “Is everyone clear with that?”

4. Making a Summary

Penting untuk sekali-sekali berhenti berbicara kemudian summarize apa yang telah dibahas. Hal tersebut berguna untuk memastikan bahwa anggota tim selaras dengan masalah yang sedang dibahas.

Metode cepat dan mudah dalam menulis summary yaitu kemudahan untuk mengingat poin-poin bahasan, melihat, mendengarkan kemudian melanjutkan menulis ringkasan.

5. Mengelola Waktu

Karena pengelolaan waktu sangat penting untuk pedoman rapat, terkadang ada baiknya untuk membuat daftar periode waktu tertentu untuk memastikan bahwa tim tetap pada topik utama meeting.

Ini sangat penting agar rapat dimulai dan diakhiri tepat waktu.

Jika Ketua Tim mengizinkan rapat untuk dimulai terlambat atau berjalan lebih lama dari yang diharapkan, efektivitasnya akan memburuk dan rasa hormat untuk proses pertemuan menjadi hilang.

6. Mendapatkan Penentuan Kesimpulan Bersama

Setelah diskusi mencapai tahap kesimpulan, ketua tim meeting merangkum kesimpulan dan mendorong tim untuk mencapai kesepakatan.

Berikut ini beberapa contoh kalimat penentuan kesimpulan dalam rapat berbahasa Inggris :

  1. “Based on the discussion we’ve had today, it seems clear that our next step should be to implement the marketing strategy we’ve outlined.” (Berdasarkan diskusi yang telah kita lakukan hari ini, tampaknya jelas bahwa langkah berikutnya adalah menerapkan strategi pemasaran yang telah kita susun.)
  2. “To summarize, it appears that the most viable option moving forward is to allocate additional resources to the research and development department.” (Untuk merangkum, nampaknya opsi yang paling layak untuk dilanjutkan adalah mengalokasikan sumber daya tambahan ke departemen riset dan pengembangan.)
  3. “After considering all perspectives, it’s evident that restructuring the team would be the most effective solution to address our current challenges.” (Setelah mempertimbangkan semua sudut pandang, terlihat bahwa restrukturisasi tim akan menjadi solusi yang paling efektif untuk mengatasi tantangan saat ini.)
  4. “In conclusion, it’s evident that we need to prioritize customer feedback and make necessary adjustments to improve overall satisfaction.” (Secara keseluruhan, jelas bahwa kita perlu memprioritaskan umpan balik pelanggan dan membuat penyesuaian yang diperlukan untuk meningkatkan kepuasan secara keseluruhan.)

7. Mengakhiri Diskusi

Diskusi tentang topik tertentu merupakan hal penting. Namun, ketua tim meeting harus memahami bahwa setiap diskusi harus diakhiri.

Posisi ini merupakan akhir dari diskusi dimana seluruh tim meeting belajar untuk menemukan titik temu atau solusi dari permasalahan dan membantu anggota untuk memutuskan suatu masalah tertentu.

Dalam mengakhiri meeting, Anda dapat menggunakan kalimat “Okay, there is the last of our discussion. Thank you for your attention today.”

8. Mengevaluasi Proses Rapat 

Di akhir setiap pertemuan, ketua tim meeting harus memberikan waktu 5 menit pada setiap anggota agar dapat mengomentari evaluasi pertemuan mereka.

Hal ini menjadi penting untuk Ketua Tim dengan tujuan mengidentifikasi peluang untuk perbaikan sehingga proses pertemuan dapat terus disempurnakan untuk efektivitas yang lebih baik.

Untuk mensukseskan meeting dalam dunia bisnis, maka dibutuhkan sebuah panduan yang nantinya akan membantu tim untuk melakukan diskusi secara efektif sehingga akan  menghasilkan diskusi yang lebih positif dan pertemuan interaktif.

Dalam sebuah meeting berbahasa Inggris, efektivitas tim secara langsung bergantung dengan efektivitas pemimpin untuk melakukan kontrol dan mengatur proses pertemuan.

Setiap Anda bekerja di perusahaan atau berkecimpung dalam dunia bisnis, maka Anda perlu berlatih dan belajar speaking skills dan memperbanyak kosakata Bahasa Inggris, ya. Untuk itu Anda perlu banyak membaca kamus Bahasa Inggris, nih. Selamat belajar!

Dongeng Anak Rapunzel dalam Bahasa Inggris

Setelah Cinderella, Hansel and Gretel, dan Snow White, ada satu lagi kisah klasik yang nggak kalah ikonik dari Grimm Brothers. Yup, betul banget—Rapunzel!

Rapunzel terkenal dengan rambutnya yang panjang, parents. Tak hanya cantik, tokoh Rapunzel pun memiliki karakter yang lembut dan baik hati.

Si Kecil bisa belajar banyak dari sifat Rapunzel. Selain dalam bahasa Indonesia, coba telling a story about Rapunzel dalam bahasa Inggris, deh. Sebab, ini bisa jadi cara ia untuk belajar bahasa dengan cara yang menyenangkan.

Nah, di artikel ini, English Academy sudah menyediakan cerita lengkapnya, lho. Eits, tak ketinggalan, ada pesan moral yang bisa disampaikan juga pada Si Kecil.

Scroll down and enjoy the story ~

Mengenal Sejarah Cerita Rapunzel

Rapunzel adalah salah satu dongeng Jerman yang terkenal. Penulis cerita Rapunzel tak lain dan tak bukan adalah Grimm Brothers. Sangat familiar, kan?

Cerita ini diterbitkan pada tahun 1812. Namun sebenarnya, versi cerita yang kita kenal dari Grimm bersaudara ini merupakan adaptasi dari dongeng Rapunzel karya Friedrich Schulz yang rilis pada tahun 1790.

Lebih jauh lagi, Schulz menerjemahkan cerita tersebut dari Persinette, sebuah dongeng yang ditulis oleh Charlotte-Rose de Caumont de La Force di tahun 1698.

Dongeng ini sendiri sudah banyak dipengaruhi oleh cerita-cerita Italia yang lebih tua, seperti Petrosinella yang ditulis pada tahun 1634 oleh Giambattista Basile.

Dalam cerita Basile, seorang putri dikurung di sebuah menara, tapi bukan oleh penyihir, melainkan oleh ayahnya sendiri. Kisah ini yang akhirnya menginspirasi Grimm Bersaudara untuk menulis cerita Rapunzel, tentang seorang putri yang dikurung oleh penyihir jahat.

Menariknya, ketika menulis cerita ini, Grimm Bersaudara sempat kebingungan menentukan nama untuk tokoh putri tersebut. Setelah melalui banyak pertimbangan, mereka akhirnya memilih nama ‘Rapunzel.’ Nama ini ternyata berasal dari tanaman rampion. Apa, tuh?

Tanaman Rampion, Asal-usul Dongeng Rapunzel

Parents, ternyata Rapunzel merupakan salah satu tanaman sayur liar yang hanya dapat tumbuh di Eropa, daratan Laut Tengah, Afrika Utara, dan Asia Barat.

Tanaman ini memiliki nama latin Campanula rapunculus, dan biasa dijadikan santapan lalap oleh orang Eropa.

Lalu, apa hubungannya dengan cerita Rapunzel? Temukan jawabannya di cerita berikut ini, parents.

Cerita Rapunzel Bahasa Inggris

Part 1: The Carpenter and His Wife

Once upon a time, there lived a carpenter and his wife. More than anything they yearned for a child of their own. At long last, their wish came true – they were going to have a baby!

From their second floor window, the wife could see the garden next door. Such fine straight rows of fresh green plants! But no one dared to see them up close, for the garden belonged to a witch.

One day the wife was staring at the garden from her window. How delicious those big green heads of lettuce looked! “I must eat one of them,” she said to her husband. “You must go and get me some.”

“I cannot!” said her husband. “You know as well as I do that the garden belongs to a witch.”

“If I cannot have that lettuce,” said the wife, “I will not eat anything at all. I will die!”

What could the carpenter do? Later that night, he climbed over the garden wall. Taking very quiet steps, he broke one green head of lettuce from the ground. Holding the lettuce close to his chest, he climbed back over the garden wall. His wife ate all the lettuce right away.

Taking very quiet steps, he broke one green head of lettuce from the ground.

But eating the lettuce only made her want more! She said if she could not have more lettuce, there was nothing she would eat! So the next night, the carpenter climbed back over the garden wall. He broke one more head of lettuce from the ground. All at once rang a high, loud, voice.

“Exactly what do you think you are doing?”

“I…uh…am getting lettuce for my wife,” said the carpenter.

“Thief!” yelled the witch. “You will pay for this!”

“Please!” said the carpenter. “My wife is going to have a baby. She saw your lettuce and wanted it so very much.”

“Why does that matter?” howled the witch.

“I will do anything to make this right!” begged the carpenter. He thought, “Surely I can build her something she would like.”

“I will do anything to make this right!” begged the carpenter.

“You say you will do anything?” said the witch.

“Yes, name it!” he said.

“Fine!” said the witch. “Here’s the deal. Go ahead – take all the lettuce you want. Your wife will have a baby girl. And when she does, the baby will be mine!”

“What?!” said the carpenter. “I will never agree to that!”

“You already did!” said the witch. And she laughed an evil laugh.

Part 2: The Tower

Indeed, the wife had a baby girl just as the witch had predicted. To keep the baby safe from the witch, the carpenter built a tall tower deep in the woods. He built a staircase that led up to a room at the very top, and he installed one long, pointed window in that top room. He and his wife took turns staying there with the baby.

But the witch had a magic ball, and the magic ball showed the baby was in the top room of this tower. When the carpenter and his wife were both inside the house, the witch cast a spell over both of them and they fell into a deep sleep. The witch went directly to the tower, and up to room at the top, where the baby slept in its cradle.

“You are mine!” hissed the witch. “I will call you Rapunzel, for that is the name of the lettuce that brought you to me.”

With her magic, the witch sent the carpenter and his wife back to their cottage.

The witch did not know how to take care of a baby. Rapunzel grew into a child, and the witch did not know how to cut her hair. The girl’s blond hair grew longer and longer.

All the witch could do was keep the little girl locked in the room at the very top of the tower. She told the child that the world was a very bad place, and that is why she must never leave the tower.

As she grew up, many times Rapunzel said to the witch, “There is nothing here for me to do! Why must I stay in this tower all the time?”

And the witch shouted back, “I told you so many times! The world is a very bad place. Now comb your hair and be quiet!”

“Why must I stay in this tower all the time?”

“Is it really so bad out there?” Rapunzel would sometimes insist. “I hear people laughing down there below the window.”

At such times the witch would yell, “How many times do I have to repeat myself? Don’t listen to anything you see or hear out there. The world is much worse than you think.”

On her 12th birthday, Rapunzel found the courage to say to the witch, “I don’t care what you say anymore. I’m so tired of staying here alone all the time! When you are gone, I will chip away at the door. I will make a hole. I will run down the stairs and go outside, and you can’t stop me!”

“You think so?” said the witch. “Think again!” With her power, she made the staircase in the tower collapse. She closed up the door at the base of the tower so there was no trace of it. Now there was no way for Rapunzel to escape!

Part 3: A Singing Voice

By then, Rapunzel’s hair had grown very, very long. Once the stairs were gone, when it was time for the witch to visit her in the tower, she would call from outside, “Rapunzel, Rapunzel! Let down your hair!”

Rapunzel would throw her long blond braid out of the window. The witch would grab hold of her hair like a rope. And that is how the witch climbed up the tower wall to the window in Rapunzel’s room.

Five more long years went by. Poor Rapunzel! She had to stay in that room, day after day. All she could do was sing sad songs from the window. Sometimes birds at the treetops would join her songs. Then she would feel a little better. But only a little.

One day, a Prince was riding through the woods. He heard the sound of beautiful singing. It seemed like it was coming from the treetops but of course that was impossible. He rode closer to the sound and at last, was standing before the tower.

“This is odd!” he said, looking around the base of the tower. “There is no door to get in. Yet someone is singing at the very top of the tower. How does anyone get in or out?” The singing enchanted him, and the Prince found himself returning to the tower each day. Who was this young woman? And why was she there every day?

One day when the Prince rode up to the tower, he saw an old woman standing at the base of the tower. He jumped behind a tree to hide. He heard the witch call out, “Rapunzel, Rapunzel! Let down your hair!” A long blond braid was thrown out from a window at the very top. The old woman grabbed onto the braid and climbed to the window at the very top of the tower.

“Ah, ha!” thought the Prince. “So that is how it’s done.”

He waited. After a bit, the braid was thrown out the window again. The witch climbed back down the tower wall. Then she left.

The Prince waited some more. He stepped up to the tower. In a voice that sounded as much like the witch as he could, he called out, “Rapunzel, Rapunzel! Let down your hair!” In a moment, the same long blond braid came out of the window. “It works!” thought the Prince. He climbed up the tower wall!

You can be sure Rapunzel was very surprised to see the Prince climb into her window. She had never seen a person up close before other than the witch, much less a man! “Who are you?” she said in fear.

“Do not worry,” said the Prince. “I am a friend.”

“I do not know you,” said Rapunzel.

“I feel as if I know you,” said the Prince. “Since I have heard you singing every day. You have a beautiful voice! I love it when the birds sing with you, too.”

“You know about that?” said Rapunzel. “It may be the only thing I like, since I have no choice but to stay here in this same old tower, day after day, my whole life long.” Rapunzel told the Prince about the witch. She told him that since the world was such a very bad place, she must always stay in the tower room.

“But the world is not as bad as all that,” said the Prince. He told Rapunzel about flowers and festivals, gardens and games, puddles and puppies, strawberries and secrets. She was fascinated.

“But the world is not as bad as all that,” said the Prince.

And so many hours went by. At last, Rapunzel said to the Prince, “You must go. The witch may come back at any time.”

“Very well,” he said. “But I will be back tomorrow.” Rapunzel threw her braid out the window, and the Prince climbed down.

The next day, the Prince climbed back up to Rapunzel’s room. He said, “I have a surprise for you.” He had brought her a basket of strawberries.

As she tasted a strawberry Rapunzel thought, “What I was told is not true! The world can be a very fine place. What else is there that I am missing?” She said to the Prince, “I must get out of this tower as soon as I can! But how?”

Part 4: Escape

The Prince said, “I can come and go by holding onto your braid. But once I am down, the problem is – how do we get you down, too?”

Then suddenly, Rapunzel had an idea. “Bring me a ball of silk each time you come. I will weave the silk into a ladder. Silk folds up so small that the Witch won’t see it. When the ladder gets long enough to reach the ground, I will follow you by climbing down the silk ladder.”

“That will work!” cried the Prince. He moved closer to Rapunzel. “You know, out in the world when two people like each other very much, they can do something very special. It’s called getting married and that means the two people can always be together. Do you think you might want to get married someday?”

“Maybe,” said Rapunzel, “there is so much I have to learn about the outside world. And we can still spend time together even if we are not married, isn’t that right?”

“Of course,” said the Prince, thinking that he can be patient. Every day after that, the Prince brought one ball of silk to Rapunzel. Over time, she weaved the silk into a long ladder.

On Rapunzel’s 18th birthday the witch spoke to her in a sharp voice. “I am sick and tired of hearing you go on and on about being alone in this tower all the time. Know this, Rapunzel. That is not going to change. You will stay in this tower – forever!”

“Who says I’m alone in the room all the time?” said Rapunzel.

“Who says I’m alone in the room all the time?” said Rapunzel.

“What?!” said the witch. “Who’s been up here with you?”

“No one!” said Rapunzel at once, in fear. “I mean, no one but you!”

The witch did not believe her. She looked everywhere in the room for something to prove that someone else had been there. She found the ladder and held it high in the air. She yelled, “What is the meaning of this?”

“My friend the Prince brought me the silk, and I made the ladder,” said Rapunzel.

“You will never see this Prince again!” yelled the witch. She took out a knife. Snip, snap, and Rapunzel’s lovely braid was cut off!

Holding the braid in one hand, the witch laughed an evil laugh.

Then, with a stroke of her magic, Rapunzel was cast off to a faraway desert. But the witch stayed in the tower room. She knew the Prince would soon return.

Part 5: The Last Climb

The witch did not have to wait long. Before long the Prince was calling at the bottom of the tower, “Rapunzel, Rapunzel, let down your hair!”

“So that is how he did it!” said the witch. Holding tightly to one end of Rapunzel’s braid, she threw the braid out the window. The prince took hold and climbed up. When he got to the window, he was very surprised to see the witch!

“Where is Rapunzel?” he called out. “What have you done with her?”

“You will never see Rapunzel again!” howled the witch.

And the old woman pushed the Prince so hard that he lost hold of the window. Down, down, he fell!

The Prince landed on some bushes. That helped with the fall, but the bushes had thorns and some went into his eyes. The Prince was blinded!

Part 6: The Desert

For two years the poor blind Prince wandered the world, looking for Rapunzel. From morning to night, he called for her. But it was no use. At last, he reached a desert. One day, he heard beautiful singing. “I would know that voice anywhere!” he exclaimed. It was his dear Rapunzel! He went closer and closer to the voice he knew so well.

“My Prince!” called Rapunzel when she saw him. The two of them hugged tight. Two tears of joy dropped from Rapunzel’s face into the eyes of the Prince. All at once, he could see again!

What happened next, well, you may have a pretty good idea. The Prince and Rapunzel went back to the kingdom where the Prince lived. During all that time apart, both of them came to realize that it was right between them, and decided to be married. A few years later, the Prince became the King of the land and Rapunzel became Queen. The two of them lived happily ever after, as may you.

Pesan Moral Cerita Rapunzel dalam Bahasa Inggris

Pesan moral Rapunzel yang dapat parents tanamkan pada Si Kecil antara lain:

1. Kesabaran itu Penting

Rapunzel dikurung di menara selama bertahun-tahun. Meski bosan, tapi ia tetap sabar dan tidak pernah menyerah, lho.

Nah, jika sudah agak besar, Si Kecil dapat mengerti untuk lebih paham bahwa dalam hidup, kadang kita harus sabar menunggu hal-hal baik yang mungkin datangnya belakangan.

Ups, jadi relate dengan lagunya Bernadya, xixi.

2. Berani Mengambil Keputusan

Rapunzel tidak hanya menunggu, tapi dia berani mengambil langkah untuk keluar dari menara.

Hal ini bisa menjadi pengingat bagi Si Kecil, bahwa ia harus berani mengambil keputusan ataupun mengambil risiko yang dapat membuat ia lebih sukses.

3. Penting untuk Saling Mendukung

Hubungan antara Rapunzel dan pangeran sangat kuat. Mereka saling mendukung dan percaya satu sama lain.

Hopefully, Si Kecil dapat belajar untuk selalu memberikan dukungan kepada teman-teman atau orang-orang terdekatnya ya, parents.

5 Cara Meningkatkan Listening Skills

Listening skills atau kemampuan mendengarkan adalah salah satu hal yang teramat penting dalam bahasa Inggris, lho! Baik secara akademis maupun sehari-hari, kita pasti akan bersinggungan dengan kemampuan ini. Misalnya, pada saat melakukan tes TOEFL, IELTS, wawancara pekerjaan, presentasi, ataupun pada keadaan informal seperti ngobrol sehari-hari.

Sejatinya, listening skills ini dapat dilatih secara bertahap. Nah, bagaimana sih cara untuk meningkatkan listening skills? Adakah tips yang dapat dilakukan agar latihan untuk meningkatkan listening skills ini efektif dan efisien? Yuk, simak beberapa tips dibawah ini!

1. Be Present

Kunci untuk dapat mendengarkan dengan baik, adalah dengan memberikan seluruh fokus dan perhatian kita kepada si pembicara dan topik yang sedang dibicarakan. Dengan hadir secara penuh, benar-benar berniat untuk mendengarkan (listening with intention) maka kita akan dengan mudah untuk mengikuti alur pembicaraan, sehingga kecil kemungkinan untuk tertinggal dari topik pembicaraan yang bisa mengakibatkan kita clueless terhadap topik.

Dengan mendengarkan secara fokus juga, kamu bisa bertanya terhadap topik atau isu yang kamu tidak pahami (kepada lawan bicara) saat percakapan sedang berlangsung, dan hal ini akan menciptakan percakapan yang berlangsung dua arah.

2. Starting from The Easiest, then Increase Difficulties

Jika kamu adalah seseorang yang baru banget belajar listening, maka tips yang paling ampuh untuk dilakukan adalah mulai dari hal termudah. Sering kali kita merasa sudah minder duluan atau putus asa saat baru mulai belajar sesuatu, dan ternyata kita tidak menunjukkan progres apa-apa.

Disaat seperti itu, coba kamu cek deh, jangan-jangan kamu salah dalam memulai step belajarnya, bisa jadi karena kamu mengambil langkah yang terlalu jauh dari jangkauan kamu.

Nah, maka dari itu, tips yang bisa kamu praktekkan adalah dengan mulai dari hal yang kamu rasa paling mudah! Yuk, kamu lihat apa sih contoh-contoh percakapan atau audio visual yang kamu cukup pahami saat ini? Topik seperti apa yang masih bisa kamu ikuti, apakah topik percakapan sehari-hari atau berita? Apakah melalui medium kartun atau film? Apakah melalui lagu atau speech?

Setelah kamu mengetahui mana yang sangat mudah untuk kamu pahami, mulailah dari situ terlebih dahulu. Berlatih hingga kamu rasa cukup untuk naik level, ke tingkat yang lebih sulit.

Misalnya, kemarin-kemarin menggunakan media kartun untuk berlatih, hari ini ditingkatkan dengan menggunakan salah satu episode dalam sebuah series untuk berlatih listening. Semakin hari, semakin ditingkatkan kadar kesulitannya, baik melalui medium yang berbeda, topik yang berbeda, ataupun situasi kondisi yang berbeda.

Tingkat kesulitan dalam listening skills juga dapat dilihat melalui situasi percakapan yang berlangsung. Jika percakapan terjadi dalam situasi kondisi yang cukup ramai, seperti di konser, mall, dan tempat umum atau terjadi dalam kondisi-kondisi darurat seperti saat terjadi insiden, maka tingkat kesulitan listening akan berada di level yang tinggi.

3. Slow Down The Video or Audio

Pasti kita sering dengar, bahwa salah satu cara untuk belajar listening adalah dengan menggunakan subtitle pada video atau film berbahasa inggris yang kita tonton. Tapi, hal ini justru membuat kita hilang fokus untuk berlatih meningkatkan kemampuan listening dan jadi hanya terfokus untuk membaca subtitle.

Nah, terdapat salah satu tips yang lebih efektif untuk berlatih listening skills, yaitu dengan mengaktifkan mode slow motion pada video atau film yang kita tonton. Metode ini digunakan untuk membuat kita berlatih dan belajar recognizing kosakata yang diucapkan orang lain.

Dengan begitu, kita bisa memelankan video pada bagian-bagian tertentu yang sulit, untuk kita tebak dan cek kira-kira apa yang orang tersebut ucapkan. Dengan tidak mengaktifkan subtitle dan memelankan video atau audio, kita justru akan lebih berfokus pada mendengarkan percakapan yang sedang berlangsung. Hal ini membuat kita dapat mengenali kosakata atau topik apa yang sebenarnya sedang berlangsung.

4. Take Note! But Not All of Them

Tips yang berikutnya untuk meningkatkan listening skills adalah, catat yang kamu dengar atau kamu tangkap saat mendengarkan sebuah percakapan atau audio mengenai topik yang sedang dibicarakan. Tapi, apakah mencatat ini harus dilakukan sejak awal hingga akhir? Ternyata tidak lho! Kamu tidak perlu mencatat secara detail hinga kata-per kata.

Yang harus kamu lakukan adalah menarik benang merah secara keseluruhan topik pembicaraan tersebut, lalu mencatat poin-poin penting nya saja. Alur mendengarkan yang dapat kamu terapkan juga adalah dengarkan ide utamanya, lalu dengarkan poin-poin pendukung ide utama tersebut.

Setelah kamu mencatat hal-hal yang kamu dapat, pada akhirnya kamu bisa cross-check apakah yang kamu dengarkan sudah tepat dengan yang sebenarnya diutarakan? Apakah kamu sudah menangkap secara garis besar hal yang ingin disampaikan pada pembicaraan tersebut? Apakah ada hal yang kamu lewatkan? Dsb.

Selain itu, jika kamu ditawarkan untuk menjadi notulen dalam sebuah rapat berbahasa inggris, jangan dilewatkan ya! Itu bisa menjadi ajang kamu untuk belajar dan melatih skill listening kamu.

5. Find Partners, or Make One!

Memiliki teman untuk berlatih meningkatkan listening skills, sangatlah penting. Dengan memiliki partner secara langsung, kamu akan lebih termotivasi untuk belajar dan dapat saling mengoreksi satu dan yang lain. Kamu bisa mulai bentuk kelompok belajar kecil yang terdiri dari 3-4 orang. Apalagi, disaat semua serba online, kamu bisa banget mengadakan latihan listening skills dengan meeting online.

Terdapat banyak sekali metode berlatih listening skill secara kelompok, contohnya mendengarkan lagu bersama, menonton film pendek bersama, mendengarkan pidato, atau mendengarkan teman satu tim memberikan presentasi.

Diakhir aktivitas tersebut, masing-masing dari anggota tim akan mengemukakan ide besar atau poin-poin penting yang didengar dari aktivitas yang dilakukan sebelumnya. Hal ini dapat memotivasi kita untuk mendengarkan with intention dan fokus.

Mana nih dari tips-tips di atas untuk meningkatkan listening skills yang mau kamu lakukan terlebih dulu? Perlu diingat ya kalau ingin memiliki kemampuan listening yang jago, tidak bisa didapatkan secara instan. Kita harus beratih dengan tekun dan konsisten. Karena kemampuan listening harus dipupuk hingga dapat menjadi keahlian yang tertanam di dalam diri.

5 Tips Menulis Artikel dalam Bahasa Inggris, Wajib Tahu!

Sejujurnya, menulis artikel dalam bahasa Indonesia saja bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika artikelnya ditulis dalam bahasa lain, ya? Meskipun begitu, beberapa penulis menginginkan tulisannya bisa diakses dan dipahami oleh orang-orang dari berbagai belahan dunia. Salah satu caranya tentu dengan menulis artikel dalam bahasa internasional yaitu bahasa Inggris.

Meskipun menulis artikel dalam bahasa Inggris bisa menjadi sedikit lebih tricky, kamu bisa tetap menerbitkan artikel yang berkualitas dengan menerapkan tips-tips di bawah ini. Untuk kamu yang penasaran dengan tips-tipsnya, simak pemaparan di bawah ini, yuk!

1. Pikirkan Apa yang Benar-Benar Ingin Kamu Tulis: Tentukan Tema dan Judul

Layaknya tips menulis artikel pada umumnya, sebelum menulis, kamu harus memikirkan apa yang benar-benar ingin kamu sampaikan kepada pembaca terlebih dahulu. Dalam hal ini, kamu bisa memulai dengan memikirkan tema dari artikel yang akan kamu tulis.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), tema adalah pokok pikiran atau dasar cerita yang dipakai sebagai dasar dalam mengarang. Pertanyaannya, ada yang tahu nggak kenapa tips utama menulis artikel dalam bahasa Inggris adalah menentukan tema?

Untuk kamu yang belum tahu, jawabannya adalah karena menentukan tema artikel terlebih dahulu bisa membantu kamu untuk menciptakan batasan tulisanmu. Sederhananya, kamu ingin menghindari tulisan yang tidak memiliki fokus yang jelas dan melebar kemana-mana.

Tema artikel itu sendiri bisa bermacam-macam, di antaranya adalah pendidikan, gaya hidup atau fashion, teknologi, kesehatan, kuliner, dsb. Nah, tema inilah yang kemudian akan kamu turunkan menjadi judul. Simak contoh di bawah ini.

2. Cari Referensi: A Good One

Apabila kamu ingin menulis artikel dalam bahasa Inggris dengan baik, kamu akan membutuhkan referensi. Wait, wait, wait, apa sih yang dimaksud dengan referensi?

Secara sederhana, referensi adalah sumber acuan. Nah, referensi itu sendiri memiliki peranan penting dalam membantu kamu mengembangkan informasi yang ada di dalam tulisan kamu. Kecuali kamu sudah benar-benar menguasai materi yang akan kamu tulis, referensi mungkin tidak akan dibutuhkan lagi.

Tetapi, sekalipun kamu sudah menguasai materi yang akan kamu tulis, referensi bisa digunakan untuk membantu kamu menemukan gaya penulisan artikel dalam bahasa Inggris yang tepat. Ingat, kelengkapan dan ketepatan informasi yang ada di dalam artikelmu tidaklah cukup untuk menarik hati pembaca.

Dalam hal ini, kamu perlu memastikan bahwa artikel kamu mempunyai daya jual yang tinggi, salah satunya dengan secara pintar memainkan gaya penulisan kamu.Oleh karena itu, kamu akan membutuhkan referensi yang baik pula.

Di bawah ini ada rekomendasi 5 website penyedia artikel dalam bahasa Inggris terbaik yang bisa kamu jadikan referensi.

5 Website Penyedia Artikel dalam Bahasa Inggris Terbaik

1. Ezinearticles (https://ezinearticles.com/)

2. ArticleBiz (https://articlebiz.com/)

3. Find Articles (http://findarticles.com/)

4. Articles Base (https://articlesbase.com/)

5. Article Rich (http://www.articlerich.com/)

3. Kamu Mungkin Perlu Menulisnya dalam Bahasa Indonesia Terlebih Dahulu

Sejujurnya, cara yang satu ini bisa menjadi sedikit merepotkan lantaran kamu harus menulis artikel yang sama sebanyak dua kali. Bagi kamu yang sudah cukup mahir berbahasa Inggris, alangkah baiknya untuk langsung menulis draft artikel kamu dalam bahasa Inggris. Hal ini juga berlaku bagi kamu yang memang menyukai tantangan, kamu mungkin ingin menguji seberapa baik kemampuan menulis dalam bahasa Inggris kamu.

Tetapi, bagi kamu yang masih pemula, menulis dalam bahasa Indonesia terlebih dahulu bisa membantu kamu untuk memproduksi artikel dalam bahasa Inggris yang baik. Lebih daripada itu, menerjemahkan sendiri tulisan kamu bisa menjadi cara yang efektif untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris kamu.

Like they said, there’s always a room for beginners to learn something new. Jadi, jangan merasa malu untuk menerapkan cara menulis artikel dalam bahasa Inggris yang satu ini, ya! You might gain something from it.

4. T&C: Translate and Check!

Bagi kamu yang menulis draft artikel kamu dalam bahasa Inggris, tugas selanjutnya adalah memeriksa ketepatan tata bahasa.

Dengan Grammarly, kamu bisa memeriksa aspek-aspek dalam tulisan seperti spelling, grammar, punctuation, clarity, engagement, dan delivery mistakes.

Bagi kamu yang menulis draft artikel kamu dalam bahasa Indonesia, tugas selanjutnya adalah menerjemahkannya ke dalam Inggris kemudian memeriksa ketepatan tata bahasanya. Saranku, cobalah untuk menerjemahkan tulisan kamu secara manual dan bukan dengan mesin penerjemah seperti Google Translate. Dalam hal ini, kamu bisa menggunakan Google Translate hanya untuk menerjemahkan kosakata atau kalimat yang tidak kamu ketahui bahasa Inggrisnya.

Dengan melakukan demikian, kamu bisa memiliki ruang untuk belajar dan mengembangkan kemampuan menulis kamu. Setelah itu, kamu bisa menggunakan Grammarly untuk memeriksa aspek-aspek dalam tulisan kamu.

5. Perhatikan Tanda Baca

Last but not least, periksalah kembali ketepatan penggunaan tanda baca dalam tulisan kamu. Hal-hal kecil seperti penempatan titik dan koma bisa mempengaruhi kesempurnaan artikel kamu. Selain titik dan koma, ada beberapa tanda baca lain yang perlu kamu perhatikan penggunaannya.

Tanda Seru: !

Hope you‘ll have lots of fun learning with Duolingo!

Tanda Kutip: “…”

“I think of the young generation as a change maker,” Winfrey said.

Tanda Kurung (…)

Research shows that the majority of Indonesian workers (80%) love the idea of working from Bali.

Nah, itulah 5 tips menulis artikel dalam bahasa Inggris yang perlu kamu ketahui. Hayo, menulis artikel dalam bahasa Inggris bisa menjadi sangat menantang, bukan? Jika kamu benar-benar ingin menjadi penulis yang hebat, biasakanlah dirimu membaca artikel-artikel dalam bahasa Inggris yang ada di luar sana. Dengan begitu, kamu bisa menemukan gaya menulis yang menjual dan menarik perhatian kamu.

Dongeng Bahasa Inggris Snow White dan Moral Value di Dalamnya

Kalau parents sudah menceritakan kisah Cinderella atau Hansel and Gretel pada Si Kecil, tampaknya parents tak asing dengan nama Grimm Brothers. Yap, Snow White juga merupakan karya dari dua bersaudara ini.

Grimm Brothers menerbitkan fairy tale Snow White pada 20 Desember 1812. Wow, it’s been a long time.

Meski sudah lama, tapi ceritanya tak punah di tengah masyarakat. Terlebih, Snow White merupakan dongeng yang sering diceritakan di waktu luang, atau sebagai pengantar tidur Si Kecil.

Selain meningkatkan bonding antara orang tua dan anak, aktivitas ini pun bisa digunakan untuk stimulasi kecerdasan Si Kecil dalam berbahasa Inggris, lho.

Maka dari itu, ajak ia untuk mengenal dongeng Snow White versi bahasa Inggris.

Nah, di artikel ini, English Academy telah merangkum cerita Snow White (English version), lengkap dengan pesan moralnya. Yuk, baca kisahnya sekarang!

Snow White Menceritakan Tentang Apa, Sih?

Snow White artinya putih salju. Cerita Snow White ini berasal dari Jerman, di dalamnya terdapat petualangan Putri Salju yang hidup dengan Ayah dan ibu tirinya si ratu jahat.

Sang ratu bertanya kepada cermin ajaibnya, “Siapakah yang paling cantik di negeri ini?” Dengan tegas, cermin ajaib itu mengatakan bahwa Putri Salju-lah orangnya.

Tokoh Snow White terkenal kalem, santun, dan sangat baik hati. Namun, ia menjadi sasaran sang ratu yang terbakar api cemburu.

Karena kecemburuan itu, ratu mencoba berbagai cara untuk menyingkirkan Snow White, termasuk memerintah pemburu untuk membunuhnya.

Luckily, Snow White berhasil melarikan diri ke hutan dan menemukan tempat berlindung di rumah tujuh kurcaci.

Meski begitu, ancaman dari sang ratu tidak berhenti sampai di situ. Bagaimana kelanjutannya?

Cerita Snow White Bahasa Inggris

Yuk, ajak Si Kecil untuk mendengar atau membaca cerita ini!

Part 1: Mirror, Mirror

Once upon a time, a Princess named Snow White lived in a castle with her father the King and her Stepmother the Queen. Her father always reminded his daughter that above all else, a royal family must be fair. He said, “People all over the land come to the castle to settle disputes. The ruler must hear each side and make a decision that’s fair.”

The Queen, Snow White’s stepmother, knew how important being fair was to her husband. She went to her magic mirror and asked, “Mirror, mirror, on the wall, who is the fairest of them all?”

“Snow White is the fairest of them all!” said the Magic Mirror.

“What?!” shouted the Queen in surprise. “No one is more fair than I! The Queen must be the best at everything. What’s more fair than that?”

“Snow White is the fairest of them all!” stated the Magic Mirror again.

The Queen shook her fists. “What do you know? – you’re a mirror!” She threw a blanket over the mirror and stormed off.

Still, the Queen was bothered. So much so, that the Queen decided to get rid of the girl, once and for all.

“I cannot wait another day to deal with her!” she resolved. The Queen called for her servant, a huntsman. Pointing her long fingernail at him she said, “Tomorrow, find a reason to take Snow White deep into the woods. And kill her.”

The huntsman was shocked! But she was the Queen – what could he do? The next day he took Snow White into the woods. As he drew his knife to slay her, Snow White turned around.

“Look,” she said. She took from her pocket six perfect animal shapes carved of wood. “I made them for you.”

“Snow White,” cried the huntsman, dropping to his knees. “I cannot do this!”

“You must accept them, they are a gift,” said Snow White.

“That’s not what I meant!” said the servant. “How can I say this? The Queen, your stepmother, ordered me to kill you.” The huntsman dropped to his knees. “But I cannot!”

“She what?” Snow White called out with alarm.

“You must run away!” said the huntsman. “Far away. Now! And never go back to the castle!”

Snow White turned and ran into the woods as fast as she could.

Part 2: The Dark Woods

Deeper and deeper into the darkening woods she ran. Wolves were starting to howl. She tripped and tore her skirt, but kept running. Tall tree branches seemed to reach down to the very ground to grab her, but she kept running. She was scratched, bleeding, and scared, but ran on till she could run no more.

All of a sudden, a light blinked far in the distance. Who would live so deep in the woods? She stepped up closer to the light. It came from a cottage, yet no sound came from the cottage, only the flickering light from the windows.

“Hello?” she said, knocking softly on the door. “Hello?” No answer. The door was a little bit open. She opened it some more and stepped in. “Hello, is anyone home?”

She looked around. What a mess!

“Maybe if I clean up around here,” she thought, “The ones who live here will let me stay here tonight.”

As she cleaned, she thought of someone. Before her father married the Queen her stepmother, she and a Prince who lived in a nearby kingdom were spending time together. When he visited, they would take walks in the royal garden, tell each other stories of life at court, and laugh at all the oddities that was the life they led.

However once her father re-married, the Stepmother made a new rule – no more visitors. It wasn’t seemly, she said in a firm voice. Now the Prince had to slip over the castle gate in secret. The Prince would call out to her from under her bedroom window and they could talk a bit that way. They had to keep their voices low so it wasn’t as good as walking in the royal garden, but it was the best they could manage.

She fretted, if she never returned again to the castle would she ever see him again? What would he think of her when he came to visit and she was no longer there?

Part 3: What Kind of Magic is This?

After Snow White cleaned up the living room, she climbed a ladder to the attic. Upstairs seven little beds, sized as if for children, were lined up in a row. Tired from cleaning, Snow White yawned and lay directly across all seven beds. Before she could even stretch out her arms she was fast asleep.

In the meantime, the Seven Dwarfs were headed home from a long day of working in the jewel mines. When they opened their door, you can imagine their surprise when they saw their cottage, glistening!

“What kind of magic is this?” said one of the Dwarfs, rubbing his eyes in disbelief. He was Grumpy.

“What kind of magic is this?” said one of the Dwarfs, rubbing his eyes in disbelief.

“I wouldn’t mind more magic like this!” said another of the Dwarfs with a grin. He was Dopey.

“We’d better check the attic,” said another Dwarf. His name was Doc. “Something is strange around here, take my word for it. Well, we might as well go upstairs and see what we find.”

Much to their surprise, lying across all their beds was a young lady with a sweet face, fast asleep.

“Who are you?” said all the Dwarfs at once.

Snow White bolted awake. The Seven Dwarfs could tell she was as surprised as they were. When everyone calmed down, they told their stories.

Snow White learned their names – Bashful, Doc, Dopey, Grumpy, Happy, Sleepy, and Sneezy. She told them about life in the castle, and her stepmother. That her stepmother had tried to get the huntsman to kill her. That the huntsman had told her she must escape into the woods. And that she could never go back home again.

“Stay here with us,” said Bashful.

“How nice of you,” said Snow White, “but if I were to stay here, I would have to do something for all of you.”

“You already cleaned up,” said Sneezy, and then sneezed.

“It looks like there’s more dust to do,” said Snow White. “We could keep the house tidy as long as everyone pitches in. I can teach everyone so they know what to do. And I’ll do my share too, of course.”

“That’s fair,” said Happy.

“You bet,” Snow White nodded.

“There must be something else I can do for you,” said Snow White.

The Seven Dwarfs shrugged.

“Do you know how to read?” said Doc. “We have books with wonderful pictures and would love to be able to read them.” So it was agreed that Snow White would teach them all to read.

To celebrate their new friendship, Snow White and the Seven Dwarfs sang and danced the night away.

Part 4: Do Not Open The Door

The next morning before they left for work, the Seven Dwarfs warned Snow White that she must not open the door to anyone. After all, who knows what evil her Stepmother might do? The Princess nodded, and the Dwarfs left the house. The Princess prepared her first reading lesson. She also prepared a good hot meal for the Seven Dwarfs for when they returned home later that night. And so the day passed.

Back at the castle, the Queen marched up to her Magic Mirror. “Mirror, mirror on the wall,” she demanded. “Who is the fairest of them all?”

“Snow White is the fairest of them all!” said the Magic Mirror.

“That is impossible!” screamed the Queen. “The girl is no longer alive!”

Snow White and the Seven Dwarfs

“Snow White lives!” said the Magic Mirror. An image on the mirror showed Snow White living in the cottage of the Seven Dwarfs.

Rage filled the Queen’s body. She screamed, “Snow White will not get away with this!”

Part 5: The Apple, The Coffin, and The Prince

At the cottage of the Dwarfs the next afternoon, when the Seven Dwarfs were away at work, there was a knock on the door.

“Who is it?” said Snow White. She remembered the warning of the Seven Dwarfs not to open the door to anyone.

“It’s only a poor old woman,” came a squeaky voice, “selling apples.” Yet in fact, it was the evil Queen disguised as an old woman. “It’s raining outside, dearie,” said her voice through the door. “Please let me in.”

“Poor thing,” thought Snow White, “having to go door to door selling apples in the rain.” She opened the door. “That’s odd,” she said, looking around, “no rain.”

“Just stopped,” said the old woman, who as you know was really the Queen in disguise. “Take a look at this big red apple.” She put the apple in front of Snow White’s face. “Lovely, my dear, isn’t it? For only a few coins, it is yours.”

“I would very much like to buy your apple,” said Snow White. “But I have no money.”

“That fine comb in your hair will make a good trade,” said the old woman.

“All right then!” said Snow White. She gave her comb to the old woman, and took the apple in return. Snow White took a big bite but alas! the fruit was poisoned. At once, Snow White swooned to the ground where she fell into a very deep sleep.

“She is down!” shouted the Queen, pumping the air with her fists.

Just then the door flew open. In march the Seven Dwarfs, home from the day’s work. Shocked, indeed they were to find Snow White lying on the floor and what must be her Stepmother beside her, laughing with all her might!

In march the Seven Dwarfs, home from the day’s work.

The Seven Dwarfs Chased the evil Queen out the door and into the storm. Up to the very top of a mountain they chased her, when all of a sudden, lightning hit the mountain. The Queen fell! And she was never seen again.

But nothing could help poor Snow White. She stayed absolutely still in her deep sleep. The Seven Dwarfs gently lifted her into a glass coffin. Day and night they kept watch over her, weeping for sorrow.

One day, the Prince happened to ride by the Dwarf’s cottage. Ever since he learned that Snow White was missing at the castle, he knew something must be terribly wrong. He hopped on his horse and had been searching for her ever since. Now he finally found her, but in such a state! The Prince lifted the lid to the glass coffin. Her face seemed so fresh, even in that deep sleep.

The Prince gently took one of Snow White’s hands on his own and kissed it. At once, Snow White’s eyes opened. With Love’s First Kiss, the evil Queen’s spell was gone forever! The Seven Dwarfs let out a big cheer. The Prince and Snow White leaned towards each other. Delighted to find each other again, they smiled.

Now nothing stood in the way for Snow White and the Prince to be together. They bid a fond farewell to the Seven Dwarfs and returned to the Prince’s kingdom, where they could be safe and live free. Before long they were married and lived happily ever after.

Moral Value Snow White

Tak hanya happy ending, Grimm Brothers juga memberi banyak moral value dalam cerita ini. Yuk, ajarkan Si Kecil tentang pesan moral cerita Snow White:

1. Kejujuran dan Kebaikan

Snow White digambarkan sebagai karakter yang baik hati dan jujur. Meskipun mengalami banyak kesulitan, dia tetap bersikap baik kepada orang lain, termasuk kepada Seven Dwarfs.

Nilai ini bisa mendorong Si Kecil untuk tetap bersikap baik meskipun ia sedang dalam kondisi yang tak menyenangkan.

2. Perlunya Membela Diri

Parents, sampaikan pada Si Kecil bahwa membela diri adalah hal yang penting. Sama halnya seperti Snow White.

Ia berani melarikan diri untuk menghindari ancaman sang ratu. Ini mengajarkan kepada anak-anak bahwa penting untuk membela diri ketika berada dalam situasi yang berbahaya.

3. Bahaya Kecemburuan

Karakter Ratu jahat adalah contoh bagaimana kecemburuan dapat mengarah pada tindakan yang merugikan orang lain.

Maka, ingatkan Si Kecil untuk mengendalikan rasa cemburu, dan rutin ajarkan ia untuk mengendalikan emosi sejak usia dini ya, parents..

4. Percaya pada Diri Sendiri

Snow White tidak pernah kehilangan harapan meskipun berada dalam situasi sulit. Ini mengajarkan anak-anak untuk percaya pada diri sendiri dan tidak menyerah pada impian mereka, bahkan ketika menghadapi rintangan.

5. Menghadapi Konsekuensi Tindakan

Ratu jahat akhirnya menghadapi konsekuensi dari perbuatannya. Dari sini, Si Kecil perlu diberi tahu bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi. Istilahnya, apa yang kamu tabur, itu yang akan kamu tuai.

5 Manfaat Belajar Bahasa Inggris yang Perlu Kamu Ketahui

“Eh, ibu sudah pulang!” ucap Nam-joon sambil berlari menuju ibunya yang baru saja kembali dari sebuah pusat perbelanjaan. Nada suara menggelegar, ternyata Nam-joon menunggu buah tangan dari sang ibu berupa DVD serial Netflix berjudul “Friends”. “Eh, jangan lari-lari, kasetnya nggak akan dicuri tetangga!” ucap ibu Nam-joon yang khawatir anaknya akan terpeleset karena berlari terlalu cepat.

Tanpa berlama-lama, Nam-joon merenggut DVD yang ia tunggu-tunggu kedatangannya itu dari genggaman tangan sang ibu. Tak lupa, Nam-joon langsung mengajak sang ibu untuk duduk bersama dengannya menonton serial Netflix tersebut. “Loh, kok kamu mengganti subtitlenya menjadi bahasa Indonesia, sih?” tanya ibu penuh kebingungan. Dengan penuh percaya diri, Nam-joon pun menjawab: “Ya karena kita ini orang Indonesia, mana ngerti kalau disuruh nonton film dengan subtitle bahasa Inggris”.

“Nah, justru karena kita nggak menguasai bahasa Inggris, serial ini kita jadikan sumber pembelajaran saja!” ucap ibu Nam-joon yang haus ilmu itu. Dengan penuh keraguan, Nam-joon bertanya kepada ibunya tentang mengapa ia diminta untuk mempelajari bahasa Inggris. Sang ibu kemudian menjawab: “Learning the English language will take you to great places, my son”. Terdiam setelah mendengar jawaban sang ibu, Nam-joon segera mengubah subtitle serial tersebut dari bahasa Indonesia menjadi bahasa Inggris.

Hm, menurut sudut pandang penulis, jawaban yang diberikan oleh ibu Nam-joon itu sudah sangat baik. Sayangnya, Nam-joon nggak tau kalau sebenarnya masih ada 5 manfaat lain yang bisa diperoleh dari belajar bahasa Inggris. Feeling like you want to help Nam-joon out? Baca dulu pemaparan di bawah ini, ya!

1. Bahasa Inggris adalah Bahasa Universal

Pertama dan tak lain, ketahuilah bahwa bahasa Inggris adalah bahasa universal. Artinya, bahasa Inggris adalah bahasa yang paling umum digunakan di seluruh belahan dunia. Lantas kenapa hanya karena fakta bahwa bahasa Inggris adalah bahasa universal saya dituntut untuk mempelajari bahasa ini? Sejujurnya, ada dua alasan yang terlintas pada pikiran penulis. Wah, apa saja tuh? Mau tau dong, supaya punya semangat untuk belajar bahasa Inggris, nih!

Tenang, inilah dua alasan kuat mengapa kamu harus mempelajari bahasa Inggris. Pertama, mempelajari bahasa Inggris memberikan kamu kesempatan untuk bertemu dan menciptakan pertemanan dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia. Sejujurnya, menyenangkan loh bisa berteman dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia, kamu dijamin akan terlihat cool banget, deh. Makanya, penting untuk kamu bisa berbicara dalam a mutually known language (lingua franca) yaitu bahasa Inggris.

Kedua, kamu tahu nggak sih kalau bahasa Inggris itu adalah bahasa yang paling umum digunakan dalam sejumlah perangkat teknologi dan internet? Yup, kalau kamu perhatikan, kebanyakkan perangkat teknologi memilih bahasa Inggris untuk menamai berbagai fitur yang ditawarkannya. Ditambah lagi, ketahuilah bahwa lebih dari setengah konten yang disajikan oleh internet juga ditulis dalam bahasa Inggris. Gara-gara kedua hal ini, nggak kebayang kan caranya menjadi orang yang canggih teknologi tanpa menguasai bahasa Inggris?

Ketiga, bahasa Inggris juga merupakan bahasa yang paling banyak digunakan untuk interview kerja dan wawancara beasiswa. Benar, kan?

Anyways, ketiga alasan di atas mungkin saja belum cukup kuat untuk mendorong kamu mempelajari bahasa Inggris. Knowing that, simak empat manfaat lain dari belajar bahasa Inggris yang dijamin bakal bikin kamu semangat untuk menguasai lingua franca ini.

2. Memperluas Pengetahuan pada Sejumlah Bidang

Nah, kalau manfaat belajar bahasa Inggris yang satu ini penting banget untuk diketahui oleh kamu yang masih berstatus pelajar. Hm, kira-kira kamu sudah tau belum sih kalau sebagian besar karya tulis ilmiah itu ditulis dalam bahasa Inggris? Biar asyik, aku kasih spoiler sedikit, deh! Jadi, ketika kamu duduk di bangku perguruan tinggi, ketahuilah bahwa karya tulis ilmiah internasional akan menjadi makanan sehari-sehari kamu.

Hah, karya tulis ilmiah internasional? Seperti membaca jurnal ilmiah dalam bahasa Prancis, gitu? Ya nggak dong, karya tulis ilmiah internasional yang dimaksud tentunya ditulis dalam bahasa Inggris. Kenapa demikian? Kembali pada poin pertama, jawabannya karena bahasa Inggris adalah bahasa internasional. Banyaknya publikasi karya tulis ilmiah dalam bahasa Inggris membuat pengetahuan menjadi semakin accessible oleh pelajar dari berbagai belahan dunia.

Jadi, kebayang nggak sih tidak menguasai bahasa Inggris saat sudah duduk di bangku perguruan tinggi? Kamu nggak mau kan mengandalkan Google Translate seumur hidupmu? So, if you really want to do well in college, learning the English language is a necessity. Ingat, karya ilmiah internasional adalah salah satu jendela ilmu pengetahuan terbaik loh, sobat!

3. Membawa Kamu Masuk ke Perusahaan Multinasional Impian

Wait, sebenarnya, perusahaan nasional sekalipun mencari kandidat yang setidaknya memiliki kemampuan untuk berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris. Hm, sadarkah kamu bahwa beberapa orang memilih untuk mencantumkan tingkat keterampilan bahasa internasionalnya pada Curriculum Vitae mereka? Di Indonesia sendiri, tidak jarang ditemukan pelamar kerja yang mencantumkan tingkat keterampilan bahasa Inggris pada Curriculum Vitae mereka.

Question is, do you have any idea why? Jawabannya adalah karena semakin tinggi tingkat keterampilan bahasa Inggris seseorang, semakin tinggi pula daya jual mereka kepada perusahaan. Eh, ini mitos atau fakta, sih? Fakta! Tingginya tingkat keterampilan bahasa Inggris seseorang memang bisa menjadi nilai tambahan dalam seleksi pelamar kerja di perusahaan nasional.

Apakah hal di atas juga berlaku ketika kita melamar kerja di perusahaan multinasional? Yup, tentu saja, tetapi terdapat perbedaan pula yang penting untuk kamu perhatikan. Pada perusahaan nasional, keterampilan bahasa Inggris seseorang bisa dibilang sebagai nilai tambahan pelamar saja. Tetapi, pada perusahaan multinasional, keterampilan bahasa Inggris menjadi suatu hal yang harus dimiliki pelamar. Nah, alasannya nggak lain karena work life pada perusahaan multinasional memang melibatkan kemampuan untuk berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris. 

4. Jalan-jalan ke Luar Negeri dengan Rasa Percaya Diri

Wah, kalau manfaat belajar bahasa Inggris yang satu ini sih penting untuk diketahui oleh semua orang. Hm, biar nggak bingung, let me give you an example. Pertama, dalam film berjudul Emily in Paris, Emily yang merupakan tokoh utama film ini menggunakan bahasa Inggris untuk memperkenalkan dirinya kepada para rekan kerja barunya. Kedua, dengan bahasa Inggris, Emily membangun pertemanan dengan seorang pengasuh anak yang sudah lama hidup di Paris.

Sejujurnya, kita bisa saja berpikir bahwa alasan Emily berbicara dalam bahasa Inggris adalah karena dirinya tidak tahu banyak tentang bahasa Prancis. Tetapi, dari film Emily in Paris, kita menyadari pentingnya memiliki keterampilan bahasa Inggris ketika sedang berada di negeri orang. Dalam kasus Emily, kamu akan melihat bagaimana bahasa Inggris menjadi awal dari terhubungnya ia dengan rekan kerja hingga teman barunya.

Kalau dalam kasus kamu sendiri bagaimana? Apakah kamu mau belajar bahasa Inggris supaya bisa berkomunikasi dengan penjaga toko roti yang tampan di Paris? Atau karena kamu ingin memiliki teman dari belahan dunia lain? Either way, learning English as a lingua franca will definitely help you build beautiful memories during your holiday.

5. Akses pada Berbagai Budaya yang ada di Dunia

Last but not least, belajar bahasa Inggris akan memperkenalkan kamu kepada berbagai budaya yang ada di dunia. Begini loh, kalau kamu perhatikan, banyak sekali buku, film, hingga musik yang ditulis dalam bahasa Inggris. Nah, dalam buku, film, dan musik yang kamu sukai sebenarnya terkandung hidden gems tersendiri. Wah, apa itu hidden gems? Kalau dalam konteks ini, hidden gems adalah budaya yang hidup di berbagai belahan dunia.

Needs an example? Coba deh kamu perhatikan bagaimana channel televisi National Geographic menayangkan kebudayaan masyarakat dari berbagai belahan dunia. Apakah mereka menggunakan bahasa lokal yang digunakan oleh masyarakat suatu daerah yang sedang ditayangkan? Of course not! Kalau begitu caranya, kebudayaan suatu masyarakat yang ingin diceritakan oleh channel televisi National Geographic tidak akan tersampaikan.

Sementara itu, apabila informasi disajikan dalam bahasa Inggris, banyak orang akan terhubung dengan budaya yang bukan milik mereka. Do you know what is the best thing about getting to know other cultures? Jawabannya, you will have the chance to learn and apply certain values or ways of life to develop yourself.

130 Nama Musical Instrument yang Wajib Calon Musisi Tahu

Bestie, kamu tau Niki Zefanya, kan? Pasti tau, dong. Yap, doi salah satu musisi Indonesia yang cukup sukses berkarier di ranah internasional.

Kamu menyukai dunia musik, dan ingin seperti Niki? Minimal, ketahui dulu apa saja musical instrument vocabulary di artikel ini, ya.

Apa Itu Musical Instrument?

Music instrumental adalah alat musik, yaitu alat yang digunakan untuk menghasilkan suara atau bunyi dalam musik.

Oh ya, alat musik memiliki berbagai macam jenis, dari yang sederhana hingga yang kompleks, dan memainkan peran penting dalam pembuatan musik di berbagai budaya di seluruh dunia.

Istilah-istilah Musik dalam Bahasa Inggris (English Instrumental Music Vocabulary)

  • Melodi = Melody
    Kombinasi dari serangkaian nada yang dimainkan secara berurutan yang membentuk bagian utama dari sebuah lagu.
  • Harmoni = Harmony
    Gabungan dari dua atau lebih nada yang dimainkan secara bersamaan untuk menciptakan suara yang serasi.
  • Ritme = Rhythm
    Pola berulang dari ketukan atau nada yang mengatur waktu dan gerakan dalam musik.
  • Not = Note
    Simbol yang mewakili durasi dan tinggi nada dalam musik.
  • Komposisi = Composition
    Alur menciptakan musik dengan mengatur dan menggabungkan berbagai elemen musikal seperti melodi, harmoni, dan ritme.
  • Improvisasi = Improvisation
    Proses membuat musik secara spontan tanpa persiapan atau rencana sebelumnya.
  • Akord = Chord
    Gabungan dari tiga atau lebih nada yang dimainkan secara bersamaan.
  • Dinamika = Dynamics
    Variasi dalam volume atau intensitas suara dalam musik, dari yang lembut hingga yang keras.
  • Nada = Pitch
    Tinggi atau rendahnya suara yang dihasilkan oleh sebuah alat musik atau suara vokal.
  • Skala = Scale
    Serangkaian nada yang diatur secara berurutan menurut jarak interval yang tetap.
  • Komponis = Composer
    Seseorang yang menciptakan dan mengubah musik.
  • Arransemen = Arrangement
    Proses pengaturan ulang atau penyesuaian musik yang sudah ada untuk dimainkan oleh berbagai instrumen atau untuk situasi tertentu.
  • Lirik = Lyrics
    Kata-kata atau teks dari sebuah lagu.
  • Pengulangan lirik = Chorus
    Lirik dan melodi yang diulang secara teratur setelah setiap stanza atau bait dalam lagu.
  • Refrain = Refrain
    Bagian dari sebuah lagu yang diulang secara periodik, biasanya merupakan bagian yang mudah diingat. Perbedaan chorus dengan refrain yaitu, refrain hanya muncul beberapa kali selama lagu dan biasanya pada akhir bait atau setelah bagian chorus.
  • Intonasi = Intonation
    Ketepatan atau keakuratan dalam memainkan atau menyanyikan nada yang diinginkan.
  • Tempo = Tempo
    Kecepatan atau kelambatan dari pola ritme atau ketukan dalam sebuah komposisi musik.
  • Gaya = Genre
    Karakteristik khas dalam musik yang mencerminkan pengaruh budaya, zaman, atau genre tertentu.
  • Akapela = Acapella
    Penampilan musik yang hanya menggunakan suara manusia tanpa diiringi oleh alat musik.
  • Orkestra = Orchestra
    Kelompok besar musisi yang terdiri dari berbagai alat musik, seperti biola, cello, trompet, dan lain-lain, yang bermain bersama-sama dalam pertunjukan musik.
  • Modulasi = Modulation
    Proses perubahan kunci musik dari satu kunci ke kunci lainnya dalam sebuah lagu atau komposisi.
  • Nada Sempurna = Perfect Pitch
    Kemampuan seseorang untuk mengenali atau menemukan nada dengan akurat tanpa referensi tambahan, bahkan tanpa alat musik.

Kosakata Alat Musik dalam Bahasa Inggris (List of Musical Instruments)

Nama-nama alat musik di bawah ini akan diklasifikasikan berdasarkan jenisnya, guys. Simak penjelasannya, yuk!

Brass Musical Instruments

Brass musical instruments adalah jenis alat musik yang menghasilkan suara dengan udara yang ditiupkan melalui tabung logam berbentuk corong. Alat musik jenis ini umumnya terbuat dari logam, seperti tembaga, kuningan, atau perunggu. Berikut yang termasuk brass musical instruments:

  • Trumpet = Terompet
    Alat musik tiup logam dengan corong yang panjang dan ramping, umumnya digunakan dalam berbagai genre musik, termasuk orkestra, jazz, dan musik marching band.
  • Trombone = Trombon
    Bentuknya hampir sama dengan terompet, tetapi trombon mempunyai pipa berongga panjang yang dapat disesuaikan menggunakan slide, dan berfungsi untuk mengubah suara.
  • French horn = Horn
    French horn, juga dikenal sebagai horn, adalah alat musik tiup logam yang melengkung dan memiliki corong besar, biasanya digunakan dalam orkestra dan ansambel kamar.
  • Tuba = Tuba
    Tuba merupakan brass musical instrument terbesar dan paling rendah suaranya.
  • Euphonium = Eufonium
    Euphonium mirip dengan tuba, tetapi lebih kecil.
  • Cornet = Kornet
    Bukan makanan, melainkan alat musik tiup yang mirip dengan trumpet tetapi memiliki suara yang sedikit lebih lembut dan tajam.
  • Bugle = Bugle
    Alat musik brass yang satu ini berbentuk corong lurus dan tidak memiliki katup. Dalam militer, biasanya berfungsi untuk memberikan sinyal atau fanfare.
  • Flugelhorn = Flugelhorn
    Masih punya kemiripan dengan terompet, tetapi flugelhorn didesain dengan corong yang lebih lebar dan suara yang lebih lembut. Kamu dapat melihat alat musik ini pada pertunjukan jazz.
  • Mellophone = Mellofon
    Mellophone adalah versi yang lebih besar dari trumpet dengan corong yang melengkung. Nah, melofon sering dipakai marching band untuk memberikan suara yang lebih kompleks.
  • Sousaphone = Susafon
    Sousaphone merupakan jenis tuba yang dirancang untuk digunakan saat berbaris. Bentuk susafon dibuat melingkar dengan corong mengarah ke atas agar nyaman dipakai saat berjalan atau berlari dalam parade.

String Instruments

String Instrument diartikan sebagai alat musik yang suaranya dihasilkan dari senar. Dalam hal ini, senar pada alat musik string bisa berfungsi dengan cara dipetik, digesek, atau dipukul. Beberapa contoh alat musik string yaitu:

  • Violin = Biola
    Biola adalah alat musik dawai yang paling kecil dan tertinggi dalam keluarga string.
  • Cello = Cello
    Ukuran cello lebih besar dari biola dan memiliki suara yang lebih rendah.
  • Guitar = Gitar
    Siapa yang nggak tau gitar? Sebab, gitar adalah string instrument yang paling populer dan serbaguna.
  • Harp = Harpa
    Harpa merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara dipetik.
  • Viola = Viola
    Viola mirip dengan biola, tetapi sedikit lebih besar dan memiliki suara yang sedikit lebih rendah. Tapi, cara memainkannya sama dengan violin.
  • Double bass = Kontrabas
    Alat dalam string instrument terbesar yaitu double bass. Meskipun ukurannya paling besar, tetapi ia menghasilkan suara yang paling rendah.
  • Fiddle = Biola
    Biola, ketika disebut sebagai fiddle, sering digunakan dalam musik rakyat.
  • Mandolin = Mandolin
    Ukurannya kecil, sih, tapi mandolin terdiri dari delapan senar yang bisa dimainkan dengan cara dipetik.
  • Ukulele = Ukulele
    Kalau gitar normalnya memiliki enam senar, beda dengan ukulele yang hanya terdiri dari empat senar. Fun fact, Ukulele berasal dari Hawaii, loh.
  • Banjo = Banjo
    Banjo adalah alat musik dawai yang memiliki badan yang bulat dan kepala yang dipasang dengan senar. Tahu, nggak? Alat musik ini di-develop oleh orang Afrika di Amerika.
  • Bass = Bas
    Bas adalah versi gitar yang memiliki empat, lima, atau enam senar dan menghasilkan suara bass.
  • Lute = Lute
    Lute termasuk music instrument kuno yang sering digunakan dalam musik klasik.
  • Zither = Zither
    Zither ini berasal dari Eropa, khususnya negara-negara seperti Austria, Jerman, dan Swiss. Keunikan zither terlihat dari senarnya yang berjumlah 30 – 40, guys.

Percussion Instrument

Percussion instrument atau perkusi merupakan alat musik yang memproduksi suara dengan cara dipukul, digesek, atau digetarkan.

Berikut ini yang termasuk percussion instrument:

  • Drum = Gendang
    Gendang adalah alat musik perkusi yang terdiri dari wadah berbentuk silinder yang ditarik kulit di kedua ujungnya.
  • Tambourine = Gendang kecil
    Tambourine ini terbuat dari cincin yang dikelilingi oleh jingling atau zil.
  • Cymbals = Simbal
    Simbal merupakan sepasang cakram logam tipis yang dijatuhkan bersama-sama untuk menghasilkan suara perkusi yang nyaring.
  • Xylophone = Xylophone
    Xylophone adalah alat musik perkusi yang terdiri dari serangkaian palang kayu yang disusun dalam urutan nada tertentu.
  • Marimba = Marimba
    Berasal dari serangkaian balok kayu atau fiberglass, marimba juga memiliki urutan nada yang beraturan guna hasil suara yang maksimal.
  • Timpani = Timpani
    Timpani adalah jenis gendang besar yang diletakkan secara horizontal dan dimainkan dengan cara dipukul menggunakan pemukul khusus.
  • Triangle = Segitiga
    Yap, triangle diartikan sebagai alat musik segitiga yang terbuat dari logam. Nantinya, triangle akan dipukul menggunakan batang logam khusus.
  • Gong = Gong
    Gong adalah cakram logam besar yang digantung dan dipukul untuk menghasilkan suara bergetar. Alat musik ini bisa dengan mudah ditemukan di berbagai jenis musik tradisional Asia, misalnya Gamelan.
  • Bongo = Bongo
    Alat musik yang terdiri dari sepasang gendang kecil yang terhubung satu sama lain, umumnya berbahan kayu atau fiberglass.
  • Conga = Conga
    Conga, percussion instrument ini berupa gendang berbentuk tabung panjang yang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan tangan.
  • Djembe = Djembe
    Sering digunakan dalam musik Afrika Barat, Djembe merupakan alat musik berbentuk cawan yang terbuat dari kayu dengan membran kulit yang direntangkan di atasnya.
  • Cowbell = Lonceng sapi
    Cowbell adalah alat musik perkusi yang terbuat dari logam dan berbentuk seperti lonceng. Oh ya, kamu juga bisa menyebutnya cencerro.
  • Wood block = Blok kayu
    Terbuat dari potongan kayu yang dipukul guna menghasilkan suara yang nyaring dan tajam.
  • Maracas = Marakas
    Berasal dari bola atau tabung yang diisi dengan biji, biji-bijian, atau bola logam. Mereka digerakkan dan diguncang untuk menghasilkan suara yang bergetar.
  • Vibraphone = Vibrafon
    Hampir sama dengan xylophone, tetapi vibraphone memiliki palang logam yang disusun dalam tangga nada seperti marimba.
  • Claves = Claves
    Claves adalah sepasang batang kayu kecil yang dipukul bersama-sama untuk menghasilkan suara yang jelas.
  • Castanets = Kastanet
    Alat musik ini terbuat dari cakram kayu atau plastik yang dijepit dan dipukul bersama untuk menghasilkan suara perkusi yang khas.

Woodwind Instrument

Kalau melihat dari istilahnya, kamu pasti bisa menebak. Yup, wood artinya kayu. Means, woodwind instrument artinya alat musik menghasilkan suara dengan cara udara ditiupkan melalui pipa atau tabung dengan bahan kayu.

Lihat, yuk, apa saja alat yang termasuk woodwind instrument!

  • Flute = Seruling
    Seruling adalah alat musik tiup kayu yang terbuat dari logam, kayu, atau plastik. Jenis seruling pun cukup banyak yang tergabung dalam flute music instrument.
  • Clarinet = Klarinet
    Alat musik ini memiliki lubang dan kunci yang nantinya digerakkan oleh jari.
  • Oboe = Obo
    Obo identik dengan suara yang indah dan menyentuh.
  • Bassoon = Fagot
    Fagot menghasilkan suara bass yang dalam dan sering digunakan untuk memberikan dasar harmonis dalam orkestra.
  • Saxophone = Saksofon
    Biasanya saksofon terbuat dari kuningan. Tapi, karena memiliki corong, maka alat ini diklasifikasikan pada woodwind instrument.
  • Piccolo = Pikolo
    Pikolo adalah versi kecil dari seruling standar dan menghasilkan suara yang lebih tinggi.
  • English horn = Seruling Inggris
    Seruling Inggris memiliki batang yang lebih besar dari obo, dan mampu mengeluarkan musik yang emosional.
  • Bass clarinet = Klarinet bass
    Klarinet bass adalah versi yang lebih rendah dari klarinet standar dan menghasilkan suara bass yang dalam.
  • Contrabassoon = Fagot kontra
    Fagot kontra adalah versi yang lebih besar dan lebih rendah dari fagot standar.
  • Recorder = Recorder
    Recorder memiliki serangkaian lubang dan pipa untuk ditiup.

Keyboard Instrument

Keyboard instrument berarti alat musik yang menggunakan papan kunci atau keyboard sebagai penghubung untuk memainkan nada. Sama seperti gitar, instrumen keyboard pun bisa dimainkan secara akustik atau digital.

Yang termasuk dalam keyboard instrument antara lain:

  • Piano = Piano
    Alat musik dengan kunci yang dipukul untuk menghasilkan suara melodi.
  • Organ = Organ
    Menggunakan udara untuk mengeluarkan suara melalui pipa-pipa.
  • Synthesizer = Synthesizer
    Instrumen musik elektronik yang menghasilkan berbagai macam suara dengan teknologi sintesis.
  • Electric keyboard = Keyboard listrik
    Alat musik keyboard yang mengandalkan listrik untuk menghasilkan berbagai suara.
  • Celeste Musical Instrument = Celesta
    Keyboard dengan pelat logam yang dipukul dengan palu dan menghasilkan suara seperti bel.
  • Electric organ = Organ listrik
    Jenis elektronik dari organ yang menggunakan sirkuit elektronik untuk menghasilkan suara pipa udara.
  • Harpsichord = Cembalo
    Cembalo adalah alat musik keyboard kuno yang memiliki senar yang dipetik dengan jari-jari.
  • Clavinet = Clavinet
    Alat ini mirip dengan gitar listrik, tetapi dimainkan dengan cara ditekan kunci-kunci seperti pada piano.
  • Electric piano = Piano listrik
    Piano listrik adalah versi elektronik dari piano yang menggunakan teknologi elektronik untuk menghasilkan suara.
  • Accordion = Akordion
    Akordion merupakan alat musik portabel yang terdiri dari serangkaian tombol atau kunci, dan akan berbunyi ketika mendapatkan hembusan udara.

Musical Instrument berdasarkan Sumber Bunyinya

Selain berdasarkan jenis musiknya, musical instrument bisa dikelompokkan juga berdasarkan sumber bunyinya. Dalam dunia musik, terdapat 5 jenis, yaitu:

  • Aerofon
    Menghasilkan suara melalui tiupan udara, termasuk kazoo musical instrument.
  • Kordofon
    Merupakan sebutan untuk alat musik yang dimainkan dengan cara senar digesek atau dipetik.
  • Idiofon
    Bunyi pada instrumen ini berasal dari getaran alat musiknya, contoh seperti angklung.
  • Membranofon
    Membran artinya selaput, maksudnya, membranofon memiliki asal bunyi dari selaput yang ada pada badan alat musik, misalnya gendang dan rebana.
  • Elektrofon
    Elektrofon adalah sebutan untuk alat musik yang suaranya disebabkan sinyal dari daya listrik, contohnya bass elektrik.

Macam-Macam Pekerjaan di Bidang Musik

Suara kamu nggak cukup merdu untuk jadi penyanyi? Tenang, masih banyak jenis profesi bidang musik yang bisa kamu coba:

Music Production (Produksi Musik)

  • Music producer = Produser Musik
  • Sound engineer = Insinyur Suara
  • Audio editor = Penyunting Audio
  • Music arranger = Arranger Musik
  • Composer = Komponis
  • Songwriter = Penulis Lagu
  • Sound designer = Desainer Suara
  • Music director = Penata Musik
  • Music programmer = Programmer Musik
  • Music consultant = Konsultan Musik

Music Educator (Pendidik Musik)

  • Music teacher = Guru Music
  • Music lecturer/professor = Dosen Musik
  • Music instructor = Instruktur Musik
  • Vocal coach = Guru Vokal
  • Instrumental instructor = Guru Alat Musik

Pemain Musik (Musician)

  • Musician = Musisi
  • Singer = Penyanyi
  • Soloist = Musisi penampil tunggal
  • Wind instrument player = Pemain Alat Musik Tiup
  • String instrument player = Pemain Alat Musik Dawai
  • Drummer = Drummer
  • Pianist = Pianis
  • Keyboardist = Keyboardist
  • Guitarist = Gitaris
  • Bassist = Bassis
  • Electronic musician = Musisi Elektronik

Recording Company (Perusahaan Rekaman)

  • Record executive = Eksekutif Rekaman
  • Artists and Repertoire (A&R) = Seniman dan Repertoar
  • Recording engineer = Insinyur Perekaman
  • Recording assistant = Asisten Rekaman
  • Executive producer = Produser Eksekutif
  • Music editor = Editor Musik

Artist Management and Crew (Manajemen dan Kru Artis)

  • Artist manager = Manajer Artis
  • Tour manager = Manajer Tur
  • Tour coordinator = Koordinator Tur
  • Stage manager = Manajer Panggung
  • Stage technician = Teknisi Panggung
  • Equipment manager = Manajer Peralatan
  • Technical crew = Kru Teknis

Music in Media (Musik dalam Media)

  • Film/TV music composer = Penulis Musik untuk Film/TV
  • Film/TV music supervisor = Supervisor Musik Film/TV
  • Game sound designer = Desainer Suara Permainan
  • Game composer = Komposer Permainan

Mengetahui banyak musical instrument bisa jadi added value bagi kamu yang sangat menggemari dunia bermusik, guys.

Mempelajari Seni Negosiasi dalam Bahasa Inggris

Dalam dunia bisnis, negosiasi sering disebut sebagai seni karena melibatkan pemikiran kreatif. Apalagi kamu sebagai negosiator merupakan poros perusahaan untuk mencari client yang loyal, nih. yang baik biasanya memiliki kesadaran, kesabaran, dan keterampilan berkomunikasi. Seorang negosiator akan santai saja jika mengetahui latar belakang dan emosi client serta mampu mengetahui bahasa tubuh yang digunakan oleh orang lain.

Kesabaran dan ketekunan akan menjadikan seseorang berhasil dalam melakukan negosiasi bisnis. Selain itu, keterampilan berkomunikasi bisnis secara profesional menjadi hal yang sangat penting karena negosiasi merupakan proses dua arah yang membutuhkan komunikasi yang baik sekaligus menjadi pendengar yang baik.

Wah, sebelum berbicara tentang skill negosiasi, kamu harus tahu nih macam-macam gaya negosiasi yang bisa dipakai saat kamu bertemu client dari luar negeri ya! Tentunya, jangan khawatir kamu bisa memperkaya vocabulary Bahasa Inggris Bisnis dengan banyak membaca kamus Oxford Dictionary atau Cambridge Dictionary ya.

Dalam dunia perusahaan, kamu pasti dituntut untuk menjadi negosiator produk, oleh karena itu kuasai juga speaking skill, dan bargaining skill dengan kursus interaktif bersama native speaker English Academy by Ruangguru!

Setiap orang pasti memiliki kodrat dan gaya negosiasi dalam bahasa Inggris yang dipengaruhi oleh kepribadiannya diantaranya pesaing, kolaborator, kompromi, pleaser dan avoider.

1. Pesaing

Pesaingmu biasanya cenderung asertif, pantang menyerah dan tidak kooperatif. Gaya ini bisa menjadi efektif jika kamu berada dalam tawar-menawar yang kuat dari segi posisi. Namun, jika hal tersebut digunakan secara tidak tepat, maka dapat menciptakan ketegangan dan ketidakpercayaan dalam menjalin hubungan bisnis.

Jika dihadapkan pada persaingan negosiator, ingatlah bahwa tidak ada aturan atau prosedur yang harus dimiliki serta kamu tidak berkewajiban untuk berpendapat “setuju” ketika melakukan negosiasi. Namun jika kamu ingin berkata “setuju”, maka kamu bisa memakai kalimat “I can not see the problem with that”

2. Kolaborator

Kolaborator biasanya menggunakan waktu dan energi untuk menemukan kesamaan visi dan misi dari masing-masing bisnis. Gaya ini memiliki karakteristik tinggi dalam ketegasan serta kerjasama yang ideal. Seorang kolaborator biasanya ingin memelihara hubungan dengan pihak partner bisnis lainnya.

3. Kompromi

Seorang negosiator dengan gaya kompromi memiliki sifat asertif dan kooperatif. Hal tersebut didukung oleh seseorang yang tidak berlebihan dalam bernegosiasi serta siap untuk bertemu dengan point of view lain di tengah jalan. Kamu bisa memakai kalimat “If you look at it from our point of view..”

4. Pleaser

Pleasers sering dianggap menyenangkan orang tetapi memberi jalan terlalu mudah. Gaya bernegosiasi ini biasanya hanya sengaja digunakan jika salah satu sisinya hanya dengan senang hati mengakomodasi yang lain.

5. Avoider

Avoider biasanya rendah di kegotongroyongan dan ketegasan. Gaya ini sering diadopsi oleh orang-orang yang berharap jika mereka mengabaikan masalah, maka hal tersebut akan hilang.

Proses Negosiasi dalam Bahasa Inggris

Selain itu, kamu perlu mengetahui proses negosiasi dalam bahasa Inggris. Terdapat 4 tahapan dalam bernegosiasi yaitu persiapan, pembukaan, diskusi dan penutupan.

  1. Persiapan

Meskipun negosiator yang baik memiliki banyak keterampilan, ini akan menjadi percuma jika kamu tidak melakukan mini research terdahulu terkait fakta dan masalah dari client bisnis. Misalnya, jika negosiasi kamu melibatkan semacam kesepakatan bisnis, maka kamu akan melakukannya perlu mengumpulkan data, laporan tahunan dan informasi tentang perusahaan atau organisasi.

Sebelum melakukan negosiasi apa pun, kamu harus menentukan tujuan apa yang harus dicapai. Untuk memulai percakapan, kamu bisa memakai kalimat “I would like to begin the outline of our aims and objectives that…” atau bisa juga memakai kalimat “ There are two main point that we would like to concentrate.”

2. Posisi pembukaan dan pernyataan pembukaan

Pembukaan negosiasi dalam bahasa Inggris menjadi hal yang harus diperhatikan. Manfaat dari pembukaan negosiasi ini adalah membuat first impression poin yang kamu sampaikan menjadi valid. Kamu punya ruang untuk menawarkan konsesi.

Pada proses pembukaan, kamu bisa memulai penawaran. Pernyataan pembukaan harus menciptakan iklim untuk kolaborasi. Mulailah dari cara yang benar karena pernyataan pembukaan akan menjadikan client tertarik dengan produk yang kamu tawarkan. Contohnya, kamu bisa memakai kalimat “These are some of the things that you will be getting from us that you can not find anywhere” 

3. Diskusi kegiatan

Dalam diskusi ini kamu memiliki kesempatan untuk menyelidiki dan mencari variabel yang belum pernah kamu pertimbangkan sebelumnya. Namun, ingatlah untuk tidak membahas di luar topik ya!. Ajukan satu pertanyaan di akhir diskusi dan beri waktu untuk client untuk menjawab kesempatan. Hal ini bertujuan untuk menjelajahi bagaimana semua orang bisa bernegosiasi dengan sesuatu yang mereka inginkan.

Dengarkan baik-baik apa yang disampaikan oleh client. Kamu harus mendengarkan secara aktif artinya kamu harus mendengarkan dan mengajukan pertanyaan. Jika kamu sebagai negosiator yang melakukan penawaran produk, lakukanlah dengan menawarkan kelebihan-kelebihan produk dibandingkan kompetitor bisnis lainnya. Contohnya, “ I believe with these extra benefits, you are paying for a very cost effective product”. 

Sebagai negosiator, kamu harus siap berkata setuju atau tidak setuju pada hasil kesepakatan diskusi, ya! Contohnya, ketika kamu tidak setuju dengan hasil negosiasi, kamu bisa memakai kalimat “I am afraid that is not acceptable for us” atau “Can I just pick you up on a point that you made earlier?”

4. Penutup

Ada tiga hasil dasar dari negosiasi dalam bahasa Inggris. Hasil win-win solution adalah dimana kedua belah pihak muncul dari negosiasi merasa bahwa mereka telah menang atau setidaknya telah mencapai tujuan minimum mereka.

Setelah kamu menutup kesepakatan dan mencapai situasi win-win solution atau bahkan jika hal-hal tidak berjalan sesuai rencana, catat apa yang telah disetujui secara tertulis. Pastikan kamu bisa meringkas kesimpulan dari negosiasi dan kamu bisa memakai kalimat “Can we summarise what we have agreed so far?” atau bisa juga memakai kalimat “ Let’s take look at the points we agree on.”

Mudah! Begini Cara Menghitung Rumus Luas Permukaan Kubus

Mempelajari geometri bisa menjadi tantangan tersendiri. Namun, jika kamu mengenali trik dan metodenya, semuanya akan terasa lebih mudah. Salah satunya adalah memahami rumus luas permukaan kubus.

Merasa kesulitan memahami konsep kubus? Tenang, dengan panduan sederhana ini, kamu akan menguasai rumus luas permukaan kubus dengan mudah! Yuk, simak selengkapnya!

Memahami Pentingnya Rumus Luas Permukaan Kubus

Mengerti rumus luas permukaan kubus tidak hanya bermanfaat saat kamu berada di bangku sekolah, tapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, memahami konsep ini dapat membantu dalam pengemasan atau penentuan bahan yang diperlukan untuk proyek tertentu.

Apa Itu Rumus Luas Permukaan Kubus?

Kubus merupakan salah satu bangunan ruang tiga dimensi yang paling sederhana, namun penting dalam dunia matematika dan kehidupan sehari-hari. Karakteristik utama dari kubus adalah semua sisinya berbentuk persegi dan memiliki panjang yang sama. Oleh karena itu, untuk menghitung luas permukaannya, kamu hanya perlu mengetahui panjang satu sisinya.

Rumus luas permukaan kubus dapat dinyatakan sebagai:

Dimana “s” mewakili panjang sisi kubus.

Sederhananya, kamu hanya perlu menghitung luas dari satu sisi (yang berbentuk persegi) lalu mengalikannya dengan enam karena kubus memiliki enam sisi yang identik.

Kesalahan Umum dalam Menggunakan Rumus Luas Permukaan Kubus

Menghitung luas permukaan kubus mungkin terdengar sederhana, namun seringkali terjadi kesalahan dalam praktiknya. Berikut beberapa kesalahan umum yang sering ditemui:

  1. Salah Dalam Menentukan Panjang Sisi: Sebelum menggunakan rumus luas permukaan kubus, pastikan kamu telah menentukan panjang sisi dengan benar. Kesalahan dalam mengukur atau menafsirkan panjang sisi dapat mengakibatkan perhitungan yang salah.
  2. Kelalaian Dalam Mengalikan dengan Enam: Beberapa orang terkadang lupa bahwa kubus memiliki enam sisi yang sama. Mereka mungkin hanya menghitung luas dari satu atau beberapa sisi saja. Selalu ingat untuk mengalikan hasil luas satu sisi dengan enam.
  3. Kesalahan Dalam Operasi Perkalian: Meskipun tampak sederhana, operasi perkalian bisa menjadi rumit terutama jika dilakukan tanpa kalkulator. Pastikan untuk melakukan perkalian dengan teliti.
  4. Mengabaikan Satuan Pengukuran: Saat menghitung luas, penting untuk selalu mencantumkan satuan pengukuran, seperti cm², m², dll. Mengabaikan satuan dapat menyebabkan kebingungan dan kesalahan interpretasi.

Pasca memahami dan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, kamu dapat meningkatkan akurasi saat menggunakan rumus luas permukaan kubus dan mengaplikasikannya dalam berbagai situasi.

Contoh Soal Rumus Luas Permukaan Kubus

Contoh 1

Misalkan kita memiliki sebuah kubus dengan panjang sisi sebesar 3 cm. Berapakah luas permukaan kubus tersebut?

Solusi: Menggunakan rumus luas permukaan kubus: LuasPermukaan=6x(sisi×sisi)

Luas Permukaan = 6 x (3 cm x 3 cm) = 6 x 9 cm² = 54 cm²

Jadi, luas permukaan kubus dengan panjang sisi 3 cm adalah 54 cm².

Contoh 2:

Sebuah kubus memiliki panjang sisi 5 cm. Hitunglah luas permukaannya!

Solusi: Dengan menggunakan rumus luas permukaan kubus: LuasPermukaan=6x(sisi×sisi)

Luas Permukaan = 6 x (5 cm x 5 cm) = 6 x 25 cm² = 150 cm²

Maka, luas permukaan kubus tersebut adalah 150 cm².

Contoh 3:

Sebuah perusahaan pengemasan ingin membuat kotak berbentuk kubus dengan luas permukaan 600 cm². Berapakah panjang sisi kubus yang harus dibuat?

Solusi: Diketahui luas permukaan = 600 cm². Kita perlu menemukan panjang sisi kubus.

Menggunakan rumus luas permukaan kubus: 600cm2=6x(sisi×sisi)

Jadi, panjang sisi kubus yang harus dibuat adalah 10 cm.

Aplikasi Rumus Luas Permukaan Kubus dalam Sehari-hari

Rumus geometri seperti rumus luas permukaan kubus mungkin terdengar seperti konsep yang hanya relevan di kelas matematika sekolah. Namun, sebenarnya rumus ini memiliki banyak aplikasi praktis dalam kehidupan sehari-hari kita.

1. Desain dan Pengemasan Produk

Produsen sering menggunakan kemasan berbentuk kubus untuk produk mereka, seperti kotak susu, jus, atau produk makanan lainnya. Dengan mengetahui rumus luas permukaan kubus, mereka dapat menentukan berapa banyak material kemasan yang diperlukan dan bagaimana mendesain grafik pada kemasan agar terlihat menarik dari semua sisi.

2. Estimasi Kebutuhan Cat

Jika kamu ingin mengecat sebuah ruangan berbentuk kubus, rumus luas permukaan kubus dapat membantu menentukan berapa banyak cat yang diperlukan. Dengan menghitung total luas permukaan dinding, kamu dapat mengestimasi jumlah cat yang dibutuhkan, sehingga menghemat biaya dan mencegah pembelian cat berlebih.